One Shoot · YG Family

Confession

02 Confession

Cast:

  • Taehyun ‘Winner’
  • CL ‘2ne1’

 

Lee Chaerin, gadis berkarismatik yang mempunyai selera fashion tinggi. Juga karena berasal dari keluarga desainer ia sudah terbiasa dengan dunia itu. Namun ia lebih memilih musik sebagai jalan hidupnya dan menuntut ilmu di sebuah universitas terkemuka di Korea di bidang musik dan dance.Bukan berita baru lagi jika pria-pria keren di sekolah menyatakan cinta padanya, tapi bukan mereka yang berhasil meluluhkan hatinya. Melainkan pria sederhana yang jenius musik, Nam Taehyun.

Taehyun bukan pria populer, ia juga tidak begitu tertarik dengan fashion. Yang ia tau bagaimana cara membuat musik yang indah dan ia sukai. Hal itulah yang di sukai Chaerin darinya.

Chaerin memperlambat laju mobil sport putihnya ketika melihat Taehyun mengayuh sepeda di trotoar. Bibirnya membentuk senyuman dan menepikan mobilnya, “Hei..” panggilnya.

Taehyun berhenti dan menoleh, begitu melihat orang yang memanggilnya adalah Chaerin ia langsung tersenyum. “Hei..”

Chaerin menekan tombol otomatis untuk melipat atap mobilnya dan kembali memandang Taehyun, “Butuh tumpangan?”

Taehyun tersenyum lebar sambil turun dari sepedanya, lalu mengangkat benda itu ke kursi belakang mobil Chaerin. Gadis itu bergeser ke kursi disebelah agar ia yang mengemudi.

Want some musik, babe?” tanya Chaerin sambil menghidupkan pemutar musik.

Taehyun mengenakan kacamata hitamnya dan mulai menjalankan mobil.

Chaerin mengambil kacamata hitam di dashboard dan langsung mengenakannya. Ia bergerak mengikuti musik hip hop yang terputar sambil sesekali menyanyikannya.

Taehyun tersenyum melirik Chaerin yang tidak pernah jaga imej ketika bersamanya. Seperti biasa semua mata akan langsung memandang mereka ketika mobil masuk kawasan kampus. Ia memarkirkan mobil Chaerin dan segera turun untuk memindahkan sepedanya.

Chaerin kembali menutup atap dan turun.

Taehyun menghampiri Chaerin setelah memarkir sepedanya dan melangkah bersama gadis itu menuju kelas pagi mereka.

Kelas.

“Aku membuat demo musik semalam, kau mau mendengarnya?” tanya Chaerin sambil mengeluarkan ponselnya dan menyodorkan earphone pada Taehyun.

Taehyun mengambil earphone dan mengenakannya. Tak lama terdengar musik bernuansa pop dan hip hop yang memang di sukai gadis yang sudah beberapa bulan menjadi kekasihnya.

Chaerin memperhatikan ekspresi Taehyun menunggu pria itu berkomentar.

Taehyun memandang Chaerin, “Ini terlalu keras untukmu..” ucapnya sambil melepaskan satu earphone dari telinganya.

“Jinja?” tanya Chaerin sambil memasang satu earphone tadi ke telinganya, “Tapi aku suka.. Bukankah ini sangaat hip hop?”

“Ne.. Tapi kau seorang gadis.. Akan membosankan jika kau hanya menggunakan hip hop. Kecuali kau tampil dengan bikini yang membuat semua orang tak bisa melepaskan mata mereka darimu..” ucap Taehyun dengan candaan di akhir kalimatnya.

“Pffff.. sangat lucu Nam Taehyun..” ucap Chaerin sambil memukul bahu Taehyun pelan, lalu tersenyum lucu.

Taehyun tersenyum sambil melipat kedua tangannya di dada, “Aku serius, professor tidak akan menyukainya..” ucapnya.

Chaerin mengangguk membenarkan, “Kau benar juga.. Apa kau ada saran?” tanyanya.

Taehyun diam sejenak, lalu mengeluarkan laptopnya dari dalam tas dan menghidupkan benda itu. Kemudian ia menyambungkan laptopnya dan ponsel Chaerin untuk mengambil demo musik tadi. Sebelum memulai ia memasang headphone agar tidak mengganggu orang sekitar.

Chaerin menopang dagunya dengan satu tangan sambil memperhatikan Taehyun memodifikasi musiknya.

10 menit kemudian..

Taehyun melepaskan headphone dari kepalanya dan memasangkannya kepada Chaerin, “Coba dengarkan..” ucapnya dan memutar musik yang telah ia modifikasi.

Chaerin mendengarkan dengan wajah serius beberapa saat, lalu mengangguk-anggukan kepala mendengarnya. Bibirnya membentuk senyuman memandang Taehyun sambil melepaskan headphone itu.

Taehyun tersenyum senang melihat kekasihnya yang sebenarnya lebih tua tersenyum lebar seperti itu.

“Aku heran kenapa kita tidak bertemu lebih cepat..” ucap Chaerin menahan tawa.

Taehyun tertawa kecil dan mendengarkan musik tadi lagi.

Di ruangan yang berbentuk teater itu, dengan kursi mahasiswa berbentuk kerucut. Di bagian bawah, terlihat sang jenius musik lainnya, Kwon Jiyong menatap kesal ke belakang. Lalu kembali duduk lurus menghadap ke meja guru yang masih kosong.

“Dia sudah menolakmu, jangan mengejarnya lagi..” ucap Seunghyun yang duduk di sebelah Jiyong sambil membaca majalah fahsion yang memajang wajahnya.

“Aissh.. anak itu lebih muda darinya, jenis musiknya juga biasa saja. Kau lihat gayanya? Kampungan!” gerutu Jiyong kesal.

Seunghyun yang merupakan seorang model papan atas sejak remaja memandang Jiyong aneh, “Seharusnya kau sadar diri, Kwon Jiyong. Dia tidak menyukaimu..”

Jiyong menatap Seunghyun kesal, “Wae? Alasannya benar-benar tak masuk akal! Aku jauh lebih baik dari anak itu! Dia bisa masuk kemari hanya karena pintar.. Aku masuk kemari karena jenius musik, kaya, tampan, selera fashion bagus!” ucapnya sambil menghitung dengan jari.

“Ummm….” Seunghyun memejamkan mata sambil mengetuk-ketuk dahinya untuk mengingat, “Ah!” ia kembali memandang Jiyong, “Kau sudah di tolak sebanyak 69 kali.. itu bukan angka yang baik.. Keure, genapkanlah menjadi 70 dulu, baru aku akan menasehatimu lagi..” ucapnya bercanda dan kembali membaca majalah.

Jiyong mendengus kesal dan memasang headphonenya.

 

=Rumah Taehyun=

Taehyun mengayuh sepedanya masuk ke kawasan rumahnya dan memarkirnya di sebelah sebuah mobil, lalu melangkah masuk dengan santainya. Begitu tiba di ruang tengah ia berpapasan dengan kakak laki-lakinya, Seungri. “Oh.. hyung, kau dirumah?” sapanya.

Seungri, kakak laki-laki nomor dua Taehyun yang sedang membaca menoleh, “Oh.. ne..”

“So.. bagaimana Itali?” tanya Taehyun sambil duduk di sofa.

Seungri tersenyum, “Tentu saja menyenangkan.. Kau tau? Gadis-gadis disana sangat sexy.. Hahaha..”

Taehyun tertawa, “Apa kau akan lama di sini hyung?”

“Aniya, dua hari lagi aku akan kembali ke Jepang. Film terbaruku akan premiere disana..” jawab Seungri.

“Hmm.. good luck hyung!” ucap Taehyun menyemangati.

“Ya.. ada yang melihat bulu mataku?” tanya seorang gadis bak boneka barbie sambil mencari-cari di sekitar ruang tengah.

“Noona, aku baru kembali dari Itali tapi kau malah sibuk menjadi bulu mata palsu..” ucap Seungri sebal.

“Ahh.. aku akan terlihat aneh tanpa bulu mataku!” ucap gadis bernama Bom itu.

Taehyun memandang kakak tertua mereka, “Noona, apa kau sudah mencari ke kamar mandimu? Kau biasa meletakkannya disana..”

Bom kembali mengingat-ingat, “Benar, aku belum kesana..” Ucapnya dan berbalik menuju tangga.

Seungri geleng-geleng kepala memperhatikan kakak mereka yang rada ‘ajaib’ itu.

Taehyun tertawa kecil, “Bom noona pasti sedang banyak pikiran..” Ucapnya.

“Ahhh.. Dia seperti orang sibuk saja.. Padahal dia hanya makan dan tidur saja..” Ucap Seungri sebal.

“Aniya hyung.. Bom noona itu pengusaha online.. Dia bahkan sudah membelikan mobil untukku.” Ucap Taehyun memberitau.

“Ohh.. Lamborgini yang akhirnya hanya terparkir di garasi itu?” Tanya Seungri baru ingat.

Taehyun tertawa kecil sambil mengangguk. “Aku akan ke kamarku..” Ucapnya sambil bangkit dan melangkah menuju lantai atas. Begitu masuk kamar ia langsung melepaskan tas ranselnya dan berbaring di tempat tidur sambil mengambil ponsel. Ada pesan masuk. Bibirnya membentuk senyuman melihat chat dari Chaerin yang mengirimkan photo desain baju yang gadis itu buat. Ia sangat mengagumi sosok gadis yang sebenarnya lebih tua 3 tahun darinya itu. Karena itu ia tak bisa memalingkan muka dari gadis tersebut.

Tring… Masuk chat baru.

Chaerin_Lee: othe?

Taehyun bergerak duduk dengan kaki bersila dan membalas.

NamTaehyun: mengagumkan seperti biasa.. 🙂

Chaerin_Lee: kau mengatakannya karena kau kekasihku kan?

Taehyun tertawa kecil dan kembali membalas.

NamTaehyun: aniya.. Sebelum bertemu denganku kau sudah sangat mengagumkan.. Apa itu akan dirilis juga?

Chaerin_Lee: ne, kakakku ingin memasukkannya ke koleksi musim panas nanti. Mungkin aku juga akan mengenakannya saat musim panas.

NamTaehyun: cool, aku akan membelikannya juga untuk noona-ku.. 😀

Chaerin_Lee: aniya.. Aku akan memberikannya sebagai hadiah.. 😀

NamTaehyun: memangnya aku tidak sanggup membelinya? Tenang saja..

Chaerin_Lee: pokoknya hadiah.. :p

NamTaehyun: Keure.. Itu hadiah..

Chaerin_Lee: ❤

Taehyun hanya bisa tersenyum lebar. Chaerin terlihat sangat berkarisma dan membuat orang-orang di sekitarnya merasa kecil. Namun dibalik itu semua, gadis itu sangat cute dan menggemaskan jika berada di masalah cinta.

=Flashback=

Taehyun melangkah masuk ke kelasnya di semester keenam ini dengan headphone tergantung di lehernya. Ia mencari tempat di tengah yang kosong dan langsung duduk dengan tenang. Ia hanya mahasiswa biasa yang sebenarnya lebih muda dari orang-orang disana, namun karena wajahnya tidak terlihat imut atau muda, tak ada yang menyadarinya sejak awal tahun ia memulai kuliah. Ia tak begitu beruntung ketika memiliki teman. Di tahun kedua ia mulai akrab dengan seorang pria bernama Seungyeol yang sangat menyukai musik sepertinya, namun pria itu memutuskan debut sebagai penyanyi di Jepang. Tidak heran jika penyanyi asal Korea banyak yang memilih debut di sana. Mungkin pasaran Korea sudah tak memenuhi lagi. Dan setelah itu ia tak kunjung menemukan teman yang sejalan dengannya. Rata-rata orang disana hanya ingin berteman dengan anak-anak keren yang mengenakan mobil mewah, barang bermerk dan sebagainya. Well, dia memang sangat sederhana. Pergi ke kampus hanya dengan sepeda kesayangannya. Ia tak banyak bicara juga lebih suka berkutat dengan laptopnya. Ia memandang ke arah pintu masuk karena orang-orang tampak memandang kesana kagum.

Masuk seorang gadis berambut panjang yang diwarnai pirang dengan gaya high-class dan karisma tinggi yang membuat orang-orang akan kagum dan tak percaya diri disekitarnya. Gadis itu adalah Lee Chaerin. Putri bungsu dari keluarga besar desainer ternama di Korea, tidak heran penampilannya sangat luar biasa.

Taehyun memperhatikan gadis itu duduk beberapa baris di depannya. Yang pertama kali ia pikirkan adalah: wow, dia sangat menarik. Namun ia tau itu hanya rasa kagum biasa.

Seperti biasa yang duduk di sekitar Chaerin juga anak-anak populer di sana. Taehyun hanya membuka laptop dan memasang headphonenya.

Beberapa hari kemudian..

Chaerin keluar dari mobil sportnya dan menekan kunci otomatis, lalu melangkah menuju kelas paginya. Ia selalu menyukai high heels dan pakaian semi formal yang terkesan sexy. Hari ini ia mengenakan rok selutut dan atasan ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Orang-orang akan memandangnya dan berdecak kagum atau berbisik sesama mereka jika dia sangat sombong.

“Hei Chaerin.. Sepertinya berat, perlu kubantu?” Tanya Jiyong sambil menghampiri Chaerin dan hendak membawakan tas gadis itu.

“Keure.. Hati-hati.. Ini edisi terbatas..” Jawab Chaerin sambil memberikan tasnya.

Jiyong tersenyum senang, “Senang sekali aku masih sekelas denganmu..” Ucapnya.

“Aku tau kau menyogok pihak administrasi..” Jawab Chaerin sambil terus melangkah.

Jiyong tertawa kecil, “Aniya.. Aku hanya ingin di kelas ini..” Jawabnya mengalihkan jawaban.

Chaerin melangkah duluan masuk ke kelas yang sudah mulai ramai itu. Namun ketika hendak menaiki tangga yang di lapisi karpet merah itu high heelsnya slip dan membuatnya hilang keseimbangan.

“Oh! Chaerin!” Seru Jiyong sambil menahan tubuh gadis itu, namun terlambat karena jarak yang terlalu jauh.

Bruukk!!

Chaerin terjatuh ke bawah. Semua orang langsung berdiri untuk melihat siapa yang jatuh dan mulai menahan tawa ketika menyadari itu dirinya. Ia sangat malu dan hanya bisa menunduk.

“Chaerin, ayo..” Jiyong mengulurkan tangan untuk menarik Chaerin, namun karena terlalu kencang ia malah membuat bencana lain.

Zreeekkk!!

Mata Chaerin membesar dan melihat jahitan baju ketat di sisi kirinya. Ia langsung menutup robekan disana dengan tangannya dan bergerak bangkit sambil melotot pada Jiyong.

“Ups! Miane!!” Ucap Jiyong, namun pria itu tak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa akibat kejadian lucu barusan.

Wajah Chaerin terasa panas karena menjadi bahan tertawaan seperti itu.

Taehyun masuk ke kelas dan bingung karena orang-orang tertawa, lalu memandang ke arah Chaerin. Dahinya berkerut melihat robekan yang berusaha di tutupi dengan tangan oleh gadis itu meskipun tetap terlihat kulit mulusnya. “Oh.. Bajumu robek..” Ucapnya sambil menunjuk robekan itu.

Chaerin menatap Taehyun, “Ne, araso!!” Serunya, lalu kembali menatap Jiyong dan merebut tasnya. Ketika hendak berbalik, ia tertegun merasakan seseorang membalut kedua bahunya dengan jaket dan orang itu adalah Taehyun.

“Hati-hati.. Banyak pemerkosa di luaran sana..” Ucap Taehyun, lalu tersenyum tipis dan melangkah naik mencari tempat duduk.

Chaerin tertegun memperhatikan Taehyun pergi begitu saja tanpa tertawa lucu.

“Chaerin, kau ingin kita membeli baju dulu? Di dekat kampus ada butik desainer ternama, aku akan membelikannya..” Ucap Jiyong sambil memegang tangan Chaerin.

Chaerin menatap Jiyong kesal dan menyentak tangan pria itu, “Pergi saja sendiri!” Ucapnya kesal dan melangkah keluar kelas.

“Chaerin.. Tunggu..” Panggil Jiyong sambil mengikuti gadis itu.

Hingga semua kelas hari itu berakhir, Chaerin hanya duduk di dalam mobilnya memperhatikan sekitar. Ia masih mengenakan jaket Taehyun tadi. Tak lama ia melihat pria itu berlalu di belakang mobilnya dengan sepeda. Dahinya berkerut menyadari pria itu tidak menggunakan mobil mewah atau motor sport keren. Satu hal yang terpikir dengannya, pria itu sangat berbeda.

Keesokan Harinya..

Chaerin memarkir mobilnya di dekat parkiran sepeda dan menarik rem tangan. Lalu mengedarkan pandangannya, belum ada satu sepeda pun yang terparkir disana. Memang sejak semua orang lebih merasa naik bis lebih baik dari pada sepeda, hanya ada satu atau dua orang yang menggunakannya ke kampus. Dan biasanya orang itu tidak populer. Ia menjangkau tas tangannya di kursi sebelah dan mengeluarkan cermin, lalu memperhatikan wajahnya dari semua sisi. Tangannya kembali masuk ke tas untuk mengambil lip-balm dan menambah kilauan di bibirnya yang telah di beri lipstik merah merekah yang membuat penampilannya semakin sensual. Setelah itu ia kembali memperhatikan wajahnya memastikan tidak ada yang kurang dari make-upnya. Ketika ia kembali memasukkan barang-barangnya ke tas, ia melihat melalui spion ada seorang pria yang memarkirkan sepeda. Dengan cepat ia menoleh dan melihat Taehyun baru datang. Ia langsung mengambil jaket yang kemarin di berikan pria itu padanya, lalu membuka pintu dan segera keluar sambil menyandang tasnya.

Sementara itu Taehyun hanya berlalu menuju kelas dengan santainya, kedua telinganya terpasang headphone sambil mendengarkan musik.

“Ya..” panggil Chaerin, namun Taehyun tak mendengarnya. “Aissh..” gumamnya kesal dan mengejar langkah pria itu. Ia harus melangkah dengan hati-hati karena mengenakan high heels. “Ya! Kau!!” panggilnya, tetap saja pria itu tak mendengarnya. Orang-orang memandang ke arahnya karena terlihat terburu-buru. Ia sangat malu namun tak bisa berhenti hingga bisa menghampiri pria itu.

Taehyun yang tidak tau apa pun terus melangkah menuju kelasnya pagi ini. Hari ini ia baru akan sekelas dengan Chaerin di kelas terakhirnya.

Chaerin berhenti melangkah karena geram pada Taehyun yang sama sekali tidak menyadari ia mengikuti juga memanggilnya sejak tadi. Namun rasa kesalnya menghilang begitu melihat ada seorang pria kutu buku yang mengenakan kacamata besar terjatuh akibat di tungkai teman-teman Jiyong yang biasa berkumpul di halaman. Yang membuatnya terpaku bukan karena pria itu terjatuh, tapi satu-satunya orang yang datang membantu hanya Taehyun.

Taehyun menyadari pria itu terjatuh dan segera melepaskan headphone itu dari kepalanya, juga menggantungnya di leher. Lalu menghampiri pria yang terlihat panik dan malu mengumpulkan buku-bukunya. Sementara Jiyong dan teman-temannya tertawa geli. “Neo gwenchana?” tanyanya sambil menyamakan tinggi mereka dan membantu pria itu.

Pria itu mengangguk pelan dan langsung bangkit.

Taehyun tersenyum hangat, “Ini..” ucapnya sambil menyodorkan buku-buku yang ia kumpulkan.

“Ga-gamshamida..” ucap pria itu sambil mengambil bukunya lagi dan pergi.

Taehyun kembali melangkah, namun Jiyong langsung menghadang jalannya.

Jiyong menatap Taehyun kesal dengan kedua tangan terlipat di dada, “Ya.. kau sudah menjadi pahlawan disini ha?”

Taehyun memandang Jiyong bingung, “Aniya.. aku hanya membantunya.. Bye..” ucapnya dan melangkah melewati pria itu santai.

Jiyong merasa terhina di perlakukan seperti itu, “YA!” serunya sambil berbalik dan menarik bahu Taehyun.

Taehyun berbalik namun…

Duakk!!!

Taehyun terjungkal akibat pukulan Jiyong kewajahnya.

“YA! Jiyong! Apa yang kau lakukan?!” tanya Seunghyun sambil menarik Jiyong yang ingin kembali menyerag Taehyun, “Kau ini, sudah biarkan..” ucapnya sambil menarik temannya itu pergi.

Chaerin terkejut melihat Taehyun terjungkal di rerumputan dan langsung melangkah cepat menghampiri pria itu. “Ya.. gwenchana?” tanyanya khawatir.

Taehyun memegang sudut bibirnya yang berdarah ketika memandang Chaerin, namun ia tertegun dari posisinya yang setengah berbaring di rumput bisa melihat jelas kedalam rok selutut gadis itu. Ia diam sejenak dan memandang gadis itu, “Apa kau harus berjongkok seperti itu?”

Chaerin mengerutkan dahi dan memandang roknya, mendadak wajahnya berubah merah dan langsung bergerak bangkit.

Taehyun bergerak bangkit sambil membersihkan rumput di tubuhnya.

Chaerin memalingkan wajahnya malu.

Taehyun memandang Chaerin bingung, lalu menyadari gadis itu memegang jaketnya. “Mmm.. apa kau masih membutuhkan jaketku?” tanyanya.

Chaerin tertegun dan memandang jaket di tangannya, “Ne?” ia kembali teringat mengapa ia mengikuti pria itu dan memandangnya kaget, “Oh.. ne.. aku ingin mengembalikan ini..” ucapnya sambil menyodorkan jaket pria itu.

“Ne.. gamshamida..” ucap Taehyun dan langsung berjalan pergi sambil menutupi sudut bibirnya yang terluka.

Chaerin tertegun dan berbalik memandang Taehyun, “Kenapa dia yang berterima kasih?” tanyanya bingung, “Ya! Tunggu..” panggilnya sambil kembali mengikuti pria itu.

Taehyun berhenti dan berbalik memandang Chaerin bingung, “Aku?”

“Tentu saja kau.. Aku yang seharusnya berterima kasih, kenapa kau yang berterima kasih?” tanya Chaerin kesal.

Taehyun diam sejenak memandang Chaerin bingung, lalu mengangguk. “Ohh.. keure..” ucapnya sambil tersenyum dan kembali berbalik pergi.

Chaerin terkejut dengan respon biasa dari Taehyun, “Mwo? Hanya itu?” gumamnya tak percaya, lalu kembali mengikuti pria itu. “Ya… ya..” panggilnya.

Taehyun kembali berhenti dan memandag Chaerin dengan dahi berkerut, “Wae?” tanyanya aneh.

“Aku mengatakan terima kasih, seharusnya kau mengatakan sesuatu. Aku sangat jarang mengatakan itu pada siapa pun sebelumnya!” ucap Chaerin kesal.

Taehyun diam lagi dengan tatapan bingungnya pada Chaerin, lalu berpikir sejenak. “Mmm.. kau bisa membantuku dengan ini?” tanyanya sambil menunjuk sudut bibirnya.

Chaerin tertegun, “Ne?”

Ruang kesehatan.

Taehyun meringis sakit ketika Chaerin menempelkan kapas yang telah di berikan obat merah ke luka di sudut bibirnya.

“Oh.. miane.. tahan sedikit..” ucap Chaerin menyesal.

Taehyun mengangguk dan diam membiarkan Chaerin melanjutkan. Matanya memandang kebawah dan kembali melihat kedua kaki mulus gadis itu yang terlihat dari belahan rok. Tangannya terulur dan menyentuh paha gadis itu dengan ujung telunjuknya.

Chaerin terkejut dan mendorong tangan Taehyun, “Apa yang kau lakukan?!” serunya.

Taehyun memandang Chaerin heran, “Kenapa kau marah? Kau yang membuka kakimu..”

Chaerin tertegun dan berusaha menutup belahan roknya, tapi karena terlalu ketat ia tak bisa menutupi apa pun.

Taehyun mengambil jaketnya tadi dan menutupi bagian depan kaki Chaerin sambil memandang gadis itu.

Chaerin kembali tertegun melihat jaket itu benar-benar menutupi kakinya dan memandang Taehyun.

“Aku tau sexy itu fashion wanita sekarang, tapi jika kau melakukannya terlalu berlebihan. Kau akan menjadi korban pemerkosaan..” ucap Taehyun tenang.

Chaerin menatap Taehyun kesal, barusan ia merasa terhina akibat ucapan pria itu. “Karena itu ada kantor polisi dan perlindungan wanita!” ucapnya dan membuang kapas yang seharusnya masih ia gunakan untuk mengobati luka di sudut bibir Taehyun ke tempat sampah di dekatnya.

Taehyun menahan tawanya, membuat Chaerin menatapnya marah.

“Apa yang lucu?!” tanya Chaerin marah.

Taehyun berusaha menahan tawanya, “Mmm.. aniya.. aku hanya berpikir, apa setelah melaporkan kejahatan akibat pemerkosaan itu kau akan terlepas dari status ‘korban’ pemerkosaan?” tanyanya dengan penekanan di kata korban.

Kemarahan Chaerin luntur perlahan dan menatap Taehyun tak percaya.

“Keure, terima kasih atas bantuanmu..” ucap Taehyun sambil bangkit dan mengambil tasnya, lalu melangkah keluar tanpa menunggu Chaerin.

Chaerin masih terpaku di tempatnya memikirkan ucapan Taehyun. Kepalanya menunduk dan memandang jaket pria itu yang masih menutupi kakinya.

Keesokan harinya.

Chaerin memarkirkan mobilnya di parkiran dekat parkiran sepeda dan menarik rem tangan, lalu mengambil tas dan mengeluarkan cermin. Bibirnya langsung membentuk senyuman melihat wajahnya terlihat fresh dengan make-up tipis dan lipstik pink yang membuatnya terlihat jauh lebih cantik. Ia memandang ke spion dan melihat Taehyun baru tiba. Dengan cepat ia keluar dan menunggu pria itu di sebelah mobilnya.

Taehyun memarkirkan sepedanya dan menuju jalan setapak, namun langkahnya terhenti melihat Chaerin. Ia tertegun sambil melepaskan headphone di kepalanya karena penampilan gadis itu sangat berbeda. Dress manis selutut, sepatu kets, tas ransel dan make-up tipis.

Chaerin tersenyum melihat Taehyun terlihat shock dengan penampilannya kali ini.

Taehyun melangkah pelan menghampiri Chaerin masih sambil memperhatikannya bingung.

“Othe? Apa aku masih akan di perkosa?” tanya Chaerin.

Taehyun menahan tawa mendengar pertanyaan Chaerin, “Jadi penampilanmu ini tentang ucapanku kemarin?”

Chaerin memperhatikan dirinya dan memandang Taehyun sambil mengangguk, “Ne.. bagaimana menurutmu?”

Taehyun memperhatikan Chaerin sekali lagi, “Hmm.. cute..”

Deg!

Jantung Chaerin berdegup kencang mendengar ucapan Taehyun. Entah mengapa ia langsung tersipu dan menunduk malu.

“Tapi lebih baik kau mengenakan celana jika ke kampus..” ucap Taehyun dan melangkah duluan sambil menahan tawa.

Chaerin tertegun melihat pria itu pergi, “Mwo?” ucapnya, lalu memandang kakinya dan kembali menatap Taehyun yang berjalan pergi kesal sambil mengikutinya. “YA! Kau tau berapa mahalnya perawatan kakiku?!”

Taehyun tertawa kecil mendengar seruan Chaerin dan memasang headphonenya sambil terus melangkah.

Kelas.

Semua orang terkejut melihat penampilan baru Chaerin. Mereka sampai tak mengedipkan mata ketika melihat gadis itu masuk ke kelas.

Jiyong yang sudah duduk di bagian depan terkejut melihat penampilan Chaerin, lalu langsung bangkit dan menghampiri gadis itu. “Oh my god!! Ada apa denganmu Chaerin?!”

