Uncategorized

Confession 2

PhotoGrid_1414054653718

“Eonni, bisa kubilang kau satu-satunya penyanyi yang tetap eksis di panggung K-pop setelah menikah dan mempunyai anak. Bagaimana menurutmu tentang itu?” Tanya seorang DJ Sunny saat Chaerin berada di sebuah acara radio.

Chaerin tertawa kecil, “Aku tidak tau apakah itu hal baik atau tidak..” Ucapnya, “Mmm.. Yang kutahu, selama musikku masih disukai para fans-ku, juga masih ada orang yang menyukai penampilanku, aku tidak akan berhenti.. Hahaha..”

DJ berwajah imut itu tertawa, “Kabar yang beredar sekarang berkata kau lebih terlihat sexy setelah melahirkan, apakah kau sengaja?”

Chaerin kembali tertawa kecil, “Aku sering mendengar kabar seperti itu..” Ucapnya lucu, “Aku akan mengatakan satu rahasia, mungkin setelah mengetahui ini banyak orang yang akan menolak operasi sesar..” Ucapnya sambil menahan tawa.

DJ Sunny menatap Chaerin penasaran, “Ne? Mwoya?”

Chaerin tertawa kecil mengingat apa yang ada di pikirannya, “Sebenarnya rumor tentang tubuhku yang semakin sexy setelah melahirkan itu benar..” Ucapnya pelan, lalu tertawa lagi.

“Omo.. Jinjaru? Eoteokhe eonni?” Tanya DJ Sunny dengan wajah super penasarannya.

Chaerin tersenyum lucu, “Karena aku melahirkan putraku dengan cara normal, pinggulku jadi sedikit lebih besar. Dan setelah aku melakukan exercise beberapa saat, tubuhku jadi lebih sexy karena pinggulku jadi terlihat proposional..” Ucapnya dan tertawa.

DJ Sunny ikut tertawa, “Omo.. Ahh.. Aku jadi ingin segera melahirkan anak..” Candanya.

Chaerin tertawa kecil.

“Tapi eonni, sebagai seorang ibu apakah imej sexy tidak mengganggumu?” Tanya DJ Sunny.

“Sejujurnya iya.. Putraku sudah cukup besar sekarang untuk mengerti apa yang orang katakan. Karena itu aku berusaha menghindari pakaian yang terlalu terbuka sejak putraku berusia 4 tahun. Tapi aku belum bisa mengurangi koreo sensual dari pertunjukkanku..” Jawab Chaerin dan tertawa kecil.

“Hmm.. Aku sangat iri sekali padamu eonni. Kau memiliki keluarga yang harmonis, putra yang lucu juga karir yang bagus. Aku juga menginginkannya..” Ucap DJ Sunny iri.

Chaerin tertawa kecil, “Aniya, jangan iri padaku. Kau akan menemukan kebahagiaanmu sendiri.”

DJ Sunny tersenyum lebar, “Eonni, satu pertanyaan terakhir sebelum kita menutup acara ini.” Ucapnya, “Apa suamimu masih seperti sebelum kalian menikah?” Tanyanya.

Chaerin diam sejenak sambil berpikir, “Mmm..” Bibirnya membentuk senyuman mengingat pria yang sudah 6 tahun menjadi suaminya, “Setelah anak kami lahir, dia jadi cemburuan karena aku terlalu memperhatikan putra kami.. Hahaha..”

 

=Studio Musik=

Taehyun duduk bersandar di tempatnya sambil mengunyah permen karet. Ia terlihat tidak senang dengan hasil rekaman hari ini, lalu menatap boy grup yang akan debut di bawah YG company dingin, “Ya.. Ini yang kalian maksud dengan harmonisasi?”

Kelima pria muda itu menunduk menyesal, “Cesonghamida hyung-nim..”

Taehyun menghela nafas dalam dan memalingkan wajahnya, “Pergilah.. Kita bertemu besok sore..” Ucapnya, “Dan pastikan tidak ada kesalahan seperti ini lagi..”

“Ne hyung-nim..” Ucap mereka dan membungkuk sopan, lalu segera keluar dari studio musik itu.

Taehyun sangat kesal dengan kemampuan trainee sekarang yang tak sebaik dulu. Kebanyakan mereka hanya bermodal wajah tampan dan cantik, itu membuatnya muak. Ia mematikan semua alat-alatnya dan segera keluar dari tempat itu.

Setibanya di rumah.

Taehyun melangkah naik ke lantai dua menuju kamarnya. Sekarang sudah pukul 2 pagi, jadi semua orang sudah terlelap. Ditambah Seungri lebih sering menetap di Jepang karena memiliki kekasih seorang artis disana, juga Bom yang mengikuti suaminya ke Amerika.

Ia membuka pintu kamar tanpa menghidupkan lampu karena tau Chaerin sudah terlelap. Ia melepaskan baju luarnya dan menggantungnya, lalu melangkah ke meja rias istrinya itu sambil memandang ke tempat tidur. Ia berhenti sejenak melihat gadis berambut blonde itu tidak sendiri. Ia menghela nafas dalam melihat posisinya sudah tergantikan pria kecil tampan dalam pelukan istrinya, namun bibirnya membentuk senyuman karena pria kecil tampan itu adalah putranya. Ia berbalik dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

20 menit kemudian ia telah mengenakan pakaian tidurnya dan menghampiri tempat tidur. Ia masuk ke bawah selimut dan berbaring di sebelah putra kecilnya. Ia mengelus kepala putranya sejenak, lalu mengelus rambut indah Chaerin lembut. Setelah itu ia baru mengistirahatkan dirinya.

6.00 am

Chaerin terbangun dari tidurnya karena alarm di meja sebelah tempat tidur berbunyi. Ia membuka mata dan mengulurkan tangan untuk mematikan benda itu. Ia bergerak duduk sambil merenggangkan tubuh dan memijat tengkuknya sesaat, lalu memandang Byeol yang masih terlelap bersama Taehyun. Bibirnya membentuk senyuman dan membungkuk memberikan kecupan manis di pipi pria yang telah 6 tahun menjadi suaminya. Lalu memeluk putranya dari belakang, “Byeol-a.. Bangun, kau harus ke sekolah..” Bisiknya sambil mengangkat pria muda itu.

“Hmm.. Eomma.. Byeol masih ingin tidur..” Gumam Byeol tanpa membuka matanya.

Chaerin mencium pipi putranya dan mendudukkan pria muda itu di tempat tidur, “Ayo bangun.. Kau tidak boleh bolos sekolah sayang..” Ucapnya sambil memijat lembut bahu putranya.

Byeol mengusap mata dan memandang ke belakang, “Eomma akan menemani Byeol disekolah?”

Chaerin tersenyum dan mengangguk, “Keurom, ayo..” Ajaknya.

Byeol bergerak turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi bersama ibunya.

7.00 am.

Taehyun akhirnya terbangun dan bergerak bangkit sambil memandang sekitar dengan mata setengah tertutup. Matanya berhenti kearah seorang gadis berambut blonde yang sudah bersiap dengan celana panjang dan baju feminin, juga rambut panjang itu di biarkan terurai indah seperti yang ia sukai.

Chaerin yang sedang merapikan make up-nya menyadari Taehyun terbangun dan menoleh sambil tersenyum, “Kau sudah bangun?”

Taehyun bergerak bangkit dan duduk di pinggir tempat tidur sambil menguap, lalu merapikan rambutnya yang berantakan.

Chaerin mengambil tas tangannya dan menghampiri Taehyun, “Aku akan mengantarkan Byeol dan menemaninya di sekolah, sarapan sudah kusiapkan. Segeralah bersiap untuk jadwalmu pagi ini..”

Taehyun menatap Chaerin lucu, “Sebenarnya siapa yang memiliki jadwal padat?” Tanyanya sambil mencubit pipi gadis itu.

Chaerin tertawa kecil, “Sudah.. Segeralah bersiap, aku akan pergi mengantarkan Byeol..” Ucapnya, lalu bergerak bangkit.

“Horrl.. Kau bahkan tidak pernah lagi menyapaku ketika bangun..” Ucap Taehyun sebal, “Apa aku sudah terlupakan karena Byeol?”

Chaerin menatap Taehyun lucu, lalu berdiri di hadapan pria itu dan mendorongnya berbaring dengan dia duduk diatas pinggang suaminya. “Mworagu?” Tanyanya dengan wajah sebal, namun menahan senyumannya.

Taehyun tertawa kecil sambil menahan pinggang Chaerin, “Aniya.. Aku tidak mengatakan apa pun.”

“Apa? Aku mendengar semuanya! Kau masih mau bekelit?” Ucap Chaerin dan mulai menggelitik Taehyun.

Taehyun tertawa dan menarik tubuh gadis itu ke arahnya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.

Wajah Chaerin merona menatap wajah Taehyun dari dekat dengan senyuman lebarnya.

“Hmm.. Sudah berapa lama aku tak memandangimu sedekat ini?” Bisik Taehyun.

“Wae? Aku masih cantik dan sexy kan?” Tanya Chaerin pelan.

“Keurom, kau sudah melahirkan putraku. Apa yang membuatmu tidak cantik dan sexy?” Tanya Taehyun menahan tawa.

“Tentu saja..” Ucap Chaerin.

Taehyun tersenyum sambil menatap kedua mata Chaerin dalam, lalu menyelipkan rambut gadis itu ke belakang telinga. Lalu meninggikan dagunya hingga bibirnya menyentuh bibir gadis itu. Awalnya hanya kecupan manis, namun berubah menjadi ciuman hangat yang sudah lama tak mereka bagi bersama.

Kedua mata Chaerin terpejam dan membalas ciuman Taehyun lembut dengan kedua tangan bertumpu di bahu pria itu. Sementara kedua tangan pria itu memegang kedua rahangnya dan membuat rambut bergelombangnya agak berantakan.

Byeol mencari ibunya karena sudah terlalu lama menunggu di bawah, ketika membuka pintu kamar ia menghela nafas dalam sambil memutar bola matanya kesal. “Eommmmaaaaaaaaa! Byeol akan terlambat!!” Serunya kesal.

Chaerin dan Taehyun memandang ke arah Byeol dan tertawa malu sambil bergerak bangkit, “Ne, arasso..” Ucapnya.

Taehyun bergerak bangkit dan menghampiri putranya. “Byeol sudah cerewet sekarang?” Ledeknya.

Byeol menatap ayahnya sebal, “Jika appa mau bersama eomma terus, berikan adik untukku..”

Chaerin tertawa kecil dan mengelus rambut putranya, “Keure, eomma akan memikirkannya..” Ucapnya, “Khaja..” Ajaknya sambil menggandeng tangan putranya keluar kamar.

“Annyeong Byeol..” Ucap Taehyun sambil melambai.

 

=Sekolah Byeol=

Chaerin menggandeng tangan Byeol menuju kelas dan berhenti sejenak sambil menyamakan tinggi mereka, juga menggenggam kedua tangan putranya. “Dengarkan gurumu dengan baik, juga jangan cepat marah pada teman yang mengganggumu. Arasso Byeol?”

Byeol mengangguk mengerti, “Keurom eomma, appa berkata pada Byeol untuk menenangkan diri saja jika ada yang membuat Byeol kesal.”

Chaerin tersenyum dan memajukan bibirnya, “Popo(cium)..”

Byeol mencium ibunya dan tersenyum lebar, “Eomma tidak akan pergi kan?” Tanyanya.

“Aniya, eomma akan menunggu Byeol..” Ucap Chaerin.

Byeol memeluk leher ibunya sejenak dan kembali memandang ibunya dengan senyuman manisnya.

“Nah masuklah..” Ucap Chaerin.

“Ne, annyeonghaseo..” Sapa Byeol dan berjalan masuk ke kelasnya.

Chaerin tersenyum memperhatikan putranya. Lalu bangkit dan berjalan menuju ibu-ibu lain yang juga menunggu, “Annyeonghaseo..” Sapanya.

“Ohh.. CL-ssi, kau menunggu putramu juga?” Sapa ibu Kim.

Chaerin bergerak duduk di dekat ibu-ibu itu, “Ne..”

“Hmm.. Kau pasti sibuk tapi tetap meluangkan waktu untuk putramu. Itu sangat jarang terjadi..” Ucap ibu Jung.

Chaerin tersenyum malu, “Aku hanya berbagi tugas dengan ayah Byeol..”

“Kau tau? Saat Byeol di temani ayahnya, dia akan menjadi mandiri dan sangat berani. Tapi saat kau yang menemaninya, dia jadi sangat manja dan selalu menyebut nama pada dirinya..” Ucap ibu Kim dan tertawa kecil.

Chaerin tersenyum, “Ne, karena sebelum sekolah dia selalu ikut denganku untuk konser atau juga kegiatanku yang lain. Dia jadi sangat manja padaku..”

“Apa suamimu tidak cemburu karena putramu sangat manja?” Tanya ibu Jung.

“Mmm.. Terkadang..” Jawab Chaerin dan tertawa kecil.

 

=Studio Musik=

“Eomma, Byeol tadi menghabiskan semua sayur yang ada di piringku..” Ucap Byeol bangga pada Chaerin.

“Oh.. Jinja? Byeol sangat keren..” Ucap Chaerin sambil mengelus kedua pipi putranya dengan ibu jari.

Byeol tersenyum lebar.

Taehyun yang duduk di kursi sambil memperhatikan putra dan istrinya dengan dahi berkerut.

“Eomma, itu apa?” Tanya Byeol memperhatikan apa yang di baca Chaerin.

“Ini lirik lagu yang akan eomma nyanyikan..” Jelas Chaerin.

“Hmm.. Semua ini?” Tanya Byeol menunjuk lirik disana.

“Ne, semuanya..” Jawab Chaerin.

“Kenapa yang ini banyak sekali?” Tanya Byeol lagi.

“Ini bagian rap, eomma juga akan menyanyikannya..” Jawab Chaerin.

Byeol memandang Chaerin bingung, “Waeyo?”

Chaerin tersenyum, “Karena eomma lady rapper..” Ucapnya.

Lady rapper mwoyeyo?” Tanya Byeol polos.

“Itu perempuan yang melakukan rap..” Jawab Byeol.

“Waeyo?” Tanya Byeol lagi.

Chaerin tertawa dan mencubit pipi putranya gemas.

“Ya.. Apa aku tidak ada disini?” Tanya Taehyun sebal.

Chaerin memandang Taehyun dan tertawa kecil.

“Appa kenapa jadi cemburuan sih?” Tanya Byeol aneh.

Chaerin tertawa mendengar ucapan Byeol.

