Chapter · Cube

How To Love [Chapter 13]

Chapter 13

Ji_Hyun9

-Keep it Cool-

 

“Yang Yoseop..” panggil Soyu.

Yoseop yang melangkah masuk ke pekarangan rumahnya berhenti dan berbalik, ia mengerutkan dahi melihat Soyu ada disana. “Kang Soyu? Kenapa kau disini?”

Soyu melangkah menghampiri Yoseop dan menatap pria itu serius, “Kau berpacaran dengan anak baru itu?”

Yoseop mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Soyu, “Mwo?”

“Benar kan?! Kau berpacaran dengannya kan?!” Tanya Soyu dengan nada menuduh.

Yoseop menatap Soyu tak mengerti, “Memangnya kenapa?”

Soyu menatap Yoseop sebal, “Dasar playboy! Kupikir kau berbeda dari pria lain! Ternyata tidak! Aissh!!” ucapnya dan berbalik pergi.

Yoseop hanya terbengong-bengong di tempatnya karena sikap Soyu yang tiba-tiba di malam hari seperti ini. ia garuk-garuk kepala bingung sambil memperhatikan gadis itu pergi.

Soyu berhenti dan menoleh ke belakang, ia semakin kesal karena Yoseop tidak mengejarnya. Ia kembali berbalik dan melangkah cepat menghampiri pria itu, “YA!”

Yoseop tersentak, “Mwo?!” ucapnya tak mengerti.

“Aissh! Jika seorang gadis berjalan pergi kau harus mengejarnya!” ucap Soyu kesal.

Yoseop menatap Soyu aneh, “Wae? Kau yang pergi sendiri..”

“Aissh!” Soyu memukul bahu Yoseop.

“Ahk! Appo!” seru Yoseop sebal sambil mengelus bahunya, namun rasa sebalnya luntur melihat kedua mata Soyu memerah dan bulir air berjatuhan.

“Nappeun namja..” ucap Soyu geram, lalu kembali memukul bahu Yoseop.

Yoseop hanya terdiam meskipun Soyu memukul bahunya lagi dan lagi. Hatinya ikut banjir air mata melihat gadis itu menangis, “Ya.. uljima..” ucapnya pelan.

“Wae?! Suka-sukaku jika ingin menangis! Apa pedulimu! Nappeun namja!!” ucap Soyu sebal sambil terus menangis.

“Ssshh.. uljima.. na mianeyo.. ne.. Uljimayo..” bujuk Yoseop.

“Aniya! Aku tidak akan memaafkanmu! Aku benci padamu!” ucap Soyu.

“Ne.. ne.. arasso.. Semua ini salahku, jangan menangis..” ucap Yoseop menyesal dan menarik Soyu ke pelukannya. “Ssshh.. miane..” ucapnya lembut sambil mengelus punggung gadis itu. ia membiarkan gadis itu tenang beberapa saat sambil mengelus rambut gadis itu. tak lama ia melepaskan pelukannya dan menatap gadis itu dalam, “Sudah merasa lebih baik?”

Soyu menatap Yoseop dengan mata sembabnya, “Aku bertanya padamu lagi, kau berpacaran dengan anak baru itu?”

“Hm? Aniya, dia temanku sejak SMA.. Kami memang cukup dekat hingga sekarang..” jawab Yoseop.

Soyu diam sejenak menatap Yoseop, “Bagaimana aku bisa percaya kau hanya berteman dengannya?”

“Itu memang kenyataannya kok.. Jika aku berpacaran dengannya aku tidak akan kaget melihatnya tiba-tiba ada di kampus kan..” ucap Yoseop berusaha menjelaskan.

Soyu menyipitkan matanya menatap Yoseop, namun pria itu terlihat tidak gugup sama sekali. “Jinja?”

Yoseop mengangguk cepat, “Ne.. Jinjaru..” ucapnya.

Soyu menyeka sisa air matanya dan menatap Yoseop sebal, “Aku akan mengawasimu!” ucapnya tegas, lalu berbalik pergi.

Yoseop mengerutkan dahinya, “Ya.. ada apa denganmu?”

Sembari melangkah Soyu tersenyum sendiri karena Yoseop tidak memiliki hubungan dengan Jieun.

Yoseop kebingungan sendiri dengan keanehan Soyu. Ketika hendak masuk ke rumah ponselnya berbunyi, ia segera mengangkatnya karena melihat nama Hyunseung di layar. “Ne..” jawabnya, ia langsung tertegun mendengar ucapan temannya itu. “Mwo?! Arasso! Aku sudah siap sekarang! jemput aku di gang depan seperti biasa!” ucapnya sembari melangkah cepat menjauhi rumah.

