Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 23] End

Chapter 23

23-Happen Ending-

 

=3 Tahun Kemudian=

Seunghyun masuk ke rumah sambil melonggarkan dasinya, “Aku pulang..” ucapnya dengan suara lelah. Begitu masuk ke ruang tengah ia langsung tersenyum melihat Suhyun duduk disana bersama seorang gadis kecil berusia 3 tahun.

Gadis kecil yang duduk di pangkuan Suhyun langsung tersenyum lebar melihat ayahnya, “Appa!!!” soraknya riang sembari meloncat dari pangkuan Suhyun dan berlari menghampiri ayahnya.

Seunghyun berlutut dengan satu kaki dan menyambut gadis kecil itu dengan pelukannya, “Haeyong-a…” ucapnya gemas.

Gadis bernama Haeyong itu tertawa lucu di pelukan ayahnya.

Suhyun memandang Seunghyun, “Oh samchon, sudah pulang?”

Seunghyun tersenyum pada Minji dan menggendong putrinya, “Mana yang lain? Kenapa sepi sekali?”

“Chef-nim sedang memandikan Miyong dan Baeyong..” jawab Suhyun.

Dahi Seunghyun berkerut mendengar ucapan Suhyun, “Sampai kapan kau akan memanggilnya ‘Chef-nim’? dia bibimu sekarang..” ucapnya.

“Aku sudah terbiasa memanggilnya seperti itu..” jawab Suhyun tidak mau kalah.

Seunghyun menahan tawa dan memandang putrinya, “Eomma sudah memandikanmu sayang?”

Haeyong menggeleng, “Aku mandi dengan Suhyun eonni.. aku kan sudah besar, jadi eomma memandikan adik-adik saja..” ucapnya dengan gaya bijaksana.

Seunghyun tersenyum lucu, “Omo.. kau terdengar seperti Suhyun ketika kecil..” candanya.

Suhyun menatap Seunghyun sebal, “Enak saja.. aku lebih imut tau..”

Seunghyun menatap Suhyun lucu, “Aniyo.. tentu saja putri samchon yang lebih imut..” ucapnya dan memandang Haeyong, “Keure, Haeyong-a?”

Haeyong tersenyum lebar, “Ne.. appa..”

Suhyun cemberut menatap Seunghyun, “Tunggu saja sampai harabeutji kembali dari luar negeri!” ucapnya sebal.

“Ya.. sudah berapa usiamu?” ledek Seunghyun lucu.

“Kalian masih saja bertengkar..” terdengar suara Chaerin dari tangga menggendong sepasang bayi kembar di tangannya.

Seunghyun tersenyum lebar, “Sebentar sayang..” ucap pada Haeyong sambil menurunkan putrinya ke sofa di sebelah Suhyun dan menghampiri Chaerin, “Kau benar-benar kuat mengangkat mereka?” ucapnya tak percaya sambil menggendong seorang Baeyong dari tangan wanita yang sudah 3 tahun ini menjadi istrinya dan memberikan kecupan manis di pipi wanita itu.

Chaerin tersenyum bangga, “Tentu saja, aku ibu mereka..” ucapnya, lalu melangkah menuju ruang makan. “Khaja.. anak-anak, ayo makan malam. Appa sudah pulang..” panggilnya.

“Ne!!” jawab Haeyong bersemangat.

“Khaja..” ajak Suhyun sambil menggandeng tangan Haeyong ke ruang makan.

Chaerin mendudukkan Miyong ke kursi bayi dan masuk ke dapur untuk meminta pelayan menghidangkan makanan.

Seunghyun mendudukkan Baeyong ke kursi bayi di sebelah Miyong dan duduk disebelah mereka.

Suhyun dan Haeyong duduk bersebalahan, ia juga memasangkan serbet pada gadis kecil itu agar tidak makan berantakan.

Seunghyun menarik kursi di sisinya ketika Chaerin kembali dari dapur untuk bergabung bersama mereka, lalu memandang Suhyun. “Suhyun-a, bagaimana kampus barumu?”

