Chapter

I’m With You [Chapter 1]

1

—Bad Dream, Sweet Dream—

Fei masuk ke kamar dan melangkah menuju tempat tidur, kakinya berhenti melangkah melihat seorang pria sudah berbaring di sofa di kamarnya dengan mata terpejam. Bibirnya membentuk senyuman dan menghampiri pria itu, ia memperbaiki posisi selimut dan mengelus rambut pria itu. kemudian naik ke tempat tidur dan masuk ke bawah selimutnya. Dikamar berukuran sedang itu hanya bisa menampung sebuah lemari, satu single bed, dan sebuah sofa yang sebenarnya membuat sesak ruangan itu. ia berbaring miring sambil memperhatikan Chansung yang berbaring miring menghadapnya. matanya terpejam dan mulai tidur.

2 a.m

“Hmm.. nggghh.. andwae.. Ahhh!! ARRRGHHH!!”

Fei terbangun dan langsung bergerak bangkit sambil menatap Chansung yang terlihat meronta-ronta dalam tidurnya. Dengan cepat ia menyibak selimut dan menghampiti sofa. Wajah dan baju pria itu tampak basah dengan keringat, “Chansung-a.. Sssshh.. Chansung-a..” panggilnya sambil menepuk-nepuk pipi pria itu pelan.

Chansung tersentak dan melotot menatap Fei. Nafasnya tampak terengah-engah dan seluruh tubuhnya gemetaran.

Fei memegang kedua pipi Chansung dan menatapnya khawatir, “Gwenchana.. itu hanya mimpi.. Kau sudah aman sekarang..” ucapnya.

Chansung menghela nafas lega dan memegang satu tangan Fei di pipinya sambil memejamkan mata.

Fei tersenyum ketika Chansung kembali memandangnya, “Kau memimpikan hal yang sama lagi?”

Chansung mengangguk pelan, lalu bergerak duduk sambil menarik Fei duduk di dekat kakinya dan menyandarkan punggungnya sambil memandang Fei. “Aku melihat semuanya dengan jelas lagi.. Ada banyak darah di mana-mana dan aku tidak bisa melakukan apa pun..”

“Gwenchana.. itu hanya mimpi dan semuanya sudah berlalu..” ucap Fei menenangkan Chansung.

Chansung diam senejak menatap Fei yang masih tersenyum hangat, “Tapi kali ini, kau tidak membawaku pergi..”

Senyuman Fei luntur perlahan, “Ne? apa maksudmu?”

“Kau pergi begitu saja dan membiarkanku disana..” ucap Chansung pelan.

Fei tertegun dan menggenggam kedua tangan Chansung, “Aniya, aku tidak meninggalkanmu disana.” Ucapnya, lalu mengangkat kedua tangan pria itu ke pipinya. “Kau lihat, sekarang kita ada disini..”

Chansung menatap Fei dalam, lalu menarik tangannya dan membungkuk untuk menyandarkan kepalanya ke dada gadis itu dan memeluk tubuh langsingnya.

Fei menghela nafas dalam sambil membelai rambut Chansung lembut.

Chansung memejamkan matanya dan mempererat pelukannya ke tubuh Fei. “Kau tidak akan meninggalkanku kan, noona?”

Fei tersenyum dan menyandarkan pipinya ke kepala Chansung, “Keurom..”

7 a.m

Fei terbangun dan membuka matanya perlahan. Lalu menoleh kebelakang, Chansung masih terlelap sambil memeluknya dari belakang. Perlahan ia melepaskan pelukan pria itu dan bangkit, lalu melangkah keluar sambil mengikat rambutnya tinggi. Ia harus melakukan kegiatannya setiap pagi, menyiapkan sarapan. Sebenarnya tidak ada yang mengharuskannya seperti itu, tapi ia merasa senang bisa memasak untuk semua orang disana. Dirumah besar yang menyerupai rumah kos itu berada di pinggiran kota Seoul, di tinggali oleh 7 orang anak muda dengan latar yang berbeda.

Fei tertegun ketika seseorang memeluk pinggangnya dari belakang dan menoleh.

Pria tampan itu tersenyum manis, “Cagiya, annyeong..”

Fei menahan tawa mendengar panggilan pria itu, “Joon, sudah duduk sana sarapan akan segera selesai..”

“Hmm.. Shiro..” Ucap Joon sambil menggeleng seperti anak kecil. “Aww!! Aww!! Aww!!” Rintihnya sambil melepaskan pelukannya ke pinggang Fei karena ada seseorang yang menjewer telinganya.

Fei memandang orang yang menjewer dan tertawa kecil.

“Oppa!! Jika kau mengganggu Fei eonni terus kapan sarapan kita akan selesai?!” Tanya gadis manis bernama Jiyeon itu.

Joon cemberut sambil mengelus telinganya, “Arasso..” Ucapnya dan duduk di salah satu kursi di meja makan.

“Eonni, ada yang bisa kubantu?” Tanya Jiyeon sambil menghampiri Fei.

