Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 7]

Chapter 7

7

-Yes, Chef!-

 

Seunghyun menutup kedua mata Suhyun dengan tangannya sembari membimbing gadis itu menuju dapur, “Jangan mengintip..”

Suhyun tertawa, “Tangan samchon sangat besar, aku tidak bisa mengintip..”

Seunghyun berhenti di depan meja dapur, lalu melepaskan tangannya dari mata Suhyun, “Tada…”

Suhyun membuka mata perlahan dan tertegun melihat dapur lengkap dengan peralatannya, “Wuaa.. dapur siapa ini?”

Seunghyun tersenyum sambil merangkul Suhyun, “Malam ini milik kita..”

Suhyun tersenyum lebar memandang Seunghyun.

“Khaja…” ucap Seunghyun sambil masuk ke meja dapur dan mengenakan celemek di pinggangnya.

Suhyun segera duduk memperhatikan Seunghyun memulai.

“Kau tau apa yang akan kita masak?” tanya Seunghyun.

Suhyun menggeleng dengan tatapan penasarannya.

Seunghyun membuka sebuah baskom yang tertutup, tampak potongan daging di dalamnya.

Mata Suhyun yang sipit membesar sambil tersenyum lebar, “Steak ala Seunghyun samchooooon!!!” soraknya riang.

Seunghyun tersenyum lebar dan segera memulai kegiatannya.

Suhyun sangat bersemangat memperhatikan Seunghyun memotong bahan-bahan dengan sangat rapi, juga terlihat seperti seorang koki profesional.

Seunghyun tersenyum memperhatikan ekspresi Suhyun, “Othe? Samchon masih keren?” candanya.

Suhyun mengangguk dengan senyuman lebarnya, “Ne!” ucapnya, “Seharusnya samchon menjadi koki saja..”

Seunghyun tertawa kecil, “Keure, samchon akan menjadi koki yang handal untukmu, Choi Suhyun agassi..”

“Ne Chef!” ucap Suhyun riang.

Sementara itu.

Chaerin melangkah menuju dapur dengan gaya elegannya seperti biasa, ia harus mengambil sesuatu dan melanjutkan hari liburnya. Tanpa ragu ia langsung membuka pintu dan melangkah masuk.

Seunghyun dan Suhyun tertegun mendengar pintu terbuka.

Chaerin hanya melangkah masuk tanpa memperhatikan sekitar, “Jangan pedulikan aku, aku hanya…” ia berhenti melangkah melihat Suhyun.

Suhyun mengerutkan dahi melihat Chaerin, “Samchon, siapa ahjumma ini?” tanyanya pada Seunghyun.

Seunghyun langsung membekap mulutnya menahan tawa karena ucapan Suhyun.

Chaerin terkejut mendengar ucapan Suhyun,”Mwo?! Ahjumma?!”

Seunghyun berusaha menahan tawanya, “Ehem… Suhyun-a, ini Chef Lee Chaerin… Chef-nim, ini keponakanku Choi Suhyun..” ucapnya memperkenalkan kedua orang itu.

Suhyun menatap Chaerin aneh, “Chef? Memangnya bisa memasak dengan pakaian seperti itu?”

Chaerin menghela nafas dalam dan melipat kedua tangannya di dada menatap Suhyun, “Ibayo.. seharusnya anak seusiamu lebih sopan pada orang lebih tua..” ucapnya, lalu melangkah cepat untuk mengambil barangnya yang tertinggal dan langsung berjalan keluar.

Suhyun menatap Seunghyun tak percaya, “Apakah ahjumma itu bekerja disini?”

Seunghyun tersenyum lucu, “Sekarang iya..”

“Mwo? Samchon, kenapa gadis-gadis yang ada di sekitarmu selalu aneh?” tanya Suhyun tak mengerti, “Waktu itu si nenek sihir, sekarang ahjumma itu..”

Seunghyun tertawa kecil sambil tetap melanjutkan kegiatannya.

 

=Dua Hari Kemudian=

Seunghyun yang baru tiba di kantor melihat Chaerin baru keluar dari mobil, bibirnya membentuk senyuman dan menghampiri gadis itu. “Annyeonghaseyo..” sapanya sembari melangkah di sebelah sang gadis.