Chaerin menatap Jiyong kesal, “Bukan urusanmu, pergilah..” ucapnya.

“Kenapa kau mengenakan pakaian seperti ini? Apa baju-baju sexy-mu sudah terbakar semua?” tanya Jiyong tak mengerti.

Chaerin mendengus kesal, “Aku ini stylist! Terserah aku ingin mengenakan pakaian apa! Aissh…” ucapnya dan membuka laptopnya. Setelah Jiyong meninggalkannya masih dengan dahi berkerut, ia merasa ada seseorang yang memandangnya dan menoleh. Saat itu, dunianya terasa berhenti melihat Taehyun tersenyum lucu kearahnya. Kedua pipinya terasa panas dan menunduk malu.

Keesokan harinya.

Taehyun memarkir sepedanya dan melangkah menuju jalan setapak, namun langkahnya kembali terhenti melihat Chaerin berdiri di sebelah mobil sambil memandangnya. Sebelah alisnya bergerak naik menyadari penampilan gadis itu berubah lagi.

Hari ini Chaerin mengenakan celana jeans panjang dengan hiasan sobekan di beberapa tempat hingga terlihat sangat modis, juga baju kaus longgar dan rompi berbahan jeans ringan yang membuatnya terlihat sangat santai. Bibirnya membentuk senyuman lebar ketika Taehyun memperhatikan penampilannya.

Taehyun melangkah menghampiri Chaerin dengan wajah bingung, “Kenapa kau mengenakan ini?”

“Seperti yang kau katakan, celana lebih baik..” ucap Chaerin.

Taehyun menatap Chaerin lucu, “Hmm.. begitu.. Ayo ke kelas..” ajaknya sambil melangkah lagi.

Chaerin sangat senang Taehyun mengajaknya dan langsung mengikuti pria itu. “Ya.. kudengar kau mengikuti program lompat kelas dulu..” ucapnya sembari melangkah.

“Ne.. 2 kali ketika di sekolah dasar..” jawab Taehyun membenarkan.

“Jinja? 2 kali?” tanya Chaerin tak percaya.

Taehyun mengangguk.

“Apa kau lebih muda dariku?” tanya Chaerin ingin tau.

“Mmm.. aku tidak tau berapa usiamu, tapi sepertinya ia..” jawab Taehyun.

“Paling hanya setahun atau dua tahun..” ucap Chaerin santai.

“Memangnya berapa usiamu?” tanya Taehyun ingin tau.

Chaerin menatap Taehyun sebal, “Kau tau itu pertanyaan yang seharusnya tidak kau tanyakan pada seorang gadis.. usianya, berat badannya, tinggi badannya, juga lingkar dadanya!”

Taehyun menahan tawa mendengar ucapan terakhir Chaerin, “Ya.. memangnya ada yang ingin tau tentang itu?”

“Ada.” Jawab Chaerin tak mau kalah.

“Pasti orang itu pria mesum..” ucap Taehyun menahan tawa.

“Aissh.. memangnya berapa usiamu?” tanya Chaerin sebal.

“Aku? 20..” jawab Taehyun.

Chaerin terkejut dan spontan berhenti sambil menatap Taehyun dengan mata membesar, “20?!”

Taehyun ikut berhenti dan memandang Chaerin bingung, “Ne, wae? apa aku lebih tua darimu?”

Chaerin langsung memalingkan wajahnya menahan malu, ‘Aissh! Dia 3 tahun lebih muda dariku!’ batinnya dan langsung melangkah cepat.

Taehyun memperhatikan Chaerin pergi sambil menahan tawanya, lalu kembali melangkah menuju kelas. Selama jam kuliah berlangsung, ia menyadari Chaerin selalu meliriknya dan segera memalingkan wajah ketika ia menoleh. Ia merasa sangat gemas dengan gadis yang di kenal berkarismatik dan high class itu.

Keesokan harinya, kampus kembali normal dengan Chaerin yang kembali seperti semula dengan pakaian bermerk dan sexy-nya. Taehyun tidak mengatakan apa pun namun ia menyadari gadis itu sering menatapnya kesal karena tak memandang ke kaki mulus dan tubuh sexy itu.

Taehyun memarkirkan sepedanya dan berjalan menuju jalan setapak. Kakinya berhenti melangkah ketika pintu sebuah mobil sport didepannya terbuka. Sebuah kaki mulus dengan high heels merah muncul, di sambung dengan kaki satunya. Lalu terlihat seorang gadis sexy yang mengenakan celana jeans pendek dan kemeja hitam transparan yang memperlihatkan pakaian ketat di baliknya yang juga berwarna hitam namun memperlihatnya sedikit perutnya.

Chaerin berdiri di sebelah mobilnya dan membungkuk kedalam untuk mengambil tasnya. Dengan posisi menungging itu, semua pria yang berada di sekitar sana langsung menatapnya dan menyapu kaki panjangnya dengan tatapan mereka. Ia merasa sangat sexy dan bangga atas tubuhnya. Begitu mendapatkan tasnya ia kembali berdiri tegap sambil menutup pintu, ketika menoleh ia tertegun tidak melihat Taehyun di parkiran sepeda. Lalu mengedarkan pandangannya dan terkejut melihat pria itu ternyata sudah pergi jauh. Kedua tangannya terkepal kesal dan langsung melangkah menuju kelas pagi yang akan mereka masuki bersama pagi ini.

Orang-orang di kelas langsung bersiul dan melotot melihat Chaerin masuk. Ia hanya tersenyum.

“Woaaa… ini baru Chaerin yang kukenal!” ucap Jiyong kagum, “Ayo duduk sexy..” ucapnya mempersilahkan.

Chaerin sengaja duduk di sebelah Jiyong karena berada beberapa baris di depan Taehyun. Ia juga mengobrol dengan pria itu sambil tertawa kecil. Matanya melirik kearah Taehyun yang terlihat asik dengan laptop dan headphone di kepala pria itu. Tak kehabisan ide, ia memutar duduknya menghadap Jiyong dan menumpu satu kaki di atas kaki yang lain agar terlihat lebih sexy. Ia tau dari tempat Taehyun pria itu bisa melihat kakinya.

Taehyun memandang kearah Chaerin dan melihat gadis itu seperti sengaja menarik perhatiannya. Juga gadis itu tak mengatakan apa pun ketika Jiyong meletakkan tangan dilutut gadis itu yang mulus. Ia kembali memandang layar laptopnya dan melanjutkan aransemen musiknya.

Chaerin tersenyum senang menyadari tadi Taehyun memandang ke arahnya dan kembali duduk lurus kedepan.

Setelah semua kelas berakhir.

Chaerin sengaja berdiri sambil bersandar ke mobilnya menunggu Taehyun yang akan mengambil sepeda, akhirnya pria itu muncul. Ia segera menyibak rambutnya ke belakang agar satu bahunya terlihat dan membusungkan dada dengan pose sexy.

Taehyun terlihat belum menyadari Chaerin disana ketika melangkah menuju parkiran sepedanya.

“Taehyun sanbae…” panggil seorang gadis sambil mengejar langkah Taehyun.

Taehyun berhenti dan menoleh, “Ne?”

Gadis manis itu tersenyum, “Sanbae, fakultas seni rupa akan mengadakan acara bakti sosial. Tapi kami belum memiliki theme song yang tepat, apa sanbae mau membantu kami?”

Taehyun diam sejenak, lalu tersenyum sambil mengangguk. “Keure..”

Gadis itu terlihat senang, “Gamshamida, sanbae.. Ayo kemari..” ajaknya dan kembali kearah ia datang tadi.

Taehyun berbalik mengikuti gadis itu.

Chaerin tak percaya Taehyun pergi begitu saja saat dia sudah berpose sexy seperti ini. “Aissh!!” serunya kesal, lalu masuk ke mobilnya.

Kelas selanjutnya.

Taehyun tertegun melihat seseorang dengan kaki sexy duduk disebelahnya, lalu memandang orang itu dan mengerutkan dahi melihat Chaerin.

Chaerin yang kembali mengenakan celana pendek, kemeja yang di masukkan ke celananya hingga memperlihatkan pinggang sexynya memandang Taehyun. “Boleh aku duduk disini?”

Taehyun mengangguk, “Hmm..” gumamnya dan kembali memandang laptopnya.

Chaerin sengaja mengenakan lipstik merah yang menggoda, namun Taehyun terlihat tidak terpengaruh. Ia menghela nafas kesal dan memutar tubuhnya ke arah pria itu dan membuat seolah-olah lututnya tak sengaja mengenai kaki pria itu. “Upsss..”

Taehyun memandang Chaerin tak mengerti, “Sebenarnya apa yang kau lakukan?” tanyanya.

“Aku? Memangnya aku kenapa?” tanya Chaerin cuek.

Taehyun menghela nafas dalam dan mengangkat laptopnya, lalu bergerak bangkit.

Chaerin tertegun melihat Taehyun bangkit dan spontan menahan tangan pria itu, “Odiga?”

Taehyun menatap Chaerin dan menarik tangannya dari pegangan gadis itu, “Maafkan aku Lee Chaerin-ssi.. Aku terganggu dengan penampilanmu…” ucapnya dan kembali hendak pindah, namun gadis itu kembali menahannya.

Chaerin tersenyum menggoda, “Wae? karena kakiku?” tanyanya sambil mengelus kaki mulusnya menggoda. Namun ia terkejut melihat tatapan jijik pria itu ke kakinya.

Taehyun menatap Chaerin seperti sesuatu yang menjijikkan, “Maaf, aku mual memikirkan berapa pria yang telah menyentuh kakimu itu. Atau.. mungkin pria diseluruh kampus telah berimajinasi beradegan hot denganmu di tempat tidur karena kakimu itu..” ucapnya, lalu melangkah pergi mencari tempat lain.

Chaerin tertegun di tempatnya menatap Taehyun yang terus melangkah pergi. Kedua tangannya gemetaran dan memandang kakinya, lalu memandang sekitar. Pria-pria memang memandangnya dengan tatapan nakal mereka. Kedua tangannya langsung menutup pahanya yang terekspos dan langsung bergerak bangkit sambil melangkah pergi. Ia merasakan malu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya seumur hidup. Tiba-tiba ia ingin menghilang di telan bumi dan merasa jijik pada dirinya sendiri. Ketika menuruni tangga untuk mencapai pintu keluar, kakinya tiba-tiba slip akibat high heels yang ia kenakan dan terjerembab jatuh ke bawah.

Semua orang terkejut mendengar seseorang terjatuh dan langsung ingin tau apa yang terjadi.

Chaerin merasa seperti tak punya muka lagi sekarang, ia segera bangkit dan melangkah cepat keluar dengan kaki pincang akibat terjatuh tadi.

Taehyun yang berada di sisi lain ruangan melihat Chaerin pergi seperti itu. Dan sekarang semua orang mulai tertawa lucu akibat kejadian tadi. Gadis itu memang tidak terlalu di sukai karena dinilai terlalu sombong. Ia menutup laptopnya dan bergerak bangkit.

Chaerin pergi ke halaman belakang kampus di dekat danau yang jarang di kunjungi karena sekarang sudah tidak bersih dan tercemar. “Dasar tolol! Tidak tau fashion!” umpatnya sendiri untuk melepaskan kekesalannya sambil tetap terpincang menghampiri sebuah bangku panjang dan duduk disana, “Aww!!” rintihnya karena pergelangan kakinya terasa sangat nyeri. Ia membungkuk untuk melepaskan high heelnya dan melemparnya kesal, “Stupid!!” serunya kesal. Lalu kepalanya menunduk memandang lutut kanannya yang terasa nyeri juga, ternyata ada luka di sana. “Appo..” ucapnya sendiri. Bulir air mata langsung berjatuhan menyadari ia terlalu percaya diri dengan tubuhnya hingga mengumbar apa yang ia punya. Meskipun ucapan Taehyun terdengar kasar, namun pria itu benar. Mungkin orang-orang tidak akan heran jika suatu hari nanti ia mendapat pelecehan karena ia yang mengundang mereka dengan pakaian sexy-nya. Ia menyentak kakinya yang satunya hingga high heels disana juga terlepas, lalu kembali menangis.

Taehyun yang mengikuti Chaerin dengan tas gadis itu yang tertinggal begitu saja berhenti sejenak melihat gadis itu menangis. Ia menghela nafas dalam dan menghampiri gadis itu.

Chaerin yang sedang memperhatikan luka di lututnya tertegun menyadari seseorang duduk dan menoleh, ia terkejut melihat Taehyun dan langsung memalingkan wajahnya sambil menyeka air mata di wajahnya.

Taehyun memperhatikan luka di lutut Chaerin, “Lihat, bahkan lantai juga ingin meyentuh kakimu..” ucapnya.

Chaerin memandang Taehyun tak mengerti, “Kenapa kau kemari?”

Taehyun memandang Chaerin dan mengangkat tas gadis itu, “Kau meninggalkannya..”

Chaerin memandang tasnya dan mengambil benda itu, lalu menunduk tanpa mengatakan apa pun.

Taehyun memandang Chaerin yang terlihat malu dan sedih, “Kau tau? Kau memiliki kaki yang indah..”

Chaerin tertegun memandang Taehyun.

Taehyun tersenyum hangat, “Tapi jika kau terlalu mengeksposnya, tidak akan terlihat indah lagi. Tapi murahan..”

Ucapan Taehyun sedikit kasar, namun Chaerin merasa lebih baik setelah mendengarnya.

“Kau lihat? Kakimu terluka..” Ucap Taehyun menunjuk lutut Chaerin, “Jika kau tidak mengenakan celana sependek ini, kau mungkin hanya keseleo saja..”

Chaerin kembali merasa malu dengan kelakuannya akhir-akhir ini.

“Kusarankan, sebaiknya kau pulang saja. Jika masuk ke kelas lagi, orang-orang akan mengolok-olokmu lebih parah..” Ucap Taehyun memberi usul.

Chaerin menghela nafas dalam dan mengangguk, “Keure..” Ucapnya, lalu bergerak maju untuk mengambil high heelsnya lagi.

“Jangan..” Taehyun menahan Chaerin sebelum bangkit, lalu melepaskan sepatu ketsnya. “Kau akan membuat kakimu semakin parah jika menggunakan itu..” Ucapnya dan memasangkan sepatunya ke kaki gadis itu.

Chaerin tertegun memandang Taehyun, pria itu juga langsung bangkit untuk memunguti sepatunya.

Taehyun kembali menghampiri Chaerin, “Ayo..” Ajaknya sambil mengulurkan tangan.

Chaerin mendongak memandang Taehyun yang berdiri di depannya.

Taehyun memandang Chaerin bingung, “Wae? Ayo..”

Chaerin mengulurkan tangannya menyambut tangan Taehyun, lalu bergerak bangkit sambil tetap menatap pria itu.

“Kau bisa melangkah? Kemarikan satu tanganmu..” Ucap Taehyun sambil menarik satu tangan Chaerin ke bahunya.

“Nam Taehyun..” Ucap Chaerin pelan.

Taehyun memandang wajah Chaerin yang berdekatan dengannya.

Chaerin menatap kedua mata Taehyun dalam, “Kau mau menjadi kekasihku?”

Taehyun tertegun mendengar pertanyaan Chaerin, “Mwo?”

“Aku menyukaimu..” Ucap Chaerin lagi.

Taehyun tak tau harus mengatakan apa, jantungnya berdegup kencang mendengar pengakuan Chaerin.

“Kau tau? Aku mengenakan pakaian sexy karena kau tidak tertarik padaku..” Ucap Chaerin jujur.

Taehyun akhirnya tersenyum, “Usia hanya angka, benarkan?”

Chaerin tersenyum lebar dan mengangguk, lalu memeluk leher Taehyun.

Taehyun memeluk Chaerin dan mengelus rambut gadis itu.

=Flashback end=

 

=Halaman Kampus=

Chaerin duduk di rerumputan sambil mendesain sebuah baju sementara Taehyun berbaring dan meletakkan kepala di pangkuannya dengan mata terpejam.

“Kau tau kan pasangan dari fakultas musik yang selalu di bicarakan itu? Ternyata Nam Taehyun itu lebih muda, dia masuk kemari karena jenius saja..” Terdengar seseorang berbicara.

Chaerin tertegun mendengar nama kekasihnya di sebut, lalu memandang Taehyun yang membuka mata dan berpandangan dengannya.

“Dia sepertinya dari keluarga biasa saja.. Pasti karena Lee Chaerin dari keluarga kaya dan terkenal dia mau berhubungan dengannya..” Ucap gadis yang lain.

Chaerin menghela nafas dalam dan menoleh kearah gadis-gadis tadi. Sebelum ia sempat berseru Taehyun menahannya. Ia kembali memandang pria itu.

Taehyun tersenyum dan kembali memejamkan matanya.

Chaerin tidak tau mengapa ketika melihat senyuman Taehyun semua kekesalannya akan menghilang dan merasa baik-baik saja. Bibirnya membentuk senyuman juga dan mengelus rambut pria itu.

Beberapa hari kemudian..

“Chaerin..” Panggil Jiyong sambil menghampiri Chaerin yang berjalan keluar dari kelasnya.

Chaerin memutar bola matanya kesal karena mendengar suara Jiyong.

“Chaerin, tunggu sebentar..” Panggil Jiyong sambil menarik tangan Chaerin.

Chaerin menatap Jiyong malas, “What?

Jiyong tersenyum, “Kau tau kan sudah menandatangani kontrak ekslusif dengan BIG entertainment?”

Chaerin memutar bola matanya kesal, “Lalu?”

“Aku akan segera debut, aku ingin kau muncul di MV pertamaku..” Ucap Jiyong dengan senyuman manisnya.

Chaerin tertegun. Jika ia muncul di MV Jiyong, mungkin ia akan langsung terkenal mengingat betapa jeniusnya juga temannya yang satu ini. “MV-mu?”

Jiyong mengangguk, “Ne, aku sudah berbicara dengan managerku dan dia berkata hal itu bisa di atur.”

Chaerin diam sejenak sambil berpikir. Mungkin saja dengan muncul di MV pertama Jiyong bisa membantunya di dunia musik. Ia memang menginginkan kesempatan seperti ini.

“Ayolah Chaerin.. Tidak ada gadis se-spesial kau di dunia ini. Karena itu aku ingin kau muncul.” Bujuk Jiyong.

Chaerin memandang Jiyong dengan ekspresi cueknya, “Mmm.. Sebenarnya ini tidak begitu menarik. Tapi karena kau berkata sedunia, aku akan memikirkannya..” Ucapnya dan melangkah pergi sambil menahan senyumannya memikirkan apa yang terjadi jika nanti ia benar-benar muncul disana.

Jiyong tersenyum lebar dan berseru senang.

Perjalanan pulang.

Taehyun menginjak rek kaget dan menatap Chaerin tak percaya, “Mworagu?”

Chaerin tersenyum, “Bukankah itu kesempatan emas untukku? Aku akan lebih dulu di kenali dan pasti ada agensi yang menawariku kontrak..”

Taehyun mengerutkan dahi dan menatap Chaerin tak mengerti, “Chaerin, jika kau berada di satu agensi yang sama dengan Jiyong. Hal itu bisa saja terjadi.. Tapi kau belum terjun ke dunia itu.. Kau baru akan memulai, kenapa kau sangat picik?”

Chaerin menatap Taehyun kesal dan melipat kedua tangannya di dada, “Siapa yang picik? Aku memikirkan masa depanku..” Ucapnya.

“Masa depan apa? Jika kau memulai dengan cara itu, kau benar-benar kotor..” Ucap Taehyun.

Chaerin terkejut mendengar ucapan Taehyun, “Ya! Kau harus memperbaiki cara bicaramu itu! Kau tau ucapanmu itu sangat menyakitiku?!”

Taehyun memalingkan wajahnya sambil menghela nafas dalam, lalu kembali memandang Chaerin. “Jadi kau akan melakukannya?”

“Keurom! Ini kesempatan emas! My golden ticket!!” Ucap Chaerin tak mau kalah.

Taehyun menghela nafas dalam dan kembali menjalankan mobil tanpa mengatakan apa pun.

 

=Kampus=

“Kau setuju?” Tanya Jiyong tak percaya.

“Ne.. Kupikir ini tidak akan buruk..” Jawab Chaerin.

Jiyong tersenyum lebar dan mengangguk senang, “Keurom! Ini tidak akan buruk, kau akan benar-benar terkenal.. Ini BIG entertainment kau tau?”

Chaerin tersenyum cool, “Tentu saja, karena itu aku setuju..” Ucapnya percaya diri, “Lalu, kapan akan syutingnya?”

“Jangan terburu-buru..” Ucap Jiyong, “Besok malam datanglah ke acara peresmiannya..”

Chaerin mengangguk, “Keure, aku akan datang..”

“Jangan lupa Chaerin, keep that sexy!” Ucap Jiyong sambil mengedipkan sebelah matanya.

Chaerin tersenyum penuh percaya diri, “Tenang saja..” Ucapnya dan melangkah pergi. Kakinya berhenti melangkah melihat Taehyun berdiri menunggunya tak jauh dari sana, terlihat pria itu tidak senang ia berbicara dengan Jiyong. Sejujurnya ia masih kesal dengan pria itu dan melangkah cepat melewatinya.

“Kau menyetujuinya?” Tanya Taehyun sambil mengikuti Chaerin.

“Ne..” Jawab Chaerin singkat.

Taehyun memejamkan matanya kesal dan kembali menatap gadis di depannya, “Ya.. Berhenti!” Panggilnya sambil menarik tangan Chaerin.

Chaerin menatap Taehyun kesal, “Wae?!”

Taehyun menatap Chaerin tak mengerti, “Apa yang sebenarnya ada di kepalamu? Kau cerdas, cantik dan berkelas. Apa otakmu hanya sampai di kampus saja?”

Chaerin semakin kesal dengan Taehyun dan menyentak tangan pria itu, “Nam Taehyun! Ini pilihanku! Kau harus menghargainya!” Tegasnya.

Taehyun menghela nafas dalam dan menatap Chaerin dalam, “Apa kau benar-benar menginginkan ini?”

“Ne! Jangan coba menghalangiku atau aku akan bertindak tegas padamu!” Tegas Chaerin dan melangkah pergi.

Taehyun hanya berdiri diam di tempatnya untuk beberapa saat memperhatikan Chaerin pergi.

 

=Rumah Taehyun=

Taehyun membuka pintu kamar Bom dan mengintip ke dalam, tampak kakaknya itu sedang melakukan sesuatu dengan laptop di tempat tidur. “Noona, sibuk?”

Bom memandang Taehyun, “Oh Taehyun-a, masuklah..”

Taehyun melangkah masuk dan menghampiri tempat tidur, lalu berbaring di sana sambil memandang langit-langit.

“Waekeure?” Tanya Bom tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop.

“Noona, kau tau BIG Entertainment?” Tanya Taehyun.

“BiG entertainment? Ne.. Waeyo?” Tanya Bom balik.

Taehyun memandang Bom, “Noona tau kan agensi seperti apa mereka?”

Bom memandang Taehyun heran, “Keurom, kita semua tau BIG entertainment selalu berusaha menyaingi agensi apa. Tapi caranya berbeda..” Ucapnya dan kembali memandang laptopnya.

“Jika seorang penyanyi debut disana, apa akan sukses?” Tanya Taehyun.

“Hmm.. Itu tergantung penyanyinya juga.. Tapi lebih baik jangan. Untuk apa jadi penyanyi jika hanya mempertontonkan tubuh pada orang-orang di atas panggung..” Jawab Bom, ia tertegun dan menatap adik bungsunya. “Kau tidak bermaksud bergabung kesana kan?!”

“Tentu saja tidak noona, aku bisa di bunuh appa nanti..” Ucap Taehyun aneh.

Bom mengangguk dan kembali pada laptopnya.

 

=Hari Yang di tentukan=

“Chaerin, jangan lupa nanti malam..” Ucap Jiyong, lalu melangkah pergi.

Chaerin tersenyum dan melangkah menuju parkiran. Ia menoleh ketika merasakan seseorang berjalan disebelahnya.

Taehyun tersenyum pada Chaerin, “Kau akan tetap pergi nanti malam?”

Chaerin kembali kesal Taehyun membahas itu lagi dan berhenti, “Taehyun! Kenapa kau membahasnya terus?!”

Taehyun kembali terlihat serius, “Chaerin, aku hanya khawatir..”

“Khawatir apa?! Aku mungkin baru di dunia musik, tapi paling tidak aku sudah cukup dewasa untuk menentukan hidupku!” Ucap Chaerin dan melangkah pergi.

Taehyun hanya menghela nafas dalam dan melangkah ke arah lain.

 

=Sebuah Klub=

Chaerin memarkirkan mobilnya dan mengambil tas tangannya, lalu keluar dari mobil. Ia mengenakan celana pendek dengan baju sepanjang paha yang di lapisi kardigan agar tetap fashionable. Tidak lupa dengan high heels senada dengan bajunya juga mempercantik penampilannya. Ia masuk ke klub itu dan mencari-cari dimana Jiyong.

“Hei, Chaerin..” Sapa Jiyong.

Chaerin menoleh dan tersenyum tipis, “Dimana tempatnya?”

“Di ruang VIP, ayo..” Ajak Jiyong sambil merangkul Chaerin dan membawa gadis itu ke ruang VIP.

Chaerin sedikit gugup akan bertemu orang dari BIG entertainment itu, namun ia berusaha tetap tenang.

Jiyong membuka pintu dan melangkah masuk terlebih dulu, “Direktor, ini teman yang kuceritakan saat itu..” Ucapnya.

Chaerin ikut masuk dan melihat seorang pria berusia awal 40-an duduk disana seorang diri sambil menikmati bir.

“Chaerin, ini direktor Noh, dia direktor di BIG entertainment. Perkenalkan dirimu..” Ucap Jiyong.

Chaerin tersenyum dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseo, Lee Chaerin imnida..”

Pria itu tersenyum, “Ne.. Silahkan duduk..” Ucap pria itu.

Jiyong langsung mendorong Chaerin duduk di sebelah pria itu dan duduk di sisi lainnya.

“Ini, minumlah dulu..” Ucap pria itu sambil memberikan sekaleng bir pada Chaerin.

Chaerin mengangguk sopan dan meminumnya sedikit.

“Jadi, kudengar keluargamu menjalankan dunia fashion?” Tanya direktor Noh.

Chaerin tersenyum, “Ne direktor..”

“Hmm.. Pantas saja kau sangat menarik..” Ucap direktor Noh kagum.

Chaerin tersipu malu.

“Dia juga seorang musisi yang handal, direktor..” Ucap Jiyong menambahkan.

“Woaaa.. Itu sangat bagus..” Ucap direktor Noh, Chaerin hanya tersenyum malu. “Oke, berhubungan dengan MV yang akan di lakukan Jiyong. Kau memang cocok menjadi modelnya.. Kau memiliki aura yang luar biasa..” Pujinya.

Chaerin merasa kedua pipinya terasa panas, “Gamshamida..”

“Sebelumnya aku harus melihat angle yang baik darimu..” Ucap direktor Noh sambil mengambil kamera dari tasnya.

“Keure..” Jawab Chaerin.

Jiyong bangkit untuk memberi ruang pada Chaerin dan pindah ke belakang direktor Noh.

“Nah.. Ayo berpose..” Ucap direktor Noh.

Chaerin menggeser duduknya agar lebih jauh dan mulai berpose sexy. Ia mengeluarkan sisi cantik dan glamornya, juga fashionable.

Good.. Good..” Ucap direktor Noh sambil mengmbil photo Chaerin, “Keure, bisa kau lepaskan kardigan itu?”

Chaerin tertegun, “Ne?”

“Gwenchana Chaerin, kardigan itu menutupi baju dalammu..” Ucap Jiyong.

“Oh.. Ne..” Jawab Chaerin dan membuka kardigannya, lalu berdiri dan mengikuti instruksi direktor Noh. Ia kembali berpose menunjukkan tubuhnya yang sexy di balik baju putih ketat itu.

