Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 3]

Chapter 3

3

-For You Samchon-

 

“Ahjumma, apakah Suhyun Agassi sudah keluar?” Tanya Asisten Song pada pelayan yang baru saja merapikan kamar Suhyun.

Pelayan itu memandang asisten Song, “Ne, asisten Song.. Agasi tadi berkata akan ke sekolah..”

Asisten Song tertegun, “Ke sekolah?” ucapnya bingung, “Ini sudah siang, untuk apa dia ke sekolah?”

“Agassi berkata ada sesuatu yang harus ia lakukan..” jawab pelayan itu.

Asisten Song mengerutkan dahi, “Oh.. ne..” ucapnya dan segera menuruni tangga.

 

=Perusahaan Healt&Food=

Suhyun berhenti di depan gedung megah bertuliskan Healt&Food, bibirnya membentuk senyuman bangga. “Harabeutji tidak akan membujuk samchon pulang, aku akan melakukannya dengan caraku..” ucapnya, lalu melangkah masuk dengan penuh percaya diri.

“Haksaeng..” panggil sekuriti ketika melihat Suhyun yang mengenakan seragam hendak masuk.

Suhyun berhenti dan memandang sekuriti itu, “Aku ingin bertemu kakekku…” jawabnya.

“Maaf haksaeng, ini bukan tempat untuk bermain.. Kau bisa kembali ke rumahmu..” ucap sekuriti itu sambil menunduk pintu keluar.

Suhyun menatap sekuriti itu kesal, “Ya.. Kau tidak tau siapa kakekku?” tanyanya kesal.

Sekuriti itu menghela nafas dalam dan memegang tangan Suhyun, “Tolong jangan membuatku bertindak tegas, tolong keluar sekarang..”

“Aissh!!” Suhyun menyentak tangan pria itu, “Kakekku pemilik perusahaan ini! Choi SeungGak! Kau tidak tau?!”

“Haksaeng!” tegas sekuriti itu dan kembali memegang lengan Suhyun.

“Aissh! Lepaskan!!” seru Suhyun kesal.

Asisiten Song yang baru kembali ke kantor mendengar ada keributan dan memperhatikannya, “Apa itu?” gumamnya bingung dan menghampiri keributan itu.

“Ahjussi! Lepaskan aku!!” seru Suhyun sambil berusaha menarik tangannya yang terus di seret keluar.

Mata Asisten Song membesar melihat Suhyun di seret keluar, “Oh.. Agassi..” ucapnya sembari menghampiri gadis itu. “Suhyun Agassi..” panggilnya.

Suhyun dan sekuriti itu berhenti saling tarik menarik untuk memandang siapa yang memanggil.

“Asisten Song!” ucap Suhyun, lalu menyentak tangannya dan berlari ke belakang asisten Song.

Sekuriti itu memandang asisten Song, “Anda mengenalnya, asisten Song?”

“Asisten Song! Katakan padanya kakekku pemiliki perusahaan ini!” ucap Suhyun kesal.

“Aku akan mengurusnya..” ucap asisten Song.

“Saya mengerti..” ucap sekuriti itu sambil membungkuk, lalu kembali ke tempatnya.

“Aissh.. kenapa dia tidak percaya padaku?” ucap Suhyun sebal.

Asisten Song memandang Suhyun, “Agassi, kenapa anda ada disini?”

Suhyun tertegun, “Ne? mmm..” ia diam sejenak memikirkan jawabannya, ‘Jika Asiaten Song tau aku kemari untuk membujuk samchon, pasti dia akan menghalangiku..’ batinnya, “Oh.. aku ingin bertemu harabeutji.. Aku ingin protes, masa aku sudah mogok makan masih tidak di dengarkan!” ucapnya pura-pura sebal.

Asisten Song mengangguk mengerti, “Hmm.. begitu..” ucapnya, “Tapi sekarang Tuan besar sedang rapat, apa anda ingin aku menemani membeli es krim?”

Suhyun menggeleng cepat, “Aku ingin menunggu di ruangan harabeutji saja..” jawabnya.

“Ne? ohh.. Keure, lewat sini Agassi..” ucap asisten Song menunjukkan jalan.

Mau tidak mau Suhyun mengikuti asisten Song menuju ruang kerja kakeknya. Seorang gadis di meja sekretaris berdiri dan membungkuk sopan ketika ia dan asisten Song muncul.

“Annyeonghaseyo asisten Song..” sapa gadis itu.

“Sekretaris Kim, apakah Sajangnim masih rapat?” Tanya asisten Song.

“Ne, sajangnim masih rapat..” jawab gadis itu.

