Chapter · Cube

How To Love [Chapter 10]

Chapter 10

Kim Hyuna

-Will You Be Alrigth?-

 

Hyunseung bisa menghela nafas lega karena kondisi kakak Hyuna yang bernama Joon tidak parah. Hanya gegar otak ringan dan sama sekali tidak mengkhawatirkan. Ia melangkah ke ruang tunggu dan menghampiri Hyuna yang duduk disana setelah mendapat perawatan. “Ini..” ucapnya sambil memberikan sebotol air mineral ke tangan gadis itu.

Hyuna mengangguk sopan ketika mengambilnya dan menunduk.

Hyunseung membuka tutup botol minuman di tangannya, namun kembali menutupnya sambil memandang Hyuna. “Mmm.. kudengar dari dokter, ini bukan pertama kalinya kau kemari untuk di obati..” ucapnya.

Hyuna mengangguk pelan.

Hyunseung menghela nafas dalam, “Jadi kau sudah sering di pukuli seperti ini?”

Hyuna mengangguk pelan lagi.

Hyunseung menatap Hyuna tak percaya, “Dan kau diam saja?”

Hyuna semakin menundukkan kepalanya.

“Hyuna, ini bukan sekedar pukulan antar saudara. Ini sudah melanggar hukum..” ucap Hyunseung serius.

Hyuna menatap Hyunseung kaget, “Andwae!Oppa tidak boleh melaporkan ini kepolisi!” ucapnya cepat.

Dahi Hyunseung berkerut tidak mengerti, “Wae? Kau bisa di pukuli sampai mati..”

Hyuna menggigit bibir bawahnya ragu, “Oppa-ku sakit..”

“Sakit?Sakit jiwa?”Tanya Hyunseung sinis.

Hyuna menunduk, “Dokter bilang oppaku menderita skizofrenia..”

Note: skizofrenia:gangguan kejiwaan kompleks dimana seseorang mengalami kesulitan dalam proses berpikir sehingga menimbulkan halusinasi, delusi, ganggunan pikiran dan bicara atau perilaku yang tidak biasa.

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Hyuna, mulutnya sampai terbuka karena tidak percaya.“Mwo?”

Hyuna menggenggam botol air di tangannya.

Hyunseung memejamkan mata dan memijat dahinya.

“Oppa bukan orang yang jahat.. Dia sangat sayang padaku..” ucap Hyuna, bulir air matanya mulai berjatuhan. “Tapi saat penyakitnya muncul ia akan berubah menjadi orang yang lain.. Hanya itu..”

Hyunseung menatap Hyuna tak mengerti, “Sudah berapa lama dia mengidap penyakit ini?”

“Tiga tahun lalu..” jawab Hyuna.

“Waeyo?” Tanya Hyunseung.

“Dulu…” Hyuna tampak kesulitan untuk berbicara, ia menghela nafas dalam dan memandang Hyunseung. “Beberapa tahun lalu ayahku mengalami kecelakaan dan menjadi cacat.Ayahku tidak bisa berjalan dengan normal lagi dan kehilangan pekerjaannya.Keluarga kami menjadi sangat sulit dan ayah mengetahui ibuku selingkuh dengan rekan kerjanya.Lalu, ayahku mulai menjadi kasar.Dia selalu memukuliku, oppaku, juga ibuku.Malam itu, ibuku dengan berani membawa selingkuhannya yang lain kerumah.Bahkan menggunakan kamar ayah dan ibuku untuk melakukan hubungan itim dengan kekasihnya itu.ayahku marah besar…” ia kembali menunduk mengenang masa lalu. “Malam itu…”

Hyunseung menatap Hyuna menunggu kelanjutan cerita gadis itu.

“Ayahku memukuli ibuku hingga sekarat.Ayah juga ingin membunuhku karena selalu membela ibuku.Oppaku tidak membiarkannya dan melindungi kami.Saat itu, oppa mendapat pukulan yang sangat keras di kepalanya.Oppaku tidak sadarkan diri, ibuku mati di tangan ayahku.Aku…..” Hyuna mengatupkan kedua bibirnya menahan tangis.

Hyunseung seperti bisa merasakan apa yang di rasakan Hyuna, ia menarik gadis itu ke pelukannya dan mengelus punggung gadis itu lembut. “Gwenchana.. Semuanya akan baik-baik saja..” ucapnya.

Hyuna melepaskan pelukan Hyunseung dan menatap pria itu, “Saat itu aku melarikan diri.. Aku meninggalkan keluargaku.. Jika aku pergi ke kantor polisi..atau memanggil tetangga untuk menolong.. Mungkin oppaku tidak akan mendapat pukulan itu hingga memberikan penyakit ini padanya, juga ibuku mungkin masih bisa selamat..” ucapnya menyesal.