“Ne, tolong potong ini..” Ucap Fei sambil menunjuk daun bawang.

“Ne…” Ucap Jiyeon dan mulai memotong.

“Ohya, sepertinya Chansung mimpi buruk lagi semalam. Aku mendengar teriakannya..” Ucap Joon.

“Ne, aku juga. Waeyo eonni?” Tanya Jiyeon ingin tau.

Fei memandang dua orang itu menyesal, “Miane, kalian pasti terbangun. Mmm.. Sepertinya dia sedang tidak sehat akhir-akhir ini, karena itu sering bermimpi buruk..” Ucapnya.

“Hmm.. Begitu..” Ucap Jiyeon sambil mengangguk.

“Tapi Fei, apa kau tidak apa-apa masih mengurusinya seperti anak kecil? Dia kan sudah besar..” Ucap Joon heran.

Jiyeon memandang Joon heran, “Waeyo? Oppa iri karena tidak ada yang perhatikan?” Ledeknya.

Joon menatap Jiyeon sebal, “Aissh.. Enak saja..”

Fei tertawa kecil melihat Joon kesal.

“Wajar saja, Fei eonni dan Chansung oppa kan kakak adik. Jadi mereka harus mempedulikan satu sama lain..” Ucap Jiyeon sebal.

Fei terdiam mendengar ucapan Jiyeon dan kembali sibuk pada masakannya.

“Ya.. Pagi-pagi sudah ribut. Ada apa lagi?” Tanya seorang pria bertubuh tegap dan berkarisma yang masuk ke ruang makan dan duduk di sebelah Joon.

“Itu oppa, Joon oppa menggoda Fei eonni lagi..” Ucap Jiyeon memberitau.

Pria bernama Seungho itu menatap Joon aneh, “Sudahlah, menyerah saja. Kau bukan tipe Fei..” Ledeknya.

Fei tertawa sambil menghidangkan bihun goreng buatannya ke atas meja.

“Makaaan..” Ucap Joon bersemangat.

“Pagi semuanya..” Sapa Narsha sambil menghampiri teman-temannya dan duduk di sebelah Jiyeon.

“Pagi..” Balas yang lain.

Fei ikut duduk di sisi lain Jiyeon sambil memperhatikan wajah Narsha, “Eonni, waekeure? Wajahmu terlihat lelah..” Ucapnya sambil mengambilkan bihun ke piring dan memberikannya ke gadis tertua di rumah itu.

Narsha menghela nafas dalam sambil menerima piring tadi, “Ne, semalam mantan suamiku yang menyebalkan itu terus-terusan menghubungiku. Aissh.. Aku kesal sekali..” Ucapnya sebal.

“Waeyo eonni?” tanya Jiyeon bingung.

“Huuffftt.. dia ingin kami membahas harta gono gini yang belum sempat di selesaikan dulu.. Aisshh.. padahal selama menikah dia tidak pernah membelikanku apa pun!” ucap Narsha kesal. Lalu memandang Fei dan Jiyeon, “Kusarankan, jangan pernah menikah!! Kalian mengerti?!”

“Ya… apa yang terjadi padamu kan belum tentu juga terjadi pada mereka..” ucap Seungho menahan tawa.

“Ne, noona.. Jika aku menikahi Fei nanti aku tidak akan berbuat seperti mantan suamimu..” ucap Joon percaya diri.

“Pffff…” Jiyeon hampir memuncratkan makanan dimulutnya karena menahan tawa.

Fei menatap Joon lucu, “Mworagu?”

“Wae? Apa kau tidak berencana menikah?” tanya Joon pada Fei.

“Tentu saja, tapi yang pasti tidak denganmu oppa..” ucap Jiyeon mewakili Fei.

“Apa maksudmu? Tidak mungkin Fei memilihmu selama masih ada pria normal sepertiku dan Seungho hyung disini..” ucap Nickhun yang baru bergabung sambil duduk di sebelah Fei.

Semuanya tertawa karena Joon langsung mati kutu dan tidak bisa berkomentar lagi.

“Oh ya, Chansung belum bangun?” tanya Narsha sambil memandang sekitar.

“Mmm.. sepertinya. Tadi malam Chansung mimpi buruk lagi. Kurasa dia tidak bisa tidur nyenyak semalam..” jawab Fei.

“Oh.. pantas saja semalam aku seperti mendengar teriakan seseorang..” ucap Seungho sambil mengangguk mengerti.

“Cesonghamida, oppa..” ucap Fei menyesal.

“Aniya.. gwenchana, aku tau mimpi buruk tidak bisa di kendalikan..” ucap Seungho.

“Tapi kenapa Chansung sering bermimpi buruk? Kurasa sejak kalian bergabung dia sering sekali mimpi buruk..” ucap Nickhun ingin tau sambil mengambil makanannya.

“Mmm.. Ketika kecil kami pernah berada dalam situasi yang cukup mengerikan. Saat itu usianya masih terlalu muda dan kurasa trauma itu masih tersimpan dalam memorinya..” jelas Fei.

