Uncategorized

How To Love [Chapter 28]

Chapter 28PhotoGrid_1418143747898

-Never Let You Go-

Dongwoon melangkah cepat ke sebuah tempat yang pernah ia tunjukkan pada Jina agar Sungjae bisa melukis sesukanya di dinding. Yaitu di sebuah lahan kosong milik keluarganya yang belum di gunakan. Tempat itu hanya memiliki dinding membentuk setengah lingkaran tanpa atap. Jadi jika Sungjae melukis tidak perlu memikirkan untuk menghapuskan karena jika hujan turun lukisan pria itu yang terbuat dari kapur akan terhapus sendirinya. Ia menghela nafas lega melihat Sungjae masih ada disana walaupun sudah malam, ia mengedarkan pandangan dan melihat Jina sedang memperhatikan pria itu. bibirnya membentuk senyuman lega dan melangkah menghampiri gadis itu dari belakang.

Jina menoleh dan tertegun melihat Dongwoon duduk di sebelahnya, “Son Dongwoon..”

Dongwoon tersenyum memperhatikan Sungjae melukis dengan berbagai warna kapur, “Hmm.. dia semakin mahir..” ucapnya.

Jina memandang dinding dan kembali memandang Dongwoon, “Mmm.. ne..” jawabnya ragu.

Dongwoon memandang Jina, “Kau tau ujian akhirku tinggal beberapa bulan lagi kan?”

“Ne..”  jawab Jina pelan.

“Dan aku akan segera berangkat ke Inggris setelah ujian itu..” ucap Dongwoon memberitau.

Jina tertegun, “Ne? kau akan…. Ke Inggris?”

Dongwoon mengangguk, “Ne.. bukankah aku sudah berkata akan masuk Harvard? Pria tidak bisa menarik ucapannya lagi kan?”

Jina terlihat bingung, “Tapi… ibumu sudah tau tentangmu, apa ia masih ingin mengirimmu keluar negeri?”

Dongwoon menggeleng, “Aniya, aku yang menginginkannya..”

“Ne? waeyo?” Tanya Jina tak mengerti.

Dongwoon tersenyum tipis, “Jika aku tidak pergi, keadaan akan menjadi rumit. Eomma akan merasa canggung, aku juga.. Mungkin hubungan kami tidak akan membaik..” jawabnya, “Tapi jika aku pergi, kami memiliki waktu yang lama untuk menata perasaan kami lagi. dan mungkin ketika aku kembali lagi, kami bisa tersenyum satu sama lain dari hati ke hati dan melupakan semua yang terjadi..”

Jina menatap Dongwoon sedih, “Dongwoon..”

“Hajima..” ucap Dongwoon memotong ucapan Jina, lalu tersenyum manis. “Aku tidak ingin meninggalkan kenangan sedih. Biarkan ini menjadi hari yang penuh kenangan karena kita bisa tersenyum dan tertawa gembira..” ucapnya.

Jina diam sejenak. Ia sangat sedih mengetahui apa yang telah menimpa Dongwoon, namun melihat pria itu tersenyum tanpa beban, ia merasa lebih baik. Bibirnya membentuk senyuman dan mengangguk, “Keure..”

Dongwoon mengangguk dan kembali memperhatikan Sungjae menggambar, “Hmm.. aku akan merindukan tempat ini..”

Jina ikut memperhatikan Sungjae yang sudah hampir menyelesaikan gambar di dinding, “Apa kau baru akan kembali setelah lulus?”

“Ne..” jawab Dongwoon tanpa ragu.

Jina tertegun dan kembali memandang Dongwoon, entah mengapa ia sangat terkejut mengetahuinya. “Wae?”

“Karena jika aku kembali…” Dongwoon diam sejenak, lalu kembali memandang Jina. “..Mungkin aku tidak ingin kembali kesana lagi..”

Jina terdiam. Ia berusaha keras untuk tidak menangis karena ia tau tidak berhak untuk itu, “Hmm.. begitu..” ucapnya sambil berusaha tersenyum.

Dongwoon diam menatap kedua mata Jina sesaat, gadis itu juga menatapnya. Ia seperti melihat kerlipan-kerlipan indah di tatapan gadis itu sekarang. Kepalanya bergerak maju dan mencium gadis itu lembut.

Spontan Jina memejamkan matanya dan membalas ciuman Dongwoon. Tak lama matanya kembali terbuka ketika pria itu menarik wajah dan kembali bertatapan dengan pria itu.

Dongwoon tersenyum, “Kau masih ingin tau kenapa aku menciummu malam itu?”

