Chapter · Cube

One Fun Day [Chapter 8]

8

—Sweet Girl—

=Kelas Seni=

Soyou yang duduk di sebelah Yoseop mengajari pria itu bagaimana cara yang baik untuk membuat sketsa. “Lemaskan tanganmu dan gerakkan seolah-olah tanganmu adalah pensil yang kau pegang..” ucapnya.

Yoseop mengangguk mengerti dan berusaha melemaskan tangannya sambil menorehkan pensil ke permukaan kanvas.

“Jangan terlalu tegang..” ucap Soyou sambil memegang tangan Yoseop dan menggerakkannya dengan lembut.

Yoseop memandang tangan Soyou dan memandang wajah sang gadis sambil tersenyum.

Soyou menyadari Yoseop tersenyum dan memamdang pria itu sambil menahan senyumannya, “Kenapa kau tersenyum? Cepat kerjakan..”

Yoseop kembali memandang kanvasnya dan membuat sketsa dengan hati-hati.

Naeun yang duduk di belakang kedua orang itu tersenyum melihat kedekatakan kakaknya dan Soyou.

 

=Pulang Sekolah=

Yoseop menunggu Soyou di depan kelas hingga gadis itu selesai, bibirnya membentuk senyuman ketika melihat gadis itu keluar.

Soyou tersenyum, “Kau menungguku?”

“Keurom.. Khaja..” ajak Yoseop sambil melangkah duluan.

Soyou berjalan di sisi Yoseop sambil menahan tawa.

“Kau tidak lupa belajar kan?” Tanya Yoseop.

Soyou menahan tawa, “Keurom, aku tidak akan kalah lagi denganmu.”

Yoseop tertawa kecil, “Ne.. arasso..”

Naeun mencari-cari dimana Yoseop dan melihat kakaknya berjalan bersama Soyou meninggalkan sekolah, “Oppa..” panggilnya.

Yoseop berhenti dan memandang kebelakang, begitu juga dengan Soyou.

Dahi Soyou berkerut melihat Naeun dan memandang Yoseop.

Naeun berlari kecil menghampiri Yoseop dan menatapnya sebal, “Oppa.. kenapa meninggalkanku begitu saja?”

“Biasanya kan kau pulang bersama teman-temanmu, karena itu aku langsung pulang..” ucap Yoseop.

“Aku kan tadi sudah mengirimu pesan kalau aku akan pulang bersamamu..” ucap Naeun memberitau.

“Ne?” Yoseop mengeluarkan ponselnya dan menemukan ada pesan masuk, “Oh.. mian, aku tidak tau ada pesan..”

Soyou memandang kedua orang itu bingung, dalam hati ia merasa panas. “Sepertinya kalian sangat dekat..” ucapnya.

Naeun dan Yoseop memandang Soyou.

Naeun memandang Yoseop bingung, “Oppa tidak memberitau Soyou Sanbae?”

“Hm? Kupikir dia sudah tau.” ucap Yoseop bingung.

Soyou tertegun dan memandang kedua orang itu bergantian, “Apa maksud kalian?”

Yoseop memandang Soyou, “Kau tau dia adikku?” tanyanya sambil menunjuk Naeun.

Soyou tampak terkejut, “Ne? adikmu?” tanyanya dan memandang Naeun.

“Sanbae tidak tau? padahal nama keluarga kami kan sama..” ucap Naeun heran.

“Tapi kalian tidak mirip, jadi kupikir hanya nama keluarga yang mirip..” ucap Soyou dan tertawa kecil. Sebenarnya ia tertawa karena beberapa menit lalu sempat cemburu karena kedekatan mereka.

Yoseop tertawa kecil dan merangkul Naeun, “Dia ini adikku yang paling manja dan cengeng..” ucapnya.

Naeun mendorong tangan Yoseop, “Enak saja, tidak lagi kok..”

Soyou tersenyum melihat kedekatan mereka, “Sudah, jika kalian bertengkar terus kapan kita pulang?”

 

=Hari Senin=

“Kang Soyou A+..” ucap Guru Kim sambil tersenyum.