Taehyun menggeser kursinya ke dekat Chaerin dan Byeol, “Wae? Byeol hanya menyayangi eomma? Appa tidak?”

“Appa juga, tapi eomma yang terbaik..” Ucap Byeol sambil memeluk Chaerin.

Chaerin tersenyum memandang Byeol.

Taehyun tersenyum dan menggelitik putranya itu, “Andwaeyoo.. Appa yang terbaik..” Ucapnya lucu.

Byeol tertawa lucu sambil membalik tubuhnya menghadap Taehyun dan duduk di pangkuan Chaerin, “Appa!! Hentikan.. Hahahaa…” Tawanya.

Chaerin tertawa lucu sambil memeluk putranya, “Andwae.. Byeol-a..” Ucapnya.

Taehyun senang mendengar tawa putranya dan terus menggelitik.

Tiba-tiba Chaerin merasakan nyeri yang luar biasa di perutnya, dahinya berkerut dan memegang perutnya. “Ahh..” Rintihnya pelan.

Taehyun berhenti dan memandang Chaerin kaget, “Byeol eomma, waekeure?”

Chaerin memejamkan mata menahan sakit di perutnya.

Byeol menatap ibunya panik, “Eomma, waekeureyo?”

“A-aniya.. Eomma gwenchana..” Ucap Chaerin tertahan.

“Chaerin-a.. Perutmu sakit?” Tanya Taehyun sambil berlutut di depan Chaerin. Ia tertegun merasakan tangan Chaerin yang lain mencengkeram tangannya, ia tau gadis itu kesakitan.

Byeol mulai menangis, “Eomma..”

 

=UGD=

“Appa.. Eomma waeyo?” Tangis Byeol di gendongan Taehyun.

“Eomma gwenchana.. Ssshh.. Uljima Byeol-a..” Ucap Taehyun sambil mengelus punggung putranya.

“Eomma…” Tangis Byeol.

“Sssshh.. Gwenchana Byeol-a..” Ucap Taehyun menenangkan. Sebenarnya ia sangat khawatir dengan keadaan Chaerin, namun ia tak mungkin membiarkan putranya terus panik.

Seorang dokter keluar dari ruang UGD, “Keluarga Lee Chaerin-ssi..”

Taehyun menghampiri dokter itu, “Ne, kami…”

“Anda suaminya?” Tanya dokter itu.

“Ne, sonsaengnim..” Jawab Taehyun.

“Eomma odiso?” Tanya Byeol.

Dokter itu tersenyum pada Byeol dan mengelus pipi pria muda itu, “Gwenchana, ibumu hanya terlalu lelah. Juga sedikit depresi hingga asam lambungnya naik drastis..”

“Hm? Waeyo?” Tanya Byeol tak mengerti.

“Ne? Apa dia benar baik-baik saja?” Tanya Taehyun.

Dokter itu memandang Taehyun, “Ne, mungkin dia akan merasa sakit di perutnya selama beberapa hari ini. Jadi biarkan dia tetap di rumah sakit beberapa hari ini, setelah itu kita bisa lihat apakah pengobatan berjalan lancar atau di perlukan pengobatan yang lebih serius..”

“Ohh.. Syukurlah.. Kapan kami bisa menemuinya?” Tanya Taehyun.

“Setelah pasien di pindahkan ke ruang perawatan..” Jawab dokter itu, “Kalau begitu, saya permisi..” Ucap dokter itu.

“Ne, gamshamida sonsaengnim..” Ucap Taehyun.

“Appa, eomma dimana?” Tanya Byeol.

Taehyun tersenyum memandang Byeol, “Eomma sedang di pindahkan ke ruang perawatan.. Gwenchana, kita akan segera bertemu dengan eomma..” Ucapnya.

Byeol mengangguk mengerti.

Taehyun menyeka air mata putranya dan berjalan ke bagian resepsionis.

“Annyeonghaseo, ada yang bisa saya bantu tuan?” Sapa seorang gadis di meja resepsionis.

Taehyun menurunkan Byeol, “Tetap disini..” Ucapnya, lalu memandang gadis tadi. “Aku ingin pasien atas nama Lee Chaerin di tempatkan di kamar VVIP..” Ucapnya tanpa ragu.

“Ne, saya mengerti..” Ucap gadis itu dan mengambil formulir isian, “Ini tuan, anda bisa mengisinya dulu..”

“Ne..” Jawab Taehyun sambil mengambil pena, sebelumnya ia memandang Byeol yang masih berdiri di sebelahnya. Ia mengelus kepala putranya sejenak, lalu mulai menulis. “Ini..” Ucapnya sambil memberikan kertas tadi pada sang gadis.

“Saya akan memeriksanya tuan..” Ucap gadis itu dan membaca formulir itu. Ia tertegun sejenak dan menatap Taehyun tak percaya, “Cokiyo.. Anda Nam Taehyun?”

“Ne, waeyo?” Tanya Taehyun bingung.

Gadis itu tampak tertegun, “Omo.. CL eonni pasien yang di larikan ke UGD?”

Taehyun terkejut dan menempelkan jari di bibirnya, “Ssst! Jangan menyebut namanya! Lakukan saja pekerjaanmu dan bersikap kau tidak tau apa pun.. Gamshamida..” Ucapnya, lalu menggandeng Byeol pergi.

 

=Kamar VVIP Chaerin=

Byeol duduk di kursi memandangi Chaerin yang terbaring di tempat tidur dengan pakaian seragam pasien dan belum sadarkan diri.

Taehyun menyiapkan sofa yang bisa di lebarkan menjadi tempat tidur untuk ia dan putranya tidur. Ia sudah memberitau pihak agensi tentang kondisi Chaerin jadi mereka tidak perlu khawatir lagi untuk malam ini. Ia memandang Byeol yang terlihat menatap ibunya sedih sambil mengelus rambut gadis itu. Ia tersenyum dan menghampiri putranya, “Eomma neomu yeppo, keutji Byeol?”

Byeol memandang ayahnya dan mengangguk, “Oh appa..” Jawabnya lesu.

Taehyun mengelus rambut putranya, “Gwenchana, eomma hanya sedang beristirahat.. Kita juga harus beristirahat agar besok bisa menjaga eomma lagi.. Khaja..”

“Aku ingin tidur bersama eomma..” Ucap Byeol.

“Andwaeyo, malam ini biarkan eomma tidur dengan tenang dulu. C’mon big boy..” Ucap Taehyun sambil mengelus kepala putranya.

Byeol berdiri di kursi dan memeluk leher Taehyun, lalu di gendong menuju tempat tidur mereka.

Taehyun berbaring sambil menarik selimut untuk dirinya dan Byeol. Ia sempat tertegun ketika putranya merapat padanya dan memejamkan mata sambil memeluknya. Bibirnya membentuk senyuman dan memeluk putranya itu. Sebelumnya karena selalu ada Chaerin putranya hanya akan memeluk ibunya. Ternyata hal ini bisa membuat hubungannya dengan Byeol menjadi lebih baik. “Selamat tidur Byeol-a..” Ucapnya sambil menepuk pantat putranya pelan.

“Selamat tidur appa..” Ucap Byeol masih dengan mata terpejam.

Keesokan paginya.

Byeol duduk di sebelah tempat tidur Chaerin yang duduk bersandar di tempat tidur yang dinaikkan bagian atasnya sambil mengelus pipinya.

“Byeol khawatir? Eomma miane..” Ucap Chaerin menyesal.

Byeol mengerutkan dahinya sedih, “Ne eomma, Byeol khawatir sekali..”

“Hmm.. Aigoo.. Byeol-a..” Ucap Chaerin sambil menarik Byeol ke pelukannya dan mengelus rambut putranya.

“Byeol sampai tidak bisa tidur semalam karena khawatir..” Ucap Byeol di dada ibunya.

Taehyun melirik Byeol dengan satu alis terangkat, bahkan putranya tidur sangat nyenyak semalam.

Chaerin tertawa kecil dan mencium kepala putranya.

Taehyun menepuk pantat putranya sambil menahan tawa, “Ne, Byeol tidak bisa tidur hingga mendengkur keras sekali..” Ledeknya.

Byeol bergerak duduk dan menatap ayahnya sebal, “Ssshhh appa!”

Chaerin mengelus pipi putranya dan memandang Taehyun.

 

=Sekolah Byeol=

Byeol menyandarkan dagunya lesu di bahu ayahnya dari belakang saat di gendong di punggung oleh pria itu.

Taehyun memandang wajah Byeol di bahunya, tangan pria muda itu juga terasa lemah di lehernya. “Waeyo? Byeol tidak senang ke sekolah?”

Byeol menghela nafas lesu, “Aniya.. Bagaimana aku bisa belajar saat eomma sakit..” Ucapnya.

Taehyun tertawa kecil, “Byeol sudah besar sekarang.. Bagaimana mungkin Byeol mengerti tentang hal itu?”

“Karena biasanya saat eomma mengantarkanku, teman-temanku akan menjadi iri karena eomma sangat cantik juga berambut indah..” Jawab Byeol lesu.

“Hm? Memangnya appa kenapa? Apa appa tidak keren?” Tanya Taehyun ingin tau.

Byeol memandang ayahnya, “Appa keren, tapi teman-temanku tidak mengenal appa..” Jawabnya polos.

“Hmm.. Kenapa Byeol tidak bercerita kalau appa yang menciptakan semua lagu-lagu luar biasa eomma?” Tanya Taehyun.

Byeol tertegun, “Appa yang menciptakan semuanya?”

“Keurom.. Byeol kan tau appa yang menciptakan lagu-lagu eomma..” Jawab Taehyun.

“Ne.. Tapi kupikir hanya beberapa..” Ucap Byeol polos.

Taehyun tersenyum bangga, “Aniya.. Semuanya..”

‘Nappeun gijibe’ juga?” Tanya Byeol.

Taehyun tertegun mendengar putranya tau lagu debut ibunya dulu, “Ya.. Itu bukan kata-kata yang bisa di sebutkan anak seusiamu..” Ucapnya sebal.

Byeol cemberut, “Lalu kenapa appa membuat judul seperti itu?”

Taehyun menahan tawa, “Ne, appa yang salah..”

Byeol tertawa kecil, “Tapi appa punya otot yang keren.. Eomma pernah berkata appa terlihat keren karena punya otot keras disini..” Ucapnya sambil mengulurkan tangan ke dada ayahnya.

Taehyun menatap Byeol tak percaya, “Jinja? Kapan eomma berkata seperti itu?”

“Tahun lalu..” Jawab Byeol.

Taehyun terbatuk mendengar ucapan Byeol, lalu melirik tubuhnya. Ia memang sudah lama tidak exercise lagi karena sibuk dengan musiknya. Ia menghela nafas dalam dan berhenti di depan kelas Byeol. “Naah.. Sudah tiba..” Ucapnya sambil menurunkan putranya, lalu berbalik memandang putranya itu.

Byeol menghela nafas dalam dan menunduk lesu.

“Wae? Kenapa Byeol lesu seperti itu?” Tanya Taehyun sambil mengelus kepalanya.

“Bagaimana jika terjadi sesuatu pada eomma? Misalnya eomma butuh sesuatu tapi tidak ada siapa pun disana?” Tanya Byeol.

Taehyun tersenyum lucu, “Aniya, Yurim gommo ada disana..”

Byeol masih terlihat cemberut.

Taehyun mengelus kepala putranya, “Masuklah.. Kelas akan di mulai..” Ucapnya.

“Appa akan menungguku kan?” Tanya Byeol.

“Miane, appa harus ke kantor..” Ucap Taehyun menyesal, “Tapi appa akan menjemputmu tepat waktu..”

Byeol menghela nafas dalam, lalu menunduk lesu dan melangkah masuk ke kelas.

Taehyun menatap putranya heran sambil menarik tas putranya itu, membuat pria muda itu memandangnya bingung. “Ya.. Apa itu caramu mengucapkan salam?”

Byeol kembali menghela nafas dalam membungkuk sopan, “Annyeonghaseo..” Ucapnya.

Taehyun tersenyum tipis dan membiarkan putranya masuk. Lalu bergerak bangkit dan melangkah pergi.

 

=YG Company=

Trainer Hwangssabu mengerutkan dahi melihat Taehyun sedang berkutat dengan alat pembesar otot dada. “Hmm.. Nam Taehyun.. Sudah lama tak melihatmu disini..” Ucapnya.

Taehyun mengatur pernafasannya sambil terus berlatih, “Ne, aku akan kembali aktif lagi..” Ucapnya.

Hwangssabu mengangguk mengerti dan tersenyum lucu, “Apa ini tentang istrimu yang tetap sexy?” Candanya.

Taehyun berhenti berlatih dan memandang Hwangssabu, “Hyung-nim, bisa bantu aku mendapatkan otot-ototku lagi?” Tanyanya sambil mengelap keringat di lehernya.

Hwangssabu mengangguk lagi, “Keure, let’s go!” Ucapnya.

 

=Kamar Perawatan Chaerin=

Chaerin mengelus kepala Byeol yang berbaring di dadanya sambil menggumamkan lullaby.

Taehyun menghampiri tempat tidur dan duduk di kursi, “Dia sudah tidur?”

Chaerin tersenyum, “Ne..”

Taehyun tersenyum sambil menepuk-nepuk pantat putranya, “Aku akan memindahkannya ke tempat tidur..” Ucapnya sembari bangkit dan menarik putranya dari belakang.

“Hmm.. Eomma..” Rengek Byeol dalam tidurnya sambil mempererat pelukannya pada Chaerin.

“Omo…” Chaerin mengelus rambut putranya untuk menenangkan.

“Aigoo.. Dia masih seperti ini..” Ucap Taehyun aneh.

Chaerin tertawa pelan sambil memeluk putra kecilnya, “Gwenchana, biarkan saja dia tidur disini..”

Taehyun tersenyum lucu dan kembali duduk, “Dia ingin adik tapi tak membiarkan kita berdua..” Candanya.

Chaerin tersenyum lucu sambil memandangi putranya. “Hmm.. Kupikir dia semakin mirip denganmu..”

Taehyun menopang dagu sambil tersenyum memandang Byeol, “Tapi keras kepalanya sepertimu..” Candanya.

Chaerin menatap Taehyun sebal sambil mengulurkan tangannya untuk memukul pria itu, namun tidak bisa.

Taehyun mengelak sambil menahan tawa, “Pasien tidak boleh bertindak brutal..” Ucapnya.

Chaerin menahan tawa dan kembali memeluk putranya.

Taehyun melipat kedua tangannya di pinggir tempat tidur dan menatap putranya sambil tersenyum, “Kau tau? Hari ini aku menghabiskan banyak waktu bersama Byeol.. Sangat menyenangkan..”

