Chapter · Cube

How To Love [Chapter 1]

Chapter 1

wpid-tumblr_inline_ndb7t7h1oa1r3k9am.jpg

-What is Love?-

“Iya.. aku mengerti.. Aku tutup sekarang..” ucap Hyunseung sembari melangkah keluar dari apartemennya dan memutuskan telepon, ia berhenti di depan lift dan menekan tombol. Ia mendongak memandang layar di kotak di atas lift yang menunjukkan benda itu masih berada di lantai 3, sedangkan ia berada di lantai 6.

“Annyeonghaseyo..” sapa seorang gadis berseragam SMA yang berhenti di sebelah Hyunseung.

Hyunseung menoleh dan mengangguk sopan, lalu kembali memandang ke depan. Gadis di sebelahnya bernama Kim Hyuna, tinggal di salah satu apartemen di lantai yang sama dengannya. Namun mereka hanya bertemu beberapa kali dan ia tidak begitu bisa mendekatkan diri dengan seseorang. Apalagi seorang gadis. Begitu pintu terbuka, ia memandang Hyuna dan mempersilahkan gadis itu masuk duluan dengan gerakan tangannya.

Hyuna mengangguk dan melangkah masuk terlebih dulu.

Hyunseung ikut melangkah masuk dan berdiri di sisi yang berlawanan dengan Hyuna. “Kau akan ke lantai dasar?” tanyanya.

“Ne..” jawab Hyuna sambil mengangguk.

Hyunseung menekan tombol lantai dasar dan kembali menunggu lift bergerak.

Hyuna memandang Hyunseung yang hanya berdiri dengan tenang di sebelahnya, “Oppa..”

Hyunseung menoleh, “Ne?”

“Aku sering melihatmu di dekat kafe di dekat sekolahku, apa kau selalu kesana?” Tanya Hyuna.

Hyunseung tertegun sejenak dan memperhatikan seragam Hyuna, ia baru sadar sekolah di dekat kafe yang sering ia datangi adalah sekolah gadis itu. “Hmm.. Ne.. Kafe itu milik temanku..”

Hyuna mengangguk mengerti, “Hmm.. begitu..”

Hyunseung mengangguk sendiri dan melihat pintu lift terbuka, “Sudah terbuka..” ucapnya dengan maksud agar Hyuna keluar duluan.

Hyuna membungkuk sopan sambil tersenyum, “Annyeonghaseyo..” sapanya, lalu melangkah keluar duluan.

Hyunseung memperhatikan Hyuna melangkah keluar dan ikut melangkah juga. Bibirnya membentuk senyuman melihat gadis itu pergi. ini pertama kalinya ia memiliki obrolan yang cukup panjang dengan tetangganya.

–|||–

Yoseop melangkah menghampiri seorang gadis berambut panjang yang duduk seorang diri di kafetaria, “Annyeong, Kang Soyu!” sapanya riang.

Soyu memutar bola matanya kesal dan memandang Yoseop, “Apa lagi sekarang?”

Yoseop tersenyum cerah seperti biasa, “Aniya.. kau terlihat semakin cantik hari ini..” pujinya.

“Aku tau..” jawab Soyu, lalu memandang ponselnya lagi.

“Kau masih ikut fan-café Super Junior ya?” Tanya Yoseop sambil ikut menatap layar ponsel Soyu.

Soyu terkejut dan menatap Yoseop kesal, “Ya! Jangan katakan itu!” serunya tertahan.

Yoseop tertawa kecil, “Hehehe.. miane..”

“Aissh.. jika ada seseorang yang tau tentang ini, habis kau!” ancam Soyu kesal. Ia memiliki imej cuek dan fashionista di kampus, jadi ia tidak ingin kenyataan kalau ia menggilai Super Junior membuatnya terlihat bodoh.

Yoseop tersenyum lebar, “Aku berjanji tidak akan membahasnya lagi, asal kau mau berkencan denganku..”

Soyu menatap Yoseop aneh, “Lebih baik kau katakan saja..” ucapnya, lalu bangkit dan berjalan pergi.

Yoseop tertawa kecil dan mengikuti Soyu, “Aku hanya bercanda.. hahaha..”

–|||–

Dujun melangkah masuk ke ruangan dosen dan mengedarkan pandangannya sejenak. Lalu melangkah ke sebuah meja yang di tempati seorang dosen bernama Geum Ahjung. Dosen yang terkenal killer dan tidak suka berbasa basi. Berusia awal 30-an, sangat perfeksionis dan tegas. “Annyeonghasimnikka..” sapanya sambil membungkuk sopan.

Ahjung mengangkat wajahnya memandang Dujun, “Ne, ada yang bisa kubantu?”

Dujun memandang Ahjung sambil tersenyum, “Kyosu-nim(dosen).. Saya mahasiswa di kelas anda setiap Selasa pagi.. Yoon Dujun imnida..” ucapnya memperkenalkan diri.

