Uncategorized

How To Love [Chapter 31]

Chapter 31

IMG_20141224_235723

-Perfect Time-

-Hyunseung’s POV-

Aku membolak balik berkas di tanganku. Setelah beberapa saat, aku teringat janji di saat jam makan siangku dan segera memandang jam tangan. Oh! Aku terlambat! Aku segera menutup berkas dan bangkit, lalu melangkah cepat meninggalkan ruanganku.

Mobilku keluar dari kawasan kantor dan menuju ke tempat janji makan siangku. Ahh.. dia bisa kesal lagi jika aku terlambat. Semoga dia terjebak macet hingga aku tidak perlu mendengar omelannya. Tapi sepertinya aku tidak beruntung kali ini. Ponselku berbunyi dan nama orang yang kuharapkan terkena macet itu muncul. Aku menghela nafas dalam dan mengambil ponsel, lalu menempelkannya ke telinga. “Ne..”

“Ya! Odiga?!”

“Miane, aku masih dalam perjalanan.. Aku sudah melihat tempatnya. Sampai nanti..” jawabku dan memutuskan telepon, lalu membelokkan mobil ke sebuah tempat. Lalu memarkirkan mobilku. Dengan cepat aku melepaskan sabuk pengaman dan mengambil ponsel ketika keluar. Hufft.. kenapa aku yang setuju menemaninya melakukan ini?

Ketika aku masuk, aku langsung menuju bagian setelan jas. Dan disana dia, dengan wajah cemberutnya mencoba sebuah setelan jas. “Hei.. kau sudah mencobanya?”

Yoseop menatapku sebal dengan kedua tangan terlipat di dada, “Kau tidak mengatakan sesuatu dulu?”

Aku menghela nafas dalam, “Keure, maaf aku terlambat..”

“Kau ini.. Bagaimana mungkin kau bisa mengurusi pekerjaanmu ketika temanmu akan menikah?!” ucap Yoseop sebal.

“Araso.. araso.. Kau sudah mencobanya? Aku ingin melihat.” Ucapku sebal. Bagaimana mungkin pria yang akan menikah bertingkah seperti ini?

Yoseop tersenyum lebar, “Bagaimana yang ini?”

Aku memperhatikan baju yang di kenakan Yoseop, “Hmm.. ini tidak buruk. Tapi cobalah yang lain. Aku ingin lihat juga..” ucapku.

“Oke!” ucap Yoseop dan mencari yang lain.

-|||-

Aku keluar dari lift dan melangkah menuju apartemenku. Disaat yang lain setelah mulai bekerja akan pindah ke tempat yang lebih besar, aku masih tetap tinggal disini. Memikirkan pekerjaan sudah sangat melelahkan, apalagi untuk memikirkan tempat baru. Tanganku terulur dan menekan kombinasi kode. Aku terkejut tiba-tiba seseorang memeluk lenganku dan menoleh.

Hyuna tersenyum manis sambil mengedip-kedipkan matanya di lenganku, “Oppa~~”

Bibirku membentuk senyuman dan membuka pintu, lalu menarik tanganku dari pelukannya dan merangkulnya masuk.

“Bagaimana tadi? Oppa jadi menemani Yoseop oppa?” Tanya Hyuna sembari melangkah masuk.

“Ne, aku terlambat sedikit. Dia jadi cemberut seperti anak kecil.” Jelasku sebal.

Hyuna tertawa lucu, “Yoseop oppa masih seperti itu? Padahal minggu depan akan menikah..” ucapnya, lalu membanting tubuhnya ke sofa. “Oppa, segera mandi dan ganti baju.. Aku sudah memasak makan malam..” ucapnya.

“Keure..” ucapku sambil mengendurkan dasi, “Kau akan menunggu disini atau…..” mataku menatapnya nakal, “…ikut mandi bersamaku?”

Wajah Hyuna merona dan tertawa kecil, “Dasar oppa mesum! Segera mandi sana!”

Aku tidak berhenti disini, sangat menyenangkan menggodanya seperti ini. Kedua tanganku bergerak membuka jasku perlahan, lalu membuka kancing bajuku sambil melangkah mendekatinya.

“Oppa!” seru Hyuna malu sembari bangkit dan mendorongku menjauh.

“Wae? Hanya kita yang ada disini..” ucapku sembari melepaskan dasi.

Wajah Hyuna merona merah, “Ugh! Oppa! Nanti Joon oppa mencariku!” ucapnya dan berlari pergi, namun aku menarik tangannya.

Aku tertawa melihatnya ekspresinya, “Kim Hyuna.. Kenapa kau pergi?”