Hyunseung memegang pipi Hyuna dan menatap gadis itu dalam, “Gwenchana, kau masih kecil saat itu.jika aku jadi kau, aku juga akan melarikan diri karena ketakutan..”

Hyuna kembali menangis dan memeluk Hyunseung, “Jangan laporkan oppaku, dia tidak jahat..” mohonnya.

“Ne.. arasso.” Ucap Hyunseung sambil mengelus rambut Hyuna.

–|||–

“Mwo?Kau tidak masuk hari ini?wae?” Tanya Yoseop sebal ketika mendapat telepon dari Hyunseung.

“Ada sesuatu yang harus kulakukan. Aku akan menceritakannya nanti ketika kita bertemu.. Bye..” jawab Hyunseung dan memutuskan telepon.

Yoseop menatap layar ponselnya kesal, “Aissh..kau ini..” ucapnya sebal.Lalu melangkah menuju kelasnya pagi ini.matanya tidak sengaja menangkap seseorang. Kang Soyu. Gadis itu masih terlihat cantik dan mengagumkan di matanya, melihat gadis itu seorang diri kakinya melangkah sendiri ke arah gadis itu.bibirnya membentuk senyuman dan bersiap menyapa gadis itu.

“Soyu-a..” sapa senior yang waktu itu menghampiri Soyu sambil mengulurkan tangan dan memegang tangan sang gadis.

Yoseop tertegun melihat Soyu menoleh dan tersenyum pada pria itu.Perasaannya yang tadi berbunga-bunga kembali kuncup, ia menghela nafas dalam dan melangkah cepat melewati lorong itu. tidak peduli ia akan berpapasan dengan gadis itu.

Soyu tertawa kecil mendengar ucapan seniornya, kepalanya menoleh ketika menyadari Yoseop. “Oh.. Yoseop-a..” panggilnya.

Yoseop berhenti dan memandang Soyu dengan wajah tanpa ekspresinya.

Soyu tersenyum, “Tentang bazar itu…”

“Aku sibuk, mian..” potong Yoseop dan melangkah pergi.

Soyu tertegun dengan respon dingin Yoseop.

“Mwoya?Kenapa dia sok begitu sih?”Tanya senior tadi tak mengerti.

“Sebentar sanbae..” ucap Soyu dan melangkah mengikuti Yoseop.

Yoseop menghela nafas dalam sambil memainkan sandangan ranselnya.

“Yang Yoseop..” panggil Soyu sambil mengejar langkah Yoseop.

“Hm?Wae?”Tanya Yoseop sambil menoleh.

Soyu tertegun dengan respon dingin itu, “Ada apa denganmu?Kau masih sakit?”

Yoseop menghela nafas dalam, “Aniya, aku sudah sembuh.Waeyo?”

Soyu menatap Yoseop tak mengerti, “Waeyo?”

Dahi Yoseop berkerut, “Kenapa kau mengulang pertanyaanku?”

Soyu menatap Yoseop seperti akan menangis. “Jangan pernah berbicara denganku lagi..” ucapnya dan berbalik pergi.

“Keure..” ucap Yoseop yang membuat Soyu berhenti, “Aku juga sudah merencanakanya..” lanjutnya, lalu melangkah pergi.

Soyu tertegun dan berbalik menatap Yoseop tak percaya. Ketika ia hendak melangkah mengikuti pria itu, seseorang membuatnya berhenti.

“Yoseop-a!” panggil seorang gadis.

Yoseop menoleh dan tertegun melihat Jieun, “Oh..Jieun-a?”

Jieun tersenyum lebar dan menghampiri temannya itu, “Kau juga berkuliah disini?”

“Ne..Kenapa kau disini?”Tanya Yoseop bingung.

“Aku baru di transfer kemari..” ucap Jieun senang, “Wuaa.. aku tidak akan kesepian! Ayo! Tunjukkan kampus padaku…” ucapnya sambil memeluk lengan Yoseop dan menarik pria itu pergi.

Yoseop tertawa kecil, “Keurom, ayo kita mulai dari halaman sana..” ucapnya.

Soyu terpaku melihat Yoseop pergi dengan gadis lain, “Aissh..” gumamnya kesal.

–|||–

Dujun yang duduk di bangku taman sambil menikmati minumannya memperhatikan sekitar sejak ia duduk disana setengah jam yang lalu. “Hmm.. kenapa dia belum terlihat juga? Kemana dia?” gumamnya sebal.Ia kembali mengedarkan pandangannya hingga menemukan orang yang ia cari. Bibirnya membentuk senyuman sambil meletakkan minumannya di kursi, lalu bangkit dan menghampiri Jihyun. “Hei JIhyun..” sapanya sambil merangkul gadis itu.

