Uncategorized

How To Love [Chapter 34]

Chapter 34

IMG_20141224_235736

-Way Back To Love-

“Dujun-ssi, aku melihat ada drama musical akhir minggu ini. Apa kau ingin melihatnya bersamaku?” Tanya Gayoon ketika ia dan Dujun bertemu.

Dujun tertegun mendengar pertanyaan Gayoon, “Ne?”

Gayoon tersenyum lebar, “Ne.. Pasti akan menyenangkan, kau suka drama musical?”

Dujun diam sejenak, ia tidak tau apa yang harus ia katakan saat ini.

Gayoon memandang Dujun bingung, “Waekeureyo, Dujun-ssi?”

Dujun menghela nafas dan menatap Gayoon, “Cesongeo, Gayoon-ssi..” ucapnya menyesal.

“Hm? Waekeure?” Tanya Gayoon bingung.

“Aku…” Dujun ragu sesaat mengatakan apa yang ingin ia katakan, “Tahun lalu istriku, gadis yang sangat kucintai meninggal..” ucapnya pelan, “Dan aku tidak berpikir untuk mencari gadis lain lagi..” ucapnya berat.

Gayoon tertegun mendengar ucapan Dujun.

Dujun merasa bersalah harus mengatakan ini pada Gayoon, namun ia tidak ingin perasaannya semakin tumbuh berkembang untuk gadis itu. ia segera berdiri dan membungkuk sopan, “Kuharap kita tidak perlu bertemu jika bukan karena urusan pekerjaan..” ucapnya tanpa memandang gadis itu dan berbalik pergi.

Gayoon memandangi Dujun pergi sesaat, lalu menunduk sedih.

-|||-

“Horrl.. Junhyung akhirnya mengumumkan hubungannya..” komentar Gikwang sendiri membaca berita terpanas tentang sahabatnya itu di internet.

“Berita apa itu?” Tanya Hyerin sembari meletakkan dua cangkir the hangat di meja dan duduk di sebelah Gikwang.

“Ini, tentang temanku Yong Junhyung.” Jawab Gikwang.

“Hmm.. itu..” ucap Hyerin mengerti. “Teman-teman kantorku juga heboh karena berita itu.. Mereka seperti anak SMA saja..” ucapnya dan tertawa.

Gikwang tertawa kecil dan memandang Hyerin sambil mengangkat satu tangannya di atas kepala sang gadis untuk merangkulnya, “Hmmm… keure, kita lupakan yang lain dulu..” ucapnya dengan senyuman lebar yang memperlihatkan eyes-angel-nya.

Hyerin tersenyum memandang Gikwang, “Aku suka melihat matamu ketika tersenyum..” ucapnya sambil menunjuk mata pria itu.

Gikwang tertawa kecil dan tersenyum lebih lebar, “Aku akan tersenyum padamu terus-menerus..”

“Keurom, tersenyum padaku saja..” ucap Hyerin gemas sambil memegang kedua pipi Gikwang.

Gikwang mencubit pipi Hyerin gemas, “Aigoo.. keyomne..” ucapnya, lalu memajukan wajahnya dan mengecup bibir gadis itu.

Wajah Hyerin memerah dan tertawa kecil, “Mwoya?” ucapnya malu.

“Wae? Tidak ada siapa pun disini..” ucap Gikwang menahan tawa dan mencium Hyerin lagi.

Ring!! Ring!! Ring!!

“Cangkaeman.. cangkaeman..” ucap Hyerin menahan tawa sembari mendorong Gikwang karena ponselnya berbunyi.

Gikwang membiarkan Hyerin mengambil ponsel dan melihat layarnya, “Nugu?”

“Oh.. dari bosku..” jawab Hyerin dan mengangkat telepon, “Ne, sajangnim..”

Gikwang menatap Hyerin sebal karena menerima telepon dari bosnya. Karena bos baru gadis itu masih muda, tampan dan memiliki banyak uang. Pria itu sering menyuruh kekasihnya melakukan pekerjaan hingga mereka harus pergi hanya berdua.

“Ne.. ne.. arasoyo sajangnim.. Ne..” ucap Hyerin dan memutuskan telepon.

“Apa katanya?” Tanya Gikwang.

“Hm? Bosku hanya mengingatkan tentang meeting hari Senin..” jawab Hyerin sembari meletakkan ponsel ke meja.

Gikwang menatap Hyerin tak percaya, “Mwo? Siapa bosnya? Seharusnya kau yang mengingatkannya kan?”

“Bosku mengingatkan proposal yang ia kerjakan kemarin, aku menyimpannya karena ia sangat sibuk. Karena itu ia mengingatkanku..” ucap Hyerin menjelaskan.

“Apa dia harus selalu menghubungimu? Apa dia tidak tau kau sudah punya kekasih? Apa dia tidak punya kekasih hingga terus mengganggumu?” Tanya Gikwang sebal.

Hyerin tersenyum mendengar ucapan Gikwang dan memeluk leher pria itu manja, “Aigoo… seseorang cemburu..” ucapnya gemas.

“Ahh.. mwoya?” ucap Gikwang sebal sambil melepaskan pelukan Hyerin.

