Chapter · YG Family

Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 1]

Chapter 1

Copy of rrbdw

 

-Where Are You Going, Samchon?-

Seunghyun membuka pintu kamarnya dan menarik koper besarnya, lalu kembali menutup pintu. Ia menarik kopernya menuju tangga dan hendak turun ketika ia mengingat sesuatu, kepalanya menoleh ke pintu sebuah kamar dan menatapnya beberapa saat. Ia menghela nafas dalam dan melangkah ke pintu itu membiarkan kopernya di dekat tangga. Tanganya membuka pintu perlahan dan mengintip, tampak seorang gadis remaja tertidur pulas di tempat tidur. Tanpa menimbulkan suara ia masuk dan merapatkan selimut sang gadis yang sudah seperti putrinya sendiri ini. Tangannya mengelus rambut gadis itu lembut, lalu keluar dari kamar.

Ia membawa koper menuruni tangga dan menariknya menuju pintu depan.

“Kau benar-benar akan pergi?” Tanya sebuah suara berat dari sisi lain rumah.

Seunghyun berhenti dan memandang pria setengah baya itu, “Ne, abeutji..” jawabnya tanpa ragu.

Pria tua yang tidak lain adalah ayah Seunghyun, tuan Choi, mendengus kesal. “Kau masih akan meneruskan ini, Choi Seunghyun?”

“Abeutji tau aku tidak akan menarik lagi ucapanku..” ucap Seunghyun, “Aku minta abeutji lebih memperhatikan Suhyun lagi..” ucapnya melanjutkan, lalu membungkuk sopan dan meninggalkan rumah yang telah ia tinggali sejak lahir itu.

Tuan Choi tidak bisa menahan putra bungsunya yang keras kepala itu, ia hanya berbalik dan kembali ke kamarnya.

Keesokan harinya.

“Harabeutji!!” sorak Suhyun sembari masuk ke ruang makan dan memeluk kakeknya.

Tuan Choi tersenyum lebar sambil mengelus pipi cucu semata wayangnya, “Aigoo.. ayo segera sarapan..”

Suhyun bergerak duduk ke tempatnya dan mengambil roti, ia bingung tidak ada piring di sebelahnya. “Hm? Shamcon sudah pergi ke kantor?” tanyanya.

Tuan Choi tertegun sesaat mendengar pertanyaan cucunya, lalu tersenyum hangat. “Shamcon memilih pindah dari rumah semalam, Suhyun..” jawabnya memberitau.

Suhyun terkejut mendengar ucapan kakeknya, lalu melempar roti di tangannya ke piring. “Harabeutji memarahi samchon lagi?” tanyanya sebal.

“Aniya, samchon merasa sudah saatnya tinggal di tempat sendiri. Tapi dia akan sering-sering kemari untuk menjengukmu.. Tenang saja..” ucap Tuan Choi menenangkan.

Suhyun cemberut, “Shiro! Pokoknya harabeutji harus membujuk shamcon kembali ke rumah lagi!”

Tuan Choi tertawa lucu, “Suhyun-a, Seunghyun shamcon bukan anak kecil lagi.. Dia sudah bisa memutuskan apa yang harus dan tidak harus dia lakukan..”

Suhyun melipat kedua tangannya di tangan, “Jika shamchon tidak kembali, aku tidak akan mogok makan! Aku juga tidak mau ke sekolah!” ucapnya sebal.

“Suhyun-a..” bujuk Tuan Choi.

“Pokoknya tidak mauuuuuu!” rengek Suhyun, lalu bangkit dan berjalan keluar dari ruang makan.

“Asisten Song..” panggil Tuan Choi.

Langkah Suhyun terhenti karena Asisten Song muncul di pintu, “Asisten Song, minggir!” serunya.

“Asisten Song, pastikan Suhyun tiba ke sekolah dengan selamat..” ucap Tuan Choi pada asistennya.

Mata Suhyun yang sipit membesar menatap kakeknya tak percaya, “Harabeutji!”

Tuan Choi memandang Suhyun, “Suhyun-a, jika kau pergi ke sekolah dan makan teratur. Harabeutji akan membujuk samchon kembali ke rumah..”

