Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 21]

Chapter 21

21

-Where’s Suhyun?-

 

Seunghyun tersentak dari tidurnya dan menyadari ia terlelap di mobil semalaman setelah berbicara bersama Chaerin. Ia memijat pundaknya sejenak, lalu memeriksa ponselnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Sungkyung dan satu dari Suhyun. Dahinya berkerut membaca nama keponakannya, ia memanggil ponsel gadis itu dan menunggu sesaat.

Nomor yang anda tuju…

Dahi Seunghyun semakin berkerut dan memandang ponselnya, “Mungkin dia lupa mengisi batray semalam..” ucapnya, lalu segera menghidupkan mobil untuk kembali ke rumah. Perasaannya benar-benar kacau. Chaerin memutuskan hubungan mereka, Sungkyung yang terus membuatnya tersihir, juga Suhyun.

Begitu tiba di rumah Seunghyun langsung naik ke lantai atas dan bersiap untuk pergi ke kantor. Setelah bersiap ia melangkah kembali ke tangga, langkahnya berhenti sejenak di depan pintu kamar Suhyun. Lalu membukanya, namun tidak ada siapa pun disana. Ia menghela nafas dalam dan melangkah menuju tangga.

“Sarapan sudah selesai tuan..” ucap pelayan ketika Seunghyun memasuki ruang makan.

Seunghyun bingung hanya melihat satu kursi yang di siapkan makanan, “Hm? Ayahku dan Suhyun sudah pergi?” tanyanya sembari duduk.

“Tuan besar berangkat ke China kemarin untuk urusan pekerjaan tuan, Suhyun Agassi sedang ikut study tour..” jawab pelayan itu.

Seunghyun hampir tersedak nasi yang masuk ke mulutnya mendengar ucapan pelayannya, “Mwo?! Suhyun ikut study tour?!”

Pelayan itu mengangguk, “Ne, hari ini Agassi akan pulang tuan..”

Seunghyun menatap pelayannya tidak percaya, “Bagaimana dia bisa pergi?! Siapa yang memberikannya ijin?!”

Pelayan itu menunduk menyesal, “Saay tidak tau, tuan..”

Seunghyun menghela nafas dalam menenangkan diri, “Cesongeo, masuklah..” ucapnya.

Pelayan itu membungkuk sopan dan masuk ke dapur.

Seunghyun mendengus kesal menyadari ayahnya yang pasti memberikan ijin itu. Ponselnya berbunyi, ia menghela nafas berat karena sudah menebak siapa yang memanggil sepagi itu. Namun pemikirannya salah, dahinya berkerut dan mengangkat panggilan itu. “Yoboseyo..” jawabnya, “Ne, benar..” jawabnya lagi. tak lama matanya melotot mendengar kabar dari seberang, “MWO?!!!” serunya kaget, lalu segera bangkit dan berlari keluar.

 

=Food&Health=

Chaerin yang sedang memperhatikan Hanbin memasak menoleh mendengar seseorang masuk, ia pikir akan melihat Seunghyun. Namun yang muncul Jiyong.

Jiyong tersenyum, “Annyeonghaseyo..” sapanya.

“Annyeonghaseyo Timjangnim..” sapa Hanbin dan melanjutkan pekerjaannya.

Chaerin membungkuk sopan pada Jiyong.

Jiyong tersenyum mencium aroma masakan yang menggoda perutnya, “Hmm.. aromanya membuat air liurku menetes..” candanya.

Chaerin tersenyum tipis, “Anda perlu sesuatu Timjangnim?”

Jiyong tertawa kecil, “Aniya.. Aku hanya menggantikan Seunghyun memantau perkembangan resep yang akan di demonstrasikan besok..”

Chaerin tertegun, “Ne?”

Jiyong memperhatikan Hanbin memasak sambil tersenyum, “Wuaaa… kemampuanmu semakin baik..” pujinya.

Hanbin tersenyum malu, “Gamshamida..”

Chaerin tidak menyalahkan Seunghyun jika pria itu tidak ingin datang kesana untuk menemuinya lagi.

Jiyong memandang Chaerin dan tersenyum, “Tenang saja.. dia tidak apa-apa kok..”

Chaerin tertegun mendengar ucapan Jiyong, “Hm?”

Jiyong menahan tawa, “Kau sangat hebat bisa memalingkan Seunghyun dari Lee Sungkyung..”

