Uncategorized

How To Love [Chapter 23]

Chapter 23

image

-Memories are Memories-

Hyuna duduk di ruang tunggu dengan gelisah karena Joon tak kunjung muncul. Berkali-kali ia memandang ke pintu masuk namun tak terliht juga kakaknya masuk. Lalu memandang Hyunseung yang duduk di sebelahnya, “Oppa, kenapa mereka belum membawa Joon oppa kemari?”
“Tunggu sebentar, mereka harus memastikan Joon siap terlebih dulu..” ucap Hyunseung menjelaskan.
Hyuna menghela nafas sebal, “Siap apa? Dia juga bukan bertemu presiden..” gumamnya.
Hyunseung hanya menahan tawa mendengar keluhan Hyuna.
Akhirnya pintu terbuka, dengan cepat Hyuna berdiri dan menunggu siapa yang masuk. Bibirnya langsung membentuk senyuman melihat Joon melangkah masuk bersama seorang perawat.
Joon masuk ke ruangan itu dan mengedarkan pandangannya, ia langsung merasa haru biru melihat adiknya setelah sekian lama. “Hyuna..”
“Oppa!!” sorak Hyuna riang langsung berlari memeluk Joon.
Joon menangkap tubuh Hyuna dan mendekapnya erat. Matanya terpejam untuk melepaskan rindunya.
Hyunseung tersenyum melihat kedua orang itu akhirnya bisa bertemu lagi.
“Silahkan berbicara..” ucap perawat tadi dan meninggalkan ruangan itu.
Joon melepaskan pelukannya pada Hyuna dan menatap adik kesayangannya lekat. Mata gadis itu sudah basah karena air mata. Ia tertawa kecil sambil menyeka air mata adiknya, “Kenapa kau menangis?”
“Karena aku sangat senang bertemu denganmu..” jawab Hyuna.
“Ne, oppa juga..” ucap Joon sambil mengelus rambut adiknya, lalu memandang Hyunseung. “Jang Hyunseung-ssi..”
Hyunseung tersenyum dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseyo.. Lama tak bertemu, Joon-ssi..”
Joon tersenyum dan memandang Hyuna, “Ayo duduk dan berbicara bersama..” ajaknya sambil merangkul adiknya ke tempat duduk.
Hyuna duduk di sebelah Joon sambil menatap pria itu serius, “Oppa, apa oppa sudah sembuh? Kapan oppa bisa pulang?”
Joon menatap Hyuna lucu, “Oppa baru sebulan lebih disini Hyuna, paling tidak oppa harus menghabiskan waktu sekitar setahun untuk bisa di katakan sembuh..”
Hyuna cemberut, “Setahun?”
“Aigoo.. kau ini masih saja manja..” ucap Joon sambil mengacak rambut Hyuna.
“Oppa!” ucap Hyuna sebal sambil merapikan rambutnya.
Joon tertawa kecil dan memandang Hyunseung, “Hyunseung-ssi, gumawoyo..” ucapnya.
“Jangan sungkan, aku senang bisa membantu kalian..” ucap Hyunseung. “Apa pengobatan disini berjalan baik?”
“Ne.. aku jadi lebih tenang di saat-saat tertentu..” ucap Joon dan memandang Hyuna sambil mengelus rambut adiknya. “Juga, karena tidak melihat Hyuna disaat masa penyakitku timbul, aku tidak seagresif biasanya..”
Hyuna tersenyum tipis mendengar ucapan Joon.
“Bagaimana sekarang? Apa kau masih bisa menahan dirimu ketika melihat Hyuna?” Tanya Hyunseung ingin tau.
“Sepertinya bisa, aku harus melakukannya semakin sering..” jawab Joon tenang.
“Naahh.. oppa sudah lebih baik..” ucap Hyuna, “Oppa pulang saja.. aku akan merawatmu dirumah..” bujuknya.
Joon tertawa kecil, “Aniya, belum bisa Hyuna..” ucapnya, “Jika oppa melihatmu lebih sering, mungkin penyakitku akan semakin buruk lagi. biarkan aku menanganinya lebih baik lagi, baru oppa akan kembali pulang..”
Hyuna cemberut, “Oppa tidak menyayangiku lagi?”
“Apa maksudmu? Tentu saja.. Oppa melakukan ini karena oppa menyayangimu, aigoo…” ucap Joon gemas sambil mencubit pipi Hyuna.
Hyuna tertawa kecil dan memandang Hyunseung yang memperhatikan mereka, “Oppa, bisakah aku berbicara berdua dengan oppaku?” pintanya.
