Chapter · Cube

How To Love [Chapter 4]

Chapter 4

wpid-tumblr_inline_ndbku46wg21qa533w.jpg

-Look At Me Here-

 

Gikwang duduk tenang di perpustakaan sambil memandangi layar ponselnya. Jari telunjuknya menyentuh layar memilih sebuah contact dan masuk ke ruang chat. Disana tertera Im Nana. Gadis dalam mimpinya. Yang selalu membuat ia tidak bisa tenang jika tidak melihat gadis itu di kampus. Ia menghela nafas dalam dan mengetik pesan.

‘Neo neumo yeppo..’

Ketiknya, ia tersenyum sendiri dan hendak menghapus pesan itu lagi.

“Maaf, apa aku bisa duduk disini?”

Gikwang menoleh dan melihat gadis tambun yang terjatuh saat itu, “Ne? oh.. silahkan..”

Gadis itu mengangguk sopan dan duduk di hadapan Gikwang, lalu membuka bukunya dan membaca.

Gikwang kembali memandang layar ponsel untuk menghapus tulisan tadi. Namun ia langsung terpaku melihat layar ponselnya. Pesan tadi.. telah terkirim. Matanya membesar dan berusaha menghapus chat itu tapi tidak bisa. “Aissh!!” gumamnya frustasi. Mendadak seluruh tubuhnya terasa panas dingin karena mengirimkan pesan konyol itu pada Nana.

Gadis tambun tadi mengangkat wajahnya memandang Gikwang, “Waekeureyo?”

“Ne? oh.. a-aniya..” jawab Gikwang gugup.

Gadis itu mengangguk mengerti dan kembali membaca.

Gikwang garuk-garuk kepala bingung, lalu bangkit dan melangkah keluar dari perpustakaan. Ia harus segera menghilang dari kawasan kampus sebelum Nana membaca pesannya. Ia mengenakan tudung kepalanya dan berjalan cepat dari kawasan kampus. Langkahnya terhenti melihat Nana sedang berjalan di halaman bersama dua temannya. Matanya membesar melihat gadis itu tampak memperhatikan ponsel. Ia mempunyai firasat buruk dan memandang layar ponselnya sendiri. pesan tadi telah di baca oleh Nana. “Aissh!!” gumamnya panik dan langsung berlari ke arah lain meninggalkan kawasan kampus.

–|||–

“Hahahaha.. kau tidak sengaja mengirimkan pesan itu?” tawa Yoseop.

Gikwang menghela nafas dalam dengan wajah super duper malunya, lalu mengangguk. “Ne! aissh.. aku sangat malu! Bagaimana aku bertemu dengannya besok?!”

Yoseop tertawa sambil memegang perutnya dan memukul meja.

Dujun menatap Gikwang lucu sambil memakan kentang goreng, “Begini saja.. Jika dia tau itu kau, katakan saja tentang perasaanmu padanya. Beres kan?”

“Aissh! Kenapa kalian tidak bisa memberikan tanggapan yang logis?” Tanya Gikwang frustasi.

Hyunseung memandang Gikwang, “Sebelum dia mengatakan sesuatu, minta maaf saja.. Katakan kau salah kirim..” ucapnya tenang.

Gikwang diam sejenak sambil berpikir, “Hmm.. benar juga..”

“Tapi aku lebih suka idenya Dujun hyung..” ucap Dongwoon.

“Nadoo..” ucap Yoseop sambil mengacungkan jarinya, “Jadi nanti jika dia tidak suka padamu, dia bisa langsung menamparmu agar kau sadar.. Hahahaha..”

“Aissh! Kau ini..” ucap Gikwang sebal.

Dujun tertawa mendengar ucapan Yoseop, “Kau benar..”

Hyunseung tertawa kecil mendengar lelucon teman-temannya.

“Oh ya.. nanti malam teman SMA kita Song Jieun akan mengadakan pesta ulang tahunnya. Bagaimana jika kita hadir juga?” Tanya Dujun pada teman-temannya.

“Song Jieun? Yang cantik itu? yuhuu!! Party!!” ucap Yoseop bersemangat.

“Ahh.. aku tidak pergi.. Kalian saja..” ucap Gikwang yang masih sebal.

“Aku boleh ikut hyung? Jieun noona sangat menyukaiku..” Tanya Dongwoon dengan mata berbinar.

“Eiii… andwae.. kau masih di bawah umur..” ucap Dujun dan menertawai Dongwoon yang masih di bawah umur.

Dongwoon cemberut dan memakan kentang gorengnya lagi.

Yoseop memegang bahu Dongwoon, “Tenang saja, hyung akan menemanimu. Tapi lewat mimpi.. hahahaa..”