Suhyun tersenyum, “Menyenangkan.. Teman-temanku sangat keren, juga karena ada Jenny dan Bobby aku tidak merasa canggung..” ucapnya, wajahnya berubah khawatir memandang si kembar Miyong dan Baeyong, “Ahhh.. kuharap mereka tidak seperti Jenny dan Bobby.. Aku bisa pusing jika mereka bertengkar setiap hari..”

Chaerin menahan tawa mendengar ucapan Suhyun, “Usia mereka baru setahun, masih jauh untuk sampai ke masa itu..”

“Ne.. semoga ketika mereka sampai di masa itu aku sudah menikah dan tinggal di rumah yang berbeda..” ucap Suhyun.

Seunghyun tertegun menatap Suhyun, “Mwo? Siapa yang bilang kau akan keluar dari rumah ini setelah menikah?”

Suhyun menatap Seunghyun aneh, “Jadi akan tetap disini setelah menikah? Tentu saja bersama suamiku..”

“Kau dan suamimu tetap disini.. Memangnya kau pikir akan tinggal dimana?!” ucap Seunghyun sebal.

Mulut Suhyun terbuka tak percaya, “Mwo?! Samchon!”

Chaerin menatap kedua orang itu lucu, “Ya.. Apa kalian akan terus bertengkar? Berapa usia kalian sekarang?”

Suhyun menatap Seunghyun sebal dan memalingkan wajahnya.

Seunghyun mendengus kesal dan mulai makan.

Chaerin melirik Seunghyun menahan senyuman, “Yobo.. Suhyun saja baru memulai kuliah, kenapa kau sudah kesal tentang pernikahannya?”

Seunghyun melirik Suhyun yang makan dengan sambil menatapnya sebal, lalu memandang makananya.

 

=Food&Heatlh=

Seunghyun melangkah menuju ruang perencanaan, ia sudah menjadi presiden direktur utama sejak ayahnya ingin menikmati masa tua. Sebelum ia masuk, pintu terbuka dan muncul Jiyong.

“Oh.. hwajangnim(presdir).. Aku baru saja akan ke tempatmu..” ucap Jiyong.

Seunghyun menatap Jiyong sebal, “Apa itu caramu berbicara dengan presdir?”

Jiyong tertegun dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseyo hwajangnim..”

Seunghyun tersenyum lucu, “Aku hanya bercanda, khaja..” ajaknya sambil merangkul leher Jiyong menuju dapur.

Sekarang yang menggunakan dapur itu adalah Hanbin, Chaerin memutuskan berhenti karena lebih memilih menjadi seorang ibu di rumah setelah memberikan ilmu-ilmunya pada pria yang seakrang sudah menjadi koki itu.

Seunghyun membuka pintu dan melangkah masuk, hal pertama yang menyambutnya adalah aroma makanan yang menggoda.

Hanbin yang sedang memasak memandang Seunghyun dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseyo, hwajangnim..”

Seunghyun tersenyum, “Hmm.. apakah ini resep baru?”

“Ne, hwajangnim..” jawah Hanbin.

Jiyong melangkah ke sisi Seunghyun dengan tatapan sebalnya pada Hanbin, “Ya.. kau hanya melihat Seunghyun?”

Hanbin tertawa kecil dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseyo, timjangnim..”

Seunghyun bergerak duduk sambil memperhatikan apa yang di lakukan Hanbin, “Bisa aku mencicipinya?”

“keurom, hwajangnim.. Saya akan menyiapkannya sedikit lagi..” ucap Hanbin.

Malamnya.

Seunghyun mengendarai mobilnya keluar dari parkiran, ketika melewati depan kantor ia melihat Minji berdiri seperti menunggu seseorang. Bibirnya membentuk senyuman dan hendak menghentikan mobil untuk memberi tumpangan jika tidak melihat Hanbin menghampiri gadis itu. Ia terus berlalu dengan lambat sambil memperhatikan kedua orang itu melalui spion.

Minji tersenyum lebar begitu melihat Hanbin.

“Mian, kau lama menunggu?” Tanya Hanbin.

Minji menggeleng, “Aniya, aku baru saja tiba..” jawabnya.

“Ayo..” ajak Hanbin dan melangkah bersama Minji.

