Chapter · Cube

How To Love [Chapter 8]

Chapter 8

soyu

-Memories are Memories-

=Flashback=

Junhyung melangkah keluar dari ruang ganti setelah berolah raga sembari merapikan kemejanya, ia berhenti melihat teman sekelasnya. Ahn Hyojin. Menghampirinya dengan kepala tertunduk malu.Juga rambut panjang hitam yang menutupi wajah gadis itu.

“Junhyung, kenapa semalam kau menutup teleponku seperti itu?”Tanya Hyojin tak mengerti.

Junhyung memandang kebawah menyesal, lalu melangkah maju.Namun saat itu gerombolan teman-temannya dan salah satunya adalah Song Jieun muncul untuk berganti baju.

“Junhyung?” panggil Hyojin.

Junhyung langsung menatap Hyojin, “Aku sudah berkata kau tidak perlu menghubungiku lagi!” tegasnya.

Hyojin tertegun menatap Junhyung.

Junhyung melirik teman-temannya yang lain yang terpaku mendengar ucapannya tadi, lalu kembali menatap Hyojin. “Kau tidak mengerti maksudku? Keure, aku akan mengatakannya dengan jelas. Aku tidak tertarik padamu.. Tidak akan! Yang akan membuatku tertarik adalah gadis-gadis cantik seperti Song Jieun! Kau mengerti?!” tegasnya, lalu berbalik dan berjalan pergi.

Mata Hyojin membesar dengan hati jatuh berantakan memperhatikan Junhyung pergi.

=Flashback End=

Junhyung menghela nafas dalam mengingat hari itu.sejujurnya ia sangat menyesal sekarang. ia menghela nafas dalam dan mengambil ponsel.

Ya..ayo bertemu..

Tulisnya di forum chat.

Yoon Du Jun : Aku harus melakukan sesuatu, mian..

Jang HyunSeung : Mian, aku ada kelas hingga sore..

Yang Yo Seop : Jangan ganggu aku, aku sedang patah hati.. (TT-TT)

Son Dong Woon : Zzzzzz….

Lee Gi Kwang :Aku sedang berkencan..

Yang Yo Seop : Mwo?! Dengan siapa?!Kau mengatakan perasaanamu?! Aissh!!

Jang Hyun Seung : Horrrl.. daebak!

Yoon Du Jun : Mworagu? Daebak!

Junhyung memutar bola matanya kesal, anak-anak itu malah membahas kencan Gikwang disaat ia ingin bertemu mereka. Ia hanya menghela nafas dalam dan meletakkan ponselnya. Ia tidak bisa menyalahkan mereka juga. Waktu mereka dan waktunya sangat sulit di samakan sejak ia memutuskan menjadi penyanyi. Tiba-tiba ia teringat seseorang dan kembali mengambil ponselnya. Ia diam sejenak dan mengetik pesan.

Kau ada kegiatan?Aku sedang bosan, bagaimana jika mencari sesuatu yang menyenangkan?

Ia mengirim pesan itu dan menunggu sejenak. Jantungnya berdegup kencang menunggu apakah pesannya di balas atau tidak.Ia tertegun mendengar ponselnya berbunyi dan menatap layarnya serius.

Ahn Hyo Jin : Oke..

Bibir Junhyung membentuk senyuman dan segera bangkit dari tempatnya.

–|||–

“Gikwang-i, lihat..ini lucu kan?” Tanya Nana sambil memperlihatkan sebuah baju pada Gikwang.

Gikwang tersenyum melihat keimutan sikap Nana, “Ne, sangat lucu..”

“Oke, aku akan mencobanya..” ucap Nana dan membawa baju tadi ke ruang ganti.

Gikwang tersenyum senang sendiri karena ia sedang menghabiskan waktu bersama Nana. Ia tak menyangka kesalahan mengirim itu justru membuat gadis itu tertarik padanya.

Nana keluar dari ruang ganti dan memperlihatkan baju yang ia kenakan, “Gikwang-i, eoteokhe?”

Gikwang tersenyum lebar lagi, “Sangat bagus di tubuhmu!”

Nana tersenyum senang, “Aku akan mengambil yang ini..” ucapnya.

Gikwang mengangguk setuju.

Setelah Nana mengganti baju lagi, ia dan Gikwang pergi ke kasir untuk membayar.

Gikwang mengeluarkan kartu kreditnya dan membayar baju tadi.

