Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 20]

Chapter 20

20

-Broken-

 

Chaerin menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah sakit. Matanya memandang ke layar ponsel yang memperlihatkan titik GPS ponsel Seunghyun, lalu kembali memandang rumah sakit itu. ia tidak ingin berangan-angan lagi. Ia akan memastikannya malam ini. Ia masuk ke kawasan rumah sakit dan memarkirkan mobilnya. Lalu dengan berat hati ia masuk kesana dan menghampiri meja informasi.

“Ada yang bisa saya bantu, nona?” Tanya gadis di meja informasi.

“Mmm.. Aku.. mmm.. Apakah ada pasien bernama Lee Sungkyung yang di rawat disini?” Tanya Chaerin.

“Lee Sungkyung? Sebentar nona..” gadis itu mencari nama Sungkyung di komputernya.

Chaerin berdoa dalam hati, semoga Seunghyun tidak bersama gadis itu. Semoga kekhawatirannya tidak benar-benar terjadi.

Gadis itu tersenyum memandang Chaerin, “Ada nona, pasien bernama Lee Sungkyung di rawat di kamar 325..”

Jawaban gadis itu seperti buldozer yang memporak-porandakan hati Chaerin. Ia memaksakan bibirnya tersenyum dan mengangguk, “Gamsamida..” ucapnya pelan.

Gadis itu mengangguk.

Chaerin melangkah pelan menuju lift dan mengulurkan tangan untuk menekan tombolnya, namun ia berhenti dan kembali menarik tangannya. ia berbalik dan berjalan keluar dari tempat itu.

Sementara itu.

Seunghyun memperhatikan Sungkyung tidur, tangannya mengelus rambut sang gadis dan bergerak ke sofa untuk tidur. Namun belum sempat ia berbaring, ponselnya sudah berbunyi menandakan ada seseorang memanggil. Ia tertegun melihat nama Chaerin tertera disana, matanya melirik Sungkyung dan segera keluar dari ruangan itu. “Ne, Chaerin..”

“Seunghyun-a..” panggil Chaerin di seberang.

“Waeyo?” Tanya Seunghyun karena mendengar suara Chaerin terdengar lesu.

“Bisakah kau menemuiku sebentar?” Tanya Chaerin.

“Sekarang?” Seunghyun melirik ke arah Sungkyung yang masih terlelap di tempat tidur melalui kaca transparan di tengah pintu, ia terkejut mendengar dimana Chaerin sekarang. “Mwo?! Sedang apa kau disana? Aku ke sana sekarang..” ucapnya sembari berbalik dan melangkah cepat meninggalkan tempat itu.

 

=Sebuah Taman=

Seunghyun berlari memasuki area taman sambil memperhatikan sekitar, mencari-cari dimana Chaerin berada. Ia menghubungi nomor gadis itu namun tak tersambung, “Aissh.. kenapa ponselnya mati?!” ucapnya kesal dan mencari lagi. Hingga ia melihat gadis itu duduk seorang diri di bangku. Ia menghela nafas lega dan segera menghampiri gadis itu, “Ya.. Lee Chaerin..”

Chaerin menoleh dan tersenyum tipis, “Kau sudah tiba?”

“Kenapa ponselmu mati?! Aku hampir kena serangan jantung mencarimu!” ucap Seunghyun kesal.

Chaerin hanya tersenyum, lalu mengelus tempat di sebelahnya. “Duduklah..”

Seunghyun bergerak duduk sambil memandang Chaerin tak mengerti, “Kenapa kau berada di sini? Kau tidak tau bahaya untuk gadis sepertimu keluar seorang diri di tengah malam seperti ini?”

Chaerin memandang langit, “Aku hanya ingin berada disini..” ucapnya.

Seunghyun mengerutkan dahi mendengar ucapan Chaerin, lalu ikut memandang langit. Tidak terlihat bintang satu pun disana, “Langit sudah mendung, sebaiknya kita segera kembali..” ajaknya.