Seunghyun tersenyum dan menginjak gas mobil lebih dalam, “Aigoo.. aku sudah tau mereka akan mulai berhubungan..” gumamnya sendiri.

 

=Rumah Keluarga Choi=

“Haeyong-a… Ayo tidur.. Ini sudah malam.. Khaja..” panggil Chaerin karena putri sulungnya masih menggambar di dekat Seunghyun yang sedang bekerja.

“Ne, eomma..” Haeyong meletakkan alat gambarnya dan bergerak bangkit.

“Pamit pada appa dulu..” ucap Chaerin.

Haeyong menghampiri ayahnya, “Appa.. selamat tidur..” ucapnya dan berjinjit agar bisa mencium sang ayah.

Seunghyun tersenyum sembari merendahkan wajahnya agar bisa di cium oleh Haeyong, “Ne.. Haeyong juga..” ucapnya sambil mengelus rambut putri mungilnya.

“Khaja..” ajak Chaerin sambil menggandeng tangan Haeyong keluar dari ruang kerja Seunghyun.

Seunghyun memperhatikan Chaerin membawa Haeyong keluar sambil tersenyum, wanita itu benar-benar tepat menjadi pendampingnya. Ia sama sekali tidak menyesal menikah dengannya. Tak lama ia membereskan berkas-berkasnya dan keluar dari ruang kerja, lalu melangkah menuju tangga. Langkahnya terhenti melihat pintu ke taman belakang tidak tertutup rapat. Ia memandang sekitar tapi tidak melihat siapa pun, jadi ia melangkah ke sana untuk memeriksa mengapa pintu itu terbuka. Ia tertegun melihat Suhyun duduk di atas rumput memandang langit malam yang di penuhi bintang. Ia melangkah keluar dan menghampiri gadis itu.

Suhyun menoleh ketika seseorang duduk di sebelahnya, “Oh.. samchon..”

Seunghyun tersenyum, “Kenapa kau masih disini?”

Suhyun tersenyum tipis, “Aniya.. Hanya ingin melihat langit..”

“Biasanya kau akan melihat melalui balkon kamarmu, kenapa sekarang ada disini?” Tanya Seunghyun ingin tau.

“Karena Haeyong tidur di sebelah kamarku, setiap aku membuka pintu balkon kamarku dia akan terbangun.. Aneh kan?” jawab Suhyun menahan tawa.

Seunghyun tertawa kecil memperhatikan ekspresi Suhyun, “Kau tidak ingat kau juga seperti itu?”

Suhyun tersenyum lucu, “Ne? Jeongmal?”

Seunghyun tersenyum mengingat masa lalu, “Ne, kau tidak ingat berapa lama kau tidur bersama samchon atau harabeutji?” tanyanya.

Suhyun mengingat sejenak, lalu menggeleng.

“Mmm.. sepertinya hingga usiamu 7 atau 8 tahun.. Kau akan menangis jika samchon atau harabeutji meninggalkanmu sendirian di kamar..” cerita Seunghyun.

Suhyun menahan tawa, “Itu kan karena orang tuaku baru meninggal, aku takut sendirian..”

Seunghyun mengangguk, lalu menatap Suhyun lekat dan mengelus rambut gadis itu. “Hmm.. ternyata waktu cepat sekali berlalu.. Kemarin kau masih sebesar Haeyong dan sekarang kau sudah sebesar ini..”

Suhyun tersenyum mendengar ucapan Seunghyun.

Ekspresi Seunghyun berubah sedih menatap Suhyun, “Suhyun-a..”

“Wae?” Tanya Suhyun.

Seunghyun diam sejenak memandang Suhyun, “Jangan terlalu cepat menikah..”

Suhyun menatap Seunghyun aneh, “Samchon, aku baru 19 tahun..”

Seunghyun tersenyum sedih sambil membelai rambut panjang Suhyun, “Ani.. Sekarang kau sudah 19 tahun.” Ucapnya, “Bagaimana jika besok kau bertemu seorang pria dan merasakan cinta buta hingga kau tidak ingin berpisah dengannya? Lalu kau memaksa meminta restu untuk menikah dengan pria itu?”

