Chapter · Cube

How To Love [Chapter 2]

Chapter 2

wpid-tumblr_inline_ndbcgf6fxk1r3k9am.jpg Best Friend-

“Annyeonghaseyo.. Nam Jihyun imnida..” ucap Jihyun sambil melambai pada teman-teman Dujun.

Empat pria di meja itu, Hyunseung, Yoseop, Gikwang dan Dongwoon memandang Jihyun bingung sesaat, lalu tersenyum kaku.

“Oh.. ne, annyeonghaseyo..” jawab Yoseop canggung.

“Tidak apa-apakan jika aku ikut makan siang bersama kalian?” Tanya Jihyun dengan senyuman manisnya.

Dujun menghela nafas dalam karena tidak bisa menghentikan seorang gadis lemah seperti JIhyun.

“Ne, gwenchana..” jawab Dongwoon berusaha terdengar sopan.

“Silahkan duduk, Nam Jihyun-ssi..” ucap Hyunseung sembari bangkit dan menarikkan kursi untuk Jihyun.

Jihyun tampak tersipu, “Gamshamida..” ucapnya dan bergerak duduk.

Dujun bergerak duduk di sebelah Jihyun dengan wajah tanpa ekspresi.

“Kalian sudah memesan?” Tanya Jihyun.

“Ne? oh.. kami sengaja menunggu Dujun dulu dan seorang teman kami lagi.” jawab Yoseop.

“Aku akan memesankan makanan..” ucap Jihyun, “Hari ini karena pertama kalinya aku bertemu kalian, aku akan mentraktir kalian makan..” ucapnya senang.

“Ne? oh.. tidak perlu seperti itu..” ucap Gikwang cepat.

“Gwenchana.. anggap saja traktiran dari teman..” ucap Jihyun, lalu bangkit dan berjalan ke konter pemesanan makanan.

Hyunseung, Gikwang, Yoseop dan Dongwoon terpaku memperhatikan Jihyun pergi.

Dujun menghela nafas dalam dan memandang teman-temannya frustasi, “Apa kalian mengenal pembunuh bayaran yang sangat professional? Aku benar-benar akan gila..”

Keempat teman Dujun tertawa mendengar gerutu pria itu.

“Ya.. dia imut begitu kenapa kau memperlakukannya seperti itu?” Tanya Gikwang lucu.

“Dia bahkan mentraktir kita makan.. Kekasihmu sangat hebat..” ucap Yoseop sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.

Dujun melotot pada Yoseop, “Kau ingin mati ha?!”

Yoseop tertawa sambil memegang perutnya.

“Hyung, jika kau tidak suka padanya kenapa tidak katakan saja padanya?” Tanya Dongwoon menahan tawa.

“Dia sangat cantik, juga baik hati. Kenapa kau tidak memacarinya saja?” Tanya Hyunseung tak mengerti.

“Ne.. jika aku memiliki gadis seperti itu, aku tidak akan menyia-nyiakannya..” ucap Gikwang membenarkan.

Dujun melipat kedua tangannya di meja sambil menatap teman-temannya, “Kalian harus catat satu hal..” ucapnya, “Pria sepertiku, tidak tertarik ketika ada yang mengejar kami.. Kami lebih tertarik pada gadis yang sulit di dapatkan..” ucapnya serius.

“Tunggu, darimana kau mendapatkan teori itu?” Tanya Hyunseung tak mengerti.

“Itu teori playboy..” ucap Yoseop pada Hyunseung.

“Ohh…” Hyunseung mengangguk mengerti.

“No..” Dujun mengacungkan jari telunjuk dan menggerakkannya ke kiri dan kanan, “Bukan playboy.. Hanya pria jantan..”

Gikwang menatap Dujun aneh, “Kau? Pria jantan?”

Dongwoon tertawa lucu, “Sepertinya kita memiliki anggota yang aneh ya..” ucapnya.

“Oh.. itu Junhyung..” ucap Yoseop ketika melihat seorang pria yang mengenakan jaket bertudung, masker dan topi melangkah mendekati meja mereka.

