Uncategorized

I’m With You [Chapter 13]

13One Kiss, One Heart, One Love

 

Chansung yang sedang mencari sesuatu di lemarinya tersenyum melihat Fei bangun, “Good morning..” sapanya.

Fei tersenyum dan bergerak bangkit sambil merenggangkan tubuhnya. Lalu memandang Chansung heran, “Kau tidak bermimpi buruk?”

Chansung menutup lemari dan menghampiri tempat tidur, lalu duduk di sebelah Fei. “Ani..”

Fei tersenyum sambil memegang pipi Chansung, “Kemajuan yang baik..”

Chansung tersenyum dan menunjuk tangan Fei di pipinya, “Kau lihat, tubuhmu lebih mengerti hatimu..”

Fei tertegun dan menarik tangannya, “Wae? Aku kan memang biasa seperti itu?”

“Hmm.. keure, lalu ini?” Chansung bergerak maju sambil memegang belakang kepala Fei untuk menariknya.

Fei terkejut merasakan bibir Chansung menyentuh bibirnya. Tangannya bergerak mendorong tubuh pria itu namun ciuman itu malah semakin dalam.

Chansung menahan senyuman merasakan Fei membalas ciumannya dan membuka mata. Seperti dugaannya, gadis itu memejamkan mata. Ia menarik dirinya di tengah ciuman itu dan membuat Fei membuka mata dan menatapnya protes. “Lalu apa tadi itu?”

Wajah Fei mendadak berubah menjadi merah padam, “Ya! Kau sedang mempermainkanku?!” tanyanya kesal, lalu bangkit dan berjalan keluar kamar.

Chansung tertawa lucu melihat Fei pergi.

Begitu keluar dari kamar, Fei langsung menghela nafas dalam sambil memegang dadanya. Jantungnya berdegup sangat kencang, membuatnya sulit untuk bernafas. ‘Wae? Apa aku benar-benar memang menyukai Chansung?’ batinnya bingung, lalu melangkah ke kamar mandi.

Fei dan Jiyeon duduk di ruang tengah untuk menonton tv.

Fei memandang sekitar bingung, “Mana Injung dan Inyong?”

“Narsha eonni membawa mereka jalan-jalan.. Mereka bersemangat sekali tadi..” jawab Jiyeon senang.

Fei tersenyum mendengarnya, “Hmm.. begitu..”

Chansung muncul sambil melakukan bermain game di ponselnya.

Fei tersenyum dan hendak menyapa pria itu, namun senyumannya menghilang melihat pria itu duduk di sisi Jiyeon.

Jiyeon penasaran game apa yang di mainkan Chansung dan mengintip layar ponsel pria itu, “Main apa oppa?”

“Balap mobil..” jawab Chansung.

“Hmm.. aku selalu menyukai game ini.. biasanya setiap malam aku memainkannya dulu sebelum tidur..” ucap Jiyeon.

Chansung memandang Jiyeon tak percaya, “Jinja? Lalu apa kau tau apa trik di level 12?”

“Keurom..” jawab Jiyeon dan mulai menjelaskan.

Fei sebal karena seperti tidak ada disana, lalu menatap tv untuk menyembunyikan rasa sebalnya.

Tak lama Joon muncul dan duduk di sisi Fei sambil memandang kedua orang tadi penasaran, “Apa itu?”

“Game..” jawab Fei.

“Ohh..” Joon mengambil remote dari tangan Fei.

Fei tertegun tadi Joon menyentuh tangannya dan melirik Chansung yang terlihat tidak menyadarinya, ‘Aissh.. kau seharusnya lihat..’ batinnya kesal.

“Ohh! Itu oppa, lewat jalan yang tadi..” ucap Jiyeon memberitau.

Chansung tertawa, “Ne.. mian, aku akan coba di lap berikutnya..”

Fei menatap kedua orang itu sebal karena hanya asik dengan ponsel di tangan Chansung. Ia tertegun merasakan Joon bersandar ke sofa untuk mendapat posisi nyaman namun bersentuhan dengan bahunya. Ia melirik pria di sampingnya yang terlihat asik dengan tayangan tv. Sebuah ide muncul di kepalanya, ia langsung mengambil majalah dan menyandarkan punggung ke bahu Joon.