Suhyun menatap kakeknya sebal, lalu melipat kedua tangan di dada dan memalingkan wajah sambil melangkah keluar.

Tuan Choi tersenyum melihat kelakuan manja cucu kesayangannya itu dan memandang Asisten Song, “Tolong jaga dia Asisten Song..”

Asisten Song membungkuk sopan dan mengikuti Suhyun.

 

=Perusahaan Health&Food=

Seunghyun mengangguk sopan pada beberapa orang yang ia lewati dan masuk ke ruang devisi perencanaan tempat ia bekerja. Bukan sebagai ketua tim atau direktur, sebagai seorang pekerja biasa. “Annyeonghaseyo..” sapanya sembari melangkah ke tempat duduknya.

“Annyeonghaseyo..” sapa Dara yang duduk di sebelah Seunghyun yang hanya di batasi skat.

“Kau tiba agak siang, Seunghyun-ssi..” ucap Seungyoon lucu yang duduk di depan Seunghyun.

Seunghyun tersenyum tipis, “Ne..” jawabnya dan menghidupkan computer untuk mulai bekerja.

Pintu ruangan terbuka, masuk seorang gadis berwajah imut dengan beberapa minuman hangat. “Annyeonghaseyo..” sapanya.

“Omo.. Minji-ssi, baru tiba?” sapa Seungyoon.

“Ne.. ini untukmu sanbaenim..” ucap Minji sembari memberikan minuman hangat pada Seungyoon, “Ini juga untukmu sanbaenim..” ucapnya sembari memberikan minuman pada Dara dan Seunghyun.

“Gamshamida, Minji-ssi..” ucap Dara.

Minji tersenyum dan duduk di sebelah Seungyoon untuk mulai bekerja juga.

“Gamshamida..” ucap Seunghyun.

Minji mengangguk sopan dan menunduk malu karena Seunghyun berbicara dengannya. Ia baru bergabung dengan devisi itu sejak dua bulan lalu, jadi ia masih harus menjadi junior disana.

Tak lama pintu kembali terbuka, masuk ketua tim mereka Kwon Jiyong yang selalu eksentrik dan memiliki selera fashion tinggi. “Annyeonghaseyo..” sapanya sembari melangkah ke mejanya.

Semuanya berdiri dan memberi salam pada Jiyong, lalu kembali duduk.

“Hari ini kita akan menemui chef Lee dari restaurant yang sedang di bicarakan itu, kalian sudah menyiapkan semua data-datanya?” Tanya Jiyong memulai.

Dara bangkit memperlihatkan berkas yang akan mereka bawa, “Ne, saya sudah menyiapkan berkasnya timjangnim..”

Jiyong tersenyum, “Keure, Dara-ssi dan Seungyoon-ssi nanti siang ikut aku menemui Chef itu.” ucapnya, lalu tersenyum pada Minji, “Minji-ssi..”

“Ne, Timjangnim..” jawab Minji.

“Aku ingin kau tetap di kantor dan membantu Seunghyun-ssi menyelesaikan laporan tentang makanan yang telah kita riset minggu lalu..” ucap Jiyong.

Minji mengangguk mengerti, “Saya mengerti Timjangnim.” Ucapnya.

Seunghyun memandang Jiyong dan kembali sibuk dengan pekerjaannya.

 

=Sekolah Suhyun=

Suhyun duduk di bangku penonton memperhatikan anak-anak laki-laki bermain bola basket, ia sangat tidak bersemangat hari ini. Apalagi ia tidak bisa kabur dari sekolah untuk menemui Seunghyun karena Asisten Song terus mengawasinya.

Jenny, teman Suhyun menghampiri temannya itu. ia memandang ke pagar yang membatasi sekolah, terlihat Asisten Song berdiri di luar pagar memperhatikan Suhyun. “Horrl.. apalagi yang kau lakukan? Kenapa kakekmu sampai menempatkan asistennya untuk menjagamu?”

Suhyun mendengus kesal, “Enak saja, memangnya aku hanya bisa membuat masalah?”

