Chapter · Cube

How To Love [Chapter 11]

Chapter 11

nana+raina

-I Still don’t know how to Love-

 

Son Dong Woon : Hyung.. neomu bogoshipo.. ayo bertemu..

Yoon Doo Joon : Nadoo.. ayo makan siang bersama lagi!!!

Jang Hyun Seung : Makan siang bersama? Keure..

Yong Jun Hyung : Aku sedang tidak mood.. tapi ayo bertemu..

Yang Yo Seop : (picture send..)

Yoon Doo Joon : Aissh! Ya! Kenapa kau mengirim wajahmu dan Jieun?!

Son Dong Woon : Wuaa.. itu benar-benar Jieun noona?

Yong Jun Hyung : Han Sunwha? Kenapa ada dia?

Yang Yo Seop : kekekekeke.. ayo bertemu makan siang ini, aku akan membawa Jieun..

Son Dong Woon : Noona! Saranghae!!

Jang Hyun Seung : Oh. kau bersama Jieun ya? Bertemu dimana?

Yoon Doo Joon : Tumben Gikwang tidak muncul.. Dimana dia?

–|||–

Hyunseung masuk ke ruang perawatan Joon dan melihat Hyuna terlelap di sofa. Ia perlahan menghampiri gadis itu dan memperbaiki selimut tipis di tubuh gadis itu. ia tertegun melihat Joon bergerak duduk, “Oh.. kau sudah sadar?”

Joon bergerak duduk sambil memperhatikan Hyuna tidur, “Apa dia baik-baik saja?”

Hyunseung memandang Hyuna, lalu memandang Joon. “Hmm.. dia baik-baik saja..”

Joon memejamkan mata dan memijat dahinya.

Hyunseung mendekati tempat tidur, “Apa kau tau tentang penyakitmu?”

Joon memandang Hyunseung dan mengangguk, “Ne..”

“Apa kau mengikuti pengobatanmu dengan baik?” Tanya Hyunseung.

Joon diam sejenak dan menghela nafas dalam, “Awalnya..”

“Kau tidak mengikutinya lagi dan mulai tidak bisa menguasai dirimu?” Tanya Hyunseung.

Joon mengangguk pelan, “Ne..” jawabnya.

“Waeyo? Kau tau kau bisa membunuh adikmu..” ucap Hyunseung tak mengerti.

Joon diam sejenak dan memandang adiknya, “Biaya untuk pengobatanku tidak sedikit, dari pada menghabiskan uang untuk itu, lebih baik untuk adikku..” ucapnya.

“Tapi apa artinya pengorbananmu itu jika adikmu malah mati di tanganmu sendiri?” Tanya Hyunseung tak mengerti.

Joon menunduk menyesal, “Aku tau..” ucapnya. Ia berusaha keras menahan air matanya, “Tapi apa yang bisa kulakukan?”

Hyunseung diam sejenak untuk berpikir, lalu memandang Hyuna. “Mmm.. aku punya kenalan seorang dokter psikiater yang bekerja di panti untuk orang-orang yang mengalami penyakit mental. Apa kau mau mencobanya?”

Joon memandang Hyunseung, “Aku tidak bisa bekerja, bagaimana aku membayarnya? Hyuna juga akan merasakan dampaknya..”

Hyunseung menggeleng, “Tidak masalah, itu urusanku.. Dokter itu sangat baik hati dan aku sudah mengenalnya dengan baik.”

Joon menghela nafas dalam dan memandang Hyuna, lalu mengangguk setuju.

“Keure, aku akan pergi sebentar. Aku juga sudah meminta perawat membawakan makan siang untuk Hyuna, kau tidak perlu khawatir..” ucap Hyunseung, lalu melangkah keluar.

–|||–

“Jadi noona pindah ke kampus Hyunseung hyung dan Yoseop hyung?” Tanya Dongwoon tak percaya.

Jieun mengangguk senang, “Ne.. Aku tidak tau ternyata itu kampus mereka. Tapi syukurlah..”

“Wuaaa.. aku harus lulus masuk kesana!” ucap Dongwoon penuh ambisi.

“Aissh.. selesaikan saja ujianmu dulu.” Ucap Dujun sebal.

Dongwoon menatap Dujun sebal.

“Oh ya, Hyunseung.. kau berkata akan memberitauku kenapa kau tidak datang hari ini. wae?” Tanya Yoseop ingin tau.

Hyunseung menelan air di mulutnya dan meletakkan minumannya ke meja, “Ada tetanggaku yang kesulitan, jadi aku membantunya..”

Semuanya tertegun menatap Hyunseung.

“Horrrl.. ini pertama kalinya kau berbicara tentang orang lain..” ucap Dujun tak percaya.

“Neo gwenchana? Aku agak khawatir denganmu akhir-akhir ini..” canda Yoseop.

