Uncategorized

How To Love [Chapter 27]

Chapter 270

-Don’t Let Her Go-

Hyuna berbaring di pangkuan Joon dan memandang pria itu ketika merasakan elusan lembut di rambutnya.

“Kau tidak takut pada oppa?” Tanya Joon.

Hyuna menggeleng, “Aniya.. Kenapa aku takut? Oppa sayang padaku..”

Joon tersenyum tipis, “Apa kau tidak takut oppa akan tiba-tiba memukulmu lagi?”

Hyuna menggeleng lagi, “Yang memukulku bukan oppa, oppa tidak akan memukulku..”

Joon mengelus rambut adiknya lembut, “Saat oppa menjadi diriku yang lain, apa kau tidak takut?”

Hyuna diam sejenak, lalu memegang tangan Joon. “Aku takut..” ucapnya jujur, “Bukan karena oppa akan memukuliku.. Tapi aku takut oppa tidak akan kembali sadar dan menjadi orang lain selamanya..”

Joon tersentuh mendengar ketakutan Hyuna, “Oppa miane…” ucapnya menyesal.

“Aniya.. kenapa oppa meminta maaf terus?” ucap Hyuna sebal, kedua matanya mulai berkaca-kaca.

“Oppa seharusnya tidak melarikan diri.. Tapi oppa sangat takut pada kenyataan..” ucap Joon menyesal. “Oppa tidak mengerti mengapa oppa jadi seorang pengecut seperti ini..”

Hyuna bergerak bangkit dan menatap Joon, “Gwenchana oppa, semua orang pasti merasa takut. Aku akan membantu oppa melewatinya..”

Joon menatap Hyuna penuh haru, lalu mengelus pipi adiknya dengan senyuman bangga. “Aigoo.. adik kesayangan oppa sudah dewasa..” ucapnya.

Hyuna tertawa malu, “Keurom.. aku sudah dewasa sekarang..”

Joon mengangguk, “Ne..”

“Keuronika oppa, jangan khawatir.. Selama oppa menjalani pengobatan, aku akan terus mengunjungi oppa. Juga memberikan semangat pada oppa.. Hingga oppa sembuh dan bisa kembali pulang lagi..” ucap Hyuna bersungguh-sungguh.

Joon memegang kedua pipi Hyuna dan mencium dahi adiknya, lalu menarik gadis itu ke pelukannya.

-|||-

Hyunseung berputar-putar di sekitar Seoul untuk mencari Hyuna. “Aissh!! Kemana sebenarnya dia pergi?!” serunya kesal dan terus berusaha menghubungi ponsel Hyuna. Ia tertegun ketika akhirnya panggilan itu terjawab.

“Oppa..”

“YA! Kim Hyuna!! Dimana kau?!” seru Hyunseung marah.

“Aku bersama Joon oppa..” jawab Hyuna.

Hyunseung tertegun, “Ne? dimana kalian?! Aku kesana sekarang!” ia memutuskan telepon dan memutar mobilnya. Jantungnya berdegup kencang memikirkan kondisi Hyuna. “Apa Joon memukulnya lagi?” gumamnya resah, lalu menambah kecepatan mobilnya.

Setengah jam kemudian.

Hyunseung menghentikan mobilnya di depan gang kecil dan segera turun sambil menghubungi nomor Hyuna, “Hyuna! Aku sudah disini, dimana kau sekarang?”

“Aku disini oppa..” jawab Hyuna.

Hyunseung tertegun dan berbalik, ia tertegun melihat Hyuna berjalan bergandengan tangan bersama Joon yang masih mengenakan seragam pasien.

Hyuna menyimpan ponselnya dan memandang Joon.

Joon membungkuk sopan pada Hyunseung, “Annyeonghaseyo Hyunseung-ssi..”

Hyunseung menghampiri Hyuna dan Joon hati-hati, “Ne.. annyeonghaseyo..” ucapnya ragu, lalu memandang Hyuna. “Neo gwenchana?” bisiknya pada gadis itu.