“Keure..” ucap asisten Song, lalu memandang Suhyun. “Ini Choi Suhyun, cucu sajangnim..”

Gadis itu memandang Suhyun dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseyo Agassi..”

Suhyun mengangguk, “Ne.. dimana ruangan harabeutji?”

“Sebelah sini, Agassi..” ucap asisten Song menunjukkan jalan.

Suhyun mengikuti asisten Song masuk ke ruangan kakeknya dan memperhatikannya. Ia sudah pernah di bawa kesana ketika kecil, namun sekarang terlihat berbeda. “Hmm.. ini masih besar..” ucapnya dan membanting diri ke sofa.

“Agassi, apa ada yang ingin anda minum atau makan?” Tanya asisten Song.

Suhyun menatap asisten Song sebal, “Asisten Song! Aku sedang mogok makan!”

Asisten Song tersenyum lucu, “Tapi anda sudah jauh-jauh kemari, apakah anda tidak ingin makan sesuatu?”

Suhyun cemberut dan melipat kedua tangannya di dada, “Keure! Aku mau es krim dari café terkenal di Hongdae! Aku mau jajangmyun dari Myeongdong! Aku mau pizza di depan sekolahku! Semuanya!!”

Asisten Song tertawa kecil, “Saya mengerti, Agassi..” ucapnya, lalu membungkuk sopan dan melangkah keluar.

Suhyun mendengar pintu tertutup, lalu berbalik memastikan asisten Song sudah pergi. “Azza!” ucapnya riang dan berlari kecil ke pintu. Ia membukanya perlahan dan mengintip keluar, sekali memastikan tidak ada asisten Song. Lalu menyelinap keluar dan menghampiri meja sekretaris. “Sekretaris Kim..”

Sekretaris Kim langsung berdiri dan membungkuk sopan, “Ada yang bisa saya bantu Agassi?”

“Sekretaris Kim, dimana devisi perencanaan?” Tanya Suhyun.

Sekeretaris Kim tertegun, “Ne?”

 

=Devisi Perencanaan=

Suhyun membuka pintu dan memandang ke dalam, “Hmm.. tidak ada siapa pun.” Ucapnya sambil melangkah masuk. Ia menghampiri meja ketua tim, “Apa ini meja samchon?” tanyanya sambil mengambil papan nama yang tertera, namun langsung cemberut. “Bukan..” ucapnya dan mengembalikan papan nama itu. ia kembali berjalan menyusuri meja-meja, bibirnya membentuk senyuman melihat photonya ketika berusia 3 tahun terpajang di sebuah meja. “Itu aku…” ucapnya riang sembari mengambil photo dan duduk di kursinya, “Ini pasti meja samchon..” ia memperhatikan keadaan meja Seunghyun yang sangat rapi.

Klek..

Suhyun langsung menoleh ke pintu berpikir Seunghyun yang masuk.

“Aku penasaran apakah Seunghyun-ssi berhasil atau tidak..” ucap Dara ketika melangkah masuk.

“Ne.. aku juga sangat penasaran sekali..” ucap Seungyoon.

“Kurasa Seunghyun sanbaenim bisa melakukannya..” ucap Minji menebak.

Dara berhenti melangkah melihat ada seorang gadis berseragam disana, “Omo.. nugunde?”

Seungyoon dan Minji memandang Suhyun bingung.

“Hm? Haksaeng, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Seungyoon.

Suhyun menghembuskan nafas sebal sambil berputar-putar di kursi, “Menunggu seseorang..” jawabnya.

Dara, Minji dan Seungyoon berpandangan bingung. Lalu menghampiri Suhyun.

“Haksaeng, siapa yang kau tunggu?” Tanya Dara.

“Aku tidak akan menganggu, lanjutkan saja pekerjaan kalian..” ucap Suhyun santai.

Ketiga orang itu kembali saling memandang bingung dan memandang Suhyun tak mengerti.

“Haksaeng, kau bisa menunggu orang yang kau maksud di lobi.. Ini bukan tempat untuk bermain..” bujuk Dara lagi.

Suhyun menghentak kedua kakinya kesal, membuat ketiga orang itu terlonjak kaget. “Kubilang jangan pedulikan aku!”

Seungyoon menghela nafas kesal dan memukul meja, membuat Suhyun tersentak. “Haksaeng!” tegasnya.

Suhyun menatap Seungyoon kesal, “Mwoya?!” serunya kesal.

“Haksaeng, disini bukan tempat bermain.. Sebaiknya kau segera pergi..” ucap Seungyoon sambil menarik lengan Suhyun.

“Ya! Lepaskan!” Suhyun memukul tangan Seungyoon.

