Chapter · Cube

One Fun Day [Chapter 7]

7

—Love, Love, Love—

Jantung Yoseop berdetak begitu cepat ketika Soyou menatapnya seperti itu. “T-Tapi jika kau sudah punya janji juga tidak apa-apa..” ucapnya cepat.

Soyou diam sejenak dan kembali memandang kedepan.

Yoseop kesal kenapa ia menanyakan itu disaat seperti ini, ‘Aissh.. kenapa aku menanyakannya sekarang?’ batinnya kesal.

Soyou menggigit bibir bawahnya menahan senyuman, “Mmm.. memangnya ada film apa sekarang?” tanyanya, berusaha terdengar biasa saja.

Yoseop tertegun, “Ne? oh.. kudengar ada film romantic sekarang. Oh! ani.. maksudku ada horror dan action juga..” ucapnya memperbaiki.

Soyou senang mendengar Yoseop menjawab itu, “Aku tidak terlalu suka drama, horror mungkin aku mau..” ucapnya.

Yoseop tersenyum lebar, “Ne? kau mau pergi denganku?”

“Hari Minggu pukul berapa?” Tanya Soyou.

Yoseop berusaha tidak berteriak senang, “Mmm.. pukul 2 kita bertemu di bioskop..”

“Hmm.. keure..” jawab Soyou pelan.

 

=Minggu=

Soyou membuka matanya perlahan dan melihat cahaya redup dari jendelanya, bibirnya membentuk senyuman dan bangkit perlahan. Hari ini ia akan pergi menonton bersama Yoseop. Ia merenggangkan tubuhnya sambil tetap tersenyum dan memandang jam dindingnya. Spontan senyumnya menghilang dengan mata melotot. “Pukul 10?!! Eoteokhe?!!” serunya sambil menyibak selimut dan berlari menghampiri lemari. Ia melihat koleksi baju-bajunya. Mengambil satu dan menempelkannya ke tubuhnya di depan cermin, jika tidak suka ia akan langsung melemparkannya ke tempat tidur dan mencari lagi. “Ahh.. apa yang akan kukenakan?” gumamnya sambil mengetuk-ketuk dagu dengan jarinya. Ia memandang ponselnya di meja sebelah tempat tidur, lalu menghampiri benda itu dan mencari di internet. “Mmm.. fashion untuk date pertama..” gumamnya sambil mengetik, lalu melihat hasilnya. “Rok mini? Dress musim panas?” ia berpikir sebentar sambil melirik lemarinya, bibirnya membentuk senyuman karena menemukan sebuah ide.

Pukul 1.58 pm.

Yoseop berdiri di depan bioskop sambil memandang ke kanan dan kiri. Ia menghela nafas dalam sambil mengelus dadanya yang terus berdetak cepat. Namun mengingat ia akan berkencan dengan Soyou untuk pertama kalinya membuat bibirnya tak bisa berhenti tersenyum. Ia menghela nafas dalam dan memandang jam tangannya, beberapa menit lagi tepat pukul dua. Sembari menunggu, ia teringat obrolannya dan Gikwang semalam di telepon.

=Flashback=

“Ne?! Kang Soyou?! Dia menerima ajakanmu?!” Tanya Gikwang tak percaya.

“Ne! aku senang sekali!! Hahahaha..” jawab Yoseop yang berbaring di tempat tidur.

“Daebak! Kau pasti hebat sekali bisa menaklukannya..” ucap Gikwang kagum, “Lalu apa rencanamu untuk kencan kalian?”

“Nahh.. itu dia, aku belum pernah kencan sebelumnya. Aku takut malah melakukan sesuatu yang ia tidak suka. Bagaimana ini?” Tanya Yoseop khawatir.

“Hmm.. tenang saja. Aku cukup berpengalaman dengan ini..” ucap Gikwang.

=Flashback End=

“Yang Yoseop..” panggil Soyou.

Yoseop tersadar dari lamunannya dan menoleh. Ia langsung terpaku melihat penampilan Soyou. Bibirnya membentuk senyuman melihat betapa cantiknya gadis itu.

Soyou menunduk malu, “Kenapa kau memandangku seperti itu?” tanyanya malu.

Yoseop memperhatikan penampilan Soyou yang mengenakan baju kemeja berwarna ceria yang di masukkan ke dalam celana pendek yang gadis itu kenakan, ditambah dengan sepatu boots high heels yang tidak terlalu tinggi dan rambut indahnya yang terkuncir satu. Juga poni bergelombang yang menghiasi wajah cantik gadis itu dan tas tali kecil di satu bahunya. “Neo neomu yeupputta..” pujinya.