Soyu tertegun melihat Yoseop melewatinya, “Ya! Odiga?!”

Yoseop berhenti sejenak memandang Soyu, “Aku harus pergi, temanku… ahh.. kenapa aku menjelaskannya padamu?” ucapnya tak mengerti dan kembali melangkah cepat.

“YA! Yang Yoseop!” panggil Soyu kesal.

Yoseop kembali berhenti dan menatap Soyu kesal, “Mwo?! Aku buru-buru!”

Soyu menatap Yoseop kesal, “Apa itu caramu menjawab kekasihmu?!”

Yoseop tertegun, “Ne?”

“Aissh!” geram Soyu dan melangkah cepat melewati Yoseopn.

Yoseop diam sejenak dan berbalik memperhatikan Soyu dengan wajah bingungnya, lalu bibirnya membentuk senyuman lebar. “Ya.. kau sudah jadi kekasihku ya?!” tanyanya riang sambil mengejar sang gadis.

Soyu menahan senyumannya. Tiba-tiba Yoseop memeluknya dari belakang, “Oh!”

Yoseop memandang Soyu dari belakang dengan wajah cerianya, “Nae yeoja chingu..” ucapnya dengan suara cute.

Wajah Soyu memerah dan berpaling, “Kenapa kau norak sekali, lepaskan..” ucapnya malu.

Yoseop tetap mempertahankan pelukannya, “Ani.. tidak akan sampai kau menjawab penggilanku.” Ucapnya berkeras, “Nae yeoja chingu..”

Soyun berusaha keras untuk tidak tersenyum, namun ia tidak bisa. “Ne, nae namja chingu..” jawabnya pelan.

Yoseop kegirangan sendiri mendengar panggilan Soyu dan melepaskan pelukannya, lalu melangkah cepat ke hadapan gadis yang baru saja menjadi kekasihnya.

Soyu menunduk malu karena Yoseop sekarang ada di depannya.

Yoseop tersenyum manis, “Kau tidak akan menyesal memanggilku kekasihmu, aku akan memastikannya..”

Soyu memandang Yoseop dan mengangguk dengan senyumannya, “Ne.. jika kau mengecewakanku, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup. Araso?!”

Yoseop mengangguk cepat, “Keurom.. percaya saja padaku..” ucapnya.

Soyu tersenyum malu dengan kepala tertunduk.

Sebuah mobil berhenti di sebelah kedua orang tadi, lalu jendelanya turun. “Ya!! Ppali!” panggil Hyunseung.

“Oh.. keure..” jawab Yoseop dan menatap Soyu, “Aku akan menghubungimu nanti, sampai besok..” ucapnya dan langsung melangkah ke pintu mobil.

Soyu memandang Yoseop bingung, “Ne?”

Yoseop membuka pintu namun tidak langsung masuk, “Oh.. aku lupa..” ucapnya sembari berbalik dan menghampiri Soyu lagi. lalu memegang kedua pipi gadis itu dan mencium dahinya, lalu memandang gadis itu dengan senyuman di wajahnya. “Hati-hati, maaf aku tidak bisa mengantarkanmu..” ucapnya.

Soyu tersentuh mendengar ucapan Yoseop dan mengangguk, “Ne..”

Hyunseung terpaku melihat Yoseop mencium dahi Soyu. Ia menatap temannya itu bingung ketika masuk ke mobil.

Yoseop langsung mengenakan sabuk pengaman, “Oke, ayo..” ajaknya, namun mobil tidak juga bergerak. Ia memandang temannya bingung, “Wae? Ayo..”

“Hm? Oh.. ne..” jawab Hyunseung dan menginjak gas lagi.

Yoseop memperhatikan spion dan melihat Soyu melangkah menuju halte bis, bibirnya membentuk senyuman dan memandang ke depan lagi.

“Ya..apa tadi itu benar-benar Kang SoYu?” Tanya Hyunseung memastikan.

Yoseop memandang Hyunseung dengan senyuman lebarnya, “Ne..”

Dahi Hyunseung berkerut bingung, “Kenapa dia ada disini? Di jam ini. juga kenapa kau mencium dahinya tapi tidak mendapat tamparan?”

“Dia kekasihku..” jawab Yoseop bangga.

Hyunseung menatap Yoseop dengan mata melotot, “Mwo?! Sejak kapan?!”

“Beberapa menit yang lalu..” jawab Yoseop senang.

Hyunseung terbatuk sendiri mengetahui itu, “Horrll..” hanya itu yang bisa ia katakan untuk saat ini.

Yoseop tersenyum lebar penuh kemenangan atas keberhasilannya memenangkan hati Soyu.

