Chapter · Cube

How To Love [Chapter 14]

Chapter 14

tumblr_inline_nd2chnEDuG1qa533w

-Why Me?-

 

Yoon Doo Joon : Ya! Kudengar Dongwoon mabuk-mabukan? Benar?

Yang Yo Seop : Ne, benar. Aku dan Hyunseung yang mengantarkannya pulang.

Yong Jun Hyung : Hoorrrl.. Jinja? Wae?

Yang Yo Seop : Molla.. Oh ya, hari ini pertunjukkanmu kan Junhyung?

Yong Jun Hyung : Ne, kalian harus menontonnya. Arasso?!

Yang Yo Seop : arasso..

Yoon Doo Joon : aku akan datang kesana untuk menyemangatimu langsung! Fighting!! °\(^^)/°

Yong Jun Hyung : Mana yang lainnya?

Yang Yo Seop : molla.. Gikwang selalu sibuk dengan gadis yang dia kencani. Aku benar-benar akan membunuh gadis itu!! \(`´)/

Yong Jun Hyung : Horrrll.. Dia benar-benar..

Yoon Doo Joon : biarkan saja dulu, sebentar lagi dia pasti meminta maaf. Hahaha..

–|||–

Gikwang membanting tubuhnya ke kursi perpustakaan dan meletakkan buku-buku di atas meja. Entah mengapa ia merasa sangat frustasi dengan hubungannya dengan Nana. Ia mengambil ponsel dan memeriksa chat teman-temannya di grup. Dahinya berkerut melihat sangat banyak chat yang sudah ia lewati.

“Hei..” sapa gadis yang biasa duduk di depan Gikwang di perpustakaan sembari duduk.

Gikwang tersenyum tipis, “Hei.. Kau baru tiba juga?”

Gadis itu mengangguk, “Ne.. Aku harus melakukan sesuatu dulu tadi, jadi agak lama tiba di kampus.. Kau?” tanyanya sambil membuka bukunya. Gadis bernama Oh Hyerin itu sudah terbiasa mengobrol dengan Gikwang ketika di perpustakaan, mereka sudah seperti teman dekat sekarang.

Gikwang tersenyum, “Seperti yang kau lihat..”

Hyerin tertawa kecil, “Ne.. aku bisa melihatnya. Waeyo? Karena kekasihmu lagi?”

Gikwang menghela nafas dalam mengingat sebutan itu, ‘kekasih’. “Mmm.. ne..”

“Kau tau, sejak kita mulai mengobrol. Kau selalu merasa terbebani karena kekasihmu, jika begitu terus, kenapa kau melanjutkan hubungan kalian?” Tanya Hyerin heran.

Gikwang mengangkat bahu, “Entahlah.. aku merasa senang bersamanya, tapi…..”

Hyerin menatap Gikwang lucu, “Tapi kau terlalu bingung mengungkapkan apa yang kau rasakan sekarang?”

Gikwang mengangguk, “Ne..”

Hyerin tertawa kecil, “Oke, aku tidak akan bertanya lagi..” ucapnya, lalu memandang bukunya.

Gikwang tersenyum malu, “Sangat memalukan ya?”

Hyerin memandang GIkwang, “Tidak kok..”

Gikwang tertawa kecil, “Aku tau sangat memalukan..” ucapnya pelan.

Hyerin mengangkat bahu sambil tersenyum.

Gikwang menopang dagunya sambil tersenyum, saat itu ia menyadari sesuatu. Dahinya berkerut memperhatikan wajah Hyerin, “Oh.. sepertinya kau lebih kurus sekarang..” ucapnya.

Hyerin tertegun dan memandang dirinya, lalu memandang Gikwang. “Hmm.. sepertinya..” jawabnya sambil tersenyum.

“Ani.. ani.. bukankah dulu pipimu sangat…” Gikwang menggembungkan kedua pipinya memberi contoh seperti apa Hyerin dulu.

Hyerin tertawa lucu, “Ya..”