Dongwoon menahan tawa sambil menatap Hyunseung serius, “Jinjaru hyung? Nugu? Yeoja?”

“Ne! pasti yeoja!” ucap Junhyung yakin.

Hyunseung menghela nafas dalam sambil mengelus dahinya, “Memang yeoja. Tapi…”

“Omo!! Apa kau tertarik padanya? Jinja! Ini pertama kalinya Hyunseung berhubungan dengan seorang gadis, benar kan?!” ucap Jieuntak percaya.

“Ne! ini pertama kalinya!” ucap Yoseop setuju.

Hyunseung menghela nafas dalam dan kembali mengambil minumamnya, “Terserah kalian..” ucapnya malas.

“Ya Hyunseung.. jika kau begitu terus, kapan kau akan punya pacar ha?” ucap Junhyung dan tertawa.

Dongwoon menatap Junhyung aneh, “Hyung, seperti kau pernah punya pacar saja..”

Semuanya langsung menahan tawa mendengar ucapan sang maknae.

“Enak saja, aku pernah kok..” ucap Junhyung sebal.

Yoseop menahan tawanya, “Oke.. pacar khayalanmu yang ke berapa?”

Junhyung mendengus kesal.

Hyunseung memandang sekitar, “Gikwang tidak kemari?”

“Hm? Oh.. benar.. dimana dia?” Tanya Yoseop.

“Paling dia sedang bersama gadis yang dia taksir itu..” ucap Dongwoon santai.

“Hmm.. benar juga.. dia kan sedang asik berkencan sekarang..” ucap Junhyung.

“Gikwang berkencan? Hebat… bagaimana gadis itu?” Tanya Jieun penasaran.

“Kami juga belum tau sih, tapi sepertinya cantik..” jawab Yoseop.

Jieun mengangguk mengerti, “Aku jadi ingin melihatnya..”

Dujun tertawa kecil dan memandang layar ponselnya, perlahan keceriaannya meredup karena chatnya tadi tak kunjung di balas.

Yoon Doo Joon : Bagaimana pendonorannya? Kau baik-baik saja?

–|||–

Gikwang bergerak duduk di salah satu kursi di perpustakaan dan menghela nafas dalam, ia mengelus belakang kepalanya dan diam sejenak. Ia senang bisa menghabiskan waktu bersama Nana beberapa waktu ini, namun ia merasa apa yang ia jalani ini tidak seperti apa yang ia harapkan.

“Boleh aku duduk disini?” Tanya seorang gadis.

Gikwang mengangkat wajahnyadan mengangguk, “Ne..”

Gadis itu bergerak duduk di hadapan Gikwang, lalu membuka bukunya dan mulai membaca.

Gikwang menarik buku dan membukanya, ia berusaha memfokuskan pikirannya pada isi buku itu namun pikirannya tetap tertuju pada Nana. Namun pemikiran itu tidak membuatnya bahagia, melainkan ada kerisauan sendiri dalam hatinya.

Gadis tadi memandang Gikwang bingung, “Waekeureyo?”

Gikwang tertegun, “Ne?”

“Kau terlihat gelisah, waekeure? Perut sakit?” Tanya gadis itu.

Gikwang tersenyum canggung, “Mian, hanya memikirkan sesuatu..” ucapnya dan kembali membaca. Kepalanya menoleh ke ponsel di sebelah bukunya karena bergetar, lalu mengambil benda itu dan melihat ada chat masuk.

Yang Yo Seop : Wuhuuu.. kau sibuk berkencan ya? Kenalkan dia padaku..

Gikwang menghela nafas dalam dan membalas chat itu.

Lee Gi Kwang : Aniya.. aku hanya sibuk dengan kegiatan kampus. Mungkin nanti..

Yang Yo Seop : Wae? Kau takut dia akan naksir padaku ya? Hahaha

Gikwang menahan tawa membaca chat Yoseop.

Lee Gi Kwang : Kau? Yang benar saja..

Yang Yo Seop : Meskipun kau berkencan, jangan lupakan aku.. Saranghae.. ❤

Gikwang tersenyum lucu.

Lee Gi Kwang : Paboya? Mana mungkin aku melupakanmu.. :*

Gikwang mengangkat wajahnya dan menyadari gadis di depan memandangnya aneh, “Hehehe.. temanku…” ucapnya.

Gadis itu menahan tawa, “Tadi kau gelisah, sekarang kau tersenyum. Pasti dia teman baikmu kan?”

Gikwang mengangguk, “Ne..”

Gadis itu mengangguk dan memandang bukunya.

Gikwang memandang ponselnya sambil tersenyum lucu. Temannya yang satu itu memang sangat konyol dan sedikit aneh, tapi ia senang pria itu menjadi bagian dari grup mereka.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

7 thoughts on “How To Love [Chapter 11]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s