Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 18]

 

Chapter 18

18

-Love, When You Feel Hurt because She/He feel Hurt-

 

Seunghyun berhenti di depan pintu apartemen Sungkyung dan menguatkan dirinya sejenak, ‘Ini yang terakhir.. Ini harus jadi yang terakhir kalinya!’ batinnya, lalu menekan bel. Tidak lama pintu terbuka dan muncul Sungkyung dengan senyuman lebarnya.

“Seunghyun-a..” sapa Sungkyung.

Seunghyun tersenyum dan melangkah masuk.

“Apa temanmu tidak apa-apa kau tinggal seperti ini?” Tanya Sungkyung sembari melangkah ke ruang tengah.

“Mmm.. gwenchana..” ucap Seunghyun dan bergerak duduk di sofa.

Sungkyung mengambil dua kaleng bir dari kulkas dan menghampiri Seunghyun, “Ini..” ucapnya sambil memberikan sekaleng bir pada pria itu.

Seunghyun tersenyum tipis, “Gumawo..” ucapnya.

Sungkyung membuka kalengnya dan meneguknya sedikit, “Ahh.. untung kau ada disini.. Aku benar-benar kesal..” ucapnya cemberut.

Seunghyun membuka kalengnya dan meminumnya sedikit, lalu memandang Sungkyung. “Waeyo?”

“Kau tau tidak Jiho sekarang sudah terbang ke Jepang lagi? Aissh.. kenapa dia tidak pernah ingin menemaniku, memangnya dia bisa memacari pekerjaannya?!” gerutu Sungkyung dan meneguk minumannya lagi.

Seunghyun menghela nafas dalam mendengar cerita Sungkyung tentang Jiho.

Sungkyung memandang Seunghyun bingung karena respon yang di berikan pria itu, “Waeyo? Kau bosan mendengar ceritaku ya?”

Seunghyun memandang Sungkyung, “Hm? Aniya.. hanya…” ia diam sejenak dan meneguk minumannya untuk mengalihkan pembicaraan.

“Wae? Apa aku mengganggu waktumu?” Tanya Sungkyung.

Seunghyun tersenyum tipis, “Aniya.. Aku memang ingin kemari..” jawabnya.

Sungkyung tersenyum, “Untuk menemuiku?”

Seunghyun mengangguk, “Ne..”

Sungkyung tertawa kecil, “Aku tau..”

Seunghyun mengumpulkan keberaniannya dan menatap Sungkyung yang kembali meneguk minuman tanpa ragu, “Sungkyung-a..”

Sungkyung memandang Seunghyun, “Ne?”

“Mmm.. sebenarnya ada yang ingin kukatakan..” ucap Seunghyun.

“Mwo?” Tanya Sungkyung ingin tau.

Seunghyun berharap, setelah ia berbicara semua rasa sakit yang menyiksanya akan berkurang. “Aku… aku memiliki kekasih..” ucapnya dengan hati berat.

Sungkyung tampak terkejut, “Ne?”

Seunghyun memaksakan bibirnya membentuk senyuman, “Wae? Kau tidak menyelamatiku?”

“Ne? oh.. Ne.. cukae..” ucap Sungkyung pelan, namun terdengar ia berat mengatakannya.

“Mungkin aku akan sulit menemuimu setelah ini.. Kekasihku… agak cerewet..” canda Seunghyun walaupun terdengar canggung.

Sungkyung tersenyum canggung, namun ia tak bisa lama mempertahankannya. “Sejak kapan kau berhubungan dengannya?”

“Mmmm.. sudah beberapa hari ini kami resmi berpacaran..” jawab Seunghyun.

Sungkyung mengangguk pelan, “Oh.. begitu..” ucapnya berat.

Seunghyun merasa suasana di sana semakin canggung, ia meneguk minumannya lagi dan bangkit. “Mmm.. aku harus segera kembali. Suhyun akan mengomel jika aku pulang terlalu larut..” ucapnya.

Sungkyung mendongak memandang Seunghyun, ia terlihat tidak rela membiarkan pria itu pergi. “Secepat ini?”

Seunghyun mengangguk, “Ne, sampai jumpa..” ucapnya dan berbalik. Namun baru selangkah ia berhenti merasakan kedua tangan Sungkyung memeluk pinggangnya.

“Kau benar-benar akan pergi?” Tanya Sungkyung menahan tangis.

Seunghyun menghela nafas dalam dan melepaskan pelukan Sungkyung, namun gadis itu mempererat pelukan itu. “Sungkyung-a, jangan seperti ini. Jika Jiho mengetahuinya dia akan salah paham..”

