Chapter · Story · About Kpop

Suicide Boy❤ [Chapter 5]

[MV] Triple H(트리플 H) _ 365 FRESH.mp4_000064022 copy

05 —Yes!—

Hyojong mengikuti Sohee masuk ke klub melalui pintu belakang. Ia memperhatikan orang-orang yang ia lewati. Ada seorang pria yang penuh nafsu bercumbu dengan seorang gadis yang ia bisa tebak adalah salah seorang penari disana. Ia berlalu sembari memperhatikan kedua orang itu. Entah mengapa jadi senang sendiri datang kesana. Apalagi para gadis yang berlalu lalang mengenakan pakaian namun nyaris telanjang. Matanya tak berhenti memperhatikan dada dan bokong para gadis yang ia lewati.

Sohee membawa Hyojong ke pintu menuju ruang klub dan memandang pria itu, “Masuklah kesana, pesan minum dan duduk manis saja. Penari-penari akan terus bermunculan sampai mereka di pesan oleh tamu..” ucapnya memberitau.

Hyojong mengangguk, “Oke..” ucapnya dan berjalan memasuki ruangan bermusik keras dan gelap itu. Ia memperhatikan ruangan yang sudah padat itu, di beberapa panggung kecil dengan tiang sedang menari para gadis-gadis sexy yang mengenakan pakaian super ketat, tidak sedikit yang menari hanya mengenakan lingerie sexy.

Sohee memperhatikan Hyojong yang masuk ke kerumunan orang. Ia menghela nafas berat mengetahui pria itu mungkin akan menghabiskan malam bersama penari lain disana. Ia berbalik dan berjalan menuju ruang ganti.

Hyojong keluar dari kerumunan untuk memandang ke arah Sohee berdiri tadi, namun gadis itu sudah tidak terlihat. Kakinya kembali melangkah ke pintu itu.

Langkah Sohee terhenti melihat Melanie menunggunya dengan senyuman sinis.

“Kau masih datang, Yang Sohee..” ucap Melanie dengan wajah malaikatnya. Meskipun menjadi penari kesayangan Tuan Kim, bukan rahasia lagi kalau ia mempercantik dirinya dengan operasi plastik hingga bisa seperti sekarang.

Sohee memalingkan wajahnya, “Aku akan ganti baju..” ucapnya sembari melewati Melanie.

Melanie menahan lengan Sohee dan menatap gadis itu tegas, “Kau tau apa yang bos katakan padaku kemarin?” tanyanya, ia mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu. “Jika malam ini kau masih sok suci, kau akan berakhir seperti Son Jihye..” bisiknya.

Wajah Sohee berubah tegang mendengar ucapan Melanie. Ia menelan ludah dan menatap Melanie.

Hyojong memperhatikan Sohee berbicara dengan Melanie di lorong. Ia tidak tau apa yang mereka bicarakan, namun dari ekspresi Sohee ia bisa mengetahui gadis itu sedang ditekan oleh gadis bertubuh bak model itu.

Sohee memalingkan wajahnya dan berjalan menuju ruang ganti.

Melanie tersenyum senang berhasil mempengaruhi Sohee, lalu berjalan ke arah yang berlawanan dengan gadis itu pergi. Ia berhenti berjalan ketika melihat Hyojong di ujung lorong. Bibirnya langsung membentuk senyuman nakal, “Hei anak muda, ini bukan tempat yang bisa kau lalui sembarangan..” ucapnya.

Mata Hyojong langsung tertuju pada dada Melanie yang membusung tinggi dibalik baju ketat berwarna hitam.

Melanie melirik dadanya dan mendorong dagu Hyojong dengan ujung jari telunjuk agar memandang wajahnya, “Suka yang kau lihat?” godanya.

Hyojong tersenyum lebar, “Dadamu indah sekali..”

Melanie mendekati Hyojong sembari mengelus dada pria itu, “Jika kau ingin bersamaku malam ini, kau harus membayar mahal..” bisiknya menggoda.

“Pfff.. aku bawa banyak uang kok..” ucap Hyojong, “Aku datang kemari untuk menghabiskan malam bersama gadis yang paling sexy.” Ia mengedipkan sebelah matanya, “Apakah itu kau?”

Melanie menggigit bibir bawahnya sensual, “Aku suka padamu, kau pandai berbicara..” ia mendekati wajah Hyojong dan mencium pipinya. “Hadiah..” ucapnya.

Hyojong memandang Melanie dan mencuri ciuman ke bibir gadis itu yang berwarna merah menyala.

Kedua pipi Melanie merona merasakan ciuman itu dan memukul bahu Hyojong manja, “Kau ini..”