Dahi Chaerin berkerut, “Apa maksud anda Timjangnim?”

“Sudahlah.. tidak perlu sungkan.. Seunghyun sudah menceritakannya padaku, kalian berpacaran kan?” ucap Jiyong.

Chaerin merasa berat mengingat masa ketika ia masih menjadi ‘kekasih’ Seunghyun, “Mmm.. kami sudah tidak bersama lagi..” ucapnya pelan.

Hanbin yang sedang memasak langsung melotot menatap Chaerin, begitu juga dengan Jiyong. “NE?!”

Chaerin memandang ke bawah dan mengangguk, “Ne..”

“Waeyo? Seunghyun benar-benar mencintaimu.. Dia selalu bercerita Chaerin ini, Chaerin itu, bla.. bla.. bla..” ucap Jiyong tak mengerti, “Apa kalian bisa menyelesaikannya begitu saja?”

Chaerin menghela nafas dalam, “Aniya.. Seunghyun-ssi lebih mencintai Lee Sungkyung, jadi aku membiarkan mereka bersama..”

Jiyong menatap Chaerin tak percaya, “Mworagu?! Chef Lee!!”

Chaerin terkejut mendengar Jiyong berseru, “W-wae?”

“Aigoo.. Seunghyun tidak sudah melupakan Sungkyung karena dirimu!” ucap Jiyong tak habis pikir.

Dahi Chaerin berkerut, “Apa maksud anda, Timjangnim?”

“Aku sangat mengenal Seunghyun.. Sebelum bertemu denganmu, dia tidak akan memandang gadis lain sebagai wanita. Ia hanya akan menganggap mereka rekan kerja atau orang asing yang harus di hargai. Tapi kulihat setelah bertemu denganmu, dia jadi sok tau dan selalu mengikutimu. Benarkan?” ucap Jiyong.

Chaerin memikirkan ucapan Jiyong sejenak, “Jeongmal? Tapi Lee Sungkyung..”

“Mungkin Seunghyun berpikir dia masih mencintai Lee Sungkyung, tapi hatinya sudah beralih padamu. Setelah bertemu Sungkyung pun dia masih berusaha menjaga perasaanmu. Apakah aku salah?” Tanya Jiyong memastikan lagi.

Chaerin tertegun, ucapan Jiyong kali ini sangat mengenainya. Ia ingat saat Seunghyun menjelaskan tentang anting-anting yang ketika itu malah di kenakan Sungkyung. “Lalu, kenapa dia tidak datang kemari hari ini? Bukankah jelas dia menghindariku?”

“Aigoo.. seharusnya kau bertanya sejak tadi! Seunghyun sedang menjemput Suhyun di tempat study tour-nya..” jawab Jiyong.

Chaerin tertegun, “Ne?” ia langsu mengingat Suhyun yang takut akan di marahi Seunghyun jika tau pergi study tour. “Oh.. apakah Seunghyun-ssi akan memarahinya?” tanyanya khawatir.

Dahi Jiyong berkerut memandang Chaerin, “Chef Lee, pedulikan dulu masalahmu dan Seunghyun..”

“Ani.. aku hanya khawatir..” ucap Chaerin.

“Tapi sepertinya tadi Seunghyun ketika memintaku menggantikannya terdengar sangat panic, dia berkata….” Jiyong berusaha mengingat apa yang di ucapankan Seunghyun di telepon tadi, “Ahhh.. dia bilang Suhyun menghilang dari asrama..”

Mata Chaerin membesar, “Mwo?!”

 

=Tempat Study Tour Suhyun=

Seunghyun memacu mobilnya di tengah jalanan perbatasan yang sepi. Juga gerimis tak berhenti turun sejak ia memasuki kawasan hutan hujau. Dalam hati ia terus berdoa semoga Suhyun baik-baik saja. Dari kejauhan ia melihat papan asrama yang biasa di datangi anak-anak sekolah ketika study tour kesana. Ia membelokkan mobil ke sana dan akhirnya tiba di kawasan asrama. Jantungnya berdegup kencang melihat beberapa mobil polisi dan sebuah ambulans. Dengan cepat tangannya melepaskan sabuk pengaman dan turun. Para siswa terlihat berdiri di depan asrama dengan wajah tegang.

