Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 14]

Chapter 14

14

-It’s Hurt!-

 

Seunghyun memarkirkan mobilnya di depan Bandara Incheon dan menghubungi Sungkyung, “Sungkyung-a, aku sudah tiba.. Ne.. Di parkiran..” jawabnya sambil keluar dari mobil, ia memandang ke sekitar dan tersenyum melihat sang gadis yang mengenakan kacamata hitam mendorong troli koper melangkah keluar dari bandara. “Aku melihatmu..” ucapnya sambil melambai.

Sungkyung melihat Seunghyun dan tersenyum lebar, lalu memutuskan telepon dan segera menghampiri sang pria. “Seunghyun-a..” sapanya.

“Hanya ini bawaanmu?” Tanya Seunghyun sembari membuka bagasi mobil dan mulai memasukkan bawaan Sungkyung, setelah semuanya ia kembali menutup pintu bagasi. “Ayo masuk..” ajaknya.

Sungkyung masuk ke mobil dan mengenakan sabuk pengaman.

Seunghyun mengenakan sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobilnya, “Kau ingin langsung kembali ke apartemen atau ingin makan terlebih dulu?” tanyanya.

Sungkyung melepaskan kacamatanya dan berpikir sejenak, “Hmm..” bibirnya membentuk senyuman memandang Seunghyun, “Aku ingin memakan masakanmu..”

Seunghyun tersenyum lebar, “Waeyo?”

“Mmm.. hanya ingin..” jawab Sungkyung manja.

“Keure..” jawab Seunghyun setuju.

“Yeaay!!” sorak Sungkyung riang sambil bertepuk tangan kecil.

Seunghyun tertawa lucu melihat sikap Sungkyung.

Sungkyung melihat tas kertas kecil di dashboard dan mengambilnya, “Ige mwoya?” tanyanya sambil mengeluarkan isi tas itu.

Seunghyun terkejut Sungkyung mengeluarkan benda itu, “Oh.. itu.. itu…” belum sempat ia menjawab, gadis itu sudah membuka kotak kecil dari tas kertas.

Mata Sungkyung membesar melihat anting-anting itu, “Omo! Cantik sekali!” soraknya kagum, lalu mencoba kedua anting itu di telinganya. “Seunghyun, bagaimana? Cantik?”

Seunghyun tertegun melihat kedua anting berlian itu sekarang ada di telinga Sungkyung, namun gadis itu memang selalu cantik bagaimana pun kondisinya. Bibirnya membentuk senyuman dan mengangguk, “Ne, sangat cantik..”

Sungkyung tersenyum malu, “Kenapa kau memiliki ini? Kau baru membelinya?”

“Mmm.. ne..” jawab Seunghyun pelan.

“Apakah hadiah untukku?” tebak Sungkyung dengan mata berbinar.

“Ne?” Seunghyun benar-benar bingung harus menjawab apa, jika ia berkata tidak tentu gadis itu akan kecewa. “Ne.. kau suka?”

Sungkyung menatap Seunghyun tak percaya, “Seunghyun-a…” ucapnya manja, “Jeongmal gumawo.. aku sangat suka..” ucapnya riang.

Seunghyun tersenyum lebar, “Syukurlah..” ucap bibirnya, ‘Aku akan memberikan apa pun selama bisa melihat wajah ceriamu, Sungkyung..’ batinnya.

Sungkyung bersendung kecil sambil memperhatikan kedua anting di telinganya.

Senghyun mengambil ponsel dari saku jas dan melihat layar, lalu menjawab panggilan masuk. “Ne, Minji..” jawabnya.

“Sanbaenim, eoteokhe? Tempat untuk syuting masih belum di temukan, dead-line yang kita miliki hanya sampai besok..” ucap Minji khawatir.

“Ne? Bukankah kau sudah membuat janji dengan restaurant Perancis itu?” Tanya Seunghyun tak mengerti.

“Ne, sanbaenim.. Mereka sudah setuju kemarin, tapi baru-baru ini mereka menghubungiku dan berkata ternyata restaurant sudah di pesan untuk pernikahan anak pemilik restaurant itu..” jawab Minji.

Seunghyun menghela nafas dalam dan berpikir sejenak, “Tunggu di kantor, aku akan segera kesana..” ucapnya dan memutuskan telepon.