Kedua pipi Soyou terasa panas dan tersenyum malu.

Yoseop baru pertama kali ini melihat wajah tersipu Soyou dan terlihat sangat menggemaskan, “Mmm.. ayo masuk..” ajaknya.

Soyou mengangguk dan melangkah bersama Yoseop masuk kedalam.

“Jadi, kau ingin menonton horror atau action?” Tanya Yoseop ketika mereka mengantri untuk membeli tiket.

“Mmm..” Soyou memperhatikan poster-poster yang memajang film yang di putar hari ini. “Sepertinya horror seru..” jawabnya sambil memandang Yoseop.

Saat itu Yoseop juga memandang Soyou dan pandangan mereka bertemu. Spontan mereka berdua langsung tersipu dan menunduk malu. “Keure, kita nonton film horror saja..”

Setelah membeli tiket, kedua anak muda itu menghampiri counter makanan dan membeli dua popcorn dan dua minuman, lalu masuk ke studio.

Film dimulai. Yoseop sangat gugup karena Soyou duduk di sebelahnya. Ia memakan popcornnya sambil melirik gadis itu yang terlihat sangat antusias dengan filmnya, sedangkan ia tak bisa berkonsentrasi lagi dengan film itu.

“Saat ada kesempatan, kau pegang saja tangannya..” ucap Gikwang.

Yoseop teringat ucapan Gikwang semalam, matanya memandang tangan Soyou yang bersandar pada sandaran tangan di sebelahnya. Perlahan tangannya terulur dan memegang tangan gadis itu. namun saat yang tidak tepat muncul. Hantu di film itu muncul, membuat seluruh penontonnya terkejut.

Soyou terkejut dan spontan menutup wajahnya dengan tangan.

Yoseop lebih terkejut karena Soyou menarik tangan yang ia pegang. Ia menghela nafas dalam dan memakan popcornnya lagi untuk menghilangkan gugup. Tak lama waktu berselang, ia mulai menikmati film dan meletakkan tangannya di sandaran tangan kursi. Keadaan mulai tegang karena situasi film. Ia tertegun merasakan sebuah tangan memegang tangannya. matanya melirik tangannya, ternyata Soyou memegang tangannya karena ketakutan melihat ketegangan di film.

“First kiss di bioskop sangat keren..” ucap Gikwang.

Yoseop menelan ludah dan memandang Soyou yang menatap layar tegang. ‘Sekarang atau tidak sama sekali!’ batinnya, dengan kepercayaan diri penuh ia mendekati wajah gadis itu. namun tiba-tiba gadis itu menoleh dan membuat jarak wajah mereka sangat dekat.

Deg!! Jantung Soyou berdegup kencang saling bertatapan dengan Yoseop. Ujung hidung mereka juga hampir bersentuhan. ‘Dia akan menciumku?!’ batinnya. Belum terlambat untuk memalingkan wajah, namun ia sama sekali tak bergerak.

Yoseop merasa Soyou memberikannya lampu hijau untuk melakukan ini. Kepalanya maju dan memiringkannya sedikit. Melihat Soyou memejamkan mata, ia semakin percaya diri dan memejamkan matanya juga ketika bibir mereka saling bertemu.

Music film terdengar mengejutkan dan semua orang disana berteriak histeris. Namun itu tidak mempengaruhi Soyou dan Yoseop. Tangan Yoseop yang di pegang Soyou berbalik dan menggenggam tangan gadis itu erat.

 

=8 p.m=

Yoseop dan Soyou melangkah pelan menuju rumah gadis itu dengan tangan saling menggenggam. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan apa pun, hanya saling melirik dan tertawa kecil.

Soyou berhenti di depan rumahnya dan memandang Yoseop, “Ini rumahku..”

Yoseop memandang rumah itu sejenak dan memandang Soyou sambil tersenyum, “Mmm.. terima kasih kau sudah datang hari ini..”

Soyou mengangguk malu, “Ne..”

“Mmm.. Masuklah..” ucap Yoseop.

“Keure, aku masuk..” ucap Soyou sambil melangkah mundur, perlahan tangannya dan Yoseop yang saling terkait terlepas dan melambai.

Yoseop melambai sambil tersenyum, “Mimpi indah..”

Soyou berbalik dan melangkah menuju pintu depan sambil tersenyum senang. Sebelum masuk ia kembali memandang Yoseop yang masih berdiri memandanginya, ia melambai sekali lagi dan masuk.