Hyuna menatapku sebal sesaat, lalu memandang ke pintu. Tak lama ia memandangku dengan tatapan sensualnya, “Wae? Oppa ingin aku disini?” tanyanya sambil melipat satu kakinya ke sisi kakiku sambil mengelus pahanya yang ketika itu mengenakan celana pendek.

Deg! Aku tertegun melihat sikapnya.

Hyuna menggigit bibir bawahnya dan mengelus dadaku yang sudah terbuka, “Oppa ingin mandi bersamaku?” tanyanya dengan nada sexi. Lalu menarik satu tanganku ke pahanya.

Aku menelan ludah merasakan paha mulusnya di tanganku. Jantungku berdegup kencang dan keringat dingin mulai memenuhi dahiku. “Hyu-Hyuna..” ucapku tergagu.

“Waeyo oppa? Hanya ada kita disini..” bisik Hyuna dan merapatkan tubuhku ke dadaku.

Mataku membesar melihat dadanya menempel di dadaku. Nafasku jadi terasa sesak.

“Oppa, sekarang aku bukan anak remaja lagi. Kau mau lihat apa yang bisa kulakukan?” Tanya Hyuna seduktif sambil menggantung kedua tangannya di leherku.

“Hyu-Hyuna..” aku tidak bisa mengatakan apa pun karena terlalu gugup. Aku terkejut ketika ia menarik wajahku ke wajahnya, dengan cepat aku melepaskan kedua tangannya dari leherku dan bergerak mundur. “oh.. A-aku.. Aku.. mandi.. mmm.. Aku.. ke… Mmm…” aku benar-benar tidak bisa mengatakan apa pun dan langsung melangkah cepat menuju kamarku.

Hyuna tertawa terpingkal-pingkal melihatku kabur seperti itu, “Oppa! Baru seperti itu kau sudah kabur! Hahahahaha…”

Aku masuk ke kamar dan menutup pintu. Wajahku benar-benar terasa panas. Aissh! Seharusnya aku tidak menganggap remeh gadis yang baru tumbuh dewasa itu.

Setelah aku membersihkan diri dan mengenakan pakaian rumah, aku keluar dari kamar dan melihat Hyuna sedang menonton tv.

Hyuna menoleh kearahku dan bergerak bangkit, “Sudah siap oppa?” tanyanya, lalu mematikan tv. Ia berlari menghampiriku dan memeluk lenganku lagi, “Khaja..” ucapnya dengan wajah tak berdosa. Aissh.. wajahku masih terasa panas karena malu dan dia bisa bersikap seperti tidak terjadi apa pun.

Kami keluar, dari apartemenku dan berjalan menuju apartemen Hyuna. Aku menunggu dia membuka pintu dan melangkah masuk.

“Kenapa lama sekali? Aku sudah kelaparan..” ucap Joon sebal.

Hyuna melepaskan lenganku dan menunjukku dengan wajah tak berdosanya, “Hyunseung oppa tadi tidak langsung mandi oppa.. dia menggodaku dulu untuk mandi bersamanya!” kadunya.

Aku terkejut mendengar ucapan Hyuna dan menatap gadis itu tak percaya, “Ya!”

Joon menatapku tajam, “Hyunseung-ssi, kau sudah bosan berjalan dengan kakimu?”

Aku bergidik mendengar ucapan Joon, “N-Ne? a-aniya.. aku tidak serius.. Aku hanya bercanda..” jawabku cepat.

Hyuna tertawa melihatku tergagu dan melangkah ke meja makan.

“Aissh.. gadis ini..” ucapku sebal pada Hyuna.

Joon tertawa kecil, “Hyunseung-ssi, adikku masih kuliah. Jangan buat dia memiliki anak dulu..” candanya dan ikut melangkah ke meja makan.

Aku tertawa kecil mendengar ucapan Joon dan ikut bergabung ke meja makan, “Ne, ne.. arasso.. Hyungnim..” ucapku.

Hyuna tertawa kecil mendengar ucapan Joon. “Hyunseung oppa hanya menggoda oppa, wajahnya akan langsung memerah ketika aku membalasnya..” ceritanya menahan tawa.

Aku menatap Hyuna sebal, “Ya…”

Joon tertawa kecil sambil mengambil makanan ke mangkuknya, “Keure, makanlah dulu.. Kalian butuh tenaga untuk saling menggoda lagi..” candanya.

Aku mengambil sayur dan memberikannya ke piring Hyuna, “Ini, kudengar jika ingin mempunyai anak perempuan harus makan banyak sayuran..” ucapku dengan nada bercanda.

