Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 22]

.Chapter 22

22

-She’s The One-

 

Seunghyun duduk di lantai di depan ruang operasi sambil berdoa semoga Suhyun dapat di selamatkan oleh para dokter. Gadis itu menderita hiportemia karena terlalu lama berada di alam terbuka, juga paru-paru yang kemasukan air akibat hujan. Ditambah karena jatuh dari tempat tinggi kaki kirinya patah, pergeseran tulang di siku kanan dan pendarahan perut akibat benturan keras. Matanya terpejam sambil memegang kepalanya frustasi, ‘Sekali lagi.. Kumohon Tuhan.. beri aku kesempatan sekali lagi.. Aku akan menjaganya sepenuh hatiku.. Kumohon..’ batinnya sepenuh hati. bulir air matanya terus berjatuhan memikirkan kondisi Suhyun. Ia baru menyadari kemejanya di penuhi darah begitu tiba di rumah sakit, namun ia sama sekali tidak peduli selama itu bukan darah terakhir Suhyun.

Ia menyandarkan kepalanya ke dinding dan memandang kosong ke depan, Ia seperti melihat kakaknya, Seungjoon, duduk di seberangnya. “Hyung.. na eoteokhe?” gumamnya putus asa.

Seungjoon memandang Seunghyun dan tersenyum, “Wae? Kau sudah putus asa? Hanya segini?”

Bulir air mata Seunghyun kembali berjatuhan, “Bagaimana jika dia tidak selamat? Apa yang harus kulakukan?”

Seungjoon diam sejenak, lalu mengangkat bahunya. “Aku tidak menitipkannya ke sembarang orang, Seunghyun. Aku menitipkannya pada adikku.. Adik yang sangat kupercaya.. Dia selalu tau apa yang harus dilakukannya..”

Seunghyun menggeleng, “Aniya, hyung.. Kau lihat, apa yang kulakukan membuatnya celaka.. Jika Suhyun tidak selamat, maka akulah pembunuhnya..”

Seungjoon tersenyum, “Aniya.. Jika Suhyun tidak selamat, tugasmu sudah selesai untuk menjaganya. Berarti Suhyun akan kembali padaku dan ibunya..”

Seunghyun memejamkan matanya dan menunduk penuh penyesalan. Telinganya mendengar seseorang berlari menggunakan hak tinggi dari kejauhan hingga berhenti di dekatnya.

“Seunghyun-ssi!”

Seunghyun membuka mata dan mengangkat wajahnya, ia tertegun melihat Chaerin.

“Dimana Suhyun?! Bagaimana keadaannya?!” Tanya Chaerin panic.

Seunghyun tidak percaya Chaerin benar-benar berdiri di hadapannya sekarang. perlahan ia bangkit dan berdiri depan gadis itu.

Mata Chaerin membesar melihat darah di baju Seunghyun, “Oh! Kau terluka?!” tanyanya semakin panic.

Seunghyun benar-benar yakin di depannya adalah Chaerin dan langsung memeluk gadis itu erat.

Chaerin terkejut tiba-tiba mendapat pelukan erat dari Seunghyun, “Seung-Seunghyun-ssi..” ucapnya sambil berusaha melepaskan pelukan pria itu.

“Na eoteokhe?” ucap Seunghyun penuh penyesalan.

Chaerin terpaku mendengar pertanyaan Seunghyun. Pria itu menangis penuh penyesalan dan memeluknya semakin erat. Perlahan tangannya terangkat dan mengelus punggung pria itu, “Gwenchana.. Semuanya akan baik-baik saja..” ucapnya pelan, meskipun ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.

Seunghyun merasa lebih tenang karena Chaerin ada bersamanya.

Setengah jam kemudian.

Chaerin duduk di depan ruang operasi bersama Seunghyun. Tangannya menggenggam tangan pria itu agar sang pria tau ia akan selalu disana menemaninya. Tanpa bertanya bagaimana kondisi Suhyun, ia tau pasti sangat parah hingga membuat pria itu frustasi.

Seunghyun menatap ke bawah seperti hidupnya akan segera berakhir. Matanya bergerak memandnag tangan Chaerin yang menggenggam dan mengelus punggung tangannya, lalu memandang gadis itu.

Chaerin tersenyum hangat pada Seunghyun.

“Cesongeo, kau malah jauh-jauh datang kemari..” ucap Seunghyun menyesal.

“Aniya, gwenchana..” ucap Chaerin, “Aku juga ingin tau keadaan Suhyun..”

Seunghyun menatap Chaerin penuh haru, “Terima kasih karena menenamiku disini..”

Chaerin mengangguk, “Ne.. Aku akan terus disini hingga operasinya selesai..”

Saat itu, Seunghyun seperti mendapat pertanda bahwa Chaerin adalah gadis yang selama ini ia cari. Gadis yang bukan hanya menginginkan dirinya, tapi juga peduli pada Suhyun. Ia memandang tangannya yang di genggam gadis iu. Perlahan ia melepaskan tangan gadis itu, lalu mengaitkan jari-jari mereka hingga genggaman tangan mereka lebih erat.