Suhyun menahan tawa, “Samchon, aku tidak mungkin seperti itu..”

Seunghyun tau hal yang ia ucapkan tidak mungkin di lakukan keponakannya, namun membayangkan suatu haru nanti Suhyun akan menikah membuatnya sangat sedih. “Arayo.. Tapi kau tetap tidak boleh menikah muda, kau mengerti?”

“Jadi kapan aku bisa menikah?” Tanya Suhyun.

“Mmm..” Seunghyun berpura-pura berpikir, “20 tahun lagi?” candanya.

Suhyun terkejut, “Mwo?! Samchon!”

Seunghyun tertawa sambil menarik Suhyun ke pelukannya, “Hmm.. Suhyun sudah besar sekarang..” ucapnya sambil mengelus rambut gadis itu lembut.

Suhyun tersenyum dan memeluk pamannya erat, “Samchon, tau tidak apa yang kupikirkan ketika terjatuh di hutan 3 tahun lalu?”

“Hm? Mwo?” Tanya Seunghyun ingin tau.

Suhyun melepaskan pelukan Seunghyun dan memandang pamannya, “Sebelumnya, kupikir ketika aku berada di situasi genting seperti itu, aku akan memikirkan ibuku.” Ucapnya, “Tapi saat itu, ketika aku berguling-guling dan berakhir di dasar jurang, aku memikirkan samchon. Aku merasa seperti memanggil samchon dan berharap samchon akan segera datang untuk menjemputku..”

Seunghyun tersenyum mendengar ucapan Suhyun, “Samchon benar-benar datang dan menjemputmu saat itu..”

Suhyun mengangguk, “Ne.. Semua teman-temanku berkata samchon sangat keren..”

“Tentu saja..” ucap Seunghyun bangga.

“Ehem..” dehem Chaerin yang ikut menghampiri kedua orang itu di taman belakang.

Seunghyun dan Suhyun menoleh.

Chaerin tersenyum, “Apa aku bisa bergabung?”

“Kemari..” panggil Seunghyun.

Chaerin bergerak duduk ke sebelah Seunghyun dan memandang pria itu dan Suhyun bergantian, “Apa kalian sedang membicarakan hal rahasia?”

“Aniya.. Jika hal rahasia aku tidak akan memberitaukannya pada samchon..” jawab Suhyun dan menahan tawa.

Seunghyun menatap Suhyun sebal, “Memangnya kapan kau punya rahasia?”

Chaerin menahan tawa, “Terkadang melihat kalian bertengkar menjadi hiburan sendiri untukku..” candanya.

Seunghyun tertawa kecil sambil merangkul Chaerin.

“Suhyun-a, kau sudah punya kekasih?” Tanya Chaerin.

Tawa Seunghyun menghilang dan menatap Suhyun serius menunggu jawaban.

Suhyun tersenyum malu, “Ani.. Jika aku punya pacar nanti di selidiki samchon..” candanya sambil melirik Seunghyun.

“Apa maksudmu? Tentu saja!” ucap Seunghyun.

“Lalu, apa ada orang yang kau sukai?” Tanya Chaerin.

Suhyun berpikir sebentar, lalu tersenyum memandang Chaerin dan mengangguk.

Mata Seunghyun membesar, “Jeongmal? Nugu?”

Suhyun menatap Seunghyun aneh.

Chaerin mendorong wajah Seunghyun ke belakang agar bisa memandang Suhyun lebih leluasan, “Oh.. lalu, apa dia juga menyukaimu?”

Suhyun kembali tersenyum malu, “Sepertinya..”

Seunghyun kembali menatap Suhyun tak percaya, “Mwo?! Siapa?! Katakan!!”

Suhyun menatap Seunghyun sebal, “Shiro..” ucapnya dan tertawa kecil.

Seunghyun menatap Suhyun tak percaya, lalu memandang Chaerin. “Ada apa dengannya? Kenapa dia berubah dalam waktu semalam? Kemarin dia masih memintaku menggendongnya..” ucapnya frustasi.

Chaerin tertawa melihat wajah frustasi Seunghyun, “Kau harus menghargai privasi seseorang.” Ucapnya sambil melirik Suhyun.

