Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 4]

Chapter 4

4

-I Won!-

 

 

Jenny memandang Suhyun heran, “Ya.. kenapa kau terlihat senang sekali? Pamanmu sudah kembali ke rumah?”

Suhyun mengangguk bangga, “Ne! Caraku tempo hari benar-benar berhasil..”

Bobby yang berbaring di bangku bergerak duduk, “Eii.. paling sebentar sudah pergi lagi..”

Suhyun menatap Bobby kesal, “Ya! Kau ingin mati?!”

“Wae? Pamanmu kan memang tidak pernah akur dengan kakekmu..” ucap Bobby santai.

“Aigoo.. apa kau harus mengatakannya pada temanmu?!” Tanya Jenny sebal.

Bobby menatap Jenny aneh, “Siapa temanku? Dia temanmu, aku hanya terpaksa ikut..”

“Aisssh! Pergi sana!” seru Suhyun sambil memukul bahu Bobby kesal.

“Ahhk!! Aissh!! Ya!! Sakit!!” seru Bobby kesal sambil mengelus bahunya.

“Ya! Kenapa kau memukulnya?!” seru Jenny kesal sambil memukul bahu Suhyun.

“Ahk! Ya!” seru Suhyun pada Jenny sambil mengelus bahunya.

“Ya! Kenapa kau berseru padanya?!” seru Bobby kesal.

Suhyun menatap Bobby dan Jenny tak percaya, “Omo.. omo.. sejak kapan kalian jadi kembar yang saling melindungi?! Aissh!” ia langsung bangkit dan segera berjalan pergi sambil menggerutu kesal.

Jenny memperhatikan Suhyun bingung, lalu menatap Bobby kesal. “Kau membuatnya kesal lagi! aissh!” ucapnya dan segera mengejar temannya itu.

Bobby menatap Jenny tak percaya, “Aku?! Ya!” serunya sembari mengejar kedua gadis itu.

 

=Perusahaan Healt&Food=

Karyawan devisi perencanaan mulai khawatir karena Chaerin tidak juga muncul di tempat pemilihan asisten chef.

Minji menghampiri Seunghyun yang duduk di ruang penjurian dengan tenang, “Sanbaenim, eoteokhe? Waktunya sudah tidak banyak lagi, kenapa Chef Lee belum datang juga?”

Seunghyun tersenyum, “Gwenchana, kita masih punya waktu.. Tenang saja..”

“Ne? Tapi semua kandidat sudah menunggu, jika kita mengundur waktunya mereka akan protes..” ucap Minji khawatir.

Dara berlari kecil menghampiri Seunghyun, “Seunghyun-ssi, kenapa belum di mulai juga?”

“Tenanglah.. kita masih punya waktu 5 menit sebelum benar-benar di mulai..” ucap Seunghyun santai.

Mulut Dara terbuka tak percaya dan memandang jam tangannya, “Aissh! Kenapa Chef sombong itu lama sekali?!” gerutunya kesal.

Minji menoleh mendengar seseorang masuk, matanya membesar dan langsung mengguncang bahu Dara.

Dara berbalik dan memandang siapa yang datang, matanya membesar dan membungkuk sopan. “Annyeonghaseyo..” sapanya.

Chaerin yang mengenakan pakaian bermerk dan kacamata hitam melangkah masuk, lalu melepaskan kacamatanya. “Kalian panitianya? Tidak perlu menunggu, langsung mulai. Waktuku tidak banyak..” ucapnya, lalu bergerak duduk ke kursi juri yang tertera namanya di atas meja.

“N-Ne!” jawab Dara dan segera berlari keluar bersama Minji.

Seunghyun tersenyum sembari bangkit dan menghampiri kursi juri, lalu duduk di sebelah Chaerin tempat namanya tertera. “Seperti yang kukatakan, gadis berkelas itu arogan..”

Chaerin memandang Seunghyun, “Aku tau..” ucapnya dan kembali memandang ke depan.

Seunghyun tersenyum senang mengetahui caranya berhasil.