Sungkyung memandang Seunghyun, “Waeyo?” tanyanya.

Seunghyun segera memutar arah untuk menuju kantornya, “Miane, aku harus mampir ke kantor sebentar. Kau bisa menunggu di mobil sebentar kan?”

Sungkyung tersenyum lebar dan mengangguk, “Gwenchana..”

Seunghyun masuk ke kawasan kantor dan memarkirkan mobilnya, “Mungkin aku agak lama, tapi aku akan berusaha cepat..” ucapnya sambil melepaskan sabuk pengaman.

“Ne, santai saja..” ucap Sungkyung ketika Seunghyun keluar. Ia mengeluarkan ponsel dan bermain game sembari menunggu, namun matanya melihat seorang gadis berseragam sekolah melangkah riang memasuki gedung. Matanya menyipit memfokuskan pandangannya, bibirnya membentuk senyuman. “Oh.. Suhyun..” ucapnya sembari melepaskan sabuk pengaman dan turun dari mobil.

Suhyun melangkah riang memasuki kantor dengan senyuman lebar di wajahnya karena akan segera bertemu Hanbin.

“Suhyun-a..” panggil Sungkyung sembari mengikuti gadis itu.

Suhyun berhenti dan menoleh. Senyumannya langsung menghilang dan menatap Sungkyung tak percaya.

Sungkyung tersenyum lebar, “Annyeong, aku tidak tau kau juga kesini. Kau sedang apa? Ingin bertemu Seunghyun samchon?”

Suhyun masih tidak percaya ia benar-benar bertemu Sungkyung disana, matanya memperhatikan gadis itu dari atas ke bawah dan begitu juga sebaliknya.

Sungkyung cemberut, “Wae? Kau sudah lupa padaku?”

Suhyun menyipitkan matanya menatap Sungkyung kesal, “Ya, nenek sihir.. Apa yang kau lakukan disini?!”

Sungkyung tertawa kecil sambil mencubit pipi Suhyun gemas, “Naah… kau ingat padaku..”

“Aissh!” Suhyun mendorong tangan Sungkyung kesal, “Mwoya! Sedang apa kau disini?!”

“Aku sedang menunggu pamanmu, dia baru saja menjemputku dari bandara..” jawab Sungkyung.

Suhyun menatap Sungkyung tak percaya, “Mwo? Samchon?”

Sungkyung mengangguk membenarkan, “Ne.. kau akan kemana? Aku bosan menunggu di mobil..”

Suhyun menatap Sungkyung kesal, “Aku tidak ingin kau mengikutiku! Pergi sana!” serunya dan langsung melangkah cepat ke lift.

“Ya.. Suhyun-a.. biarkan aku ikut..” pinta Sungkyung sambil mengikuti gadis itu.

Suhyun langsung masuk ke lift yang terbuka dan segera menekan tombol menutup pintu besi itu, namun ia kalah cepat dengan kegesitan Sungkyung.

“Wuhuu! Aku mendahuluimu!” sorak Sungkyung girang karena ia berhasil masuk.

Suhyun memutar bola matanya kesal dan melipat kedua tangannya di dada.

“Kau akan kemana?” Tanya Sungkyung lagi.

“Aku tidak akan memberitaumu!” jawab Suhyun kesal.

Sungkyung tertawa kecil, “Aigoo.. kau masih menggemaskan..”

Begitu pintu terbuka Suhyun berlari keluar sebalum Sungkyung sempat mengikutinya.

“Ya… Choi Suhyun!” panggil Sungkyung karena di tinggal Suhyun.

Suhyun tidak mempedulikan Suhyun dan terus berlari ke lorong lain, lalu masuk ke dapur.

Chaerin, Hanbin, Minji dan Seunghyun yang ada disana terkejut mendengar pintu terbanting ketika tertutup.

Suhyun berdiri di balik pintu sambil memperhatikan keluar melalui kaca transparan di tengahnya, ia ingin memastikan Sungkyung tidak menemukannya.

Seunghyun mengerutkan dahi, “Suhyun-a..”

Suhyun menoleh dan tertegun menjadi pusat perhatian, “Oh.. annyeonghaseyo..” sapanya canggung.

Seunghyun menghampiri keponakannya, “Jadi benar kau sering kemari?” tanyanya.