“Mwo?! Aku?!” Seunghyun merasa pundaknya mulai nyeri karena kedua gadis itu.

 

=Keesokan Harinya=

Suhyun membuka pintu mobil dan masuk, ia terkejut melihat Seunghyun sudah ada di dalam mobil. “Samchon?”

Seunghyun tersenyum, “Selamat pagi..”

“Kenapa samchon masuk ke mobilku?” Tanya Suhyun tak mengerti, lalu memandang supirnya yang juga tidak mengerti mengapa pria itu ada disana.

“Wae? Sekarang semuanya serba mahal, jadi samchon ikut dengan mobilmu saja..” ucap Samchon dengan senyuman lebarnya.

Suhyun menatap Seunghyun tak mengerti.

Seunghyun memandang supir, “Supir Jung, ayo pergi..”

“Ne, tuan..” ucap sang supir dan menghidupkan mobil.

 

=Beberapa Hari Kemudian=

Food&Health.

Seunghyun membolak balik berkas di tangannya, namun ia tidak bisa berkonsentrasi sama sekali. “Aissh! Siapa pria yang di sukai Suhyun itu?!” ucapnya kesal, lalu mengambil gagang telepon dan menghubungi sekretarisnya. “Sekretaris Kim, tolong minta asisten Song ke ruanganku..” ucapnya dan kembali meletakkan telepon.

Tak lama terdengar ketukan pintu, lalu masuk seseorang. “Anda memanggil saya hwajangnim?”

“Ne! cepat kemari…” panggil Seunghyun.

Asisten Song bingung Seunghyun tampak kesal, ia melangkah menghampiri meja pria itu. “Ne…”

“Asisten Song, aku memerintahkanmu mengawasi Suhyun selama 24 jam mulai hari ini dan seterusnya!” ucap Seunghyun.

Dahi Asisten Song berkerut, “Ne? Hwajangnim?”

“Jangan Tanya kenapa, pokoknya awasi saja dia! Ikuti kemana pun ia pergi! Juga kau harus ikut dengannya ke kampus.. Laporkan apa pun yang mencurigakan yang kau lihat!” perintah Seunghyun. “Sekarang!!”

Asisten Song menatap Seunghyun tak mengerti, namun ia hanya mengangguk dan membungkuk sopan. Lalu berbalik dan berjalan keluar.

Kampus Suhyun.

Mata Suhyun membesar mendengar alasan Asisten Song tiba-tiba muncul di kampusnya, “Mwo? Aissh.. samchon!” ucapnya geram.

Asisten Song tersenyum, “Anda melakukan apa lagi Agassi?”

Suhyun cemberut sambil melipat kedua tangannya di dada, “Mola!” ucapnya sebal.

“Cesonghamida, Agassi.. Tapi mulai saat ini dan seterusnya saya harus menenami anda..” ucap Asisten Song.

Suhyun sangat menyesal mengapa ia menjawab pertanyaan Chaerin di depan Seunghyun.

 

=Sebulan Kemudian=

“Mwo?! Tidak ada pria misterius atau anak sok keren yang mendekati Suhyun?!” Tanya Seunghyun setelah mendengar laporan asisten Song melalui telepon.

“Ne, hwajangnim..” jawab asisten Song yang sedang menunggu Suhyun di depan kampus.

“Aissh.. jadi Suhyun sengaja menutupi ini ha?” gumam Seunghyun kesal. “Ikuti dia terus, kita lihat apakah selama setahun dia bisa terus menutupinya!”

Asisten Song tersenyum lucu mendengar ucapan Seunghyun, “Ne, hwajangnim..”

Suhyun yang melangkah keluar dari gedung kampus bersama Jenny melihat Asisten Song sudah menunggu, “Oh.. aku harus pulang sekarang..”

Jenny mengangguk, “Oke, sampai besok..” ucapnya dan melangkah pergi mencari Bobby untuk pulang bersama.

Suhyun melangkah menghampiri Asisten Song yang tampak tersenyum lucu seperti memikirkan sesuatu, “Waeyo?”

Asisten Song menggeleng, “Aniya.. Tadi hwajangnim menghubungi saya..”