Chaerin tersenyum, “Apa dia merengek karena sesuatu?”

“Mmm.. Tidak juga.. Dia hanya bertanya tentangmu setiap waktu..” Jawab Taehyun sambil tersenyum.

Chaerin menatap putranya dalam, “Dia pasti khawatir..” Ucapnya, lalu memandang Taehyun. “Apa aku tidak bisa di rawat dirumah saja?”

Taehyun menggeleng, “Aniya, kau harus tetap disini hingga dokter berkata kau bisa pulang..”

“Taehyun-a..” Bujuk Chaerin puppy-eyes-nya.

“Andwae..” Tegas Taehyun.

“Byeol appa..” Bujuk Chaerin lagi dengan suara lucunya.

“Andwae! Selamat malam..” Ucap Taehyun dan langsung bangkit.

Chaerin menatap Taehyun sebal dan melihat pria itu berjalan ke tempat tidur.

Taehyun masuk ke bawah selimut dan memandang kearah Chaerin sambil tersenyum.

Chaerin kembali tersenyum pada Taehyun.

“Selamat tidur..” Ucap Taehyun dan memejamkan matanya.

=Sebulan Kemudian=

Chaerin masuk ke Gym YG company dengan pakaian olahraganya yang ketat. Ia juga mengikat tinggi rambut panjangnya. Pertama-tama ia menghampiri mesin tread-mill untuk pemanasan. Ia sudah lama tidak berlatih jadi ia perlu pemanasan lebih lama sebelum memulai exercise seperti biasa. Setelah 30 menit berlari di mesin tread-mill, ia berhenti dan menyeka keringatnya sambil mengambil botol minuman. Ketika ia meneguk air di botol, matanya menangkap sesosok tubuh pria super sexy dengan otot perut yang keren. Ia hampir tersedak ketika pria itu berlalu di sebelahnya. Apalagi karena keringat setelah berlatih terlihat semakin sexy. Ia menelan air di mulutnya dan menggigit bibir bawahnya menatap tubuh sexy itu. ‘Aisssh.. Kenapa aku menatapnya seperti ini?!’ Batinnya kesal, namun ia tak bisa memalingkan matanya. Ia juga tau jika Taehyun mengetahui apa yang ia lakukan sekarang, mereka akan bertengkar hebat setelah ini. Ia bahkan menahan nafas ketika pemilik tubuh itu berbalik dan mendekatinya.

“Kau suka apa yang kau lihat, CL-ssi?” Tanya sang pemilik tubuh.

Chaerin masih terpaku menatap tubuh six-pack itu, “Ne..” Jawabnya tanpa sadar dan terkejut sendiri dengan jawabannya. Ia langsung menutup mulut sambil menatap sang pemilik tubuh, namun matanya membesar melihat itu tubuh siapa. “T-Taehyun?”

Taehyun tersenyum cool, lalu melangkah semakin dekati Chaerin menatapnya dengan tatapan nakal. Seperti saat gadis itu berusaha menggodanya. Ia sangat puas karena usahanya selama sebulan tidak sia-sia. Tangannya menarik satu tangan gadis itu dan menempelkannya ke otot perutnya sambil mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu, “Sepertinya Byeol harus tidur di kamarnya malam ini..” Bisiknya.

Wajah Chaerin merona merah, lalu menatap Taehyun kesal. “Apa yang kau lakukan?! Cepat kenakan pakaianmu! Hanya aku yang boleh melihatmu seperti ini!” Ucapnya sambil menutupi bagian depan tubuh pria itu dengan handuk kecilnya.

Taehyun tertawa kecil, “Ya.. Kau tidak lihat di sekitar kita hanya ada pria? Kau yang seharusnya menutupi tubuhmu..” Ucapnya sambil memeluk pinggang gadis itu.

Chaerin menyipitkan matanya menatap Taehyun, “Waeyo? Kau pikir aku akan tergoda pria lain?” Tanyanya sambil menggantung kedua tangannya di leher pria itu.

“Hmm.. Coba kupikir sejenak.. Oh.. Aniya.. Kau tidak akan tergoda, karena kau hanya akan menggodaku..” Ucap Taehyun dengan senyum cool-nya.

Chaerin tersenyum sensual sambil mengelus rambut Taehyun dan perlahan memajukan kepala pria itu kearahnya, “Hummm.. Aku juga pernah menggoda pria lain sebelum kau..”

“Jinjaru?” Ucap Taehyun pura-pura terkejut, “Nugu?”

“Hanya seorang pria..” Ucap Chaerin, mempertipis jarak diantara wajah mereka. “Pria yang membuatku gila sampai mabuk dan menangis di pinggir jalan, juga mengandung anaknya..”

“Hmmm.. Sepertinya dia pria yang tidak menyenangkan..” Ucap Taehyun.

“Ne…” Jawab Chaerin dengan senyuman manisnya.

Taehyun berdiri tegap menatap Chaerin kesal, “Mwo?!”

Chaerin tampak senang dengan respon Taehyun, “Tapi…” Lanjutnya, “..hanya dia yang bisa membuatku tergila-gila. Aku bahkan tak bisa berpikir ada pria lain yang lebih baik darinya..”

Taehyun tersenyum lucu, “Mworagu?”

“Aku sudah melahirkan seorang anaknya, aku tidak keberatan melahirkan anak kedua, ketiga, atau keempat jika itu memang anaknya..” Ucap Chaerin dengan senyumannya.

Taehyun menyipitkan matanya menatap Chaerin dan langsung memiringkan kepala untuk mencium gadis itu lembut.

“Ehem!”

Taehyun dan Chaerin spontan menarik diri dan menoleh, mereka sama-sama terkejut melihat trainer Hwangssabu berdiri tak jauh dari mereka menatap dengan sebelah alis naik.

“Jika kalian ingin melakukan hal pribadi, lakukan di tempat tertutup..” Ucap Hwangssabu mengingatkan.

Taehyun dan Chaerin menjaga jarak sambil tersenyum malu. Lalu membungkuk sopan pada trainer senior itu dan melangkah pergi sambil menahan tawa.

 

=Rumah Keluarga Nam=

Chaerin dan Taehyun berjalan masuk ke rumah sambil saling tersenyum satu sama lain dan tangan saling menggenggam. Namun semuanya buyar ketika mendengar tangisan Byeol.

Chaerin tertegun mendengar tangisan putranya dan langsung mencari dimana sang putra tersebut, “Byeol..” Panggilnya.

Taehyun ikut mencari dimana Byeol karena tangisan putra mereka sangat keras.

Byeol yang sedang di gendong Tuan Nam di ruang tengah menoleh memandang ibunya, “Eommaa…”

Tuan Nam menurunkan Byeol dan membiarkan cucunya itu berlari menghampiri Chaerin.

Chaerin berlutut dan menyambut Byeol dengan pelukannya. “Omo.. Waekeureyo Byeol?” Tanyanya sambil mengelus punggung putranya.

Taehyun berdiri di sebelah Chaerin sambil mengelus kepala putranya, “Byeol-a?”

Chaerin melepaskan pelukannya dan menatap Byeol khawatir sambil menyeka air mata putranya, “Ssshh.. Uljima.. Eomma ada disini, katakan ada apa sayang?” Tanyanya lembut. Namun putranya hanya menangis tersedu-sedu.

Taehyun memandang ayahnya, “Appa, waekeureyo?”

Tuan Nam menggaruk kepalanya bingung, “Entahlah.. Dia terus menangis dan berkata tentang adik dari ibu lain..”

Chaerin tertegun mendengar ucapan ayah mertuanya, begitu juga dengan Taehyun.

“Ne?” Ucap Taehyun bingung dan memandang Byeol yang masih menangis.

“Byeol-a, adik dari ibu siapa?” Tanya Chaerin tak mengerti.

Byeol tersedu-sedu memandang ibunya, “Te-temanku… te-temanku berkata…. Dia punya adik… dari ibu lain… karena ayah dan ibunya sibuk…” ucapnya susah payah di tengah tangis.

Chaerin mengerutkan dahi mendengar ucapan putranya, “Ne?”

“Lalu kenapa kau menangis Byeol?” Tanya Taehyun tak mengerti.

Byeol memandang kedua orangtuanya bergantian sambil terus menangis, “Eomma dan appa kan… si-sibuk..”

Taehyun dan Chaerin baru mengerti kemana arah pembicaraan Byeol.

“Byeol-a, eomma dan appa baik-baik saja.. Kenapa appa punya adik dari ibu lain?” Tanya Chaerin bingung dan memeluk putranya.

Byeol kembali menangis di bahu ibunya.

Taehyun membekap mulutnya menahan tawa.

Chaerin menatap Taehyun sebal dan memukul kaki pria itu agar tidak tertawa.

Tuan Nam ikut menahan tawa mendengar ucapan cucunya, “Ahh.. anak kalian benar-benar..” ucapnya.

Malam itu.

Chaerin dan Taehyun memperhatikan Byeol yang sudah terlelap diantara mereka, lalu saling berpandangan.

“Menurutmu apa yang membuat Byeol berpikir seperti tadi?” Tanya Chaerin.

Taehyun diam sejenak sambil berpikir, “Kurasa karena kita jarang bersama akhir-akhir ini..” jawabnya.

Chaerin menatap putranya bingung dan mengelus rambutnya, “Hmm.. dia tumbuh sangat cepat..” ucapnya.

Taehyun memegang tangan Chaerin dan tersenyum.

Chaerin menatap Taehyun aneh, “Wae?”

“Aniya… Aku hanya merasa kau semakin dewasa..” ucap Taehyun.

Chaerin tertawa pelan, “Tentu saja, aku memang lebih tua..” ucapnya.

Taehyun memandang putranya dan berbaring sambil memeluk putra mereka itu.

Chaerin senang melihat kedua pria yang sangat berarti di hidupnya ada disisinya saat ini.

 

=Studio Musik=

Byeol memperhatikan kedua orangtuanya membicarakan musik dengan wajah serius sambil memakan donat, dahinya berkerut melihat mereka terlihat seperti orang asing saat sudah mulai bekerja.

“Jangan hip hop, kupikir ballad akan lebih baik.” Ucap Taehyun.

“Wae? Aku bosan disana sini ada lagu ballad..” ucap Chaerin.

“Ne.. Tapi bukan untuk di realese saat ini.. Maksudku kita aransemen dulu, kita rekam dan siapkan untuk album single atau mini album-mu..” ucap Taehyun.

“Ahh.. ballad bukan keahlianku. Selama hampir 7 tahun aku sudah dikenal dancer-singer, kenapa harus ballad?” Tanya Chaerin tidak setuju.

Taehyun menatap Chaerin kesal, “Justru karena itu.. Jika kau mengolah kemampuan vokalmu untuk lagu-lagu ballad lebih serius lagi, kau akan membuat gebrakan baru yang berbeda..”

Chaerin menyilang kedua tangannya di dada dan menatap Taehyun kesal, “Mwo? Maksudmu kemampuan vokalku tidak begitu baik?”

Taehyun memutar bola matanya kesal dan sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.

“Ya Mr. composer, apa hanya itu yang bisa kau berikan untuk penyanyi sekelas aku?!” Tanya Chaerin kesal.

“Kemanhe.. kemanhe.. kau tetap saja keras kepala Lee Chaerin-ssi..” ucap Taehyun dan mengganti music yang akan ia putar.

Chaerin menatap layar pemutar tak percaya karena sekarang malah memutar lagu hip hop dance dan kembali menatap Taehyun kesal, “Ya Mr. composer! Kau bilang akan melakukan ballad!”

Taehyun menatap Chaerin kesal, juga seperti akan mengatakan sesuatu tapi berusaha menahannya. Ia mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan disana, lalu kembali menatap gadis di sebelahnya kesal.

Chaerin merasakan ponselnya bergetar dan melihat pesan masuk itu.

NamTaehyun : Jika tidak ada Byeol, aku sudah akan menciummu agar kau berhenti berbicara! Keras kepala!!

Chaerin segera membalas dan membalas tatapan Taehyun.

Taehyun memandang layar ponselnya karena ada balasan.

Chaerin_Lee: Pastikan Byeol tidur dikamarnya malam ini! Kau tidak akan kulepaskan begitu saja Nam Taehyun!

Taehyun menatap Chaerin seolah-olah berkata, ‘Keure!!!’

“EOMMA!! APPA!!!” Teriak Byeol yang membuat kedua orangtuanya terkejut.

Taehyun mematikan music dan memandang kebelakang kaget.

“Waekeure Byeol?” Tanya Chaerin kaget.

“Aissh!! Aku muak dengan kalian!!” seru Byeol, lalu berlari keluar dari studio music ayahnya.

Chaerin dan Taehyun menatap putra mereka kaget dan saling berpandangan, lalu berlari mengejar pria muda itu keluar.

Ruangan Tuan Nam.

“Harabutji.. Katakan pada eomma dan appa agar tidak bertengkar lagi.. Aku tidak mau punya adik dari ibu lain..” Rengek Byeol yang duduk di pangkuan kakeknya.

Tuan Nam mengelus rambut Byeol dan menatap Chaerin dan Taehyun yang duduk menunduk di depannya. “Apa yang sebenarnya terjadi?!” Tanyanya kesal.

“Mmm.. Appa, ini tidak seperti yang Byeol pikirkan.. Kami tidak bertengkar.. Kami sedang membicarakan musik dan sedikit berdebat.” Jawab Taehyun.

“Bohong harabeutji…” Ucap Byeol, “Appa dan eomma saling menatap tajam dan terlihat membenci satu sama lain!” Kadunya.

Chaerin tertegun, “Aniya, Byeol.. Eomma dan appa tidak membenci satu sama lain. Memang appa terkadang menyebalkan, tapi eomma tidak benci appa..” Jelasnya.

Taehyun menatap Chaerin sebal, “Apa maksudmu?”

“Tuhh kaaaan…” Rengek Byeol lagi.

Chaerin menatap Taehyun kesal, “Aissh.. Kau ini..” Gumamnya.

“Sudah hentikan..” Ucap Tuan Nam. “Begini saja, kalian perbaiki hubungan kalian secepatnya.”

Chaerin dan Taehyun saling berpandangan bingung.

Taehyun memandang ayahnya, “Appa, hubungan kami baik-baik saja..” Ucapnya menjelaskan.

Chaerin mengangguk membenarkan.

“Bukan hubungan kalian, tapi ‘cara’ kalian berkomunikasi. Mungkin dulu kalian bisa menggunakannya, tapi sekarang Byeol sudah mengerti apa yang kalian lakukan dan itu tidak baik untuknya..” Ucap Tuan Nam bijaksana.

