Chapter · Cube

How To Love [Chapter 5]

Chapter 5

wpid-tumblr_inline_ndbia9b4ys1qa533w.jpg

-After Party-

 

“Wuaaa.. banyak sekali yang datang..” ucap Jihyun bersemangat ketika masuk ke sebuah klub bersama Dujun.

“Ne.. temanku ini sangat popular saat SMA..” ucap Dujun memberitau.

“Oh.. disana ada teman-temanmu..” ucap Jihyun sambil menunjuk ke arah Hyunseung dan Yoseop.

“Ayo kesana..” ucap Dujun sambil melangkah, namun matanya melihat Jieun yang malam itu mengenakan dress ketat yang memperlihatkan punggung mulus gadis itu. matanya langsung terpaku pada gadis itu, “Itu temanku yang mengadakan pesta, aku akan menemuinya dulu..” ucapnya dan langsung melangkah pergi.

Jihyun berhenti di tempatnya dan memandang ke arah Dujun pergi. ia memperhatikan pria itu menghampiri seorang gadis cantik yang sexy, lalu saling menyapa dan tersenyum lebar satu sama lain. Ia memandang ke arah Hyunseung dan Yoseop tadi dan menghampiri mereka. “Annyeonghaseyo..”

Hyunseung memandang Jihyun dan mengangguk sopan, “Oh.. kau datang bersama Dujun?”

Jihyun tersenyum, “Ne.. dia sedang menemui teman kalian..” ucapnya.

Hyunseung memandang ke arah Jieun tadi dan ternyata memang benar ada Dujun disana. Ia jadi merasa tidak enak melihat temannya terlihat sangat akrab dengan gadis lain saat Jihyun datang kesini bersama temannya itu. “Mmm.. dia dan Jieun memang dekat saat sekolah dulu..” jelasnya agar Jihyun tidak salah paham. “Duduklah..”

Jihyun mengangguk sambil bergerak duduk, “Ne, Dujun juga mengatakannya tadi.” Ucapnya, lalu memandang Yoseop yang sudah membaringkan kepala di meja dengan satu tangan memegang botol bir. “Hm? Yoseop-ssi kenapa?”

“Jangan pedulikan dia..” ucap Hyunseung menahan tawa, “Gadis yang ia sukai menyukai orang lain..”

Jihyun mengangguk mengerti.

“Andwae!!” seru Yoseop yang tiba-tiba duduk tegap sambil menatap Hyunseung, membuat temannya dan Jihyun terkejut. “Dia tidak menyukai pria itu! dia hanya suka gayanya..” ucapnya sebal. Lalu memperlihatkan ekspresi terlukanya sambil menepuk-nepuk dadanya. “Kenapa wajahku cute seperti ini Hyunseung-a? waeyo?”

Hyunseung menatap Yoseop aneh dan mendorong kepala temannya itu agar berbaring ke meja lagi, lalu memandang Jihyun yang menahan tawa melihat kelakuan temannya saat mabuk.

“Apa dia memang seperti itu ketika mabuk?” Tanya Jihyun lucu.

“Kadang-kadang..” jawab Hyunseung dan tertawa kecil.

Dujun menghampiri meja dan duduk di sebelah Jihyun, “Oke.. kita pesan minum..” ucapnya bersemangat.

“Hm.. aku tidak bisa minum..” ucap Jihyun.

Dujun menatap Jihyun aneh, “Eiii.. lalu kenapa kau datang kemari? Sudah aku akan memesankannya..” ucapnya dan memanggil pelayan.

–|||–

Hyuna melangkah masuk ke gedung apartemen dengan kedua tangan masuk ke saku jaket dan langsung menuju lift. Ia tertegun melihat seseorang duduk bersandar di sebelah lift dan terlihat tertidur. “Hm? Siapa itu?” gumamnya bingung, lalu mendekati orang itu hati-hati. Ia memperhatikan siapa orang itu lebih dulu. Dahinya berkerut menyadari orang itu adalah Hyunseung. “Ini kan oppa yang tinggal di lantai apartemenku..” ucapnya. Lalu menghampiri pria itu, ia bisa mencium alcohol dari tubuh pria itu. “Oppa.. Oppa..” panggilnya sambil mengguncang bahu pria itu.

Dahi Hyunseung berkerut dan membuka matanya sedikit, lalu memandang Hyuna dan sekitarnya bingung.

“Oppa, kenapa tidur disini?” Tanya Hyuna bingung.

“Hm?” dahi Hyunseung semakin berkerut dan memandang sekitar lagi. “Oh.. dimana aku?”

“Ayo oppa..” Hyuna bergerak bangkit sambil memegang lengan Hyunseung dan membantu pria itu bangkit.

Hyunseung bergerak bangkit, namun ia merasa sekitarnya bergoyang akibat pengaruh alcohol yang terlalu berat.

“Oh-oh!!” Hyuna memeluk lengan Hyunseung dan berusaha menahan tubuh pria itu agar tidak jatuh lagi, “Oppa.. gwenchana?” tanyanya.

Hyunseung berusaha menahan dirinya berdiri tegap sambil memejamkan matanya erat dan membukanya lagi. lalu memijat dahinya yang mulai terasa sakit, “Ahh.. kepalaku..” rintihnya.

“Sebentar..” ucap Hyuna sambil mengulurkan satu tangannya untuk menekan tombol lift. Setelah menunggu beberapa saat, pintu lift terbuka. “Ayo oppa..” ucapnya sambil melangkah dan membawa Hyunseung bersamanya.