“Seungyoon-ssi, jangan kasar seperti itu..” ucap Dara mengingatkan.

Suhyun berpegangan pada kursi agar Seungyoon tidak bisa menariknya, “Ahjussi! Kakekku pemilik perusahaan ini! Pamanku bekerja disini juga!!” serunya tak mau kalah.

“Seungyoon-ssi, aku akan berbicara dengannya..” ucap Minji menenangkan Seungyoon.

“Aissh!” Seungyoon melepaskan tangan Suhyun dan menjauh dari gadis itu.

Minji mendekati Suhyun dan membungkuk, “Haksaeng, kau tau coffe shop di depan gedung ini? Bagaimana jika kita pergi kesana dan menunggu?”

Suhyun menatap Minji sebal, “Shiro!” ucapnya, “Aku tidak akan kemana-mana hingga Seunghyun samchon tiba!”

“Hm? Seunghyun?” ucap Dara bingung.

Semuanya menoleh mendengar seseorang masuk. Minji, Dara dan Seungyoon langsung berdiri tegap dan membungkuk sopan melihat Tuan Choi masuk. “Annyeonghaseyo, sajangnim!”

Mata Suhyun membesar dan membungkuk sambil menyembunyikan wajahnya dengan rambut.

Tuan Choi yang di ikuti asisten Song melangkah masuk, ia menghela nafas dalam melihat Suhyun disana. “Suhyun-a..” panggilnya.

Suhyun tidak bisa mengelak lagi, ia mengangkat wajah dan menatap kakeknya sebal.

“Kenapa kau ada disini? Khaja.. Biarkan para karyawan ini bekerja..” ajak Tuan Choi.

Suhyun berpegangan pada kursi dan menggeleng cepat, “Shiro! Aku akan menunggu samchon hingga tiba!”

Tuan Choi menghela nafas dalam, “Asisten Song..”

“Ne, sajangnim..” jawab asisten Song, lalu melangkah mendekati Suhyun.

“Shiro!” seru Suhyun sambil memperkuat pegangannya ke kursi.

“Agassi.. khaja..” Asisten Song menarik lengan Suhyun perlahan.

“Shiro!! Samchoooooon!!” teriak Suhyun histeris.

“Agassi..” bujuk Asisten Song, namun Suhyun masih berkeras bertahan dikursi.

“Ada apa ini?” terdengar suara berat dari pintu.

Mata Suhyun langsung membesar dan tersenyum lebar, “Samchooon!!”

“Oh.. Seunghyun-ssi..” ucap Dara, lalu memandang Seunghyun dan Suhyun bergantian.

Seunghyun melangkah masuk sambil memperhatikan orang-orang disana dan terpaku memandang Suhyun yang tersenyum lebar padanya. Lalu memandang ayahnya yang terlihat bingung menjelaskan keadaan disana.

“Seunghyun-ssi..” ucap Dara bingung.

Seunghyun menghela nafas dalam dan melangkah menghampiri Suhyun, “Suhyun-a, kenapa kau ada disini?”

Suhyun mendongak memandang Seunghyun dengan senyuman lebarnya, “Aku ingin memaksa samchon pulang..”

Seunghyun diam sejenak, lalu berlutut dengan satu kakinya menyamakan tingginya dengan Suhyun.

Minji, Dara dan Seungyoon tertegun melihat Seunghyun melakukan itu.

“Suhyun-a, kau tidak bisa melakukan hal seperti ini. Ini bukan tempat yang bisa kau datangi sesuka hatimu..” ucap Seunghyun pelan.

Suhyun cemberut dan menatap Seunghyun kesal, “Jika begitu, segera pulang!”

Seunghyun memegang kedua tangan Suhyun, “Suhyun-a..”

Suhyun menarik tangannya dan melipat kedua tangan di dada, “Pokoknya jika samchon tidak pulang kerumah, aku tidak akan bergerak sedikit pun dari sini!” ucapnya, lalu memutar kursi ke arah meja dan menopang dagunya dengan kedua tangan.

Seunghyun memang harus extra sabar jika menangani keponakannya, “Suhyun-a..”

Suhyun menggeleng tanpa bergerak dari tempat duduknya.

Seunghyun memandang ayahnya.

“Suhyun-a, ayo pulang dengan harabeutji..” bujuk Tuan Choi.

“Nanananananana…” gumam Suhyun seperti tidak mendengar paman dan kakeknya.

Seunghyun mengelus dahinya sejenak, lalu mengangguk. “Keure.. Samchon akan pulang..”

Suhyun tersenyum lebar memandang pamanya, “Jeongmalyeo?!”

