Uncategorized

How To Love [Chapter 35] end

Chapter 35

IMG_20141224_235741

-Destiny-

Dujun melangkah masuk ke ruang acara dan mengambil segelas minuman, lalu mengedarkan pandangannya mencari dimana teman-temannya. Bibirnya membentuk senyuman melihat para pria itu. “Annyeong..” sapanya.

“Uuu.. Dujun tiba!” ucap Gikwang sambil menjabat tangan pria itu.

“Kau benar-benar datang seorang diri? Hoorrrlll..” ucap Hyunseung tak percaya.

“Kan sudah kubilang hyung, ajak seorang gadis kenalanmu saja..” ucap Dongwoon heran.

Dujun hanya tersenyum, “Dimana pasangan kalian?” tanyanya.

“Mereka bertemu dengan Soyu..” jawab Hyunseung.

“Hmm…” gumamnya dan meminum air di gelasnya.

“Ini sangat serius Yoon Dujun..” ucap Gikwang, “Kau harus mencari seseorang sekarang..”

“Ne, hyung.. Tidak mungkin kan kau seorang diri seumur hidupmu..” ucap Dongwoon.

Dujun tersenyum tipis mendengar ucapan teman-temannya.

“Ya.. jangan seperti itu.. Ini baru setahun setelah Jihyun-ssi meninggal…” ucap Hyunseung mengingatkan teman-temannya.

“Ne, aku mengerti..” ucap Gikwang, “Tapi paling tidak, cobalah buka hatimu dulu. Bersama gadis lain bukan berarti kau melupakan Jihyun kan? Dia juga pasti tidak ingin melihatmu seorang diri terus..”

“Araso.. araso.. kau bisa mengentikannya sekarang..” ucap Dujun dengan senyuman lucunya.

“Hyung, kau ingin aku mengenalkanmu dengan seseorang? Aku mengenal seorang gadis manis yang pasti akan menarik perhatianmu..” ucap Dongwoon menawarkan.

“Aku setuju! Jika Dongwoon yang mengatakannya aku pasti akan sangat yakin!” ucap Gikwang setuju.

Dujun tertawa dan memandang Hyunseung, “Ya.. bisakah kau meminta mereka berhenti?”

Hyunseung tertawa kecil, “Sudahlah.. jangan dengarkan mereka..” ucapnya.

Dan acara pun di mulai. Semua orang mengikuti ritual pernikahan dengan khitmat. Hingga tiba saatnya pelemparan buket bunga dari sang pengantin.

“Oke, anda bisa melemparkannya dalam hitungan ketiga..” ucap seorang pembawa acara.

Soyu berdiri di sebuah kursi dengan Yoseop yang memeganginya, di belakangnya sudah berkumpul para gadis single yang ingin segera menikah. Ia tersenyum lebar karena akan membagi kebahagiaannya pada salah satu gadis yang nantinya akan mendapatkan buket bunga itu.

Junhyung yang berdiri bersama teman-temannya melirik Hyojin yang berdiri disebelahnya, “Kau bilang ingin mendapatkan buket bunga itu..”

Hyojin tertawa kecil, “Aku hanya bercanda..” ucapnya.

Junhyung tersenyum, “Atau kau tidak percaya diri untuk mendapatkannya?”

Hyojin menatap Junhyung sebal, “Waeyo? Memangnya jika aku tidak mendapatkannya kau akan membatalkan niatmu menikahiku?”

“OH!!”

Hyojin terkejut mendengar orang-orang berseru dan memandang ke depan, saat itu sebuah buket bunga terbang ke arahnya. Spontan ia menangkap buket itu dan meantapnya kaget.

Semua orang terkejut dan menatapnya tak percaya, ia bahkan tidak berdiri di kumpulan gadis-gadis tadi tapi ia mendapatkanya.

Soyu memandang ke belakang dan tersenyum lebar melihat Hyojin yang mendapatkannya.

“Omo!! Wuaaaa!!” sorak teman-teman Junhyung sambil bertepuk tangan melihat tangkapan Hyojin.

Hyojin bingung sendiri karena orang-orang memandangnya tak percaya, lalu memandang Junhyung.

Junhyung juga menatap buket bunga itu tak percaya, lalu memandang Hyojin dan tertawa.