Hyuna mengangguk, “Ne..”

Hyunseung melirik Joon yang mendengar pertanyaannya, “Mmm.. aku hanya.. mmm.. memastikan..”

Joon tersenyum, “Gwenchana, aku mengerti pertanyaan itu..” ucapnya.

Hyunseung tersenyum, “Apa kau sudah siap kembali?”

Joon berpandangan dengan Hyuna, lalu kembali memandang Hyunseung sambil mengangguk. “Ne..”

Hyunseung melirik Hyuna yang terlihat senang bisa bersama Joon, “Mmm.. kita masih punya waktu.. Bagaimana jika kita makan dulu dan baru kembali ke panti?”

“Ne!!” ucap Hyuna riang, lalu menarik Joon ke mobil Hyunseung. “Khaja oppa..”

Hyunseung tersenyum lebar melihat tingkah lucu Hyuna, lalu melangkah masuk ke mobilnya.

-|||-

Hyojin mendorong pintu studio music dan melangkah masuk sambil menghidupkan lampu, ia tertegun melihat Junhyung duduk bersandar di sofa dengan mata terpejam.

Dahi Junhyung berkerut dan langsung melindungi matanya dari cahaya, “Hmm..” gumamnya sambil bergerak sedikit mengangkat kepalanya.

Hyojin menatap Junhyung bingung, “Kau tidur disini semalaman?”

Junhyung mengintip Hyojin dengan satu matanya, “Ne..” jawabnya sambil mengusap kedua matanya. “Ahhh…” rintihnya sambil mengelus pundak.

“Waekeure? Kenapa kau tidak pulang ke rumahmu saja?” Tanya Hyojin tak mengerti sambil meletakan tasnya di kursi dan mengambil gelas plastic di sebelah dispenser. Juga mengisi dengan air dan menghampiri Junhyung. “Ini, minumlah..”

Junhyung mengambil gelas itu, “Gumawo..” ucapnya dengan suara serak karena baru bangun tidur, lalu meneguk air disana.

Hyojin tersenyum lucu, “Apa penyanyi besar semuanya seperti ini?” candanya, lalu melangkah ke tempat duduknya.

Junhyung memandang Hyojin, ia tak percaya gadis itu menahan tawa.

Hyojin menghidupkan mesin perekam dan memeriksa semuanya masih berjalan lancar seperti tidak terjadi apa pun sebelumnya.

Junhyung bingung sendiri dengan sikap tenang Hyojin, “Ahn Hyojin..”

“Hm?” Jawab Hyojin sambil menghidupkan speaker.

“Kau tidak marah padaku?” Tanya Junhyung bingung.

Hyojin berhenti dan memandang Junhyung, “Marah kenapa?”

Junhyung jadi salah tingkah karena Hyojin memandangnya, “Mmmm.. karena masalah kemarin..” jawabnya pelan.

Hyojin diam sejenak, lalu tersenyum tipis. “Aniya, aku memang kecewa. Tapi untuk apa memikirkannya..” ucapnya dan kembali melanjutkan kegiatannya.

Junhyung memandang Hyojin tak mengerti, “Mmm.. jeongmal?”

“Ne..” jawab Hyojin tanpa berhenti.

Junhyung mengerutkan dahinya, “Semudah itu?”

Hyojin berhenti dan menahan senyumannya, lalu berbalik menatap Junhyung dengan wajah seriusnya.

Junhyung tertegun melihat ekspresi Hyojin dan berusaha menghindari tatapan gadis itu.

“Teman-temanmu menghubungiku semalam..” ucap Hyojin.

Junhyung tertegun dan menatap Hyojin kaget, “Ne?! apa yang mereka katakan? Mereka tidak… mengatakan hal aneh kan?”

Hyojin diam sejenak dan melipat kedua tangan di dada, “Mereka meminta maaf padaku..”