Jina tersenyum malu, “Waeyo?”

“Mmm..” Dongwoon berpura-pura berpikir sejenak, lalu memandang Jina dengan mata menyipit. “Aku akan memberitaunya setelah kembali dari Inggris..”

Jina menatap Dongwoon tak percaya, “Mwo? Kenapa lama sekali?”

Dongwoon tertawa kecil sambil mencubit ujung hidung Jina gemas, “Terserah aku..” ucapnya.

“Aisssh.. kau ini..” ucap Jina sebal sambil memukul bahu Dongwoon. Saat itu ia menyadari Sungjae selesai menggambar dan langsung melangkah pergi. “OH! Sungjae-a.. tunggu…” panggilnya sambil mengambil tasnya.

“Ya! Tunggu..” panggil Dongwoon sambil menggandeng Jina dan mengejar Sungjae.

-|||-

Hyunseung berdiri bersama dokter yang menangani Joon sambil memperhatikan pria itu bersama Hyuna duduk di taman panti sambil bercanda, bibirnya membentuk senyuman melihat mereka terlihat bahagia.

“Keadaan psikis pasien Kim Joon berkembang pesat setelah ia mulai terbuka. Apalagi setelah kembali dari aksi kaburnya itu, pasien Kim Joon tidak sering kambuh. Bahkan ketika membahas adiknya saat konsultasi, ia bisa terlihat sangat ceria tanpa beban.” Cerita dokter itu.

Hyunseung memandang dokter itu, “Gamshamida, sonsaengnim.. Aku tidak menyesal menghubungimu..”

Dokter itu tersenyum dan memandang Joon dan Hyuna lagi.

Sementara itu.

“Oppa tidak pernah kambuh lagi?” Tanya Hyuna.

“Hmm.. hanya dua kali minggu lalu..” jawab Joon sambil tersenyum bangga.

Hyuna tersenyum lebar, “Bagus.. itu kemajuan pesat..” ucapnya senang.

Joon mengangguk, “Yang penting oppa tetap mengkonsumsi obat dan mengikuti terapi, semuanya akan baik-baik saja..” ucapnya sambil mengelus rambut adiknya.

“Ne..” ucap Hyuna, “Oppa, aku mencari di internet.. Katanya cara mengeluarkan beban di hati dengan menangis sepuas-puasnya. Jadi jika oppa merasa sedih atau berat akan sesuatu, menangis saja ketika tidak ada siapa pun..”

Joon tersenyum, “Araso..”

Hyuna tersenyum senang.

-|||-

Yoseop melangkah bersama Soyu setelah menyelesaikan kelas terakhir mereka. ia tertegun melihat Jieun melangkah dari arah berlawanan, ia berhenti dan memandang Soyu. Namun gadis itu sudah terlanjur melihat Jieun. ‘O’ow..’ batinnya panic.

Soyu tertegun melihat Jieun juga berhenti ketika melihat mereka, lalu memandang Yoseop yang terlihat bingung harus bagaimana.

Yoseop memandang ke bawah dan menggenggam tangan Soyu berjalan melewati Jieun yang juga memandang kebawah dan melangkah melewati mereka.

Soyu merasa bersalah karena membuat Yoseop dan Jieun yang sudah berteman sejak SMA jadi seperti orang asing. Ia menghentikan langkahnya dan juga menahan langkah Yoseop.

Yoseop berhenti dan memandang Soyu bingung.

Soyu tersenyum pada Yoseop dan memandang ke belakang, “Jieun-a..” panggilnya.

Yoseop tertegun mendengar Soyu memanggil Jieun.

Jieun berhenti karena terkejut, lalu berbalik memandang Soyu yang tersenyum memandangnya. “Ne?”

“Kau sudah makan siang? Bagaimana jika makan siang bersama kami?” Tanya Soyu.

Jieun tertegun lagi, “Ne?” ucapnya bingung, lalu memandang Yoseop.

Yoseop terlihat shock menatap Soyu, ia jadi bingung harus mengatakan apa.

Soyu memandang Yoseop bingung, “Wae? Kau tidak ingin mengajak temanmu?”

Meskipun masih bingung, Yoseop tersenyum dan memandang Jieun. “Jieun-a, kau mau bergabung bersama kami?”

Jieun diam sejenak, lalu tersenyum. “Keurom..” jawabnya senang.

-|||-

Nana tersenyum begitu melihat Gikwang muncul dan langsung menghampiri pria itu, “Gikwang-i..” sapanya.

Gikwang berhenti begitu melihat Nana, “Oh.. Nana..”