“Sudah! Sudah! Pergilah!” ucap Dongwoon sebal sambil mendorong tangan Yoseop.

Dujun tertawa kecil dan memandang jam di tangannya, “Hmm.. aku harus pergi sekarang. kelasku akan di mulai setengah jam lagi.. Oke, bye..” ucapnya sembari bangkit dan berjalan pergi.

Hyunseung memandang jam tangannya, “Hmm.. aku harus kembali ke kampus juga..” ucapnya, “Ayo Yoseop..” ajaknya sembari bangkit, ia dan Yoseob memang masuk di kampus yang sama. “Bye..” ucapnya pada Dongwoon dan Gikwang.

“Bye-bye..” ucap Yoseop sambil melambai dan melangkah mengikuti Hyunseung.

Gikwang menghela nafas dalam dan memandang Dongwoon, “Apa yang akan kau lakukan hari ini? bagaimana jika kita bermain video game?”

Dongwoon mengangguk setuju, “Khaja..”

–|||–

Dujun memarkirkan mundur mobilnya. Ia cukup telaten untuk itu. setelah itu ia mematikan mesin dan melepaskan safety belt, lalu keluar dari mobil. Ketika melangkah menuju gedung kampus, ia berhenti sejenak melihat Jihyun keluar dari sebuah mobil. Itu bukan mobil yang biasa di gunakan gadis itu. dahinya berkerut memperhatikan siapa yang mengantar gadis itu.

Jihyun menutup pintu dan melambai pada pria yang mengantarkannya, lalu melangkah pergi.

Dujun tertegun menyadari itu adalah pria yang waktu itu ia lihat di kafe. Ia kembali memandang Jihyun yang tampak berjalan tenang tanpa menyadari ia ada disana. Ia segera mengeluarkan ponsel dan menempelkannya di telinga, lalu pura-pura tertawa. “Oh.. hahaha.. yang saat itu kan?” ucapnya seolah-olah sedang berbicara dengan seseorang dan berjalan ke arah yang sama dengan Jihyun.

Jihyun mendengar suara Dujun dan berbalik, bibirnya membentuk senyuman melihat pria itu.

Dujun berpura-pura seperti baru melihat Jihyun dan melambaikan tangannya, “Sampai nanti..” ucapnya dan seperti memutuskan telepon. “Hei.. kau baru tiba?”

Jihyun mengangguk, “Ne.. Kau juga?”

“Ne.. ayo..” ajak Dujun sembari melangkah.

“Tunggu aku..” ucap Jihyun sambil memegang lengan Dujun.

Dujun tersenyum dan mendorong tangan Jihyun agar melepaskan tangannya, “Disini banyak orang..” ucapnya memberi alasan.

Jihyun tertawa kecil, “Maaf..”

Dujun mengangguk kecil dan memandang ke depan.

Canggung…

Dujun bingung harus mengatakan apa agar tau siapa pria tadi itu. ia berusaha memikirkan sebuah ide untuk mendapatkan informasi. “Tadi kau makan siang bersama siapa?” tanyanya.

“Hm? Temanku..” jawab Jihyun.

“Teman? Siapa? Teman kampus juga?” Tanya Dujun.

“Bukan.. teman lamaku…” jawab Jihyun.

Dujun tersenyum, “Oh..” ucapnya dan kembali memandang ke depan. ‘Hanya teman..’ batinnya.

“Oh ya.. kau ada acara malam ini?” Tanya Jihyun pada Dujun.

“Malam ini?” Dujun mengingat sejenak, “Oh.. aku akan menghadiri acara temanku..”

Jihyun tersenyum lebar, “Boleh aku ikut?”

Dujun tertegun dan menatap Jihyun kaget, “Ne?” ucapnya bingung, “Oh.. mmm.. aku..”

Jihyun memeluk lengan Dujun, “Boleh? Bolehkaaaaan?” bujuknya dengan puppy-eyesnya.

Sekali lagi, Dujun tidak tau harus menjawab pada pada Jihyun.

 

–|||–

Yoseop berjalan bersama Hyunseung masuk ke area kampus, ketika itu matanya menemukan Soyu yang berjalan seorang diri di lorong. Bibirnya langsung membentuk senyuman lebar dan menepuk bahu temannya itu, “Bye Hyunseung!” ucapnya dan berlari menghampiri gadis impiannya.

Hyunseung terkejut merasakan tepukan Yoseop dan menoleh, namun temannya sudah menghilang. “Hmm.. pasti dia melihat gadis itu lagi..” ucapnya mengerti.

Yoseop menghampiri Soyu, “Soyu-a~~”

Soyu memandang Yoseop aneh, “Kau tidak bosan mengikutiku?” Tanyanya tak mengerti.