Hyojong tersenyum, “Sampai nanti..” ucapnya sembari bergerak mundur dan berjalan ke kerumunan orang.

Melanie memperhatikan Hyojong pergi. Ia menyentuh bibirnya yang tadi bersentuhan dengan bibir pria itu. Bibirnya membentuk senyuman, lalu berbalik pergi untuk mempersiapkan penampilannya.

Di ruang ganti.

Sohee yang sudah berganti pakaian dengan lingerie sexy berwarna hitam memperhatikan penampilannya di depan cermin. Wajahnya sudah dipoles make up tebal untuk menunjang penampilannya nanti. Namun ia tidak ingin naik ke atas panggung hari ini. Ia tidak ingin melihat Hyojong memilih gadis lain. Meskipun baru bertemu dan apa yang mereka lakukan kemarin belum tentu memiliki arti khusus bagi Hyojong, ia merasa berat mengetahui ia tidak punya hak apa pun untuk menahan pria itu tetap di sisinya.

DOK! DOK!

Sohee terkejut dan memandang ke pintu ruang ganti, Tuan Kim sudah berdiri disana dengan wajah kesalnya.

“Kau ingin aku menjemputmu kesana dan menyeretmu ke panggung atau kau ingin naik sendiri?” Tanya Tuan Kim.

Sohee segera mengambil jubah kain tipis bermotif bunga dan mengenakannya, lalu segera bergegas keluar dari ruang ganti. Ia sempat berhenti ketika merasakan tepukan di pantatnya ketika berlalu di sebelah Tuan Kim.

Tuan Kim tersenyum sinis, “Sepertinya aku harus memberikan ‘pelajaran’ lagi untukmu malam ini..” bisiknya.

Kedua tangan Sohee tergenggam erat. Tanpa mengatakan apa pun ia kembali melangkah pergi. Ia merasa sangat lelah dan ingin mati saat itu juga. Matanya berkedip-kedip agar air mata yang mulai berkumpul tidak terjatuh. Ia berpapasan dengan Melanie ketika hendak naik ke panggung melalui belakang layar.

Melanie yang juga mengenakan lingerie sexy berwarna merah tersenyum sinis melihat Sohee, lalu berjalan duluan.

Langkah Sohee terhenti beberapa saat. Matanya terpejam sembari berpegangan ke dinding. ‘Aku akan mati hari ini..’ batinnya putus asa. Matanya terbuka pelan dan menghembuskan nafas panjang, ‘Baiklah.. toh aku sudah biasa diperlakukan seperti binatang..’ batinnya lagi, lalu berjalan keluar dari balik layar. Sorotan lampu langsung menerpanya. Melanie dan penari lain sudah mulai menunjukkan penampilan mereka. Ia mengedarkan pandangannya sembari menghampiri panggung miliknya. Begitu tiba di tiang yang tersisa, ia langsung bergelayut dan memulai tariannya yang menggoda.

Hyojong yang duduk di bagian bar sembari menikmati bir di botol tersenyum melihat Sohee muncul. Ia bergerak bangkit dan berjalan menerobos kerumunan orang untuk mendekati panggung.

Melanie yang sedang menari menangkap sosok Hyojong di kerumunan orang. Bibirnya membentuk senyuman dan mulai bergerak turun dari tiangnya untuk menghampiri pria itu.

Hyojong berdiri di depan panggung Sohee memperhatikan gadis itu menari, pria di dekatnya yang duduk di kursi kursus untuk mereka yang ingin memesan para gadis meninggalkan kursinya. Ia segera menempati kursi itu sembari menikmati birnya. Matanya tidak lepas dari sosok Sohee.

Langkah Melanie terhenti karena pria yang tadi duduk di kursi yang kini di tempati Hyojong menghampirinya.

“Hei sayang.. Aku selalu ingin bersamamu..” goda pria itu sembari memegang tangan Melanie.

“Oh.. maaf, aku sudah di pesan..” ucap Melanie manis.

Pria itu tersenyum menggoda, “Berapa dia membayarmu? Aku akan mambayar dua kali lipat..”

Melanie berusaha memberikan senyuman terbaiknya, “Maaf tampan, tidak malam ini..” ucapnya sembari mendorong tangan pria itu.

Pria tadi tidak mau berhenti, ia tetap berusaha menarik Melanie kearahnya dan menciumi leher gadis itu.

Melanie mendorong bahu pria itu agar melepaskannya, namun pria itu malah semakin kuat memeluk pinggangnya. Matanya melirik Hyojong yang tampak menikmati penampilan di panggung sembari meminum bir.