Nana memeluk lengan Gikwang dengan senyuman manjanya, “Gikwang-i, apa kau punya waktu sore ini?”

Gikwang tertegun, “Ne? oh…”

“Pergi bersamaku ya..” bujuk Nana manja.

Gikwang menatap Nana kaku, ia bingung harus mengatakan apa. Kepalanya menoleh dan melihat Hyerin keluar dari perpustakaan.

Hyerin tertegun melihat Gikwang bersama Nana. Ia menunduk dan melangkah ke arah lain.

Gikwang tertegun melihat Hyerin berjalan pergi, “Oh.. Hyerin-a!” panggilnya.

Nana tertegun Gikwang malah memanggil orang lain.

Hyerin berhenti dan memandang ke arah Gikwang. Ia terkejut pria itu memanggilnya ketika bersama Nana.

Gikwang tersenyum pada Nana sambil melepaskan pelukan gadis itu di lengannya, “Cesongeo, aku sudah punya janji dengan orang lain..” ucapnya, lalu berlari kecil menghampiri Hyerin dengan senyuman manisnya. “Miane, kelasku berakhir lebih lama..” ucapnya sambil memegang tangan Hyerin, “Khaja..” ajaknya dan menarik tangan gadis itu.

Wajah Hyerin merona mengetahui Gikwang lebih memilihnya di banding Nana. Tangannya menggenggam tangan pria itu dan berjalan riang bersama sang pria.

-|||-

“Ahhh.. akhirnya akhir pekan..” ucap Jihoon sambil merenggangkan punggungnya.

“Keure.. sampai jumpa semua..” ucap Junhyung riang sembari melangkah ke pintu.

Hyojin dan Jihoon memandang Junhyung.

“Ne? kau akan kemana? Aku berencana mengajak kalian makan bersama..” Tanya Jihoon.

Junhyung membuka pintu sambil tersenyum pada Jihoon, “Mian hyung, malam ini seseorang sudah membooking-ku.. Annyeonghaseyo.” Pamitnya dan menghilang dari pintu.

Hyojin menutup buku liriknya dan mengambil tas.

Jihoon memandang Hyojin, “Kau juga akan pergi?”

Hyojin tersenyum, “Ne, oppa.. aku akan pergi dengan seseorang..”

“Hoorrll.. apa hanya aku yang akan seorang diri malam ini?” Tanya Jihoon sebal.

Hyojin tertawa kecil sembari bangkit, “Keure, aku pergi.. Annyeonghaseyo..” ucapnya dan melangkah ke pintu. Ia menyandang tas di satu bahu dan menyapa beberapa orang yang ia temui. Hingga ia tiba di parkiran dan langsung menghampiri sebuah mobil. Ia mengintip kedalam melalui jendela dan membuka pintu.

Junhyung yang sedang memasang sabuk pengaman memandang Hyojin dan tersenyum, “Kau lebih lama dari yang kukira..”

Hyojin bergerak masuk sambil menutup pintu, “Ne, Jihoon oppa sepertinya kesepian..” jawabnya sambil memasang sabuk pengaman.

Junhyung tertawa kecil dan menghidupkan mesin, “Salahnya karena masih single..” candanya dan meninggalkan tempat itu.

Hyojin tertawa kecil, “Jadi, kita akan kemana?”

“Mmm.. sekarang masih pukul 11 malam. Orang-orang masih berkeliaran, jadi kurasa kita mencari tempat untuk makan dulu. Baru mencari tempat untuk menghabiskan malam..” ucap Junhyung.

Hyojin mengangguk, “Keure..” ucapnya dan memandang keluar jendela.

Junhyung membelokkan mobilnya, setelah beberapa menit ia melirik gadis di sebelahnya dan kembali memandang ke depan sambil menahan senyuman.

“Aku tau kau melirikku..” ucap Hyojin sambil mengeluarkan ponselnya.

Junhyung menahan tawa, “Cesonghamida..” candanya.

Hyojin tertawa kecil sambil memandang Junhyung, lalu kembali memandang ke depan.

-|||-

Beberapa Bulan Kemudian..

Dongwoon memeriksa passport dan tiketnya lagi sebelum waktu check-in tiba.

Ibu Dongwoon menatap putranya sedih, “Hmm.. kau benar-benar akan pergi?”

Dongwoon memandang ibunya sambil tersenyum, lalu memegang kedua bahu wanita yang telah mengurusnya sejak kecil itu. “Gwenchanayo eomma.. jika eomma merindukanku eomma bisa mengunjungiku kesana..”