Soyou merasa sangat gugup saat mengambil lembar jawaban yang sebenarnya di kerjakan oleh Yoseop. Ketika ia kembali duduk pria itu tampak tersenyum memandangnya.

“Yang Yoseop..” ucap Guru Kang sedikit kecewa, “C..”

Soyou tertegun, lalu memandang Yoseop yang melangkah menuju meja guru.

“Kuharap kau belajar lebih giat lagi, Yang Yoseop..” ucap Guru Kim ketika Yoseop mengambil hasil ulangannya.

Yoseop membungkuk sopan, “Ne, sonsaengnim.. Cesonghamida..” ucapnya menyesal dan kembali duduk.

Soyou merasa menyesal. Seharusnya nilai C itu di berikan padanya, tapi Yoseop yang mendapatkannya. Ia memandang lembar ulangan yang bertulis A+ di tangannya. ia memang tidak ingin di ungguli, tapi jika menang seperti ini justru membuatnya merasa seperti pecundang.

Yoseop tertawa mendengar lelucon Gikwang saat mereka duduk di dalam kelas menunggu bel masuk berbunyi.

“Yang Yoseop..” panggil ketua kelas.

Yoseop menoleh, “Ne..”

“Guru Kim ingin bertemu denganmu..” ucap ketua kelas, “Ia berkata bawa alat tulismu..”

Yoseop mengerutkan dahi dan memandang Gikwang, “Ada apa ya?”

“Sudah, pergi saja..” ucap Gikwang.

Yoseop mengambil pena dan melangkah keluar dari kelas menuju ruang guru. Ketika ia tiba disana, ia tertegun melihat Soyou duduk di depan guru Kim dengan kepala tertunduk. ‘Soyou? Apa dia mengaku?’ batinnya tak percaya. Ia melangkah pelan dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseo, sonsaengnim..” sapanya.

Soyou melirik Yoseop dan kembali menunduk.

Guru Kim memandang Yoseop dengan wajah seriusnya, lalu menyodorkan kertas hasil ulangan Soyou. “Benar kau yang mengerjakan ini?”

Yoseop tertegun, “Ne? oh.. sonsaengnim, disinikan tertulis nama Soyou..” ucapnya berusaha mengelak.

“Kang Soyou sudah mengatakannya dengan jujur padaku..” ucap Guru Kim tenang.

Yoseop tertegun dan melirik Soyou, lalu menunduk menyesal. “Cesonghamida sonsaengnim..”

Guru Kim meletakkan kertas ulangan itu ke meja dan melipat kedua tangannya sambil menatap Yoseop, “Menjadi kekasihnya bukan berarti kau harus melakukan hal memalukan seperti ini kan, Yang Yoseop?”

Yoseop memandang Guru Kim kaget, “Ne?”

Guru Kim menghela nafas dalam dan mengambil dua lembar kertas baru, “Aku kecewa dengan hal ini, jadi aku anggap ulangan kalian kemarin di batalkan dan kerjakan soal baru ini di ruang rapat..” ucapnya sambil menyodorkan dua kertas itu pada Yoseop dan Soyou.

Soyou bergerak bangkit dan mengambilnya, “Cesonghamida sonsaengnim..” ucapnya sambil membungkuk sopan.

Yoseop mengambil kertas itu dan membungkuk sopan, lalu berjalan bersama Soyou menuju ruang rapat. Ia melirik gadis di sebelahnya penasaran, “Kenapa kau memberitau Guru Kim?”

Soyou memandang Yoseop dan tersenyum tipis, “Agar kau tidak melakukannya lagi..”

Yoseop tersenyum melihat Soyou tersenyum padanya, “Keure, ayo kita kerjakan ini..” ucapnya sambil membuka pintu ruang rapat.

Soyou dan Yoseop duduk dengan tenang dan mulai mengerjakan.

Setengah jam kemudian.

Soyou bisa mengerjakannya dengan baik tanpa ragu, ia melirik Yoseop yang terlihat garuk-garuk kepala mengerjakan soalnya. “Waeyo?” tanyanya.

Yoseop memandang Soyou dan menunjuk satu soal, “Sepertinya yang ini agar rumit..” ucapnya.

Soyou melihat soal itu dan tersenyum, “Kita mempelajarinya hari ini, kau ini..” ucapnya dan menjelaskannya untuk Yoseop.