–|||–

“Jihyun-a.. neo gwenchana?” Tanya Dujun karena melihat Jihyun sejak tadi memandang ponsel dan juga terlihat gelisah.

Jihyun memandang Dujun, “Ne? oh.. ne.. gwenchana..” jawabnya sambil tersenyum.

Dujun menatap Jihyun tak mengerti, gadis itu terlihat tidak senang akan menonton film bersamanya malam ini. “Waeyo? Kau tidak suka filmnya? Atau kau sedang tidak ingin menonton?”

Jihyun tersenyum sambil menggeleng, “Aniya, aku tidak apa-apa kok..” jawabnya, ia terkejut mendengar ponselnya berbunyi dan memandang layar. Lalu dengan cepat mematikan ponselnya.

Dahi Dujun berkerut, “Wae? Siapa itu?”

“Hm? Bukan siapa-siapa..” jawab Jihyun sambil memasukkan ponsel ke tas.

Dujun menatap Jihyun kesal, “Apa kau tidak bisa untuk tidak menutupi sesuatu saat bersamaku?” tanyanya.

Jihyun menatap Dujun bingung sesaat, lalu tersenyum lucu. “Waekeure? Kau cemburu ya?” tanyanya.

Dujun memutar bola matanya kesal, “Jangan katakan omong kosong.. Sudah, aku tidak ingin menonton lagi.” ucapnya sembari bangkit dan berjalan pergi.

Senyum Jihyun memudar dan menatap Dujun sedih, “Naega ara..” gumamnya pelan. Lalu bangkit dan berjalan mengikuti pria itu.

Depan Rumah Jihyun.

Jihyun tertegun melihat Jaebeom berdiri di depan pagar dengan wajah marahnya.

Dujun mengerutkan dahi melihat Jaebeom ada di sana ketika menghentikan mobil, “Kenapa dia disini?”

Jihyun langsung melepaskan sabuk pengamannya dengan tergesa-gesa ketika melihat Jaebeom melangkah mendekati mobil, “Dujun-a, segeralah pergi. Sampai besok..” ucapnya dan langsung keluar dari mobil.

Dujun mengerutkan dahi melihat Jihyun turun dan langsung menahan Jaebeom yang tampak sangat marah. Ia merasa kesal gadis itu di marahi oleh pria itu, tanpa ragu tangannya melepaskan sabuk pengaman dan langsung turun. “Ya.. Ya..” ucapnya sambil menunjuk Jaebeom dan berjalan menghampiri pria itu.

Jihyun terkejut melihat Dujun malah turun, lalu menahan Jaebom agar tidak menghampiri pria itu. “Jaebom-a, kita bicara di dalam..”

“Ya! kemari..” panggil Jaebom.

“Andwae! Jangan kemari!” ucap Jihyun sambil terus menahan Jaebom.

“Gwenchana Jihyun, aku akan berbicara dengannya..” ucap Dujun sambil melangkah menghampiri Jaebom.

Jihyun menatap Dujun khawatir dan menatap Jaebim, “Jebal.. jangan lakukan ini..” mohonnya setengah berbisik.

Jaebom menatap Jihyun serius, lalu menggeser gadis itu ke samping dan mendekati Dujun. “Aku sudah memperingatimu kan?!” Ucapnya kesal.

Dujun tersenyum, “Apa aku pernah bilang setuju?” tanyanya.

Jaebom menatap Dujun marah, “Aku masih mengungkapkan maksudku dengan kata-kata, sekali lagi aku tidak akan menahan diriku..” ucapnya dingin, lalu berbaring sambil menarik tangan Jihyun masuk.

“Cesongeo, aku tidak bisa..” ucap Dujun, membuat Jaebom berhenti.

Jihyun berhenti dan menatap Dujun khawatir, “Dujun-a..”

Jaebom menatap Dujun tajam.

Dujun tersenyum pada Jihyun, “Sampai besok, Nam Jihyun-ku..” ucapnya manis, lalu berbalik masuk ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

Jihyun menahan Jaebon agar tidak mengejar Dujun, “Kemanhe.. kita masuk saja..” ucapnya.

Jaebom menatap Jihyun dan menghela nafas dalam, “Kenapa kau selalu seperti ini? aku melakukannya untukmu..”

Jihyun tersenyum tipis, “Gwenchana.. Aku mengerti, tapi aku tidak mau kau melukainya dan membuat dirimu terluka..” ucapnya.

Jaebom menatap Jihyun sedih, lalu mengangguk pelan. “Keure, ayo masuk..” ucapnya dan menarik gadis itu masuk.

–|||–

Jina yang terus menunggu Dongwoon langsung bangkit begitu mendengat suara mobil berhenti di depan rumah, dengan cepat ia berjalan ke pintu untuk membukanya. “Dongwoon!”