Ahjung masih menatap Dujun dengan tatapan killernya, “Hmm.. lalu?”

“Saya sudah tidak masuk melebihi waktu yang anda berikan..” ucap Dujun memulai, “Apakah saya masih bisa ikut Ujian Semester nanti?”

Ahjung berdehem dan kembali memandang buku di depannya, “Maaf, kau tau peraturannya..”

Dujun memberikan senyuman menawannya, “Apakah tidak bisa sekali ini saja, Kyosu-nim?” bujuknya.

Ahjung memandang Dujun, ia tertegun melihat senyuman dan tatapan pria itu itu.

“Saya tidak masuk karena mengalami masa sulit di rumah..” ucap Dujun memulai cerita fiktifnya. “Ayahku harus masuk rumah sakit, ibuku sibuk mengurusi keperluan ayahku di rumah sakit. Aku mempunyai dua adik yang masih kecil. Jadi sebagai anak tertua aku harus mengurusi adik-adikku..”

Ahjung terlihat mulai terpengaruh dengan cerita Dujun. “Hmm.. apakah itu benar?”

Dujun memandang ke bawah sedih, “Maaf Kyosu-nim, seharusnya saya tidak menggunakan ini sebagai alasan. Maaf telah menghabiskan waktu anda.. Tidak perlu memikirkannya, saya akan mengulang kelas anda di semester depan..” ucapnya, lalu membungkuk sopan dan berbalik.

“Eh.. tunggu..” panggil Ahjung.

Dujun berhenti sejenak dan tersenyum lebar karena rencananya berhasil, lalu berbalik dan menatap Ahjung dengan wajah sedihnya. “Ne, Kyosu-nim?”

Ahjung menghela nafas dalam, “Ujian akan di adakan minggu depan, jangan sampai tidak datang..” ucapnya dan memalingkan wajah.

Dujun tersenyum, “Gamshamida, Kyosu-nim..” ucapnya sambil membungkuk sopan, lalu berbalik pergi. dalam hati ia bersorak senang karena berhasil mengelabui dosennya. Sebenarnya ia tidak pernah bisa mengikuti kelas pagi Ahjung karena ia sibuk berpesta malamnya hingga pagi buta, jadi ia tidak bisa bangun tepat waktu untuk kuliah.

“Dujun-a~~~” panggil seorang gadis begitu Dujun keluar dari ruangan dosen.

Dujun memejamkan matanya kesal dan berbalik dengan senyuman manisnya, “Ne…”

Gadis bernama Jihyun itu menghampiri Dujun dengan senyuman manisnya, “Kau dari mana saja? Aku mencarimu sejak tadi..”

“Hmm.. aku baru bertemu dosen.. Aku ada kelas, sampai nanti..” jawab Dujun dan berbalik, namun Ia tak sempat melangkah pergi karena Jihyun langsung memeluk lengannya.

“Bagaimana jika nanti kita makan siang bersama?” Tanya Jihyun.

Dujun berusaha tetap tersenyum, “Makan siang? Oh.. aku sudah punya janji bersama teman-temanku.. Mian.. mungkin lain kali..”

“Teman-temanmu?” Tanya Jihyun dengan mata berbinar, “Apa aku boleh ikut? Aku juga ingin mengenal teman-temanmu..” bujuknya.

Dujun tertegun, “Ne?”

–|||–

“Kau tidak mengerjakannya dengan benar.. Apa ini? semuanya salah!” ucap Jina, guru les private Dongwoon yang selalu datang ke rumah setiap hari pukul 2 sampai 5 sore.

Dongwoon mengelus telinganya sambil mengunyah permen karet. Wajahnya terlihat sangat bosan.

Jina menatap Dongwoon kesal, “Aku yakin kau sudah mengerti, Son Dongwoon.. Kenapa kau seperti ini?” tanyanya tak mengerti.

“Itu sangat sulit..” ucap Dongwoon santai,

“Apanya yang sulit? Kenapa kau tidak bertanya padaku? Aku akan menjelaskannya.” Ucap Jina sebal.

Dongwoon memandang jam tangannya, lalu memandang Jina. “Sudah pukul 5..” ucapnya mengingatkan.

Jina menghela nafas dalam dan menutup buku di tangannya, “Sepertinya aku tidak bisa menjadi guru private-mu lagi..” ucapnya, lalu bangkit sambil mengambil tasnya.

“Oke..” ucap Dongwoon sambil membereskan buku-bukunya.

Jina yang sudah berbalik berhenti mendengar ucapan Dongwoon, lalu berbalik menatap pria muda itu kesal.

Dongwoon memandang Jina bingung, “Wae? Kupikir kau sudah akan pergi..”