Chaerin dan Taehyun diam sejenak dan saling berpandangan lagi.

“Begini saja, kalian perbaiki cara kalian berkomunikasi beberapa saat. Byeol akan bersama appa..” Ucap Tuan Nam sam mengelus kepala cucunya.

Chaerin dan Taehyun tertegun, “Ne?”

Byeol memeluk kakeknya, “Ne, aku akan bersama harabeutji!” Ucapnya.

Chaerin menatap Byeol tak percaya, “Byeol-a..”

Byeol menatap ibunya sebal dan memalingkan wajah ke dada kakeknya.

Chaerin memandang Taehyun yang terlihat menatap putra mereka bingung.

“Byeol-a, eomma dan appa baik-baik saja. Kami memang seperti ini.. Tapi kami saling mencintai satu sama lain, karena itu kami selalu membicarakan segala hal bersama. Itu yang akan di lakukan orang dewasa ketika mereka sudah menikah.. Kau akan mengerti nanti..” Ucap Taehyun mencoba memberi pengertian.

Byeol menatap ayahnya sebal, “Lalu kenapa eomma dan appa hanya sibuk sendiri-sendiri?”

“Aniya, eomma dan appa juga memiliki waktu kami bersama..” Jawab Taehyun.

“Jika begitu kenapa tidak ada adik? Appa akan punya dari ibu lain kan?!” Tanya Byeol kesal dan kembali menyembunyikan wajahnya.

Chaerin terkejut mendengar ucapan putranya, begitu juga dengan Taehyun.

“Ya! Jika kau ingin adik biarkan eomma dan appa tidur berdua!” Ucap Taehyun kesal.

Chaerin menatap Taehyun kesal dan memukul bahu pria itu untuk mengingatkan pria itu tentang topik yang tidak boleh di bahas di depan putra mereka yang masih berusia 6 tahun.

Taehyun memutar bola matanya dan melipat kedua tangan di dada.

Chaerin memandang putranya menyesal, “Byeol-a, eomma dan appa miane.. Kami tidak akan berdebat lagi.. Ne.. Byeol-a..” Bujuknya.

“Shiro!” Ucap Byeol.

Chaerin menghela nafas dalam dan berpandangan dengan Taehyun yang masih terlihat kesal.

 

=Rumah Keluarga Nam=

Taehyun mengganti bajunya dengan pakaian tidur, lalu menghampiri tempat tidur. Tampak Chaerin sedang memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya. Ia duduk di sebelah gadis itu dan memeluknya dari samping, “Waeyo? Kau masih memikirkan Byeol?”

Chaerin memandang Taehyun dan mengangguk pelan.

Taehyun menghela nafas dalam dan mengelus rambut Chaerin, “Dia hanya belum mengerti, tapi itu tidak akan lama. Setelah dia menyadari kita baik-baik saja, dia akan kembali seperti semula..” Ucapnya lembut.

Chaerin membenarkan hal itu, namun di musuhi putranya sendiri tentu bukan hal yang menyenangkan.

Taehyun tau tentu Chaerin yang merasa paling sedih saat ini. Meskipun gadis itu berwatak keras, tapi jika sudah menyangkut putra mereka gadis itu yang paling sensitif. Tangannya terangkat dan memegang dagu gadis itu, “Hei, pandang aku..”

Chaerin memandang Taehyun masih dengan tatapan sedihnya.

Taehyun tersenyum hangat, “Bukankah jika Byeol tidur di kamarnya kita bisa berdua?”

Wajah Chaerin merona dan menunduk sambil tersenyum malu.

Taehyun tersenyum lebar sambil menyelipkan rambut gadis itu ke belakang telinga, “Jika punya adik dia akan berhenti kan?”

Chaerin memandang Taehyun malu, lalu mendorong pria itu menjauh sambil menahan tawa.

Taehyun tertawa kecil dan menarik Chaerin ke arahnya.

Keesokan Harinya.

Chaerin menyamakan tingginya dengan Byeol dan merapikan baju putranya yang sudah bersiap akan berangkat bersama Tuan Nam. Ia tersenyum pada putranya yang terlihat masih cemberut. “Byeol tidak memeluk eomma?” Tanyanya.

Byeol menggeleng, “Shiro..” Ucapnya pelan, lalu memalingkan wajah dan melangkah menuju kakeknya.

Chaerin menatap putranya sedih dan memandang ayah mertuanya yang menatapnya seperti berkata ‘berikan dia waktu’.

Taehyun memandang putra mereka dan memandang Chaerin yang kembali berdiri. Ia tau hal kecil seperti itu bisa melukai hati seorang ibu. Setelah putra mereka pergi bersama ayahnya, ia menghampiri gadis itu dan memeluknya hangat.

Chaerin langsung memeluk tubuh Taehyun dan membenamkan wajahnya di bahu pria itu dengan kedua mata terpejam erat, entah mengapa ia merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi.

Taehyun bisa merasakan bagaimana perasaan Chaerin saat itu. Dengan lembut ia membelai rambut gadis itu dan mencium kepalanya, “Gwenchana, dia akan segera kembali seperti semula..”

 

=Beberapa Saat Kemudian=

Taehyun mengerutkan dahi mendengar suara Chaerin yang tidak seperti biasa, ia mematikan musik dan menekan tombol. “Chaerin, keluar sebentar..” Panggilnya.

Chaerin menghela nafas dalam dan melepaskan headphone di kepalanya, lalu meletakkannya ke tiang mic. Kemudian melangkah keluar dari ruang rekaman.

Taehyun memandang Chaerin yang keluar dari ruang rekaman tak mengerti, “Apa yang terjadi padamu? Suaramu tidak terdengar bersemangat..”

Chaerin menghela nafas lesu dan berjalan menghampiri Taehyun, lalu duduk miring di pangkuan pria itu.

Taehyun memeluk pinggang Chaerin agar tidak jatuh dan memandangnya khawatir, “Wae? Ini masih tentang Byeol kan?”

Chaerin menatap Taehyun sedih dan mengangguk pelan, “Ne..”

Taehyun menghela nafas dalam dan memegang pipi gadis itu, “Aku mengerti perasaanmu, tapi semua ini akan segera berlalu.”

“Tapi sudah dua minggu dia tidak mau pergi sekolah bersamaku, juga tidak mau aku menemaninya makan, belajar..” Chaerin menghela nafas berat mengingat itu semua.

Taehyun mengelus pipi Chaerin dan mencium pipi gadis itu yang lain, lalu kembali bertatapan dengan gadis itu. “Anggap saja, ini cara dia belajar untuk lebih mandiri. Arasso?”

Chaerin diam sejenak menatap kedua mata Taehyun, lalu tersenyum dan menggantung kedua tangannya di leher pria itu. “Untung kau ada disini..” Ucapnya.

Taehyun tersenyum, “Aku akan selalu disini, Byeol eomma..”

“Gumawoyo, Byeol appa..” Ucap Chaerin, lalu memeluk leher Taehyun.

 

=Studio Rekaman=

Sejak Byeol tidak mau berbicara, bermanja-manja, juga tidak ingin ikut dengan orang tuanya, Chaerin selalu menghabiskan waktu senggang bersama Taehyun. Baik di rumah maupun studio rekaman. Seperti sore ini.

Chaerin duduk bersandar pada Taehyun di sofa studio rekaman, pipinya menempel ke dada pria itu yang kembali bidang setelah exercise.

Satu tangan Taehyun merangkul Chaerin sambil memainkan rambut gadis itu dengan jarinya, “Chae, agensi berpikir untuk memberikanmu pasangan kolaborasi untuk pertama kali setelah 7 tahun debut.” Ucapnya memberitau.

“Hmm..” Gumam Chaerin menjawab Taehyun.

Taehyun memandang Chaerin, “Jadi, kau akan mulai rekaman bersamanya lusa..”

Chaerin yang masih asik bermain game di ponsel tampak tak begitu tertarik, “Keure..” Jawabnya.

Dahi Taehyun berkerut, “Kau tidak ingin tau siapa pasangan kolaborasimu?”

“Nanti aku akan segera tau..” Jawab Chaerin malas.

Taehyun tersenyum lucu dan mengelus rambut gadis itu. Ini lebih baik daripada melihat Chaerin terus bersedih karena sikap Byeol.

Dua hari kemudian.

Taehyun sangat senang dengan sikap manja Chaerin, gadis itu juga selalu ingin bersandar ke dadanya atau berciuman dengannya setiap waktu ketika mereka hanya berdua. Menurutnya itu adalah berkah di balik apa yang Byeol lakukan sekarang. Namun hari ini akan berbeda.

Chaerin tertegun melihat siapa yang masuk ke studio musik, lalu menatap Taehyun tak mengerti. “Mengapa dia disini?”

Pria yang tak lain adalah Jiyong itu tersenyum lebar, “Aku rekan duetmu..”

Chaerin terkejut dan menatap pria itu kaget, “Mwo?!”

“Ne, Jiyong sekarang tidak lagi berada di bawah B.I.G entertainment. Jadi agensi kita bekerja sama dengan agensinya untuk sebuah projek persahabatan..” Jelas Taehyun.

Chaerin menatap Taehyun tak percaya, “Kenapa kau tidak memberitauku?”

“Bukankah kau yang berkata kau akan tau nanti?” Tanya Taehyun heran.

Chaerin menatap Taehyun kesal dan memandang Jiyong.

“Ayolah Chae, sudah 6 tahun dan kau masih membenciku? Oh my god.. You’re so mean..” Ucap Jiyong sebal.

Chaerin menghela nafas kesal dan bergerak duduk, “Terserahlah..”

Jiyong tertawa kecil dan memandang Taehyun, “Jadi, bagaimana lagunya?”

Taehyun tersenyum simpul, “Aku sudah membuat demo musiknya. Tapi jika kau ingin memberi tambahan, pasti lebih baik..”

“Keure, ayo kita dengar..” Ucap Jiyong.

……………………………………………

“Hmm.. Sudah lebih baik.. Tapi apa menurutmu ini masih kurang sesuatu?” Tanya Taehyun pada Jiyong setelah berjam-jam memodifikasi musik mereka.

Jiyong berpikir sejenak, “Hmm.. Kau benar.. Tapi sesuatu seperti apa yang kita butuhkan?” Tanyanya balik, namun tampak tak ada seorang pun yang memiliki ide. “Bagaimana menurutmu Chae?” Tanyanya sembari menoleh ke arah Chaerin yang sejak tadi duduk di sofa. Namun ia tertegun menyadari gadis itu terlelap karena terlalu lama menunggu.

Chaerin duduk bersandar dengan mata terpejam, kedua tangannya terlipat di dada.

Taehyun bergerak bangkit dan mengambil selimut di lemari kabinet yang biasa ia gunakan jika bermalam di studio, lalu menyelimuti tubuh gadis itu.

Jiyong memperhatikan bagaimana Taehyun memperbaiki posisi tidur Chaerin dan dengan penuh kasih sayang menyelimuti gadis itu. Bibirnya membentuk senyuman ketika pria itu kembali ke tempat semula. “Hmm.. Kulihat kau masih memegang kendalinya, Nam Taehyun..”

Taehyun memandang Jiyong lucu, “Kendali apa? Dia yang selalu memimpin..” Candanya.

Jiyong menahan tawanya, “Ne, jika ini grup, Chaerin adalah leadernya..”

Taehyun tertawa pelan, “Ne..”

Jiyong memandang Chaerin, lalu kembali memandang Taehyun. “Apa dia masih memiliki tempramen buruk itu?”

Taehyun tersenyum tipis, “Terkadang.. Dan itu menurun pada putra kami..”

Jiyong berusaha menahan tawanya yang hampir pecah, “Dia memang seperti itu, dulu aku selalu mendapat makian jika mendekatinya. Aku terkejut dia mengejarmu seperti itu..” Candanya.

Taehyun juga hampir tertawa mengingat masa lalu itu dan betapa beruntungnya dia.

“Apa dia masih sering bergumam ketika tidur?” Tanya Jiyong masih dengan nada bercandanya.

Taehyun tertegun mendengar pertanyaan Jiyong, “Ne..” Jawabnya pelan. Sebenarnya ia bingung bagaimana pria itu tau.

Jiyong tertawa kecil, “Bahkan jika mabuk dia akan mengumpat ketika tidur..” Ucapnya tak habis pikir.

Taehyun tidak lagi merasa apa yang di bicarakan Jiyong lucu. Karena bagaimana pria itu tau apa yang di lakukan Chaerin ketika tidur?

 

=Rumah Keluarga Nam=

“Byeol-a..” Panggil Chaerin sambil menarik ujung baju putranya yang baru pulang sekolah.

“Byeol tidak mau bermain eomma..” Ucap Byeol tanpa berhenti dan terus melangkah menuju tangga.

Chaerin berhenti mengikuti Byeol dan membiarkan putranya naik ke atas. Ia menghela nafas dalam, lalu berkata. “Byeol-a, eomma saranghae..” Ucapnya.

Byeol berhenti dan memandang ibunya, lalu kembali memandang ke depan dan berlari ke atas.

Chaerin menghela nafas dalam dan berjalan menuju pintu depan.

 

=Studio Musik=

Jiyong yang duduk di kursi mengontrol musik menghela nafas kesal mendengar suara eksotis dua oang berciuman di belakangnya, “Ya! Apa kalian tidak bisa melakukannya nanti?!” Ucapnya kesal.

Chaerin yang sedang berciuman panas bersama Taehyun di sofa menarik wajahnya dan menatap Jiyong yang masih membelakangi mereka, “Lalu kenapa kau tidak pergi?! Rekaman kita sudah selesai tadi!”

Taehyun menahan tawa melihat Chaerin kesal dengan keberadaan Jiyong merusak momen mereka.

Jiyong memutar kursinya menatap kedua orang itu aneh, “Ya.. Jangan bersikap seperti kalian masih berpacaran, kalian sudah memiliki putra sekarang. Aissh..”

Chaerin menjulurkan lidah pada Jiyong, “kami bisa berpacaran sepanjang waktu, memangnya kau yang masih sendiri?” Ejeknya.

Taehyun tertawa melihat wajah Jiyong menjadi semakin kesal.

“Aigoo.. Kau lebih childish daripada dulu, Lee Chaerin..” Ucap Jiyong aneh.

“Bilang saja kau iri..” Ucap Chaerin, lalu memeluk Taehyun.

“Ya!!” Ucap Jiyong kesal.

Chaerin tertawa kecil mendengar seruan Jiyong.