“Ige mwoya?” ucap Hyojin menahan tawa.

Yoseop membantu Soyu turun dan mengambil microphone, “Wuaaa.. Yong Junhyung, kau harus benar-benar menikahi Ahn Hyojin setelah ini..” candanya.

Hyojin tertawa kecil mendengar ucapan Yoseop, namun tawanya langsung berhenti dan melotot melihat Junhyung berlutut dengan satu kaki di hadapannya.

Dongwoon, Hyunseung dan Gikwang langsung mundur sambil tertawa.

Semua orang mulai mengarahkan kamera mereka pada Junhyung dan saling berbisik karena menyadari siapa sang pria.

“Ya.. apa yang kau lakukan?” Tanya Hyojin setengah berbisik.

Junhyung mengeluaran kotak cincin di sakunya, lalu membuka benda itu dan menyodorkan cincin di dalamnya sambil menatap Hyojin dalam.

Hyojin tertegun melihat cincin itu, ia sampai tidak tau apa yang harus ia katakan sekarang.

Junhyung tersenyum hangat dan memegang satu tangan Hyojin, “Ahn Hyojin, ini adalah pertanyaan yang sangat sulit kutanyakan. Tapi aku akan mengatakannya sekarang..” ucapnya memulai. Semua orang terdiam menunggu apa yang akan ia katakan selanjutnya, “Aku pernah menyakitimu di masa lalu, tapi kau masih membuka hatimu dan memaafkanku seperti aku tidak pernah melakukan kesalahan itu. apa kau tau itu sangat berarti bagi?” ucapnya, “Setelah waktu berlalu, kau masih sabar dan tenang disisiku. Aku menyadarinya hari ini. Aku telah menyia-nyiakan banyak waktuku, seharusnya aku langsung bertanya ini padamu..” ia menghela nafas dalam sejenak, “Ahn Hyojin, maukah kau..” ia berhenti sejenak, “..menikah denganku?”

Semua orang tepesona melihat betapa kerennya Junhyung menanyakan hal itu pada Hyojin.

Hyojin dengan air mata harunya mengangguk cepat, membuat seluruh ruangan bersorak sorai dengan penerimaan itu.

Junhyung tersenyum lebar dan memasangkan cincin itu ke jari manis Hyojin, lalu berdiri dan memeluk gadis itu erat.

-|||-

“Hmm.. aku iri sekali dengan Hyojin eonni..” ucap Hyuna ketika kembali dari acara Yoseop bersama Hyunseung.

Hyunseung tertawa kecil, “Waeyo?”

Hyuna memandang Hyunseung, “Karena Hyojin eonni yang mendapatkan buket bunga itu..” jawabnya.

“Memangnya kenapa? Itukan hanya buket bunga..” ucap Hyunseung menahan tawa.

“Oppa, semua gadis itu percaya jika mereka mendapatkan buket bunga itu berarti mereka akan segera menikah! Dan tadi oppa lihat kan? Hyojin eonni langsung di lamar oleh Junhyung oppa..” ucap Hyuna menjelaskan.

Hyunseung tertawa kecil, “Jadi kau ingin segera menikah?”

“Ne..” jawab Hyuna santai.

Hyunseung terkejut dan menatap Hyuna kaget, “Ne?”

Hyuna menatap Hyunseung bingung, “Waeyo? Oppa tidak berniat menikah denganku?”

“Hm?” Hyunseung mendadak merasakan wajahnya memanas dan kembali memandang ke depan karena malu.

Hyuna menatap Hyunseung tak percaya, “Oh.. oppa tidak berniat begitu?”

“Keu-keurom.. tapi aku… mm.. tidak… mmm.. belum tau kapan.” Jawab Hyunseung gugup.

“Apa maksudmu belum tau kapan?” Tanya Hyuna tak mengerti, “Oppa, kau semakin tua, memangnya kau tidak berpikir untuk menikah cepat?”

Hyunseung terkejut mendengar ucapan Hyuna, “Siapa yang tua? Aku masih muda Kim Hyuna!”

“Jika disbanding usiaku, kau jauh lebih tua.. Aku tidak mau menikah dengan seorang ahjussi..” ucap Hyuna dengan ekspresi geli.

Hyunseung terbatuk karena ucapan Hyuna, “Mwo?”