Jihyun terkejut dan memandang Dujun, “Ya..kau mengejutkanku..” ucapnya.

Dujun tertawa kecil, “Mian, kenapa kau lama sekali? Kupikir kau tidak akan datang..”

Jihyun tersenyum, “Ne, tadi aku mempir ke tempat kakak iparku dulu..” ucapnya.

“Hmm..oh ya.. siapa sih pria kemarin? Menyebalkan sekali..Kekasihmu ya?” Tanya Dujun.

Jihyun tertawa kecil, “Aniya, temanku. Kami sudah sangat dekat, jadi dia terkadang bersikap seperti kakakku..”

Dujun mengangguk mengerti, “Hmm.. sepertinya dia menyukaimu, karena itu dia sangat protektif.. Kau tidak menyukainya kan?”

Jihyun menatap Dujun lucu, “Waeyo?Kau tidak suka jika aku menyukainya?”

Dujun menatap Jihyun serius, “Menurutmu?!”

Jihyun tertawa lucu sambil mendorong tangan Dujun di bahunya, “Dasar playboy..” candanya.

Dujun tertawa kecil, “Siapa yang playboy? Aku pria setia kok..” jawabnya.

Jihyun semakin tertawa, “Ayo masuk ke kelas saja..” ucapnya sambil memeluk lengan Dujun dan berjalan.

Dujun tersenyum senang sambil mengelus tangan Jihyun di lengannya.“Siang nanti kau mau pergi makan siang denganku? Kita bisa makan bersama teman-temanku lagi..”

“Siang ini?hmm.. aku tidak bisa..” jawab Jihyun menyesal.

“Waeyo? Kau akan pergi bersama temanmu itu? horrl..” ucap Dujun sebal.

Jihyun tertawa kecil, “Aniya..” jawabnya, “Di tempat kakak iparku bekerja ada seorang anak yang butuh donor darah, dan kebetulan darahku cocok. Jadi aku akan mendonorkan darahku untuknya..” jelasnya.

Dujun tertegun dan berhenti melangkah dengan tatapan tak percaya pada Jihyun, “Mwo?”

Jihyun memandang Dujun bingung, “Mwo?Kau tidak pernah mendengar tentang pendonoran darah?”

“Hm? Oh..ani.. maksudku.. Wae?”Tanya Dujun tak mengerti.

Jihyun tersenyum, “Aku hanya ingin membantunya..”

Dujun garuk-garuk kepala tak mengerti, “Tunggu, jadi kakak iparmu seorang dokter?”

Jihyun mengangguk, “Ne..”

“Karena itu tadi kau mampir ke tempatnya?” Tanya Dujun.

Jihyun mengangguk lagi, “Ne..”

“Dan kau akan memberikan darahmu untuk menolong seorang anak?”Tanya Dujun tak percaya.

Jihyun mengangguk sekali lagi, “Ne..” jawabnya, “Memangnya kenapa?”

Dujun tertegun mendengar jawaban santai Jihyun.Ia pikir selama ini gadis di depannya ini hanya gadis manja yang menyukai shopping dan akan menghabiskan waktu di salon, tapi ternyata ia salah.

Jihyun tersenyum, “Gwenchana, ini bukan yang pertama kali kok. Tidak perlu khawatir..”

Dujun diam sejenak, lalu tersenyum sambil mengangguk. “Kau sangat cantik, kau tau kan?”

Jihyun tertawa lucu, “Keurom..” ucapnya, “Ayo..” ia melangkah bersama pria itu lagi.

Dujun melirik Jihyun sambil melangkah. Untuk pertama kalinya setelah mengenal gadis itu, ia merasa bangga memegang tangan gadis itu di lengannya. Juga ia merasa orang-orang akan iri karena ia menggandeng gadis yang tidak hanya cantik fisik, tapi juga hatinya.Bibirnya membentuk senyuman sendiri memikirkan hal itu.

 

<<Back           Next>>

 

Advertisements

5 thoughts on “How To Love [Chapter 10]

  1. Hmmmm hyuna sedih amat oppanya sakit ibunya telah tiada dan ayahnya….. hwaiting hyuna.
    wuahhh soyou terlihat kesal ama yoseob dn jieun hehehe bagus dehhh
    doojoon smkn memperlihatkan suka nya pad jihyun yesss.
    jangan2 oppanya hyuna joon LEE JOON
    PLease ,respon eon?
    Next .fighting!!

  2. Cielah bang dudu uda mmulai suka am jihyun ^^
    ehm ternyata oppa nya hyun kena penyakit toh , kasian bangett ihh nasib hyuna :/
    ucuba uda bener” nyerah ya am soyu , nah soyu nya mulai kehilangan nieh , hahhah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s