Chaerin memandang Seunghyun, “Sebentar lagi..” ucapnya.

Seunghyun memandang Chaerin tak mengerti, “Wae? Bukankah tadi kau berkata sudah akan tidur? Kenapa malah keluar seperti ini?”

Chaerin diam sejenak, lalu tersenyum. “Kau ingin mendengar alasan mengapa aku menjadi chef?”

Seunghyun bingung mendengar ucapan Chaerin, namun ia berpikir tidak ada salahnya jika duduk disana beberapa saat. “Keure..”

Chaerin menghela nafas dalam sambil memandang langit lagi, “Dulu.. di saat aku SMA. Aku melihat seorang seniorku yang sangat pintar mengolah makanan. Tidak peduli orang-orang menganggapnya aneh karena tahun itu semua remaja ingin menjadi orang hebat seperti artis, seniman, pengacara dan karyawan kantoran..” ceritanya memulai.

Seunghyun mengangguk mengerti dan mendengarkan dengan seksama.

“Aku awalnya sama sekali tidak berpikir untuk memasak, kupikir menjadi pengacara atau wanita karir sangat menyenangkan. Tapi semua itu berubah dalam satu hari..” ucap Chaerin.

Seunghyun tertegun mendengar cerita Chaerin, “Sehari?”

Chaerin memandang Seunghyun dan mengangguk, “Ne, hanya sehari..” ucapnya.

“Eoteokhe?” Tanya Chaerin.

Chaerin kembali memandang langit, “Seniorku ini, ada seorang pria..” ucapnya.

Seunghyun berpikir sejenak, lalu melirik Chaerin curiga. “Omo.. kau tidak berubah pikiran karena jatuh cinta padanya kan?”

Chaerin menahan tawa dan mengangguk malu.

Mata Seunghyun membesar, “Mwo?!”

Chaerin tertawa malu sejenak, “Aku memang jatuh cinta padanya.. Hanya dalam waktu sehari, aku benar-benar terpikat oleh karisma dan kehangatannya..” ucapnya. “Aku memang terlalu cepat untuk jatuh cinta, benar kan?”

Seunghyun tersenyum lucu, “Ne..”

Chaerin memandang sekitar, “Hari itu, aku melihatnya memasak. Dia membuatkanku sebuah masakan Perancis yang tidak sulit, tapi terlihat sangat keren karena dia yang membuatnya..” ucapnya, “Sejak saat itu, aku memutuskan untuk menjadi Chef agar aku bisa selalu bersamanya. Aku belajar dari Paris, Venezuella, Inggris bahkan Turki…” ceritanya.

Seunghyun menatap Chaerin tak percaya, “Oh.. jinja? Kau pergi bersamanya untuk belajar?”

Chaerin menggeleng, “Aniya, aku mengikutinya dengan alasan untuk belajar..”

Seunghyun tertawa kecil, “Lalu?”

“Kami berada di Negara-negara romantic, bukan untuk berkencan, tapi untuk mempelajari masakan. Aku benar-benar serius mempelajari cara memasak dan tanpa sadar aku telah jatuh cinta pada seni memasak..” lanjut Chaerin, namun ekspresinya luntur perlahan. Sorot matanya berubah sedih, “Tapi apa yang kuharapkan tentang cinta pertamaku sama sekali tidak terkabul..”

“Wae? Dia menyukai gadis lain?” Tanya Seunghyun asal.

Chaerin tersenyum sedih, “Ne..” jawabnya, dan senyumannya memudar. “Pada gadis yang tidak pernah menginginkannya..”

Seunghyun tertegun mendengar ucapan Chaerin, ia langsung teringat ucapan gadis itu di malam amal.

“Jika semua orang yang kuinginkan menginginkan orang lain, bagaimana dengan perasaanku?”