Gikwang tertawa, “Benarkan? Tapi sekarang…” ia menatap Hyerin kagum, “Wow.. neomu yepputa..”

Hyerin tersenyum malu sambil menyelipkan rambut ke belakang telinganya.

“Hmm.. waekeure? Sepertinya kau sedang menyukai seorang pria, karena itu kau menurunkan berat badanmu. Benarkan?” tebak Gikwang dengan tatapan curiganya.

Kedua pipi Hyerin memerah, ia segera memegang kedua pipinya. “Apa sejelas itu?”

“Keurom.. yang membuat seseorang berubah itu pasti karena cinta.. Hahaaha.. apa dia sudah menyadari perubahanmu?” Tanya Gikwang penasaran.

“Entahlah.. mungkin..” jawab Hyerin.

“Ahh.. aku jadi penasaran siapa dia.. hehehe..” canda Gikwang, lalu ponselnya berbunyi. Ia mengambil ponselnya dan melihat ada pesan dari Nana.

Im Nana : Gikwang-i… odia?

Gikwang menghela nafas berat membaca pesan itu.

“Wae? Kekasihmu?” Tanya Hyerin.

Gikwang tersenyum tipis, “Ne.. Sepertinya aku harus pergi..” ucapnya, “Sampai nanti..” ia bangkit sambil mengambil semua barang-barangnya dan melangkah pergi.

–|||–

Hyunseung berdiri di depan pintu mendengarkan Joon dan Hyuna berbicara di dalam. Ia sudah berbicara serius dengan Joon sebelumnya dan tiba-tiba penyakit pria itu kembali muncul. Itu berarti penyakit pria itu sudah masuk ke kategori berbahaya untuk orang sekitarnya.

Hyuna menatap Joon yang masih dalam pengaruh obat, “Oppa gwenchana?” tanyanya.

Joon tersenyum lemah, “Ne.. gwenchana..”

Hyuna memandang tangan kakaknya yang masih terikat, “Aku akan melepaskan ini..” ucapnya sambil hendak melepas ikatan disana.

“Andwae.. hajima…” larang Joon.

Hyuna berhenti dan menatap kakaknya sedih.

“Biarkan saja..” ucap Joon, “Oppa gwenchana..”

Kedua mata Hyuna tampak di penuhi air dan memerah, namun ia berusaha keras menahannya dan menggenggam tangan Joon.

Joon menatap adiknya menyesal, lidahnya sudah semakin kelu karena obat penenang, jadi ia harus mengatakan apa yang ingin ia sampainya sebelum ia benar-benar tertidur. “Hyuna.. oppa miane..”

Hyuna menggeleng, “Aniya, kenapa oppa minta maaf? Oppa tidak salah..”

Joon menghela nafas dalam, “Oppa, selalu menyakitimu..”

Hyuna menggeleng lagi, kali ini air matanya mulai berjatuhan. “Aniya.. itu bukan oppa.. Oppa tidak mungkin menyakitiku..”

Bulir air mulai mengalir dari sudut mata Joon menatap adiknya, “Oppa sakit Hyuna..”

Hyuna mengangguk, “Ne.. aku tau..”

“Oppa tidak ingin tiba-tiba terbangun sebagai orang lain lagi dan ketika sadar menemukanmu babak belur karena ulahku..” ucap Joon menyesal.

Hyuna memandang ke bawah sambil menangis.

Joon menatap adiknya dalam, “Oppa selalu berhalusinasi melihatmu di pukuli oleh appa, oppa ingin melindungimu. Oppa tidak ingin hal itu terjadi lagi padamu. Tapi ketika oppa sadar, oppalah yang melakukannya padamu.. Oppa miane..”

Hyuna menatap Joon sedih.

“Kondisi oppa tidak aman untukmu..” ucap Joon, “Saat masa penyakitku timbul, ketika oppa melihatmu. Oppa akan langsung menyerangmu apa pun yang terjadi..” ucapnya, “Dokter dan Hyunseung-ssi sudah membantu oppa mengaturnya, oppa akan masuk ke panti rehabilitasi sementara waktu..”