Junhyung memandang ke bawah menyesal, ia jadi merasa bersalah pada teman-temannya karena sampai melakukan itu.

Hyojin melangkah maju mendekati Junhyung.

Junhyung melirik Hyojin yang mendekat dan kembali mengalihkan pandangannya agar tidak bertemu tatapan gadis itu. ia jadi panic sendiri ketika gadis itu berhenti di depannya.

“Yang Yoseop, Lee Gikwang, Son Dongwoon dan Yoon Dujun..” ucap Hyojin menyebutkan nama teman-teman Junhyung yang menghubunginya.

Junhyung melirik Hyojin dan kembali menunduk.

“Mereka memberitau kau sudah mengakui kesalahanmu dulu..” ucap Hyojin lagi.

Junhyung bingung harus merasa bangga atau meminta maaf lagi. ia tertegun merasakan tangan Hyojin di bahunya, lalu mendongak memandang gadis itu. dan yang lebih mengejutkan, gadis itu tersenyum padanya.

“Gumawoyo..” ucap Hyojin tulus.

Junhyung tertegun sendiri.

“Kau sudah belajar dari kesalahanmu, Yong Junhyung..” ucap Hyojin lega, lalu menarik tangannya dan berjalan ke tempatnya lagi. “Pulanglah, kau harus bersiap untuk rekaman nanti siang..”

Junhyung tersenyum, lalu bergerak bangkit untuk menghampiri Hyojin dan memeluk pinggang gadis itu dari belakang.

Hyojin terkejut, “Ya!”

Junhyung memejamkan mata sambil tersenyum dengan kepala bersandar ke punggung gadis itu, “Aku akan segera kembali..” ucapnya, lalu melepaskan pelukannya dan melangkah riang keluar dari tempat itu.

Hyojin menatap Junhyung tak mengerti hingga menghilang dari pandangannya, lalu tersenyum lucu dan bergerak duduk.

Junhyung melangkah meninggalkan studio sambil mengeluarkan ponselnya, juga membuka chat-room bersama teman-temannya.

Yong Jun Hyung : Chingudul.. Miane.. gumawoyo.. Saranghae.. 😀

Bibirnya membentuk senyuman sambil terus berjalan. Ketika masuk ke mobil ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk.  Ia mengenakan sabuk pengaman dan mengambil ponselnya lagi.

Yang Yo Seop : Mwo?! Setelah kami membantumu meminta maaf padanya kau baru menyadari cintamu pada kami? Lupakan! Aku benci kau!

Junhyung tertawa kecil.

Yong Jun Hyung : Ne, bencilah aku.. Kau mau kutraktir makan malam?

Son Dong Woon : Jika di tempat mahal aku mau.. :p

Yang Yo Seop : Jika kau membawa penyanyi cantik aku mau.. :p

Yoon Doo Joon : Horrll.. bagaimana denganku?

Lee Gik Wang : Pokoknya tempat yang nyaman, aku akan mengajak Hyerin.. hahaha

Jang Hyun Seung : kalian membicarakan apa sih?

-|||-

“Jadi kalian sudah berbaikan?” Tanya Gikwang sambil menikmati snack di apartemen mewah Junhyung.

“Ne..” jawab Junhyung dengan senyuman lebarnya, lalu mengambil kaleng colanya.

“Apa kalian akan berpacaran lagi?” Tanya Yoseop.

“Mmmm… entahlah..” jawab Junhyung, “Kembali dekat dulu, baru aku akan mengambil langkah selanjutnya..”

“Cool..” ucap Dongwoon kagum dan tertawa.

Hyunseung memandang layar laptop yang sedang terhubung dengan Dujun di Jepang, “Dujun-a, bagaimana dengan Jihyun.. Pengobatannya lancar?”

Dujun tersenyum, “Ne.. dia sudah lebih ceria sekarang.. Dan sepertinya aku benar-benar akan pindah kemari..”