“Aissh! Ya!” ucap Yoseop sebal karena Dongwoon yang ia papah bersama Hyunseung terus bergerak.

“Hmm.. aku tidak mau pulang..” ucap Dongwoon yang mabuk berat.

“Tenang saja Dongwoon..” ucap Hyunseung sambil menahan tangan Dongwoon di bahunya.

Jina tertegun melihat Dongwoon mabuk, “Omo! Dongwoon-a!”

Yoseop tertegun melihat Jina, begitubjuga dengan Hyunseung. “Oh.. annyeonghaseyo..” sapanya canggung.

“Ne.. annyeonghaseyo..” sapa Jina balik. “Waekeureyo? Kenapa dia bisa mabuk seperti ini?”

“Kami juga tidak mengerti, ini pertama kalinya dia mabuk seperti ini. Kami akan membawanya ke kamar..” ucap Hyunseung, lalu membawa Dongwoon masuk.

“Aku tidak mau pulang…” gumam Dongwoon.

“Aissh! shikeuro!” ucap Yoseop sebal.

Butuh tenaga extra untuk membawa Dongwoon ke lantai atas hingga membaringkan pria itu ke tempat tidur.

“Fiuuhh! akhirnya..” ucap Yoseop sambil merenggangkan punggungnya.

Jina melepaskan sepatu Dongwoon dan menyelimuti pria itu yang masih bergumam tidak jelas.

Hyunseung memandang Jina, “Maaf, apa terjadi sesuatu sebelumnya??”

Jina tertegun mendengar pertanyaan Hyunseung, “Ne? Oh.. aniya.. mungkin dia sedang mendapat mood buruk saja..” jawabnya sambil memaksakan bibirnya tersenyum.

Dahi Yoseop berkerut memandang Dongwoon, “Aneh sekali, dia tidak pernah begini sebelumnya..” ucapnya heran.

Hyunseung memandang Dongwoon yang pertama kalinya menkonsumsi alkohol, lalu memandang Jina yang terlihat menghindari kontak mata. “Cokiyo.. bisa kita bicara sebentar di luar?” tanyanya sopan.

“Ne? Oh.. ne..” Jawab Jina, lalu mengikuti Hyunseung keluar dari kamar Dongwoon.

Yoseop memperhatikan Hyunseung keluar dengan dahi berkerut, “Waekeure?” Gumamnya bingung.

Jina menutup pintu di belakangnya dan menghampiri Hyunseung, “Waekeureyo?” Tanyanya.

Hyunseung memandang Jina, “Mmm.. Maaf, apa kau guru private Dongwoon?”

Jina mengangguk, “Ne..”

Hyunseung mengangguk mengerti, “Mmm.. Begini..” Ucapnya memulai, “Aku teman lama Dongwoon. Setauku dia sangat pintar, kenapa ibunya memintamu memberikan les private untuk Dongwoon?”

Jina tampak bingung, “Jinja? Tapi kenapa selama belajar denganku dia tidak peduli sama sekali?”

Dahi Hyunseung berkerut, “Apa Kau pernah melihat lapornya?”

Jina menggeleng, “Aniya, nyonya besar hanya memerintahkanku memberikan les.”

Hyunseung merasa ada yang aneh dengan semua ini, “Dongwoon selalu juara, dia bisa mengingat segala hal dalam waktu singkat. Bahkan dia bisa mengetahui kebiasaan seseorang beberapa kali bertemu saja..”

Jina terlihat kebingungan, “Jinja?”

“Aku tidak tau apakah teman-temanku yang lain menyadarinya atau tidak, tapi sejak Dongwoon memberitau kami ia mendapat guru les private, aku merasa dia jadi sedikit berandal. Maksudku, dia mulai cabut dari kelas hanya untuk bertemu kami. Atau tidak belajar dan menjadi lebih cuek di sekolah. Apa kau tau apa yang terjadi?” Tanya Hyunseung.

“Ne? Oh.. A-aniya.. Aku hanya guru les private, aku tidak tau tentang hal lainnya..” Ucap Jina pelan.

“Hmm.. Begitu..” Ucap Hyunseung mengerti, “Keure, aku dan temanku akan pergi sekarang. Permisi..” Ucapnya.

Jina mengangguk sopan dan memperhatikan Hyunseung memanggil Yoseop ke kamar dan pergi. Ia melangkah ke pintu dan membukanya, ia hanya berdiri disana untuk memperhatikan Dongwoon tidur. Sejujurnya ia merasa bersalah karena mengetahui apa yang terjadi tapi tidak bisa melakukan apa pun.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

8 thoughts on “How To Love [Chapter 13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s