Satu persatu dari peserta yang memiliki latar belakang baik di bidang masak memasak, juga ada yang sudah belajar hingga ke Eropa, Chef di kapal pesiar, sampai pemilik restaurant-restauran terkenal di Seoul.

Seunghyun melirik Chaerin yang mendengus dan mencoret profile kandidat yang kesekian kalinya ketika kandidat itu sedang menjelaskan masakannya. Sudut bibirnya membentuk senyuman dan memandang pria itu, “Hentikan..”

Pria itu tertegun, “Ne?”

Jiyong yang duduk di sebelah Seunghyun bingung, “Wae?”

“Kau di diskualifikasi..” ucap Seunghyun tanpa ragu.

Jiyong terkejut, “Mwo? Apa yang kau katakan?”

Chaerin tertegun dan memandang Seunghyun tak mengerti.

“N-ne? waeyo?” Tanya pria itu tak terima.

Seunghyun menatap pria itu lucu, “Berapa usiamu?”

“23! Wae?! Ada apa dengan usiaku?!” Tanya pria itu kesal.

“23? Apa kau tidak terlalu muda untuk mengatakan resep orang lain adalah resepmu?” Tanya Seunghyun lucu.

Jiyong melotot mendengar ucapan Seunghyun, “Ya.. apa yang kau bicarakan sekarang?” bisiknya kesal.

Chaerin mengerutkan dahi mendengar ucapan Seunghyun.

Pria itu tergagu, “N-ne? apa maksudmu? Ini resepku sendiri!” tegasnya.

Seunghyun memajukan duduknya menatap pria itu, “Tadi kau bilang kau mendalami memasak di kapal pesiar McQueen?”

“Ne! aku juga mempunyai buktinya!” ucap pria itu tak mau kalah.

Seunghyun menahan tawa, “Cih.. dasar pemula..” gumamnya, “Kau pasti membuka buku resep rahasia yang boleh di gunakan ketika ada tamu VIP kan?”

Pria itu tertegun, tampak wajahnya langsung memucat menatap Seunghyun.

Chaerin tidak mengerti mengapa pria itu langsung terlihat pucat.

“A-apa yang kau katakan?! Jelas ini resepku!” ucap pria itu tetap berkeras.

“Sudah berapa lama kau bekerja disana?” Tanya Seunghyun.

“2 tahun! Aku sudah bekerja disana selama 2 tahun!” ucap pria itu.

“Apa kau tidak tau…” ucap Seunghyun pelan, “..aku…” ucapnya lagi, “…adalah kepala Chef di McQueen selama 5 tahun?”

Chaerin menatap Seunghyun tak percaya, begitu juga dengan Jiyong.

“Omo! Jadi itu pesiar McQueen?! Aissh! Pantas saja kau tidak mau memberitauku!” ucap Jiyong kesal.

Mata pria itu membesar, “M-mwo?! Eoteokhe?! Jangan membual! Jika kau tidak ingin menerimaku bilang saja!” ucapnya kesal, lalu melangkah cepat ke pintu.

“Ya!” panggil Seunghyun, membuat pria itu berhenti. “Jika kau kembali kesana, tanyakan pada Kurt apa dia mengenal Philip Choi..”

Pria itu tertegun dan berbalik menatap Seunghyun tak percaya.

“Oh.. atau mungkin kau tidak akan kembali kesana karena telah mencuri resep..” ucap Seunghyun dengan senyuman sinisnya.

Pria itu tampak panic dan segera berlari keluar.

“Ya.. jangan bilang itu resepmu!” ucap Jiyong tak percaya.

Seunghyun tersenyum, “Ne.. aku menemukannya ketika seorang tamu tersedak cocktail..” candanya, lalu tertegun melihat tatapan Chaerin padanya.

“Kau seorang Chef?” Tanya Chaerin.

“Dulu..” jawab Seunghyun, “Berikutnya!” panggilnya.