Taehyun mulai merasa ada sesuatu yang aneh dengan kedua orang itu. Seperti ada sesuatu yang tidak ia ketahui di antara kedua orang itu.

 

=Rumah=

Chaerin menyetel jam alarm seperti biasa dan bergerak berbaring, namun ia berhenti karena melihat Taehyun seperti sedang memikirkan sesuatu. “Byeol appa, waekeureyo?”

Taehyun memandang Chaerin dengan wajah tanpa ekspresinya, “Sepertinya kau cukup dekat dengan Kwon Jiyong dulu..” Ucapnya.

Dahi Chaerin berkerut mendengar ucapan Taehyun, lalu bergerak duduk lagi. “Apa maksudmu?”

Taehyun memutar bola matanya dan bergerak berbaring membelakangi Chaerin sambil menarik selimut, “Sudah, tidurlah..” Ucapnya.

Chaerin memandang Taehyun tak mengerti. Namun melihat ekspresi pria itu tadi sepertinya ia mengerti. Bibirnya membentuk senyuman lebar dan langsung mendekati pria itu sambil memandang wajahnya, “Ya.. Kau cemburu ya?” Tanyanya.

Wajah Taehyun mendadak terasa panas mendengar pertanyaan Chaerin, ia menatap gadis itu kesal untuk menutupi rasa gugupnya. “Tidurlah! Besok masih ada jadwal kan?” Ucapnya dan memalingkan wajah sambil memejamkan mata.

Entah mengapa Chaerin merasa sangat senang mengetahui Taehyun cemburu. Ia berbaring di belakang pria itu dan memeluk pinggang suaminya, “Terima kasih sudah cemburu, Byeol appa..” Bisiknya ke telinga pria itu.

Bibir Taehyun membentuk senyuman dan memegang tangan Chaerin di pinggangnya. Namun ia ingat sesuatu dan berbalik memandang gadis itu, “Ada sesuatu yang mengganggu pikiranku..”

“Mwo?” Tanya Chaerin ingin tau.

“Saat itu Jiyong membicarakan tentang kebiasaan tidurmu. Bagaimana dia tau?” Tanya Taehyun curiga.

Chaerin memutar bola mata kesal, “Dia berbohong pada eonni-ku dan berkata kalau dia pacarku, jadi dia bisa masuk ke kamarku ketika aku tidur.” Ucapnya.

Taehyun diam sejenak, sebenarnya ia merasa malu sendiri kenapa berpikir terjadi sesuatu diantara kedua orang itu. “Lalu, bagaimana dia tau kebiasaanmu tidur ketika mabuk?”

“Saat itu kami sedang party di tahun pertama. Aku mabuk dan dia hampir membuatku tidur dengannya, untung aku sudah meminta supirku menjemput..” Cerita Chaerin.

Taehyun diam sejenak lagi, lalu tersenyum memandang Chaerin. “Apa kau sangat membencinya?”

Chaerin menghela nafas dalam, “Meskipun dia sudah banyak berubah sekarang, percaya padaku.. Dia ada di urutan terakhir pria yang mungkin menarik perhatianku..”

Taehyun cukup puas mendengar ucapan gadis itu, lalu kembali membelakangi gadis itu dan menarik kedua tangan sang gadis ke pinggangnya.

Chaerin tersenyum lebar dan menempelkan pipinya ke punggung pria itu.

 

=Studio Musik=

Taehyun duduk mendengarkan Chaerin dan Jiyong membicarakan tentang projek mereka. Ia selalu mengagumi ekspresi serius gadis itu ketika bekerja.

“So, konsep kita apa? Sexy?” Tanya Jiyong.

“Sexy hip hop..” Jawab Chaerin.

“Mwo? Kau ingin melakukan dance sexy seperti Trouble Maker?” Tanya Jiyong aneh.

Chaerin menatap Jiyong sebal, “Aissh.. Seperti kau sexy saja..” Ucapnya.

“Apa maksudmu? Tentu saja.. Kau tidak lihat otot-otot ini?” Tanya Jiyong sambil menunjuk otot dada yang tertutupi baju kaus.

Chaerin menatap pria itu jijik, “Aku sudah melihatnya di panggung MAMA.. kau masih kalah sexy dari suamiku..” ejeknya dan memandang Taehyun yang langsung tersenyum mendengar ucapannya.

“Aissh.. ne.. ne.. arasso.. Tentu saja dia yang lebih sexy.. Kau kan sering melihatnya tanpa busana..” ejek Jiyong balik.

Chaerin menatap Jiyong kesal, “Shikeuro!”

Taehyun senang mendengar Chaerin membahas tubuhnya yang memang kembali keren sekarang. Entah mengapa ia merasa menang dari Jiyong yang tak pernah bisa mendapatkan gadis itu. Ponselnya berbunyi, ia segera mengangkatnya. “Yoboseyo..” sapanya. Setelah mendengar jawaban orang di seberang ia tertegun dan memandang gadis di sebelahnya yang tampak masih membicarakan konsep bersama Jiyong. “Ne, ne.. arasso.. aku akan kesana sekarang..” ucapnya dan memutuskan telepon.

Kepala Chaerin langsung menoleh ketika mendengar Taehyun akan pergi, “Waeyo?”

Taehyun menatap Chaerin khawatir, “Byeol berkelahi dengan temannya..”

Mata Chaerin membesar, “Mwo?!”

 

=Sekolah Byeol=

Taehyun berbicara bersama wali kelas Byeol sementara Chaerin menghampiri putra mereka yang duduk di sofa dengan wajah memar.

“Teman Byeol yang bernama Kim Sohyuk memliki kakak perempuan yang menggemari G-Dragon. Sepertinya berita tentang kolaborasi antara ibu Byeol dan G-Dragon sudah terdengar juga oleh kakak Sohyuk, lalu mulai membuat berita tentang hubungan mereka. Kurasa karena itu Byeol marah dan menyerang temannya..” cerita wali kelas Byeol yang berwajah keibuan dan sangat perhatian pada anak-anak disana.

Taehyun tertegun dan memandang Byeol yang masih menolak berbicara pada Chaerin, lalu kembali memandang sang wali kelas. “Terima kasih sudah memberitau kami.. Mungkin lebih baik kami membawanya pulang sekarang..”

“Ne, abeunim.. kurasa itu yang lebih baik..” ucap wali kelas Byeol.

Chaerin berlutut di depan Byeol yang terlihat masih kesal, ia menggenggam kedua tangan putranya dan menatapnya dalam. “Waeyo Byeol? Kenapa kau berkelahi? Apa dia sangat jahat padamu?” tanyanya pelan.

Byeol memalingkan wajahnya kesal.

“Byeol..” bujuk Chaerin agar putranya berbicara.

“Andwaeyo!!” seru Byeol pada ibunya.

Chaerin tau Byeol hanya anak kecil yang belum mengerti apa pun, tapi ia tak bisa menutupi perasaan terlukanya mendapat respon seperti ini. kedua matanya terasa mulai basah, “Byeol tidak mau berbicara dengan eomma lagi? waeyo?” tanyanya dengan nada terluka.

Byeol tertegun mendengar suara ibunya bergetar dan memandang wanita yang telah melahirkannya itu. Hatinya ikut terluka melihat bulir air mata Chaerin mulai berjatuhan.

“Eomma miane.. Jangan seperti ini Byeol, eomma tidak bisa hidup tanpa Byeol..” ucap Chaerin dengan bulir air mata berjatuhan.

Byeol tampak menyesal melihat ibunya menangis, “Uljimayo, eomma..” ucapnya sambil menyeka air mata di wajah ibunya.

Chaerin menarik Byeol ke pelukannya dan mengelus belakang kepala putranya lembut, “Eomma miane Byeol-a..” ucapnya menyesal.

Byeol ikut menangis mendengar ibunya meminta maaf, “Aniya eomma.. Uljimayo..”

Taehyun tersenyum tipis melihat kedua orang itu sudah berbaikan.

 

=Perjalanan Pulang=

Chaerin memeluk Byeol yang duduk di pangkuannya di sebelah Taehyun yang mengendarai mobil, “Jadi Byeol memukulnya karena mengatakan eomma memiliki hubungan dengan G-Dragon?”

Byeol memandang ibunya dan mengangguk dengan wajah polos itu, “Ne..”

Chaerin tersenyum dan mengelus pipi putra kecilnya gemas, “Gumawoyo, Byeol-a.. Byeol sudah membela eomma seperti itu..” ucapnya.

Byeol tersenyum lebar, “Eomma tidak marah?”

“Memukul orang itu tidak baik, tapi jika kau melakukannya untuk melindungi orang yang kau sayangi, itu pengecualian..” jawab Chaerin.

Byeol terlihat sangat senang karena telah membela ibunya.

Taehyun tersenyum karena putra mereka tidak bersikap dingin lagi, “Byeol-a, appa dulu juga pernah memukul orang karena mengganggu eomma..” ucapnya memberitau.

Byeol menatap ayahnya tidak percaya, “Jinja? Nugu?”

“G-Dragon..” jawab Taehyun bangga.

Mata Byeol membesar dan menatap ibunya tak percaya, “Jinjaru eomma?”

Chaerin tersenyum lebar dan mengangguk, “Ne.. Appa sangat keren, appa juga seperti Byeol melindungi eomma karena G-Dragon..” ucapnya.

“Ohh.. jadi G-Dragon itu jahat ya eomma?” Tanya Byeol.

Chaerin tertawa kecil, “Aniya, G-Dragon memang tidak orang yang menyenangkan. Tapi dia bukan orang jahat.. Sekarang kan eomma akan bekerja sama dengannya..”

Byeol mengangguk mengerti, “Hmm.. begitu..” ucapnya, lalu kembali memandang ibunya. “Eomma..”

“Hm?” jawab Chaerin.

“Apa di perut eomma sudah ada adik?” Tanya Byeol dengan mata berbinar.

Chaerin tertegun mendengar pertanyaan Byeol, “Ne?”

Taehyun juga ikut tertegun, lalu menahan tawa.

“Sudah?” tanya Byeol lagi.

Chaerin bingung harus menjawab apa dan melirik Taehyun meminta bantuan.

“Sekarang belum Byeol..” jawab Taehyun lucu, “Mungkin sebentar lagi..”

Byeol mengangguk mengerti dan memandang kedepan lagi.

Chaerin tersenyum dan mengelus rambut putranya lembut.

 

=Studio Musik=

“Ahjussi jangan dekat-dekat eommaku!!” seru Byeol ketika Jiyong mendekati Chaerin untuk mengambil kertas liriknya.

Taehyun menahan tawa melihat putranya yang menjadi sangat protektif pada Chaerin. ia tidak perlu khawatir karena putranya menjadi pengawal yang baik menjaga istrinya.

Jiyong menatap Byeol aneh, “Ternyata dia memang memiliki sisi tempramen-mu..” ucapnya pada Chaerin.

Chaerin tertawa kecil dan merangkul putranya di sofa.

Byeol ikut membaca kertas di tangan Chaerin, “Eomma, ini lirik yang akan eomma nyanyikan?” tanyanya sambil menunjuk kertas itu.

“Ne..” jawab Chaerin.

“Ini juga? The leader?” ucap Byeol membaca tulisan disana.

“Keurom.. eomma akan menyanyikannya dengan rap..” ucap Chaerin sambil mengelus rambut putranya, “We.. we.. the leader, we the leader.. You aint in the genk, you just cheerleaders..

Byeol tersenyum lebar mendengar ibunya melakukan rap yang sedikit di perlambat, “Eomma keren..” ucapnya.

Chaerin tersenyum lucu.

Jiyong yang duduk bersama Taehyun menatap Byeol tak percaya, lalu menatap pria di sebelahnya. “Dia sudah bisa membaca?”

Taehyun memandang Jiyong heran, “Tentu saja.. dia kan sudah sekolah..”

“Ani.. maksudku selancar itu? dia juga bisa membaca bahasa Inggris..” ucap Jiyong tak habis pikir.

“Hmm.. Chaerin mengajarkannya ketika mereka tour di Amerika.. Byeol juga mengerti sedikit-sedikit bahasa Perancis..” jawab Taehyun.

Jiyong terlihat takjub, lalu memandang Chaerin yang bisa dengan mudah mengendalikan pria kecil itu. “Ohh.. kenapa dia dulu tidak menjadi kekasihku ya?” gumamnya.

Taehyun menatap Jiyong kesal, “Jika kau masih ingin berjalan ketika keluar, tolong serius disini..”

Jiyong tertawa kecil mendengar ucapan Taehyun, “Arasso.. arasso..”

Byeol berlari menghampiri Taehyun, “Appa.. aku bisa rap..” ucapnya bangga.

Taehyun tersenyum, “Jinja? Bagaimana?” tanyanya.

We.. we.. the leader, we the leader.. You aint in the genk, youre just cheerleaders.. Nae nain just 6! Vision in HD! Meorin kkwak chaitji.. Tagonan maepsi.. imi cool hameul neomeoseo nan.. chagawoyeoreo beon!! Mudaee bureul jipin banghwabeom!” lantun Byeol dengan kalimat yang tidak sesuai beats dan terkadang penyebutannya tidak jelas karena terlalu cepat, juga suara yang masih terdengar cute.

Taehyun tertawa mendengar cara putranya melakukan rap, “Wuaaa.. daebak!!” ucapnya sambil mengelus rambut putranya.

Chaerin tertawa mendengar putranya melantunkan lirik yang baru saja ia ajarkan.

Jiyong menatap Byeol tak percaya dan menatap Chaerin, “Ya! Dia masih kecil, jangan di ajarkan hal seperti ini dulu!” ucapnya kesal.

“Ahjussi! Jangan berseru pada ibuku!!” seru Byeol kesal.

Jiyong tersentak mendengar seruan Byeol, “Aigoo.. kau benar-benar seperti ibumu..” ucapnya sebal.

Taehyun tertawa dan menarik Byeol ke pangkuannya, “Anak pintar..” ucapnya, “Mungkin nanti Byeol bisa duduk disini dan menjadi penyanyi dan composer seperti eomma dan appa..” ucapnya.

Byeol tersenyum lebar dan mengangguk, “Ne..” ucapnya.

Jiyong tersenyum melihat kepolosan Byeol, “Hmm.. aku jadi ingin segera punya anak..” ucapnya.

“Karena itu, menikahlah.. jangan ganggu aku lagi.” canda Chaerin.

Jiyong menatap Chaerin sebal, “Sikeuro!”

“Ahjussi! Jangan katakan itu pada eommaku!” seru Byeol pada Jiyong kesal.

Chaerin dan Taehyun tertawa mendengar ucapan Byeol.