Yoseop tersenyum dan mengangguk mengerti, “Hmm.. begitu..”

Hampir dua jam kemudian. Soyou selesai mengerjakan soalnya dan meletakkan penanya, ketika menoleh ia tertegun melihat Yoseop malah terlelap. ia menahan tawa dan menarik kertas jawaban pria itu. ada beberapa soal yang belum di kerjakan dan pria itu malah tertidur. Ia mengambil penanya dan menyelesaikan sisa soal tadi.

Riiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!!!

Yoseop tersentak dari tidurnya karena mendengar bel pulang, lalu memandang Soyou. “Oh! sudah bel?! Kertasku!!” ia memandang meja namun tidak ada kertas jawabannya, “Hm? Mana dia?” tanyanya bingung.

“Aku sudah memberikannya pada Kim sam..” ucap Soyou memberitau.

Yoseop menghela nafas lega dan mengangguk, “Hmm.. begitu.. ahh.. bagaimana mungkin aku bisa tertidur..” ucapnya sambil mengelus tengkuk.

“Ya sudah, ayo kembali ke kelas..” ajak Soyou sambil bangkit.

Yoseop ikut bangkit dan berjalan bersama Soyou, “Oh ya, kau memberitau Kim sam kita berpacaran?”

Soyou tersenyum malu, “Ani.. aku hanya berkata kau terus mengejarku dan rela melakukan apa pun untukku.” Ucapnya.

Yoseop tertawa malu, “Kenapa kau mengatakannya?”

Soyou memandang Yoseop, “Karena ini sudah kedua kalinya kau mengalah untukku, aku tidak suka kau sengaja melakukannya..”

Yoseop tertegun, “Kedua?”

Soyou tersenyum, “Aku tau saat kau mendapat B+ itu kau sengaja tidak mengisi jawabanmu dengan benar..”

Wajah Yoseop terasa panas mengetahui Soyou juga menyadarinya, “Ne? kau tau juga?”

“Keurom.. kau mengajari Gikwang sebelumnya, bagaimana mungkin kau tidak mengerti tentang itu?” ucap Soyou sebal.

Yoseop menunduk sambil mengelus belakang kepalanya.

Soyou kembali tersenyum melihat ekspresi Yoseop, “Gumawoyo..” ucapnya tulus.

Yoseop memandang Soyou bingung, “Wae?”

“Sebelumnya, aku tidak pernah mau mengalah dari siapa pun. Juga saat mengetahui aku yang terbaik aku tidak memikirkan apa pun lagi. tapi kau mengajariku kalau aku juga harus mengakui kalau kemampuanku ada batasnya, dan sekarang rasanya aku lebih lega..” ucap Soyou.

Yoseop tersenyum, “Ne..”

Soyou bergerak maju dan mengecup pipi Yoseop dan menunduk malu.

Yoseop tertegun dan menatap Soyou tak percaya sambil memegang pipinya, tak lama bibirnya membentuk senyuman lebar.

“Jangan katakan apa pun!” ucap Soyou dengan wajah merona merah, lalu berlari pergi meninggalkan Yoseop.

Yoseop tertawa melihat Soyou malu seperti itu, “Soyou-a.. Tunggu aku..” ucapnya dan mengejar gadis itu.

 

=Makan Keluarga Yang=

Ibu Yoseop memandang putranya yang terlihat lebih ceria akhir-akhir ini, “Yoseop-a, kau menyukai sekolahmu yang baru?”

Yoseop memandang ibunya dan tersenyum, “Ne, eomma..”

“Tentu saja, oppa kan sudah punya pacar sekarang..” ucap Naeun pada ibunya.

“Ya..” ucap Yoseop sebal pada Naeun.

“Omo.. jinja? Siapa gadis itu?” Tanya ayah Yoseop ingin tau.

Wajah Yoseop terasa panas, “Teman sekelasku abaeutji..”

“Hmm.. apa dia bisa menjalani hubungan jarak jauh?” Tanya ayah Yoseop sambil mengambil sayur.

Yoseop memandang ayahnya bingung, “Hubungan jarak jauh?” tanyanya bingung.

