Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 19]

Chapter 19

19

-Love Like This-

 

Suhyun mengintip keluar kamarnya, belum terlihat siapa pun disana. Ia segera menarik tas berisi baju dan keperluannya selama study tour menuju tangga. Ia harus segera menghilang sebelum Seunghyun melihatnya pergi membawa tas besar itu.

Asisten Song yang sedang menunggu Tuan Choi heran melihat Suhyun membawa tas besar, “Oh.. Agassi, apa itu?” tanyanya sembari menghampiri gadis itu.

“Asisten Song..” ucap Suhyun lega, “Bisa kau bantu aku membawa ini?” tanyanya dengan mata berbinar.

Asisten Song tersenyum dan mengangkat tas itu dengan muda, “Tanpa anda minta saya akan membantu, Agassi..” ucapnya.

“Khaja..” ajak Suhyun sambil menuruni sisa anak tangga.

Asisten Song mengikuti Suhyun, “Agassi, anda tidak pergi ke sekolah?” tanyanya karena gadis itu tidak mengenakan seragam.

“Sssshh.. akan kujelaskan nanti..” ucap Suhyun sambil melirik ke lantai atas dan menarik asisten Song keluar rumah.

“Kita pergi sekarang Agassi?” Tanya supir Suhyun yang sudah menunggu.

“Ne..” jawab Suhyun.

Asisten Song berhenti melangkah dan menatap Suhyun tak percaya, “Agassi, anda akan kemana?”

“Masukkan ke bagasi dulu..” ucap Suhyun sambil mengangkat tasnya ke bagasi.

Asisten Song menahan tas itu dengan tatapan serius pada Suhyun, “Agassi, anda tidak pergi kemana pun sebelum menjawab pertanyaanku..”

Suhyun menghela nafas dalam, “Aku akan pergi study tour, harabeutji sudah tau kok. Tadi aku sudah berpamitan padanya..”

“Study tour? Tuan muda tidak mengijinkan anda pergi Agassi..” ucap asisten Song mengingatkan.

“Ne, karena itu kau tidak boleh memberitaunya. Arasso?” ucap Suhyun.

Asisten Song menatap Suhyun tak percaya, “Agassi?”

“Wae? Cepat masukkan saja..” ucap Suhyun kesal.

“Anda akan pergi seperti ini?” Tanya Asisten Song.

Suhyun menatap asisten Song kesal, “Masukkan tasku sekarang!”

Asisten Song menghela nafas dalam dan memasukkan tas Suhyun ke bagasi, lalu kembali memandang gadis itu. “Berapa lama anda akan pergi?”

“Hanya tiga hari kok.. samchon akan terlalu sibuk dengan si nenek sihir, lalu begitu sadar aku sudah kembali..” ucap Suhyun meyakinkan.

“Anda yakin?” Tanya asisten Song.

Suhyun mengangguk, “Ne.. Jadi, jangan beritau samchon. Ne.. ne..” bujuknya.

Asisten Song garuk-garuk kepala sejenak, lalu mengangguk. “Ne..”

Suhyun tersenyum lebar, “Keure, aku berangkat.. Sampai jumpa asisten Song..” ucapnya dan langsung masuk ke mobil.

Asisten Song diam di tempatnya memperhatikan mobil yang membawa Suhyun pergi.

 

=Sebuah Tempat=

Seunghyun menghampiri Chaerin yang sudah bersiap untuk melakukan syuting untuk memasak resep-resep baru yang di ciptakan gadis itu bersama Hanbin. Bibirnya membentuk senyuman melihat rambut panjang gadis itu terkuncir indah sekarang, “Wow.. aku tidak tau kau sangat cantik ketika rambutmu terikat tinggi seperti ini..”

Chaerin tersenyum, “Aku selalu cantik bagaimana pun gayaku..” ucapnya.

Seunghyun tertawa kecil dan memegang kedua pipi gadis itu untuk menatapnya lebih jelas, “Horl.. dari mana kau menemukan percaya diri tinggi seperti ini?”

Chaerin mendorong tangan Seunghyun dari wajahnya, “Kau bisa membuat make-up ku rusak..” ucapnya sebal.

Seunghyun menatap Chaerin kaget, “Omo.. ini make-up? Pantas kau terlihat sangat cantik..” candanya.

“Aissh! Kau ini!” Chaerin memukul bahu Seunghyun sebal.

Seunghyun tertawa lucu, “Kau sudah siap untuk hari ini?”

Chaerin mengangguk, “Ne.. “ jawabnya, “Aka nada 3 resep yang akan di syutingkan hari ini..” ucapnya.

“3? Hmm.. semoga tidak menghabiskan waktu hingga malam..” ucap Seunghyun, lalu tersenyum. “Jika tidak kita tidak bisa makan malam bersama..”

Chaerin menahan tawa, “Hentikan! Nanti garis senyumku terlalu terlihat!” ucapnya sebal sambil memegang pipinya.

“Chef Lee, 5 menit lagi..” panggil Minji.

