Uncategorized

How To Love [Chapter 25]

Chapter 25PhotoGrid_1418140281922

-See You My Friend-

Junhyung memarkirkan mobilnya dan mengambil ponselnya yang kembali berbunyi, “Ne Yoseop-a, aku sudah di parkiran..” ucapnya sembari turun dari mobil dan menekan tombol otomatis. “Arasso.. arasso…” ucapnya dan memutuskan telepon, lalu melangkah menuju pintu masuk bandara. Langkahnya terhenti ketika melihat Hyojin keluar dari sebuah taxi dan melangkah masuk ke dalam. “Ahn Hyojin?” gumamnya tak percaya, lalu segera mengejar langkah gadis itu.

Hyojin melangkah menuju ruang tunggu sambil memandang ke kanan dan kiri mencari-cari.

Junhyung mengikuti Hyojin karena penasaran kenapa gadis itu juga pergi kemari.

“Junhyung!” panggil Yoseop.

Junhyung menoleh dan melihat teman-temannya sudah berkumpul, lalu kembali memandang Hyojin yang sudah semakin jauh.

“Ya.. kenapa lama sekali?” Tanya Yoseop sebal sambil menghampiri Junhyung bersama teman-teman mereka yang lain.

Dongwoon bingung melihat Junhyung seperti orang kebingungan, “Waekeure hyung? Siapa yang kau lihat?” tanyanya.

“Hm? Oh.. aniya.. kupikir aku melihat seseorang..” ucap Junhyung, “Dujun dimana?”

“Dia sudah di ruang tunggu, langsung ke sana saja..” jawab Hyunseung.

“Ayo kita kesana..” ucap Gikwang dan melangkah duluan.

Junhyung mengikuti teman-temannya sambil memperhatikan sekitar, melihat kemana Hyojin pergi tadi.

“Itu Dujun hyung!” ucap Dongwoon sambil menunjuk Dujun yang tersenyum pada mereka dari kejauhan. “Hyung!” panggilnya sambil melambai.

Junhyung memandang ke arah Dujun dan tertegun melihat Hyojin ada disana sedang berbicara bersama Jihyun yang duduk di kursi roda. ‘Oh tidak..’ batinnya.

“Kalian benar-benar datang..” ucap Dujun senang.

“Tentu saja kami datang..” ucap Yoseop.

Dongwoon langsung menghampiri Jihyun, “Annyeonghaseyo, noona..” sapanya sopan.

Jihyun menoleh dan tersenyum, “Oh.. annyeonghaseyo…” sapanya.

Hyojin menoleh dan tertegun melihat Dongwoon. Saat itu ia baru menyadari Junhyung dan teman-teman mereka yang lain ada disana.

“Jihyun-ssi..” sapa Yoseop sambil menghampiri gadis itu bersama yang lain.

Hyojin langsung memalingkan wajahnya, ‘Ahhh.. kenapa mereka semua ada disini?’ batinnya kesal.

“Hyojin-ssi, mereka semua teman-teman Dujun. Juga teman Junhyung-ssi..” ucap Jihyun pada Hyojin.

Hyojin tertegun, “Ne? oh.. ne..” ucapnya pelan.

Jihyun tersenyum pada teman-teman Dujun, “Kalian tau kan ini song-writer Junhyung-ssi?”

Semuanya memandang Hyojin, “Oh.. ini orangnya..” ucap Gikwang sambil mengangguk.

Hyojin tersenyum kaku dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseyo..” sapanya dengan kepala tertunduk.

Yoseop mengerutkan dahi karena merasa pernah lihat Hyojin sebelumnya, “Oh.. sepertinya wajahmu familiar..” ucapnya.

Hyojin tertegun, “Ne?”

“Keurom..” ucap Junhyung langsung, “Dia sering muncul di acara backstage-ku..” ucapnya memberi alasan.

“Oh. Benar.. aku pernah melihatnya..” ucap Gikwang, “Annyeonghaseyo..”

“Jinja? Tapi kenapa sepertinya aku tidak asing ya?” Tanya Yoseop sambil memperhatikan wajah Hyojin.