Chaerin tersenyum lebar melihat apa yang di lakukan Seunghyun dan memandang pria itu.

Seunghyun merasa lebih tegar dan kuat setelah menggenggam tangan Chaerin. Sekarang ia akan menunggu kabar baik dari proses operasi Suhyun.

Satu setengah jam kemudian.

Chaerin dan Seunghyun langsung berdiri ketika pintu operasi terbuka, mereka langsung menghampiri sang dokter.

“Dokter, bagaimana keadaan Choi Suhyun? Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Seunghyun langsung.

Dokter itu tersenyum dan mengangguk, “Berkat bantuan Tuhan, operasi berjalan lancar. Juga anda tidak perlu khawatir, pasien sudah melewati masa kritis..”

Seunghyun menghela nafas lega mendengar ucapan sang dokter, “Gamshamida.. jeongmal gamshamida..”

Dokter itu mengangguk dan melangkah pergi.

Chaerin tersenyum penuh haru mengetahui keadaan Suhyun baik-baik saja.

Sebuah tempat tidur di dorong keluar oleh para perawat, terlihat Suhyun dengan kaki di gips dan alat bantu pernafasan.

Seunghyun tersenyum lebar dan menghampiri Suhyun, “Suhyun-a.. samchon disini.. kau tidak perlu khawatir..” bisiknya pada gadis itu sembari mengikuti perawat mendorong tempat tidur keponakannya.

 

=Ruang Perawatan Suhyun=

Chaerin masuk ke ruang perawatan bersama sekantung makanan dan minuman, lalu menghampiri Seunghyun yang sudah mengganti pakaian. “Ini..” ucapnya sambil meletakkan bungkusan tadi ke meja.

Seunghyun tersenyum, “Gumawoyo..” ucapnya sambil mengambil sebungkus makanan.

Chaerin mengangguk, “Ne..”

“Ayahku akan terbang dari China malam ini, jadi mungkin akan tiba besok pagi..” ucap Seunghyun memberitau.

Chaerin mengangguk lagi, “Hmm.. begitu..”

Seunghyun memandang Chaerin bingung, “Waeyo? Ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?”

“Mmm.. aku tau ini agak aneh, tapi bisakah kau meminta pada Kwon Timjangnim pengunduran proses syuting demonstrasi berikutnya?” Tanya Chaerin pelan.

Seunghyun tersenyum lebar, “Oh.. itu, tenang saja.. Keputusan itu ada padaku..” ucapnya.

Chaerin tersenyum lebar, “Syukurlah..”

Seunghyun menelan makanan di mulutnya dan menatap Chaerin dalam.

Chaerin memandang Seunghyun bingung, “Waeyo?”

Seunghyun tersenyum, “Apakah ini waktu yang tidak tepat untuk memintamu kembali padaku?”

Chaerin tertegun, “Hm?” ia memandang ke bawah dan garuk-garuk kepala bingung.

Seunghyun menggenggam tangan Chaerin dan menatap gadis itu, “Aku membutuhkanmu, Chaerin..”

Chaerin memandang Seunghyun, “Wae?”

“Karena aku mencintaimu..” ucap Seunghyun sepenuh hati.

Chaerin seperti merasakan panah cupid mengenai hatinya, sangat tepat hingga air matanya hampir berjatuhan karena terharu.

“Aku bisa hidup meskipun Sungkyung jauh dariku, terus terluka karena pria lain. Tapi, saat aku melukaimu. Melihatmu menangis karena aku.. Aku merasa tidak bisa bernafas. Juga memikirkan kau tidak akan ada lagi di hidupku…” ucapan Seunghyun terputus karena ia tidak sanggup membayangkannya. Kepalanya menggeleng cepat, “Aku tidak bisa..”

Chaerin benar-benat tidak bisa menutupi perasaannya lagi. bibirnya membentuk senyuman mendengar ucapan Seunghyun.

“Lee Chaerin, apakah kau menjadi ibu Suhyun?” Tanya Seunghyun lagi.

Chaerin menahan tawa, namun bulir air matanya berjatuhan. “Kau terdengar seperti ayah Suhyun?”

Seunghyun tersenyum sambil menyeka air mata Chaerin dengan kedua ibu jarinya, “Karena Suhyun sudah seperti putriku..” ucapnya, “Apa kau mau?”

Chaerin mengangguk tanpa keraguan lagi di hatinya.

Seunghyun memajukan wajahnya dan mencium Chaerin dalam.

 

=Keesokan Harinya=

“Mwo?! Samchon akan menikah?!” Tanya Suhyun tak percaya.

Seunghyun tersenyum sambil merangkul Chaerin, “Ne..”

“Akhirnya kau sadar juga..” ucap Tuan Choi senang.

Chaerin tertawa kecil mendengar ucapan Tuan Choi.

“Shiro!!” seru Suhyun.

Seunghyun mentap Suhyun tak mengerti, “Waeyo? Bukankah kau menyukai Chef Lee?” tanyanya.

“Suhyun-a, kau tidak mau aku menjadi bibimu?” Tanya Chaerin aneh.