Dara segera masuk dan memberikan profile kandidat berikutnya, “Ini kandidat terakhir untuk hari ini, jika belum ada yang pas kami akan mengadakannya untuk hari kedua..” ucapnya dan segera keluar.

Seunghyun, Jiyong dan Chaerin mulai membaca profile untuk lebih mengenal sang kandidat.

Dahi Chaerin berkerut, “Pekerja paruh waktu di restaurant?”

“Woaa.. dia benar-benar berani..” ucap Seunghyun, “Silahkan masuk..”

Pintu terbuka perlahan, lalu masuk seorang pria muda sambil mendorong troli hidangannya, “A-annyeonghaseyo..” sapanya gugup.

“Ne.. silahkan hidangkan masakanmu..” ucap Jiyong.

Pria itu segera menghidangkan tiga piring berisi masakannya ke hadapan Jiyong, Seunghyun dan Chaerin. “Kim Hanbin imnida..” ucapnya sambil membungkuk sopan, “Usiaku 20 tahun dan ini adalah resep pribadiku..”

Ketiga juri memperhatikan tampilan masakan yang sangat menarik.

“Aku suka tatanan masakanmu..” ucap Seunghyun, lalu memandang Hanbin. “Bisa kau jelaskan apa ini?”

“Ini adalah pasta kentang..” ucap Hanbin.

Ketiga juri tertegun.

“Pasta kentang? Dimana kentangnya?” Tanya Jiyong sambil memperhatikan hidangan di depannya.

Hanbin tersenyum malu sambil mengelus pundaknya, “Itu.. saya membuat kentangnya menjadi mi pasta..”

Chaerin dan Seunghyun tertegun mendengar ucapan Hanbin. “Bagaimana kau membuatnya?”

“Mmm.. pertama-tama saya akan menghaluskan kentang yang sudah di rebus, lalu mencampurnya dengan tepung dan membuat adonannya dengan hati-hati. Lalu menjadikannya mi seperti ini..” jelas Hanbin.

“Kenapa kentang?” Tanya Seunghyun.

Hanbin memandang ke bawah, “Mmm.. keluarga saya sempat mengalami masa sulit hingga tidak bisa makan.. Jadi ibu saya yang bekerja di sebuah restaurant sup kentang selalu membawa kentang-kentang yang nyaris busuk untuk di buat makanan.. Karena itu saya membuatnya dari kentang..”

Chaerin mengambil garpu dan mencicipi pasta itu. sedetik begitu gulungan mi pasta masuk ke mulutnya, ia diam sejenak menikmati sensasi yang ia rasakan dan menatap Hanbin. “Kau juga membuat resep untuk sausnya?”

Hanbin tersenyum lebar dan mengangguk cepat, “Ne! saya membuatnya dengan sangat hati-hati..” ucapnya. “Saya mungkin belum pernah bekerja sebagai koki di restaurant mana pun, tapi saya berjanji akan bekerja keras untuk membantu anda Chef Lee..” ucapnya dan membungkuk sopan 90 derajat.

Jiyong menatap Hanbin, “Ya.. kami belum memutuskan apa pun..”

Seunghyun melirik Chaerin yang menatap Hanbin, ia tau gadis itu sangat tertarik pada si koki muda.

“Cesonghamida..” ucap Hanbin menyesal.

“Kau di terima..” ucap Chaerin.

Hanbin tertegun dan menatap Chaerin tak percaya, “Ne?”

“Ne?” ucap Jiyong tak mengerti.

“Kau tidak dengar? Kau di terima..” ucap Seunghyun sembari berdiri dan mengulurkan tangan, “Selamat bergabung, Kim Hanbin-ssi..”

Mata Hanbin membesar tak percaya, “Ne? oh.. Gamshamida!” ucapnya sambil menjabat tangan Seunghyun.

Chaerin berdiri menatap Hanbin serius, “Jika kau tidak banyak membantu, aku bisa membatalkan keputusanku..” ucapnya, lalu mengambil tas tangannya dan melangkah pergi.

“Ne! saya mengerti, Chef-nim!!” ucap Hanbin sambil membungkuk sopan pada Chaerin yang terus berjalan pergi.