Hyerin tertawa kecil dan mencubit pipi Gikwang, “Wae? Bosku hanya ingin aku bekerja lebih serius.. kenapa kau seperti itu?” tanyanya lucu.

Gikwang menatap Hyerin sebal, “Mwoya?”

Hyerin tersenyum melihat wajah sebal Gikwang, “Gikwang-i, saranghae..” ucapnya dengan suara imut dan mata berkedip-kedip manja.

Gikwang masih menatap Hyerin sebal, “Arayo..” ucapnya dan memandang tv sambil menyalakannya.

Hyerin cemberut karena Gikwang masih sebal, lalu mengambil cangkir tehnya dan meminum air disana. Matanya kembali melirik pria itu sembari meletakkan cangkirnya lagi di meja. “Kau akan marah seperti ini terus?”

Gikwang memandang Hyerin sebal, “ne..” jawabnya.

“Waeeeee?” Tanya Herin manja.

“Jangan gunakan ekspresi itu, aku akan kesal terus..” ucap Gikwang sebal dan kembali memandang layar tv.

Hyerin memeluk lengan Gikwang manja, “Kenapa kau marah siiih? Kan kau paling tampan, keren dan pengertian..” bujuknya.

Gikwang berusaha menahan senyumannya mendengar ucapan Hyerin, “Tentu saja..”

Hyerin senang Gikwang mulai terpancing, ia semakin bergelayut manja dan menyandarkan kepalanya ke bahu pria itu. “Gikwang-i..” bujuknya.

Gikwang akhirnya menghentikan pertahanannya dan tersenyum, lalu memandang Hyerin. “Wae?”

Hyerin memandang Gikwang dengan senyuman manis di wajahnya, “Apa kau ingin menjemputku setelah meeting hari Senin? Agar semua orang tau aku sudah memiliki kekasih?”

Senyuman Gikwang semakin lebar, membuat matanya seperti garis kecil yang menggemaskan. “Keure, beritau aku ketika kau selesai..”

Hyerin mengangguk dan menyandarkan kepalanya lagi sambil menonton tv.

-|||-

Yang Yo Seop : Wuhuuu… pernikahanku besok!!!

Yoon Doo Joon : Aigoo.. aku sudah melakukannya juga, tidak perlu sombong kan..

Son Dong Woon : Hahaha.. daebak hyung! Kau akan segera menikah!

Jang Hyun Seung : Ohh.. kenapa aku yang merasa gugup ya?

Lee Gi Kwang : Aku akan menyumbangkan sebuah lagu besok, jadi jangan ada yang menghalangiku!

Yong Jun Hyung : Aku akan datang, tapi kurasa tidak bisa tepat waktu.. Wartawan akan memenuhi acara itu jika aku terlihat sebelum acara di mulai..

Yang Yo Seop : Ne, araso Junhyung. Yang pasti kau harus tiba sebelum aku melakukan janji setia saja..

Yang Yo Seop : Oh ya, kalian akan membawa pasangan kan?

Lee Gi Kwang :Keurom, aku akan membawa Hyerin. Kami juga sudah memilih baju yang cocok.. hahaha

Yong Jun Hyung : Aku akan datang bersama Hyojin, toh berita tentang kami sudah tersebar. biar kutebak, Hyunseung akan bersama Hyuna.. benarkan?

Jang Hyun Seung : Hahaha.. tentu saja.. kenapa kau masih bertanya..

Son Dong Woon : Mmm.. aku masih belum tau apakah akan membawa seseorang atau tidak, tapi jika ibuku tidak sibuk aku akan mengajaknya..

Yang Yo Seop :Wuaa… pasti keren jika ibumu datang.. hahaha..

Lee Gi Kwang: Bukankah kau sudah bertemu dengan guru private-mu itu lagi? ajak saja dia..

Jang Hyun Seung : ne! benar sekali! Ajak saja dia..

Yoon Doo Joon : Horrl.. Dongwoon sudah punya pasangan sekarang.. hahahaha..

Son Dong Woon : Aigoo hyung.. mengajak seorang gadis tidak semudah itu.. hahaha..

-|||-

Gikwang mengintip ke gedung besar dari balik sebuah pepohonan di pinggir jalan, “Hmm.. kenapa dia belum keluar juga ya?” gumamnya sambil memandang jam tangan.

“Ahh.. hyung.. kita pergi saja, mungkin dia sudah pulang..” ucap Dongwoon yang hendak berbalik.

Hyunseung menahan Dongwoon, “Jangan menyerah dulu, tunggu saja sebentar lagi..” ucapnya.

“Dia tidak ada hyung, sudahlah..” bujuk Dongwoon sebal.

“Diam dan tunggu dulu..” ucap Gikwang sebal, lalu kembali memperhatikan.

“Kau sangat keren.. sudah jangan tidak percaya diri begitu..” ucap Hyunseung sebal dan merangkul Dongwoon agar tidak pergi dan ikut memperhatikan.

Mata Gikwang membesar melihat seorang gadis berambut panjang keluar, “Oh! Itu dia!! Cepat!” ia langsung menarik tangan Dongwoon.