“Ne..” jawab Chaerin, lalu memandang Seunghyun. “Keure, aku harus bersiap..” ucapnya dan menghampiri meja tempat ia akan memasak bersama Hanbin.

“Chef-nim, semuanya sudah siap..” lapor Hanbin.

Chaerin tersenyum, “Kerja bagus..” ucapnya.

Seunghyun tersenyum memperhatikan Chaerin mulai melakukan syuting. gadis itu benar-benar berkarisma. Tersenyum professional ke kamera sambil menjelaskan apa yang ia lakukan. Perhatiannya teralih oleh suara ponselnya, lalu segera mengangkat panggilan itu. “Yoboseyo..” jawabnya sambil menjauh dari lokasi syuting. matanya membesar mendengar ucapan orang di seberang, “Ne?” ucapnya tak percaya, lalu memandang ke arah Chaerin yang masih mendemonstrasikan masakan di depan kamera. “Ne, aku ke sana sekarang..” ucapnya dan telepon terputus. Ia menatap Chaerin lagi, ‘Miane..’ batinnya dan melangkah pergi.

 

=Kamar Perawatan=

Seunghyun masuk ke sebuah ruangan dan menghela nafas lega melihat Sungkyung duduk di tempat tidur dengan wajah putus asa.

Sungkyung memandang Seunghyun, bulir air matanya langsug berjatuhan begitu saja. “Seunghyun-a..”

Seunghyun menghampiri tempat tidur dan duduk di pinggirnya, matanya melihat lengan kiri gadis itu tertutup perban. Ia kembali menatap gadis sedih. Tangannya terangkat dan menyeka air mata gadis itu, “Kenapa kau melakukan hal bodoh seperti ini?”

“Aku tidak tau apa yang harus kulakukan lagi, Seunghyun.. Tidak ada siapa pun di sisiku.. Aku merasa ingin mati..” tangis Sungkyung.

Seunghyun menatap Sungkyung dalam, “Tapi bunuh diri bukan pilihan..”

Sungkyung memeluk Seunghyun dan merebahkan kepalanya ke dada pria itu sambil terus menangis, “Jika kau berada di posisiku, kau akan mengerti mengapa aku melakukan ini..” ucapnya.

Seunghyun mengelus punggung Sungkyung lembut, “Istirahatlah..” ucapnya sambil mendorong gadis itu pelan.

Sungkyung menatap Seunghyun dalam, “Kau tidak akan pergi kan?”

Seunghyun tertegun, ia ingin berkata kalau ia harus pergi, namun hatinya tidak tega. “Ne..” jawabnya.

Sungkyung bergerak berbaring sambil menggenggam tangan Seunghyun dan memejamkan matanya.

Seunghyun pindah duduk ke kursi dan memperhatikan Sungkyung terlelap. Tangannya yang lain mengelus rambut gadis itu lembut. matanya memperhatikan seluk belum wajah gadis cantik itu, ‘Apa yang harus kulakukan untuk melupakanmu, Sungkyung?’ batinnya sedih.

Keesokan Harinya.

Chaerin melangkah keluar dari gedung apartemen dan berhenti karena melihat Seunghyun berdiri di sana dengan senyuman menyesalnya.

Seunghyun menghampiri Chaerin perlahan, “Annyeong..” sapanya canggung.

“Kemana saja kau sejak kemarin? Aku menghubungimu berkali-kali tapi kau sama sekali tidak menjawab!” ucap Chaerin kesal.

“Mianeyo.. Mendadak ada sesuatu yang harus kulakukan..” ucap Seunghyun memberi alasan.

Chaerin menatap Seunghyun kesal, “Apa yang harus kau lakukan?”

Seunghyun tertegun, “Hm? Oh.. i-itu.. Suhyun..” ucapnya, “Kau tau sendiri kan bagaimana Suhyun.. Kemarin dia mengurung diri lagi di kamar dan tidak mau makan karena aku belum berbicara dengannya..” jawabnya setenang mungkin agar Chaerin tidak curiga.

Chaerin menatap Seunghyun curiga beberapa saat, namun akhirnya menghela nafas panjang. “Kenapa kau tidak memberitauku?! Kau tidak tau aku sangat khawatir?!”

Seunghyun tersenyum karena Chaerin tidak curiga, “Miane, kau harus menjalani syuting. aku hanya tidak ingin kau khawatir dan tidak konsentrasi..”

“Lalu bagaimana sekarang? dia sudah mau keluar?” Tanya Chaerin.

“Ne.. dia keluar tadi pagi untuk sarapan dan pergi ke sekolah walaupun belum mau berbicara denganku..” jawab Seunghyun.

Chaerin tampak prihatin dengan kondisi Seunghyun, tangannya terulur memegang bahu pria itu. “Kau yang membuatnya kesal, jadi bersabarlah..” ucapnya, lalu melangkah ke mobil sang pria.

Seunghyun menghela nafas lega sambil mengelus dada, lalu segera mengikuti kekasihnya.

Malamnya.

Seunghyun memarkirkan mobilnya di depan gedung apartemen Chaerin dan tersenyum pada sang gadis.