Hyuna menatapku lucu, “Memangnya benar? Aku akan makan sayur yang banyak..” ucapnya. “Tapi kemarin oppa menggunakan pengaman kan?” tanyanya dengan wajah polos padaku.

Aku tertegun mendengar ucapan Hyuna, lalu melirik Joon yang terpaku menatap kami.

“Pengaman apa?” Tanya Joon.

“Hm?” ucap Hyuna kaget, lalu menatapku.

Aissh.. kenapa Hyuna mengatakan itu?

Joon memandang kami bingung, “Tunggu, apa kalian…”

“Oh! Aku lupa pintuku belum terkunci..” ucapku sambil bangkit dan langsung pergi dari meja makan.

“Ahh.. perutku..” ucap Hyuna sambil bangkit dan berlari ke kamar mandi.

“YA!” seru Joon.

-|||-

“Oppa sih.. kenapa membahas itu di depan Joon oppa!” protes Hyuna sebal ketika aku mengantarkannya kuliah sembari pergi ke kantor.

Aku menatapnya aneh, “Aku? Kau yang mengadu padanya..”

Hyuna cemberut sendiri, “Joon oppa jadi melarangku main ke apartemenmu lagi..”

“Habis.. kau mengatakannya.. Joon jadi tau apa yang kita lakukan..” ucapku sebal.

Wajah Hyuna memerah, “Lakukan apa? Dasar oppa mesum..”

Aku tertawa melihat wajahnya memerah, “Keure, aku yang mesum..” ucapku mengalah.

Hyuna tertawa kecil, “Ne.. oppa mesum..”

Aku hanya tertawa mendengar ucapannya.

-Hyunseung’s POV end-

-|||-

Dujun menjepit ponsel ke bahunya sambil memilih baju yang akan ia kenakan pagi ini, “Ne.. aku akan mengambil bajunya nanti ketika makan siang.. Jangan khawatir..” ucapnya, “Eiii.. aku sudah menikah lebih dulu darimu, tidak perlu berlebihan..” ucapnya sebal, lalu tertawa kecil. “Ne.. araso..” ucapnya dan memutuskan telepon. Ia menggigit ponsel untuk mengenakan jasnya dan keluar. Ketika hendak memasukkan ponsel ke saku di dalam jas, ia mendengar ponselnya berbunyi dan memandang layar. Ia sempat tertegun sesaat melihat nama Heo Gayoon muncul.

Ia menghela nafas dalam dan mengangkat telepon, “Yoboseyo..”

“Dujun-ssi, tentang furniture yang sudah di pesan waktu itu. klien-mu menghubungiku dan berkata tidak menyukainya..” ucap Gayoon di seberang.

Dujun tertegun, “Ne?”

“Eoteokhe? Apa aku harus mengganti furniture-nya lagi?” Tanya Gayoon.

“Cangkeuman, aku akan berbicara dengan klien-ku dulu.. Aku akan mengabarimu lagi nanti.” Ucap Dujun.

“Ne..” jawab Gayoon dan telepon terputus.

“Ahh.. apa-apaan ini?” ucap Dujun kesal, lalu mengambil tas kerjanya dan segera melangkah pergi sambil menghubungi seseorang.

-|||-

Dujun duduk canggung di depan Gayoon sambil memegang cangkir di meja, “Mmm.. cesonghamida.. Aku tidak tau ternyata klien-ku itu pecinta gotik..” ucapnya menyesal.

Gayoon tersenyum, “Ne, gwenchana.. Aku juga pernah bertemu klien yang memiliki selera aneh seperti itu..”

Dujun mengambil cangkir dan meneguk airnya, lalu memandang Gayoon canggung. “Mmm.. aku tidak tau harus mengatakan apa lagi..”

Gayoon tertawa kecil, “Gwenchanayo, Dujun-ssi.. Ini bukan hal besar.. Kita bisa mencari furniture dengan warna gelap..” ucapnya.

Dujun tersenyum, “Keure, aku akan membatalkan pemesanan kemarin dan mencari yang baru..”

Gayoon mengangguk, “Ne..”

Dujun mengambil gelasnya lagi dan meminum airnya, entah mengapa ia senang mendengar akan mencari furniture lagi bersama Gayoon.

<<Back Next>>

Advertisements

8 thoughts on “How To Love [Chapter 31]

  1. Yippieee gayoon muncul menyelamat kan bang dudu dari kegalauan , hahahahaha
    aigoo aigoo 2Hyun apa yang kalian lakukan tanpa pengaman itu ???!
    kenapa gg ngajak” hah , tegaa bangett bebep km khianatin. aq *LemparJSKeKasur *Plakkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s