“Bagus! Kau sangat berbakat, Lee Chaerin-ssi.. Sekarang buka bajumu..” Ucap direktor Noh setelah mengambil beberapa gambar.

Chaerin terkejut, “Ne?”

“Gwenchana, hanya ada kita disini..” Ucap direktor Noh.

Chaerin menatap direktor Noh tak mengerti, lalu memandang Jiyong kesal.

Jiyong melirik direktor Noh dan segera berdiri menghampiri Chaerin, “Sebentar direktor Noh..” Ucapnya sambil menarik Chaerin ke dekat pintu.

“Kenapa aku harus membuka baju?” Tanya Chaerin setengah berbisik dengan nada kesal.

“Chaerin, turuti saja. Dengan begitu kau tidak perlu sulit lagi masuk ke dunia entertainment.. Kau tau kan banyak artis besar yang menggunakan jalan pintas seperti ini?” Bisik Jiyong.

Chaerin menatap Jiyong kesal, seharusnya ia tau pria ini tak bisa di percaya.

“Ayolah Chae.. Tubuhmu ini sangat sexy, tidak ada pria yang bisa tahan dengannya. Jika kau menemani direktor Noh semalam, kau akan menjadi entertainer besar!” Ucap Jiyong.

“Mwo?! Apa kau pikir aku pelacur?!” Seru Chaerin kesal.

“Ya! Tidak perlu berseru!” Ucap Jiyong sambil melirik diretor Noh yang kembali menikmati bir. “Jangan sok suci Chaerin, dengan tubuh seperti itu apa aku bisa percaya kau tidak pernah tidur dengan pria? Apa bedanya tidur dengan petinggi dunia entertain?!”

PLAKK!!!

Tangan Chaerin melayang ke wajah Jiyong hingga menghadap satu sisi. Ia benar-benar marah pada pria itu, “Kau brengsek!!” Serunya.

Jiyong menatap Chaerin kaget sambil memegang pipinya, “Chaerin?”

Chaerin melangkah cepat ke kursi dan mengambil barang-barangnya, lalu melangkah cepat keluar dari ruangan itu.

“Chaerin..” Panggil Jiyong, namun gadis itu sudah membanting pintu di depan wajahnya.

Chaerin melangkah keluar dari klub itu sembari mengenakan kardigannya lagi. Ia benar-benar merasa malu. Rasanya ia tak punya muka lagi bertemu siapa pun jika mengetahui tentang ini. Kakinya berhenti melangkah begitu tiba di dekat mobilnya, lalu segera mengeluarkan kunci dan masuk.

Ia hanya duduk di mobilnya menyesali keputusannya. Ingatan ucapan Taehyun yang sudah memperingatinya kembali muncul di kepalanya. Entah mengapa ia merasa sangat malu memiliki tubuh seperti sekarang. Wajar jika Taehyun berkata cara yang akan ia lakukan ini kotor. Lamunannya buyar ketika mendengar ponselnya berbunyi, ia menoleh ke arah tas di kursi sebelahnya. Lalu mengulurkan tangan untuk mengambilnya, ia langsung tertegun melihat nama Taehyun muncul. Rasa malunya semakin meningkat. Ia menghela nafas dalam dan mengangkat panggilan itu, “Taehyun-a..”

“Odiga?” Tanya Taehyun diseberang.

“Mmm.. Aku di mobilku..” Jawab Chaerin.

“Dalam perjalanan?” Tanya Taehyun.

Chaerin mendongak menahan air mata yang hendak terjatuh, “Aniya..” Ucapnya pelan.

“Jadi, bagaimana acaranya?” Tanya Taehyun.

Chaerin menghela nafas dalam, “Berjalan baik..” Ucapnya berbohong.

“Jinja? Lalu kenapa kau kabur dan masuk ke mobilmu?” Tanya Taehyun.

Chaerin mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Taehyun. Belum sempat ia bertanya, ia sudah melihat Taehyun melangkah ke depan mobilnya dengan ponsel di telinga.

“Jadi, kau akan menjadi model MV Kwon Jiyong?” Tanya Taehyun sambil memandang Chaerin.

Chaerin memandang ke bawah menyesal.

Taehyun menghela nafas dalam dan memutuskan telepon, lalu berjalan ke pintu mobil Chaerin.

Chaerin memandang Taehyun masih dengan tatapan menyesalnya.

Taehyun menunggu Chaerin membuka pintu, namun gadis itu tak kunjung membukanya. Tangannya terulur dan mengetuk kaca jendela.

Chaerin akhirnya membuka pintu dan keluar dari mobil.

Taehyun menunggu Chaerin mengatakan sesuatu.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Chaerin.

Kepala Taehyun berat ke satu sisi menatap Chaerin tak mengerti, “Menurutmu aku akan membiarkanmu pergi sendirian?”

Chaerin tertegun mendengar pertanyaan Taehyun.

“Mereka tidak melakukan apa pun kan?” Tanya Taehyun.

Chaerin memandang ke bawah menyesal, “Aniya.. Dia hanya memotretku..” Jawabnya pelan namun tetap terdengar oleh Taehyun.

Taehyun tampak terkejut mendengar ucapan Chaerin, “Mwo? Kau mengambil memori kameranya?!”

Chaerin memandang Taehyun bingung, “Wae?”

Taehyun menatap Chaerin kesal, “Paboya?! Aisssshh!!” Serunya dan menarik tangan gadis itu, “Tunjukkan dimana orang itu!”

Chaerin mengikuti Taehyun bingung, “Waeyo?”

“Sudah tunjukkan saja!” Ucap Taehyun sambil menarik Chaerin kembali masuk ke klub.

Jiyong yang kembali menikmati minuman dengan direktor Noh tertegun melihat pintu terbuka dan masuk Taehyun dengan wajah marah bersama Chaerin di belakang pria itu.

Taehyun menatap Jiyong kesal, lalu menatap direktor Noh tajam.

Direktor Noh yang sedang memegang gelas bir terkejut melihat Taehyun dan langsung berdiri, “Neo?” Ucapnya karena seperti mengenal Taehyun.

Taehyun melihat kamera di meja dan langsung mengambilnya.

“Ya! Apa yang kau….” Ucapan direktor Noh terhenti karena Taehyun membanting kameranya ke lantai.

Chaerin terkejut dan menatap Taehyun tak percaya.

“Ya!! Apa-apaan kau?!” Seru Jiyong kesal.

Taehyun tak mempedulikan kedua pria itu dan langsung membungkuk mengambil memori kamera yang sudah berantakan, lalu menatap direktor Noh. “Kau masih menggunakan cara ini?” Tanyanya sinis, lalu mendorong Chaerin keluar.

“Ya!!!” Panggil Jiyong sambil menarik bahu Taehyun.

Taehyun berbalik dan langsung melayangkan tinjunya ke wajah Jiyong.

Duaakkk!!!

Jiyong terdorong ke belakang dan terbanting ke sofa.

Chaerin menutup mulutnya kaget, ini pertama kalinya ia melihat Taehyun bersikap kasar. Meskipun terkadang mengucapkan kalimat kasar, pria itu selalu bersikap lembut.

Taehyun menatap Jiyong tajam, “Jika lain kali kau mendekati kekasihku lagi, aku tidak akan segan membuat perhitungan denganmu..” Ucapnya dingin, lalu berbalik dan menarik tangan Chaerin keluar.

Chaerin kembali mengikuti Taehyun tanpa mengatakan apa pun.

Taehyun menarik Chaerin kembali ke mobil dan menatap gadis itu kesal, “Kau tau apa yang mungkin mereka lakukan dengan ini?!” Tanyanya sambil memperlihatkan memori tadi.

Chaerin memandang memori itu dan kembali memandang Taehyun, “Mwo?”

“Dengan photo-photomu, mereka bisa memerasmu! Memanipulasi photo disini dengan berita palsu! Atau memanfaatkannya demi kepentingan mereka yang merugikanmu! Kau mengerti, Lee Chaerin?!”

Mata Chaerin membesar dan menatap memori itu kaget. Ia sama sekali tak memikirkan hal itu.

Taehyun geleng-geleng kepala sambil memalingkan wajahnya kesal dan memasukkan memori itu ke sakunya, “Aku akan menghancurkan benda ini nanti, berikan kunci mobilmu..” Ucapnya sambil menyodorkan tangan.

Chaerin memandang ke bawah menyesal sekalian hendak mengambil kunci, namun ia tertegun mengingat ia tak membawa tasnya. Lalu langsung memandang ke dalam mobil melalui jendela. Tasnya ada di kursi penumpang dan kunci mobilnya masih tersangkut di tempatnya. “Oh!”

Taehyun memandang Chaerin bingung, “Wae?”

Chaerin memandang Taehyun shock, “Aku lupa kunci mobil dan tasku masih ada di dalam..” Ucapnya.

Mata Taehyun yang kecil membesar dan memandang ke dalam, lalu membuka pintu namun terkunci.

“Mobilku punya sensor pintar untuk mengunci otomatis setelah 10 menit di tinggalkan..” Ucap Chaerin.

Taehyun menunduk lesu.

“Eoteokhe?” Tanya Chaerin bingung.

Taehyun memijat dahinya sambil memandang ke dalam jendela, lalu memandang Chaerin. “Kau punya kunci cadangannya?”

Chaerin mengingat sejenak, “Kurasa punya, tapi….” Ucapnya ragu.

“Mmm..” Taehyun memandang sekitar sejenak sambil berpikir, lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

Chaerin memperhatikan Taehyun menunggu panggilan terangkat.

“Oh.. Hyung, aku butuh mobil derek.” Ucap Taehyun pada orang di seberang.

Chaerin tertegun Taehyun sampai memikirkan itu.

“Ne, di klub XX di sekitar Gangnam..” Jawab Taehyun pada orang di seberang. Lalu memandang Chaerin, “Sebentar hyung..” Ucapnya dan menyodorkan ponselnya ke telinga gadis itu, “Sebutkan alamat rumahmu..” Ucapnya.

Chaerin langsung menyebutkan alamat rumahnya pada orang di telepon.

Taehyun kembali menempelkan ponsel ke telinga, “Kau sudah mencatatnya hyung? Keure, thank you..” Ucapnya dan memutuskan telepon.

“Siapa yang kau hubungi?” Tanya Chaerin.

“Kenalanku..” Jawab Taehyun, lalu melepaskan jaketnya dan membalut kedua bahu Chaerin. “Khaja, kita cari taxi..” Ucapnya sambil menggenggam tangan gadis itu dan membawanya berjalan keluar dari area klub itu.

“Tu-tunggu..” Ucap Chaerin sambil menahan langkahnya, “Tasku bagaimana?”

“Gwechana, besok sudah tiba bersama mobilmu..” Ucap Taehyun.

Begitu tiba di pinggir jalan, Taehyun menghentikan sebuah taxi dan membawa Chaerin masuk.

Chaerin duduk diam selama perjalanan menuju rumahnya, lalu melirik Taehyun yang duduk di sebelahnya. Bibirnya membentuk senyuman karena merasa beruntung menjadi kekasih pria itu, lalu mengambil jaket di bahunya dan menutupi kakinya yang terekspos.

Taehyun memandang jaketnya di kaki Chaerin dan memandang gadis itu.

“Gumawoyo..” Ucap Chaerin tulus.

Taehyun tersenyum dan mengangguk, lalu mengaitkan jari-jarinya bersama gadis itu.

Setibanya di depan rumah Chaerin.

Taehyun meminta supir taxi menunggu dan keluar sebentar untuk berbicara dengan Chaerin, “Nahh.. masuklah..”

“Aku bisa meminta supir mengantarkanmu, suruh saja taxinya pergi..” ucap Chaerin.

Taehyun tersenyum, “Gwenchana, aku akan langsung kembali saja..”

“Taehyun, dari klub ke rumahku sangat jauh.. Bagaimana dengan tagihannya?” Tanya Chaerin khawatir, mengingat kekasihnya yang sederhana selalu mengenakan sepeda, ia takut akan memberatkan kekasihnya.

Taehyun tertawa kecil, “Gwenchana, itu urusanku. Masuklah, aku akan pergi. sampai besok..” ucapnya dan kembali masuk ke taxi.

Chaerin memperhatikan taxi itu pergi dengan wajah khawatir. Selama ini ia tidak pernah membahas tentang keuangan karena khawatir kekasihnya tersinggung. Semua orang tau ia berasal dari keluarga kaya namun pria itu terlihat seperti orang dari keluarga sederhana, juga tidak perlu membayar biaya kuliah karena mendapat beasiswa. “Aissh.. kenapa aku melupakan tasku?” keluhnya kesal, lalu masuk ke pintu gerbangnya.

 

=Rumah Taehyun=

Tuan Nam, ayah Taehyun, duduk di ruang kerjanya sambil membaca sesuatu di i-padnya. Ponselnya berbunyi, ia hanya mengambil benda itu dan menempelkannya ke telinga. “Yoboseo..” sapanya, “Ne.. Waekeureyo?” tanyanya lagi. Mendadak ia seperti mendengar petir di tengah malam yang tenang ini, matanya membesar. “Mwo?! Ne, aku akan melihatnya!” ucapnya dan memutuskan telepon, lalu mencari sesuatu. Matanya kembali membesar membaca sebuah hot line-news yang baru di posting sekitar 1 jam yang lalu. Ia segera bangkit dan berjalan cepat keluar, yang pertama kali ia temui adalah putra nomor duanya, Seungri yang sedang menonton tv. “Seungri-a! apa yang kau lakukan di klub XX?!” tanyanya kesal sembari menghampiri putranya.

Seungri mengerutkan dahi memandang ayahnya, “Klub XX? Apa?”

“Lihat ini!” Tuan Nam memperlihatkan berita di i-padnya.

Seungri membaca berita itu dan mengerutkan dahi, “Putra CEO YG Company? Memukul seorang penyanyi yang akan debut dan merusak kamera seorang director dari BIG entertainment?!!” serunya kaget, lalu menatap ayahnya serius. “Bukan aku!! Aku serius appa! Aku kembali sore tadi dan tidak keluar rumah setelah itu..”

Tuan Nam diam sejenak sambil berpikir, “Jika bukan kau, siapa?”

“Bom noona? Bisa saja dia kan.” Ucap Seungri.

“Ya.. kenapa membawa namaku segala?” Tanya Bom sembari turun dari lantai atas dan melangkah menuju dapur.

Tuan Nam menatap putranya kesal, “Mana mungkin Bom melakukan itu.. Kau ini..”

“Aku pulang..” ucap Taehyun sembari masuk ke ruang tengah.

Seungri menatap Taehyun kaget, “Oh! dari mana kau?”

Taehyun memandang ayah dan saudaranya bingung, “Aku? Dari luar..” jawabnya.

Tuan Nam memperhatikan penampilan putranya, “Kau bertemu seseorang?”

“Mmm.. ne.. waeyo appa?” Tanya Taehyun.

“Apa kau pergi ke klub XX?” Tanya Seungri.

Taehyun mengerutkan dahi, “Ne, bagaimana kau tau?”

Seungri menatap Taehyun tak percaya dan memandang ayahnya, “Pasti Taehyun..”

“Taehyun, apa kau berurusan dengan orang dari BIG entertainment?” Tanya Tuan Nam serius.

Taehyun tertegun ayahnya tau, “Ne..” jawabanya tanpa ragu.

Tuan Nam dan Seungri terkejut mendengar pengakuan Taehyun.

Bom yang baru keluar dari dapur memandang keluarganya bingung, “Waekeureyo?”

“Nam Taehyun, kau tau YG company dan BIG entertainmen selalu di beritakan miring, kenapa kau membuat masalahnya semakin runyam?!” Tanya Tuan Nam marah.

Bom terkejut dan memandang adik bungsunya tak percaya, “Apa yang kau lakukan Taehyun?”

Taehyun menghela nafas dalam dan memandang ayahnya tanpa ragu, “Semua ini karena director Noh, appa..” jawabnya tenang.

Tuan Nam tertegun, “Mwo?! Si brengsek Noh Jihoon?!!”

Seungri dan Bom semakin terkejut.

“Sedang apa kau bersamanya?! Dia itu pria tidak waras, kau tau?!” seru Seungri kesal.

“Taehyun-a! kau sudah bergaul dengan orang seperti itu?!” Tanya Bom tak percaya.

“Aniya..” jawab Taehyun pelan, “Aku hanya ingin membela kekasihku..” jawabnya.

Semuanya terkejut mendengar Taehyun membahas kekasihnya.

Hening…

“Kekasihmu? Kau punya kekasih? Sejak kapan? Kenapa kau tidak memberitauku? Apa dia cantik? Teman kampusmu? Bagaimana latar belakangnya?” Tanya Bom bertubi-tubi.

“Apa yang terjadi hingga kau harus membela kekasihmu?” Tanya Tuan Nam.

Taehyun memandang Bom, “Aku akan menjelaskannya nanti..” ucapnya, lalu memandang Tuan Nam. “Direktor Noh kembali menggunakan cara kotor untuk itu appa.. Dan kekasihku hampir terjebak didalamnya.” Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan memori kamera yang tadi ia ambil. “Karena dia sudah memotret kekasihku, aku menghancurkan kameranya untuk mengambil ini..”

Tuan Nam tertegun melihat tidak ada keraguan dalam tatapan putranya.

“Wuaa.. kau benar-benar keren..” ucap Seungri kagum.

“Jadi, bagaimana orangnya?” Tanya Bom sambil tersenyum lebar.

“Noona! Jangan sekarang!” ucap Seungri kesal.

“Appa, bagaimana kalian bisa tau tentang itu?” Tanya Taehyun ingin tau.

“Internet..” jawab Tuan Nam sambil memperlihatkan layar i-padnya.

Taehyun mengangguk mengerti, “Cepat juga beritanya menyebar..”

“Lalu, apa yang harus kita lakukan tentang berita ini appa?” Tanya Seungri.

Semuanya memandang Tuan Nam menunggu jawaban.

Tuan Nam berpikir sejenak, lalu tersenyum tipis. “Berita ini akan segera berlalu.. Sudah, istirahatlah..” ucapnya dan kembali ke kamar.

 

=Kampus=

Chaerin yang melangkah keluar dari kelasnya memutar bola mata melihat Jiyong yang terlihat bersandar di dinding bersama Seunghyun dengan kedua tangan terlipat didada. Juga terlihat bekas memar di sudut bibir pria itu.

“Ya.. Lee Chaerin..” panggil Jiyong ketika Chaerin berlalu di depannya.

Chaerin berhenti dan menatap Jiyong dingin, “Mwo?”

Jiyong tersenyum sinis, “Pantas saja kau lebih memilih Nam Taehyun si bocah ingusan itu..” ucapnya.

“Terserah kau..” ucap Chaerin kesal dan kembali melangkah pergi.

Jiyong langsung mengikuti Chaerin dari belakang bersama Seunghyun yang hanya mendengarkan, “Putra bungsu CEO YG company, wow…. Kesuksesan apa yang bisa diberikannya padamu?”

Chaerin tidak mempedulikan ucapan Jiyong dan terus melangkah pergi. ketika tiba di lorong ia bertemu Taehyun yang terlihat sudah menunggunya.

Taehyun tersenyum ketika melihat Chaerin muncul, namun wajahnya berubah bingung melihat Jiyong mengikuti kekasihnya.

“Well.. well.. lihat dia terlihat benar-benar berbeda, kupikir dia memang anak orang miskin. Tapi ternyata itu semua hanya tameng demi agensi ayahnya..” ucap Jiyong.

“Ji, itu berlebihan..” ucap Seunghyun memberitau.

Jiyong menatap Seunghyun kesal, “Aissh.. kau di pihak siapa?!”

Taehyun mengerutkan dahi mendengar ucapan Jiyong, “Apa maksudmu?”

“Sudahlah.. jangan dengarkan dia..” ucap Chaerin sambil menarik Taehyun pergi.

Taehyun hanya mengikuti Chaerin yang terus menggerutu tentang Jiyong hingga mereka tiba di parkiran.

“Oh ya, sekarang aku sudah menyimpan dua buah jaketmu..” ucap Chaerin memberitau.

“Apa kau membawanya?” Tanya Taehyun.

“Ani, ada dirumah. Kau mau ke rumahku untuk mengambilnya?” Tanya Chaerin sambil tersenyum.

Taehyun diam sejenak melihat senyuman Chaerin, lalu ikut tersenyum. “Wae? Kenapa kau tidak membawanya besok?”

Senyuman Chaerin memudar perlahan, “Aissh.. aku sedang menggodamu, pabo..” ucapnya sebal dan mengeluarkan kunci mobil, lalu membuka kunci otomatisnya.

“Chaerin..” panggil Taehyun sambil menahan tangan Chaerin.

Chaerin memandang Taehyun, “Ne?”

Taehyun diam sejenak menatap kedalam mata Chaerin, “Aku ingin mengatakan sesuatu..”

Chaerin tampak tertegun dan menatap Taehyun serius, “Wae?! Kau bertemu gadis lain?! Wae?!! Siapa dia?! Apa dia lebih sexy dariku?! Atau dia lebih menarik dariku?!”

Taehyun mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Chaerin, “Apa kau sedang kau pikirkan?”

“Waeyo?! Cepat katakan!” ucap Chaerin kesal.

Taehyun menatap Chaerin aneh, lalu menghela nafas dalam. “Aku putra bungsu CEO YG entertainment..” ucapnya.

Chaerin menghela nafas lega mendengar itu berita yang disampaikan Taehyun.

Taehyun mengerutkan dahi melihat respon Chaerin dan menaikkan satu alisnya, “Apa kau benar-benar takut kehilanganku?” tanyanya aneh.

Chaerin menatap Taehyun sebal dan memukul bahu pria itu, “Aissh.. diamlah..” ucapnya, lalu berbalik dan hendak masuk ke mobilnya. Namun sedetik kemudian kembali menatap pria itu kaget. “Mwo?!”

Taehyun geleng-geleng kepala, “Sudahlah.. lupakan saja..” ucapnya dan berbalik menuju parkiran sepeda.

Chaerin segera mengejar Taehyun dan menghadang jalan pria itu, “Kau putra CEO YG company?!”

“Ne..” jawab Taehyun.

Chaerin menatap Taehyun tak percaya.

Taehyun tersenyum melihat respon Chaerin, lalu memegang pipi gadis itu. “See you, babe..” ucapnya dan membungkuk seperti akan mencium bibir gadis itu, namun hanya memberikan kecupan jauh tanpa menyentuh bibir gadis itu.

Wajah Chaerin langsung berubah merah.

Taehyun tersenyum lucu dan berjalan menuju sepedanya.

Chaerin hanya memandang Taehyun pergi bersama sepeda, ia masih shock dengan apa yang pria itu beritau padanya.

 

=YG company=

Taehyun memarkirkan sepedanya di sebelah sebuah mobil yang terparkir, lalu melangkah menuju pintu depan.

“Itu Nam Taehyun!” seru seorang wartawan yang terlihat berkumpul bersama wartawan lainnya.

Taehyun langsung di terpa blits kamera dan menoleh.

“Nam Taehyun-ssi, benarkah kau menghajar penyanyi yang akan debut di BIG entertainmen?” Tanya seorang wartawan sambil menyodorkan perekam suara.

Taehyun memandang wartawan itu.

“Nam Taehyun-ssi, apa motivemu melakukannya?” Tanya yang lain.

Taehyun memandang wartawan lain itu dan ada beberapa pertanyaan lagi. ia diam sejenak, lalu tersenyum cool dan berdiri lurus menghadap para wartawan itu.“Aku akan memulai debutku sebagai pemusik, tolong beri dukungan dan tunggu karyaku..” ucapnya yang membuat semua orang mengerutkan dahi, lalu membungkuk sopan dan kembali melangkah masuk ke dalam gedung.

Para wartawan itu tetap melontarkan pertanyaan dan mengikuti Taehyun, namun mereka tertahan para penjaga.

 

=Beberapa Saat Kemudian=

Berita tentang aktifnya Taehyun di YG company sebagai composer musik dan kenyataan bahwa ia putra bungsu CEO YG company membuat kampus gempar. Terutama hubungannya dengan Chaerin.

Chaerin menghentikan mobil di parkiran di dekat parkiran sepeda seperti biasa dan turun, kepalanya memandang ke parkiran sepeda yang masih kosong. Ia menghela nafas dalam dan melangkah menuju jalan setapak. Sudah berhari-hari Taehyun tidak datang ke kampus juga tidak mengaktifkan ponsel. Ia jadi merasa bersalah karena masalah yang telah ia timbulkan saat itu. Juga sekarang kabar baru tersebar di kampus, bahwa ia memacari pria yang lebih muda seperti Taehyun karena putra dari CEO YG company dan ingin menggunakan kesempatan itu sebagai jalan pintas menjadi penyanyi. Meskipun itu tidak benar, ia tau siapa yang menyebarkannya.

Ia masuk ke kelasnya dan langsung mencari tempat duduk tanpa memandang sekitar. Ia duduk tenang sambil mengeluarkan kertas not-nya.

“Daebak.. Jiyong benar-benar debut! Lihat, dia sangat keren!” Ucap gadis di depan Chaerin yang sedang menonton MV debut Jiyong di ponsel.

Chaerin memandang ke arah ponsel itu dan memutar bola matanya kesal, ‘Jiyong?! What the hell!’ Batinnya kesal.

“Omo!! Nam Taehyun!!”

Chaerin langsung memandang ke pintu dan melihat Taehyun masuk. Ia benar-benar ingin berlari menghampiri pria itu dan memeluknya, tapi melihat banyak orang yang langsung menghampiri pria itu, ia hanya memalingkan wajah dan pindah ke tempat yang tidak akan terlihat oleh pria itu.

Taehyun tersenyum tipis pada orang-orang yang mengerumuninya memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang pernyataan YG company. Ia hanya melangkah naik ke tempat duduk sambil mengedarkan pandangannya mencari Chaerin, namun ia tak melihatnya. ‘Dia tidak datang?’ tanyanya bingung, lalu duduk di sebuah kursi.

Chaerin melirik kearah Taehyun yang sudah duduk di sisi lain ruangan, lalu menyandang tasnya dan mengendap-endap keluar dari pintu lain kelas.

Taehyun kembali mengedarkan pandangannya mencari dimana Chaerin, hingga ia melihat seseorang menyelinap keluar. Dahinya berkerut memperhatikan gadis berambut pirang itu. ‘Chaerin?’ batinnya ragu, lalu ikut bangkit sambil membawa tasnya dan keluar dari kelas melalui pintu tempat dia masuk tadi.

Chaerin melangkah menjauh dari kelasnya dan masuk ke halaman agar bisa memutar dan langsung menuju parkiran.

“Ya Lee Chaerin..” panggil seseorang ketika ia berlalu.

Chaerin berhenti dan menoleh, ia tidak mengenal gadis itu. tentu saja, ia tidak kenal siapa pun yang tidak pernah berkomunikasi dengannya.

Gadis tadi yang sedang duduk di bangku taman bersama temannya berdiri dan mendekati Chaerin dengan senyuman sinisnya, “Ya.. kau tidak tau sopan santun pada seniormu?”

Dahi Chaerin menatap gadis itu aneh, “Apa aku mengenalmu?” tanyanya, lalu melangkah pergi.

“Aissh! Ya!” seru gadis tadi sambil menarik rambut panjang Chaerin yang indah.

Chaerin terkejut dan kembali mundur, lalu menatap gadis tadi marah sambil merapikan rambutnya. “YA!!”

“Cih.. wajah cantikmu itu bisa menipu pria.. Aku iri padamu, bertubuh sexy juga menarik. Kau pasti bisa dengan mudah menjadi artis.. Tidak heran kau menggoda putra CEO YG company..” ucap gadis tadi sinis.

Chaerin menatap gadis tadi marah, lalu berbalik dan berjalan pergi lagi.

PRAKK!!!

Chaerin terkejut sesuatu mengenai kepalanya dan cairan kental mengalir turun dari rambutnya, “Oh!” serunya jijik mengetahui itu adalah telur, lalu memandang kearah telur itu datang tadi.