“Tentu saja, Junhyung sering menceritakannya..” ucap Dujun.

“Ne..” ucap Junhyung membenarkan.

“Aku juga merasa begitu.. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya Hyunseung.

“Hm? Oh..” Hyojin bingung harus menjawab apa dan memandang Jihyun, “Miane, Jihyun-ssi.. aku harus pergi..” ucapanya, lalu membungkuk sopan dan langsung meninggalkan orang-orang itu.

“oh! Aku ingat!” ucap Yoseop sambil menunjuk Hyojin, membuat gadis itu ikut berhenti karena seruannya.

“M-mwo?! Biarkan saja, dia banyak urusan!” ucap Junhyung mulai panic.

“Kau Ahn Hyojin kan?” Tanya Yoseop.

“Kan aku sudah pernah memberitaumu namanya..” ucap Dujun tak mengerti.

“Aniya.. Dia Ahn Hyojin yang menyukai Junhyung itu.” ucap Hyunseung membenarkan Yoseop.

“Ne! kau benar!!” ucap Yoseop dan menatap Junhyung. “Jadi benar-benar dia?”

Junhyung tidak tau harus mengatakan apa. Matanya melirik Hyojin yang masih terpaku membelakangi mereka.

“Ne? jinjaru?” Tanya Dujun tak percaya.

“Ahh.. ne.. aku baru ingat!” ucap Dongwoon membenarkan.

“Hoorrrll.. apa kau masih mengejar Junhyung?” Tanya Gikwang pada Hyojin.

Jihyun memandang orang-orang disana bingung, “Waekeureyo?”

Sementara itu, Hyojin merasa benar-benar terluka mendengar ucapan teman-teman Junhyung. Tanpa berbalik ia segera melangkah pergi.

Junhyung hendak mengejar Hyojin, namun ia teringat teman-temannya masih ada disana. Jadi ia hanya berdiri disana memperhatikan gadis itu pergi.

Gikwang menatap Junhyung tak mengerti, “Ya.. kau tidak ingat dia Ahn Hyojin yang itu?”

Junhyung menatap Gikwang kaget, “Ne? oh… itu..”

“Hyung, kau tidak ingat?” Tanya Dongwoon tak percaya.

Yoseop mulai tertawa, “Dia benar-benar melupakan orang-orang yang tidak penting di hidupnya..”

“Kau benar-benar bekerja sama dengannya?” Tanya Hyunseung.

Junhyung tidak tau apa yang harus ia katakan. Jika ia mengejar Hyojin, teman-temannya akan curiga. Dan jika ia tidak mengejar gadis itu, ia tau ia akan menyesalinya lagi.

-|||-

Junhyung membuka pintu studio dan mengintip ke dalam. Hyojin duduk disana dengan headphone terpasang, juga terlihat seperti sedang menulis sesuatu. Ia menghela nafas dalam dan melangkah masuk. Ia jadi sangan gugup sekarang. Tangannya terulur dan mengetuk bahu gadis itu.

Hyojin menoleh dan tertegun sesaat, lalu kembali memandang ke depan sambil melepaskan headphone-nya, “Kenapa kau kemari? Kau tidak ada jadwal rekaman..”

Junhyung mengelus belakang kepalanya, “Mmm.. ne.. memang benar, tapi… aku ingin berbicara padamu..”

Hyojin diam sejenak, “Pada siapa?”

Junhyung bingung sendiri dengan pertanyaan Hyojin, “Padamu.” Ucapnya lagi.

“Pada Ahn Hyojin yang dulu menyukai Yong Junhyung atau Ahn Hyojin si pembuat music?” Tanya Hyojin datar.

Junhyung tertegun. Ia baru mengerti ucapan Hyojin sekarang, “Oh… aku… aku…”

“Apa aku benar-benar tidak berarti apa pun bagimu?” Tanya Hyojin dengan nada terluka.

“Ne? oh.. a-aniya, bukan seperti itu..” ucap Junhyung cepat.