Nana tersenyum dan memeluk lengan Gikwang manja, “Gumawoyo..” ucapnya imut.

“Ne..” jawab Gikwang, “Ayo.. sebaiknya kita makan dan segera pulang.. Sudah malam..” ucapnya.

“Ne?” ucap Nana cemberut, “Ini belum malam..masih jam 7 kok.. masih banyak tempat yang belum kulihat.. Kita lihat sebentar lagi ya..” bujuknya.

Gikwang ingin berkata tidak, namun melihat keimutan sikap Nana membuatnya tak berdaya.Ia hanya tersenyum dan mengangguk setuju.

“Yeaay!” sorak Nana senang, lalu menarik tangan Gikwang ke tempat lain.

Saat makan malam.

“Mmm..Nana, teman-temanku penasaran denganmu.Apa kau tidak keberatan bertemu mereka?” Tanya Gikwang.

Nana memandang Gikwang bingung, “Kenapa mereka penasaran?”

“Hm? Oh..Mereka hanya penasaran.karena aku belum pernah pergi bersama seorang gadis seperti ini..” jawab Gikwang malu-malu.

Nana diam sejenak, lalu tersenyum lebar.“Jadi aku yang pertama?”

Gikwang mengangguk malu.

“Wuaa..jinja? Hmm..berarti aku sangat beruntung kan?” canda Nana dan kembali makan.

Gikwang tersenyum lebar dan memandang makanannya senang.

–|||–

Akhirnya Yoseop muncul di kampus.Meskipun ia masih ingin menggunakan alasan sakit untuk tidak beranjak dari tempat tidur, ia harus pergi sebelum ibunya memberikan bom bardir omelan yang luar biasa.

“Ya!Yoseop!” panggil Hyunseung begitu melihat temanya itu.

Yoseop menoleh dan melambaikan tangan, “Hei..”

“Kau sudah baik-baik saja?Kenapa kau sampai tidak masuk? Dasar berlebihan..” ucap Hyunseung aneh.

Yoseop tertawa kecil, “Miane…” ucapnya.

“Oh ya, tadi Kang Soyu bertanya tentangmu padaku..” ucap Hyunseung.

Yoseop tertegun dan menatap Hyunseung tak percaya, “Ne?!waeyo? Apa yang dia katakan? Kenapa dia bertanya padamu?Dia kan bisa langsung menghubungiku.”Ucapnya tak mengerti.

“Karena yang dia tau kau sakit, karena itu dia bertanya padaku. Dia hanya bertanya apa sakitmu parah, juga bertanya kapan kira-kira kau datang lagi..” jawab Hyunseung.

“Lalu, apa yang kau jawab?”Tanya Yoseop ingin tau.

“Aku tidak tau..” jawab Hyunseung.

Dahi Yoseop berkerut dengan tatapan sebalnya, “Kau menjawab kau tidak tau?”

Hyunseung mengangguk, “Memang benar aku tidak tau..” jawabnya polos.

“Aishh!” gumam Yoseop kesal, “Sahabat terbaikmu sakit dan kau jawab tidak tau?paboya?!”

Dahi Hyunseung berkerut, “Aku memang tidak tau kok..” ucapnya membela diri. “Lagi pula jika aku mengatakan kau sakit karena patah hati kan semakin aneh..”

Yoseop menghentak kakinya sebal. “Seharusnya kau berkata aku sakit parah.. Lalu dia akan berlari-lari ke rumahku dan menghampiriku, ‘Yoseop-a..gwenchana? Maafkan aku, aku tidak akan mengacuhkanmu lagi..’” ucapnya sambil membayangkan jika Soyu mengatakan itu.

Hyunseung menatap Yoseop aneh, lalu geleng-geleng kepala dan berjalan pergi meninggalkan temannya yang sakit jiwa itu.

“Ya..tunggu aku..” panggil Yoseop sambil mengikuti Hyunseung.

“Yang Yoseop..”

Yoseop berhenti dan menoleh, ia tertegun melihat Soyu berjalan menghampirinya.

Hyunseung ikut berhenti dan melihat Soyu bingung.

“Oh..syukurlah kau sudah masuk.. Ini tentang bazar yang akan di adakan komunitas kita..” ucap Soyu langsung, “Ayo ikut untuk membicarakannya..”