Bulir air mata Sungkyung berjatuhan, “Sejak kapan kau memikirkan Jiho? Sejak kapan kau memikirkan gadis lain? Kau selalu memikirkanku, Seunghyun..”

Seunghyun tetap berusaha untuk tidak luluh dengan ucapan Sungkyung, ia harus keluar sebelum ia kembali lunak pada gadis itu. tangannya bergerak lebih keras untuk melepaskan pelukan gadis itu, “Aku harus pergi, Sungkyung..” ucapnya hingga pelukan itu terlepas.

Sungkyung menatap Seunghyun tak percaya, lalu menarik baju hangat pria itu. “Seunghyun-a..” panggilnya memelas.

Seunghyun terus memalingkan wajahnya, ia tidak bisa menatap Sungkyung saat ini.

“Seunghyun-a..” mohon Sungkyung lagi.

Seunghyun memegang tangan Sungkyung yang memegang baju hangatnya, lalu melepaskan tangan gadis itu dan melangkah cepat ke pintu.

“Choi Seunghyun!!” teriak Sungkyung.

Seunghyun terus melangkah ke pintu tanpa mendengarkan gadis itu, namun belum sempat ia mengenakan sepatunya ia kembali di tarik oleh Sungkyung.

“Seunghyun-a..” mohon Sungkyung, “Jika kau pergi siapa yang menemaniku? Aku sangat membutuhkanmu, Seunghyun..” tangisnya.

Seunghyun tetap memalingkan wajahnya agar tidak menatap ke dalam mata Sungkyung.

Sungkyung menarik wajah Seunghyun agar memandangnya namun sang pria tetap berpaling, “Seunghyun-a, kenapa kau tiba-tiba seperti ini? Maafkan aku, aku membuatmu marah ya? Seunghyun-a..” ucapnya, “Seunghyun, bicara padaku!!”

Kesabaran Seunghyun habis dan menatap Sungkyung, “Karena aku mencintaimu, Lee Sungkyung!!” serunya di wajah gadis itu.

Sungkyung terkejut dan menatap Seunghyun tak percaya, “Seung-Seunghyun-a..”

Seunghyun tidak akan menahannya lagi, ia akan menyelesaikan semuanya malam ini. “Karena aku sangat mencintaimu, Sungkyung..” ucapnya penuh penekanan. “Melihatmu terluka membuatku ikut terluka, aku ingin membuatmu bahagia tapi kau selalu bersama si brengsek Jiho!! Kau tidak mengerti aku selalu datang ketika kau memintaku?! Kenapa aku selalu memberikan apa pun yang kau minta saat kau menginginkannya?!” kedua matanya tampak memerah menahan air mata, “Kau tidak tau perasaanku?”

Bulir-bulir air berjatuhan lagi dari mata Sungkyung, “Seunghyun-a..”

Seunghyun menghela nafas dalam dan memalingkan wajahnya, “Aku pergi..” ucapnya dan bergerak mengenakan sepatunya. Kepalanya menoleh ke tangan Sungkyung yang memegang tangannya, lalu memandang gadis itu.

“Jika aku menerima perasaanmu, kau mau meninggalkan kekasihmu?” Tanya Sungkyung.

Seunghyun tertegun mendengar pertanyaan Sungkyung.

“Aku akan memutuskan hubunganku dengan Jiho jika kau memang menginginkannya..” ucap Sungkyung tanpa ragu.

 

=Rumah Keluarga Choi=

Seunghyun benar-benar berada di tengah masalah besar. Sungkyung dan Chaerin, ia harus memilih di antara mereka berdua. Namun sangat sulit baginya. “Aku pulang.” Gumamnya ketika masuk ke rumah, ia tertegun melihat Suhyun keluar dari ruang makan dan pandangan mereka bertemu. Bibirnya membentuk senyuman, “Kau belum tidur?”

Suhyun yang memegang segelas jus jeruk hanya menatap Seunghyun tanpa ekspresi, lalu memalingkan wajahnya dan melangkah menuju tangga.

Seunghyun menghela nafas dalam dan melangkah mengikuti Suhyun, “Kau tau.. Samchon berpacaran dengan Chef Lee..” ucapnya di belakang gadis itu saat menaiki tangga.

Langkah Suhyun terhenti, lalu berbalik menatap Seunghyun tak percaya. “Mwo?”

Seunghyun tersenyum, “Samchon berpacaran dengan Chef Lee sekarang..”

Suhyun mengerutkan dahinya, “Waeyo?”