“Aku benar-benar terluka karena orang yang kucintai menyiksa dirinya sendiri karena orang ia cintai. Gadis itu, lebih memilih pria bodoh yang selalu membuatnya menangis. Saat gadis itu menangis, seniorku juga akan menangis dari kejauhan. Lalu dia menghampiri gadis itu dan membuatnya merasa lebih baik. Aku benar-benar muak melihatnya seperti itu. Dan dengan berani aku menyatakan perasaanku padanya. Dia terkejut dan tidak bisa mengatakan apa pun..” Chaerin diam sejenak menahan air mata yang hampir berjatuhan, “Aku berkata padanya, ‘Mengapa kau mencintai gadis yang tidak mencintaimu? Aku ada disini dan sangat mencintaimu.. Aku akan melakukan segala cara untuk membuatmu melupakannya.. Pandang aku dan katakan kau cinta padaku..’..” ia diam sejenak lagi dan menyeka lelehan air mata di pipinya.

Seunghyun menatap Chaerin sedih, ia merasa seperti sedang di sindir oleh gadis itu.

“Kupikir dengan terbuka seperti itu aku tidak akan terluka, tapi justru karena aku melakukannya aku sangat terluka hingga takut merasakan cinta lagi..” ucap Chaerin, “Seniorku berkata, ‘Saat kau mencintai seseorang, hanya dengan melihatnya bahagia, kau akan merasa cukup dan ikut bahagia..’ Apa cinta memang seperti itu? aku terus mempertanyakannya hingga saat ini..” lalu memandang Seunghyun yang masih terpaku. “Menurutmu, apakah itu arti cinta yang sebenarnya?”

Seunghyun terbungkam mendengar ucapan Chaerin.

“Menurutku itu tidak masuk akal..” ucap Chaerin dengan nada terluka, bulir air matanya semakin deras berjatuhan. “Jika kau mencintai seseorang, kau seharusnya bahagia. Bukan terluka..” ucapnya.

Seunghyun memandang ke bawah tidak tau harus mengatakan apa.

Chaerin memandang ke bawah sambil menangis, “Tapi aku sudah mengerti apa arti cinta yang sebenarnya setelah bertemu denganmu..”

Seunghyun menatap Chaerin tak mengerti.

Chaerin mengangkat wajahnya menatap kedua mata Seunghyun, “Ketika kau mencintai seseorang, tapi orang itu tidak membuatmu bahagia. Itu berarti orang itu tidak bahagia bersamamu..” ucapnya dengan air mata terus mengalir mewakili perasaannya, “Itu berarti kau harus melepaskannya untuk bersama orang yang bisa membuatnya bahagia..”

Seunghyun tertegun mendengar ucapan Chaerin, “Chae-Chaerin..”

“Seunghyun-ssi..” ucap Chaerin pelan, “Jika kau mencintai Lee Sungkyung, kau seharusnya membuatnya bahagia bersamamu. Bukan bersama pria lain..” ucapnya.

Seunghyun mengeleng dan memegang kedua pipi Chaerin, “Chaerin, apa yang sedang kau bicarakan?”

Chaerin melepaskan tangan Seunghyun dari pipinya, “Aku tidak ingin melanjutkan hubungan ini lagi..” ucapnya.

“Chaerin… Aku bersalah.. Maafkan aku.. Aku akan memperbaiki semua ini.. Aku berjanji..” ucap Seunghyun bersungguh-sungguh.

“Apa yang ingin kau perbaiki? Hatimu? Kau tidak mencintaiku..” ucap Chaerin.

Seunghyun tertegun mendengar ucapan Chaerin. Ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk, ia mengeluarkan ponsel dan tertegun melihat nama Sungkyung.

Chaerin bisa membaca tulisan di layar ponsel Seunghyun. Ia segera memalingkan wajah sambil menyeka air matanya, lalu berdiri.

“Chaerin..” panggil Seunghyun sembari berdiri dan menahan tangan Chaerin.

“Aku akan puang..” ucap Chaerin dan melangkah pergi.