Jenny tertawa kecil, “Habis, terakhir kali asisten kakekmu juga mengawasimu selama beberapa hari karena kau cabut dari sekolah..”

Suhyun cemberut dan menopang dagunya dengan tangan memperhatikan orang-orang di lapangan bola kaki berlarian kesana kemari.

Jenny ikut memperhatikan, “Wuhuuuuu!! Bobby!!” soraknya melihat Bobby berhasil memasukkan bola ke ring.

Suhyun terkejut dan menutup telinganya, “Ya! Jangan berseru di telingaku!”

Jenny tertawa kecil sambil menutup mulutnya, “Hehehe.. mian.. aku sangat bersemangat..”

Bobby berlari dari lapangan menghampiri para gadis itu, “Aigoo.. lelah sekali..” ucapnya sambil bersandar pada kedua gadis itu.

“Aissh!! Ya! Kau keringatan Bobby!” seru Suhyun sambil mendorong Bobby.

Bobby tertawa lucu, “Hanya keringat, tidak akan membuatmu terkontaminasi..”

“Ya.. Suhyun tidak dalam mood baik.. Hentikan..” ucap Jenny memperingati.

Bobby memandang Jenny bingung, “Wae?”

“Itu..” Jenny menunjuk Asisten Song yang dengan lirikan matanya.

Bobby memandang ke belakang dan memperhatikan sejenak, “Omo.. asisten kakekmu..” ucapnya pada Suhyun, “Ada apa lagi? kau membuat masalah?”

Suhyun menatap Bobby kesal, “Aissh! Kenapa kalian menuduhku membuat masalah sih?!”

“Lalu kenapa asisten kakekmu ada disini jika kau tidak membuat masalah?” Tanya Bobby aneh.

“Pamanku kabur dari rumah, kakekku tidak ingin aku kabur juga karena itu memerintahkan asistennya menjagaku..” jawab Suhyun sebal.

“Oh.. begitu..” ucap Jenny mengerti.

“Kenapa pamanmu kabur?” Tanya Bobby ingin tau.

“Mungkin karena kakekku selalu memarahinya..” tebak Suhyun.

“Memangnya pamanmu itu kau yang akan mengambek setelah di marahi?” Tanya Jenny aneh.

Suhyun menatap Jenny sebal, “Kau bisa diam tidak?”

“Ya.. kalian ini..” ucap Bobby sebal.

 

=Perusahaan=

Seunghyun melangkah kembali ke ruangannya setelah makan siang, ketika tiba di lorong ia berpapasan dengan ayahnya yang terlihat baru akan keluar dari ruangan. Mereka sama-sama terpaku dan berhenti sejenak.

Akhirnya Seunghyun memulai aksi dengan membungkuk sopan pada ayahnya, lalu melangkah lagi.

Tuan Choi menghela nafas dalam dan melirik Seunghyun sejenak, lalu kembali melangkah. Di kantor mereka tidak ada yang mengetahui status kekeluargaan mereka karena Seunghyun ingin memulai dari bawah jika memang ingin meneruskan perusahaan keluarga.

Seunghyun masuk ke ruang kerjanya dan melihat Jiyong, Dara dan Seungyoon sudah terlebih dulu disana bersama Minji. “Kalian sudah kembali?” sapanya sembari melangkah ke tempatnya.

“Ne..” jawab Dara lesu.

Seunghyun memandang rekan kerjanya itu bingung, lalu memandang Seungyoon dan Jiyong yang juga terlihat lesu. “Waekeureyo? Bagaimana dengan pertemuannya?”

Seungyoon mengerutkan hidung dan menggeleng menandakan pertemuan itu tidak berhasil.

“Chef itu meremehkan perusahaan kita..” ucap Jiyong mengeluarkan kekesalannya, “Dia berkata seharusnya kita tidak mengurusi tukang masak, perusahaan kita hanya memerlukan ide yang lebih kreatif untuk menciptakan hidangan yang lebih sehat saja..”

Dahi Seunghyun berkerut, “Kenapa dia berkata seperti itu? apa dia tau perusahaan seperti apa kita?”