Joon tertegun dan melirik Fei, seulas senyum muncul di wajahnya dan kembali memandang tv.

Fei berpura-pura asik membaca majalah beberapa saat, lalu melirik kearah Chansung yang masih asik dengan game-nya bersama Jiyeon.

“Yes!! Yes!! Yuhu!! Lap terakhir..” ucap Chansung bersemangat.

“Wuaaah.. oppa daebak!” ucap Jiyeon kagum.

Fei menggemertakkan giginya kesal, lalu menutup majalah dan bergerak bangkit.

Joon memandang Fei bingung, “Fei.. mau kemana?” namun gadis itu dak menjawab.

Chansung tersenyum karena caranya berhasil, ia tetap memainkan game itu bersama Jiyeon hingga level berikutnya. Ia sengaja membuat Fei semakin kesal dan akan menghentikannya bersama Jiyeon.

10 menit.. 20 menit.. 30 menit..

Dahi Chansung berkerut Fei tidak memanggilnya juga, ia melirik ke belakang namun tak melihat siapa pun. ‘Dia tidak memanggilku? Benar-benar..’ gumamnya kesal.

“Oppa! Kau melewatkan misinya!” seru Jiyeon mengingatkan.

Chansung terkejut dan menatap layar ponselnya, “Ah! Sial!” ucapnya sambil kembali melanjutkan gamenya.

Kepala Fei muncul dari pintu kamar, “Chansung..” panggilnya.

Chansung terlalu berkonsentrasi pada game-nya.

“Hwang Chansung!!” panggil Fei lebih keras.

Jiyeon memandang kearah Fei dan memandang Chansung yang terlihat cuek, “Oppa, Fei eonni memanggilmu.

“Kau bilang apa?” tanya Chansung tak fokus, “Aissh! Aku melewatkannya lagi!”

“Ya! Hwang Chansung!!” seru Fei kesal.

“Oppa..” panggil Jiyeon.

“Aissh!!” seru Chansung kesal pada ponselnya.

Jiyeon memandang Fei bingung.

Joon memandang Chansung, lalu bangkit dan menghampiri Fei. “Ada apa? Aku akan membantumu..”

Fei menatap Joon sebal, “Sudah lupakan saja!” ucapnya, lalu masuk dan menutup pintu.

Joon garuk-garuk kepala karena keanehan sikap Fei sambil melangkah menuju kamarnya.

“Yes!! Yuhuuuu!! Aku menamatkan level 15!!” ucap Chansung senang, namun ia tertegun melihat wajah sebal Jiyeon. “Wae?”

“Oppa! Fei eonni memanggilmu sejak tadi!” ucap Jiyeon sebal.

Chansung tertegun dan memandang kebelakang, “Ne? Jinja?”

“Ne! Segera kesana sebelum kau mendapat masalah…” ucap Jiyeon sambil mendorong Chansung.

Chansung bangkit dan melangkah ke kamar. Tangannya terulur dan membuka pintu, lalu melangkah masuk. “Noona..”

Fei duduk di sofa sambil membaca novel dan menatap Chansung kesal, “Wae? Game-mu sudah selesai?”

“Ne? Belum..” jawab Chansung bingung.

Fei kembali memandang novel, “Selesaikan saja dulu!” ucapnya.

“Hm? Keure..” Chansung berbalik lagi hendak keluar.

Fei terkejut Chansung malah pergi, “Ya!”

Chansung berhenti dan memandang Fei, “Ne?”

Fei menatap Chansung kesal, lalu menutup buku dan menghampiri pria itu. “Neo paboya?! Kau tidak mengerti maksud ucapanku?!”

Dahi Chansung berkerut sambil menatap Fei aneh, “Arayo.. Aku akan menyelesaikan game ku disini..” ucapnya dan bergerak duduk ke sofa sambil memandang ponselnya.

Fei memutar bola matanya kesal, lalu menutup pintu dan menguncinya. Ia berbalik dan menghampiri Chansung sambil mengambil ponsel pria itu.