Hyunseung berusaha mempertahankan kesadarannya, namun langkahnya selalu sempoyongan. Ia perlu berpegangan pada dinding dan pintu lift hingga masuk ke dalamnya agar Hyuna tidak terlalu mengeluarkan tenaga.

Hyuna menekan tombol lantai dan menunggu lagi.

Hyunseung menyandarkan punggungnya ke dinding, begitu juga dengan belakang kepalanya. Matanya terpejam sesaat untuk mengurangi sakit di kepalanya.

“Oppa, pintunya sudah terbuka..” ucap Hyuna memberitau.

Hyunseung membuka mata dan kembali melangkah bersama Hyuna. Pandangannya seperti bergoyang dan tidak bisa melangkah lurus.

Hyuna sangat kerepotan membawa Hyunseung yang selalu hampir tejatuh ke kanan dan kiri, tapi ia terus berusaha semampunya. “Nomor berapa apartemenmu, oppa?” tanyanya.

“Hm? Apartemen?” Tanya Hyunseung yang hampir kehilangan kesadarannya.

“Ne.. apartemenmu!” ucap Hyuna agar Hyunseung tetap tersadar.

“Apartemen…” Hyunseung berusaha membuka matanya yang terasa sangat berat untuk memandang sekitar, namun tidak ada gunanya.

“Aissh! Oppa!!” seru Hyuna.

“Hm? Ohh.. ahh.. kepalaku..” keluh Hyunseung sambil memegang kepalanya.

“Oppa.. apartemenmu.. nomor berapa??” Tanya Hyuna sebal.

Hyunseung memandang Hyuna dengan mata beratnya, “Apartemenku?” ucapnya bingung, lalu mengerutkan dahinya. “Nuguseyo?” tanyanya.

Hyuna menghela nafas dalam dan melepaskan tangan Hyunseung.

Hyunseung langsung jatuh terduduk ke lantai, “Ahh!! Pantatku!!” serunya sambil memegang pantat dan berbaring di lantai.

Hyuna tidak punya pilihan lain. Ia duduk di sebelah Hyunseung dan memeriksa saku pria itu untuk menemukan kunci apartemen. Ia menemukannya di saku belakang celana pria itu dan melihat nomor disana. “214..” bacanya. “Khaja oppa, aku menemukannya..” ucapnya sambil menarik satu tangan Hyunseung ke bahunya.

“Hmm.. waeyo? Aku ingin tidur..” ucap Hyunseung sebal.

“Kau tidak bisa tidur disini oppa..” ucap Hyuna sambil menarik Hyunseung bangkit sembari berdiri.

“Hmm.. waeyo? Kau bukan ibuku..” gerutu Hyunseung dengan suara mabuknya.

Hyuna dengan susah payah membawa Hyunseung ke pintu apartemen 214. Ia menghela nafas lega begitu tiba di depan pintu, lalu menggunakan satu tangan untuk membuka kunci. Lalu mendorong pintu terbuka dan membawa Hyunseung lagi. “Ayo oppa..”

Hyunseung melangkah sempoyongan masuk ke apartemennya, “Hmm.. ini seperti apartemenku..” gumamnya.

“Ne.. ini memang apartemenmu oppa..” ucap Hyuna dengan nafas terengah-engah membawa Hyunseung, lalu mendorong pria itu ke sofa. “Fiuuuh!!” ucapnya lega sambil menyeka keringat di dahinya, lalu merenggangkan tubuh. “Ahh.. pegal sekali..” ucapnya sambil memijat bahu.

Hyunseung berbaring di sofa dan mencari posisi nyaman untuk tidur. “Hmmm… panas…” gumamnya.

Hyuna menghela nafas dalam dan mengambil remote pendingin udara, lalu nenyalakannya. “Keure oppa, aku….” ucapannya terputus melihat Hyunseung yang sudah duduk membuka baju. Matanya berkedip-kedip melihat tubuh proposional pria itu. Ia terkejut melihat pria itu mulai membuka celana dan melepasnya. Ia segera berbalik sambil menutup kedua matanya, “Oppa!! Apa yang kau lakukan?!!” serunya kaget.

“Hmmm…” gumam Hyunseung yang merasa nyaman sambil memperbaiki posisi tidurnya di sofa.

Wajah Hyuna merah padam karena ini pertama kalinya melihat tubuh pria yang bukan saudaranya. Ia mengatur nafas sejenak untuk menetralkan rasa malunya, lalu perlahan memandang ke belakang. Matanya membesar melihat Hyunseung hanya mengenakan boxer di sofa dan kembali berbalik. Wajahnya terasa seperti terbakar karena malu. Ia hendak melangkah keluar, namun dengan udara dingin dan Hyunseung tidak mengenakan pakaian. pasti pria itu akan terkena flu. Ia melangkah mencari dimana kamar pria itu untuk mengambil selimut. Ketika keluar ia memejamkan mata sambil menghampiri pria itu, lalu melemparkan selimut dan mengintip sedikit. Setelah memastikan tubuh pria tertutup oleh selimut, ia membuka matanya dan merapikan selimut sedikit. Lalu melangkah keluar dari apartemen Hyunseung.

 

<<Back                                Next>>

 

Advertisements

5 thoughts on “How To Love [Chapter 5]

  1. demi apa gw bayangin muka seung lgy mabuk , pasti sexy sangatttt ㅠㅠㅠㅠㅠ
    sayang didunia nyata gw gg akan pernah bsa liat dy mabuk , kagak demen minuman memabukan , demen nya cwe sexy , hahaaha *Sambittttt
    kl gw yg jdi hyuna uda gw perkosa tuh seungie *Plakkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s