Jenny melihat Seunghyun tiba dan memanggil wali kelasnya, “Sonsaengnim, paman Suhyun tiba..” ucapnya.

Wali kelas Suhyun segera menyambut Seunghyun menggunakan sebuah payung, “Annyeonghaeyo tuan, saya wali kelas Choi Suhyun..”

Seunghyun menatap wanita berusia awal 30 tahun itu, “Dimana Suhyun?! Dia baik-baik saja?”

“Oh.. polisi dan tim pencari sedang menyusuri hutan untuk mencari Suhyun. Tolong tenang dan tunggu sebentar..” jelas wali kelas Suhyun.

Seunghyun melotot pada wanita itu, “Mwo?! Kau memintaku tenang?! Keponakanku seorang diri dalam hutan itu!!” serunya marah.

“Ne.. ne.. saya tau, tuan.. Tapi kita serahkan semuanya pada polisi dan tim pencari.” Ucap wali kelas Suhyun menenangkan.

“Apa kau bisa membiarkan putrimu seorang diri?!” seru Seunghyun dan langsung melangkah cepat memasuki hutan meskipun gerimis sudah membasahi bajunya.

“Tuan.. tolong jangan kemari, jalanan licin dan kami sedang melakukan pencarian seorang anak..” ucap seorang polisi menahan Seunghyun.

Seunghyun menatap polisi itu, “Anak anda cari adalah putriku!” tegasnya dan terus melangkah masuk. “Choi Suhyun!!” panggilnya. “Choi Suhyun!!” panggilnya tidak peduli para tim pencari memperingatinya untuk berhati-hati.

“Tuan, anda wali dari anak yang hilang ini?” Tanya ketua tim pencari sembari menghampiri Seunghyun.

“Ne! Aku!! Bagaimana?! Dimana dia?!” Tanya Seunghyun langsung.

“Apakah ini miliknya?” Tanya pria itu sembari menyodorkan sebuah ponsel.

Mata Seunghyun membesar melihat ponsel itu dan mengambilnya, setelah di perhatikan beberapa saat itu memang ponsel Suhyun. “Ne! ini milik Suhyun! Dimana dia?!!”

Pria itu menghela nafas dalam, “Mmm.. dari tempat kami menemukan ponsel ini.. Kemungkinan anak ini terperosok jatuh ke jurang..”

Jantung Seunghyun terasa berhenti mendengar ucapan pria itu, “Mwo? Lalu dia.. bagaimana dia?”

“Tim kami sedang menyusuri jurang itu dan semoga kita dapat menemukannya dalam keadaan hidup..” ucap pria itu, meskipun terdengar ragu.

Seunghyun memejamkan mata dan memegang dahinya frustasi, ia merasa sangat bersalah. Jika ia tidak mengikuti egonya saat itu, Suhyun tidak mungkin senekat ini pergi setelah ia larang. Kedua kakinya terasa lemah dan jatuh berlutut menahan tangis di tengah guyuran hujan, ‘Hyung.. na eoteokhe? Hyung..’ batinnya penuh sesal.

“Kami menemukannya!!” seru seorang tim pencari.

Seunghyun mendongak dan langsung berdiri, seperti seluruh energy di tubuhnya telah terisi kembali. Matanya membesar melihat seorang pria menggendong Suhyun yang basah kuyup dan tak sadarkan diri, “Suhyun!!” serunya sambil menghampiri pria itu, “Berikan dia padaku!” ucapnya dan menggendong gadis itu dengan kedua tangannya. “Suhyun!” panggilnya sambil menatap gadis itu. “Suhyun, samchon disini..” ucapnya berharap gadis itu akan membuka mata.

“Ayo, gadis itu sekarat!” ucap ketua tim pencari itu memimpin jalan.

Seunghyun memeluk tubuh Suhyun yang terasa dingin, juga terlihat luka gores di wajah sang gadis. Kulitnya pucat seperti mayat hidup. Ia melangkah cepat mengikuti para tim pencari keluar dari hutan.

Jenny dan Bobby menghela nafas lega melihat Suhyun di temukan, “Oh! Suhyun-a!” ucap Jenny.

Seunghyun membawa Suhyun ke ambulans dan masuk. Ia membaringkan gadis itu ke tandu dan membiarkan para medis memberi pertolongan pertama selama perjalanan ke rumah sakit.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

2 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 21]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s