“Hm? Oh.. keure, aku akan menunggu di luar..” ucap Hyunseung sembari berdiri dan membungkuk sopan pada Joon, lalu melangkah keluar.
Joon memandang Hyuna bingung, “Waeyo? Pembicaraan apa yang tidak boleh di dengar olehnya?”
Hyuna tersenyum malu, “Ini tentang Hyunseung oppa..”
“Waeyo? Ada apa dengannya?” Tanya Joon ingin tau.
Hyuna tersipu malu, “Oppa, Hyunseung oppa sangat baik. Dia bahkan datang ke apartemen ketika lampu padam karena hujan deras dan petir menyambar keras.”
Joon tersenyum lega mendengarnya, “Syukurlah.. Oppa pikir kau akan kesepian jika oppa tidak ada..”
Hyuna tertawa kecil, “Oppa, sepertinya aku menyukai Hyunseung oppa..” ucapnya jujur.
Joon tertegun, “Ne?”
Sementara di luar. Hyunseung duduk di depan ruangan pertemuan itu sambil mengeluarkan berbalas chat dengan teman-temannya.
Perawat yang tadi membawa Joon berlalu disana dan tertegun melihat Hyunseung duduk di luar, “Oh.. anda yang bersama adik pasien Kim Joon kan?”
Hyunseung mengangkat wajahnya dan langsung berdiri, “Oh.. ne.. mereka sedang berbicara privasi di dalam.”
Perawat itu terkejtu, “Mwo? Oh.. kau tidak bisa meinggalkan mereka berdua!” ucapnya dan langsung berlari ke pintu.
“Ne?” ucap Hyunseung bingung dan mengikuti sang perawat. Ia terkejut mendengar suara kursi terbanting ketika perawat itu membuka ruangan kedap suara itu.
“KIM JOON-SSI!!” teriak perawat itu panic.
Hyunseung menerobos masuk dan melotot melihat Joon memukul Hyuna hingga terhempas lantai, “Hyuna!!”
“Oppa! Ahhk!! Oppa!!” rintih Hyuna menahan sakit sambil memegang wajahnya.
Perawat tadi langsung berlari keluar untuk mencari bantuan.
Hyunseung berlari masuk dan memeluk Hyuna yang masih terduduk di lantai sebelum kaki Joon mengenai tubuh gadis itu.
Duak!!
Punggung Hyunseung terkena tendangan Joon, namun ia tidak bergeming dan tetap menjadikan tubuhnya  sebagai tameng untuk Hyuna.
“Oppa!! Joon oppa!!” jerit Hyuna panic.
Joon menatap Hyuna dingin, “Kau gadis tak tau diri.. Apa dia sekarang adalah pelindungmu?! Aissh!!” ia langsung menjambak rambut Hyuna agar menjauh dari Hyunseung.
“KYAA!!! Oppa!!!” jerit Hyuna.
“Joon-ssi!! Hentikan!! Joon-ssi!!” teriak Hyunseung sambil berusaha melepaskan tangan Joon dari rambut Hyuna.
“Aissh! Menyingkir!!” seru Joon sambil menendang Hyunseung. Lalu menarik Hyuna ke kakinya.
“Oppa!!” tangis Hyuna sambil memeluk kaki Joon, “ Oppa hentikan!!” mohonnya.
“Joon-ssi!! Sadarlah! Ini Hyuna adikmu!!” ucap Hyunseung sambil menghampiri pria itu dan berusaha melepaskan tangan Joon dari rambut Hyuna.
“Pergi!! Aku akan memberi pelajaran pada gadis tak tau malu ini!!” seru Joon dan menyentak kepala Hyuna.
“Kyaaaa!!! Oppa sakit!!” teriak Hyuna.
Perawat tadi kembali bersama dua perawat pria, lalu dengan cepat menyergap Joon.
“Ya! Ya! Lepaskan!!” seru Joon sambil berontak.
Hyuna mengelus kepalanya begitu terlepas dari cengkeraman Joon, “Ahh…” rintihnya.
Hyunseung menghampiri Hyuna dan menatap gadis itu khawatir, “Hyuna-a, gwenchana?”
Hyuna memandang Hyunseung sambil menahan sakit dan memandang Joon.
“Aissh!! Lepaskan!!” seru Joon sambil berontak, seorang perawat pria mendorong tubuhnya ke lantai.
“Kim Joon-ssi, kami akan menyuntikkan obat penenang..” ucap perawat lain dan menyuntikkan obat penenang.
Perlahan Joon melemah dan tak sadarkan diri.
Hyunseung menatap Hyuna sedih karena gadis itu terlihat terluka dengan perlakuan para perawat itu, tangannya menarik sang gadis ke pelukannya sambil mengelus rambut sang gadis. “Sssh.. gwenchana.. gwenchana..” ucapnya menenangkan.