Yoseop menggeleng, “Ani, aku akan mengikutimu hari ini, besok, besoknya lagi dan besok besoknya lagi..”

Soyu mengerutkan dahi dan menahan tawa.

Yoseop senang melihat Soyu menahan tawa karena ucapannya.

“Soyu-a..” sapa seorang pria sambil melambai.

“Oh sanbae..” balas Soyu dengan senyuman lebarnya.

Yoseop tertegun melihat pria itu, lalu memandang Soyu yang terlihat senang di sapa.

“Kau akan ke kelaskan? Ayo..” ajak pria itu.

“Ne..” jawab Soyu dan berlari kecil menghampiri seniornya itu tanpa mengatakan apa pun pada Yoseop.

Yoseop seperti orang bodoh melihat Soyu pergi begitu saya, “Soyu-a..” ucapnya bingung. Namun ia tak bisa melakukan apa pun. Pria itu, memang senior yang sangat di gemari junior perempuan. Bertubuh tinggi, atletis dan tampan. Ia memandang tubuhnya yang tidak setinggi pria itu, juga memiliki baby-face yang selalu membuatnya terlihat cute. Ia kembali mengangkat wajahnya memandang Soyu pergi.

–|||–

Junhyung merasakan ponselnya bergetar dan segera mengeluarkannya. Ada pesan dari Dujun.

Ya! Teman kita Song Jieun akan mengadakan pesta malam ini, kau bisa pergi?

Ia mengerutkan dahi mengingat yang mana Song Jieun. ‘Apa aku mengenalnya?’ batinnya bingung.

“Oh ya, kau bilang teman sekolahmu dulu mengundangmu ke pestanya mala mini. Kau pergi?” Tanya Jihoon pada Hyojin yang sedang menyamakan lirik dengan music.

Junhyung tertegun dan memandang Jihoon, juga memandang Hyojin menunggu jawaban.

“Hm? Tidak.. aku tidak begitu dekat dengannya..” jawab Hyojin dan kembali menulis lagi.

Junhyung tertegun mengingat bagaimana rupa Song Jieun itu. Gadis yang sangat cantik sejak jaman sekolah dulu. Ia juga pernah membandingkan gadis itu dengan Hyojin dulu. Ia kembali malu mengingat masa lalu karena telah melihat perubahan Hyojin yang sekarang.

“Aku akan memesan makanan untuk kita, kalian lanjutkan saja dulu..” ucap Jihoon sembari bangkit dan melangkah keluar dari ruangan itu.

Heniiiiiiing……………

Junhyung melirik Hyojin yang terlihat masih asik dengan kegiatannya, “Kau tidak pergi ke pesta Song Jieun?” tanyanya.

Hyojin tertegun mendengar Junhyung bertanya, lalu memandang pria itu. “Tidak, kau?”

“Mmm.. tidak juga..” jawab Junhyung.

“Hmm..” gumam Hyojin dan kembali memandang kertas liriknya.

Junhyung memandang ponselnya dan segera membalas pesan Dujun tadi.

Aku tidak pergi, bersenang-senanglah..

“Bukankah dia mantan kekasihmu? Kenapa kau tidak pergi?” Tanya Hyojin tanpa memandang Junhyung.

Junhyung tertegun, “Ne? a-aniya.. dia bukan mantan kekasihku.” Jawabnya cepat.

Hyojin memandang Junhyung, “Tapi kau sering bersamanya..”

“Aniya.. aku hanya… emmm.. saat itu hanya…” Junhyung bingung harus mengatakan apa lagi.

“Menghindariku?” Tanya Hyojin.

Junhyung terbungkam mendengar pertanyaan berani Hyojin, “Ne? oh.. mmm.. itu..”

“Sudahlah.. tidak ada gunanya membahas itu..” ucap Hyojin dan kembali melanjutkan tulisannya.

Junhyung sangat kesal mengingat apa yang sudah terjadi di masa lalu. ‘Aissh.. kenapa aku harus bekerja sama dengannya sih?!’ batinnya kesal.

 

<<Back                    Next>>

Advertisements

5 thoughts on “How To Love [Chapter 4]

  1. akhirnya publish juga 😀 aku tiap hari selalu cek wp ini lho ^^
    2hyun moment nya ga ada TT tapi ttp seru,pnsrn sama couple dujun&jihyun
    next ^^

  2. Jadii hyojin am bang jok itu dlu nya temen sekolah , aseekk ada cinta yg belum kelar nieh , hhaha
    kwangie bener” pabo , hahahaha
    ucuba mulut nya lemes bangett , tpi lucu , hahaha
    bingung am jihyun , kayak yg suka am dudu tp kayak yg nggak jga :3
    bebep gw paling adem aja , haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s