“Oppa, usiamu sudah 27 tahun sekarang. Aku 22.. Jika menunggu hingga 5 tahun lagi, kau sudah 32 tahun.. apa itu tidak terlalu tua?” Tanya Hyuna sebal.

Hyunseung menghentikan mobilnya di lampu merah dan menatap Hyuna sebal, “Ya.. kau tidak tau sekarang usia matang pria itu sekitar 30 tahun? Saat itu pria sudah memiliki pekerjaan yang mapan dan memiliki semuanya..” ucapnya.

“Tapi kan sekarang oppa sudah memiliki pekerjaan yang mapan, apa lagi?” Tanya Hyuna sebal.

Hyunseung memejamkan matanya sambil mengelus dahinya.

“Oh.. aku tau..” ucap Hyuna, membuat Hyunseung kembali memandangnya. “Oppa masih ingin mempertimbangkan apakah aku memang akan menjadi teman hidupmu atau tidak kan?”

Hyunseung terkejut, “Mwo?!”

“Aku sudah tau!” ucap Hyuna dan menyilang kedua tangannya di dada sambil memalingkan wajahnya.

Hyunseung menghela nafas dalam sambil mengelus belakang kepalanya, “Keure, aku akan membicarakannya pada Joon-ssi..” ucapnya pelan.

Hyuna mengerutkan dahi menatap Hyunseung, “Waeyo? Kau menjalin hubungan denganku, kenapa Joon oppa?!”

“Ya Kim Hyuna! Kau tidak tau bagaimana oppa-mu memperingatiku?! Dia membuatku harus menjaga jarak dengan kekasihku sendiri! Jika aku ingin menikahimu, apa kau tau apa yang harus kulakukan untuk meluluhkan oppamu itu?!” ucap Hyunseung kesal.

Hyuna bingung sendiri, “Ne? Oppaku? Jinja?”

Hyunseung mendengus kesal dan menginjak gas mobil lagi ketika lampu berubah hijau.

Hyuna diam sejenak untuk berpikir, lalu memandang Hyunseung. “Jadi oppa sudah memikirkannya?”

“Menurutmu?!” Tanya Hyunseung sebal.

Hyuna tersenyum lebar, “Jeongmalyo oppa?”

“Ahh.. jangan tersenyum seperti itu sekarang!” ucap Hyunseung sebal.

“Oppa..” panggil Hyuna manja.

Hyunseung berusaha menahan senyumannya karena masih ingin terlihat marah, namun ia tidak bisa.

Hyuna senang melihat Hyunseung tersenyum, “Oppa, saranghae..” ucapnya.

Hyunseung tertawa kecil sambil melirik Hyuna, lalu menepikan mobilnya. Lalu memandang gadis di sebelahnya sambil tersenyum, “Nadoo saranghae..” ucapnya, lalu memegang kedua pipi gadis itu dan mencium sang gadis dalam.

Hyuna tersenyum dalam ciuman itu sambil memejamkan mata.

Hyunseung menarik wajahnya dan menatap Hyuna serius, “Jangan katakan apa pun pada Joon jika aku menciummu, arasso?”

Hyuna mengangguk, “Ne..” jawabnya.

Hyunseung kembali tersenyum dan melanjutkan ciuman mereka.

-|||-

Dujun terpaksa menyetujui ide Dongwoon karena teman-temannya yang lain ikut memaksa juga. Siang itu ketika istirahat ia pergi ke sebuah kafe tempat temannya itu membuat janji dengan gadis yang temanya itu maksud. Begitu masuk ia mengedarkan pandangan.

Dongwoon yang sudah duduk di sebuah meja bersama seorang gadis melihat Dujun masuk, “Oh itu dia..” ucapnya pada sang gadis yang duduk di depannya, “Hyung!”

Dujun menoleh dan melihat Dongwoon melambai, bibirnya membentuk senyuman dan segera menghampiri temannya itu. ia bisa melihat seorang gadis berambut panjang duduk membelakanginya.

“Ini dia.. temanku sejak SMA..” ucap Dongwoon ketika Dujun hampir tiba.

Sang gadis menoleh sambil tersenyum, namun langsung tertegun melihat siapa yang muncul.

Dujun juga tertegun melihat siapa gadis itu.