Chansung tertegun dan memandang Fei ngeri, “Noona, nanti game-ku kalah..” ucapnya pelan. Matanya membesar melihat Fei melepaskan batrai ponselnya dan menatap gadis itu lagi, “Noona, waekeure?”

“Waekeure? Kau ingin tau?” Tanya Fei kesal.

“Jinja, waekeureyo noona? Kau membuatku takut..” ucap Chansung ngeri.

Fei menatap Chansung kesal, lalu bergerak duduk disebelah pria itu dengan kedua tangan terlipat di dada.

Chansung memandang Fei aneh, “Noona..”

“Mwo? Kau berkata akan membuktikannya! Tapi kenapa kau malah menghabiskan waktu bersama Jiyeon?! Maksudmu kau akan membuktikan kau bisa mendekati semua gadis, ha?!” tanya Fei pada Chansung.

Chansung tertegun melihat kedua mata Fei memerah. Perlahan bibirnya membentuk senyuman dan langsung memegang kedua pipi gadis itu sembari memajukan wajahnya untuk mencium gadis itu.

Fei mendorong Chansung dan menatapnya kesal, “Ya! Apa yang kau lakukan?!” serunya, hal itu membuat bulir air matanya berjatuhan.

Chansung tertawa kecil dan langsung mendekap Fei sambil kembali menciumnya dalam.

“Hmmpp!” seru Fei sambil berusaha mendorong Chansung. Namun menyadari pria itu tak kan melepaskanya, ia berhenti dan akhirnya mengikuti apa yang pria itu lakukan.

Joon yang mendengar kedua orang itu berseru menghampiri pintu kamar mereka, “Ya! Kenapa kalian selalu bertengkar akhir-akhir ini? Buka pintunya!” ucapnya sambil mengetuk karena pintu terkunci.

PRANKK!!

Joon terkejut mendengar sesuatu pecah, “Ya! Jangan kekanakan! Keluar sekarang!!” teriaknya.

Sementara itu di dalam.

Chansung yang berada di atas tubuh Fei di atas tempat tidur menatap gadis di bawahnya kesal, “Noona, kenapa kau membuatnya terjatuh?” tanyanya karena Fei tak sengaja menyenggol lampu meja dengan tangannya.

Fei tersenyum malu, “Mian..” ucapnya.

“Ya!!” seru Joon sambil menggedor pintu.

“Aissh..” Chansung bangkit dan berjalan ke pintu, lalu membukanya.

Joon langsung melangkah masuk dan mencari-cari asal suara pecah tadi.

Fei yang duduk di pinggir tempat tidur memandang Joon bingung, “Waeyo?”

Joon lega melihat lampu meja di lantai dan memandang Fei, “Kupikir kalian mulai melempar satu sama lain..”

“Aniya, aku tidak sengaja menyenggolnya..” ucap Fei memberitau.

Chansung menahan senyuman mengingat mengapa Fei menyenggol benda itu.

Fei masih terjaga di tengah kegelapan sambil mengelus tangan Chansung yang memeluk pinggangnya dari belakang.

“Noona, belum tidur?” tanya Chansung.

Fei memandang ke belakang, “Aku belum bisa tidur..”

“Wae? Kita bahkan tidak melakukan apa pun..” ucap Chansung bercanda.

Fei menahan tawa, “Kau ini, bukan karena itu..”

“Wae?” tanya Chansung ingin tau.

“Mmm.. aku hanya memikirkan sesuatu, apa setelah ini kita akan baik-baik saja?” tanya Fei pelan.

Chansung tersenyum, “Keurom.. kita selalu baik-baik saja..”

Fei tersenyum dan membalik tubuhnya agar berhadapan dengan Chansung.

“Kau masih tidak bisa tidur? Kudengar setelah berhubungan sex kita bisa tidur nyenyak..” canda Chansung.

Fei tertawa kecil, “Lupakan.. sudah tidur..” ucapnya dan menyandarkan kepalanya ke dada Chansung.

Chansung mengelus rambut Fei lembut.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

6 thoughts on “I’m With You [Chapter 13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s