Suhyun tertegun, “Mwo? Apa yang samchon katakan?”

Asisten Song menahan tawa, “Jadi hwajangnim ingin saya mengikutimu kemana pun karena anda berkata menyukai seseorang?”

Suhyun cemberut mendengar ucapan Asisten Song, “Ne! samchon sangat menyebalkan kan?”

Asisten Song tersenyum lucu lagi, “Kenapa kau tidak memberitaunya saja?” tanyanya tanpa keformalan tadi.

“Jika aku memberitaunya samchon akan mulai seperti pria diktaktor banyak uang!” ucap Suhyun sebal.

Asisten Song mengangguk mengerti, lalu memandang sekitar yang mulai sepi. Lalu memegang tangan Suhyun, “Kau ingin makan es krim dulu?”

Suhyun tersenyum malu, lalu mengangguk.

“Khaja..” ajak Asisten Song dan menarik satu tangan Suhyun ke saku jubahnya agar tetap hangat.

Suhyun melangkah riang bersama asisten Song meninggalkan area kampusnya.

 

 

===THE END===

<<Back

Advertisements

12 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 23] End

  1. Wahhhhhh udh punya 3 hahahah gk kepikiran kalau sampai 3 kirain hanya 1
    yeayhhhh happy ending
    juga penasaran suhyun suka sma siapa y eon?
    Jangan2 dia bohong -_-
    Eon jeballlll kasih tau siapa yg disukainya…. =)
    Hanbin kah?tapi kn sudah sma minji,atau bobby ? Maldwo andweeeeee
    eonnnnnnnnnnn jebal kasih tau /puppy eyes/
    Next ff fighting
    always waiting for ff 2hyun^_^ =)
    Jjang!!!!!!!!!!

  2. Wahhh,akhirnya udah ending juga,padahal ceritanya seru loh,tapi ga papalah kalo authornya pengen cepet2 ending xD

    Cieee chaerin sama seunghyun udh punya 3 anak,ada yng kembar juga :v

    Asisten song nya setia banget ya,udh 3 tahun an ngejaga suhyun….

    Kira2 sapa ya namja yang dimaksud suhyun,apakah bobby???#CumanNebak,hehehe

    Keep writing thoorrr,ff selanjutnya harus lebih bagus lagi,dan yng pastinya aku berharap ada ff 2hyun lgi >_<

  3. apa mksudnya ini jgn bilang cwok yg disukai suhyun asisten song?
    emangnya asisten song itu umurnya brp ya?
    btw klo ada cerita sendiri ttg kisah suhyun pasti seru krn tingkahnya???

  4. wahh ^_^ 2 hari 2 malam gw baca nih ff dan akhirnya dah ending aja -,-” pas chapter 10-20an geram gw sma si sungkyung aka nenek sihir tpi akhirnya si tabi balikkan lgi sma Chaerin nona 😀 gw kira suhyun bakalan jdian sma B.I ehh taunya B.I malah jadian sma Minzy -,-” jdi penasaran gw sma sequelnya suhyun 😀 moga ada season 2 nya (amin :v )

    maaf baru koment nih ff di chapter akhir kak hanna 😀
    next ff moga castnya dr artis2 YGent

      1. yeiy 😀 akhirnya Dara jdi main cast di ff kmu kak Hanna ^^ semoga dara lawan mainnya sma bang jenong aka GD 😀

  5. Yesss.. Aku namatin ff keren ini dalam waktu semalau loh :3
    Cerita nya seru ^_^ Sequelnya nya dong soalnya aku masih penasaran hehehe.. :3

  6. Seunghyun Chaerin anaknya udah 3 aja xD
    hahah… Suhyun suka ama asisten Song ya.. kkk~ tapi Seunghyun masih protective amat ama Suhyun xD
    Tapi cepet amat abisnya .-. Next FF ditunggu authornim~~ Hwaiting!!

  7. aaa aku baru baca lagi ffnya endingnya doang coba ih xD endingnya lucu. gokilah itu si senghyun nyuruh asisten song ngawasin suhyun siapa cowo yg lg deket padahal tuh asistennya sendiri wkwkwk mino mino kocakkk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s