“Chaerin, aku…”

“Jangan…” potong Chaerin yang berdiri membelakangi Seunghyun. “Kita akhiri disini..” ucapnya. Ia memejamkan mata menahan tangis setelah mengatakan hal itu.

Seunghyun sangat menyesal semuanya jadi sangat rumit seperti ini, “Aku….” Ucapannya terputus meliaht Chaerin menutup telinganya dengan tangan.

Chaerin langsung berlari pergi tanpa memandang ke belakang lagi.

Melihat Chaerin terluka justru membuat Seunghyun jauh lebih terluka. Ia memegang kepalanya dan kembali duduk. “Apa yang sebenarnya terjadi?” gumamnya tak mengerti.

 

=Study Tour Suhyun=

Suhyun yang tidur di sebuah asrama bersama teman-temannya membuka mata, ia tidak bisa tidur memikirkan ucapan Chaerin tadi di telepon. ‘Apakah samchon benar-benar akan melupakan nenek sihir itu dan bersama Chef Lee?’ batinnya tidak yakin. ‘Aissh.. kenapa semua ini membuatku tidak bisa tidur?!’ batinnya kesal. Ia melirik Jenny yang tidur di sebelahnya, perlahan ia bangkit dan turun dari tempat tidur. Dengan hati-hati ia mengeluarkan baju hangatnya dan sebuah senter, lalu keluar dari kamar yang di huni 4 orang itu. Sembari berjalan di lorong ia mengenakan jaketnya dan menyelinap keluar dari asrama untuk menenangkan pikirannya sejenak. Ia bergerak duduk di depan asrama sambik memandang sekitar yang sepi, tangannya mengeluarkan ponsel dari saku dan memandangnya. “Haruskah aku menghubungi samchon dan mengaku aku ikut study tour?” gumamnya. “Jika tidak kuberitau, nanti samchon semakin marah mengetahui aku tidak ada di rumah..” ia menghela nafas panjang dan mengangkat ponsel mencari sinyal, “Kuhubungi saja..” gumamnya sembari bangkit dan mulai mencari dimana ponselnya menangkap sinyal. “Aisshh.. seharusnya aku tidak kemari.. Disini tidak ada sinyal!” gumamnya kesal sambil terus mencari. Ia menghidupkan senter dan berjalan mendekati hutan sambil terus mencari. Karena terlalu serius memandang layar ponselnya, ia tidak sadar masuk terlalu jauh ke dalam hutan. Ia naik ke sebuah batu dan meninggikan ponselnya ke langit, bibirnya membentuk senyuman melihat sinyal yang tertangkap ponselnya, “Oke!” ucapnya dan memanggil nomor Seunghyun. Dahinya berkerut karena panggilan itu tidak terjawab, “Hm? Apa samchon sudah tidur ya?” ia memutuskan telepon dan memandang layar ponselnya, “Ya sudah, besok saja..” ia turun dari batu dan berbalik untuk kembali. Namun begitu memandang sekitar, ia terkejut menyadari asramanya tidak terlihat. “Omo.. kenapa aku sampai sejauh ini?” gumamnya tak mengerti. Dengan hati-hati ia melangkah menyusuri jalan yang ia pikir telah ia lewati dengan bantuan senter. Sialnya, rintik hujan mulai turun membasahi sekitarnya. “Oh! Kenapa hujan?!” tanyanya sambil melindungi kepala dan berlari.

Tiba-tiba kaki Suhyun terperosok, “Kyaaaaaa!!!” jeritnya dan jatuh berguling-guling ke bawah.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

2 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 20]

  1. Hikssss…….hiks….
    andweee jangan terluka semua ,aku juga ikut sedih -_-
    Ahhh itu suhyun knpa? Jangan sampai terjadi hal yg tidak diingingkan ‘,’

    Next ya eon cpt2 heeheh /puppy eyes/ readers maksa heheeh
    makin jjang ceritanya^_^
    Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s