Chaerin memandang Seunghyun sekilas dan kembali memandang ke depan. “Ne..”

“Tentang kemarin…” ucap Seunghyun, “Keponakanku sangat manis, kemarin dia hanya bercanda memanggilmu ahjumma..”

Chaerin menatap Seunghyun sebal, “Apa kau juga harus mengatakannya?”

Seunghyun tertawa kecil, “Cesongeo..”

Chaerin memalingkan wajahnya kesal.

Seunghyun tertawa kecil, “Aku tau kau membuang tiket drama musical yang kuberikan kemarin..”

Chaerin mengibaskan rambutnya ketika berbelok ke lorong lain.

Seunghyun berhenti sejenak memperhatikan Chaerin melangkah dengan anggun, lalu tersenyum lebar. ‘Seorang gadis dingin sekali pun akan memberikan pesan dia tertarik padaku dengan kibasan rambutnya..’ batinnya senang, lalu melangkah mengejar langkah gadis itu lagi. “Chef-nim, kau ingin melihat drama musical itu bersamaku?”

Chaerin memutar bola matanya kesal tanpa merespon ucapan Seunghyun.

“Bagaimana nanti malam jam 7? Aku akan menjemputmu di dapur dan langsung berangkat dari kantor ke tempat pertunjukkan?” Tanya Seunghyun.

Chaerin tetap tidak menjawab dan masuk ke dapur.

Seunghyun berhenti di depan pintu dapur sambil menahan tawa, “Oke, nanti jam 7..” ucapnya pada diri sendiri, lalu melangkah pergi.

 

=Sekolah Suhyun=

Jenny menghampiri Suhyun yang sedang membaca buku bersama ponsel di tangannya, “Suhyun-a, lihat.. eonni ini cantik kan?” tanyanya sambil memperlihatkan layar ponselnya pada gadis itu.

Suhyun memandang layar ponsel Jenny dan mengerutkan dahi.

“Ini model baru, dia yang menjadi model untuk kosmetik yang biasa kugunakan. Namanya Lee Sungkyung..” ucap Jenny menjelaskan.

Suhyun menatap Jenny kesal, “Cantik apanya?! Dia itu nenek sihir?!” ucapnya.

Jenny tertegun Suhyun tiba-tiba marah, “Kenapa kau marah?”

“Aissh!” Suhyun bangkit dan melangkah keluar kelas.

Jenny mengerutkan dahi memperhatikan Suhyun, “Ada apa dengannya?”

Suhyun pergi ke taman belakang dan duduk seorang diri disana. Ia menghela nafas dalam dan memandang langit sejenak, lalu memandang ke bawah. ‘Apa samchon sudah tau tentang si nenek sihir itu?’ batinnya.

 

=Food&Health=

Seunghyun melangkah menuju dapur yang di gunakan Chaerin sambil melihat jam tangannya, sudah sebentar lagi pukul 7. “Apa dia sudah bersiap?” gumamnya. Langkahnya terhenti melihat melihat Minji membawa peralatan memasak keluar dari dapur, “Oh.. Min….” ucapannya terputus melihat Hanbin keluar dari dapur dan segera menghampiri Minji.

“Minji-ssi, aku akan membawakannya..” ucap Hanbin sambil mengambil peralatan masak dari tangan Minji.

Minji tersipu dan mengangguk sopan, “Ne, gamshamida..” ucapnya.

Seunghyun diam sejenak memperhatikan kedua orang itu, lalu tersenyum. “Sepertinya ada sesuatu diantara mereka..” gumamnya. Kepalanya menoleh mendengar seseorang keluar dari pintu dapur. Bibirnya langsung tersenyum lebar melihat Chaerin yang sudah terlihat sangat rapi dan cantik, “Chef-nim, kau sudah siap?”

Chaerin menatap Seunghyun aneh, lalu melangkah melewati pria itu.

Seunghyun berbalik dan berjalan di sisi Chaerin, “So.. kita kan pergi dengan mobilmu atau mobilku?”

Chaerin mendengus kesal, “Aku tidak berkata akan pergi denganmu..”

Seunghyun tersenyum lucu, “Jeongmal? Tapi kenapa bibirku mengilap seperti itu?” tanyanya.