Hyojin bergerak bangkit dan memandang Junhyung tanpa ekspresi, lalu tesenyum dingin. “Maaf, seharusnya aku tidak bertanya..” ucapnya, lalu melangkah melewati Junhyung dan keluar dari ruangan itu.

Junhyung tidak tau harus melakukan apa. “Aissh.. kenapa ini terjadi lagi?” erangnya kesal, lalu tanpa sadar menendang tempat sampah di dekatnya. “OH!” serunya kaget karena sampah-sampah kertas disana langsung berserakan. Dengan cepat ia membereskan sampah-sampah itu sebelum Jihoon kembali dan mengomelinya karena membuat studio kotor. Ketika itu, ia menemukan potongan sobekan photo, dahinya berkerut dan mencari yang lain. Setelah beberapa saat ia baru mengenali photo itu. hatinya terasa tercabik-cabik juga seperti photo ditangannya. Hyojin menyobek photo yang ia temukan ketika itu. ia tau Hyojin sangat terluka sekarang, dan itu juga melukainya. Ia menghela nafas dalam, “Apa yang sudah kulakukan sebenarnya?” gumamnya tak mengerti.

-|||-

“Oppa, apa Joon oppa masih belum bisa berbicara denganku?” Tanya Hyuna ketika Hyunseung mengantarkannya ke sekolah.

Hyunseung memandang Hyuna sedih, “Jika Joon sudah siap, pihak panti akan menghubungiku..”

Hyuna menghela nafas dalam dan menunduk lesu, “Ne, arasso..” ucapnya.

Hyunseung sedih tidak bisa melakukan sesuatu untuk Hyuna, tangannya terulur dan memegang tangan gadis itu.

Hyuna tertegun merasakan tangan Hyunseung dan menatap pria itu tak percaya.

Hyunseung tersenyum tipis, “Gwenchana, Joon akan segera baik-baik saja..”

Hyuna merasa tenang melihat senyuman Hyunseung, perlahan bibirnya membentuk senyuman dan menganguk. “Ne, oppa..”

Hyunseung kembali memandang kedepan dengan senyuman di wajahnya, “Oh.. kau ingin bertemu teman-temanku?”

“Teman-teman? Hmm.. keure..” jawab Hyuna setuju.

-|||-

Tok! Tok! Tok!

“Ne..” jawab Dongwoon yang sedang membaca buku di meja belajar.

“Dongwoon-a, eomma masuk..” ucap ibu Dongwoon dari luar.

Dongwoon tertegun dan memandang pintu, “Ne, eomma..” jawabnya.

Pintu terbuka, masuk ibu Dongwoon yang langsung tersenyum hangat melihat putra yang sudah ia besarkan sejak kecil.

Dongwoon tersenyum, “Waekeureyo eomma?”

Ibu Dongwoon menghampiri pria itu, “Hmm.. kenapa kau masih belajar? Ini sudah sangat larut, tidurlah..”

“Sebentar lagi aku akan tidur eomma..” jawab Dongwoon, “Aku hanya akan menyelesaikan satu bab lagi..”

“Aigoo.. kenapa kau jadi belajar keras seperti ini? Kau akan sakit nanti..” ucap ibu Dongwoon.

“Gwenchana, aku ini laki-laki. Fisikku kuat..” ucap Dongwoon menenangkan. Ia tertegun merasa tangan lembut ibunya mengelus pipinya.

“Dongwoon-a, berkuliah di luar negeri memang bagus..” ucap ibu Dongwoon, “Tapi… jika kau ingin berkuliah disini, gwenchana..”

Dongwoon diam sejenak, lalu tersenyum. “Gwenchanayo eomma, kenapa eomma jadi tidak percaya diri? Aku pasti berhasil lulus ujiannya..”

Ibu Dongwoon tersenyum, “Ne, eomma tau. Tapi jika kau sampai belajar sekeras ini, eomma jadi merasa bersalah..”