Jiyong tertawa kecil, “Ne, arasso Byeol..” ucapnya gemas.

 

=Mendekati Hari Perilisan Single=

Chaerin masuk ke ruang studio music Taehyun dengan wajah lelahnya setelah seharian berlatih dance, lalu melangkah ke sofa dan membanting dirinya disana.

Taehyun yang sedang mengaransemen music berbalik memandang Chaerin, “Wae? Kau lelah?”

Chaerin mengangguk pelan, “Ne..” jawabnya, lalu menghela nafas dalam. “Hmm.. kenapa aku tidak hamil saja sih? Jadi kan bisa beristirahat dulu..” ucapnya sebal, lalu membaringkan kepalanya.

Taehyun tertawa kecil, “Jadi sekarang kau yang menginginkan adik ha?” candanya.

Chaerin tertawa kecil, “Mungkin kalau kita punya putri akan menyenangkan..”

Taehyun tersenyum, “Mmm.. ne.. dia mungkin juga akan keras kepala sepertimu..” ucapnya.

Chaerin tersenyum hangat pada Taehyun, “Hmm.. aku akan tidur sebentar..” ucapnya dan memejamkan mata.

Taehyun bangkit menghampiri lemari cabinet, lalu mengambil selimut dan menghampiri Chaerin untuk menyelimuti gadis itu.

“Gumawoyo..” gumam Chaerin dengan suara lelahnya.

Taehyun tersenyum dan mengelus rambut gadis itu lembut, lalu kembali ke tempatnya.

Keesokan harinya.

Taehyun masuk ke ruang latihan dance dan mengangguk sopan pada koreografer yang sedang memperhatikan Jiyong dan Chaerin bersama backdancer lainnya sedang mempertunjukkan gerakan untuk single mereka. Ia menghampiri koreografer dan ikut memperhatikan. Namun dahinya berkerut melihat para backdancer pria yang mengelilingi gadis itu mulai bersikap seperti mereka akan menyentuh tubuh gadis itu. juga setelah itu, Jiyong berdiri di belakang sang gadis dan melakukan gerakan seperti meraba paha istrinya. Ini gerakan yang sangat sensual yang pernah ia lihat setelah 7 tahun dari Chaerin. biasanya meskipun sexy, hanya ada beberapa dancer pria dan kebanyakan wanita yang berada di sekitar istrinya itu. ia semakin kesal melihat ada gerakan Chaerin meraba tubuh bagian depan Jiyong. Ia menggemertakkan giginya dan memandang koregrafer, “Apa gerakannya harus seliar itu?” tanyanya.

Koreografer yang lebih muda beberapa tahun dari Taehyun itu tertegun mendengar pertanyaan pria itu, “Ne? oh.. ini gerakan sensual biasa, Composser Nam..”

“Aku tau, tapi Chaerin sudah memiliki seorang putra. Bagaimana jika putra kami melihat gerakan ibunya seperti itu di tv?” Tanya Taehyun tak habis pikir.

Koreografer bernama Minji itu tertegun, “Ohh.. itu.. mmm..”

Taehyun menatap gadis itu tak mengerti. Gadis itu memang berbakat, memliki gerakan yang baik, koreografernya juga selalu menjadi penampilan Chaerin sejak 3 tahun terakhir. Namun kali ini gadis itu benar-benar tidak bijaksana.

 

=Rumah Keluarga Nam=

“Minji berkata akan mengganti gerakan dance-nya, waeyo? Apa yang kau katakan padanya?” Tanya Chaerin ketika ia dan Taehyun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah.

“Aku hanya berkata kau memiliki putra yang juga menonton tv..” ucap Taehyun santai.

Dahi Chaerin berkerut dan menarik tangan pria itu agar berhenti, “Nam Taehyun..”

Taehyun berhenti dan menatap Chaerin.

“Apa maksudmu? MV yang akan di buat nanti akan memiliki rating 19+. Juga penampilan di panggung akan lebih di kurangi dari yang kau lihat tadi. Kenapa harus merubahnya? Semuanya sudah sangat sempurna Taehyun.. Hanya tersisa seminggu lagi sebelum perfom kami yang pertama..” ucap Chaerin tak mengerti.

Taehyun memutar bola matanya kesal dan melihat Byeol menghampiri pagar pembatas untuk melihat mereka yang baru pulang.

“Nam Taehyun!” panggil Chaerin karena pria itu bahkan tidak memandangnya.

Taehyun tidak punya pilihan lain. Ia langsung memegang kedua pipi Chaerin dan mencium gadis itu sebelum berseru padanya. Ia tidak ingin Byeol berpikir mereka bertengkar.

Chaerin semakin kesal karena Taehyun melakukan itu disaat ia masih ingin marah. Namun pria itu terlalu kuat, ia tak bisa mendorong dan ketika ia mencoba melakukannya, pria itu seperti akan memakannya.

“EOMMA!! APPA!!!” teriak Byeol dari lantai atas.

Taehyun melepaskan Chaerin dan memandang kearah Byeol.

Chaerin terkejut dan memandang putranya, “Byeol-a..”

“Jika ingin melakukan itu, lakukan dikamar!! Aisssh!!” seru Byeol kesal dan berlari masuk ke kamarnya.

Taehyun menghela nafas dalam dan menatap Chaerin yang masih terlihat shock, lalu melangkah menuju tangga.

Chaerin menoleh ketika mendengar Taehyun melangkah ke tangga. Ia segera mengikuti pria itu hingga ke kamar, “Taehyun..” panggilnya ketika pria itu sudah membuka pakaian luar.

Taehyun berhenti dan memandang Chaerin.

Chaerin terlihat menyesal karena ia masih menyimpan tempramen buruknya dan baru saja Taehyun menyelamatkan mereka dari kemarahan putra mereka. “Aku akan mengganti gerakannya..” ucapnya pelan.

Taehyun diam sejenak dan mengangguk mengerti, “Hm..” gumamnya, lalu melangkah menuju kamar mandi. Ia tertegun merasakan kedua tangan Chaerin memeluk pinggangnya dari belakang.

Chaerin masih saja malu melakukan hal seperti ini pada Taehyun, namun ia ingin menunjukkan perasaannya saat ini. “Maafkan aku..” ucapnya pelan.

Taehyun tersenyum tipis dan memegang kedua tangan Chaerin di pinggangnya. Gadis itu banyak berubah sekarang, lebih sering mengungkapkan maaf terlebih dulu. Juga lebih cepat menyadari situasi yang tidak terlalu baik.

“Kita baik-baik saja kan?” Tanya Chaerin karena Taehyun tidak mengatakan apa pun.

Taehyun melepaskan pelukan Chaerin dan berbalik memandang gadis itu, “Kau juga akan mandi kan?”

Chaerin memandang Taehyun bingung, “Ne..”

Taehyun tersenyum, “Jika mandi bersama lebih cepat kan?”

Chaerin mulai mengerti maksud ucapan Taehyun dan tersenyum malu, “Lebih lama juga tidak apa-apa..” ucapnya pelan.

Taehyun berbalik dan menarik Chaerin menuju kamar mandi.

 

=Penampilan pertama CL+G-Dragon=

Taehyun memperhatikan Jiyong yang sedang memperbaiki kemeja yang di kenakan pria itu, lalu memandang ke sisi lain ruangan dimana Chaerin memperbaiki baju dengan warna senada dengan Jiyong namun lebih feminine dan memperlihatkan perut sexy gadis itu.

Chaerin yang sedang di bantu Yurim memperbaiki tali-tali di pinggangnya melirik Taehyun, lalu tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya. pria itu tersenyum padanya.

Show time!!

Chaerin menghampiri Taehyun dan memeluk pria itu sekilas.

Goodluck..” ucap Taehyun.

Chaerin mengangguk dan berjalan bersama para backdancer menuju belakang panggung.

Jiyong melambai pada Taehyun dan melangkah keluar juga. Ia mulai mengerti mengapa Chaerin lebih memilih pria muda itu dibanding dirinya setelah mereka mulai menghabiskan waktu untuk membuat music bersama.

Taehyun tetap di ruang tunggu dan menyaksikan penampilan Chaerin di tv yang ada disana. Ia sangat serius memperhatikan pertama kalinya gadis itu berkolaborasi dan tampil bersama penyayi pria. Biasanya hanya featuring dan tidak pernah sampai melakukan dance bersama seperti saat ini. Ia sudah melihat koreo baru yang di buat Minji dan ia menyukainya. Namun menjelang refrain dahinya berkerut karena gerakan yang di lakukan kedua orang itu di panggung tidak seperti yang seharusnya. Kepalanya spontan menoleh kearah Minij yang berdiri disebelahnya.

Minji menatap Taehyun menyesal, “Cesongeo composer Nam, Chaerin eonni berpikir gerakan baru mirip seperti grup Nasty Nasty yang baru debut itu. jadi ia tidak ingin menggunakannya karena akan di pikir meniru..”

Taehyun memejamkan matanya kesal dan menatap gadis tadi kesal, “Dan kau menggantinya dengan gerakan asli?”

Minji memandang kebawah dan garuk-garuk kepala, “Cesongeo, aku tidak bisa berpikir untuk koreo baru dan pasti akan membutuhkan waktu lama jika menggantinya lagi..” ucapnya menyesal.

Taehyun mendengus kesal dan langsung melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.

“Composer Nam..” panggil Minji, namun pria itu terus melangkah pergi.

 

=Studio Rekaman=

Chaerin masuk ke studio Taehyun dan menemukan pria itu disana. Ia menghela nafas dalam dan melangkah masuk.

Taehyun menoleh dan memandang Chaerin yang duduk di sebelahnya.

“Kenapa kau memarahi Minji? Dia koreograferku..” ucap Chaerin berusaha menahan emosinya.

Taehyun memutar kursinya agar berhadapan dengan Chaerin, “Aku tidak memarahinya, aku hanya bertanya kenapa kau menggunakan koreo sensual itu!”

Chaerin menghela nafas dalam, “Dengar Taehyun, Nasty Nasty debut hanya beberapa hari sebelum penampilan pertamaku dan Jiyong. Bagaimana kami bisa mengubah gerakan dance dalam waktu beberapa hari? Minji memang jenius, tapi apa dia bisa bekerja untuk mengajari 20 orang dalam waktu beberapa hari?”

Taehyun menatap Chaerin tak percaya, “Dan kau memilih untuk membiarkan dirimu menyentuh tubuh Jiyong saat putramu masih meragukan hubunganmu dengan suamimu?”

“Taehyun, aku sudah meminta Byeol untuk tidak terlalu sering menonton tv dan dia selalu menghabiskan kamar di kamar atau di sekolah. Sebenarnya siapa yang tidak menyukainya?” Tanya Chaerin mulai terpancing, namun tetap berusaha menahan nada bicaranya.

“Mwo?! Kau lupa terakhir kali dia memukul temannya karena berita yang di ketahui anak itu dari kakaknya? Apa menurutmu Byeol tidak akan melihat Youtube?! Atau apa dia tidak mungkin mendengarkan orang-orang membicarakanmu yang menjual tubuhmu di atas panggung pada Jiyong?!” seru Taehyun kesal.

Chaerin terkejut mendengar ucapan Taehyun, “Taehyun…” ucapnya dengan nada terluka.

Taehyun menghela nafas dalam dan memalingkan wajahnya, “Sudahlah.. tidak ada gunanya aku berbicara.. Kau tidak akan mendengarkannya..” ucapnya, lalu memasang headphone dan memutar music lagi.

Chaerin tidak bisa membohongi dirinya kalau ucapan Taehyun itu sangat melukainya, tangannya terulur memegang tangan pria itu.

Taehyun memandang tangan Chaerin di tangannya, lalu memandang gadis itu dan melepaskan headpone di kepalanya.

“Aku sudah meminta Minji membuat gerakan baru untuk pertunjukkan selanjutnya. Mungkin tidak berubah semua, tapi aku akan menghilangkan gerakan sensual itu..” ucap Chaerin pelan.

Taehyun diam sejenak memandang Chaerin. sejujurnya ia sangat marah, namun melihat gadis itu sudah sangat menyesal tak bisa membuatnya bertahan. Ia akhirnya mengangguk dan menggenggam tangan gadis itu, “Usahakan lain kali kau membicarakannya denganku dulu, kau mengerti?”

Chaerin mengangguk pelan, “Ne..”

 

=Rumah Keluarga Nam=

“Eomma, kapan eomma akan tur lagi?” Tanya Byeol ketika diantarkan tidur oleh Chaerin.

Chaerin tersenyum, “Wae? Byeol ingin ikut eomma lagi?”

Byeol tersenyum lebar dan mengangguk, “Ne.. teman-temanku sangat iri karena aku sudah berkeliling dunia..” ucapnya bangga.

Chaerin senang mendengar ucapan putranya dan merapatkan selimut, lalu duduk di pinggir tempat tidur. “Mungkin awal tahun depan, setelah eomma mengeluarkan album selanjutnya.”

Byeol mengangguk mengerti, “Byeol ikut kan? Bagaimana dengan appa?”

“Mmm.. ne, Byeol akan ikut.. Appa? Mmm.. mungkin appa akan menyusul kita..” ucap Chaerin sambil mengelus rambut putranya.

Byeol mengangguk setuju, “Keure, Byeol akan belajar giat hingga kita pergi nanti. Apa Byeol tidak sekolah eomma?” tanyanya.

“Kau mungkin akan ­home-schooling sayang..” jawab Chaerin.

Byeol mengangguk lagi. “Apa kita bisa mengunjungi nenek dan kakek di Paris?” tanyanya.

“Mungkin bisa..” jawab Chaerin, lalu mencium dahi putranya. “Nah.. tidurlah..” ucapnya.

Byeol memejamkan matanya dan mencoba tidur.

Chaerin mengelus rambut putranya sekali lagi dan melangkah keluar sambil mematikan lampu. Ketika masuk ke kamar ia melihat Taehyun sudah menelungkup di tempat tidur. Ia mematikan lampu utama dan melangkah ke tempat tidur, “Taehyun, kau sudah tidur?”

“Belum..” jawab Taehyun dengan suara mengantuknya.

Chaerin tertawa kecil dan naik ke tempat tidur di sebelah Taehyun, “Wae? Kau lelah seharian di studio?”

Taehyun bergerak berbaring dengan punggungnya dan memandang Chaerin, “Ani, kepalaku terasa pusing sejak pagi tadi..” jawabnya.

Chaerin menatap Taehyun khawatir, “Wae? Apa sejak bangun tadi?” tanyanya sambil memijat dahi pria itu.

“Ne..” jawab Taehyun.