“Hahaha.. aku mengenainya!!” tawa seorang pria yang tadi melempar Chaerin.

Chaerin terkejut telur lain terbang ke arahnya dan mengenai bajunya, “YA!!” teriaknya histeris.

“Wuaa.. itu sangat pas di tubuhmu nona fashionable!” seru seorang lainnya.

PRAKK!! PRAKK!!

Beberapa telur kembali berterbangan kearah Chaerin dan mengenai tubuh dan kepalanya.

“YA!! Hentikan!!” seru Chaerin histeris sambil melindungi wajahnya.

“Rasakan itu! kau seharusnya tau tidak semuanya yang bisa kau miliki! Dasar licik!” seru seseorang dan tertawa bersama yang lainnya.

Chaerin menatap orang-orang marah, “Apa kalian harus mengurusi hidupku?! Urus saja dirimu yang menyedihkan itu!!!”

PRAKK!!

Telur lainnya mengenai wajah Chaerin, membuatnya memalingkan wajah dengan mata terpejam. Dia bukan orang yang akan menunjukkan kelemahannya di depan orang, jadi ia harus mempertahankan harga dirinya.

“Pantas saja kau selalu mengikuti Nam Taehyun kemana-mana, ternyata dia anak orang penting. Kau benar-benar licik! Kau pantas mendapatkan ini!” seru orang yang melempar telur terakhir.

Kedua tangan Chaerin terkepal marah dan menatap orang tadi, ia siap kembali berteriak jika mendengar seseorang berbicara.

“Apa maksudmu?” Tanya Taehyun sambil melangkah keluar dari kerumunan orang yang menyaksikan.

Chaerin tertegun melihat Taehyun muncul dan langsung berbalik menyembunyikan wajah dan rambutnya yang di penuhi telur mentah.

Taehyun menghampiri Chaerin dan memandang sekitarnya dengan senyuman lucu, “Ya.. apa menurutkan kalian gadis sekelas Lee Chaerin akan bersama pria yang biasa saja?” tanyanya, lalu menahan tawa. “Itu jelas omong kosong..”

Chaerin kembali tertegun mendengar ucapan Taehyun seperti orang-orang disana, lalu berbalik memandang pria itu tak percaya.

Taehyun memandang Chaerin dengan senyumannya, lalu kembali memandang orang-orang yang masih berkerumun. “Apa yang kalian lakukan pada kekasihku? Jika kalian merasa iri, seharusnya berusaha keraslah hingga bisa selevel dengan Lee Chaerin untuk mendapatkan orang sepertiku..” ucapnya tenang, tanpa nada sinis, benci, atau tidak senang sama sekali. Ia kembali memandang kekasihnya dan menarik tangan gadis itu pergi.

Chaerin hanya berjalan mengikuti Taehyun melewati orang-orang yang berkerumun itu dengan kepala tertunduk. Ia masih tak percaya mendengar ucapan Taehyun tadi, juga karena sekarang tubuhnya berlumuran telur.

Setelah tiba di tempat yang sepi, Taehyun berhenti dan berbalik memandang Chaerin yang terlihat malu. “Kau bau telur busuk..” ucapnya dengan nada bercanda.

Chaerin menghela nafas dalam, “Diamlah..”

“Ayo.. bersihkan dirimu di kamar mandi fakultas olahraga..” ucap Taehyun dan kembali menarik Chaerin pergi.

Di depan kamar mandi.

Taehyun duduk tenang menunggu Chaerin yang membersihkan diri di kamar mandi. Di fakultas itu memang disediakan kamar mandi untuk membersihkan tubuh setelah berolahraga. Jadi kekasihnya bisa membersihkan telur-telur tadi. Kepalanya menoleh mendengar seseorang keluar.

Chaerin keluar dari kamar mandi sambil mengendus rambutnya yang masih basah dengan wajah merengut. Ia sekarang mengenakan jaket Taehyun yang lainnya karena bajunya kotor.

Taehyun bergerak bangkit menunggu kekasihnya, “Sudah selesai?”

“Rambtku masih berbau telur busuk..” keluh Chaerin sebal.

Taehyun tersenyum, “Gwenchana, telur kan bagus untuk rambut..”

“Aku tidak suka aromanya..” ucap Chaerin kesal, “Sudahlah.. Ayo pergi..” ucapnya masih dengan wajah cemberutnya.

Taehyun mengambil tas Chaerin di sebelah ia duduk tadi dan mengikuti gadis itu. “Ya.. tunggu aku..” ucapnya sambil mengejar langkah gadis itu.

 

=Mobil Chaerin=

Chaerin menyisir rambutnya yang yang telah kering tertiup angin dengan jarinya.

Taehyun melirik Chaerin dan kembali memandang kedepan, lalu menghentikan mobil gadis itu di lampu merah. “Sepertinya tadi kau kabur dari kelas..” ucapnya tanpa memandang gadis itu.

Chaerin tertegun dan menatap Taehyun kaget, “Ne? ohh.. aniya.. aku tidak sempat masuk tadi..” jawabnya bohong.

Taehyun menahan senyumannya, “Hmm.. berarti yang kulihat tadi gadis sexy lainnya? Well, dia sangat menarik..” ucapnya.

Chaerin menatap Taehyun tajam, “Mwo?! Siapa?! Matamu sudah mulai liar ha?!” serunya.

Taehyun tertawa sambil memandang Chaerin.

Wajah Chaerin merona merah dan memalingkan wajahnya malu.

“Kau terkadang sangat lucu, Lee Chaerin..” ucap Taehyun gemas dan kembali menginjak gas perlahan ketika lampu jalan berubah hijau.

Chaerin menahan senyumannya mendengar ucapan Taehyun masih sambil memalingkan wajahnya.

“Ya.. jangan tersenyum kesana, kau ingin menggoda seseorang?” Tanya Taehyun memancing Chaerin berbicara.

Chaerin menatap Taehyun dan memukul bahu pria itu pelan, “Shikeuro(diam)!” ucapnya, lalu tertawa kecil.

“So, kenapa kau menghindariku tadi?” Tanya Taehyun ingin tau.

Ekspresi Chaerin berubah perlahan sambil memandang ke bawah, “Entahlah.. Aku merasa semua yang terjadi ini karena kau membantuku malam itu..” jawabnya pelan.

Taehyun tersenyum, “Karena itu?”

Chaerin mengangguk pelan, “Ne..”

“Wae?” Tanya Taehyun ingin tau.

Chaerin memandang Taehyun, “Kenapa kau tidak pernah memberitauku tentang ayahmu?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

Taehyun diam sejenak sambil berbikir, lalu memandang Chaerin sekilas dan kembali memandang ke depan. “Jika aku beritau, apa kau akan menggodaku dengan baju sexy-mu yang kau lakukan ketika itu?”

Wajah Chaerin terasa panas mengingat hari itu, “Ya!”

Taehyun tertawa kecil, “Sudahlah.. Semuanya tidak akan menyenangkan seperti ini jika kau tau..” ucapnya, “Lagi pula untuk apa orang-orang tau, itukan milik ayahku..”

“Tapi kan kau sekarang bekerja disana..” ucap Chaerin.

“Aku bekerja disana agar pihak BIG entertainment tidak mengusikmu..” ucap Taehyun memberitau.

Chaerin tertegun, “Ne? aku? Wae?”

“Sudahlah.. Mereka tidak akan mengusikmu lagi, terutama Kwon Jiyong..” ucap Taehyun sambil tersenyum.

Chaerin diam sejenak memandang pria yang lebih muda itu, lalu tersenyum. Ia benar-benar beruntung mendapatkan pria itu.

Taehyun memarkirkan mobil Chaerin di sebuah tempat dan memandang gadis itu, “Wae? Aku membuatmu tersentuh?” tanyanya dengan nada bercanda.

Chaerin tersenyum malu dan memukul bahu pria itu pelan.

Taehyun mengangkat satu tangannya ke rambut Chaerin dan mengelus rambut gadis itu lembut, “Kau tau kenapa aku menerima tawaranmu untuk menjadi kekasihmu?”

Chaerin memandang Taehyun, “Wae?”

Taehyun tersenyum sambil menatap kedua mata Chaerin dalam, “Karena aku tau kau tidak akan berpaling dariku..” jawabnya.

Wajah Chaerin merona dan berusaha menahan senyumannya, “Ya.. kenapa kau sangat yakin seperti itu?” tanyanya malu.

Taehyun memajukan wajahnya, “Apa kau akan meninggalkan pria yang sangat sulit kau dapatkan?” bisiknya dengan nada bercanda.

Chaerin semakin malu dengan ucapan Taehyun dan memukul bahu pria itu lebih keras.

“Ahk! Appo..” ucap Taehyun sambil mengelus bahunya dan tertawa kecil.

“Itu karena kau terus mengungkitnya..” ucap Chaerin sebal, lalu menarik bahu Taehyun kearahnya.

Matanya Taehyun membesar merasakan bibir Chaerin mendarat dengan mulus ke bibirnya. Ini adalah ciuman pertamanya seumur hidup, juga ciuman pertama di hubungan mereka.

Chaerin memejamkan mata dan menempelkan bibirnya ke bibir Taehyun beberapa saat, lalu membuka matanya agar bertatapan dengan pria itu dan bergerak mundur sambil tersenyum. “Itu untuk pembelaanmu tadi..” ucapnya lembut.

Taehyun tidak bisa menutupi wajahnya yang merona karena keberanian Chaerin dan menunduk beberapa saat sambil tersenyum malu, lalu memandang kekasihnya yang terlihat tersenyum senang. “Ya noona..”

Chaerin langsung cemberut mendengar panggilan Taehyun, “Mwo?!”

Taehyun memegang kedua pipi Chaerin dan menatapnya, “Menyatakan perasaan dan mencium terlebih dahulu adalah sikap pria..”

Chaerin tersenyum malu lagi, “Wae? Jika aku tidak memulai kau tidak akan melakukannya..”

“Hmm.. Mungkin saja begitu..” Ucap Taehyun lucu, “Ahh.. Jebal.. Jangan kuasai aku..”

Chaerin tertawa dan mendorong kedua tangan Taehyun dari wajahnya, “Kau sangat lucu..” Ucapnya. Lalu memandang sekitar dan menyadari mereka di tempat yang tak pernah mereka datangi bersama sebelumnya, “Kenapa kita kemari?”

Taehyun menutup atap mobil sambil tersenyum dan keluar.

Chaerin ikut keluar sambil memandang Taehyun bingung karena membawanya ke salon yang memang biasa ia datangi setiap bulannya.

“Kau bilang rambutmu masih berbau telur busuk, kupikir kau ingin menghilangkannya..” Ucap Taehyun.

Chaerin tak percaya Taehyun memiliki pemikiran seperti itu dan tersenyum lebar, “Kau memang yang terbaik!” Ucapnya senang dan langsung melangkah riang masuk ke salon.

Taehyun tertawa kecil dan mengikuti Chaerin. Ia senang bisa menyaksikan sisi lain kekasihnya itu.

1 jam kemudian..

Chaerin yang hampir selesai melakukan perawatan rambut memandang Taehyun dari pantulan cermin di depannya. Bibirnya membentuk senyuman melihat pria itu tampak dengan tenang membaca majalah.

Taehyun mendengar ponselnya berbunyi, lalu mengeluarkannya sambil tetap membaca sebuah artikel di majalah. “Yoboseyo..” Sapanya.

“Taehyun-a..” Sapa Seungri di seberang.

“Oh, hyung..” Balas Taehyun.

“Kau sedang bersama kekasihmu kan?” Tanya Seungri.

Sebelah alis Taehyun naik, “Ne, bagaimana kau tau?”

“Horrll… Sepertinya kau benar-benar terkenal sekarang..” Ucap Seungri kagum.

“Apa maksudmu?” Tanya Taehyun tak mengerti.

“Beberapa menit yang lalu postingan photo-mu yang sedang berciuman di mobil sport sudah tersebar.. Aissh.. Kenapa aku tidak pernah terkena skandal seperti ini?” Ucap Seungri heran.

Taehyun tertegun, “Ne?” Ucapnya bingung. “Hyung, nanti kuhubungi lagi..” Ia memutuskan telepon dan mencari namanya di forum pencarian. Dalam beberapa detik langsung muncul berbagai berita dengan judul yang sama.

‘Putra CEO YG company dan composer baru agensi tertangkap ciuman dengan seorang gadis di parkiran’

“Woaaa.. Kenapa aku sangat terkenal sekarang?” Gumam Taehyun tak percaya. Disana juga tertera photo-photo dirinya dengan Chaerin di mobil, ketika gadis itu menciumnya tadi, serta ketika ia menatap wajah gadis itu dari dekat.

Chaerin mengucapkan terima kasih pada karyawan salon tadi dan menghampiri Taehyun yang terlihat membaca sesuatu di ponsel, “Apa itu?” Tanyanya.

Taehyun langsung menutup layar ponselnya dan berdiri, “Oh.. Aniya.. Sudah selesai?” Tanyanya sambil memperhatikan rambut kekasihnya yang sudah terlihat berkilau lagi.

Chaerin memandang Taehyun bingung, “Waeyo? Apa yang kau lihat tadi?”

“Bukan apa-apa..” ucap Taehyun, “Ayo, aku lapar..” ucapnya sambil merangkul Chaerin pergi.

Chaerin menahan tubuhnya dan menatap Taehyun curiga, “Siapa yang menghubungimu tadi? Yeoja?”

Taehyun tertegun mendengar pertanyaan Chaerin, “Aniya..” jawabnya bingung.

“Berikan ponselmu..” ucap Chaerin sambil mengulurkan tangan.

“Ne? wae?” Tanya Taehyun bingung.

“Berikan saja!” tegas Chaerin.

“Yang tadi menghubungiku hyung-ku, bukan yeoja..” ucap Taehyun.

Chaerin menatap Taehyun serius, “Nam Taehyun..”

Taehyun menghela nafas dalam dan memberikan ponselnya ke tangan Chaerin.

Chaerin mengaktifkan layar ponsel Taehyun dan melihat sebuah wacana yang sedang di baca kekasihnya tadi. Setelah membacanya ia langsung tertegun dan menatap pria di depannya kaget, “Ini….”

Taehyun mengambil ponselnya dari tangan Chaerin, “Sudahlah.. ayo kita makan..” ajaknya sambil tersenyum dan menarik tangan gadis itu.

Kafe.

Chaerin mengunyah makanan di mulutnya perlahan sambil memandang Taehyun yang terlihat sangat tenang menikmati makanan, “Taehyun..”

“Hm?” jawab Taehyun sambil memandang Chaerin.

“Tentang berita itu…” ucap Chaerin memulai.

Taehyun mengangguk dan kembali berdiam diri untuk mendengarkan.

“Apa itu tidak apa-apa?” Tanya Chaerin ingin tau.

“Memangnya ada apa dengan photo itu?” Tanya Taehyun balik.

“Mmm.. maksudku.. itukan.. kau tau, skandal bisa membuat karir seseorang rusak..” jawab Chaerin hati-hati.

Taehyun menahan tawanya lucu, “Aku juga bukan idol.. aku composer baru di agensi ayahku sendiri.. Mereka saja yang kehabisan berita untuk di liput..” jawabnya santai.

Bibir Chaerin perlahan membentuk senyuman, “Jeongmal?”

“Ne.. Memangnya kenapa jika aku berciuman dengan kekasihku?” Tanya Taehyun dengan nada bercanda, “Lagi pula, setelah mereka tau siapa kau, pasti beritanya akan semakin besar..” ucapnya dan tertawa kecil.

Chaerin membenarkan ucapan Taehyun dan ikut tertawa. Keluarganya pasti akan shock mengetahui dia berpacaran dengan putra seorang CEO agensi besar.

“Oh iya, keluargaku ingin bertemu denganmu.. Terutama noonaku..” ucap Taehyun memberitau.

Chaerin tertegun, “Noona? Berapa usianya? Apa aku lebih tua darinya?” tanyanya khawatir mengingat ia lebih tua dari Taehyun.

Taehyun tertawa lucu, “Aniya, aku dan noonaku berselisih 10 tahun. Tenang saja..” ucapnya.

Chaerin menghela nafas lega, “Fiuuh.. syukurlah..”

Taehyun tersenyum lucu lagi.

Chaerin kembali makan, saat itu ia mengingat jaket Taehyun ada dua dirumahnya dan sekarang ia kembali menggunakan jaket pria itu. “Taehyun-a, aku baru ingat jaketmu ada dua di rumahku..”

“Hmm.. pantas saja aku tidak bisa menemukan jaket-jaketku.. Apa kau bisa membawakannya besok?” Tanya Taehyun.

Chaerin tersenyum, “Bagaimana jika setelah ini kerumahku dulu mengambil jaketmu?”

Taehyun memandang Chaerin bingung sejenak, namun karena melihat gadis itu terlihat sangat ingin ia setuju. Ia hanya tersenyum dan mengangguk.

 

=Sebulan Kemudian=

Seperti yang sudah diprediksi Taehyun, berita yang keluar semakin panas karena kenyataan Chaerin yang bagian keluarga desainer besar di Korea membuat mereka yang tadinya bukan siapa-siapa selalu menjadi sorotan walaupun tidak pernah melakukan apa pun.

Chaerin berjalan keluar dari rumah dan menghampiri mobil sport putihnya.

Din! Din!

Chaerin berhenti dan memandang kearah sebuah lamborgini berwarna merah masuk ke kawasan rumahnya, dahinya berkerut. “Nugu?” gumamnya bingung.

Pintu lamborgini itu terbuka, keluar seorang pria yang tak lain adalah Taehyun.

Chaerin tertegun dan menatap Taehyun tak percaya.

Taehyun tersenyum, “Sudah siap? Ayo..” panggilnya.

Chaerin terlihat bingung mendengar ucapan Taehyun, “Ne?”

Perjalanan menuju kampus.

“Kau punya mobil sekeren ini tapi tidak pernah membawanya? Ada apa denganmu?” Tanya Chaerin tak mengerti.

Taehyun tertawa kecil, “It’s not my style…” jawabnya.

“Humm.. daripada kau membawa sepeda kan lebih baik mobil..” ucap Chaerin aneh.

“Jika aku hanya sendiri memang sepeda lebih baik.. Tapi jika aku akan pergi denganmu, tidak mungkin dengan sepeda..” ucap Taehyun.

“Mwo? Jadi maksudmu aku tidak cocok dengan sepeda?” Tanya Chaerin aneh.

“Keurom.. kau kan sering mengenakan celana pendek atau rok, apa kau bisa naik sepeda seperti itu?” ledek Taehyun dan tertawa.

Chaerin merengut sebal, “Ya.. aku sudah sering mengenakan celana panjang sekarang, kau tau?”

Taehyun berusaha menghentikan tawanya sejenak, “Tapi aku serius, kau tidak cocok dengan sepeda. Karena itu aku menggunakan mobilku untuk pertama kalinya agar bisa menjemputmu..”

Chaerin kembali tersenyum, “Gumawoyo..” ucapnya dengan aegyo yang selalu membuat Taehyun tersenyum lebar.

Taehyun tertawa kecil dan kembali focus ke jalan.

“Oh ya.. aku mendapat tawaran menjadi model iklan lagi..” ucap Chaerin memberitau.

“Kau menerimanya kali ini?” Tanya Taehyun.

“Mmm.. tidak. Kupikir jika memang ingin masuk ke dunia entertainmen, aku harus bergabung dengan agensi dulu..” jawab Chaerin.

“Apa sudah yang menawari untuk bergabung dengan agensi?” Tanya Taehyun lagi.

“Sudah sihh.. tapi mereka hanya menangani actor. Aku ingin menjadi musisi, bukan sekedar berakting atau menjadi sampul majalah..” jawabChaerin.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya, namun ia masih ingin menyimpannya untuk nanti.

 

=YG Company=

Taehyun duduk bersama ayahnya dan seorang koreo dan pelatih vocal mendengarkan trainee-trainee yang akan menjadi projek pertamanya. Namun sudah semuanya yang bertalenta dan bertahun-tahun di training menunjukkan kemampuan mereka, ia tetap tak merasa menemukan orang yang tepat.

“Bagaimana menurutmu?” Tanya Tuan Nam pada putranya ketika mereka berjalan keluar dari ruang latihan.

Taehyun mengerutkan dahi, “Kurasa mereka tidak cocok dengan projekku.. Ketika mendengar mereka bernyanyi, mereka terdengar luar biasa. Tapi tidak mendapatkan apa yang benar-benar kucari..” ucapnya jujur.

Tuan Nam tampak serius, “Tidak ada? Memangnya orang seperti apa yang kau cari?”

“Aku ingin membentuk karisma yang besar. Juga terihat berani dan tidak ragu melakukan hal-hal baru. Bisa rap dan bernyanyi dengan baik meskipun tidak terlalu bisa mencapai nada tinggi. Aku juga merasa hip hop akan sangat bagus untukku..” jelas Taehyun sembari melangkah.

Tuan Nam mengangguk mengerti, “Jika begitu kenapa kau tidak membentuk grup saja? Disana aka nada vokalis, raper dan gerakan dance seirama. Bukankah itu lebih baik?”

Taehyun terlihat ragu, “Aniya, aku ingin solo.. grup tidak menjadi prioritasku sekarang karena sudah banyak grup-grup bermunculan tapi karena tidak memiliki kekompakan yang baik malah berantakan dan tidak pernah terdengar lagi.”

“Hmm.. lalu, apa kau ingin merekrut trainee dari agensi lain? Atau kau ingin mengadakan audisi terbuka?” Tanya Tuan Nam.

Taehyun tersenyum, “Aniya appa, aku sudah menemukannya..”

Tuan Nam tertegun dan berhenti melangkah, “Ne? nugu?”

“Kekasihku, Lee Chaerin..” jawab Taehyun tanpa ragu.

Tuan Nam tampak terkejut, “Taehyun, appa tau kau dan kekasihmu sedang menjadi sorotan. Tapi jangan lakukan hal seperti itu.. Kau hanya akan mendapatkan kesuksesan sementara..” ucapnya memperingati.

“Waeyo? Dia sangat berbakat.. Appa akan menyesal jika dia debut di agensi lain. Aku ingin memproduserinya dan mencinptakan lagu-lagu yang bagus untuknya. Atau paling tidak appa bisa mendengar bagaimana suaranya dulu..” ucap Taehyun meyakinkan ayahnya.

Tuan Nam tidak ingin meredupkan semangat putranya dan memilih setuju, “Keure, kapan appa bisa mendengarnya?”

“Besok..” jawab Taehyun lagi.

“Ne?! besok?” Tanya Tuan Nam tak percaya.

“Ne, aku memintanya datang besok untuk merekam demo musikku.. Dia belum tau tentang rencanaku ini.. besok appa datanglah sekitar pukul 2 ke studioku..” jawab Taehyun, lalu membungkuk sopan dan melangkah terlebih dulu.

Tuan Nam diam sejenak memperhatikan putranya, lalu tersenyum bangga. “Appa tau kau yang di takdirkan meneruskan perusahaan ini..” ucapnya, lalu melangkah menuju ruangannya.

Keesokan harinya.

“Wuaa.. keren..” puji Chaeri begitu masuk ruang studio bersama Taehyun.

Taehyun tersenyum memperhatikan studio musiknya yang sederhana namun sangat nyaman.

Chaerin mengedarkan pandangannya dan memandang Taehyun, “Kenapa kau tidak memajang photoku?”

Taehyun memandang Chaerin bingung, “Waeyo?”

“Kau akan bekerja dengan penyanyi-penyanyi cantik dan sexy, apa kau sengaja tidak terlihat terikat dengan gadis mana pun?” Tanya Chaerin kesal.

Taehyun langsung tertawa lucu mendenga ucapan Chaerin, “Aigoo.. kau benar-benar lucu Lee Chaerin..” ucapnya sambil mencubit pipi gadis itu gemas. “Sudah.. ayo mulai, aku akan memajangnya sangat besar tak lama lagi di dinding ini..” ucapnya sambil menunjuk dinding dan bergerak duduk.

Chaerin tersenyum senang meskipun hanya mendengarnya, lalu duduk di sebelah Taehyun. Pria itu memperdengarkan music yang akan di rekam dengan suara hari ini. Ia tak heran lagi jika music itu terdengar keren. Setelah mendengarkan instruksi pria itu, ia masuk ke ruang rekaman.

“Kau mendengarku?” Tanya Taehyun sambil menekan sebuah tombol.

“Ne..” jawab Chaerin yang sudah mengenakan headphone.

Taehyun kembali menekan tombol tadi, “Tidak perlu gugup, kau sangat keren..” ucapnya sambil tersenyum.

Chaerin tertawa kecil, “Araso..”

Taehyun memutar music dan mendengarkan. Awalnya gadis itu memang terdengar kaku. Setelah bagian itu selesai, ia kembali menekan tombol tadi. “Terdengar kaku, ulangi lagi..”

“Ne..” jawab Chaerin. Lalu mengulangi bagian yang tadi begitu music dimulai.

Taehyun mengangguk puas dan meneruskan rekaman mereka hingga bagian rap. Gadis itu tak ragu dan sangat mahir melafalkan kata demi kata dengan cepat. Ia menyadari seseorang masuk dan menoleh. Bibirnya membentuk senyuman melihat ayahnya.

“Dia sudah didalam?” Tanya Tuan Nam.

Taehyun mengangguk, lalu menekan tombol lagi ketika music selesai. “Good, ulangi dari awal..” ucapnya.

“Ne..” jawab Chaerin dan mulai bernyanyi dari awal lagi.

Taehyun mendengarkan Chaerin kembali bernyanyi, lalu memandang ayahnya yang juga mendengarkan dengan serius.

Tuan Nam menatap Taehyun kaget ketika mendengar Chaerin melafalkan rap tanpa kesalahan. Lalu mulutnya bergerak mengatakan, “Dia luar biasa..”

Taehyun tersenyum dan mengangguk, lalu menekan tombol tadi. “Okay babe, come here..” panggilnya.

“Okay..” jawab Chaerin sambil melepaskan headphone dan berjalan keluar. Ia sama sekali tidak mengetahui ada orang lain disana hingga ia melihatnya. Ia sangat terkejut mengetahui orang itu adalah CEO YG company sendiri, “Oh! a-annyeonghaseo..” sapanya sambil membungkuk sopan. Mendadak ia jadi sangat gugup.

“Oh.. ne, annyeonghaseo..” sapa Tuan Nam sambil tersenyum.

Taehyun bergerak bangkit sambil tersenyum pada ayahnya, “So?”

Tuan Nam memandang putranya dan mengangguk, lalu memandang Chaerin. “Lee Chaerin-ssi, kurasa kita harus membicarakan kontrak..”

Chaerin tertegun, “Ne?” Ucapnya dan memandang Taehyun tak percaya.

 

=Mobil Taehyun=

Taehyun tersenyum memperhatikan Chaerin yang memberitau ayah dan ibunya menggunakan bahasa perancis.

Chaerin menyudahi panggilan itu dan memandang Taehyun, “Ibuku sangat senang dan berkata akan membuatkan kostum khusus untuk debutku.. Hahaha..”

“Orang tuamu di Perancis?” Tanya Taehyun ingin tau.

“Ne, ayah dan ibuku tinggal di Paris sejak dua tahun yang lalu. Sekarang tinggal aku dan kakakku dirumah, juga sepupu kami..” Cerita Chaerin.

Taehyun mengangguk mengerti, ini pertama kalinya mereka membicarakan tentang keluarga mereka dan ia menyukainya. “Hmm.. Apa kau tidak merasa terbebani memilih jalan yang berbeda dengan keluargamu?”

Chaerin tersenyum, “Why? Different is good, right?

Taehyun tersenyum dan mengangguk, “Ne..” Ucapnya setuju, “Ibuku juga selalu mengatakan itu. Sejak kecil aku tidak suka menarik perhatian, juga tidak terlalu pandai bicara seperti hyungku. Atau pintar berbisnis seperti noona-ku. Tapi ibuku yakin aku akan menemukan jalanku meskipun berbeda dari yang lainnya..” Ceritanya.