Seunghyun mengangguk, “Ne..”

“Khaja..” ajak Suhyun bersemangat.

“Tapi samchon tidak bisa pulang hari ini..” ucap Seunghyun berusaha menjelaskan.

Suhyun kembali cemberut dan menatap pamannya sebal, “Lupakan saja.. Aku tidak akan pergi!” ucapnya dan kembali menopang dagu dengan tangan.

Seunghyun menghela nafas dalam, lalu mengelus rambut keponakannya. “Suhyun-a..”

“Jangan sentuh aku!” ucap Suhyun sebal.

“Keure, samchon akan pulang hari ini..” ucap Seunghyun pelan.

Suhyun diam sejenak, lalu melirik Seunghyun. “Samchon tidak akan pulang.. Lupakan saja..”

Seunghyun tersenyum, “Samchon benar-benar akan pulang..”

Suhyun memandang Seunghyun masih dengan wajah sebalnya, “Janji?”

Seunghyun mengangguk, “Janji.. Seunghyun tidak pernah melanggar janji kan?”

Suhyun berpikir sejenak, lalu mengulurkan jari kelingkingnya. “Janji kelingking?”

Seunghyun tertawa kecil dan mengaitkan jari kelingkingnya, “Janji kelingking..”

Suhyun kembali tersenyum lebar, lalu bangkit dan berlari kecil menghampiri kakeknya. “Harabeutji, jibe khaja…” ajaknya riang, lalu berlari riang keluar ruangan itu.

Asisten Song memandang Seunghyun yang kembali bangkit, lalu memandang Tuan Choi. Ia menghela nafas dalam dan segera mengikuti Suhyun. “Agassi.. tunggu dulu..”

Tuan Choi dan Seunghyun saling berpandangan canggung sejenak, “Jangan terlambat..” ucapnya, lalu melangkah keluar.

Minji, Dara dan Seungyoon segera membungkuk sopan ketika Tuan Choi keluar.

Seunghyun menghela nafas dalam dan bergerak duduk.

Seungyoon langsung menghampiri Seunghyun dengan tatapan penasarannya, “Seunghyun-ssi, kau putra Choi sajang?!” tanyanya tak percaya.

“Benarkah itu, Seunghyun-ssi?” Tanya Dara tak percaya.

Seunghyun kembali menghela nafas dalam, “Entah mengapa itu memang benar..” ucapnya pelan.

“Omo.. jika sanbaenim putra sajangnim, kenapa sanbaenim bekerja sebagai karyawan biasa?” Tanya Minji tidak mengerti.

“Memangnya menjadi putra pemilik perusahaan harus seorang direktur?” Tanya Seunghyun kesal.

“Ne? oh.. tidak juga..” jawab Minji malu.

“Sekarang pikirkan saja projek kita.. Aku sudah menangani Chef Lee, jadi focus pada apa yang akan kita lakukan..” ucap Seunghyun, lalu menghidupkan komputernya.

Dara, Seungyoon dan Minji segera kembali ke tempat mereka dan mulai bekerja.

Pintu ruangan terbuka dan masuk Jiyong dengan wajah bingungnya, “Kudengar sajangnim baru saja dari ruangan kita, waeyo?”

“Hm? Oh.. itu..” Dara melirik Seunghyun yang terlihat tidak dalam mood baik.

Jiyong memandang Seunghyun bingung, “Wae?”

“Mmm.. itu Timjangnim..” ucap Minji yang bingung cara menjelaskannya.

“Wae? Cepat katakan!” ucap Jiyong sebal.

Seunghyun menatap Jiyong sebal, “Apa yang ingin kau ketahui lagi?! aissh!” gumamnya kesal dan melangkah ke pintu.

Jiyong tertegun sejenak, lalu menahan tawa sambil menunjuk Seunghyun. “Omo! Kau dimarahi lagi?”

Seunghyun berhenti dan menatap Jiyong kesal, “Dimarahi apa?!” ucapnya kesal sambil melirik karyawan lain, lalu melangkah keluar.

Jiyong tertawa sambil memegang perutnya, “Apa kubilang..”

Dara, Seungyoon dan Minji saling berpandangan bingung.

“Mmm.. Timjangnim, apa anda sudah tau tentang Seunghyun-ssi dan sajangnim?” Tanya Seungyoon hati-hati.

Jiyong menatap karyawannya lucu, “Keuromyeon, aku dan Seunghyun mempelajari bisnis bersama.. Hahaha.. dia benar-benar kena sekarang..” ucapnya sembari bergerak duduk.

Ketika karyawan lain terlihat tak percaya hanya mereka yang tidak tau apa pun.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s