“Mungkin kau terlalu lelah, kau juga harus beristirahat..” ucap Chaerin khawatir.

“Hmm.. kurasa besok aku akan beristirahat di rumah saja..” ucap Taehyun.

“Ne, itu bagus.. Aku akan pergi sendiri besok..” ucap Chaerin.

Taehyun mengangguk, “Baiklah..” ucapnya, lalu mendorong Chaerin agar berbaring.

“Wae?” Tanya Chaerin bingung.

Taehyun memeluk pinggang Chaerin dan meletakkan kepalanya di dada gadis itu, “Hmm.. selamat tidur..” ucapnya dengan mata terpejam.

Chaerin tertawa kecil dan mengelus rambut pria itu.

 

=Beberapa Saat Kemudian=

Chaerin memandang Taehyun bingung karena terus saja diam sejak mereka meninggalkan tempat pertunjukkannya tadi. Padahal ia dan Jiyong memenangkan piala mingguan di acara music tadi. “Taehyun, katakan sesuatu.. Lagumu menang tadi..”

“Aku tidak menyukai lagu itu..” ucap Taehyun datar.

Dahi Chaerin berkerut, “Sebenarnya ada apa denganmu?”

Taehyun menatap Chaerin kesal, “Ada apa denganku? Kau masih bertanya?”

Chaerin menatap Taehyun tak mengerti.

Taehyun memandang ke depan sambil mendengus kesal.

“Nam Taehyun..” ucap Chaerin tak mengerti.

“Sudah tidak perlu berbicara..” ucap Taehyun.

Sejak hari itu Chaerin merasa Taehyun bersikap agak dingin padanya, juga hanya berbicara sepatah-dua patah kata saja.

“Taehyun, kau sedang marah padaku ya?” Tanya Chaerin ketika ia mendatangi pria itu ke studio music.

“Ani..” jawab Taehyun sambil tetap melakukan kegiatannya.

Chaerin menghela nafas dalam sambil mengelus dahinya, ia benar-benar tertekan dengan sikap Taehyun akhir-akhir ini. “Tidak mungkin kau tidak marah padaku jika kau terus bersikap dingin padaku..” ucapnya.

Taehyun berhenti, lalu memandang Chaerin. “Bukankah kau sudah berkata akan mengganti koreo dance lagu itu? apa aku melihat ada perubahan?!” tanyanya kesal.

Chaerin mengerti sekarang, memang ia dan manajernya sepakat tidak akan mengganti gerakan itu karena fans menyukainya. “Tapi fans menyukainya, Taehyun.. Jika aku menggantinya mungkin mereka akan kecewa..”

“Kau bodoh atau bagaimana? Kau beradegan ranjang di panggung pun mereka akan suka! Dan kau akan melakukannya hanya karena mereka ‘SUKA’?!!” Tanya Taehyun marah.

Chaerin benar-benar terkejut dengan ucapan Taehyun, “Nam Taehyun, kau…. Apa yang…. Kenapa kau berpikir seperti itu?” tanyanya terluka.

Taehyun memalingkan wajah sambil menghela nafas dalam, “Sudah.. lupakan saja.. aku tidak akan membahasnya lagi..” ucapnya.

Bulir air mata Chaerin mengalir akibat ucapan Taehyun tadi, “Karena aku seorang penyanyi, Taehyun.. Aku dicintai fansku hingga bisa berada di posisi ini..”

Sejujurnya Taehyun juga terluka membuat Chaerin terluka, namun ia tidak bisa berhenti sekarang karena ia tidak ingin gadis itu terus bersikap semakin liar. Ia berusaha menutupi rasa bersalahnya dan menatap gadis itu, “Miane, seharusnya aku tidak menyalahkanmu..” ucapnya tanpa ekspresi.

“Aniya, ini juga salahku. Tapi……”

“Semua ini salahku..” potong Taehyun.

“Ani, Taehyun.. kau tidak…”

“Hentikan..” potong Taehyun lagi, membuat Chaerin memandangnya tak mengerti. “Mungkin sekarang sudah terlambat untuk menyesalinya. Tapi saat ini, aku ingin kau tau.. Aku sangat menyesal menjadikanmu projek pertamaku..” ucapnya pelan.

Chaerin tertegun mendengar ucapan Taehyun, “Taehyun?”

Taehyun memandang ke bawah, lalu bergerak bangkit tanpa memandang Chaerin. “Kuharap kita bisa menyelesaikan ini secepatnya..” ucapnya, lalu berjalan pergi.

Chaerin mengikuti Taehyun dengan tatapannya, ia tak percaya apa yang baru saja pria itu katakan.

 

=Rumah Keluarga Nam=

Byeol melihat ayahnya duduk lesu di kamar, lalu melangkah masuk dan menghampiri ayahnya. “Appa..” panggilnya.

Taehyun menoleh, “Oh.. Byeol, kau sudah akan tidur?” tanyanya sembari bangkit, “Khaja, appa akan menemanimu..” ucapnya.

Byeol diam memperhatikan ekspresi ayahnya, “Appa waeyo?”

Taehyun memandang Byeol bingung, “Appa? Tidak apa-apa..” jawabnya.

Byeol menyipitkan mata menatap Taehyun curiga, “Jinja? Appa terlihat seperti baru saja bertengkar dengan eomma..”

Taehyun tertegun, “Ne? aniya..”

Byeol cemberut, “Jangan berbohong, aku dengar kok kemarin appa mengomel pada eomma karena pakaian eomma yang semakin pendek saat tampil bersama Jiyong ahjussi..”

Taehyun menatap Byeol bingung, tak menyangka putranya sampai mengerti hal itu.

Byeol bergerak naik ke tempat tidur, “Aku akan tidur disini saja..” ucapnya.

“Hm? Waeyo? Tidur di kamarmu saja..” ucap Taehyun.

Byeol langsung masuk ke bawah selimut, “Shiro, nanti eomma dan appa bertengkar lagi…” ucapnya.

Taehyun menghela nafas dalam, ia tau anak-anak jaman sekarang lebih cepat mengerti dari anak-anak lainnya. Ia hanya ikut naik ke tempat tidur dan duduk disebelah putranya.

Byeol memandang ayahnya, “Appa.. harabeutji berkata kalau orang dewasa yang sudah menikah wajar jika akan bertengkar seperti itu.. tapi setelah itu mereka akan kembali berbaikan dan saling memperbaiki kesalahan masing-masing karena mereka tidak mau kehilangan satu sama lain. Appa dan eomma juga akan seperti itu, jadi jangan khawatir..”

Taehyun tertegun sesaat menatap putranya, lalu tersenyum dan mengangguk. “Ne, arasso..”

Byeol tersenyum, “Ini pasti karena belum ada adik, appa.. jika sudah ada adik, eomma pasti tidak ada waktu bertengkar dengan appa..”

Taehyun tertawa dan mencubit pipi pria muda itu, “Ne.. pasti karena belum ada adik.”

Byeol tertawa lucu.

Namun suasanya semakin buruk karena Chaerin tidak pulang malam itu karena memiliki jadwal di pagi hari hingga baru kembali malam selanjutnya.

Chaerin masuk ke kamar pukul 1 pagi dan melepaskan baju luarnya, ia terkejut melihat Taehyun duduk di sofa menunggunya. “Oh! kupikir hantu!” ucapnya sambil memegang dada.

Taehyun bergerak bangkit dan menghampiri Chaerin, “Yurim noona berkata kau bekerja sangat keras hingga tidak bisa pulang..”

Chaerin menghela nafas dalam, “Ne.. Aku sangat lelah untuk kembali ke rumah dan bertengkar denganmu.. Jadi aku memutuskan untuk tidur di kantor..” ucapnya.

“Jadi semua ini karena aku?” Tanya Taehyun.

Chaerin menatap Taehyun, “Ani.. Aku hanya tidak ingin Byeol mendengar pertengkaran kita..”

“Jika kau tidak ingin Byeol mendengarnya, bersikaplah seperti ibu pada umumnya..” ucap Taehyun, lalu berbalik menuju tempat tidur.

Chaerin kembali merasakan luka di hatinya karena ucapan Taehyun. Ia merasa seperti kembali ke neraka ketika pulang ke rumah dan itu benar-benar menyiksanya. “Nam Taehyun!!”

Taehyun berhenti dan berbalik menatap Chaerin dingin.

“Kau ingin menyelesaikan ini? keure! Kita selesaikan saja! Aku sangat lelah berurusan denganmu! Aku benar-benar tidak bisa menahan diriku lagi! bahkan untuk Byeol!!” ucap Chaerin frustasi. “Aku tidak ingin hidup denganmu lagi!! aku muak denganmu!!” serunya dengan bulir air berjatuhan dari matanya. “Aku ingin kita berpisah!!!”

Taehyun tertegun mendengar ucapan Chaerin, “Chaerin..” ucapnya tak percaya, lalu melangkah mendekati gadis itu. matanya tak sengaja memandang ke pintu dan tertegun melihat Byeol berdiri disana menatap mereka dengan air mata berjatuhan, “Byeol..”

Chaerin terkejut dan berbalik, matanya membesar melihat Byeol berdiri disana. “Byeol-a..”

Byeol berbalik dan berlari pergi.

“Byeol!!” panggil Taehyun sambil mengejar Byeol.

“Byeol-a!” panggil Chaerin sambil mengejar Byeol.

Byeol berhenti di anak tangga paling atas dan memandang kebelakang, melihat orangtuanya semakin dekat ia kembali melangkah. Tapi kaki kecilnya gemetaran dan membuatnya kehilangan keseimbangan.

Taehyun meloncat dan berusaha menarik tangan Byeol, namun ia terlambat. Putranya sudah berguling jatuh ke bawah. Matanya melotot menyaksikan tubuh mungil itu berakhir di lantai dasar.

Mata Chaerin melotot melihat putranya tergeletak tak bergerak di bawah, “BYEOL!!!” teriaknya histeris.

 

=Rumah Sakit=

Chaerin menangis di sisi tempat tidur yang membawa Byeol menuju ruang UGD, “Byeol-a..” panggilnya dengan suara bergetar. Bajunya berlumuran darah putranya, namun ia tak peduli.

“Maaf, tolong tunggu disini..” ucap seorang perawat menahan Chaerin.

“Byeol..” panggil Chaerin yang berkeras ikut masuk.

Taehyun memeluk Chaerin dari belakang dan membiarkan perawat tadi menutup pintu.

Chaerin menangis frustasi karena tak bisa melakukan apa pun.

Taehyun menahan tubuh Chaerin dan membaliknya, lalu kembali memeluk gadis itu agar lebih tenang. “Ssshh.. gwenchana.. dokter akan membantunya.. Jangan khawatir..” ucapnya sambil mengelus rambut gadis itu.

Chaerin memandang Taehyun penuh penyesalan, “Aku membuatnya seperti ini, apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan Taehyun?” tanyanya putus asa. Kedua kakinya terasa lemah hingga akan melorot ke bawah jika Taehyun tidak memeluknya.

“Ssssh.. jangan salahkan dirimu, dia akan baik-baik saja..” ucap Taehyun menenangkan, “Ayo.. duduk dulu..” ajaknya sambil membawa gadis itu ke kursi tunggu.

Setengah jam kemudian.

Chaerin tak bisa berhenti menangis memikirkan Byeol yang terluka parah di dalam sana. Jika tidak ada Taehyun mungkin ia sudah berteriak histeris sejak tadi.

Taehyun memeluk Chaerin dan mengelus rambut gadis itu lembut. Mereka menoleh ketika melihat pintu UGD terbuka.

“Keluarga Nam Byeol..” panggil sang dokter yang muncul.

Taehyun dan Chaerin serentak bangkit dan menghampiri dokter itu, “Ne! kami orang tuanya, sonsaengnim..” ucap Taehyun.

Dokter itu menatap Taehyun serius, “Kondisi putra anda sangat parah.. terjadi beberapa pendarahan dalam di dadanya, kami harus segera melakukan operasi saat ini juga..” ucapnya.

Chaerin membungkam mulutnya tak percaya.

Taehyun sangat terkejut, namun ia berusaha tetap berpikir jernih. “Ne, lakukan yang terbaik sonsaengnim..” ucapnya.

“Tapi, sebelum saya melakukannya.” Ucap dokter itu lagi, “Saya ingin anda tau, anak seumuran putra kalian sangat rentan dengan kondisi seperti ini..” ucapnya.

Chaerin tak bisa mengatakan apa pun, ia merasa tercekik ucapannya sendiri.

“Maksudmu, mungkin dia tidak akan selamat?” Tanya Taehyun tak percaya.

“Kemungkinan selalu ada. Melihat luka yang di alami pasien sangat serius, juga karena usianya yang masih kecil. Saya akan berusaha yang terbaik demi menyelamatkan pasien..” ucap dokter itu dan meminta diri untuk kembali menangani pasien.

Taehyun memandang Chaerin yang terlihat sangat shock, spontan ia menangkap tubuh gadis itu sebelum terjatuh ke bawah. “Chaerin! tenangkan dirimu!” ucapnya.

Chaerin memejamkan matanya dan membenamkan wajahnya di dada Taehyun. Ia benar-benar menyesal dan merasa hanya ingin mati. “Eoteokhe? Na eoteokhe?” tangisnya frustasi.

Taehyun merasakan hal yang sama dengan Chaerin, mereka berdua frustasi karena kondisi putra mereka. Ia tak sanggup menahan tubuh gadis itu tetap berdiri dan ikut terduduk di lantai untuk menenangkannya. “Sssh.. gwenchana.. semuanya akan baik-baik saja..” ucapnya.

Chaerin tidak bisa menahan dirinya, kedua tangannya mencengkeram baju Taehyun dan terus menangis. “Aku akan mati jika sesuatu terjadi pada Byeol.. aku harus mati..” ucapnya sendiri.

Taehyun tak bisa menahan air matanya kali ini, “Tidak Chaerin, Byeol akan baik-baik saja..” ucapnya sambil memeluk gadis itu erat.

“Byeol-a..” tangis Chaerin, “Eomma miane, Byeol..” ucapnya menyesal.

Bulir air mata Taehyun ikut berjatuhan memikirkan kondisi Byeol.

Chaerin merasa kepalanya sangat pusing dan ia tak tau apa yang terjadi lagi.

………………………………………………………………………………………………………………………….