Hyuna tertegun, “Ne? oppa akan meninggalkanku?”

“Aniya.. oppa tidak mungkin meninggalkanmu..” ucap Joon sambil menggeleng lemah, “Ini hanya untuk sementara waktu Hyuna.. Hanya sampai dokter merasa oppa bisa tinggal bersamamu lagi..”

“Wae? Na gwenchana.. aku tidak mau tinggal jauh darimu..” jawab Hyuna dengan air mata bercucuran.

“Oppa juga Hyuna..” ucap Joon sedih, “Tapi oppa tidak ingin suatu hari tersadar dan melihatmu mati ditanganku..”

“Aniya oppa.. aku akan bersembunyi ketika penyakitmu datang.. Aku tidak akan terluka lagi..” mohon Hyuna.

Hati Joon seperti tersayat melihat adik kesayangannya menangis, “Jebal.. Oppa benar-benar tidak ingin menyakitimu lagi Hyuna..”

Hyuna menangis dan merebahkan kepalanya ke tangan Joon.

Joon menatap adiknya sedih, tangannya bergerak mengelus rambut gadis itu pelan. Pengaruh obat semakin mempengaruhinya dan tak sadarkan diri.

Hyunseung mengintip dari celah pintu, ia juga tau apa yang di rasakan Hyuna saat ini. Namun jika mereka tinggal bersama, kondisi Joon tidak akan terbaik. Dokter berkata penyakit Joon bukan sekedar Skizofrenia biasa, tapi juga sudah menjadi obsesi tersendiri untuk melindungi adiknya namun malah ia yang menyakiti adiknya sendiri.

Hyunseung menutup pintu dan membiarkan kedua kakak adik itu dulu.

–|||–

Junhyung bersiap di ruang tunggu untuk pertunjukkannya di sebuah acara music mingguan. Ini merupakan comeback-nya dengan lagu baru di albumnya yang akan segera rilis. Dan lagu ini adalah buatan Hyojin dengan lirik yang mereka berdua tulis.

Pintu terbuka dan masuk Dujun yang langsung membungkuk sopan pada orang-orang disana, “Annyeonghaseyo..” sapanya.

“Wuaa! Dujun!!” ucap Junhyung bersemangat.

Dujun tersenyum dan memberikan bro-hug untuk temannya itu, “Wow.. daebak!!” ucapnya kagum.

Junhyung tersenyum senang, “Kau benar-benar datang..”

“Keurom.. Aku sudah berjanji.” Ucap Dujun, lalu memandang backdancer, stylist, manajer dan semua yang ada disana. “Annyeonghaseyo, kalian sudah bekerja keras untuk comeback Junhyung. Aku akan mentraktir kalian semua makan siang nanti..”

“Wuuuuhuuuuu…” sorak orang-orang disana senang.

Junhyung menatap Dujun tak percaya, “Horrll.. kau menjadi teman yang luar biasa ha?” candanya.

Dujun tertawa kecil, “Aniya.. aku mendapat saham ayahku..” jawabnya bangga.

“Woaaa.. daebak! Berapa persen?” Tanya Junhyung penasaran.

“Aissh.. rahasia.” Ucap Dujun, lalu tertawa. “Keure, aku akan kembali ke tempat dudukku. Jangan melakukan kesalahan.. Awal jika kau terjatuh atau salah lirik..”

“Arasso! Pergi sana..” ucap Junhyung sambil mendorong Dujun.

Dujun tertawa dan menyampaikan salam pada orang-orang disana sekali lagi, lalu melangkah ke pintu. Ketika ia hendak keluar, ia berpapasandengan Hyojin yang hendak masuk. “Oh.. cesonghamida..” ucapnya menyesal.

Hyojin tertegun melihat Dujun, namun sepertinya pria itu tidak mengenalnya. Pria itu berlalu keluar begitu saja, membuatnya terpaku di tempat.

Junhyung tertegun melihat Hyojin, “Oh.. Hyojin-ssi..”