“Yoseop, kau tau kan kita harus pindah lagi setelah 6 bulan?” Tanya ibu Yoseop.

Yoseop menatap ibunya kaget, “Ne? bukankah biasanya setelah setahun atau dua tahun?”

“Aniya, abeutji hanya perlu mengajar selama setengah semester disini..” ucap ayah Yoseop memberitau, “Bukankah kita sudah membicarakannya sebelum pindah kemari?”

“Ne? memangnya kemana kita akan pergi lagi appa?” Tanya Naeun kecewa.

Ayah Yoseop dan Naeun tersenyum, “Kita akan pindah ke Jepang setelah kalian ujian..”

Yoseop terkejut, “Jepang?!”

“Ne..” jawab Ayah Yoseop.

“Aku tidak akan pindah, aku akan tetap disini..” ucap Yoseop tegas.

Naeun menatap kakanya kaget, “Oppa?”

“Aku tidak akan pindah!” tegas Yoseop dan bergerak bangkit, lalu meninggalkan meja makan.

“Yoseop-a..” panggil ibu Yoseop, lalu berpandangan dengan suaminya.

 

=Kamar Yoseop=

Ibu Yoseop masuk dan menghampiri putranya yang duduk di meja belajar, “Yoseop-a.. kau sedang belajar?”

Yoseop memandang ibunya, “Eomma, apa aku tidak bisa tinggal disini?”

Ibu Yoseop menghela nafas dalam dan menatap putranya, “Yoseop-a, kau tau kita akan terus berpindah-pindah. Eomma sedih juga kau dan Naeun tidak bisa berteman lama dengan orang-orang di sekolah kalian. Tapi kita semua harus pergi..”

“Waeyo eomma? Aku bisa menyelesaikan SMA-ku disini, setelah itu aku menyusul kalian ke Jepang.” Ucap Yoseop berusaha memberi penjelasan.

Ibu Yoseop memegang bahu putranya dan menatapnya dalam, “Eomma tau kau sedang menjalin hubungan, pasti berat bagimu untuk berpisah dengannya. Tapi bukankah sekarang sudah ada internet? Kalian masih bisa saling berhubungan kan?”

“Eomma, ini bukan hanya tentang itu..” ucap Yoseop, “Aku akhirnya mempunyai teman. Aku tidak lagi di ganggu seperti dulu dan disini terasa menyenangkan eomma..”

“Maaf Yoseop, kau tau kau tidak bisa tinggal..” ucap ibu Yoseop menyesal, “Segeralah masukkan barang-barangmu ke koper..” ucapnya.

Yoseop menghela nafas dalam dan memandang kebawah sedih.

 

=Sekolah=

“Hmm.. ujian tinggal beberapa minggu lagi. aku sudah merasa gugup.” Ucap Soyou sambil memegang dadanya.

Yoseop memandang Soyou, ia harus memberitau gadis itu tentang kepindahannya. Namun ia merasa itu sangat berat.

Soyou memandang Yoseop bingung, “Yoseop-a, waeyo?”

Yoseop tertegun dan langsung tersenyum, “Oh aniya, aku hanya memikirkan tentang ujian nanti..”

Soyou mengangguk, “Pasti kau gugup kan?”

Yoseop mengangguk, “Ne..” jawabnya.

Soyou membalik halaman bukunya dan membaca lagi.

Yoseop memandang Soyou sedih, namun ia harus melakukan ini. “Kang Soyou..”

Soyou memandang Yoseop, “Ne?”

“Mmm.. bagaimana jika kita pergi menonton?” Tanya Yoseop.

Soyou diam sejenak lalu tersenyum manis, “Keure.. Jam 2 di bioskop?” tanyanya mengingat apa yang di katakan Yoseop saat mereka akan kencan pertama kali.

Yoseop tersenyum dan mengangguk, “Ne..”

Soyou tertawa kecil dan kembali membaca.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “One Fun Day [Chapter 8]

  1. Yah knpa yoseop nya harus pindah sih trus gmna tar sama soyou nya 😦 mudah2’n aja yoseop gk jadi pindah aminnn 🙂 bwt eonni smangat trus yah buat ff nya fighting !!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s