 

=Rumah Keluarga Choi=

Seunghyun yang melangkah menuju kamarnya berhenti sejenak di kamar Suhyun, lalu membuka pintu kamar gadis itu untuk memastikan apa yang sedang di lakukan keponakannya. Dahinya berkerut melihat gadis itu duduk di balkon sambil memandangi langit malam. ekspresi gadis itu tampak sedih. Ia memasukkan tubuhnya, “Tok! Tok!”

Suhyun menoleh dan tersenyum melihat Seunghyun, “Samchon..”

Seunghyun melangkah masuk menghampiri Suhyun, “Kenapa kau masih duduk disini? Segeralah tidur..”

“Aku masih ingin duduk disini..” ucap Suhyun.

Seunghyun bergerak duduk di sebelah keponakannya, “Wae? Apakah pemandangan sangat indah?” tanyanya sambil memandang langit.

“Ne.. bintangnya sangat banyak..” ucap Suhyun.

Seunghyun memandang Suhyun yang tersenyum memandang bintang, namun sorot mata gadis itu terlihat sedih. “Waeyo? Apa yang kau pikirkan?”

“Hm? Oh.. aniya..” jawab Suhyun.

“Apa kau yakin bisa menutupi sesuatu dari samchon?” Tanya Seunghyun.

Suhyun memandang Seunghyun lucu, “Kenapa samchon tidak membaca pikiranku saja sekalian..”

Seunghyun tertawa kecil dan mengelus rambut keponakannya, “Wae? Katakan apa yang kau pikirkan..”

Suhyun tersenyum tipis dan memandang langit, “Hanya memikirkan eomma dan appa..” jawabnya.

Seunghyun tersenyum, “Kau rindu mereka?”

Suhyun mengangguk, “Ne..”

“Jangan khawatir, samchon ada disini untuk menjagamu..” ucap Seunghyun.

Suhyun memandang Seunghyun sedih, “Aku tau..” ucapnya pelan, lalu memandang ke bawah. “Tapi rasanya sangat sepi sekali..”

“Sepi bagaimana? Kau memiliki samchon, harabeutji, asisten Song dan para ahjumma.. Apalagi?” Tanya Seunghyun dengan nada bercanda.

Suhyun menahan tawa dan memandang langit, “Aniya.. Bukan karena itu..” ucapnya, ia menghela nafas berat. “Aku hanya iri pada temanku Jenny dan Bobby..”

Seunghyun tertegun mendengar ucapan Suhyun.

“Meskipun mereka selalu bertengkar, juga tidak terlihat seperti keluarga. Mereka tetap saja saudara kembar. Mereka akan menjaga satu sama lain, bertengkar satu sama lain, juga membantu satu sama lain..” ucap Suhyun sedih, “Tapi aku tidak ada..”

Seunghyun diam sejenak, lalu mengangkat tangan merangkul Suhyun. “Tapi memiliki mereka sebagai sahabatmu sangat menyenangkan kan?”

Suhyun memandang Seunghyun sambil tersenyum dan mengangguk, namun kedua matanya tampak memerah dan di penuhi air.

Seunghyun tersenyum lucu, “Lalu kenapa kau menangis?”

“Aniya..” ucap Suhyun sambil menyeka matanya sebelum air dari sana menetes.

“Mungkin kau tidak memiliki saudara seperti teman-temanmu, juga orang tuamu sudah tidak ada.. Tapi kau memiliki samchon dan harabeutji, benarkan?” ucap Seunghyun.

Suhyun tersenyum lebar dan mengangguk lagi, “Ne..”

Seunghyun mengelus rambut Suhyun lembut, “Karena itu, jangan khawatir atau pun bersedih. Semua orang di rumah ini menyayangimu..”

“Karena itu, jangan bertengkar dengan harabeutji lagi. araso samchon?” ucap Suhyun mengingatkan.

Seunghyun tertawa kecil dan memeluk Suhyun, “Araso.. araso..”

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s