Chaerin tertegun mendengar ucapan Seunghyun, namun ia tetap berusaha mempertahankan sisi cool-nya.

Seunghyun mengerutkan dahinya seperti memikirkan sesuatu, “Mmm.. sepertinya kau memperbaiki make-up mu dulu sebelum keluar tadi..” ucapnya, ia terkejut Chaerin tiba-tiba berhenti dengan tatapan tajam padanya.

Chaerin menyipitkan matanya kesal, lalu membuka tas tangannya dan mengeluarkan kunci mobil. “Mobilku..” ucapnya datar sambil melemparkan kunci mobilnya pada Seunghyun, lalu melangkah pergi.

Seunghyun menangkap kunci mobil itu dan menatap Chaerin tak percaya sejeanak, lalu tersenyum lebar dan mengikuti sang gadis.

Setelah Pertunjukkan.

“Wuaa.. pertunjukkan tadi benar-benar luar biasa..” ucap Seunghyun yang mengendarai mobil.

“Hmm..” gumam Chaerin tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel.

Seunghyun melirik Chaerin sambil menahan senyum, biasanya gadis itu akan mengacuhkannya. Tapi paling tidak sekarang sang gadis menjawabnya dengan gumaman.

Chaerin terkejut merasakan sekelilingnya tertiup angin dan menyadari atap mobil sportnya perlahan terbuka.

“Hmm.. menyenangkan..” ucap Seunghyun menikmati angin malam.

Chaerin menatap Seunghyun aneh, “Choi Seunghyun-ssi, udara sangat dingin..” protesnya.

Seunghyun tersenyum melirik Chaerin, “Eoteokhaji? Aku tidak ingin menikmati kecantikan seorang gadis di sebelahku seorang diri..”

Chaerin tertegun sejenak, “Jangan katakan omong kosong, tutup atapnya..” ucapnya sambil mengulurkan tangan hendak menekan tombol untuk menutup atap mobilnya.

Seunghyun memegang tangan Chaerin, membuat gadis itu tertegun dan menatapnya. Ia memberikan senyuman terbaiknya, “Kenapa kau selalu serius? Apa kau tidak pernah menikmati malam seperti ini dengan seorang pria?”

Chaerin menarik tangannya dan memalingkan wajah.

Seunghyun melirik Chaerin yang masih memperlihatkan wajah tanpa ekspresi, lalu memandang ke depan. “Aku tau kau senang mendengar pujianku..”

“Perhatikan saja jalanan..” ucap Chaerin monoton. Ia mendengar Seunghyun tertawa di sebelahnya. Sejujurnya ia memang merasa pria itu lucu, namun ia tidak ingin terlihat mudah bagi pria itu. Matanya melihat papan iklan di atas sebuah gedung yang memperlihatkan seorang model make-up. Ia kembali memandang ke depan.

 

=Rumah Keluarga Choi=

Seunghyun menaiki anak tangga terakhir dan melangkah menuju kamarnya, sebelum itu ia berhenti sejenak di depan kamar Suhyun. Tangannya memutar pegangan pintu dan mengintip ke dalam. Bibirnya membentuk senyuman melihat sang gadis sudah terlelap di tempat tidur. Tanpa menimbulkan suara ia melangkah masuk menghampiri tempat tidur untuk merapikan selimut sang keponakan, ia tertegun melihat gadis itu memegang photo pernikahan kakak laki-lakinya. Ia mengambil photo itu dan memandangnya sejenak, lalu memandang keponakannya tak mengerti. Sudah beberapa hari terakhir keponakannya itu terlihat lebih sering memandangi photo ayah dan ibu yang sudah meninggal. Tangannya mengelus rambut gadis itu, lalu melangkah kembali ke pintu sembari meletakkan photo tadi di meja.

Ia masuk ke kamar dan bergerak duduk di meja kerjanya sambil melonggarkan dasi, matanya memandang photo dirinya dan kakak laki-lakinya ketika kecil yang terpajang di meja. Ia menghela nafas dalam sambil bersandari di kursinya, “Hyung, apa aku bisa menggantikan posisimu untuk Suhyun?” gumamnya.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 7]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s