“Hyung, ini Heo Gayoon..” ucap Dongwoon memperkenalkan.

Dujun dan Gayoon sama-sama menunduk canggung dan mengangguk sopan.

“Keure, kalian bisa mengobrol lagi. aku pergi..” ucap Dongwoon sembari bangkit dan menepuk bahu Dujun, lalu melangkah pergi.

Dujun memandang Dongwoon sejenak, lalu bergerak duduk masih dengan perasaan canggung.

“Mmm.. aku tidak tau kau teman Son sajangnim..” ucap Gayoon canggung.

“Mmm.. ne.. Aku juga tidak tau kau kenalan Dongwoon..” ucap Dujun.

Gayoon memandang Dujun canggung, “Mmm.. cesongeo, aku datang karena Son sajangnim yang memintaku.. Aku akan pergi sekarang..” ucapnya sambil berdiri dan membungkuk sopan.

“Gayoon-ssi!” panggil Dujun sambil menahan tangan Gayoon.

Gayoon memandang Dujun kaget.

“Maaf..” ucap Dujun sambil melepaskan tangan gadis itu, “Mmm.. kenapa kita tidak makan siang dulu sebelum pergi?”

Gayoon terlihat bingung dengan pertanyaan Dujun.

“Mmmm.. Aku menyesal sudah membuat situasi diantara kita jadi tidak nyaman..” ucap Dujun menyesal.

“Ne..” jawab Gayoon pelan.

Dujun berusaha mencairkan suasana lagi, “Mmm.. mungkin aku tidak bisa berjanji untuk melihatmu sebagai seorang wanita, tapi apa kita bisa mulai berteman lagi?”

Gayoon tersenyum, “Keurom..”

Dujun tersenyum, “Ayo kita duduk dan memesan makan siang.”

Gayoon mengangguk dan bergerak duduk.

Dujun senang situasi mereka jadi lebih nyaman sekarang dan mulai membicarakan sesuatu yang membuat mereka tertawa dan merasa lebih dekat.

How To Love?

Tidak ada seorang pun yang bisa menjawabnya. Karena cara mencintai seseorang tidak membutuhkan cara, tapi hanya dengan membuka hati dan percaya bahwa kita akan bahagia bersama orang tersebut.

==END==

<<Back

Advertisements

13 thoughts on “How To Love [Chapter 35] end

  1. huahh… sudah end :”
    Ciee… Hyojin langsung dilamar aja ama Junhyung xD
    wah… ternyata jarak umur Hyunseung ama Hyuna jauh juga ya .-.
    kkk~ ternyata wanita yg dikenalin Dongwoon ke Dujun itu Gayoon… gapapa deh jadi temen dulu, kan entar bisa berlanjut xD
    Untuk author nya Fighting!!! Tetep semangat ya buat FF lainnya!! Keep writing! Happy new year too! ^^

  2. Yahhhh,ceritanya udh ending T____T

    Akhirnya dujun pun mau membukakan hati untuk gayoon,wkwkk.
    Hyuna&hyunseung so sweet,kissnya dimobil >_< .
    Akhirnyapun yoseob&soyou pun nikah,chukae.
    Wihhh,junhyung so sweet bngt yah,langsung lamar hyojin pada saat itu.

    Keep writing thorr,next bikin ff yng lebih seru lgi dan kalo bisa ff 2hyun ^-^

  3. Akhirnya semuanya mendapatkan kebahagian mereka senang ngeliat mereka bahagia…
    Baru tau kalau perbedaan usia Hyunseung sama Hyuna jauh juga…
    Dujun akhirnya bisa buka hatinya buat Gayoon juga meski denga awal pertemanan…

  4. mskipun kurang puas krn ceritanya pendek hehe..jdi pengen tambah critanya
    klo mrk udh pd berkeluarga & maslah2 yg ada di dlmnya pasti lbih seru..

  5. yeaahhh happy endinggggg 😀
    gw baca ff ini cuman 1hri daebak mata gw perih , hahaha
    keren semua dapet pasangan ^^
    jiah my seungi kisseu didalem mobil , jd inget mv , hahaaha
    Keren ff nya hanna hanna hanna (y)
    ditunggu ya ff km yang lain kl bisa 2Hyun , hihuhuhu
    keep writing hanna ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s