“Ibumu benar..” Ucap Chaerin, “Lalu, apa keluargamu semuanya disini?”

“Ne.. Kami semua masih serumah. Appa, hyung dan noonaku..” Jawab Taehyun.

“Ibumu?” Tanya Chaerin ingin tau.

“Ibuku sudah lebih dulu ke surga..” Jawab Taehyun.

Chaerin tertegun, “Omo.. Mianeyo..”

“Gwenchana, aku yakin ibuku sudah bahagia disana..” Ucap Taehyun tenang.

Chaerin mengulurkan tangannya ke bahu Taehyun dan tersenyum hangat, “Kau tau? Menjadi berbeda itu keajaiban, seperti saat kau datang ke hidupku..” Ucapnya.

Taehyun tersenyum lucu, lalu mengelus rambut Chaerin. “Sudah kubilang itu tugas pria.. Kenapa kau terus melakukannya?”

Chaerin tertawa kecil, “Mian, aku terlalu serius..”

“Tapi aku suka mengikutimu..” Ucap Taehyun, lalu menghidupkan mesin dan menuju tempat selanjutnya.

 

=Setengah Tahun Kemudian=

“Yo mr. Idol..” Sapa Seunghyun sambil duduk di sebelah Jiyong.

Jiyong tersenyum cool, “Ya.. Kau melihat perform-ku kemarin kan? Wuaah.. Aku langsung mendapat award pendatang baru!” Ucapnya riang.

Seunghyun tersenyum sambil mengeluarkan majalah dari tasnya dan mulai membaca.

Jiyong menatap Seunghyun aneh, “Ya, katakan sesuatu.. Sahabatmu mendapat award pendatang baru!”

Seunghyun tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah, “Serius Ji, kau bisa bangga dengan cara seperti itu?” Tanyanya lucu.

“Mwoya? Aku akan menjadi artis besar, apa lagi?” Tanya Jiyong kesal.

Seunghyun memandang Jiyong lucu, “Berapa gadis yang di berikan CEO BIG entertainment untuk menemani bos penyelenggara acara itu?” Tanyanya seperti itu hal yang biasa.

Jiyong menatap Seunghyun kesal, “Itu bukan urusanku, yang kubutuhkan hanya popularitas. Itu hanya cara penjualan dari agensi, aku tidak terlibat sama sekali..”

Seunghyun hanya tersenyum tenang, “Kusarankan padamu, lebih baik kau segera membatalkan kontrak sebelum publik mencium cara busuk itu..”

“Wae? Publik tidak akan tau.. Uang menguasai semuanya!” Ucap Jiyong yakin.

“Ani.. Tidak semuanya, paling tidak kau harus berhati-hati padanya..” Ucap Seunghyun sambil mengangkat majalah memperlihatkan halamannya.

Mata Jiyong langsung membesar melihat photo Chaerin yang menjadi ambasaddor sebuah brand kosemtik.

“Jika kau baca disini, dia adalah trainee di YG company dan akan debut awal tahun besok..” Ucap Seunghyun lagi.

Jiyong mengambil majalah itu dan membacanya, “Mwo?! Apa-apaan dia?!”

“Kau harus tau semua yang terjadi dengan cara buruk akan menjadi buruk..” Ucap Seunghyun.

“Aissh! Diamlah!!” Ucap Jiyong kesal.

Seunghyun mengangkat bahu tanda tak ikut campur.

 

=Studio Musik Taehyun=

Chaerin membuka matanya perlahan dan merasakan seseorang membelai rambutnya, setelah beberapa saat ia menyadari kepalanya ada di atas pangkuan Taehyun dan tubuhnya berbaring miring di sofa. Kepalanya menoleh kearah pria itu dan tersenyum.

Taehyun memandang Chaerin sambil mengelus pipi gadis itu, “Kau siap untuk hari debutmu, CL-ssi?” Tanyanya menggunakan nama panggung yang di pilih kekasihnya.

Chaerin bergerak bangkit dan duduk disebelah Taehyun, “Aku masih belum yakin, tapi aku tidak sabar ingin segera bernyanyi diatas panggung dengan namaku sendiri..”

Taehyun senang mendengar ucapan gadis itu, “Sangat bagus.. Ayo bersiap..” Ucapnya sembari bangkit dan bersama gadis itu keluar.

Semalaman Chaerin tidak bisa tidur menjelang hari debutnya, jadi ia meminta Taehyun menemaninya di studio musik dan akhirnya bisa tidur di pangkuan pria itu walaupun hanya beberapa jam. Ia sudah merampungkan single debutnya, latihan dance keras, juga diet untuk mempertahankan postur tubuhnya walaupun kekasihnya tidak suka ia terlalu sexy.

 

=Ruang Tunggu=

Chaerin duduk memandangi wajah full make-up-nya dan kostum panggung debutnya yang dirancang khusus oleh ibunya tegang. Ia berusaha mengulang-ulang lirik lagu di kepalanya agar tidak melakukan kesalahan. Juga tekanan karena orang-orang sudah menyebutnya ‘artis domplengan’ akibat berita tentang hubungannya dan Taehyun yang memang mengorbitkannya sebagai artis. Banyak yang mencacinya di internet karena hal itu, banyak juga yang mendukungnya. Tapi ia tetap tak bisa mundur sekarang karena ini adalah mimpinya.

“CL!! On stage, 5 minutes!” Ucap seorang kru di pintu.

Chaerin agak terkejut, namun berusaha untuk menenangkan dirinya lagi.

“Ayo, Chaerin..” Ucap manajer Chaerin.

“Ne..” Jawab Chaerin dan bergerak bangkit, lalu dengan percaya diri melangkah bersama para back dancernya. Tidak lupa ia memberi salam pada senior-senior musisinya ketika berlalu.

“Hei..” Sapa Taehyun yang ternyata sudah menunggu di belakang panggung.

Chaerin tersenyum lebar, “Taehyun..”

“Woaa.. Neomu yepputa..” Puji Taehyun sambil memperhatikan penampilan kekasihnya.

Chaerin tersipu malu, “Jangan menggodaku sekarang, aku akan naik ke panggung..” Candanya sambil memukul bahu Taehyun pelan.

Taehyun tertawa kecil, “Keure.. Buat mereka tau kenapa aku berkeras menjadikanmu artis.. Arasso?”

Chaerin mengangguk, “Ne, arasso..”

Taehyun memegang belakang kepala Chaerin dan memajukan wajahnya.

Chaerin tertegun mendapatkan kecupan hangat di bibirnya.

Taehyun tersenyum, “Good luck kiss..” Ucapnya.

Chaerin tersenyum lebar, “Kau harus menyaksikan panggung debutku..” Ucapnya sambil mencubit pipi Taehyun dan berjalan ke panggung bersama yang lain.

Taehyun tersenyum dan berjalan memutari panggung agar bisa melihat dari depan. Ia cukup terkesan melihat banyak fans yang memegang banner CL di tangan mereka. Berarti promosi sebelum debut agensinya sangat berhasil.

 

=Beberapa Saat Kemudian=

Debut Chaerin menjadi fenomenal baru karena berhasil merajai puncak chart di beberapa stasiun televisi. Juga mendapat julukan rookie monster karena keberhasilan singlenya. Pihak agensi merayakan keberhasilan Chaerin menyabet juara mingguan dari sebuah acara musik di sebuah klub. Semua orang berpesta dan mabuk, hingga sesuatu terjadi.

Chaerin membuka matanya dan memperhatikan sekitar sambil memijat dahinya untuk mengurangi sakit di kepalanya. Dahinya berkerut menyadari itu bukan kamarnya dan lebih terkejut lagi menyadari ia tak mengenakan sehelai benang pun di balik selimut yang menutupi tubuhnya. Ia memandang ke samping dan menemukan seorang pria tidur membelakanginya, terlihat juga pria itu tak mengenakan apa pun. Ia menahan selimut itu di tubuhnya dan berusaha melihat siapa pria itu.

“Hmm.. Jangan ganggu aku Chaerin..” Gumam Taehyun sebal karena tempat tidur terus bergerak.

Chaerin menghela nafas lega mengetahui pria yang bersamanya adalah Taehyun. Akan menjadi skandal lebih besar jika ia tertangkap tidur dengan pria lain. Ia kembali memandang sekitar dan sadar ia ada di kamar Taehyun, lalu kembali mendekati pria itu. “Taehyun-a, kita ada di rumahmu?” Tanyanya memastikan.

“Ne..” Jawab Taehyun setengah sadar.

“Bagaimana aku bisa tiba disini?” Tanya Chaerin ingin tau.

“Semalam supir agensi mengantarkan kita, tapi karena kau sangat mabuk aku meminta di bawa ke rumahku saja..” Jawab Taehyun masih dengan mata terpejam.

“Lalu, kenapa kita malah berakhir seperti ini?” Tanya Chaerin lagi.

Taehyun membuka mata dan berbalik memandang Chaerin, “Jika aku berkata kau yang menggodaku ke tempat tidur, apa kau akan percaya?”

Chaerin tertegun, “Ne? Aku?”

Taehyun mencubit pipi Chaerin, “Apa aku pernah memulai sesuatu terlebih dulu?”

Wajah Chaerin merona merah, “Ahh.. Aku sangat malu..” Ucapnya sambil membanting tubuhnya ke tempat tidur membelakangi Taehyun.

Taehyun tertawa kecil dan memeluk Chaerin dari belakang, “Selamat pagi..” Ucapnya dan mencium pipi gadis itu.

Chaerin tersenyum malu dan memandang Taehyun, “Morning..”

“Ayo.. Segera bangun, sarapan pagi pukul setengah 7.. Ucap Taehyun sembari bangkit.

“Ne? Sarapan?” Ucap Chaerin sambil menahan tangan Taehyun, “Maksudmu, sarapan bersama keluargamu?”

Taehyun mengangguk, “Tentu saja..”

“A-apa aku harus ikut?” Tanya Chaerin ragu.

Taehyun tersenyum, “Tentu saja, noonaku tau kau pulang bersamaku semalam..”

Chaerin tidak bisa mengelak lagi sekarang, “Ahhh.. Eoteokhe?”

Taehyun tertawa kecil dan bergerak bangkit.

Pukul 7..

Chaerin keluar dari kamar bersama Taehyun mengenakan kaus pria itu dan celana training, karena pakaian yang ia kenakan semalam terlalu sexy untuk di gunakan saat sarapan.

“Selamat pagi..” Sapa Taehyun melihat keluarganya tanpa Seungri sudah duduk di ruang makan.

Chaerin tersenyum malu sambil membungkuk sopan, “Annyeonghaseo..” Sapanya.

“Wuaaa.. Ini adik iparku? Kenapa kau baru muncul sekarang?” Tanya Bom senang.

Chaerin tersipu malu mendengar pertanyaan Bom.

“Ayo duduk..” Ucap Taehyun sambil menunjuk kursi di sebelahnya.

Chaerin bergerak duduk.

“Chaerin-i, bagaimana pengalaman debutmu?” Tanya Tuan Nam sambil tersenyum.

Chaerin tertegun mendengar Tuan Nam memanggil namanya seakrab itu, biasanya pria yang merupakan bosnya itu memanggil ‘CL-ssi’ atau ‘Lee Chaerin-ssi’. “Mmm.. Sangat menyenangkan, sajangnim..” Jawabnya pelan.

Tuan Nam tertawa kecil, “Jika di rumah jangan terlalu kaku, Chaerin..”

“Ne? Oh.. Ne..” Jawab Chaerin dengan senyuman malunya.

“Kau sangat keren, bagaimana caramu menjadi sangat karismatik di panggung dan sangat pemalu disini?” Tanya Bom.

Chaerin tertawa malu, “Aku juga tidak tau..”

“Noona, biarkan dia makan dulu..” Ucap Taehyun.

“Ohh.. Miane, aku sampai lupa.. Makanlah Chaerin-ssi..” Ucap Bom.

“Ne, eonni..” Jawab Chaerin pelan.

Berada di tengah keluarga Taehyun membuatnya gugup, namun Chaerin senang sambutan yang ia dapatkan sangat baik.

“Good Morning..” Sapa Seungri sembari memasuki ruang makan.

“Seungri-a, ayo sarapan..” Panggil Tuan Nam.

Chaerin menoleh dan tertegun melihat Seungri.

“Seungri-a, sudah kubilang jangan gunakan baju semi formal begitu untuk wawancara. Itu membosankan!” Protes Bom sebal.

“Waeyo? Aku suka seperti ini..” Ucap Seungri sembari duduk, saat itu ia baru menyadari ada Chaerin di depannya. “Oh.. CL ada disini?” Candanya.

Chaerin memandang Seungri bingung, “Kenapa anda ada disini?” Tanyanya formal.

Semuanya hening sesaat, lalu mulai tertawa mendengar pertanyaan Chaerin juga keformalan dalam bicaranya.

Chaerin memandang Taehyun bingung, “Waeyo?”

“Dia hyungku..” Jawab Taehyun.

Chaerin tertegun, “Ne?”

Taehyun menatap Chaerin lucu, “Ne..”

Chaerin menatap Seungri tak percaya, “Oh.. Cesonghamida..” Ucapnya malu.

Seungri tertawa kecil, “Gwenchana..” Ucapnya, “Oh.. Apa semalam dia tidur di kamarmu?” Tanyanya pada Taehyun.

“Ne, waeyo hyung?” Tanya Taehyun.

Seungri diam sejenak melirik kedua orang itu dengan senyuman jahilnya, “Ooohh.. Pantas saja aku mendengar ada seseorang yang berteriak semalam..” Ucapnya.

Chaerin terpaku menatap Seungri dengan mata membesar, “N-ne?”

Bom dan Tuan Nam langsung menahan tawa.

Taehyun menatap Seungri kesal, “Hyung!”

Chaerin merasa wajahnya semerah tomat sekarang dan menatap Taehyun dengan tatapan, ‘Jinja?!!!!!’

Taehyun menghela nafas dalam melihat ekspresi Chaerin, “Aniya, hyungku hanya meledek.. Kamarku kedap suara..”

Chaerin kembali memandang Seungri yang sekarang tertawa lucu.

“Aku bahkan tak tau kau tiba..” Ucap Seungri sambil tertawa.

Chaerin tertawa malu. Jika apa yang dikatakan Seungri memang benar, ia pasti sangat malu.

 

=Sebuah Acara Penghargaan=

“Hei CL..” Sapa Jiyong ketika melihat Chaerin berlalu di lorong menuju tempat acara.

Chaerin berhenti sambil memutar bola matanya kesal, lalu berbalik menatap Jiyong. “Mwo?”

Jiyong tersenyum, “Hmm.. Lama tak bertemu, kau semakin sexy..”

“Arayo..” Ucap Chaerin, lalu kembali berbalik.

“Keurom, jika kau tidak sexy mana mungkin Nam Taehyun akan menjadi kekasihmu..” Ucap Jiyong sambil menahan tawa mengikuti Chaerin dari belakang.

Chaerin berhenti dan berbalik menatap Jiyong kesal, “Kau masih suka melontarkan omong kosong Kwon Jiyong?” Tanyanya.

Jiyong mengangkat bahu, “Entahlah.. aku hanya ingin melihat apa kau masih sama seperti Chaerin yang kukenal dulu? Sangat menggilai Nam Taehyun?”

Mata Chaerin menyipit menatap Jiyong tajam, “Sikeuro!” Ucapnya, lalu berbalik dan berjalan pergi.

“Hmm.. Sepertinya CL harus berhati-hati agar composer Nam Taehyun tidak digoda gadis lain..” Ucap Jiyong dengan suara keras agar Chaerin mendengarnya, lalu tertawa sinis.

Chaerin menahan rasa kesalnya sambil terus berjalan. Namun ucapan Jiyong entah mengapa mengganggu pikirannya. Ia tak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Terutama pada pria. Selama ini ia selalu menjadi orang yang diinginkan, menginginkan seseorang seperti ini terkadang membuatnya stress.

 

=Suatu Sore=

Chaerin yang berada di ruang wardrobe untuk bersiap melakukan pemotretan untuk sebuah majalah menatap ponselnya serius sambil mengetik pesan untuk Taehyun.

Chaerin_Lee: Taehyun-a, kau masih di studio musik?

Taehyun yang sedang bekerja di studio musiknya mengambil ponselnya di meja dan membaca pesan Chaerin sambil menekan tombol di depannya, “Changkeuman, noona..” Ucapnya.

“Ne..” Jawab Lee Hyori. Seorang aktris senior yang terkenal sebagai icon sexy dan wajahnya yang cantik. Ia akan merilis album barunya dan ingin bekerja sama dengan composer yang berhasil melambungkan nama Chaerin dengan karya-karyanya.

Taehyun segera membalas pesan Chaerin. Kemudian menekan tombol tadi, “Keure, kita mulai lagi..”

“Oke..” Jawab Lee Hyori dan bersiap untuk memulai.

NamTaehyun: ne..

Dahi Chaerin berkerut membaca pesan sangat singkat Taehyun. Lalu kembali mengetik.

Chaerin_Lee: apa sangat sibuk? Apa yang kau lakukan?

Chaerin menunggu balasan Taehyun serius, namun tak kunjung mendapat balasa. Bahkan setelah ia menyelesaikan sesi photonya.

“Aissh.. Apa yang sebenarnya ia lakukan?!” Gumamnya kesal dan kembali mengirimkan pesan.

Chaerin_Lee: kenapa kau tidak membalas pesanku? Ya!!

Studio musik.

Taehyun sedang mendengar hasil rekaman Lee Hyori tadi bersama sang penyanyi, lalu memandang gadis itu.

“Hmm.. Aku suka..” Ucap Lee Hyori setelah mendengar keseluruhannya, “Kau bisa mengeditnya dulu dan kita dengarkan lagi..”

Taehyun mengangguk, “Keure, aku akan segera menghubungimu..” Ucapnya.

“Kalau begitu aku pamit untuk hari ini, gamshamida Nam Taehyun-ssi..” Ucap Lee Hyori.

Taehyun bangkit dan membungkuk sopan pada Lee Hyori. Setelah sang penyanyi pergi, ia kembali duduk sambil memijat pundaknya yang terasa pegal. Matanya memandanh ponsel dan mengambil benda itu. Ada beberapa pesan dari Chaerin yang terkesan marah. Ia menghela nafas dalam dan membalas.

NamTaehyun: kenapa kau selalu mencurigaiku, Lee Chaerin?

Taehyun geleng-geleng kepala sambil meletakkan ponselnya di meja. Namun tak lama ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk, ia sudah menebak pasti Chaerin dan langsung mengangkatnya. “Ya.. Hentikan! Kenapa kau selalu mencurigaiku?!” Tanyanya kesal.

“Nam Taehyun-ssi..” Ucap suara seorang pria di seberang.

Taehyun tertegun, “Oh.. Nuguseyo?”

“Kau lupa suaraku?” Tanya pria itu dan tertawa sinis.

Dahi Taehyun berkerut dan memandang layar ponselnya, tidak ada nama sang pemanggil. Lalu kembali menempelkan ponsel ke telinga. “Nuguseyo?” tanyanya terdengar tidak senang.

“Kau akan mengingatku setelah aku mengirimkan photo-photo ini..” ucap pria itu dan telepon terputus.

Taehyun tertegun dan memandang ponselnya dengan dahi berkerut, “Mwoya?” gumamnya aneh. Namun tak lama pesan gambar masuk. Ia membukanya dan melihat photo apa yang di maksud pria tadi. Matanya membesar melihat itu adalah photo-photo sensual Chaerin di sebuah ruangan gelap yang terlihat seperti ruang VIP klub. Tidak hanya satu, ada beberapa photo seperti itu. ia menggemertakkan giginya mengetahui siapa yang menghubunginya, lalu memanggil nomor yang tadi menghubunginya. “Apa maumu director Noh?!” tanyanya dingin.

Pria yang tak lain adalah director Noh itu tertawa sinis, “Bagus, ingatanmu sudah kembali Nam Taehyun..”

“Bagaimana kau bisa mendapatkannya?! Aku sudah mengambil memori kameramu!” ucapTaehyun kesal.

Director Noh terkekeh meremehkan Taehyun, “Anak muda, aku ini professional.. Setelah memotret seseorang yang akan kujadikan umpan, aku akan mengganti memori kameraku dengan yang lain untuk tidak meninggalkan jejak.. Ternyata kau masih terlalu polos Nam Taehyun.”

Taehyun memejamkan mata mendengar ucapan director Noh dan mengelus dahinya menahan emosi, “Apa maumu?” tanyanya tertahan. Ia bisa membayangkan pria itu menyeringai senang sekarang.

“Kau tau, uang memegang segalanya..” jawab Direktor Noh tenang.

“Berapa yang kau mau?” Tanya Taehyun berusaha untuk tidak terpancing.

“100 juta per-photo.. Bagaimana?” Tanya Direktor Noh dan tertawa.

Taehyun terkejut, “Mwo?! Ya!! Micheoseo?!!” serunya.

“Terserah padamu.. Jika kau tidak mengirimkan uang untuk 8 photo yang ada padaku, aku akan memposting photo ini ke internet dengan berita yang tentunya akan membuat penyanyi kesayanganmu ini jatuh ke dasar popularitasnya.” Ucap director Noh santai, “Well.. karir gadismu ada di tanganmu, Nam Taehyun.. Kuberi waktu 2 mingguuntuk menentukan tempat pertukaran. Jika polisi juga terlibat, kau akan menyesalinya..” dan telepon langsung terputus.

Taehyun terdiam di tempatnya sesaat, lalu menurunkan ponsel dari telinga sambil mengelus dahinya. “100 juta perphoto?” gumamnya frustasi. “800 juta?” gumamnya lagi. ponselnya berbunyi lagi dan ia langsung memandang layarnya, terlihat nama Chaerin berkedip-kedip disana. Ia menghela nafas dalam dan menempelkan ponsel ke telinganya, “Ne..”

“Ya.. siapa yang berbicara denganmu tadi? Kenapa selalu sibuk?!” Tanya Chaerin kesal.

Taehyun diam sejenak sambil menghela nafas, “Temanku..”

“Nugu? Yeoja?!” Tanya Chaerin lagi.

“Aniya, namja..” jawab Taehyun.

“Hmm.. begitu..” nada bicara Chaerin kembali normal, “Kau sedang apa? Aku bosan menunggu break..” ucapnya.

“Aku masih di studioku..” jawab Tawhyun.

“Taehyun-a, kudengar ada penyanyi dari luar agensi yang ingin bekerja sama denganmu, nugu?” Tanya Chaerin ingin tau.

“Jika aku menyebutkannya kau akan mencurigaiku lagi..” ucap Taehyun.

“Aniya, sebutkan saja.. Ppali..” bujuk Chaerin.

“Keure, tapi kau yang ingin tau..” ucap Taehyun, “Lee Hyori..”

Chaerin tertegun, “Lee.. Hyori?”

“Ne..” jawab Taehyun.

“Aissh!! Kenapa kau tidak memberitauku sejak kemarin?! Apa kau hanya berdua bersamanya?! Kau tidak memperhatikan tubuhnya kan?!” Tanya Chaerin kesal.

Taehyun menunduk lesu sambil memijat pangkal hidungnya, “Chaerin, apa kau tidak bisa sekali saja tidak mencurigaiku? Memangnya aku begitu tampan hingga akan menggoda gadis lain?”

“Mungkin kau tidak, tapi mereka yang akan menggodamu.. Araso?” Tanya Chaerin.

“Ya.. yang berani menggodaku hanya kau, Lee Chaerin.. Sudahlah.. kembali focus pada pekerjaanmu, kita bertemu saat makan malam..” ucap Taehyun dan memutuskan telepon. Ia diam lagi sambil memandang ponselnya, lalu melihat photo-photo Chaerin yang tadi di kirim director Noh padanya. Photo-photo itu memang tidak memperlihatkan tubuh kekasihnya tapi terlihat sangat sensual. Dengan photo-photo ini akan memberi dampak besar dengan imej sexy dan energik yang dibangun kekasihnya. “Apa aku punya uang sebanyak itu?” gumamnya lagi.

 

=Rumah Taehyun=

Taehyun melangkah menaiki tangga menuju kamarnya sambil berpikir bagaiman cara ia mengumpulkan uang 800 juta selama 2 minggu. Ia memang berasal dari keluarga kaya, tapi hasil jerih payahnya belum mencapai angka sebesar itu dan tidak mungkin ia meminta pada ayahnya. Itu akan menimbulkan kecurigaan dan ia juga tidak ingin keluarganya tau tentang hal ini. Ketika tiba di depan pintu kamarnya, ia tertegun mengingat sesuatu. ‘Apa aku harus menjual mobilku?’ batinnya.

 

=Studio Musik=

Lee Hyori membaca kertas liriknya lagi karena merasa ada yang ingin di revisi, matanya kembali melirik Taehyun yang terlihat sedang memikirkan sesuatu yang berat. “Hei.. ada apa denganmu?”

Taehyun tertegun dan memandang Hyori, “Ne? Oh.. aniya.. aku hanya memikirkan sesuatu..” ucapnya dan tertawa kecil.

Hyori menatap Taehyun lucu, “Waeyo? Kau memikirkan kekasihmu sedang apa diluaran sana?” ledeknya.

Taehyun tersenyum tipis, “Aniya, noona..”

“Tapi aku melihat sepertinya kau tidak focus, wae? Apa kau tidak bisa melanjutkannya sekarang?” Tanya Hyori.

Taehyun menghela nafas dalam dan memandang Hyori, “Noona, kudengar kekasihmu bergabung di kelompok pengoleksi mobil-mobil mewah. Apa kau bisa membantuku?”

Hyori memandang Taehyun ingin tau, “Membantu apa?”

Parkiran.

Mata Hyori membesar melihat mobil merah lamborgini Taehyun, “Wuaa.. ini milikmu?”

Taehyun mengangguk, “Ne.. aku ingin menjualnya. Apa kau bisa membantuku?”

Hyori menatap Taehyun bingung, “Waeyo? Apa sangat mendesak?”

“Ne, aku harus mendapatkan uang dengan jumlah besar dalam waktu 2 minggu. Aku benar-benar membutuhkannya..” ucap Taehyun meyakinkan.

Hyori diam sejenak, “Mmm.. begini saja, ikut aku ke pertemuan itu dan biarkan mereka yang memilihnya. Othe?”

Taehyun mengangguk setuju, “Keure..”

 

=Rumah Chaerin=

“Taehyun-a, bagaimana jika kau ikut saat aku ke Hongkong untuk tampil di konser k-pop itu?” Tanya Chaerin saat dirinya dan Taehyun duduk di kamarnya.

“Wae? Kau kan sudah di temani stylist, backdancer, juga manajermu.. Aku masih harus merampungkan musikku untuk album keduamu..” ucap Taehyun.

Chaerin menghela nafas dalam, “Tunda saja.. aku kan perginya hanya beberapa hari. Ne.. nee..” bujuknya.

Taehyun tersenyum lucu memandang Chaerin, “Kau terkadang menyebalkan, tapi juga menyenangkan..”

“Aissh.. siapa yang menyebalkan?” Tanya Chaerin kesal.

“Tapi aku suka kau yang seperti ini..” jawab Taehyun dengan senyuman manisnya.

Wajah Chaerin langsung merona dan tersenyum malu. “Tentu saja, aku gadis paling cantik dan sexy kan?”

Taehyun tertawa kecil dan mencubit kedua pipi gadis itu gemas, “Kau ini, gadis sexy bukan tipeku..”

“Mwo? Lalu kenapa kau bersamaku selama hampir 3 tahun ini?!” Tanya Chaerin sebal.

“Karena kau menggemaskan..” jawab Taehyun.

Chaerin tersenyum malu, “Kau sangat lucu Nam Taehyun..” ucapnya sambil memeluk leher pria itu.

Taehyun mengelus rambut Chaerin lembut dan memeluknya. Ia tidak ingin gadis kesayangannya mendapatkan hal buruk dalam mencapai mimpinya, ia akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan gadis yang ia cintai ini.