Hyuna mulai menangis di pelukan Hyunseung karena Joon masih harus menjalani pengobaatan yang serius.
Beberapa hari kemudian.
“Apa aku tidak bisa berbicara sebentar?” Tanya Hyunseung pada seseorang di telepon, lalu memandang Hyuna yang duduk di sebelahnya.
“Maaf Jang Hyunseung-ssi, Kim Joon-ssi tidak ingin berbicara pada siapa pun. Ia sangat depresi ketika sadar, jadi ia tidak ingin berbicara padamu atau pun adiknya. Kumohon anda mengerti, perlahan-lahan ia akan berubah lagi.” jelas orang di seberang.
“Hmmm.. begitu, ne,. Aku mengerti..” ucapnya dan memutuskan telepon.
Hyuna terkejut Hyunseung malah memutuskan telepon, “Oppa, waeyo? Joon oppa tidak bisa berbicara? Dia sakit?”
Hyunseung diam sejenak menatap Hyuna, lalu menggeleng, “Aniya.. Dia baik-baik saja. Tapi dokter berpikir akan lebih baik jika ia tidak berbicara denganmu dulu..” bohongnya.
Hyuna menghela nafas lesu. Meskipun wajahnya memar dan kepalanya masih terasa sakit, juga beberapa memar lain di tubuhnya, ia masih mengkhawatirkan keadaan Joon.
“Gwenchana.. oppamu akan segera sembuh, jangan khawatir..” ucap Hyunseung sambil mengelus rambut Hyuna.
Hyuna menatap Hyunseung menyesal, “Oppa, saat itu.. aku yang membuat Joon oppa marah dan kembali seperti itu..”
“Aniya, bukan salahmu. Joon-ssi hanya butuh lebih lama untuk mengendalikan dirinya..” ucap Hyunseung menghibur.
Hyuna menggeleng, “Saat itu, aku mengatakan sesuatu yang membuatnya marah..”
Hyunseung tertegun, “Ne? mwo?”
Hyuna menggigit bibir bawahnya ragu.
=Flashback=
“Oppa, sepertinya aku menyukai Hyunseung oppa..” ucap Hyuna.
Joon tertegun, “Ne?”
Hyuna mengangguk, “Ne, oppa.. Aku merasa sangat senang ketika ada Hyunseung oppa.. juga terasa sangat aman saat Hyunseung oppa berada disisiku..” ucapnya, “Berarti, aku menyukainya kan?”
“Hyuna.. Ini terlalu cepat untuk mengatakan itu. mungkin itu hanya perasaan sementara yang karena kau ketakutan..” ucap Joon berusaha membuka pikran adiknya.
“Hm? Jinja? Umm.. tapi aku merasakannya dengan jelas oppa.” Ucap Hyuna yakin, lalu memegang dadanya. “Jantungku berdegup kencang saat melihat Hyunseung oppa tersenyum…”
Joon tersenyum tipis dan mengelus pipi adiknya, “Aniya, jangan berpikir seperti itu dulu. Kau masih terlalu muda. Nanti kau akan mengerti, tapi tidak sekarang…”
“Waeyo? Aku kan sudah besar.. Aku bisa merasakan apa yang orang lain rasakan juga..” ucap Hyuna.
“Ne, oppa tau. Tapi kau baru mengenal Jang Hyunseung kemarin. Biarkan waktu berlalu dulu..” ucap Joon.
Hyuna sebal karena  Joon menganggapnya seperti anak-anak, “Oppa, sekarang aku sudah besar. Aku tau bagaimana perasaanku sendiri..”
“Ne, Hyuna-a.. Sudah, dengarkan oppa..” ucap Joon.
“Wae? Aku benar-benar menyukai Hyunseung oppa..” ucap Hyuna manja.
Joon diam sejenak dan menggeleng, “Aniya, jika kau menyukainya. Kau tidak akan butuh oppa lagi..”
Hyuna tertegun, “Ne? omong kosong! tentu saja aku tetap membutuhkanmu oppa!” ucapnya cepat.
“Ani.. Sama seperti eomma.. Saat dia menemukan seseorang yang lebih berarti, dia tidak membutuhkan appa lagi. juga anak-anaknya..” ucap Joon.
Hyuna tertegun melihat perubahan ekspresi Joon, “O-oppa?”
Wajah Joon berubah dingin, “Karena itu, eomma mati untuk menebus kesalahannya..”
=Flashback End=

<<Back           Next>>

Advertisements

7 thoughts on “How To Love [Chapter 23]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s