Ibu Dongwoon masih terlihat tidak terima untuk melepaskan putranya pergi, tangannya memegang pipi pria itu dan menatapnya sedih. “Waeyo? Apa hanya eomma yang akan merindukanmu?”

Dongwoon tertawa kecil dan memeluk ibunya, “Tentu saja tidak eomma.. Aku juga akan sangat merindukanmu, eomma..” ucapnya.

Ibu Dongwoon tersenyum dan mengelus rambut putranya lembut, “Dongwoon-a.. Sebelum kau pergi, eomma ingin kau mendengarkan eomma..”

“Ne..” jawab Dongwoon tanpa melepaskan pelukannya.

“Meskipun kita melewati waktu yang sulit, kita tetap akan bersama. Juga seperti yang semua orang ketahui, kau putra eomma satu-satunya..” ucap ibu Dongwoon.

Dongwoon tersenyum, “Arasso eomma..”

“Son Dongwoon!” sorak Yoseop dari kejauahan.

Dongwoon mengangkat wajahnya dan melepaskan pelukannya ketika melihat teman-temannya, “Hyung!” sapanya.

“Annyeonghaseyo, eommanim..” sapa Hyunseung, Gikwang, Yoseop dan Junhyung sambil membungkuk sopan.

Ibu Dongwoon tersenyum, “Ne..” ucapnya, “Keure, eomma akan membelikan makanan untuk cemilanmu di pesawat nanti.” Ucapnya pada Dongwoon, lalu melangkah pergi.

“Ya.. kau benar-benar akan pergi!” ucap Yoseop sambil memeluk Dongwoon.

“Hoorrrll.. aku tidak percaya akhirnya sudah tiba juga..” ucap Gikwang dan ikut memeluk Dongwoon.

Dongwoon tertawa dan mendorong kedua temannya, “Ahh.. hyung.. jangan berlebihan!”

Junhyung tersenyum menatap Dongwoon, “Ya maknae.. belajar dengan keras, arasso?!”

Dongwoon tersenyum lebar, “Keuromyeon hyung.. Aku menunggu konsermu di Inggris..” ucapnya.

Junhyung tertawa kecil, “Ne, tunggu saja.. Aku akan segera go Internasional..”

Hyunseung memegang bahu Dongwoon sambil tersenyum lebar, “Kau yang paling muda, yang paling pintar dan juga yang paling berani. Jaga dirimu disana..”

Dongwoon mengangguk, “Ne, arasso hyung..”

Ibu Dongwoon kembali dengan sekantung makanan, “Dongwoon-a, sudah saatnya check-in..” ucapnya.

“Oh… ne..” jawab Dongwoon dan memandang teman-temannya, “Keureyo, hyung.. aku pergi.. Annyeonghaseyo..” sapanya sambil membungkuk sopan pada teman-temannya.

“Kami menyayangimu, Dongwoon-a..” ucap Yoseop dengan ekspresi sedih.

Dongwoon tertawa, “Ne, araso hyung..”

“Nikmati penerbanganmu, Dongwoon-a..” ucap Gikwang.

“Ne..” jawab Dongwoon.

“Sampai jumpa, Dongwoon..” ucap Hyunseung.

“Bye…” ucap Junhyung.

Dongwoon tersenyum, lalu memandang ibunya. “Eomma, aku pergi..” ucapnya dan memeluk ibunya.

“Ne.. eomma akan datang setelah perusahaan menyelesaikan projek sebelumnya..” ucap ibu Dongwoon sambil mengelus punggung Dongwoon.

Dongwoon melepaskan pelukannya dan memandang teman-temannya sekali lagi, “Keure.. sampai jumpa semuanya..” ucapnya dan mendorong troli berisi koper-kopernya menuju pintu check-in.

“Aku sudah merindukanmu, Dongwoon!!” sorak Yoseop.

Dongwoon tertawa dan memandang Yoseop lucu, teman-temannya yang lain juga ibunya tersenyum mendengar ucapan pria itu. saat itu, ia teringat seseorang dan mengedarkan pandangannya. Ia memang berkata pada Jina untuk tidak datang karena akan sulit menyampaikan perpisahan, namun ia tetap berharap bertemu gadis itu sebelum pergi. Ia menghela nafas dalam dan kembali mendorong trolinya.

<<Back Next>>

Advertisements

10 thoughts on “How To Love [Chapter 28]

  1. ya maknae kita pergi 😥
    titi dj ya , semoga perjalanan anda nyaman dan selamat sampai tujuan , huhuhu
    cielaaahhh hyojin am jin akurr , cihuyyyyy
    seung am hyuna gg ada kemajuan :p
    semoga aja joon. gg pura” sembuh deh ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s