 

=Beberapa Hari Kemudian=

Chaerin masuk ke kamar hotelnya dan menutup pintu, lalu melangkah menuju tempat tidur di kamar hotelnya. Ia bisa menghela nafas lega karena telah menyelesaikan penampilannya di konser gabungan K-pop di Hongkong. Tubuhnya terasa lelah, namun pikirannya masih ingin menghubungi seseorang. Ia membanting tubuhnya ke tempat tidur dan mengambil ponselnya, lalu menghubungi Taehyun. Tak butuh waktu lama pria itu langsung menjawabnya.

“Ne..” Jawab Taehyun.

“Kau sedang apa? Kenapa tidak menghubungiku?” Tanya Chaerin dengan suara lelahnya, meskipun begitu tetap terdengar kesal.

“Bisa tidak sekali saja kau tidak berbicara dengan nada kesal ketika menghubungiku dari jauh?” Tanya Taehyun aneh.

“Lalu kenapa kau tidak menghubungiku terlebih dulu dan ingin tau apa yang kulakukan?” Tanya Chaerin sebal.

“Kau kan kesana untuk bekerja, jadi aku tidak boleh mengganggumu..” jawab Taehyun membela diri.

“Aissh.. memangnya kau pernah menghubungiku terlebih dulu?” Tanya Chaerin lagi.

Terdengar Taehyun menghela nafas panjang, “Chaerin, kecurigaanmu itu sangat tidak baik. Aku tidak tau sampai kapan aku bisa bersabar menghadapinya, jadi hentikan itu..” ucapnya pelan.

“Mwo?! Maksudmu kau yang selalu bersabar padaku? Memangnya aku bisa bersabar dengan sikap cuekmu?” Tanya Chaerin kesal.

“Istirahatlah.. kita bertemu setelah kau kembali..” ucap Taehyun, “Selamat malam..” ucapnya dan memutuskan telepon.

Chaerin tertegun Taehyun memutuskan telepon dan menatap layar ponselnya, “Aissh.. anak ini!” gumamnya, lalu melempar ponsel ke sisi tempat tidur yang lain dan bangkit untuk membersihkan make-up dan bersiap tidur.

Rumah Taehyun.

Taehyun menarik ponsel dari telinganya dan memandang layarnya sejenak, lalu menghela nafas dalam dan bergerak bangkit. Ia keluar dari kamar dan menuju pintu kamar Bom, “Noona..” panggilnya sambil mengetuk pintu.

“Ne, masuklaah..” jawab Bom dari dalam.

Taehyun membuka pintu dan memandang ke dalam, kakaknya terlihat sedang melakukan perawatan wajah sebelum tidur.

Bom memandang Taehyun, “Waeyo?” tanyanya ingin tau.

Taehyun masuk kedalam dan kembali menutup pintu, lalu menghampiri kakaknya sambil menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah kakaknya. “Noona, ada yang inign kubicarakan denganmu…”

“Mwo?” Tanya Bom sambil melanjutkan kegiatannya.

“Mmm..” Taehyun mengumpulkan kalimat-kalimat yang akan ia ucapkan, “Noona, aku berpikir untuk menjual mobilku..” ucapnya pelan. Ia perlu memberitau Bom karena itu pemberian dari kakaknya itu.

Bom tertegun dan menatap Taehyun kaget, “Ne? wae? Kau sudah bosan?”

“Aniya.. bukan seperti itu.. Hanya saja…” Taehyun kembali memikirkan kalimat yang akan ia sampaikan, “Aku membutuhkan uang saat ini, jadi kupikir akan menjualnya sebentar dengan kenalanku, lalu menebusnya lagi setelah aku mendapatkan uangnya lagi..”

Bom mengerutkan dahi, “Berapa yang kubutuhkan?”

“Aniya, aku tidak akan meminta darimu. Aku akan mengusahakannya sendiri..” ucap Taehyun cepat.

“Apakah sangat besar? Kenapa tiba-tiba kau butuh uang seperti ini? Apa kau…..” Bom melotot menatap Taehyun, “Kau menggunakan narkoba?!”

Taehyun menggeleng cepat, “Aniya! Aniya noona! Aku tidak akan mendekatinya.. Aku bersumpah!”

“Lalu, untuk apa uang itu? mobilmu sangat mahal Taehyun, untuk apa uang sebanyak itu?!” Tanya Bom kesal.

Taehyun mengelus bagian belakang kepalanya, “Aku… aku ingin membeli sound system baru noona..” ucapnya berbohong.

Bom terdiam, “Sound system?”

Taehyun mengangguk pelan.

“Wae? Jika sound system kau bisa memintanya dari agensi kan? Kenapa kau harus menggunakan uangmu?” Tanya Bom masih curiga.

“Karena…” Taehyun berusaha berpikir cepat untuk menemukan alasannya, “.. sound system itu sudah kupesan sejak sebulan lalu akan tiba beberapa hari lagi, jadi aku harus melunasinya sebelum pengiriman. Jika menunggu dari agensi pasti akan lama..” ucapnya berusaha menjelaskan.

Bom terlihat mulai percaya, “Tapi kan tidak perlu menjual mobilmu, aku akan meminjami uang dulu. Lalu kau bisa mencicilnya..” ucapnya.

“Aniya noona.. aku tidak ingin menyusahkanmu.. aku akan berusaha sendiri..” ucap Taehyun.

Bom diam sejenak sambil berpikir, “Mmm.. keure, terserah kau saja..” ucapnya.

Taehyun tersenyum, “Gumawoyo noona..” ucapnya, lalu bangkit dan berjalan keluar. Setelah menutup pintu kamar Bom, ia langsung melangkah menuju tangga sambil menghubungi seseorang. “Noona, aku akan menjemputmu sekarang.” Ucapnya.

 

=Van Chaerin=

Chaerin dalam perjalanannya dari bandara Incheon kembali ke rumah. Tentu saja hal pertama yang ia lakukan adalah menghubungi Taehyun. Ia menunggu agak lama hingga panggilan itu terangkat.

“Oh.. Chaerin..” sapa Taehyun.

“Odiso? Aku sudah tiba di Seoul..” ucap Chaerin langsung.

“Aku ada acara bersama teman-temanku, nanti malam aku akan menghubungimu lagi.” ucap Taehyun.

“YA!” seru Chaerin sebelum Taehyun menutup telepon.

Terdengar Taehyun menghela nafas dalam, “Wae?”

“Kau bersama siapa? Kenapa terdengar ramai sekali?!” Tanya Chaerin kesal.

“Kan kubilang teman-temanku.. tentu saja ramai..” jawab Taehyun berusaha memberi pengertian.

“Teman yang mana? Aku akan kesana.. Dimana tempatnya?!” Tanya Chaerin langsung.

“Andwaeyo, istirahatlah dulu. Kita bertemu nanti..” jawab Taehyun dan langsung memutuskan telepon.

“YA!! Aisssh!!” seru Chaerin kesal pada ponselnya.

“Chaerin-a, Taehyun tidak akan selingkuh.. Dia itu pria setia, kenapa kau selalu curiga?” Tanya, Yurim, stylis Chaerin lucu.

Chaerin menatap stylist yang sudah seperti sahabatnya itu kesal, “Shikero!” ucapnya dan kembali memandang ponselnya, lalu menghubungi semua orang yang ia kenal yang juga mengenal Taehyun untuk tau dimana kekasihnya itu.

Yurim itu hanya geleng-geleng kepala dan mengambil ponselnya untuk melihat berita terbaru tentang artisnya. Setelah beberapa saat ia menemukan sebuah berita tentang Lee Hyori yang di antar jemput pria misterius semalam. Ia tertegun dan memandang Chaerin, “Chaerin-a, aku tidak bermaksud mengompori.. Tapi, bukankah ini mobil Taehyun?” tanyanya sambil memperlihatkan photo yang memperlihatkan sang penyanyi senior mengenakan jaket bertudung dan topi di pinggir jalan hendak masuk ke sebuah mobil sedan lamborgini berwarna merah, juga ketika gadis itu keluar di tempat yang sama.

Chaerin memperhatikan photo itu dan melotot, “Aissh!!! Aku sudah memperingatinya!” ucapnya kesal, lalu memandang temannya itu. “Eonni, hubungi siapa pun kenalanmu yang tau dimana Lee Hyori sekarang!!!”

Yurim terkejut melihat gads iu terlihat sangat kesal dan segera menghubungi siapa pun yang mengenal Hyori.

 

=Sebuah Klub Mobil Mewah=

Seorang pria tinggi tersenyum melihat mobil Taehyun dan memandang pria itu, “Aku suka mesinnya, juga perawatanmu sangat bagus.. Aku setuju untuk membelinya..” ucapnya sambil mengulurkan tangan.

Taehyun tersenyum dan menjabat tangan pria itu, “Ne, gumawoyo hyung..” ucapnya.

Hyori yang berdiri di sebelah Taehyun tersenyum, “Kau harus menjaganya, mobil ini kesayangan Taehyun..” ucapnya sambil melirik pria itu.

Taehyun tertawa kecil, “Akan segera menjadi milikmu hyung.. Dan, kapan aku bisa mendapatkan uang mukanya?”

“Aku akan mentransfer setengahnya besok, lalu setelah semua urusan kita selesai aku akan melunasinya..” jawabpria itu.

Taehyun mengangguk mengerti, “Keure, sekali lagi terima kasih hyung..”

Setelah itu.

“Kau tidak akan sedih melepaskan mobilmu?” Tanya Hyori sambil tersenyum.

Taehyun memandang mobilnya lagi dan menghela nafas dalam, “Mmm.. sedikit..” jawabnya.

Hyori tertawa kecil, “Gwenchana, kau bisa membeli yang lebih mewah nanti..” ucapnya.

Taehyun tersenyum dan mengangguk. Sekarang tersisa beberapa hari sebelum waktu yang di berikan dorektor Noh habis. Setelah uang pembayaran itu sudah bisa menebus semua photo itu, namun yang membuatnya berat karena mobil itu diberikan Bom padanya.

“Kau butuh tumpangan?” Tanya Hyori.

Taehyun mengangguk lagi, “Jika kau tidak keberatan, noona..”

Hyori tertawa kecil, “Keure, aku akan mencari kekasihku sebentar..” ucapnya.

“Keure..” ucap Taehyun setuju.

“Nam Taehyun!”

Hyori yang hendak pergi spontan memandang kearah orang yang berseru tadi bersamaan dengan Taehyun sendiri.

Taehyun tertegun melihat Chaerin muncul disana, “Chaerin?” ucapnya bingung ketika gadis itu melangkah menghampirinya.

PLAKK!!”

Wajah Taehyun menghadap kesatu sisi karena tamparan tiba-tiba Chaerin dan menatap gadis itu kaget sambil memegang pipinya.

Hyori dan orang-orang disana juga terkejut dengan kejadian tiba-tiba itu.

Chaerin menatap Taehyun marah, lalu menatap Hyori. “Sanbae-nim, aku tau kau sangat terkenal.. Tapi apa kau tidak bisa membatasi dirimu dengan kekasih orang lain?!” tanyanya kesal.

Hyori tertegun, “Ne?”

Taehyun langsung memegang kedua bahu Chaerin, “Chaerin, ayo pergi..” ucapnya sambil menarik gadis itu dan memandang Hyori, “Cesonghamida, noona.. Gumopta..” ucapnya sambil terus menarik Chaerin.

Chaerin terkejut Taehyun memanggil Hyori ‘noona’, berarti mereka sudah cukup akrab sekarang. “Mwo?! Noona?!”

“Chaerin!” seru Taehyun tertahan dan menyeret gadis itu pergi karena orang-orang terlihat mulai terganggu dengan keberadaan Chaerin.

Chaerin berusaha menarik tangannya yang di seret Taehyun hingga mereka menjauh dari tempat itu.

Taehyun akhirnya melepaskan tangan Chaerin dan menatap gadis itu marah, “Apa-apaan kau?! Kenapa kau bersikap seperti itu di depan public?! Kau itu artis, Lee Chaerin!”

Chaerin tak kalah marah mendengar seruan Taehyun, “Wae?! Agar kau bisa menghabiskan waktumu bersama gadis itu?! Ya! Apa kau pecinta wanita lebih tua sekarang?!! Apa aku tidak cukup?!!” serunya.

Taehyun berusaha menahan amarahnya yang hampir memuncak, jika ia membalas ucapan gadis itu bisa saja ia lepas kendali dan memukul gadis itu atau mengatakan sesuatu yang mungkin tidak akan bisa di maafkan gadis itu. ia menghela nafas dalam sambil mendongak dan memalingkan wajahnya.

Chaerin menatap wajah Taehyun yang terlihat marah namun berusaha menahannya, “Mwo?! Kau tidak mengatakan apa pun?!”

Taehyun terus berusaha tidak membalas agar Chaerin bisa mereda sendiri seperti biasa, namun kali ini ia salah.

Chaerin melangkah maju dan mendorong Taehyun hingga mundur selangkah, “Nam Taehyun! Ini yang kau bilang bersabar untukku?! Ini maksudmu?! Bersabar menghadapiku yang menyebalkan?! Yang membuatmu muak hingga kau berpikir bersama gadis lain lebih menyenangkan?! Dan semua ini adalah salahku karena terlalu egois?! Itu maksudmu?!!”

Taehyun memandang kebawah menetralkan perasaannya, “Chaerin, kemanhe..” ucapnya pelan.

“Kau tidak tau aku selalu muak dengan sikap sok dewasamu, Nam Taehyun?!! Dan kau berkata kau muak dengan sifatku?!! Keure!! Kita akhiri saja hubungan ini! Lagi pula sejak awal hanya aku yang menginginkannnya! Aku tau itu!!” seru Chaerin lagi.

Taehyun tertegun dan menatap Chaerin tak percaya, “Chaerin…”

“Mwo?! Itu yang kau tunggu aku ucapkan kan?! Ne!! aku mengatakannya sekarang!! KITA BERAKHIR, NAM TAEHYUN!!” teriak Chaerin di ujung kalimatnya dan berjalan pergi sambil mendorong pria itu ke sisi kanan agar bisa berlalu.

Taehyun benar-benar tak percaya Chaerin mengatakannya begitu saja, lalu berbalik memandang gadis itu yang langsung masuk ke van yang menunggunya. Terlihat Yurim berdiri di pintu bingung memandangnya dan gadis itu.

“Eonni!! Cepat masuk!” seru Chaerin dari dalam van.

“Miane, Taehyun-a..” ucap Yurim dan masuk ke dalam van.

Taehyun hanya berdiri disana memperhatikan van itu pergi. dadanya terasa sangat sesak dan matanya terasa mulai panas menahan air mata. Tubuhnya terasa lemas dan bisa ambruk kapan saja. Hatinya sangat terluka saat ini. Ia bahkan sampai menjual mobilnya demi gadis itu.

Van.

“Chaerin-a, kau serius memutuskan hubungan kalian?” Tanya Yurim.

“Shikero!” ucap Chaerin yang hanya menatap keluar jendela dengan kedua tangan terlipat di dada. Meskipun ia yang memutuskan hubungan itu, ia tetap merasa sakit. Terlalu sakit hingga air matanya hendak jatuh dari tadi.

 

=Kamar Taehyun=

Taehyun duduk di pinggir tempat tidurnya sambil melihat photo-photo yang di kirim director Noh padanya. Wajahnya tidak memperlihatkan ekspresi sama sekali, namun hatinya terasa sangat sakit sekarang. Saat itu, ia berpikir ia tidak perlu menebus photo-photo ini karena Chaerin yang memutuskan hubungan mereka. Juga bukan urusannya lagi jika karir gadis itu tak bersinar lagi. namun hatinya yang terluka itu tak bisa membiarkan gadis yang ia cintai terluka lagi. ia tau Chaerin juga terluka selama mereka menjalani hubungan, ia merasa belum sempat membalas semua itu dan berpikir ini adalah bukti cintanya yang tulus meskipun ia tidak ingin Chaerin mengetahuinya. Ia menghela nafas dalam dan menghubungi nomor director Noh.

“Hmm..Nam Taehyun, kau benar-benar menepati janjimu..” ucap director Noh di seberang.

“Bagaimana pertukaran itu?” Tanya Taehyun langsung.

 

=Van=

Chaerin kembali di sambut dengan pekerjaannya sebagai artis. Di setiap waktu senggang, ia akan memeriksa ponselnya apakah ada pesan dari Taehyun atau tidak. Lalu ia akan kembali marah pada pria itu karena sudah beberapa hari sejak hari ia memutuskan untuk berpisah pria itu sama sekali tidak menghubunginya. Akhirnya pertahanannya menyerah, ia benar-benar frustasi karena selama ini hanya dia yang terlihat menjalani hubungan mereka. “Eonni, aku tidak ingin pulang.. turunkan saja aku di klub dekat kantor agensi..” ucapnya.

“Ne? Chaerin-a..” ucap Yurim kaget.

“Sudah! Turunkan saja aku disana!!” seru Chaerin kesal, lalu memalingkan wajahnya.

Yurim menghela nafas dalam, “Keure.. kita akan mampir kesana nanti..” ucapnya mengalah. Ia tau gadis itu sebenarnya hanya ingin melampiaskan kekesalannya pada Taehyun, jadi ia tidak bisa berdebat sekarang.

 

=Sebuah ruang VIP Klub di dekat kantor agensi=

Taehyun membuka pintu dan melangkah masuk, disana ia melihat director Noh bersama dua orang gadis langsung tersenyum sinis memandangnya. Ia membawa sebuah tas berisi uang 800 juta won untuk penukaran.

“Silahkan duduk Nam Taehyun-ssi..” ucap director Noh.

Taehyun menutup pintu dan meletakkan tas itu di meja, “Jangan buang-buang waktu, serahkan memori itu padaku..”

Director Noh tertawa kecil, “Kenapa terburu-buru? Ada gadis-gadis cantik disini, kau bisa ditemani salah satu dari mereka..”

Taehyun menatap director Noh tanpa ekspresi, “Berikan sekarang..” ucapnya.

Director Noh mendengus dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya, lalu memberikannya pada Taehyun.

Taehyun mengambil memori itu dan membuka tas tadi, memperlihatkan isinya memang uang asli.

Director Noh langsung tersenyum puas melihat uang-uang itu, para gadis itu kedua sisinya langsung tersenyum lebar dan bergelayut manja padanya.

“Bagaimana aku bisa yakin kau tidak menyalinnya ke tempat lain lagi?” Tanya Taehyun curiga.

“Aku tidak memeras dengan benda yang sama dua kali.. Kau tenang saja..” ucap director Noh sambil menghitung uangnya.

Taehyun langsung membungkuk dan menarik kerah baju pria itu marah.

Director Noh terkejut melihat tatapan mata Taehyun terlihat mengerikan.

“Jika kau menggunakan photo ini untuk memerasku, Chaerin atau pun agensi.. Aku akan menuntutmu.. Tidak peduli kau akan menyebarkannya atau tidak.. Tapi kupastikan riwayatmu tamat!” ancam Taehyun di depan wajah pria itu.

“A-arasso..” ucap director Noh ngeri.

Taehyun menghentak tubuh pria itu kembali duduk, lalu berbalik dan keluar dari ruangan itu. setelah menutup pintu ia berhenti sejenak dan memandang memori di tangannya. ‘Setelah ini, aku akan membiarkanmu pergi..’ batinnya, kedua matanya terasa di penuhi air mengingat gadis itu bukan kekasihnya lagi. ketika hendak melangkah, ponselnya berbunyi. Ia mengeluarkan benda itu dan terlihat nama Yurim muncul, lalu mengangkatnya. “Oh noona..”

“Taehyun-a, odiso?” Tanya gadis itu diseberang.

Dahi Taehyun berkerut karena diseberang terdengar sangat ribut, “Aku ada di klub dekat kantor agensi, waeyo noona?”

“Jinja?! Oh syukurlah!! Bisakah kau ketempat kami sekarang?! Chaerin mabuk berat dan mulai melakukan hal gila!” seru Yurim ditengah suara music yang besar.

Taehyun tertegun, “Mwo? Chaerin?!” setelah mengetahui dimana gadis-gadis itu, ia langsung berjalan cepat menuju tempat itu. ia mencari-cari dimeja mana kedua gadis itu berada. Hingga akhirnya ia menemukan mereka, bukan.. maksudnya Chaerin, menari liar diatas panggung DJ dengan sebotol bir di tangannya. orang-orang di bawah terlihat sangat menikmati penampilan gadis itu dan ikut menari tak tentu arah. Ia langsung naik ke atas panggung dan menarik tangan gadis itu.

Chaerin yang mabuk berat terkejut seseorang menarik tangannya, “Aissh!!” serunya sambil menyentak tangannya meskipun ia terlalu lemah untuk itu.

“Chaerin, ayo pergi!” seru Taehyun sambil menarik gadis itu turun dari panggung DJ.

“Mwoya…?” Tanya Chaerin dengan langkah sempoyongan menuruni tangga bersama Taehyun.

“Taehyun-a..” ucap Yurim yang memegangi barang-barang gadis itu.

“Mianeyo noona, aku akan membawanya..” ucap Taehyun sambil mengambil tas dan baju hangat Chaerin. Ia memutar bola matanya kesal melihat gadis yang bersandar padanya masih meneguk bir di botol itu, “Hentikan Chaerin!” serunya sambil merampas botol itu dan memberikannya pada Yurim, kemudian membawa gadis itu keluar dari tempat bising itu.

“Ahh… mwoya?! Lepaskan!” ucap Chaerin mabuk sambil berusaha berontak.

“Chaerin, ayo pulang..” ucap Taehyun tetap membawa Chaerin menjauh dari klub untuk mencari taxi.

“Aissh!!” Chaerin memberontak dan berhasil melepaskan pagangan Taehyun dari tangannya.

Taehyun menghela nafas dalam dan memandang gadis itu tak mengerti. Ia membiarkan gadis itu melangkah sempoyongan di trotoar yang gelap dan sepi karena sekarang sudah hampir pukul 1 pagi.

Chaerin melangkah ke kanan dan kiri akibat pengaruh alcohol yang terlalu berat, ia juga terlihat memegangi kepalanya yang mulai sakit. Tiba-tiba perutnya terasa mual dan langsung muntah di dekat sebuah pohon yang tumbuh di pinggir trotoar.

Taehyun menghela nafas dalam dan menghampiri gadis itu, lalu menahan rambut panjang sang gadis agar tak terkena muntahan.

Chaerin tak pernah semabuk ini sebelumnya, ia juga tak pernah muntah sebanyak ini hingga perut dan kepalanya terasa sangat sakit. Setelah merasa ia tak akan muntah lagi, ia menyeka mulutnya dan menenangkan dirinya sesaat.

“Sudah lebih baik?” Tanya Taehyun sambil mengelus punggung Chaerin dengan tangannya yang tersampir tas dan baju hangat gadis itu, sementara tangannya yang lain masih memegangi rambut gadis itu.

Chaerin merasa sedikit lebih baik dan mendongak memandang orang yang berbicara dengannya. Matanya menyipit berusaha melihat dengan jelas, “Nam Taehyun?” ucapnya mabuk dengan mata sayunya.

“Ne.. Ayo, aku akan mengantarkanmu pulang..” ucap Taehyun sambil memegang lengan Chaerin agar berdiri tegak.

Chaerin menahan Taehyun agar tidak berjalan dan memegang tangan pria itu sambil menatapnya tak focus, tapi ia berusaha keras tetap tersadar. “Taehyun-a..”

Taehyun tertegun melihat Chaerin tiba-tiba seperti ini, “Wae? Kita berbicara nanti.. Aku akan mencari taxi..” ucapnya pelan.

“Kenapa Taehyun? Apa lebihnya dia dariku?” Tanya Chaerin dengan mata memerah menahan air mata.

Taehyun kembali tertegun mendengar pertanyaan Chaerin.

“Wae? Apa menurutmu aku kurang sexy? Aku sudah memberikan semuanya untukmu, apa aku tidak menarik lagi?” Tanya Chaerin sambil memegang dadanya frustasi, lalu memegang wajahnya. “Atau aku kurang cantik? Apa aku harus melakuan operasi plastic, Taehyun?” tanyanya, lalu mulai menangis tersedu-sedu. “Wae? Katakan padaku.. katakan Taehyun..” pintanya sambil menangis, kakinya terasa lemah dan jatuh terduduk di trotoar di depan kaki Taehyun sambil terus menangis.

Taehyun ikut terluka melihat Chaerin menderita, perlahan ia berlutut dan menyeka air mata gadis itu dengan ibu jarinya. “Uljima..” ucapnya pelan.

Chaerin memandang Taehyun dan memegang kedua lengan pria itu, “Aku akan melakukan perawatan setiap hari.. Aku akan melakukan diet terus agar tubuhku tetap sexy.. Aku akan melakukannya Taehyun, maafkan aku..” ucapnya. Terdengar sangat frustasi dan terluka.

Dengan lembut Taehyun memegang kedua tangan Chaerin dan menatap gadis itu dalam, “Chaerin, aku sudah berkata aku tidak menyukaimu karena kau sexy atau pun karena kau cantik.. Aku menyukaimu karena dirimu..”

“Geotjimal..” ucap Chaerin sambil terus menangis.

Taehyun menghela nafas dalam dan mengelus rambut Chaerin, lalu memegang pipi gadis itu. “Maaf jika aku tidak terlalu sering memperlihatkan perhatianku padamu, tapi aku benar-benar tulus padamu. Kau sangat special.. Aku mencintaimu, Lee Chaerin..” ucapnya sepenuh hati. Lalu memajukan wajahnya dan mencium gadis itu dalam.

Chaerin memejamkan mata dan membalas ciuman Taehyun.

Taehyun membelai rambut Chaerin lembut hingga ia menyadari gadis itu berhenti membalas ciumannya. Ia membuka mata dan menarik wajahnya, lalu menarik gadis itu kedadanya. Seperti yang ia pikirkan, gadis itu tertidur akibat pengaruh alcohol yang terlalu berat. Ia tersenyum lucu menatap wajah gadis itu sambil membelai rambutnya, “Kau benar-benar Lee Chaerin..” gumamnya pelan, lalu mencium dahi gadis itu. dengan hati-hati ia menyelipkan satu tangannya ke bawah kaki Chaerin dan mengangkatnya.

 

=Keesokan Harinya=

Chaerin merasa sangat nyaman hingga tak ingin terbangun dari mimpi indahnya. Namun suara seseorang membuat kesadarannya meningkat. Dahinya berkerut dan membuka matanya perlahan.

“Ne, noona.. Semalam Chaerin sangat mabuk.. jadi aku membawanya ke rumahku. Ne.. araso.. ne noona..” ucap Taehyun yang berbicara dengan salah satu kakak Chaerin dan memutuskan telepon, lalu menoleh ke tempat tidur.

Chaerin memijat dahinya untuk meredakan sakit di kepalanya, “Ahh..” rintihnya.

Taehyun menghampiri tempat tidur dan duduk di sebelah gadis itu, “Kepalamu sakit?”

Chaerin tertegun mendengar suara Taehyun dan langsung menatap keasal suara, matanya membesar melihat pria itu dan langsung memandang sekitar. Ia terkejut menyadari ia berada di kamar pria itu dan langsung memandang dirinya yang masih mengenakan pakaian semalam.

“Aku tidak melakukan apa pun..” ucap Taehyun memberitau.

Chaerin kembali memandang Taehyun, “Bagaimana aku tiba disini?”

“Kau datang ke rumahku sendiri, lalu menggedor-gedor pintu depan sambil berseru dan memakiku sepanjang malam. Lalu tertidur.. jadi aku membawamu ke kamarku..” jawab Taehyun dengan wajah tanpa ekspresinya.

Chaerin terpaku dengan mata membesar, “Ne?”

Taehyun mengangguk, “Ne..”

“Jin-jinja?” Tanya Chaerin tergagu.

Taehyun tersenyum lucu, “Aniya, stylistmu menghubungiku saat kau mabuk di klub..”