“Ya! Aku tidak percaya kau lebih memilih Jihyun dari pada aku..” ucap Yoseop sebal.

“Eiiii… berarti aku normal.. dasar..” canda Dujun dan tertawa.

“Dujun-a, aku akan mengadakan konserku di Jepang musim panas tahun depan. Pastikan kau dan Jihyun datang, arasso?” ucap Junhyung mengingatkan.

Dujun tersenyum lebar sambil mengacungkan jempolnya, “Keuromnyeon, aku akan membuat papan besar bertuliskan dukungan untukmu..”

“Hyung, ujian akhir sekolah tinggal beberapa bulan lagi. Setelah itu aku akan berangkat ke Inggris, apa kau tidak akan mengantarkanku?” Tanya Dongwoon.

“Ne? tinggal beberapa bulan? Hoorrrll.. waktu cepat sekali berlalu..” ucap Dujun tak percaya, “Mian, aku mungkin tidak bisa datang. Tapi aku akan mengirimkan hadiah..”

Dongwoon tersenyum, “Oke..”

Yoseop memandang Dongwoon sedih, “Aigoo.. maknae kita akan segera pergi..”

Dongwoon tertawa kecil, “Gwenchana hyung, aku akan segera kembali..”

Junhyung merangkul Dongwoon, “Belajar dengan baik disana, kau mengerti?”

Dongwoon mengangguk, “Ne, hyung..”

“Ya, Son Dongwoon..” panggil Dujun.

“Ne, hyung..” jawab Dongwoon.

“Kau sangat tampan, jangan goda gadis disana dan membuatnya hamil. Kau mengerti!” ucap Dujun memperingati.

Dongwoon tertawa bersama yang lainnya.

“Ya! Apa kau sedang menceritakan dirimu sendiri?” Tanya Gikwang geli.

“Inggris itu sangat jauh, dia mungkin saja akan melakukan sesuatu yang liar disana..” ucap Dujun khawatir.

“Aniya hyung.. aku akan belajar giat dan kembali sebagai orang hebat!” ucap Dongwoon berjanji.

Hyunseung tersenyum, “Jika Dongwoon yang mengatakannya aku percaya..”

“Nadoo.. Tapi jika Dujun, aku perlu bukti setebal buku telepon dulu.. Hahaha..” canda Yoseop.

“Aissh.. kau ini!” ucap Dujun sebal dan ikut tertawa.

“Dujun, bagaimana dengan hubunganmu dengan Jihyun? Apa kalian akan menggelar acara pernikahan atau semacamnya?” canda Junhyung.

Dujun tertawa kecil, “Mungkin, tapi sekarang sepertinya masih belum.. Tenang saja, kalian orang pertama yang kuberitau..” ucapnya, “Yang jelas, jika kalian mencintai seseorang, jangan pernah melepaskan kesempatan untuk memberitau orang itu..” ucapnya.

Semuanya terdiam dan melirik Junhyung sambil menahan tawa.

“Ya.. kenapa kau menyindirku?” ucap Junhyung sebal.

Dujun menjulurkan lidahnya, “Aku hanya memberi petuah..”

Dongwoon terdiam mendengar ucapan Dujun tadi. Ia justru merasa ucapan itu sangat mengenai dirinya. ‘Jangan melepaskan kesempatan untuk memberitau orang itu..’ batinnya, lalu memandang teman-temannya. “Oh hyung.. aku baru ingat sesuatu.. Aku harus pergi.. Sampai jumpa..” ucapnya sambil bangkit dan berjalan keluar.

“Ya.. odiga?” Tanya Yoseop, namun tidak mendapat jawaban dari anggota termuda mereka.

<<Back     Next>>

Advertisements

3 thoughts on “How To Love [Chapter 27]

  1. bagus deh joon mau kembali ke panti..
    wahh, pangen deh jadi junhyung.. punya temen2 yang siap bantu kalo lagi ada masalah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s