Yang lain mengangguk mengerti.

“Paling tidak Chansung masih memiliki noona sepertimu..” ucap Seungho.

Fei tersenyum tipis, “Ayo makan lagi..” ucapnya.

Jiyeon menyadari ada yang datang dan menoleh, bibirnya langsung membentuk senyuman melihat Chansung. “Oppa, ayo sarapan..”

Semuanya memandang ke arah Chansung yang terlihat baru bangun tidur dengan rambut berantakannya.

“Kau benar-benar baru bangun? Aissh.. paling tidak cuci mukamu dulu..” komentar Joon.

“Hmm.. pagi semua..” ucap Chansung dengan nada mengantuk dan duduk di sebelah Joon.

Fei mengambilkan bihun goreng untuk Chansung dan meletakkannya di depan pria itu, “Ini.. kau mau minuman hangat?”

Chansung mengambil sumpit dan menggeleng, “Ani..”

“Anak-anak, ingat kita akan beraksi malam ini. Seperti biasa, lakukan seperti apa yang kita rapatkan kemarin dan lakukan sesuai tugas masing-masing..” ucap Seungho.

“Ne..” jawab yang lainnya.

 

Di rumah yang terlihat sangat normal ini, tinggal 7 orang anak muda dengan 3 perempuan dan 4 pria. Mereka adalah sekumpulan orang yang menamai diri mereka ‘Perompak Pembela Kebenaran’. Maksudnya, mereka hanya akan mencuri dari orang-orang yang merugikan Negara, orang kikir, juga orang yang membuat orang lain menderita karena kekayaan mereka. Mereka terdiri dari:

Seungho, (29) pemimpin dan pendiri dari perkumpulan itu. sejak kecil sudah merasakan ketidakadilan karena keluarganya miskin, jadi ia ingin membalas orang-orang kaya kikir dan orang yang tidak peduli dengan orang lain. Berjiwa pemimpin tinggi dan selalu memperhatikan anggotanya.

Narsha, (32) wanita dan anggota tertua yang telah di kecewakan oleh mantansuaminya yang kaya raya karena penampilannya yang biasa dan keluarganya yang miskin ketika itu. ia ingin membuat semua pria brengsek mendapat balasan dan tidak menganggap remeh wanita sepertinya lagi. Selalu melakukan diet ketat untuk menjaga bentuk tubuhnya dan melakukan perawatan diri untuk menjaga penampilan cantiknya.

Joon, (27) sudah sangat lelah menjadi orang miskin karena selalu menuruti perintah yang lebih tinggi. Ia ingin mengubah dunia menjadi tempat menyenangkan yang tidak ada lagi berbedaan antara si miskin dan si kaya.Berwajah tampan namun di kenal dengan kelakuan ceroboh dan tidak berpikir sebelum bertindak itu.

Nickhun, (27) pria tampan yang bisa menaklukan para gadis hanya dengan satu senyumannya ini terlahir di sebuah rumah pelacuran dan terpaksa hidup di bawah tekanan. Selalu mendapat hinaan karena status dirinya. Berhati lembut dan sangat peduli pada para anggotanya. Ia ingin membuat semua orang mendapatkan pekerjaan tanpa harus menjual diri seperti ibunya dulu.

Fei, (27) memiliki masa lalu yang ia sendiri tidak ingin mengingatnya lagi. selalu melindungi Chansung dan begitu juga sebaliknya. Memiliki jiwa keibuan yang membuatnya sangat peduli pada para anggota. Bahkan Joon berkali-kali memintanya menjadi istri yang selalu berakhir dengan olokan dari yang lain. Ia ingin apa yang menimpanya dulu tidak pernah terjadi pada siapa pun di dunia ini.

Chansung, (25) melakukan apa pun untuk melindungi Fei karena masa lalu mereka yang mengerikan. Ia masih trauma akan hal itu hingga selalu mimpi buruk dan merasa was-was tanpa alasan. Ia ingin membuat Fei dan wanita lain di dunia merasa aman.

Jiyeon, (22) gadis yang masih terlihat seperti berusia belasan tahun ini adalah anggota termuda dan juga yang terakhir bergabung dengan kelompok ini. Ia kehilangan segalanya karena keluarganya di tipu oleh kenalan ayahnya, setelah itu ia menjadi penopang keluarganya. Ia ingin tidak ada lagi penipuan yang akan membuat hidup orang lain hancur dan berantakan seperti keluarganya.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

8 thoughts on “I’m With You [Chapter 1]

  1. Waahh.. awal2nya bingung pas baca ceritanya tapi akhirnya nyambung juga..
    Jadi mereka itu kelompok perampok toh..
    Hmmm… penasaran ama ceritanya.. next~

      1. iyaa thor, tapi jujur aku masih bingung ama ceritanya >< apa entar banyak konflik nya ya??
        pokoknya cepet2 dilanjut yaa^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s