“Khaja..” Hyunseung mendorong Dongwoon mengikuti Gikwang.

“Ahh.. hyung….” Ucap Dongwoon sebal.

“Cepat, dia sudah semakin jauh!” ucap Gikwang sambil menarik Dongwoon lebih cepat.

“Oh.. dia akan naik taxi itu!” ucap Hyunseung dan spontan mendorong Dongwoon dengan sekuat tenaganya.

Mata Dongwoon melotot merasakan tubuhnya terdorong dan hampir terjungkal bahkan ia tak bisa menahan tubuhnya yang terus melangkah cepat. “Wuaaa!!” serunya kaget dan berakhir memeluk gadis tadi dari belakang.

Jina terkejut merasakan seseorang menyergapnya dari belakang, “Kyaaa!!!” serunya kaget.

Hyunseung dan Gikwang terkejut melihat Dongwoon malah menubruk Jina, “Horrl.. situasi buruk! Kabur!!” ucap mereka dan langsung berlari menyembunyikan diri.

“Oh! Cesongeo!” seru Dongwoon sembari melepaskan pelukannya dan menjaga jarak, lalu memandang ke belakang namun tidak ada siapa pun disana. “Aissh!” gumamnya kesal.

Jina terkejut melihat Dongwoon, “Son Dongwoon! Apa yang kau lakukan?!”

Dongwoon terkejut Jina malah marah, “Oh.. i-itu.. aku… aku..” ia kebingungan dan garuk-garuk kepala sambil memikirkan alasan yang tepat untuk menyelamatkannya dari situasi ini.

Jina mengerutkan dahi melihat ekspresi Dongwoon, “Waekeure? Kau berkeringat seperti itu..”

“Hm? Oh.. hehehe..” Dongwoon segera menyeka keringat di dahinya karena terlalu gugup, “A-ani.. aku hanya…”

Jina memandang sekitar, “Kau hanya sendiri? Kenapa kau disini? Apakah urusan pekerjaan?”

“Hm? Aniya..” jawab Dongwoon yang mulai bisa mengendalikan rasa gugupnya.

Jina memandang Dongwoon tepat di matanya, “Lalu?” Tanyanya ingin tau.

Dongwoon tertegun melihat kedua mata indah Jina yang menatapnya, untuk beberapa detik ia hanya terpaku mengagumi betapa cantiknya gadis di depannya. Kepercayaan dirinya meningkat perlahan seiring senyuman yang terbentuk di bibirnya, “Mmm.. Itu.. Sebenarnya aku ingin bertemu denganmu..”

“Aku? Waekeureyo?” Tanya Jina.

“Mmm.. kau ingat temanku Yang Yoseop?” Tanya Dongwoon memastikan.

Jina tampak mengingat sesaat, “Oh.. sepertinya aku ingat, waeyo?”

Senyuman Dongwoon semakin lebar sekarang, “Besok ia akan menikah, aku ingin mengajakmu pergi bersamaku jika kau tidak keberatan..”

Jina diam sejenak memikirkan ajakan Dongwoon, “Kenapa kau mengajakku?”

Dongwoon memegang tangan Jina dan menatap kedua mata gadis itu dalam, “Kau ingin tau kenapa aku menciummu malam itu?”

Jina tertegun mendengar ucapan Dongwoon. Ia baru ingat pria di depannya berjanji akan memberitau alasan mengapa ciuman itu terjadi ketika sang pria mabuk. “Ne?”

“Itu karena aku merasa kau akan pergi..” ucap Dongwoon memberitau. Membuat Jina mengerutkan dahi bingung, “Karena kupikir…. Semua orang akan pergi karena diriku..” lanjutnya sambil memandang ke bawah sedih, lalu kembali memandang Jina. “Karena itu.. Aku menciummu, agar kau tau aku membutuhkanmu dan kau tetap akan menemaniku..”

Jina tertegun mendengar ucapan Dongwoon, ia benar-benar tidak percaya akan mendengar alasan seperti itu.

Bibir Dongwoon kembali membentuk senyuman, “Jadi, kau bisa pergi denganku?”

Jina segera tersadar dan memalingkan pandangannya, terlihat rona merah muncul di kedua pipinya. Bibirnya juga tampak menahan senyuman malu. “Mmm.. pukul berapa acaranya?”

“Jika kau bisa, aku akan menjemputmu pukul 8..” ucap Dongwoon.

Jina memandang Dongwoon dengan senyuman di wajahnya, “Keure…”

Dongwoon tersenyum lebar, “Oh.. kau akan pulang kan? Bagaimana jika aku mengantarkanmu?”

Jina tersipu malu dan mengangguk.

“Ayo, mobilku disana..” ucapnya dan menggandeng tangan Jina menuju parkiran mobilnya.

Hyunseung dan Gikwang yang memperhatikan dari tempat persembunyian mereka tersenyum melihat cara mereka berhasil.

Dongwoon yang melewati Hyunseung dan Gikwang melirik teman-temannya dan diam-diam mengacungkan ibu jarinya, lalu tersenyum memandang Jina.

<<Back   Next>>

Advertisements

6 thoughts on “How To Love [Chapter 34]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s