Chaerin merasa seperti baru saja kembali ke tubuhnya, dahinya berkerut dan membuka matanya perlahan. Setelah beberapa saat ia menyadari dirinya di sebuah tempat tidur dengan tirai yang menutupi sisi kiri dan kanannya. Juga terasa sebuah tangan menggenggam tangannya dan menggerakkan kepalanya sedikit memandang siapa sang pemilik tangan itu. Ternyata Taehyun yang tertidur disisinya. Ia menatap pria itu sedih, hingga ia teringat apa yang terjadi sebelum ia pingsan. Ia mengguncang tangan Taehyun hingga pria itu terbangun, “Taehyun! Nam Taehyun!”

Taehyun tersentak dari tidurnya dan menatap Chaerin kaget, “Oh Chaerin, gwenchana?” tanyanya.

“Taehyun, bagaimana dengan Byeol?! Dia baik-baik saja kan?” Tanya Chaerin panic.

Taehyun menghela nafas dalam dan mengangguk pelan, “Operasinya berjalan lancar.. Dia memang belum sadar, tapi dokter berkata dia sudah baik-baik saja..” ucapnya dengan senyuman hangat.

Chaerin menghela nafas lega dan merasa bisa bernafas dengan nyaman, “Aku ingin melihatnya..” ucapnya sambil bergerak bangkit.

“Andwae.. Jangan sekarang Chaerin..” ucap Taehyun sambil menahan Chaerin, “Berbaring beberapa saat lagi, setelah itu kita pergi ke ruang perawatan Byeol.. Ne?”

Chaerin mengangguk setuju. Tangannya yang masih di pegang Taehyun menggenggam tangan pria itu erat.

Taehyun duduk dan menatap Chaerin dalam.

Chaerin sangat menyesal melihat tatapan penuh cinta Taehyun padanya. Tangannya terangkat dan memegang pipi pria itu, “Maafkan aku, Taehyun..” ucapnya pelan, matanya kembali basah mengingat pertengkaran-pertengkaran mereka.

Taehyun bisa merasakan ketulusan Chaerin. tangannya yang lain bergerak memegang tangan gadis itu di pipinya, “Aku tidak tau kenapa kau selalu mengucapkan maaf akhir-akhir ini, tapi aku juga menyesal dengan semua yang terjadi..” ucapnya.

Chaerin menatap Taehyun dalam, “Taehyun, aku tau keras kepala. Juga terkadang tidak bisa mengendalikan emosiku. Apa kau akan terus bisa menghadapiku?”

Taehyun diam sejenak memikirkan jawaban yang akan ia berikan pada Chaerin, “Mmm.. jika aku berkata tidak, apa kita harus berpisah?”

Chaerin memandang ke bawah menghindari tatapan Taehyun. Ia tentu saja tidak pernah menginginkannya, tapi Taehyun sudah terlalu sering mengalah dan terluka karena kelakuannya selama ini. “Walaupun aku berkata tidak, aku tidak ingin kau berpura-pura semuanya baik-baik saja karena Byeol..” ucapnya, bulir air mengalir dari sudut matanya.

Taehyun memang terkadang merasa, mungkin sebaiknya mereka berpisah saja agar tidak ada masalah yang mempersulit mereka. Juga tidak ada yang membuat putra mereka terluka karena masalah yang mereka buat. Tapi memikirkan hidup tanpa Chaerin sudah sangat mengerikan. Tangannya melepaskan tangan Chaerin di pipinya dan menyeka air mata gadis itu.

Chaerin memandang Taehyun sedih, rasanya ia tidak tau harus melakukan apa jika pria itu memang memilih untuk berpisah.

“Jika kita berpisah, menjalani hidup masing-masing.. lalu kau menemukan pria lain dan menikah dengannya.. Apa kau bisa menghitung berapa kali kau akan menikah dan berpisah karena watakmu?” Tanya Taehyun.

Chaerin kembali memandang ke bawah menyesal.

“Apa Byeol harus melihatmu menderita lagi dan lagi? apa aku bisa menjalani hidupku memikirkan ibu dari anakku terus terluka karena pria yang akan membalas berseru ketika dia berseru? Atau mungkin akan langsung menamparnya ketika dia mengumpat dan mungkin akan berakhir dengan kekerasan?” Tanya Taehyun lagi.

Chaerin menghela nafas dalam dan menatap Taehyun menyesal lagi.

Tatapan Taehyun kembali bertemu dengan Chaerin, “Jika aku menemukan gadis lain dan hidup bersamanya. Kau bisa hitung berapa lama aku harus membiasakan dengan gadis biasa yang tidak akan berseru ketika cemburu padaku? Atau menghubungiku setiap menit karena aku tidak menghubunginya? Atau ketika aku lupa waktu di ruanganku dan dia tidak akan datang untuk menemaniku.. Apa kau tau bagaimana rasanya?” tanyanya dengan nada bercanda.

Ucapan Taehyun membuat Chaerin menahan tawa, “Kau tidak akan bisa..” ucapnya.

Taehyun tersenyum dan mencium punggung tangan Chaerin yang ia genggam, “Pikirkan saja satu hal.. Jika suatu saat nanti kau kembali marah dan kesal padaku, tenangkan dirimu dan kembali ingat kenapa kita tetap bersama selama ini. kenapa kita tetap bertahan dan bahagia meskipun hampir setiap saat berdebat tentang sesuatu..” ucapnya pelan, “Setelah itu kau akan kembali padaku dan menyadari tidak akan ada, tidak akan pernah ada, pria yang mampu menanganimu seperti aku..” ucapnya sambil mengelus rambut gadis itu.

Chaerin tersenyum haru sambil mengelus pipi Taehyun dengan ibu jarinya, “Kau sangat percaya diri, Nam Taehyun..”

“Aniya, percaya padaku..” ucap Taehyun dengan senyuman manisnya.

Chaerin mengangguk membenarkan ucapan Taehyun, “Ne, aku percaya padamu..” ucapnya. “Aku tau setiap kali kita bertengkar kau selalu menahan dirimu untuk tidak berseru, juga terkadang aku melihat tanganmu terkepal. Pasti kau menahan diri untuk tidak menamparku kan?”

Taehyun menahan senyuman menyadari Chaerin mengetahui apa yang ia tutupi selama ini.

“Terima kasih sudah bertahan Nam Taehyun..” ucap Chaerin tulus.

Taehyun tersenyum dan bergerak bangkit, lalu mencium dahi Chaerin. kemudian kembali menatap kedua mata gadis itu. “Aku bertahan karena aku mencintaimu, jadi jika kau tidak bisa mengurangi emosimu. Paling tidak kumohon jangan ucapkan kata berpisah atau jangan katakan kau muak bersamaku. araso?”

Kedua mata Chaerin kembali berkaca-kaca dan mengangguk, lalu memeluk leher Taehyun erat.

Taehyun tersenyum dan mengelus rambut Chaerin.

 

=Kamar Perawatan Byeol=

“Eomma..” panggil Byeol untuk kesekian kalinya.

“Hm..” jawab Chaerin sambil tersenyum di sisi putranya.

“Eomma, kepala Byeol sakit..” ucap Byeol dengan suara lemah.

Chaerin tertawa kecil dan memijat pelipis putranya. Ia tau anaknya tidak merasa pusing, tapi hanya ingin ia manjakan. Sejak tadi Byeol sudah memanggilnya untuk hal-hal tidak penting hanya untuk dimanja. Karena putranya masih sakit ia menuruti semuanya.

Taehyun masuk ke kamar perawatan Byeol dengan sebuah kertas di tangannya.

“Kau sudah kembali? Bagaimana kata dokter?” Tanya Chaerin.

“Eomma, Byeol haus..” ucap Byeol.

Chaerin memandang Byeol menahan tawa, lalu mengambilkan air. “Ne.. ini..” ucapnya sambil menyodorkan pipet ke mulut putranya.

Taehyun memandang Chaerin, “Kau ingat sebulan lalu ketika kau pingsan?” tanyanya.

“Ne, wae?” Tanya Chaerin sambil kembali meletakkan gelas dan menyeka bibir Byeol.

“Aku lupa kalau aku meminta suster memeriksa darahmu..” ucap Taehyun.

Chaerin memandang Taehyun bingung, “Lalu?”

Taehyun menyodorkan kertas di tangannya pada Chaerin.

Chaerin memandang kertas itu dan membacanya.

“Eomma, Byeol ingin pipis..” ucap Byeol lagi.

Chaerin tertegun melihat hasil di kertas itu sampai tidak mendengar ucapan Byeol.

“Eomma.. Byeol ingin donat..” ucap Byeol, namun ibunya tetap tak mendengarkan. Ia mengerutkan hidung sebal. “Eomma!!”

Chaerin memandang Byeol sambil tersenyum, lalu memandang Taehyun yang juga tersenyum padanya.

Byeol curiga melihat senyuman ibunya, “Eomma, Byeol ingin apel..” ucapnya.

Chaerin memegang pipi Byeol dan mencium dahi putranya, lalu menatapnya sambil tersenyum lebar. “Byeol ingin donat, apel atau adik?”

Byeol tertegun, lalu tersenyum lebar. “ADIK!!!” jawabnya bersemangat, namun terlalu bersemangat hingga membuat dadanya terlonjak. “Ahh!! Appo..” rintihnya sambil memegang dada.

“Oh! hati-hati Byeol..” ucap Chaerin sambil menahan tubuh Byeol.

Taehyun menghampiri sisi tempat tidur Byeol dan mengelus dada putranya, “Jangan sampai Byeol tidak sempat melihat adik karena pendarahan lagi..” ucapnya sebal.

Byeol terlihat berusaha menahan rasa sakitnya dan mengelus perut Chaerin, “Aniya, tidak sakit kok.. Hyung baik-baik saja..” ucapnya menahan sakit.

Chaerin tertegun mendengar ucapan Byeol lalu memandang Taehyun menahan senyumnya.

“Bagaimana Byeol tau dia laki-laki? Jika perempuan bagaimana?” Tanya Taehyun.

“Aniya appa, dia pasti laki-laki..” jawab Byeol yakin dan tersenyum lebar pada perut ibunya.

Chaerin mengelus rambut Byeol, “Jika dia perempuan, Byeol tetap akan sayang padanya kan?”

Byeol mengangguk cepat, “Keurom eomma..” jawabnya, “Tapi dia pasti laki-laki..” ucapnya dengan senyuman manis.

Chaerin dan Taehyun hanya tertawa mendengar ucapan anak mereka.

 

=3 Tahun Kemudian=

“Eomma.. eomma.. kenapa hyung disana?” Tanya Byun, adik Byeol yang di gendong ibunya.

Chaerin yang saat itu mendatangi salah satu ruangan latihan dance tersenyum sambil mengelus kepala putra bungsunya, “Hyung sedang training, agar beberapa tahun lagi bisa debut menjadi penyanyi..”

“Kenapa Byun tidak?” Tanya Byun dengan mata polos itu.

“Karena Byun masih terlalu kecil, ketika seusia hyung Byun baru bisa ikut training..” ucap Chaerin memberitau.

Byun mulai menangis, “Shiro.. Byun mau ikut bersama hyung..” rengeknya.

Chaerin tertawa kecil dan mengelus punggung putranya, “Keure, tapi tidak sekarang ya..” bujuknya.

Byun menggeleng cepat, “Shiro-shiro! Sekarang..”

Byeol yang mendengar tangisan adiknya segera keluar dari barisan dan menghampiri Chaerin, “Eomma, waekeureyo?” tanyanya.

“Byun ingin berlatih bersamamu..” ucap Chaerin.

“Hyung.. aku ikut..” rengek Byun sambil mengulurkan kedua tangannya pada sang kakak.

Byeol tertawa kecil sambil menggendong adiknya, “Dasar cengeng, ayo ikut. Tapi jangan menangis, araso!”

Byun langsung berhenti menangis dan menganguk mengerti.

Chaerin tersenyum lebar melihat kedua anak muda itu bisa akur. Di rumah mereka juga selalu seperti itu. terkadang Byeol mengajari adiknya gerakan dance yang ia pelajari di agensi. Karena sejak kecil selalu mengikutinya atau pun Taehyun, Byeol lebih memilih di agensi dari pada pergi les ini dan itu. ia hanya membiarkan putranya memilih.

Taehyun menghampiri Chaerin dan memperhatikan Byeol mengajari adiknya gerakan dasar, “Hmm.. Byun juga berbakat seperti ibunya..” ucapnya.

Chaerin memandang Taehyun sambil tersenyum, “Tentu saja, dia anakku..” ucapnya.

Taehyun tersenyum memandang Chaerin, lalu memeluk gadis itu dari belakang. “Hmm.. kurasa aku ingin anak perempuan..” Bisiknya.

Chaerin menatap Taehyun sebal, “Mwo? Anak lagi? andwae! Memangnya tidak sulit mengurus anak?” ucapnya sebal.

Taehyun tertawa kecil, “Tapi jika kau terus terlihat sexy aku takut ada orang yang menatapmu terlalu lama dan membuatmu jatuh hati..”

Chaerin tersenyum malu, “Tentu saja, aku sudah terlahir sexy..” candanya.

Taehyun meletakkan dagunya di bahu Chaerin dan memperhatikan anak-anak mereka bersama. Tidak ada yang membahagiakan selain memiliki anak-anak yang sehat dan akur seperti Byeol dan Byun. Dan mungkin akan ada yang lainnya. >,<

 

 

===The End===

Advertisements

5 thoughts on “Confession 2

  1. Wuahhhhh ad confession 2 .yeayhhhhh
    belum baca sih heheheh , tapi yg pasti karyamu eon JJANG ><
    Ya meskipun castnya dulu gk terlalu suka , tapi krna ff mu Eon jadi suka
    next ff 2hyun yessssss
    fighting!!!!
    ^_^

  2. Wuahhhhh……. byeol and byun heheehehwh
    kisahnya bikin terharu 🙂
    Bnr kyknya tuh anak bisa mengakurkan kedua orang tuany Yeayhhhhhhh ya tapi orang tua hrus mengerti
    chaerin sma taehyun sosweet ^_^
    Omo omo… aku gk nyangka eon kalau chaerin udh melahirkan makin sexy hrhehehe
    ya udh eon fighting ya buat ff next^-^
    FIGHTING !!!!
    KEEP WRITING!! EONNNNNNNNNNNNNNNN
    HWAITING!! JJANG2

  3. Wuaaaa ada ff baru lgi,ceritanya keren banget,tapi aku kaget pas cl bilng mau pisah sama taehyun,untung gak jadi xD

    Kayaknya thamara yg selalu coment duluan :v

    Keep writing thorr,tapi kalo bisa jangan buat ff nasty nasty,trouble maker ajah XD

  4. Suka sukaa sukaaa!!! Aduh suka banget ama ff Confession!! Jadi suka ama Taehyun nih gara2 baca ff nya author!! ><
    Daebak deh author!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s