“Aissh..” Suhyun memandang kakeknya, “Harabeutji.. masa samchon ingin menikah saat keadaanku seperti ini! Shiro! Aku akan jelek di acara pernikahan samchon!” ucapnya sebal.

Tuan Choi tertawa mendengar ucapan cucunya. Begitu juga dengan Seunghyun dan Chaerin.

“Ne.. harabeutji akan pastikan samchon menikah setelah kau sembuh total..” ucap Tuan Choi.

Seunghyun terkejut, “Abeutji?! Sembuh total?!”

Tuan Choi memandang Seunghyun heran, “Wae? Kau tidak ingin melihat Suhyun sembuh total?”

“A-ani.. bukan begitu..” ucap Seunghyun, “Tapi.. sembuh total?! Berapa lama aku harus menunggu hingga Suhyun sembuh total?” tanyanya frustasi dan memandang Chaerin, “Aku tidak bisa menahan diriku melihat calon istriku yang sangat cantik ini..”

Chaerin menahan tawa mendengar ucapan Seunghyun.

“Samchon!!” protes Suhyun.

 

=Food&Health=

Seunghyun menghentikan mobilnya di parkiran dan segera keluar untuk membukakan pintu untuk Chaerin.

Chaerin tersenyum ketika turun dari mobil.

Seunghyun menekan tombol kunci otomatis, lalu berjalan bersama Chaerin.

Chaerin memandang Seunghyun, “Apa Lee Sungkyung menghubungimu?”

Seunghyun tertegun mendengar pertanyaan Chaerin, “Ne? oh.. belum..”

Chaerin mengangguk mengerti, “Mmm.. apa yang akan kau katakan jika dia menghubungimu lagi?”

Seunghyun diam sejenak sambil berpikir, “Mmm.. Aku belum memikirkannya, tapi sepertinya aku harus tegas padanya..”

Chaerin menatap Seunghyun tidak yakin, “Jeongmal?”

Seunghyun mengangguk, “Ne..” jawabnya, “Wae? Kau tidak yakin aku bisa melakukannya?”

Chaerin menangguk.

Seunghyun menatap Chaerin sebal, “Aku akan melakukannya.. Aku serius..”

“Apa kau bisa tidak datang ke tempatnya ketika dia memintamu?” Tanya Chaerin.

“Bisa..” jawab Seunghyun, namun ia kembali berpikir apakah ia benar-benar bisa melakukan itu atau tidak.

Chaerin menatap Seunghyun sebal, “Bagaimana caramu melakukannya?”

Seunghyun menghela nafas dalam, lalu mengeluarkan ponselnya dan memanggil sebuah nomor.

Chaerin mengerutkan dahi melihat Seunghyun berhenti untuk menghubungi dan ikut berhenti.

Seunghyun memandang Chaerin selama menunggu panggilan terjawab, “Oh.. ini aku, Choi Seunghyun..” ucapnya.

Chaerin memperhatikan Seunghyun berbicara, ia tidak tau siapa yang berbicara dengan pria di depannya.

“Woo Jiho, kau harus menjaga Sungkyung, aku tidak bisa lagi menggantikanmu ketika dia sedih atau pun menangis..” ucap Seunghyun serius.

Chaerin tertegun Seunghyun malah menghubungi Jiho.

“Ne.. Aku tidak ingin dia menangis lagi karenamu.. Aku tidak ingin dia menghubungiku di tengah malam karena kau telah melukainya..” ucap Seunghyun lagi, “Aku tidak bisa berada di sisinya lagi.. Aku…” ia diam sejenak, dan kembali tegas. “Aku akan segera menikah..”

Chaerin mengedip-kedipkan mata menatap Seunghyun tak percaya.

“Apa pun yang terjadi pada Sungkyung, kau harus bertanggung jawab padanya. Bukan menunggunya membaik sendiri.. Keure, hanya itu yang ingin kukatakan padamu..” ucap Seunghyun dan memutuskan telepon, lalu menatap Chaerin seperti berkata ‘Bagaimana menurutmu?’.

Chaerin tersenyum, “Kau benar-benar serius kali ini..” ucapnya.

Seunghyun tersenyum, “Keurom, jika tidak kau akan pergi lagi..”

Chaerin menahan tawa dan melangkah menuju lift.

Seunghyun mengikuti Chaerin dan menggenggam tangan gadis itu.

Chaerin terkejut dan memandang sekitar sambil menarik tangannya, “Ya… apa yang kau lakukan?!” bisiknya.

“Gwenchana, jika mereka melihat kita bersama kan mereka tau kita berpacaran. Jadi ketika kita menikah mereka tidak akan terkejut..” ucap Seunghun dengan nada bercandanya.

Chaerin menatap Seunghyun aneh, lalu tertawa kecil. “Dasar kau ini..”

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 22]

  1. Yeayhhhhb prok prok chukae^_^, cie kyknya suhyun bakal punya keponakan hehehhe #justkidding
    Semoga semuanya berjalan lancar =)
    Next part ending ya eon,penasran banget semoga happy end
    fighting eon
    Eon jang!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s