Chaerin langsung menghela nafas lega. Lalu bergerak duduk perlahan dengan wajah menunduk canggung. “Kenapa kau membawaku kemari?” tanyanya pelan.

Taehyun bisa menebak Chaerin tidak, atau mungkin belum, mengingat kejadian semalam. “Wae? Kau yang menggodaku semalam. Saat aku ingin melanjutkannya kau malah tertidur..”

Chaerin terkejut dan menatap Taehyun tak percaya, “Ne?!”

Taehyun menahan tawa, “Aniya, kau tertidur di jalan ketika kubawa pulang. Jadi aku memutuskan membawamu ke rumahku saja..”

Chaerin menatap Taehyun kesal, “Aissh.. kupikir kau serius..” ucapnya.

Taehyun tersenyum melihat wajah kesal Chaerin, lalu mengulurkan tangannya dan menggenggam jemari gadis itu sambil menatapnya dalam.

Chaerin tertegun memandang tangan Taehyun dan memandang sang pria.

“Aku sudah pernah bilang aku tidak suka gadis sexy kan?” Tanya Taehyun, Chaerin mengangguk pelan. Ia tersenyum hangat, “Itu karena aku tidak ingin gadisku di lirik pria lain. Aku hanya ingin apa yang dimiliki gadisku hanya aku yang mengetahuinya. Dengan begitu tidak ada pria lain yang akan berusaha mendekatimu..”

Jantung Chaerin berdegup kencang mendengar ucapan Taehyun.

“Juga, kau tidak perlu operasi..” lanjut Taehyun yang membuat Chaerin tertegun, “Tidak ada gunanya terlihat cantik seperti itu. aku menyukai bentuk hidung, mata, pipi, juga bibirmu. Meskipun kau bukan gadis tersexy atau pun gadis tercantik di dunia, kau adalah gadis yang paling special yang pernah kutemui..” ucapnya sepenuh hati.

Chaerin tampak terharu hingga kedua matanya berkaca-kaca, “Yang terjadi semalam bukan mimpi?” tanyanya pelan.

“Saat kau menangis di jalanan? Aniya..” jawab Taehyun tenang.

Mendadak Chaerin merasa malu dari ujung kaki ke ujung kepalanya. Ia seharusnya tidak merendahkan dirinya seperti itu, tapi semalam ia melakukannya.

Taehyun tertawa kecil sambil membelai rambut Chaerin, “Kenapa wajahmu merona seperti itu?”

“A-aniya..” jawab Chaerin gugup.

Taehyun memegang kedua pipi Chaerin dan menatap kedua mata gadis itu dalam, “Lee Chaerin, apa kau benar-benar ingin hubungan kita berakhir?”

Chaerin tertegun mendengar pertanyaan Taehyun, ia bingung harus menjawab apa karena ia yang mengatakannya kemarin. Namun ia bisa melihat pria itu terluka karena ia tidak menjawabnya.

Taehyun memandang kebawah dan menarik kedua tangannya dari pipi Chaerin, “Hmm.. keure..” ucapnya pelan.

Chaerin terkejut mendengar ucapan Taehyun dan langsung memegang kedua pipi pria itu agar memandangnya, lalu menggeleng cepat.

Taehyun memandang Chaerin bingung, “Wae?”

Kedua mata Chaerin memerah menahan air mata dan kembali menggeleng, sebenarnya ia sangat malu berkata kalau ia tidak serius dengan ucapannya dan ingin mereka kembali bersama.

Taehyun tertegun melihat kedua mata Chaerin, ia mulai mengerti mengapa gadis itu menggeleng. “Andwae?”

Chaerin mengangguk pelan.

“Kau tidak ingin kita bersama lagi?” Tanya Taehyun mempermainkan Chaerin.

Chaerin terkejut dan kembali menggeleng.

“Hmm.. keure, araso..” ucap Taehyun pelan.

“Aissh! Anira!! Neo paboya?!” ucap Chaerin kesal sambil memukul bahu Taehyun.

Taehyun tersenyum lucu, lalu mencubit pipi Chaerin gemas. “Ne araso..” ucapnya sambil menahan tawa dan memeluk gadis itu.

Chaerin merasa kedua pipinya memanas dan memeluk pria itu erat sambil menahan senyumannya.

Taehyun melepaskan pelukan mereka dan menatap Chaerin dalam, “Lee Chaerin, mungkin aku tidak begitu mengerti caranya memanjakan seorang gadis.. Juga aku terlalu kaku atau cuek.. Tapi kau harus selalu tau, aku hanya akan memandang kearahmu.. Juga hanya akan mencintaimu sepenuh hatiku. Araso?” tanyanya sambil membelai rambut gadis itu lembut.

Chaerin tersenyum mendengar ucapan Taehyun dan mengangguk mengerti. Lalu menarik wajah pria itu maju untuk berciuman dengannya, namun pria itu langsung menarik wajah dan menatapnya sebal, “Wae?”

“Kan sudah kubilang itu hal yang harus dilakukan pria duluan..” ucap Taehyun sebal.

Chaerin tertawa kecil, “Araso..”

Taehyun tersenyum dan memajukan wajahnya mencium Chaerin. Merasakan kedua tangan gadis itu memeluk lehernya, kedua tangannya melingkar di tubuh gadis itu dan memeluknya erat. Tanpa ia sadari tangannya mulai meraba bagian belakang tubuh gadis itu. sedetik kemudian, yang ia tau ia sudah berada di atas tubuh gadis itu di tempat tidur.

Pintu kamar terbuka dan masuk seseorang, “Taehyun, Bom noona berkata…. OH!” Seungri terkejut melihat adiknya sedang sibuk di tempat tidur.

Taehyun langsung melepaskan kedua tangan Chaerin dari lehernya dan duduk tegap, “Ne, hyung?”

Chaerin memalingkan wajah sambil menggigit bibir bawahnya malu.

Seungri jadi gugup sendiri. “Umm.. a-ani.. itu.. Aku hanya ingin bertanya, Bom noona berkata kau menjual mobilmu, tapi nanti saja.” ucapnya, lalu melangkah keluar.

“Oh hyung..” panggil Taehyun, namun kakaknya sudah keluar dari kamarnya.

Chaerin tertegun dan memandang Taehyun tak percaya sambil bergerak duduk, “Kau menjual mobilmu?”

Taehyun memandang Chaerin, seharusnya gadis itu tidak secepat ini tau. “Mmm.. ne..”

“Wae?” Tanya Chaerin ingin tau.

“Hanya.. bosan.” Jawab Taehyun sambil tersenyum, lalu bangkit. “Bersiaplah.. kita harus ke kantor..” ucapnya.

Chaerin mengangguk dan turun dari tempat tidur.

 

=Studio Musik=

Taehyun berlaku seperti tidak terjadi apa pun sebelumnya saat mendengarkan musik di studio bersama Chaerin.

Chaerin melirik Taehyun yang terlihat asik mendengarkan musik, lalu mengarahkan ponsel padanya dan kekasihnya. “Taehyun.. Taehyun..” Bisiknya sambil melirik pria itu dari pantulan kamera di ponselnya.

Taehyun yang sedang menunduk memandang layar ponselnya melirik Chaerin, “Hm?”

Chaerin tersenyum lucu dan memotret mereka.

Sebelah alis Taehyun naik dan memandang ponsel Chaerin, bibirnya membentuk senyuman melihat hasil photo tadi. “Kau memotretnya? Bagaimana hasilnya?”

Chaerin tertawa kecil sambil memperlihatkan photo tadi, “Hahahaha.. Lucu sekali..”

Taehyun tertawa kecil, “Keyomne..” Ucapnya pelan, “Kirimkan padaku..”

“Oke..” Chaerin mengirimkan photo itu pada Taehyun dan memandang pria di sebelahnya. “Taehyun.. Aku akrab dengan penyanyi-penyanyi pria, apa kau tidak cemburu?” Tanyanya.

Taehyun terlihat melakukan sesuatu di ponselnya, lalu memandang Chaerin. “Ani.. Wae?”

Chaerin menatap Taehyun kesal, “Ani? Ya! Aku kan kekasihmu! Kenapa kau tidak cemburu?!”

Taehyun memandang Chaerin bingung, “Memangnya kau akan tergoda oleh mereka?”

Chaerin menyipitkan matanya menatap Taehyun, “Ne! Mereka tampan, keren, juga masuk ke tipe-ku!” Ucapnya kesal, lalu memalingkan wajah dengan kedua tangan di dada.

Taehyun tersenyum lucu, “Dasar bipolar..” Ucapnya, lalu bergerak bangkit.

Chaerin menatap Taehyun kesal, “Bipolar?! Ya!!”

Taehyun mengecilkan suara musik tadi sambil tertawa, “Sudah.. Kembali ke ruang latihan..”

Chaerin mendengus kesal dan bergerak bangkit, lalu melangkah keluar. “Bipolar?! Bagaimana mungkin dia berkata kekasihnya bipolar?!” Gumamnya kesal ketika melangkah menuju ruang latihan. Ia mendengar ponselnya berbunyi menandakan ada pemberitahuan. Ia mengangkat ponselnya dan melihat pemberitahuan itu. Dahinya berkerut melihat ada pemberitahuan dari akun instagram-nya. Tidak hanya 1, nyaris 1000! Kakinya berhenti melangkah dan memeriksa akunnya. Ia tertegun sesaat melihat photo apa yang di komentari nyaris 1000 orang itu. Bibirnya tersenyum melihat photo yang ia ambil tadi di studio musik yang di posting Taehyun dengan editan sebuah animasi mahkota yang di sematkan di kepalanya, juga caption : Queen of my Heart. Pria itu tak memasukkan namanya, tapi fans berkomentar dengan menyenbut akunnya. Bibirnya membentuk senyuman lebar dan melangkah riang menuju ruang latihan.

Sementara itu..

Drrrrrttt… Drrrrrrt…

Taehyun menoleh kearah ponselnya dan mengambil benda itu, ketika melihat pesan yang masuk bibirnya langsung membentuk senyuman.

Chaerin_Lee: ♥

Taehyun kembali meletakkan ponselnya dan mengenakan headphone untuk melanjutkan musik yang akan masuk di album kedua kekasihnya dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya.

 

=B.I.G Entertainment=

Jiyong menggemertakkan giginya kelas setelah membaca berita yang menghebohkan dunia maya, tentang Chaerin yang tidak menutupi kisah cintanya bersama Taehyun. Ia menghentak kakinya ketika bangkit dan menghampiri ruang editor dimana direktor Noh biasa bekerja. “Direktor Noh, kau masih menyimpan photo-photo Chaerin itu kan? Berikan padaku..”

Direktor Noh memandang Jiyong, “Aku sudah memberikannya pada Nam Taehyun..” Jawabnya.

Jiyong terkejut, “Mwo? Wae?!”

“Aku memintanya menukar 1 photo dengan 100 juta won.. Dan dia memberikan 800 juta won untuk semua photonya..” Ucap Direktor Noh dengan senyuman puasnya.

Jiyong menatap Direktor Noh kesal, “Apa kau hanya memikirkan uang? Ahhh!! Photo itu bisa menguntungkan agensi juga jika CL tidak bersinar lagi..”

“Hmm.. sepertinya kau tidak perlu berurusan dengan Nam Taehyun, dia tidak semudah yang kau bayangkan.. Dia akan melakukan apa pun demi melindungi CL. Kau tau? aku baru mendengar kalau dia menjual mobil mewahnya, setelah kutelusuri lagi, ternyata uang itu untuk menebus photo CL..” jelas Direktor Noh.

Jiyong tertegun, “Ne? mobil mewahnya?” ucapnya tak percaya.

 

=Van=

Chaerin duduk bersandar dengan mata terpejam di kursi belakang. Ia sudah melakukan pemotretan dari pagi hingga sore, di sambung dengan menghadiri premiere sebuah film dimana ia menjadi tamu undangan seorang aktris yang cukup akrab dengannya. Dan sekarang ia baru kembali ke rumah setelah pukul 2 pagi.

“Oppa, bisa kau menghidupkan radio?” Tanya Yurim pada supir mereka yang sekaligus manajer Chaerin.

“Ne..” jawab Daesung, sang manajer dan menghidupkan radio.

Yurim mendengarkan sesaat, “Hmm.. pas sekali, Yoo InNa eonni masih siaran..” ucapnya.

“Ne, kembali lagi dengan DJ Yoo InNa dan bintang tamuku hari ini. G-Dragon-ssi..” ucap Yoo InNa setelah music iklan selesai.

Yurim tertegun mendengar nama panggung Jiyong itu, “G-Dragon?” gumamnya, lalu melirik Chaerin yang masih memejamkan mata.

“G-Dragon-ssi, aku mendengar kabar kalau kau adalah teman kampus CL. Benarkah?” Tanya Yoo InNa meminta klarifikasi.

“Ne, kami selalu masuk di kelas yang sama sejak tahun pertama..” jawab Jiyong.

Chaerin membuka mata dan menatap radio itu.

“Hmm.. apa kau dan CL merupakan teman akrab?” Tanya Yoo InNa lagi.

“Bisa di bilang begitu, Chaerin biasa membicarakan desain yang ia buat atau music yang ia aransemen denganku..” jawab Jiyong.

Dahi Chaerin berkerut, “Mwo? Bertemu denganmu saja aku tidak mau!” ucapnya kesal.

“Ya.. jangan seperti itu. dia hanya berusaha mengangkat dirinya sendiri..” ucap Yurim menenangkan.

“Lalu, apa kau tau tentang hubungan CL dan composer YG company Nam Taehyun?” Tanya Yoo InNa lagi.

“Keurom, mereka sampai di sebut pasangan brilliant karena sangat serasi juga jenius music di kampus. Aku sering mengejek Chaerin karena berpacaran dengan pria yang lebih muda..” canda Jiyong sambil tertawa kecil.

Chaerin menatap radio itu tak percaya seperti ada Jiyong di sana. Semua orang di kampus jelas tak menyukainya karena terlihat terlalu sombong dulu.

Terdengar Yoo InNa tertawa kecil mendengar ucapan Jiyong, “Hmm.. kulihat hubungan mereka sampai sekarang masih baik-baik saja. Apa kau juga akan mengumumkan hubunganmu jika kau memiliki kekasih seperti CL?”

“Kuharap mereka akan terus bersama hingga akhir..” ucap Jiyong dan tertawa kecil, “Mmm.. terbuka tentang kehidupanku memang tidak ada salahnya, tapi aku takut sesuatu terjadi pada kekasihku jika aku membuka hubunganku. Tapi jika aku memilikinya suatu hari nanti, aku akan belajar dari Nam Taehyun yang bisa menghadapi Chaerin yang keras kepala, juga memperlakukannya dengan baik dan rela melakukan apa pun demi kekasihku..”

“Uuuu.. jadi maksudmu, Nam Taehyun-ssi rela melakukan apa pun demi CL?” Tanya Yoo InNa penasaran.

“Mungkin seharusnya aku tidak mengatakannya disini, tapi aku hanya ingin semua pendengar tau kalau Nam Taehyun bukan pria biasa. Sebelumnya aku mendengar ada orang yang memeras Chaerin karena photo-photo masa lalunya. Dan harga yang di tentukan sangat fantastis..” ucap Jiyong.

Yurim menatap Chaerin kaget, “Jinja?”

“Photo apa? Aku tidak pernah di peras..” ucap Chaerin kesal.

“Omo.. omo.. jinja? Lalu, apa yang di lakukan Nam Taehyun-ssi?” Tanya Yoo InNa ingin tau.

“Sebagai teman aku sangat bingung pada awalnya, karena jika aku tidak membantu tentu ini tidak baik. Tapi tiba-tiba Taehyun menjual mobil mewahnya dan menebus photo-photo itu sendiri..” jelas Jiyong.

Chaerin tertegun mendengar ucapan Jiyong, ‘Bagaimana dia tau Taehyun menjual mobilnya?’ batinnya.

“Ahhh… Nam Taehyun-ssi benar-benar gentleman. Apa kau tau dari mereka langsung?” Tanya Yoo InNa lagi.

“Ne, aku tau dari Chaerin. Dan kurasa dia akan langsung menghubungiku setelah ini.. hahaha..” canda Jiyong lagi.

Yurim memandang Chaerin, “Taehyun menjual mobilnya?”

Chaerin tak percaya ucapan Jiyong, namun semuanya terhubung dengan Taehyun yang tiba-tiba menjual mobil.

“Chaerin, apa benar yang dikatakan G-Dragon?” Tanya Yurim ingin tau.

Chaerin tak menjawab dan memandang manajernya, “Oppa, turunkan aku di kantor agensi..”

 

=Studio Musik=

Chaerin membuka pintu perlahan dan memandang kedalam, ruangan itu hanya di terangi lampu redup dan Taehyun tampak berbaring di sofa dengan satu tangan melintang di atas mata. Ia melangkah masuk tanpa menimbulkan suara dan kembali menutup pintu, juga mendekati pria itu tanpa membuat kekasihnya terbangun. Matanya menemukan ponsel pria itu di atas meja. Sambil melirik pria itu ia berlutut di lantai yang terlapisi karpet sambil mengambil ponsel, lalu memeriksanya. Karena ia sangat curigaan, Taehyun memberitau semua kode dan password yang pria itu miliki agar gadis itu tidak perlu berseru karena cemburu lagi. ia tertegun menemukan beberapa photo masa lalu yang seharusnya sudah di musnahkan pria itu beberapa tahun lalu di folder photo.

Taehyun bergerak sedikit dan memindahkan tangannya dari mata, lalu memutar tubuhnya berbaring miring.

Chaerin memandang Taehyun yang terlihat lelah, ia mendekati pria itu dan menatapnya sedih. Sebesar itu pengorbanan pria yang ia cintai demi dirinya, bahkan ia tak tau sama sekali. Tangannya terulur dan mengelus rambut pria itu.

Dahi Taehyun berkerut merasakan elusan lembut di rambutnya dan membuka mata. Ia terkejut tiba-tiba mendapat kecupan di pipinya dan spontan bergerak bangkit sambil menatap orang yang mengecupnya tadi. “Ahhh.. Chaerin! Kau membuatku terkejut..” ucapnya sebal.

Chaerin masih menatap Taehyun sedih.

Taehyun menghela nafas dalam sambil mengelus matanya, “Pukul berapa sekarang? Kenapa kau ada disini?” Tanyanya dan memandang meja untuk mengambil ponsel, namun ia tertegun Chaerin menyodorkan ponselnya dengan photo kekasihnya itu disana. Ia terpaku beberapa saat dan memandang gadis itu.

“Karena ini kau menjual mobilmu?” Tanya Chaerin.

Taehyun langsung mengambil ponselnya, “Aniya, aku menyimpan yang waktu itu..” jawabnya sambil mengalihkan matanya dari Chaerin.

“Direktor Noh yang memerasmu?” Tanya Chaerin.

Taehyun tertegun memandang Chaerin, “Ne? mmm.. Aniya..” dalam cahaya redup itu, ia tak bisa melihat mata gadis itu memerah, namun ia bisa melihat bulir-bulir yang berjatuhan membasahi pipi kekasihnya.

Chaerin mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Taehyun dan menunduk dengan air mata terus berjatuhan. Ia bukan gadis cengeng, namun ketika bersama pria itu ia jadi sangat lemah.

Taehyun menatap Chaerin sedih. Hatinya terasa sakit melihat gadis yang ia cintai menangis seperti itu. tangannya yang lain mengelus rambut gadis itu dan dengan lembut menarik kepala gadis itu ke dadanya. “Uljima..” ucapnya sambil mengelus rambut gadis itu.

Chaerin mendongak memandang Taehyun, “Kenapa kau tidak mengatakan ini padaku?”

“Untuk apa? Pekerjaanmu sudah sangat berat, ini hanya akan mengganggu konsenterasimu saja. Gwenchana, sekarang sudah selesai..” ucap Taehyun.

Chaerin memandang kebawah menyesal, “Aku tidak tau apa pun tapi marah padamu, bahkan memutuskan hubungan kita disaat kau mengorbankan mobilmu untukku..” ucapnya, lalu kembali memandang pria itu. “Jika ternyata kita tidak kembali lagi, aku pasti sudah bunuh diri ketika mengetahui tentang ini. kau tau?”

Taehyun tersenyum, lalu menyeka air mata Chaerin dengan ibu jarinya. “Berhenti menangis, matamu akan sembab besok..” ucapnya.

Chaerin memeluk Taehyun dan membenamkan wajahnya ke dada pria itu.

Taehyun memeluk tubuh langsing Chaerin sambil mengelus rambut indah gadis itu, matanya melirik dinding dan berbisik ke telinga gadis itu. “Aku punya hadiah untukmu..”

Chaerin melepaskan pelukannya dan memandang Taehyun bingung, “Hadiah?”

“Sebentar..” Taehyun bergerak bangkit dan berjalan menghampiri saklar lampu.

Chaerin memperhatikan Taehyun bingung, lalu langsung mengedipkan mata ketika lampu utama menyala. Ia memandang sekitar sambil berdiri, “Mana?”

Taehyun tersenyum, “Lihat di belakangmu..”

Chaerin berbalik dan tertegun melihat apa yang ada di dinding. Mulutnya sambil terbuka sedikit dengan mata tak berkedip.

Taehyun mendekati Chaerin sambil memperhatikan dindingnya, “Kau ingin aku memajang photomu kan?”

Chaerin tersenyum haru dan memandang Taehyun.

Taehyun memandang Chaerin dan mengaitkan jari-jari mereka.

Di dinding itu, bukan photo Chaerin yang tergantung di pigura. Tapi Taehyun mengganti kertas dindingnya di bagian itu dengan photo Chaerin dengan tiga pose berbeda yang memperlihatkan kecantikan, tubuh sexy dan karisma kekasihnya yang luar biasa.

“Kau lihat? Aku punya kau yang cantik, sexy dan penuh karisma disana..” ucap Taehyun.

Chaerin menyandarkan kepalanya ke bahu Taehyun sambil memperhatikan dinding itu.

 

=Seminggu Kemudian=

“CL-ssi, apa kau punya rencana untuk menikah dengan kekasihmu?” Tanya seorang MC di sebuah acara talk Show.

Chaerin tertawa kecil, “Tentu saja, tapi tidak sekarang..”

“Wae? Apa jika kau menikah kau tidak bisa menjadi penyanyi lagi?” Tanya MC tadi.

“Aniya, kekasihku tidak pernah melarangku tentang hal itu. tapi aku merasa jika sudah menjadi seorang istri, aku tidak bisa memiliki waktu seperti sekarang. Prioritasku setelah menikah yang pertama adalah melahirkan anak, jadi kurasa aku tidak bisa sesibuk ini lagi..” jawab Chaerin dengan nada bercanda.

MC tadi tertawa kecil, “Oh ya, G-Dragon akan mengadakan party untuk merayakan ulang tahunnya. Apa kau juga di undang?”

Chaerin tertegun dan hanya bisa tersenyum kaku, “Aku belum tau bisa datang karena ada pekerjaan keluar negeri, tapi kuharap acaranya berjalan lancar..” ucapnya. Ia harus berpura-pura di depan public karena tidak ingin ada skandal lain yang muncul.

Setelah acara selesai..

“Cih… G-Dragon sepertinya ingin sekali berteman denganmu..” ucap Yurim menahan tawa.

Daesung hanya tertawa kecil.

Sementara Chaerin duduk dengan kepala tertunduk dan menopang kepalanya yang terasa pusing. Ia merasa tidak sehat sejak pertengahan bulan ini, juga kepalanya terus terasa pusing di saat-saat tertentu.

Yurim memandang Chaerin, “Kepalamu sakit lagi, Chaerin?”

“Ne..” jawab Chaerin lesu.

Daesung menatap Chaerin khawatir, “Chaerin, setelah ini sebaiknya kau memeriksakan diri ke rumah sakit. Kau harus menjaga kesehatanmu hingga perilisan album keduamu..” ucapnya.

Chaerin menghela nafas dalam dan mengangguk, “Ne..” jawabnya, lalu meletakkan kepala di lipatan tangannya di atas meja.

Studio music.

“Jadi, bagaimana hasilnya?” Tanya Taehyun di telepon pada Chaerin yang baru saja menjalani pemeriksaan.

Chaerin menghela nafas dalam, “Tadi mereka baru mengambil sample darahku untuk di periksa, lalu hasilnya akan keluar beberapa hari lagi. dokter berkata aku kelelahan dan sedikit anemia.”

Taehyun lega mendengar ucapan Chaerin, “Hmm.. syukurlah.. Jadwalmu kosong hingga besok pagi, jadi istirahat saja di rumah. Kau mengerti?”

“Ne, arasso..” jawab Chaerin. “Apa pekerjaanmu masih banyak?”

“Aniya, nanti malam aku akan kerumahmu..” jawab Taehyun.

“Keure..” ucap Chaerin terdengar ceria.

Taehyun tersenyum, “Keure, sampai nanti..” ucapnya dan memutuskan telepon.

 

=Beberapa Hari setelah itu=

Chaerin kembali datang ke rumah sakit di temani manajernya.

“Hmm.. kondisi Chaerin-ssi tidak buruk. Ia hanya harus berhati-hati dengan anemianya saja..” ucap dokter itu pada Daesung.

Daesung mengangguk mengerti, begitu juga dengan Chaerin yang duduk disebelahnya. “Syukurlah, kupikir ada penyakit lain..” ucapnya lega.

“Tapi ada hal lain yang menyebabkan anemia itu..” ucap dokter tadi menambahkan.

Chaerin langsung menatap dokter itu ingin tau.

“Apa itu dokter?” Tanya Daesung ingin tau.

Dokter tadi memandang Chaerin dan tersenyum simpul sambil memberikan hasil pemeriksaan darah gadis itu, “Anda mengandung 4 bulan, Lee Chaerin-ssi..”

Chaerin terpaku mendengar ucapan dokter itu.

Daesung melotot dan menatap Chaerin kaget.

“Aku apa?” Tanya Chaerin tak percaya.

 

=Studio Musik=

Taehyun menoleh mendengar seseorang masuk, bibirnya membentuk senyuman dan mengecilkan music yang terputar. “Hei.. sudah kembali dari rumah sakit?”

Chaerin mengangguk pelan dan bergerak duduk di sofa.

Taehyun memandang Chaerin bingung, lalu pindah duduk di sebelah gadis itu. “Waeyo? Apa hasil pemeriksaanmu?”

Chaerin menghela nafas dalam dan mengeluarkan kertas hasil pemeriksaannya dari dalam tas, lalu memberikannya pada Taehyun.

Taehyun mengambil kertas yang terlipat rapi itu dan membukanya, ia diam sejenak membaca hasilnya hingga melotot melihat apa yang tertulis di akhir. Lalu menatap Chaerin tak percaya, “Kau hamil?”

Chaerin mengangguk pelan, “4 bulan..”

Taehyun terpaku beberapa saat dan memandang perut Chaerin yang masih terlihat rata, kemudian kembali memandang kekasihnya itu.

“Eoteokhe?” Tanya Chaerin.

Taehyun diam sejenak sambil berpikir, lalu mengangguk sendiri. “Aku akan bertanggung jawab..”

“Bukan tentang itu Taehyun, aku akan mengadakan konser pertamaku di Seoul dua bulan lagi.. Dua bulan lagi perutku akan membesar dan tidak mungkin menyembunyikannya!” ucap Chaerin panik.

“Kau bisa menunda konser hingga melahirkan bayi ini, atau kau bisa langsung memulai tour setelah album-mu yang kedua..” ucap Taehyun.

Mata Chaerin tampak memerah menahan air mata menatap Taehyun, “Taehyun, terlalu cepat bagiku untuk melahirkan bayi ini..” ucapnya dengan suara bergetar.

Taehyun diam menatap ke dalam mata Chaerin, “Chaerin, dia sudah 4 bulan..” ucapnya pelan.

“Apa kau tau aku berjuang keras untuk konser itu Taehyun?!” Tanya Chaerin. “Mungkin menurutmu aku masih bisa meneruskan karirku, tapi apa yang akan orang-orang katakan tentangku? Karirku tidak akan seperti ini lagi, mungkin aku akan kehilangan semuanya begitu fansku tau sekarang aku hamil!”