“Besok! Jam 2, belajar Fisika!” ucap Jina, lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar Dongwoon.

–|||–

Gikwang berdiri di sudut sebuah rak dengan buku menutupi wajahnya. Perlahan ia menurunkan buku itu dan mengintip seorang gadis yang duduk di meja bersama beberapa teman. Ia kembali menutup wajahnya dengan buku dan tersenyum senang melihat gadis itu tersenyum manis disana. Gadis cantik bertubuh bak super model itu bernama Nana, ia sudah menyukai gadis itu sejak tahun awal masuk kuliah namun belum berani mengungkapkannya karena gadis itu sangat populer. Ia kembali menurunkan buku di tangannya sedikit untuk mengintip gadis tadi. Tiba-tiba seorang gadis bertubuh tambun menyenggol bahunya hingga terdorong dan membentur rak di depannya.

Buk!!

Seluruh perpustakaan langsung menoleh memandang suara besar tadi.

“Ahh… appo..” rintih Gikwang sambil mengelus sikunya yang membentur rak, ia terkejut mendengar orang-orang mulai tertawa. Kepalanya menoleh dan melihat gadis tambun tadi terjatuh di lantai. Ia mengangkat wajahnya lagi memandang sekitar. Ketika ia ingin mengulurkan tangan membantu gadis tambun tadi, ia berhenti karena melihat Nana dan teman-temannya menertawakan gadis. Ia diam sejenak memandangi gadis tadi, jika ia membantu gadis itu, mungkin Nana akan menganggap ia tidak penting. Tapi jika tidak membantu gadis itu, dia akan menjadi orang jahat.

Gadis tambun itu segera bangkit dan melangkah keluar dari perpustakaan dengan kepala tertunduk.

Gikwang tertegun melihat gadis itu pergi. ia jadi menyesal karena tidak membantu. Ia kembali menoleh ke rah Nana, melihat senyuman malaikat gadis itu membuatnya lupa kejadian yang baru terjadi tadi dan menatap gadis itu penuh cinta.

–|||–

Junhyung masuk ke studio music tempat biasa ia mengaransemen dan merekam lagunya, namun ada yang bebeda kali ini. ada seorang gadis disana.

“Oh.. Junhyung, sudah tiba?” ucap Jihoon, rekan aransemen dan composer Junhyung. Lalu memandang gadis di sebelahnya, “Hyojin-ssi, ini Yong Junhyung..”

Junhyung memandang gadis yang bergerak bangkit dan memandangnya itu. lalu tersentak ke belakang karena terkejut mengetahui siapa gadis yang di panggil Hyojin itu.

Jihoon bingung melihat respon Junhyung, lalu memandang kedua orang itu bergantian. “Kalian sudah saling mengenal?”

“N-ne? a-aniya..” jawab Junhyung gugup, lalu melirik Hyojin yang hanya menatapnya.

“Senang bertemu denganmu, Yong Junhyung-ssi. Mulai sekarang aku adalah mentor rap-mu dan akan menulis lagu-lagu bersamamu dan Jihoon-ssi..” ucap Hyojin penuh karismatik, lalu membungkuk sopan.

“O-oh.. Ne.. Annyeonghaseyo..” ucap Junhyung sambil membungkuk sopan.

“Keure.. Kau harus mendengar demo music yang sudah di siapkan Hyojin-ssi.. Dia sangar berbakat di bidang hip hop. Sebelumnya dia bekerja sama dengan agensi undergrown, tapi aku berhasil membuat agensi menariknya kemari..” ucap Jihoon bersemangat sambil mencari demo music Hyojin di komputernya.

Junhyung masih berdiri di tempatnya memandang Hyojin, gadis itu menatapnya beberapa saat lagi dan berbalik.

 

<<Back             Next>>

 

Advertisements

11 thoughts on “How To Love [Chapter 1]

  1. Wuaaa ffnya udh keluar,dan ada 2HYUN COUPLE >_<

    Wah doojoon ama jihyun,pdhl aku berharap doojoon ama gayoon,hehehe

    Hyojin tuh sapa thor?hyojin member beg?

    Ditunggu ff selanjutnya~

  2. Annyeong hanna hanna hanna *lambaiKolorJS , hahaha
    uda lama gg mampir , ehh ternyata ff baru nya uda nyampe ending , jd mulai baca dr sekarang ^^
    cieee Bebep seungie tetep setia am hyuna , so cool padahal suka *kecup
    ucuba ngerayu nya aigoo , gg cocok deh suka ngerayu , kkkkkk XD
    aigoo aigoo bang dudu nakal ya berani boongin dosen *Plakkk
    woonie guru privat ny mau berhenti ,dya nya biasa aja gtu . hahahaha
    kwangie suka am primadona kampus , ehh cwe cii tambun itu siapa ya ???!
    waahh bang joker masih tetep yeh jd yong PD , hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s