“Kaure, aku duluan..” ucap Hyunseung sambil memegang bahu Yoseop, “Bye, Soyu..” ucapnya dan melangkah pergi.

“Tunggu Hyunseung, kita pergi bersama..” panggil Yoseop, membuat Soyu dan Hyunseung sama-sama menatapnya kaget. Ia memandang gadis cantik di depannya dan tersenyum, “Miane, Kang Soyu.. Aku akan keluar dari komunitas..Aku tidak ikut bazar nanti. Jadi, sampai jumpa..” ucapnya dan merangkul Hyunseung, “Khaja…”

Hyunseung kebingungan kenapa Yoseop tiba-tiba seperti ini pada Soyu.

Soyu terpaku dan menatap Yoseop tak percaya, “Mwoya?” gumamnya tak mengerti.

Hyunseung memandang Yoseop tak percaya, “Ya..ada apa denganmu?”

Yoseop berhenti dan menghela nafas dalam, lalu memandang temannya itu dan tersenyum. “Gwenchana.. Aku hanya tidak ingin bermain-main lagi..” ucapnya.

“Bermain-main apa?Maksudku, kenapa kau seperti itu pada Soyu? Dia akan merasa kau aneh dan mungkin tidak akan berbicara denganmu lagi..” ucap Hyunseung tak habis pikir.

“Gwenchana.. Masih banyak gadis lain, ayo… Kudengar di halaman sana banyak gadis cantiknya..” ucap Yoseop dan melangkah riang menuju halaman.

Hyunseung terpaku melihat Yoseop seperti orang lain. Setahunya selama mereka berteman, temannya itu sangat setia. Jika sudah menyukai sesuatu temannya itu akan menyayangi sesuatu itu sampai akhir.Tapi kenapa seperti ini?

–|||–

Jina menatap Dongwoon sebal karena tidak berhenti menguap sejak tadi, “Ya..kau benar-benar tidak tertarik dengan pelajarannya?”

Dongwoon mengelus matanya, “Bisakah aku tidur saja? Aku sangat mengantuk..”

Jina melipat kedua tangannya di dada, “Keure, tapi aku tidak akan pergi jika kau tidak bisa mengerjakan satu soal pun..”

“Oke, mana soalnya?” Tanya Dongwoon.

Jina membuka buku dan menyodorkan halaman buku, “Ini, kerjakan 5 soal ini.lalu kau bisa tidur..”

Tanpa ragu Dongwoon langsung mengambil pensil dan mengerjakan soal-soal itu.

Jina tersenyum sambil geleng-geleng kepala, lalu membaca buku pelajaran Dongwoon yang lain. Paling tidak setelah tidak bisa juga mengerjakan soal-soal itu ia bisa memberikan pelajaran lain.

“Selesai!Aku tidur!” ucap Dongwoon sambil bangkit dan melangkah ke tempat tidur.

Jina terkejut, “Mwo?! Ya! Kau kira ini hanya lelucon?!” tanyanya sebal, namun pria itu sudah tenggelam di dunia mimpi.Ia mendengus kesal sambil mengambil buku tadi. Muridnya itu membuat jawaban disana, ia memperhatikan sejenak. Tak lama matanya membesar dengan mulut sedikit terbuka karena tak percaya. Semua jawaban disana sangat sempurna! Ia menatap Dongwoon tak percaya, “Mwoya? Ketika mengantuk otaknya jadi sangat pintar seperti ini..”

<<Back                  Next>>

Advertisements

9 thoughts on “How To Love [Chapter 8]

  1. Wah,hanna eon ngepost ff baru lgi >_<

    Ceritanya keren bangt,itu yoseob knp ya?knp dia ngejauhin soyou?Jadi penasaran bangetttt

    Keep writing thorr,ff selanjutnya harus yng daebak d('-')b

  2. Kl pinter kenapa woonie pke privat segala ????!
    ahh jd itu yg terjadi am bang jok dlu !!!!
    cih bner kan nana itu cuman manfaatin kwang doank :3
    aigoo seungie jawab nya polos bangettseh >.<
    ucuba uda menyerah ngejar soyu , yauda gpp cri saja wanita lain ^^

  3. baru baca ff ini marathon dari chapter satu.
    Kom Hyunseungnya nggak dingin? kukira dia karakternya cool gitu.

  4. baru baca ff ini marathon dari chapter satu.
    Kok Hyunseungnya nggak dingin? kukira dia karakternya cool gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s