“Huuufffft.. belum sempat kami berbicara panjang lebar dia sudah menegaskan untuk tidak mengganggunya lagi..” ucap Dara sebal.

“Aku heran kenapa wanita yang memiliki kepandaian itu sangat sombong..” gerutu Seungyoon.

Seunghyun berpikir sejenak, “Apa kita tidak bisa menggunakan chef lain? Bukankah masih banyak chef yang bisa menciptakan resep dan memamerkannya di tv?”

“Memang benar..” ucap Jiyong, “Tapi chef Lee sedang di incar oleh perusahaan makanan lainnya untuk bekerja bersama mereka, dan semuanya di tolak! Aissh.. mungkin kita harus mencari chef berbakat lainnya..” ucapnya.

“Aku tau beberapa chef dari restaurant yang sering kudatangi.” Ucap Dara memberitau.

“Ne.. kita coba saja.. Mungkin mereka lebih berkualitas..” ucap Seungyoon.

“Kenapa kita tidak melakukan audisi chef saja?” Tanya Minji memberi usul.

Seunghyun berkutat dengan pemikirannya sejenak. ‘Chef Lee di incar oleh perusahaan makanan yang lain..’ batinnya, ‘Hmm.. ini bisa menarik para investor untuk menggunakan jasa perusahaan ini dan mungkin kami bisa membuat restaurant lain dengan Chef Lee juru masaknya..’ batinnya lagi. Ia melirik Minji yang baru saja memberikan ide brilliant.

“Audisi?” ucap Dara tidak yakin.

“Mmm.. itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama..” jawab Seungyoon.

“Tidak.. Siapkan saja audisinya..” ucap Seunghyun setuju.

Semuanya menatap Seunghyun kaget.

“Ne?” ucap Minji bingung.

“Apa maksudmu, Seunghyun-ssi?” Tanya Jiyong.

Seunghyun mengangguk, “Siapkan audisi untuk chef-chef dengan resep andalan mereka, Minji bisa memulai project pertamanya..” ucapnya.

Minji tertegun dan menatap Jiyong berharap pria itu tidak setuju.

Jiyong berpikir sejenak, “Mmm.. Benar juga.. Tapi, bagaimana jika ini tidak sesuai keinginan kita?”

Seunghyun tersenyum cool, “Bukan koki utama, kita mencari asisten koki..” ucapnya.

Dahi keempat orang lainnya berkerut menatap Seunghyun tak mengerti.

“Lalu, siapa yang akan menjadi koki utamanya?” Tanya Dara ingin tau.

“Chef Lee..” jawab Seunghyun tanpa ragu.

Keempat orang itu terkejut mendengar jawaban Seunghyun.

“Ne? Chef Lee kan sudah dengan tegas menolaknya..” ucap Seungyoon tak mengerti.

“Ne.. Aku tidak mau bertemu dengannya lagi, dia mengerikan..” ucap Dara sambil menggeleng.

“Tenang saja..” ucap Seunghyun, “Aku yang akan menemuinya besok..” ucapnya.

“Bagaimana jika dia tetap tidak mau?” Tanya Jiyong.

Seunghyun tersenyum, “Dia akan menyetujuinya.. Tenang saja..” ucapnya yakin, lalu memandang Minji, “Minji-ssi, persiapkan dirimu untuk project pertamamu..”

Minji tampak sangat gugup, “Ne? tapi.. aku.. aku belum berpengalaman untuk ini..” ucapnya.

“Jangan khawatir, kami disini akan membantumu. Jika kau berhasil kami semua juga akan mendapat nama baik..” ucap Seunghyun.

Dara tersenyum dan memegang bahu Minji, “Jangan khawatir Minji-ssi, aku akan membantumu..”

Minji tersenyum kaku dan mengangguk, “Ne.. Gamshamida..” ucapnya.

 

 

Next>>

Advertisements

4 thoughts on “Ring.. Ring.. Baby Don’t Worry.. [Chapter 1]

  1. wahhh akhirnya eonni pos ff baru

    aku suka ceritanya,keren&menarik juga,walaupun aku berharapnya ff 2hyun sih,hehehe

    keep writing thorrrrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s