Suhyun menatap Seunghyun kesal dan melipat kedua tangannya di dada, “Samchon! Kau bersama nenek sihir itu kan?!” tuduhnya.

Seunghyun tertegun mendengar ucapan Suhyun, lalu melirik Chaerin dan yang lain. “Mmm.. cesonghamida, sebentar..” ucapnya sembari menarik keponakannya keluar.

Suhyun mendorong tangan Seunghyun dan menatapnya kesal, “Samchon! Kenapa kau bertemu nenek sihir itu lagi?!”

Seunghyun memegang kedua bahu Suhyun dan menatapnya dalam, “Suhyun.. jangan bahas itu disini.. Ini tempat samchon bekerja, oke?”

Suhyun menatap Seunghyun marah dan mendorong kedua tangan pria itu dari bahunya, “Samchon sudah berjanji untuk tidak berhubungan dengannya lagi! kenapa samchon masih menemuinya?!”

Seunghyun menghela nafas dalam, “Samchon bisa menjelaskannya, ini tidak seperti yang kau pikirkan..” ucapnya.

Chaerin melangkah menghampiri pintu dan mengintip dari kaca transparan, dahinya berkerut melihat Suhyun tampak sangat marah. Meskipun tau itu bukan urusanya, ia tetap membuka pintu dan melangkah keluar.

Seunghyun dan Suhyun memandang Chaerin.

“Cesongeo, tapi bisakah kita menyelesaikan urusan pekerjaan disini?” Tanya Chaerin.

“Oh.. ne, maafkan aku..” ucap Seunghyun, lalu memandang Suhyun. “Suhyun….”

Suhyun memalingkan wajah dan melangkah pergi tanpa membiarkan Seunghyun berbicara.

Seunghyun tertegun melihat Suhyun pergi, “Suhyun-a..” panggilnya, namun gadis itu tidak berhenti.

Sungkyung akhirnya tiba di lorong yang benar dan melihat Suhyun, “Ya.. Suhyun, kenapa kau….” ia terdiam mendapat tatapan mematikan dari gadis muda itu dan hanya memperhatikannya pergi, lalu memandang Seunghyun yang berdiri tak jauh dari sana.

Seunghyun tertegun melihat Sungkyung menghampirinya dan memandang Chaerin, “Chef-nim.. Aku akan segera masuk..” ucapnya.

Chaerin mengangguk dan membuka pintu.

“Ada apa dengan Suhyun?” Tanya Sungkyung pada Seunghyun.

Chaerin berhenti karena gadis itu mengenal Seunghyun dan memandang sang gadis.

“Hanya… mmm.. kau tau, dia masih sering ngambek..” jawab Seunghyun.

Sungkyung mengangguk dan memandang ke arah Suhyun pergi tadi.

Chaerin mengerutkan dahi sambil menyipitkan mata melihat sesuatu berkilau di telinga Sungkyung.

Sungkyung menyadari Chaerin memandangnya dan tersenyum, “Oh.. annyeonghaseyo..” sapanya.

Seunghyun menoleh ke belakang dan terkejut ternyaya Chaerin belum masuk.

Chaerin tertegun menyadari anting yang tadi ia lihat di mobil di kenakan oleh Sungkyung.

“Oh.. Sungkyung, ini Chef Lee.. Dia bekerja disini.” Ucap Seunghyun pada Sungkyung, lalu memandang Chaerin. “Dan Chef Lee..” ia terdiam gadis itu menatapnya.

Chaerin menatap Seunghyun beberapa saat, lalu memandang Sungkyung. “Anting yang bagus..” pujinya dengan nada datar, lalu masuk ke dapur.

Seunghyun seperti mendapat tamparan keras di wajahnya mendengar pujian Chaerin, ia berada di tengah-tengah tiga gadis sekarang.

Sungkyung tampak bingung dengan ekspresi Chaerin tadi, “Waeyo? Dia tidak suka padaku ya?”

Seunghyun memandang Sungkyung dan menghela nafas dalam, “Ani, dia memang seperti itu..” jawabnya.

Sungkyung tersenyum dan menyelipkan rambut ke belakang kedua telinganya, “Kau benar, dia juga berkata antingku bagus..” ucapnya senang.

Seunghyun tersenyum tipis dan mengangguk.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 14]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s