Junhyung bergerak duduk di sebelah Dujun dan melepaskan maskernya, “Fiuuh…” ucapnya lega.

“Kenapa lama sekali? Kupikir kau tidak akan datang..” ucap Dujun heran.

“Kalian tidak bisa mengkritik artis, jadwal kami sangat padat..” ucap Junhyung cuek.

“Humm.. ne, kami mengerti, rapper Junhyung..” ucap Gikwang dengan nada mengejek.

Junhyung merasakan ada sesuatu di kursinya dan menarik benda asing itu, ia tertegun melihat sebuah tas perempuan. “Hm? Tas siapa ini?”

Semuanya memandang ke arah Junhyung.

“Oh.. itu tas pacarnya Dujun..” jawab Yoseop sambil menahan tawa.

Dujun melotot pada Yoseop, “Ya!”

Junhyung memandang Dujun, “Kau membawa pacarmu? Kupikir kau masih single..”

“Aniya.. bukan pacarku.. Itu, gadis yang mengejar-ngejarku itu..” ucap Dujun cepat.

“Ohh.. gadis itu..” Junhyung meletakkan tas Jihyun ke kursi di sebelahnya. “Kenapa kau tidak menjodohkannya dengan Yoseop? Daripada dia mengejar gadis aneh itu terus..” candanya.

Yang lainnya mulai tertawa melihat wajah Yoseop berubah kesal.

“Ya, Mr. rapper.. urus saja karir cemerlangmu itu..” ucap Yoseop sebal.

“Aku hanya bercanda..” ucap Junhyung menahan tawa.

Hyunseung memandang sekitar bingung, “Ya.. kenapa gadis tadi tidak kembali juga? Memangnya berapa jauh konter pemesanan dari sini?” tanyanya heran.

“Hm? Benar juga..” ucap Dongwoon sambil memperhatikan sekitar.

“Mungkin dia mendengar ucapan Dujun tadi dan memutuskan bunuh diri..” canda Yoseop.

“Ya.. kau ini..” ucap Gikwang menahan tawa.

“Hyung, cari dia.. jika ada apa-apa kau yang bertanggung jawab, kau membawanya kemari..” ucap Dongwoon mengingatkan.

Dujun menghela nafas kesal, “Ahh.. kenapa aku sih?” gerutunya sebal sembari bangkit, lalu melangkah ke arah Jihyun pergi tadi.

Junhyung mengikuti Dujun dengan pandangannya beberapa saat, lalu memandang teman-temannya. “Bagaimana gadis itu? cantik?”

“Cantik.. Dia bahkan mau mentraktir kita makan..” jawab Gikwang.

“Wuaaah.. ternyata Dujun sangat popular ya..” ucap Junhyung tak habis pikir.

“Tentu saja.. Dia lebih tampan darimu..” ejek Yoseop.

“Aissh..” ucap Junhyung menahan tawa.

Hyunseung memandang Dongwoon, “Dongwoon-a, kau tidak belajar private hari ini?” tanyanya.

Dongwoon mendengus kesal, “Sudahlah.. tidak usah bahas itu.. Aku malas pulang kerumah..” ucapnya. Ia memang harus belajar private karena akan menempuh ujian kelulusan SMA. Dan menyusul teman-temannya yang lain ke universitas.

“Hmm.. apa kau terlalu membenci sekolahmu? Kau kan pintar, aku terkejut kau sampai memiliki guru les private..” ucap Gikwang tak mengerti.

“Dongwoon sedang belajar jadi pemberontak, jangan dikte dia..” ucap Junhyung bercanda.

Dongwoon tertawa malu.

“Jika dulu aku ikut les privat sebelum ujian, mungkin aku akan lulus di Univesitar Seoul..” ucap Hyunseung lesu.

Yoseop tertawa mendengar ucapan Hyunseung, “Lalu kau akan jadi kutu buku dan ketika bertemu kami kau hanya akan iri mendengar cerita kami tentang gadis-gadis yang kami kencani..” candanya.