Seorang pelayan berpakaian sexy menghampiri Hyojong, “Bir, tampan?” godanya sembari menawarkan isi nampan yang ia bawa.

Hyojong mengangkat botol birnya menandakan ia masih memiliki minuman tanpa memalingkan pandangan dari Sohee di atas panggung.

“Bagaimana dengan rokok?” Tanya gadis itu lagi.

Mata Hyojong bergerak ke rokok yang di sodorkan pelayan tadi. Bibirnya membentuk senyuman dan mengambil selembar uang dari sakunya, lalu mengambil sekotak rokok dan pemantik api.

Pelayan itu tersenyum lebar mengambil uang di tangan Hyojong, “Saya akan memberikan kembaliannya..” ucapnya sembari mengedipkan mata.

Hyojong menahan gadis itu sebelum bergerak pergi.

Pelayan tadi memandang Hyojong, “Ada yang anda inginkan lagi Tuan?”

“Ambil saja kembaliannya untukmu..” ucap Hyojong, “Sebagai gantinya..” ia menujuk pipinya.

Pelayan tadi tertawa malu, lalu mencium pipi Hyojong.

Hyojong tersenyum pada pelayan itu dan kembali menyaksikan penampilan Sohee. Ia meletakkan botol bir di meja kecil disisi kanannya untuk menyalakan sebatang rokok. Kepulan asap putih keluar dari mulutnya.

Sohee melekukkan tubuhnya sensual, membuat para pria yang menyaksikannya tidak akan berkedip. Ketika itu matanya menemukan Hyojong yang menonton penampilannya.

Hyojong tersenyum dan memberikan isyarat dengan jarinya agar Sohee turun dari panggung.

Sohee menurunkan jubah yang ia kenakan hingga kedua bahunya terekspos sembari melangkah turun dari panggung. Ia menghampiri Hyojong dengan senyuman menggodanya.

Hyojong mengulurkan satu tangan ke pinggang Sohee agar gadis itu mendekat padanya.

Sohee mengelus rambut Hyojong, “Jadi aku gadis paling sexy malam ini?”

Tangan Hyojong mengelus kulit mulut Sohee di balik jubah itu, “Apa ada gadis lain?” tanyanya.

Sohee tertawa kecil dan mendorong dahi Hyojong hingga pria itu bersandar di kursi itu, lalu memanjat naik ke pangkuannya.

Hyojong menatap Sohee penuh gairah. Lingerie berwarna hitam itu terlihat sangat sexy di tubuh Sohee. Satu tangannya masih memegang sebatang rokok yang masih menyala.

Sohee mengambil rokok itu dan menghisapnya sedalam mungkin, lalu mendongak dan menghembuskan asapnya perlahan. Memberikan efek sensual yang membuatnya terlihat menarik.

Hyojong mulai terangsang melihat apa yang Sohee lakukan di depannya. Kedua tangannya bergerak mengelus kulit punggung gadis itu yang mulus dan memajukan wajahnya untuk mencium tulang dada gadis itu tepat di atas pengait bra di bagian depan. Tatapannya tidak bisa berpaling dari wajah Sohee.

Sohee memasukkan rokok ke dalam botol bir dan memegang kedua pipi Hyojong. Matanya menatap kedua mata pria itu dalam. Ia tau mungkin hari ini akan segera berlalu, namun tidak akan menyia-nyiakannya. Kepalanya turun perlahan dan mencium bibir pria itu penuh gairah.

Melanie yang tidak bisa menolak pria tadi tertegun melihat sekarang Hyojong sudah bersama Sohee.

Di pintu keluar menuju klub, Tuan Kim tidak percaya Sohee dengan sendirinya turun dari panggung dan naik ke pangkuan tamunya. “Dia mulai berkembang..” ucapnya sendiri.

Hyojong mengelus belakang kepala Sohee dan menatap gadis itu.

Sohee tersenyum, “Kenapa? Kau sudah sangat menginginkanku?” godanya.

Hyojong tersenyum nakal, “Apa kita boleh melakukannya disini?”

Sohee menahan tawa dan bergerak turun dari pangkuan Hyojong, lalu menarik pria itu bangkit. “Kau ingin melihat tempat gadis-gadis disini melayani tamu?”

Hyojong menarik pinggang Sohee agar tidak terlalu jauh darinya dan memberikan kecupan lembut di rahang gadis itu, “Kenapa tidak?”

Sohee tertawa geli merasakan ciuman Hyojong di lehernya ketika mereka memasuki lorong, “Jangan terlalu bersemangat..” ucapnya sambil menahan pria itu.

Hyojong tersenyum lucu dan mendorong Sohee ke dinding, lalu menciumnya dalam.