Taehyun diam sejenak lagi, “Lalu, kau akan menggugurkannya?”

Chaerin menunduk bingung, lalu kembali memandang Taehyun. “Ne, aku akan menggugurkannya..”

Taehyun tampak tak memberikan respon apa pun, namun hatinya sangat sakit mengetahui Chaerin lebih memilih karirnya dari pada buah cinta mereka. Ia memandang ke bawah tanpa ekspresi, “Itu keputusanmu..”

Chaerin langsung mengeluarkan ponselnya, “Aku akan meminta Daesung oppa membuat janji untuk menggugurkan kandunganku secepatnya..” ucapnya dan menempelkan telepon di telinga.

Taehyun mendengarkan Chaerin berbicara dengan manajer gadis itu beberapa saat. Hatinya benar-benar sakit gadis itu bahkan tak bertanya apa yang ia rasakan.

Chaerin menghela nafas lega setelah memberitau manajernya, “Ahh.. pasti perlu waktu lama untuk pemulihannya..” gumamnya.

“Tapi Chaerin…” ucap Taehyun tanpa memandang Chaerin.

Chaerin memandang Taehyun.

“Jika kau menggugurkannya, mungkin aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi..” lanjut Taehyun.

Chaerin tertegun, “Ne? apa maksudmu?”

Taehyun masih memandang kedepan dan tersenyum sedih, “Aku tidak percaya kau akan membunuh anak kita demi karirmu..” ucapnya dengan nada terluka, rongga matanya terasa di penuhi air namun ia berusaha keras tetap menahanya.

“Taehyun, dia hanya jabang bayi.. dia belum lahir..” ucap Chaerin terluka.

“Gwenchana, aku hanya membual.. Kau akan menjadi artis besar dengan keputusanmu..” ucap Taehyun sambil bangkit.

“Ya Taehyun!!” panggil Chaerin sambil bangkit dan menahan pria itu, “Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?! kau berkata aku egois, ne! aku memang egois! Tapi saat ini karirku sedang bersinar dan aku baru memulainya.. Aku akan mengandung anakmu lagi nanti, aku harus menjadi sangat sukses sebelum aku menjadi ibu dari anak-anakmu!!” serunya sedih bercampur marah.

Sebulir air akhirnya jatuh dari mata Taehyun dan memandang Chaerin dengan tatapan terlukanya, “Tidak ada lagi ‘nanti’, Lee Chaerin-ssi..” ucapnya, lalu melepaskan tangan gadis itu dan melangkah keluar dari ruangan itu.

Chaerin merasa benar-benar terluka. Bulir air matanya berjatuhan menyadari Taehyun sama sekali tidak mendukungnya. Dan sepertinya pria itu baru saja memutuskan hubungan mereka.

Keesokan Harinya.

Taehyun ikut dalam rapat persiapan konser pertama Chaerin. Ia hanya duduk disana mendengarkan tim yang ditunjuk bertanggung jawab untuk konser menjelaskan.

Chaerin duduk di sebelah manajernya di seberang Taehyun. Ia sama sekali tak bisa berkonsentrasi karena sejak kemarin pria itu tak mau berbicara dengannya, juga tidak pernah mengangkat panggilannya. Sejujurnya ia sangat takut. Takut jika public mengetahui kehamilannya, lalu meninggalkannya. Ia sudah memimpikan berada di posisi ini sejak kecil, ia tak bisa melepaskannya secepat ini. kepalanya terasa sakit lagi, lalu pandangannya mulai buram dan ia tak tau apa yang terjadi lagi.

 

=Sebuah Ruang Perawatan=

Chaerin membuka matanya perlahan, namun pandangannya masih membayang dan kepalanya terasa sangat pusing.

“Chaerin… Chaerin.. kau dengar aku?” Tanya Yurim dari sisi kanan Chaerin.

Chaerin berusaha tersadar seutuhnya dan memandang Yurim, “Eonni, aku dimana?”

Yurim menghela nafas lega, “Kau di ruang perawatan.. Dokter bilang kau hanya stress, juga karena kondisimu yang sedang mengandung..”

Chaerin tertegun mendengar ucapan Yurim, “Kau tau?”

Yurim mengangguk, “Tadi saat membawamu kemari Taehyun memberitaukannya padaku dan memintaku untuk tidak mengatakannya pada siapa pun..”

“Taehyun?” Tanya Chaerin, lalu memandang sekitar. “Mana dia?”

“Dia sudah pergi..” jawab Yurim.

Chaerin menatap Yurim tak percaya, “Dia pergi? kenapa dia pergi?”

Yurim terlihat ragu untuk berbicara, “Taehyun berkata ia tidak berhak berada disini..”

Chaerin merasakan remuk di dadanya, “Mwo?”

“Chaerin-a, Daesung oppa sudah memberitauku juga dengan rencanamu menggugurkan kandunganmu. Apa kau harus melakukannya?” Tanya Yurim hati-hati.

Chaerin memejamkan matanya menahan air mata yang hendak jatuh, lalu memalingkan wajahnya. “Eonni, aku ingin sendiri..”

Yurim menghela nafas dalam dan bergerak bangkit, “Keure, aku akan duduk di luar..” ucapnya.

Chaerin benar-benar terluka karena perlakuan Taehyun.

 

=YG Company=

“Nam Taehyun!” panggil Chaerin ketika melihat Taehyun berjalan di lorong.

Taehyun berhenti namun tak langsung berbalik karena tau itu adalah Chaerin.

Chaerin menghampiri Taehyun dengan tatapan marahnya dan berhenti di belakang pria itu, “Aku akan menggugurkannya hari ini..”

Taehyun kembali merasakan rasa sakit itu di hatinya, lalu berbalik menatap Chaerin tanpa ekspresi. “Hmm…” gumamnya menjawab gadis itu.

“Kau akan menyesal jika melepaskanku.” Ucap Chaerin dingin.

Taehyun sama sekali tidak terlihat ragu, “Aku akan mengirimkan bunga untuk konsermu nanti..” ucapnya pelan, lalu berbalik.

Dengan cepat Chaerin mengulurkan tangan menahan Taehyun sebelum berbalik, “Kau benar-benar akan menyudahinya?”

“Ne..” jawab Taehyun tanpa ragu.

Tatapan Chaerin berubah tajam pada Taehyun, “Kau tidak akan melakukannya..” ucapnya dingin.

Taehyun melepaskan tangan tangan Chaerin dan memalingkan wajahnya sambil melangkah pergi.

“Kau tidak akan melakukannya, Nam Taehyun! Kau tidak akan pernah melakukannya!” seru Chaerin. Sebenarnya itu adalah cara ia memohon agar Taehyun tidak meninggalkannya.

Taehyun hanya terus melangkah tanpa mengatakan apa pun.

Melihat Taehyun hanya terus melangkah pergi tanpa mempedulikannya, Chaerin merasa sangat menyedihkan. Ia berusaha keras menahan air matanya namun kedua kakinya terasa lemah untuk berdiri hingga ia jatuh terduduk di lantai.

Yurim yang baru tiba di kantor terkejut melihat ada seorang gadis blonde terduduk lemas di lantai, “Omo.. Chaerin-a?” tanyanya sambil menghampiri gadis itu. “Oh! Chaerin! Waekeure?!” tanyanya sambil merangkul gadis itu dan membantunya berdiri. “Ayo.. jalan perlahan..” ucapnya.

Chaerin hanya mengikuti Yurim dengan ekspresi putus asa hingga tiba di ruang make up.

“Ayo duduk..” Yurim membantu Chaerin duduk dan menatap gadis itu tak mengerti, “Waekeure? Kenapa kau seperti ini? kepalamu sakit lagi?” Tanya Yurim khawatir.

Chaerin menghela nafas dalam dan memandang Yurim, “Eonni, aku ingin beristirahat sejenak..” ucapnya.

Yurim mengangguk, “Keure.. Aku akan membawamu ke pulang..”

“Aniya, aku akan tidur di ruang latihan hingga Daesung oppa menghubungiku..” ucap Chaerin.

“Ne? kau benar-benar akan menggugurkannya?” Tanya Yurim tak percaya.

Chaerin tidak menjawab dan langsung berdiri, lalu melangkah keluar dari ruangan itu.

“Lee Chaerin..” panggil Yurim sebelum Chaerin keluar, gadis itu berhenti namun tak memandangnya. “Apa kau akan bahagia mendapatkan karirmu jika kau tidak bersama orang yang kau cintai?”

Chaerin terpaku di tempatnya beberapa saat, lalu kembali melangkah tanpa mengatakan apapun.

Yurim hanya menghela nafas dalam sambil memperhatikan Chaerin pergi.

Chaerin pergi ke sebuah ruang latihan yang tidak terpakai dan membiarkan lampunya mati, lalu pergi ke sudut dan berbaring. Meskipun memejamkan mata ia tidak berniat tidur, ia hanya ingin menyendiri disana. Satu tangannya bergerak memegang perutnya, ‘Kenapa kau harus datang sekarang?’ batinnya sedih.

Beberapa jam kemudian.

Chaerin mendapat panggilan dari Daesung dan segera keluar dari gedung untuk menemui pria itu. tanpa ragu ia masuk ke van dan ikut menuju dokter kandungan tempat ia akan menggugurkan kandungannya.

Daesung melirik Chaerin sekilas melalui kaca spion, “Chaerin, kau benar-benar akan melakukannya?” tanyanya.

Chaerin yang duduk di kursi belakang hanya memandang ke jendela tanpa menjawab.

Daesung tidak melanjutkan pertanyaannya dan tetap focus pada jalanan.

Chaerin mengeluarkan ponsel dan melihat apakah ada pesan masuk atau panggilan tak terjawab. Sama sekali tidak ada. Ia menunggu seseorang menghubunginya untuk kembali dan tidak melakukan niatnya saat ini, namun sama sekali tidak ada. Ia berusaha terlihat biasa karena Daesung ada disana dan membaca berita apa yang menjadi sorotan saat ini. judul besar yang berada di urutan pertama membuatnya melotot.

Composer Nam Taehyun menghapus photonya dan penyanyi CL, putus?

Jantung Chaerin berdegup kencang dan langsung membaca berita itu. matanya membesar mengetahui Taehyun baru saja menghapus photo postingan di Instagram yang ia ambil waktu itu. ia tak percaya pria itu menghapusnya. Bulir air matanya langsung berjatuhan “Andwae..” gumamnya tak percaya. Ini adalah jawaban Taehyun atas pertanyaannya tadi di lorong. Ponsel itu terjatuh dari tangannya dan membuatnya menangis meratapi keputusannya.

Daesung terkejut dan menatap Chaerin cemas, “Chaerin-a! waekeure?!”

Chaerin menatap Daesung, “Oppa! Cepat bawa aku ke rumah sakit itu!!!” serunya.

Daesung benar-benar tak mengerti apa yang terjadi pada gadis itu dan hanya menambah kecepatan mobilnya.

Rumah sakit.

Chaerin berhenti di depan ruangan dokter dengan kacamata hitam diwajahnya, ia menghela nafas dalam dan kembali melangkah masuk.

Sementara itu di studio music.

Taehyun termenung sambil mengetuk-ketukkan jarinya ke tombol di meja. Ia sangat khawatir sesuatu terjadi pada Chaerin dalam proses pengguguran itu. meskipun setelah ini ia memutuskan untuk tidak bersama gadis itu lagi, tapi ia lebih memilih tidak bersama gadis itu daripada melihatnya mati. dalam hati ia tak berhenti berdoa untuk kelancaran proses itu.

 

=Beberapa Hari Kemudian=

Taehyun tak mendengar kabar apa pun tentang Chaerin. ia sangat ingin tau namun tidak ingin bertanya pada orang terdekat gadis itu. “Aku akan mengetahuinya nanti..” gumamnya. Dalam pikirannya mungkin gadis itu sedang dalam masa pemulihan setelah pengguguran itu, jadi ia bisa sedikit bersabar hingga gadis itu muncul.

Namun Taehyun tak bisa lagi menahan dirinya.

Malam itu ia berbaring di tempat tidur dan mengirimkan pesan pada Chaerin.

NamTaehyun : Neo gwenchana?

Taehyun menunggu balasan dengan perasaan gusar. Hingga pesan itu dibalas. Ia terkejut dan langsung membaca pesannya.

Chaerin_Lee : gwenchana..

Ia menghela nafas lega dan kembali mengetikkan pesan.

NamTaehyun : Syukurlah..

Chaerin_Lee : Besok aku akan datang ke kantor agensi.. Terima kasih Taehyun..

Taehyun mengerutkan dahi membaca balasan Chaerin dan kembali membalas.

Nam­_Taehyun : Kenapa kau berterima kasih?

Taehyun menunggu namun tak ada balasan lagi. ia mulai bertanya-tanya alasan Chaerin berterima kasih padanya.

Semua kebingungan Taehyun terjawab ketika ia bangun tidur.

“YA!! Nam Taehyun!! Cepat bangun!!” seru Bom sambil mengguncang tubuh Taehyun.

“Hmm…” gumam Taehyun sambil bergerak sedikit dan membuka matanya, “Noona, waekeure? Pukul berapa sekarang?” gumamnya mengantuk.

“Itu tidak penting!! Benarkah Chaerin hamil?!!” seru Bom.

Mata Taehyun langsung terbuka lebar dan bergerak duduk sambil menatap Bom kaget, “B-bagaimana noona tau?” tanyanya pelan.

“Lihat ini!” Bom memperlihatkan layar ponselnya pada Taehyun.

Mata Taehyun membesar melihat itu adalah salah satu photo postingan Chaerin di akun instagramnya. Sebuah photo USG dengan caption : sekarang dia ada di perutku. ^-^

“Dia benar-benar hamil?” Tanya Bom tak percaya.

Taehyun memandang Bom bingung, “Mmm.. ne..” jawabnya pelan.

“Aisssh!! Kenapa kau mendahuluiku?! Jika Chaerin hamil tentu kalian harus menikah, lalu kapan aku akan menikah jika di langkahi olehmu?!” Tanya Bom frustasi.

“Ne?” ucap Taehyun bingung.

 

=YG Company=

Bukan hanya dunia maya. Seluruh kantor heboh karena photo yang di posting Chaerin itu.

“Chaerin hamil?” Tanya Tuan Nam serius pada putra bungsunya.

Taehyun mengangguk pelan, “Ne, appa..”

Tuan Nam memejamkan mata dan memijat pangkal hidungnya, “Kenapa… Chaerin memposting photo itu sebelum memberitau agensi?” tanyanya tertahan.

Taehyun menunduk menyesal, “Aku juga tidak tau appa, tapi aku…”

“Annyeonghaseo~~~”

Taehyun dan Tuan Nam tertegun dan menoleh ke asal suara dan terkejut melihat Chaerin dengan senyum cerianya di pintu.

Taehyun berdiri dengan tatapan tak percaya meihat penampilan manis dan wajah bahagia gadis itu, “Lee Chaerin?”

Chaerin melangkah riang menghampiri Taehyun dan memeluk leher pria itu erat.

Taehyun terkejut tiba-tiba di peluk seperti itu, “Ch-Chaerin?”

Chaerin melepaskan pelukannya dan menatap Taehyun masih dengan senyuman cerianya, lalu menarik satu tangan pria itu ke perutnya. “Dokter berkata dia sangat sehat..” ucapnya memberitau.

Taehyun menatap Chaerin tak mengerti, “Ne?” ia memandang perut gadis itu dan kembali pada wajahnya. “Kau tidak menggugurkannya?” Tanyanya setengah berbisik.

Chaering menggeleng, “Aniya, ini kan anakmu.. Aku tidak akan menggugurkannya..”

Taehyun terlihat sangat bingung, “Wae? Lalu konsermu?”

“Memangnya saat hamil tidak boleh melakukan konser?” Tanya Chaerin.

Taehyun tertegun mendengar ucapan Chaerin. perlahan bibirnya membentuk senyuman dan memeluk gadis itu erat.

Tuan Nam yang tadinya berniat memarahi kedua anak muda itu malah tersentuh melihat keduanya berpelukan erat seperti itu. ia hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

 

=Beberapa Saat Menjelang=

Chaerin melangkah keluar dari sebuah tempat acara dan hendak kembali ke vannya, namun langkahnya terhenti ketika ia berpapasan dengan orang selalu ingin ia hindari.

Jiyong tersenyum melihat penampilan Chaerin yang masih menarik meskipun sedang hamil.

Chaerin menatap Jiyong kesal, “Apa maumu, Kwon Jiyong?”

Jiyong tertawa kecil, “Aniya.. aku hanya merasa kesal karena belum berhasil merebutmu dari Nam Taehyun dan sekarang kau sudah mengandung anaknya.”

Chaerin hanya menatap Jiyong kesal.

Jiyong menghela nafas dalam, “Oke, aku akan langsung mengatakannya.” Ucapnya, “Aku menyesal selalu mengganggumu sebelum dan sesuatu bersama Taehyun..”

Chaerin mengerutkan dahi, “Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?”

“Entahlah.. Saat melihatmu dengan perut buncit itu..” ia menunjuk perut Chaerin yang memang agak tersamar dengan kemeja longgar yang gadis itu kenakan, “..aku merasa telah salah membuatnya hampir tidak menjadi anak dari Nam Taehyun..”

Chaerin diam sejenak, lalu tersenyum lucu. “Diamlah Kwon Jiyong..” ucapnya, lalu tertawa kecil sambil melangkah pergi lagi.

Jiyong berbalik memperhatikan Chaerin pergi sambil tersenyum.

Chaerin di sambut oleh para wartawan ketika berjalan menuju van, Daesung dengan sigap menahan mereka agar menjaga jarak darinya. Ia hanya menebar senyuman sambil memegang perutnya yang sekarang sudah masuk bulan ke tujuh.

 

=Talk Show=

“Apa kau pernah merasa khawatir dimasa kehamilanmu ini, CL-ssi?” Tanya MC.

Chaerin tertawa kecil, “Tentu saja ada, seperti apakah nanti dia tidak akan terkejut melihat penampilanku dipanggung? Atau apakah dia bisa tumbuh dengan baik di tengah orang-orang yang ingin mengetahui tentangnya?”

“Tentu saja, setiap ibu pasti mengkhawatirkan hal itu..” ucap sang MC mengomentari, “Dan jujur saja aku ingin tau. keputusanmu untuk menikah dan mempunyai anak itu sangat mengejutkan, apa kau tidak takut karirmu akan hancur? Juga mengingat beberapa bulan lalu kau berkata tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini..”

Chaerin tersenyum simpul, “Aku sangat takut awalnya, lalu aku mulai berpikir. Untuk apa karir bersinar jika hanya aku yang akan menikmatinya. Aku tidak bisa bersama orang yang kucintai dan akan kehilangan alasan mengapa aku berdiri diatas panggung selama ini. dan, jujur saja kehamilanku ini sama sekali tidak kami rencanakan. Aku sempat khawatir dan berpikir untuk menggugurkannya karena aku merasa belum siap menjadi ibu dan aku masih terikat kontrak dengan agensi. Tapi, kemudian aku berpikir lagi.. Bukankah anak adalah anugerah terbesar di hidup seorang wanita? Jadi aku memutuskan untuk tidak menyia-nyiakannya dan mempersiapkan diriku menjadi seorang ibu..” jelasnya.

MC itu tersenyum lebar dan menatap Chaerin kagum, “Kau sangat mengagumkan, CL-ssi..”

Chaerin tersenyum malu, “Aniya.. hanya semakin dewasa..” ucapnya.

Van.

“Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat lelah..” ucap Yurim khawatir.

Chaerin tersenyum, “Gwenchanayo eonni.. aku memang sedikit lelah..” jawabnya, lalu ponselnya berbunyi. Ia memandang layar ponsel dan memutar bola matanya kesal, lalu menjawabnya.

“Ya, Lee Chaerin! kenapa kau tidak membalas pesanku? Odiso?!” Tanya Taehyun di seberang.

“Nam Taehyun, berhenti menghubungiku setiap saat. Aku bersama Yurim eonni dan Daesung oppa di dalam Van..” ucap Chaerin sebal.

“Aku mendengar minggu lalu kau tidak berhenti tersenyum pada actor rookie yang menjadi tamu di acara itu juga! Apa kau tidak ingat kau sedang mengandung Lee Chaerin?! cepat kembali ke rumah!” ucap Taehyun kesal.

“Ne.. ne.. arasoo..” ucap Chaerin dan memutuskan telepon.

Yurim memandang Chaerin bingung, “Waeyo?”

“Aku tidak habis pikir, kenapa Taehyun jadi over-protektif seperti ini..” ucap Chaerin aneh.

Yurim dan Daesung langsung menahan tawa.

Chaerin memandang kedua orang itu bingung, “Waeyo?”

“Ya.. kau tidak ingat kau selalu melakukannya pada Taehyun dulu?” Tanya Daesung sambil menahan tawa.

“Chaerin, ini pasti karena pengaruh kehamilanmu.. Kau jadi lebih tenang setelah hamil.. Dan Taehyun jadi over-protektif seperti dirimu dulu. Mungkin seperti pergantian sifat.” Ucap Yurim lucu.

Chaerin mengerutkan dahi, “Jinja? Apakah yang seperti itu ada?”

“Ohh.. pasti anakmu akan memiliki sifat ayahnya, karena itu kau menjadi sangat tenang seperti ini..” ucap Daesung memprediksi.

“Hmm.. bisa jadi..” ucap Chaerin sambil tersenyum memandang perutnya dan mengelusnya lembut.

 

=Bulan ke-8=

Taehyun memandang kearah Chaerin yang duduk disebelahnya, “Apa kau harus ikut? Kau akan terlalu lelah nanti..” ucapnya sambil mengelus perut gadis yang sekarang sudah menjadi istrinya itu.

Chaerin tersenyum, “Ne.. aku sangat ingin ikut.. Mungkin dia yang ingin..” ucapnya sambil mengelus perutnya.

Taehyun tersenyum lucu, “Keure, tapi jika kau merasa lelah katakan padaku. Aku akan langsung membawamu pergi..”

Chaerin mengangguk mengerti.

Mobil yang mereka membawa mereka berhenti di parkiran. Taehyun akan menghadiri acara music karena ia masuk dalam nominasi composer terbaik atas lagu-lagu CL juga artis lain yang ia aransemen.

Taehyun segera turun dan menghampiri pintu Chaerin, setelah membukanya dengan hati-hati ia membantu gadis itu turun.

Chaerin melangkah turun sambil menggenggam tangan Taehyun. Ia tersenyum pada pria itu dan melangkah bersama menuju red carpet. Memang tubuhnya tidak sexy seperti biasa karena bobot tubuhnya naik drastic akibat kehamilannya. Namun ia merasa bangga karena akan segera menjadi ibu disaat gadis-gadis seusianya masih mengejar mimpi dan tidak tau kapan bisa menjadi wanita seutuhnya. Ia mengenakan gaun panjang yang berwarna hitam untuk menyamarkan kondisi perutnya. Baru beberapa langkah tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan perutnya. Dahinya berkerut dan berhenti melangkah.

Taehyun tertegun dan memandang Chaerin bingung, “Wae?”

Chaerin memandang Taehyun risau, “Taehyun-a, kupikir…..” ucapannya terputus karena merasakan cairan mengalir di kakinya.

Taehyun menatap Chaerin khawatir, “Wae? Kau pikir apa?”

Chaerin terkejut merasakan kontraksi yang sangat kuat di perutnya, “Ah!” rintihnya sambil memegang perut.

Taehyun terkejut dan menatap perut istrinya, matanya melotot melihat air sudah tergenang di aspal, “Oh.. ketubanmu pecah?!”

Chaerin memejamkan mata dan bersandar pada Taehyun, “Ahh! Dia akan keluar.. ahh!” rintihnya karena rasa sakit yang terus meningkat.

“Ayo.. berpegangan padaku..” ucap Taehyun sambil merangkul Chaerin dan kembali membawanya kembali ke mobil.

 

=Kamar Perawatan=

Taehyun tersenyum memandangi putra mungilnya di tempat tidur bayi di sebelah tempat tidur Chaerin. Meskipun kurang bulan bayi mereka lahir sehat tanpa kekurangan apa pun.

Chaerin, setelah perjuangan berat beberapa jam lalu, duduk di tempat tidur memandangi putranya yang tertidur nyenyak. “Kita belum memberikannya nama..” ucapnya.

Taehyun memandang Chaerin, “Aku sudah memilikinya..”

“Siapa?” Tanya Chaerin ingin tau.

“Nam Byeol..” jawab Taehyun.

“Hanya Byeol? Wae?” Tanya Chaerin tak mengerti.

Taehyun memandang bayi mungil itu lagi, “Byeol, berarti bintang.” Ucapnya dan kembali memandang gadis yang telah melahirkan putranya. “Agar dia terus bersinar seperti ibunya..”

Chaerin menatap Taehyun tak percaya dan tersenyum penuh haru. Lalu maju dan mencium bibir pria itu.

Taehyun menahan tawa, “Kan sudah kubilang itu harus di lakukan pria terlebih dulu..” ucapnya, lalu memajukan wajahnya dan mencium gadis yang sangat ia cintai itu.

 

=6 Tahun kemudian=

Chaerin berpose memamerkan lekuk tubuhnya yang sexy dan tatapan tajamnya ke kamera. Setelah blits menerpanya, ia mengganti angle dan terus begitu hingga sesi pemotretan selesai.

Good CL-ssi… senang bekerja sama denganmu..” ucap photographer yang memotret Chaerin.

Chaerin membungkuk sopan dan berjalan menuju ruang ganti. Ia tertegun melihat Taehyun dan putra mereka Byeol sudah ada disana.

“Eommaaaaaaaa……….” Sorak Byeol sambil berlari menghampiri Chaerin.

Chaerin tersenyum lebar dan menggendong putranya, “Byeol-a.. eomma bogoshipo.” Ucapnya dengan suara cute.

“Nadoo..” ucap Byeol.

Chaerin mencium bibir putranya dan tersenyum lebar, “Hmm.. keyomne..” ucapnya gemas.

“Ehemm..” dehem Taehyun agar kedua orang itu menyadari dia juga disana, “Aku juga ingin ciuman..” ucapnya.

Chaerin tertawa kecil dan mendekati Taehyun dan mencium pipi pria itu, “Kau masih lucu Byeol appa..” ucapnya.

“Eomma, appa bilang eomma akan konser lagi. waeee?” rengek Byeol.

Chaerin tersenyum, “Bukankah menyenangkan kita bisa berjalan-jalan ke Negara-negara yang kita suka?”

Byeol menggeleng, “Naega shiro!! Jika eomma pergi konser terus, kapan aku akan punya adik?”

Chaerin dan Taehyun tertegun mendengar ucapan putra mereka, lalu saling berpandangan bingung. Tak lama mereka tertawa lucu.

“Waeyo? Byeol ingin adik?” Tanya Taehyun lucu.

“Neeee… temanku Hyunwoo sudah punya dua adik, aku belum punya satu pun.. Aku juga ingin adik eomma..” ucap Byeol sebal pada ibunya.

Chaerin hanya bisa tertawa mendengar ucapan putranya.

Taehyun mengelus rambut putranya sambil tertawa. Sementara Byeol terus cemberut karena orangtuanya tertawa.

 

 

===THE END===

Advertisements

6 thoughts on “Confession

  1. Ceritanya keren!!!! Lengkap banget kisahnya.. dari awal pertemuan chaerin ama taehyun ampe udah punya anak! heheh! keren deh!! Daebak!

    1. Wuahhhh ff baru ^_^
      Ya meskipun tokohnya aku krg suka tapi jalan ceritanya JJANG^_^
      Cl ama taehyun sosweet bikin senyum2 gk jelas hehehehe
      Nangis pas cl ama taehyun mau putus, pdhl kyknya gk sedih , ya mungkin terbawa suasana ^,^
      Fighting ya eon ff baru
      next ff 2hyun ^-^ hehehe
      keep writing ◇•••○●●□□♡★☆★♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s