Hyojin tersadar dan kembali melangkah masuk, “Kau sudah bersiap?” tanyanya.

Junhyung memandang ke pintu dan memandang Hyojin, “Mmm.. kau ingat Yoon Dujun kan?” tanyanya pelan.

Hyojin memandang ke bawah sambil mengangguk, “Ne..” jawabnya, lalu kembali memandang Junhyung. “Sepertinya dia tidak mengingatku..”

Entah mengapa Junhyung jadi canggung sendiri, “Mmm.. dia memang seperti itu..” ucapnya.

“Junhyung! On stage! 5 minute!” ucap seorang staff.

Junhyung memandang staff itu, “Ne..” jawabnya, lalu memandang Hyojin. “Mmm.. kau akan menunggu disini?”

“Ani.. Jihoon oppa memintaku melihat bagaimana penampilanmu. Setelah itu aku akan langsung pergi..” ucap Hyojin.

“Ne? wae? Setelah ini Dujun akan mentraktir kita semua makan siang.. Tunggulah sebentar lagi..” ucap Junhyung.

Hyojin menggeleng pelan, “Aniya, segeralah pergi ke panggung..”

Junhyung diam sejenak menatap Hyojin, “Jika kau menganggapku rekan kerjamu, tunggu disini dan ikut kami makan siang..” ucapnya, lalu melangkah bersama backdancer keluar.

Hyojin tertegun mendengar ucapan Junhyung dan memperhatikan pria itu pergi.

Dujun kembali ke deretan kursi penonton dimana Jihyun sudah menunggu.

“Kapan temanmu akan tampil?” Tanya Jihyun sambil memberikan karton bertuliskan ‘Yong JunHyung daebak’ pada Dujun.

Dujun tersenyum, “Sekarang gilirannya..” jawabnya. Music mulai terdengar, semua orang langsung terteriak menyorakkan nama Junhyung. “Itu dia!!” ucapnya dan berdiri sambil mengangkat karton tadi. “Wuhuuuu!! Junhyung!!” soraknya.

Jihyun tertawa melihat sikap konyol Dujun dan ikut bersorak.

Seluruh ruangan langsung heboh ketika Junhyung muncul dan langsung menampilkan performa yang luar biasa.

Junhyung yang saat itu mengenakan kacamata hitam mengedarkan pandangannya dan berhenti pada karton buatan Dujun. Ia tertawa dan kembali masuk ke verse selanjutnya.

–|||–

Yang Yo Seop : Ya! Kau ingin mati? kau tidak mencintaiku lagi?! balas chatku!! Aissh!

Gikwang menahan tawa membaca chat dari Yoseop, lalu membalas.

“Gikwang-i..” panggil Nana yang sedang memilih baju.

Gikwang menoleh dan tersenyum, “Ne?”

“Kenapa kau disana? Ayo kemari..” panggil Nana manja.

Gikwang melangkah menghampiri gadis itu, “Wae?”

“Ini lihat.. warna yang mana yang bagus?” Tanya Nana sambil memperlihatkan dua baju.

Gikwang memandang kedua baju itu bingung, “Mmm.. yang ini bagus..” ucapnya.

Nana tersenyum manis, “Aku akan mencoba ini..” ucapnya sambil menyampirkan baju yang di pilih Gikwang dan mencari lagi.

“Mmm.. Nana, bagaimana jika kita makan siang bersama teman-temanku nanti?” Tanya Gikwang.

Nana memandang Gikwang, “Aku kan sudah sering bilang, jika kau ingin bertemu teman-temanmu, kau saja.. Nanti kau akan sibuk bersama mereka dan melupakanku..”

“Aniya, aku hanya ingin memperkenalkanmu pada mereka..” ucap Gikwang.

“Mmm.. mungkin lain kali ya..” ucap Nana dan kembali memilih baju.

Gikwang diam sejenak dan menahan tangan Nana, membuat gadis itu memandangnya bingung. “Kau selalu mengatakan itu, wae? Kau tidak ingin bertemu teman-temanku?”