“Apa maksudmu kenapa? Tentu saja karena samchon mencintainya..” jawab Seunghyun berusaha terdengar lucu.

Suhyun masih terlihat tidak yakin, “Aku tidak yakin samchon bisa terlepas dari nenek sihir itu..” ucapnya dingin, lalu kembali naik tanpa mengatakan apa pun.

“Samchon akan berusaha melupakannya..” ucap Seunghyun sembari mengikuti Suhyun lagi.

“Jangan katakan omong kosong.. Aku tidak akan percaya ucapanmu lagi..” ucap Suhyun cuek.

“Suhyun.. kenapa kau jadi tidak sopan pada samchon?” Tanya Seunghyun tak mengerti.

“Molla..” jawab Suhyun cuek dan masuk ke kamarnya.

Seunghyun menahan tangan Suhyun sebelum gadis itu menutup pintu dan menatapnya tegas, “Sejak kapan kau bisa bersikap seperti itu pada orang yang lebih tua?”

Suhyun menatap Seunghyun, “Samchon, aku tidak akan merepotkanmu lagi mulai sekarang. Aku sudah besar kok..” ucapnya, lalu menarik tangannya dan menutup pintu.

Seunghyun menahan pintu dan kembali menatap Suhyun, “Lalu kenapa jika kau sudah besar? Samchon tidak bisa mengontrolmu agar tidak berubah menjadi anak tidak tau sopan santun seperti sekarang?!”

“Hidupku adalah hidupku, aku sudah besar! Aku sudah bisa memutuskan semuanya! Samchon tidak berhak mengaturku!” ucap Suhyun tegas.

“Mwo? Tidak berhak?! Samchon yang merawatmu sejak kecil! Samchon menggantikan posisi orang tuamu! Jangan berkata samchon tidak berhak!” ucap Seunghyun kesal.

“Apa aku memintamu merawatku?! Apa aku memintamu menggantikan posisi orang tuaku?!” Tanya Suhyun marah.

“Choi Suhyun!!” seru Seunghyun marah karena Suhyun meninggikan suaranya. Namun kemarahannya meredup melihat gadis itu menatapnya penuh kebencian, “Suhyun, jangan tinggikan sauramu..” ucapnya pelan.

“Aku sudah besar, aku tidak akan melakukan sesuatu yang sama seperti dulu. Jadi samchon tidak perlu khawatirkan aku…” ucap Suhyun penuh penekanan.

Seunghyun menghela nafas dalam, ia menyadari semua ini berawal darinya. “Meskipun kau sudah besar, samchon akan tetap mengawatirkanmu. Bagaimana mungkin samchon bisa membiarkanmu begitu saja? Kau sudah seperti putriku sendiri..”

“Aku bukan putrimu!! Aku tidak ingin menjadi putrimu!!” teriak Suhyun, lalu membanting pintu dan menguncinya.

Seunghyun terpaku di tempatnya beberapa saat, “Suhyun, samchon jeongmal miane..” ucapnya menyesal.

 

=Keesokan Harinya=

Seunghyun melirik Chaerin yang duduk di sebelahnya dalam perjalanan menuju kantor, gadis itu tidak menanyakan apa pun tentang semalam. Juga hanya diam sejak tadi. “Mmmm.. kau tidak akan bertanya tentang kejadian kemarin ketika aku bertemu Sungkyung?”

Chaerin diam sejenak, lalu memandang Seunghyun sambil tersenyum. “Aku sudah berkata, aku percaya padamu..”

Seunghyun diam sejenak, entah mengapa ia justru merasa bersalah saat ini. Bibirnya membentuk senyuman dan mengulurkan tangannya memegang tangan gadis itu, “Terima kasih..”

Chaerin mengangguk, “Ne..”

Food&Health.

Seunghyun duduk di tempatnya memandangi computer yang menyala namun ia tidak bisa berkonsentrasi untuk bekerja. Di satu sisi ia merasa bersalah membuat Chaerin berada di antaranya dan Sungkyung, juga merasa bersalah pada Sungkyung. ‘Haruskah aku mengembalikan semuanya seperti semula? Atau meneruskannya saja?’ batinnya bimbang.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

2 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 18]

  1. ahk..sungkyung menjdi keadaan mkin rumit knp dia minta seunhyung meninggalkan chaerin klo dia udh punya jiho?? atau dia bru sdar klo seunhyung lbih baik dr jiho..menyesalkah dia atau dia hnya egois ajh gak mau seunghyun pergi dr kehidupannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s