Hyunseung tertawa kecil, “Memangnya siapa yang kau kencani? Kau masih mengejar satu orang dan tidak juga mendapatkannya…” ejeknya.

Yoseop tertawa lagi, “Tapi kan dia masih single, jadi selama itu juga aku tidak akan melepaskannya.. Hahaha..”

“Daebak! Itu baru pria..” ucap Gikwang setuju dan tertawa.

Junhyung memandang Gikwang penasaran, “Ya.. memangnya kau sudah menyatakan perasaanmu pada gadis itu?” tanyanya.

Gikwang langsung terbungkam dan menjadi gugup, “Ne? oh.. tentang itu.. mmmm..”

“Tidak mungkin, Hyung..” ucap Dongwoon menyimpulkan.

“Ne, mana mungkin. Gikwang akan pipis di celana jika bertatapan langsung dengan gadis itu..” canda Yoseop.

Gikwang menatap Yoseop sebal, “Enak saja!”

Hyunseung tertawa kecil, “Lalu dia tidak akan punya muka bertemu semua orang lagi..”

“Aissh! Ya!” seru Gikwang malu.

Sementara itu.

Dujun melangkah ke konter dan mencari-cari dimana Jihyun, namun gadis itu tidak terlihat dimana pun. “Dia memesan ke konter mana?” gumamnya bingung, lalu menghampiri konter. “Cokiyo..” panggilnya pada seorang pelayan di sana.

“Ne, son-nim?” jawab seorang gadis.

“Maaf, apa kau melihat gadis berambut panjang dan mengenakan baju berwarna coklat yang tadi memesan makanan?” Tanya Dujun mendeskripsikan Jihyun.

“Oh.. Ne.. Sepertinya tadi nona itu bertemu seseorang, lalu pergi keluar untuk berbicara..” jawab gadis itu.

“Keluar? Maksudmu meja yang di luar?” Tanya Dujun memastikan.

“Ne..” jawab gadis itu sambil mengangguk.

“Terima kasih..” ucap Dujun dan melangkah menuju pintu keluar. Begitu melangkah keluar ia mengedarkan pandangannya mencari-cari dimana Jihyun. Ketika menoleh ke sisi kiri, ia tertegun melihat Jihyun duduk di sebuah meja bersama seorang pria sambil menikmati minuman dingin. Dahinya berkerut melihat pria bergaya hip hop itu memiliki banyak tato di tangan, juga sepertinya Jihyun sangat akrab dengan pria itu. Tak lama Jihyun dan pria itu bergerak bangkit sambil mengatakan perpisahan. Matanya membesar melihat gadis itu memeluk sang pria sekilas dan sang pria memberikan kecupan perpisahan di pipi Jihyun.

Jihyun melambai pada pria tadi dan melangkah menuju pintu masuk kafe. Ia berhenti melihat Dujun berdiri, “Dujun-a, kenapa kau disini?” tanyanya sambil tersenyum.

“Hm? Aniya, hanya mencari udara segar..” jawab Dujun sambil pura-pura merenggangkan tubuhnya.

Jihyun tertawa kecil, “Kau ini, ayo masuk..” ajaknya sambil melangkah duluan.

Dujun tertegun melihat JIhyun masuk begitu saja tanpa menjelaskan siapa pria yang tadi bertemu dengan gadis itu. ia mengerutkan dahi dan menatap gadis itu sebal, lalu melangkah masuk.

 

<<Back            Next>>

 

 

Advertisements

7 thoughts on “How To Love [Chapter 2]

  1. yey pertamax !!! 😀
    wah kayax dujun cemburu tuh .
    aku kira crtax spt part 1 yg dibagi2, ternyata baru epilognya aja ya thor 🙂
    *next ❤

  2. Wuakkaaa,,,,DJ bgd dah type Co yg gak suka dikejar ce,,,,tp dia ngejar Gayooon g dpt2!Ciyeee…Dujuni mulai cemburu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s