Nana mengerutkan dahinya, “Memangnya kenapa aku harus bertemu teman-temanmu? Aku kan berhubungan denganmu..”

Gikwang menghela nafas dalam, “Maksudmu, berhubungan dengan isi dompetku?”

Nana menatap Gikwang sebal, lalu meletakkan baju-baju yang sudah ia pegang tadi. Lalu menatap pria itu dengan kedua tangan terlipat di dada, “Kenapa kau tiba-tiba merusak moodku seperti ini? kau ingin berdebat lagi? Wae? Karena teman-temanmu itu? ne! aku tidak suka kau terlalu sering menghabiskan waktu bersama mereka, untuk apa sih? Kau kan lebih baik bersamaku..” ucapnya.

Gikwang kecewa mendengar ucapan Nana, “Untuk apa? Aku menghabiskan masa remajaku bersama mereka. Mereka teman-teman yang selalu mengerti aku..”

“Jadi aku tidak mengerti kau? Begitu?” Tanya Nana kesal.

Gikwang sangat kecewa dengan keputusannya menjalin hubungan dengan Nana. Gadis di depannya sangat egois dan tidak seperti yang ia bayangkan sebelumnya.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? oke! Aku akan bertanya sekarang! kau bisa memilih, aku atau teman-temanmu?!” tantang Nana.

Gikwang tersenyum sinis, “Teman-temanku..” ucapnya tanpa ragu, “Selamat tinggal..” ia berbalik dan langsung melangkah pergi.

Nana tertegun dan mengejar Gikwang, “Gikwang.. tunggu.. Gikwang…” panggilnya sambil menarik tangan pria itu.

Gikwang berhenti dan menatap Nana, “MWo?”

“Jangan seperti ini, aku tidak serius.. maafkan aku..” ucap Nana menyesal.

Gikwang mendorong tangan Nana dengan lembut, “Begini saja.. Aku ingin hubungan kita berhenti dulu. Kita pikirkan apakah kita bisa melanjutkannya atau tidak, lalu kita bertemu lagi..” ucapnya, lalu kembali melangkah pergi.

“Ne? Gikwang…” ucap Nana sebal. Namun pria itu tidak memandang ke belakang lagi.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

12 thoughts on “How To Love [Chapter 14]

    1. Kasihan gikwang 😦
      Aishhhhh nana bnr2 nyebalin egois,matre mungkin-_-
      Oh hyerin … jangan2 suka sma gikwang makanya dia ngerubah penampilannya^_^ omooooo cute^_^
      Ckckck mereka bnr2 sahabat yg lucu^_^
      Yoseob bnr2 lucu ^,^
      Next eon fighting!!!

  1. Yessss,akhirnya gikwang dan nana putus,jadi gikwang bisa sama hyerin ^-^

    Aduh,kesian bangt ngeliat hyuna&joon,pasti hyuna sedih ditinggal joon T_T

    Keep writing thorrr,ceritanya harus lebih daebak dari yng ini \^o^/

  2. Eonni bukan saya merasa terlalu cerewet tau ap tp aku da bc sma ff eonoi hanna sebelum baby boo dan yg di blok lama onni semuax nilah suka tapi eonni jgn lama postnya,saya tau buat ff mang sulit
    Tp kalw bukannya jika kita mau menbuat ff man da d pikir jalan ceritanya ya,sekali lg maaf hanna eonni kalw nilah cerewet 🙂

  3. Kok cerita selanjutnya gak ada? Aku gak sabar mau tau ceita lainnya…kamu buat cerita keren banget sih!! Aku paling suka karya kamu yg baby boo aduh best banget!!!! Daebak euni!!*-*

  4. udda tau nana cwe matre masih aja di temuin :3
    gpp hyuna walau kakak mu gg ada kan ada hyunseung oppa yg jagain mana kece lgy , hahaha
    hyojin. kok liat dudu gtu bangett , jangan” hyojin suka am dujun , ehmm cinta segiempat , hahaha
    tp entah kenapa aq kok tiba” gg suka am jihyun disini -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s