Sohee mendorong Hyojong perlahan, “Heii.. kau sudah mabuk..”

Hyojong menggeleng dan kembali mencium Sohee.

Sohee menahan bibir Hyojong agar tidak mengenai bibirnya dan mendorongnya, “Kau harus bersabar sampai kita masuk ke ruangan..” ucapnya genit, lalu menarik tangan pria itu pergi. Senyumannya langsung memudar melihat Tuan Kim dan dua orang pengawal berdiri lorong menatapnya dengan senyuman sinis.

Hyojong bingung melihat Sohee berhenti dan memandang Tuan Kim, ia tertegun merasakan tangan gadis itu melepaskan tangannya.

Sohee memandang ke bawah sembari merapatkan jubahnya.

“Ada ruangan kosong di sebelah sana.. Kau bisa menggunakannya bersama tamumu..” ucap Tuan Kim sembari menunjuk ruangan yang ia maksud.

Sohee mengangguk dan menarik tangan Hyojong menuju ruangan yang dimaksud Tuan Kim.

“Kuharap dia memiliki banyak untuk mencicipimu..” ucap Tuan Kim dan berjalan pergi.

Hyojong menoleh kearah Tuan Kim dan menahan Sohee agar berhenti berjalan.

Sohee memandang Hyojong bingung.

“Kau tau? Aku berubah pikiran..” ucap Hyojong.

Sohee tertegun menatap Hyojong.

Tuan Kim berhenti dan menoleh kearah Hyojong.

Hyojong tersenyum lebar, “Aku tidak ingin menggunakan ruangan menjijikkan itu.” Ucapnya, “Ayo kita pergi saja..” ajaknya.

Sohee mengedip-kedipkan matanya bingung.

Hyojong memandang Tuan Kim dan menghampirinya, “Aku tidak terbiasa menggunakan ruangan umum seperti itu..” ucapnya sembari mengeluarkan dompet dan mengambil semua uang cash yang ia punya, lalu melemparkannya pada Tuan Kim.

Mata dan mulut Sohee terbuka karena kaget melihat apa yang Hyojong lakukan.

Rahang Tuan Kim tampak mengeras menatap Hyojong.

“Ambil saja kembaliannya..” ucap Hyojong santai, lalu menarik tangan Sohee menuju pintu keluar.

“Hyojong! Kenapa kau melakukan itu?” Tanya Sohee tak mengerti, “Aku bisa dibunuh bosku!”

Hyojong tertawa kecil memandang Sohee di lorong keluar, “Bukankah kita akan mati bersama?” tanyanya, ia mendorong sepasang orang yang sedang bercumbu di lorong. “Jangan halangi jalanku..” protesnya.

Sohee tak percaya Hyojong mendorong kedua orang itu yang langsung protes, “Hyojong!” serunya begitu keluar dari klub melalui pintu belakang.

Hyojong berhenti dan memandang Sohee, “Ada apa?”

Sohee menatap Hyojong tak mengerti, “Apa yang sedang kau lakukan?”

Hyojong tampak bingung, “Membawamu pulang?”

Sohee menghembuskan nafas panjang sembari merapatkan jubahnya, “Kau tidak tau pria seperti apa bosku itu.. Dia akan mengejarmu dan bisa saja membunuhmu jika dia ingin! Apa-apaan kau sampai melemparkan uang padanya?!”

“Dia yang berkata aku harus memiliki banyak uang untuk mencicipimu, jadi aku buktikan padanya kalau aku memang banyak uang..” jawab Hyojong.

Sohee memegang kepalanya frustasi, “Aku benar-benar akan mati ditanganya..”

“Siapa yang berani membunuhmu? Ayolah pergi..” ajak Hyojong sembari menarik tangan Sohee.

Sohee kembali menahan dirinya.

Hyojong menatap Sohee tak mengerti, “Apa lagi?”

Sohee menatap Hyojong kesal, “Kau ingin membawaku pergi seperti ini?” protesnya.

Hyojong memperhatikan Sohee yang hanya mengenakan lingerie di balut jubah bermotif bunga tanpa alas kaki, “Ada apa? Kau sangat sexy..”

Sohee mengangkat tangannya untuk memukul Hyojong, namun ia langsung berhenti sebelum benar-benar melakukannya. Sekesal apa pun dia, ia tidak ingin menyakiti pria itu.

Hyojong tersenyum hangat, lalu menarik tangan Sohee yang terangkat ke pipinya.

Kedua mata Sohee memerah menahan tangis menatap kedalam mata Hyojong.

Hyojong mencium telapak tangan Sohee lembut.

Sohee bergerak maju memeluk leher Hyojong erat.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s