“Kau tidak masuk dulu?” Tanya Chaerin sambil melepaskan sabuk pengamannya.

“Mungkin tidak malam ini, aku harus mempersiapkan rancangan kelanjutan projek..” jawab Seunghyun.

Chaerin mengangguk, “Oke, sampai besok..” ucapnya dan bergerak turun.

Seunghyun memperhatikan Chaerin melangkah masuk beberapa saat dengan tatapan menyesalnya, “Miane, Chaerin-a..” gumamnya, lalu meninggalkan tempat itu.

Apartemen Chaerin.

Chaerin naik ke tempat tidur dan masuk ke bawah selimut, sebelum mematikan lampu meja ia kembali memikirkan Suhyun. “Apa dia masih marah pada Seunghyun?” gumamnya khawatir. Ia tau Seunghyun tidak akan tenang selama Suhyun masih marah. Tangannya mengambil ponsel dan menghubungi nomor gadis itu. Cukup lama hingga panggilannya terjawab.

“Yes Chef!” jawab Suhyun di seberang.

“Ya.. kenapa lama sekali mengangkat panggilanku?” Tanya Chaerin sebal.

“Aku tadi sedang mengobrol dengan temanku.. hehehe..” jawab Suhyun.

Chaerin tersenyum mendengar nada bicara Suhyun, “Hmm.. sepertinya kau sudah tidak marah lagi pada pamanmu..” ucapnya.

“Hufft.. Seunghyun samchon? Aku masih marah padanya!” ucap Suhyun sebal.

“Wae? Dia jadi sering tidak focus karenamu..” ucap Chaerin.

“Suhyun sekarang jadi sering berbohong..” ucap Suhyun, “Masa samchon berkata dia berpacaran denganmu..”

Chaerin menahan tawa, “Kalau yang itu memang benar..”

“…”

“Ya.. Choi Suhyun..” panggil Chaerin.

“Jadi kalian benar-benar berpacaran?” Tanya Suhyun tak percaya.

“Ne..” jawab Chaerin, “Kenapa kau tidak percaya seperti itu?”

“Kupikir samchon hanya bercanda..” ucap Suhyun tak mengerti.

Chaerin tertawa, “Kau ini, seharusnya memastikannya dulu bukan marah..”

“Habis, samchon sangat menyebalkan.. Aissh.. aku sampai kabur seperti ini..” ucap Suhyun sebal di seberang.

“Apa maksudmu kabur?” Tanya Chaerin tak mengerti.

“Aku sengaja diam-diam pergi study tour dengan sekolahku agar tidak bertemu samchon di rumah, karena kupikir dia akan sibuk dengan si nenek sihir itu..” ucap Suhyun, “Ahh.. pasti samchon sudah tau kalau aku tidak di rumah sekarang..”

Chaerin tertegun mendengar penjelasan Suhyun, “Tunggu.. Kau pergi study tour?”

“Ne, jangan beritau samchon jika dia belum tau. Ne.. Ne..” bujuk Suhyun.

Chaerin diam sejenak, “Sudah berapa lama kau sana?”

“Sudah dua hari.. Besok aku sudah kembali kok.. Ne.. ne.. chef..” bujuk Suhyun lagi.

Chaerin tidak percaya mendengar ucapan Suhyun, ‘Lalu Suhyun yang mana yang mengurung dirinya di kamar?’ batinnya.

“Chef…” panggil Suhyun.

“Oh… ne.. Aku tidak akan memberitaukannya..” jawab Chaerin pelan.

“Keure, aku harus pergi sebelum guruku tau aku sedang menelepon. Sampai besok..” ucap Suhyun dan telepon terputus.

Chaerin terdiam di tempatnya menggenggam ponsel. Ia ingin mempercayai Seunghyun, namun hatinya tidak bisa. Ia memanggil nomor pria itu dan menempelkan ponsel ke telinga.

“Ne, Chaerin..” jawab Seunghyun di seberang.

“Kau dimana?” Tanya Chaerin tenang.

“Oh.. aku sudah di rumah. Kenap belum tidur?” Tanya Sunghyun.

“Aku sudah akan tidur..” jawab Chaerin, “Apa Suhyun sudah berbicara denganmu?”

“Suhyun? Oh.. Belum.. tadi setelah makan malam dia langsung masuk ke kamarnya..” jawab Seunghyun.

Tangan Chaerin yang lain terkepal menahan emosinya, “Hmm.. begitu..” ucapnya.

“Oke, selamat malam..” ucap Seunghyun.

“Ne, selamat malam..” jawab Chaerin, lalu telepon terputus. Hatinya sangat sakit mengetahui Seunghyun berbohong. “Kau tidak menemuinya kan, Seunghyun?” gumamnya sendiri.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 19]

  1. =(
    Nappeun gijibe -_-
    Aigoooo chaerin bnr2 terluka =(

    Eon mian ,cpt2 next ya bnr2 penasran /puppy eyes/
    Padahal sebelumnya kurang menarik gara2 bukan 2hyun ,eh malah makin next makin keren
    wuahhhh eonni JJANG^_^
    Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s