Dongwoon kembali diam sejenak mendengar ucapan ibunya. bibirnya membentuk senyuman sedih sambil memegang tangan wanita itu di pipinya, lalu menggenggamnya dengan kedua tangan. “Aniya eomma.. Jangan merasa bersalah..” ucapnya, “Eomma sudah membesarkanku, memberikanku kasih sayang dan membuatku menjadi anak yang sangat pintar..” ucapnya dan berusaha tertawa kecil di akhir kalimatnya. “Sekarang, giliranku membalasnya..” ucapnya tulus.

Ibu Dongwoon tertegun, “Dongwoon-a..”

Dongwoon tersenyum manis, “Eomma, ini sudah larut. istirhatlah.. Aku juga akan beristirahat..”

“Dongwoon, eomma…”

“Eomma, aku hanya akan membaca satu bab lagi..” potong Dongwoon.

“Dongwoon…”

“Aigoo.. keure-keure.. aku akan melanjutkannya besok..” ucap Dongwoon sambil menutup bukunya.

“Ani, eomma ingin….”

“Aku akan tidur sekarang eomma..” potong Dongwoon lagi.

Ibu Dongwoon terdiam menatap ke dalam mata pria muda itu. ia bisa melihat luka dalam yang ia torehkan. Perlahan bibirnya membentuk senyuman dan mengelus kedua lengan pria itu, “Ne, tidurlah..” Ucapnya, lalu berbalik dan melangkah keluar.

Dongwoon masih terpaku di tempatnya sambil menatap pintu yang kembali di tutup dari luar. Kedua matanya langsung basah dan bulir air berjatuhan. Ia bergerak duduk dan menutup matanya menahan tangis.

Sementara di balik pintu.

Ibu Dongwoon tak bisa menahan rasa sedihnya. Bulir-bulir air juga berjatuhan dari kedua matanya. “Miane, Dongwoon-a..” Gumamnya penuh sesal.

-|||-

“Oppa..” panggil Hyuna sambil melangkah masuk ke apartemen Hyunseung. Namun tidak ada jawaban, ia memandang ke kanan dan kiri mencari-cari, “Hyunseung oppa..” panggilnya.

“Ne! aku di kamar..” jawab Hyunseung dari kamar.

“Keure..” ucap Hyuna dan bergerak duduk di sofa, pria itu sudah berjanji akan mengajaknya makan siang bersama teman-teman pria itu yang lain.

Drrrt.. drrrt…

Hyuna memandang ponsel Hyunseung yang bergetar di meja, “Ohh.. ada telepon..” ucapnya sambil mengambil ponsel, “Opp….” Ia berhenti ketika hendak memanggil Hyunseung karena melihat siapa yang memanggil. Matanya memandang ke pintu kamar pria itu yang masih tertutup, lalu menjawab panggilan itu dan menempelkannya ke telinga.

“Annyeonghaseyo, Jang Hyunseung-ssi.. kami memiliki berita yang sedikit mengejutkan..” ucap seseorang di seberang.

Hyuna melirik pintu kamar Hyunseung lagi, ia menutup mulutnya dan sedikit membesarkan suaranya. “Ne..” jawabnya agar terdengar seperti suara pria.

“Jang Hyunseung-ssi, semalam terjadi sesuatu. Kami tidak bisa menahan Kim Joon-ssi, ia melukai beberapa penjaga dan melarikan diri.” Ucap pria itu lagi.

Hyuna tertegun dengan mata membesar.

Tak lama Hyunseung keluar dari kamar setelah bersiap, “Keure, ayo kita pergi..” ucapnya, namun ia tidak melihat siapa pun di ruang tengah. “Hyuna..” panggilnya sambil memperhatikan sekitar, “Ya.. Kim Hyuna..” panggilnya, tapi tetap tak ada jawaban. Ia memandang ponselnya di meja dan kembali memadndang sekitar. “Kemana dia?”

<<Back    Next>>

Advertisements

3 thoughts on “How To Love [Chapter 25]

  1. duh… joon.. kabur kemana coba? hyuna pasti makin khawatir deh..
    hmm.. hyojin pasti sedih tuh, kenapa junhyung gak jujur aja coba —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s