Yoseop tersenyum lebar melihat sikap malu-malu Soyou. Begitu gadis itu menghilang di balik pintu, ia memegang dadanya yang terus bergemuruh. ‘Yes!!’ seru batinnya girang, lalu melangkah riang kembali kerumah.

 

=Rumah Keluarga Yong=

Yoseop melangkah menuju kamarnya dengan senyuman menghiasi wajahnya. Meskipun mereka belum mengatakan apa pun tentang perasaan masing-masing, kejadian hari ini sudah menjadi penentunya.

Naeun keluar dari kamarnya dan melihat Yoseop, “Oppa, baru pulang?”

Yoseop tersenyum lebar melihat Naeun dan langsung memeluk gadis muda itu dan samping, “Naeun-a.. saranghae..” ucapnya.

Naeun memandang kakaknya bingung, “Oppa waekeure?”

“Aku? Mmm.. aku sedang jatuh cinta..” ucap Yoseop sambil membayangkan penampilan Soyou tadi dan tersenyum malu.

Dahi Naeun berkerut, “Ne?”

Yoseop memandang adiknya dengan mata bahagia, “Selamat malam..” ucapnya dan mencium pipi adiknya, lalu melangkah riang menuju kamarnya.

Naeun memegang pipinya bingung sambil memandang Yoseop, “Mwoya?” gumamnya tak mengerti.

 

=Sekolah=

Gikwang berbalik kebelakang dan memandang Yoseop penasaran, “Ya, bagaimana kemarin?”

Yoseop tersenyum, “Ya.. begitulah..”

“Apa yang terjadi? Apa kau memegang tangannya? atau kau menciumnya?” Tanya Gikwang penasaran.

Yoseop tertawa kecil mendengar pertanyaan Gikwang, “Umm.. ne..”

Mata Gikwang membesar tak percaya, “Wuaa.. di kencan pertama kalian?”

Yoseop mengangguk, “Dia sangat menggemaskan, kau tau?”

Gikwang terdiam, “Kang Soyou? Jangan bercanda..” ucapnya dan kembali menghadap kedepan.

Yoseop tersenyum lebar dan melirik kearah. Rambut panjang bergelombang itu selalu sangat indah menurutnya.

Soyou menyadari Yoseop memandangnya dan menoleh. Kedua pipinya terasa panas melihat pria itu tersenyum padanya. Ia tersenyum malu dan kembali memandang kedepan.

Hyorin memandang Soyou bingung, “Kenapa kau tersenyum seperti itu?”

“Hm?” gumam Soyou tertegun, “Oh.. aniya.. aku.. aku hanya memikirkan sesuatu..” jawabnya menberi alasan.

Guru Kim masuk kelas dengan senyumannya, “Simpan buku kalian, kita ulangan..”

Semuanya terkejut menatap Guru Kim.

“Mendadak lagi?” Tanya Gikwang frustasi.

Soyou tertegun dan mengigit bibir bawahnya bingung, ia tidak sempat belajar semalam. ‘Eoteokhe?’ batinnya panic.

Yoseop tertegun dan memandang Soyou, ‘Ahhh.. apa dia sempat belajar semalam?’ batinnya khawatir.

Begitu ulangan di mulai.

Untuk pertama kalinya, Soyou merasa bingung bagaimana ia bisa menjawab soal-soal di kertas ulangannya. Ia juga jadi sangat gugup dan ragu untuk menjabarkannya.

Yoseop merasa bersalah karena ia yang mengajak Soyou pergi kemarin. Matanya melirik ke arah Soyou yang terlihat gugup. Lalu memandang kertas jawabannya. Ia menghela nafas dalam dan mengerjakannya dengan serius.

Riiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing…

Soyou terkejut mendengar suara bel, dan memandang kertas jawabannya masih ada yang kosong.

“Baik.. kumpulkan jawaban kalian..” ucap Guru Kim.

Soyou melihat Hyorin bangkit dan mengantarkan hasil ulangan kedepan sama seperti anak yang lain. Ia terkejut ketika seseorang mengganti kertas jawabanya dan memandang orang itu yang ternyata Yoseop.

Yoseop tersenyum dan melangkah menuju meja Guru, sebelum memberikan jawabannya ia mengganti nama Soyou dengan namanya.

Soyou memandang kertas jawaban yang terisi penuh dan dengan penjabaran yang baik, juga namanya yang tertera disana. Kepalanya menoleh kearah Yoseop yang kembali duduk sambil mengobrol dengan Gikwang.

“Soyou-a, kenapa tidak mengantarkan?” Tanya Hyorin bingung.

Soyou tertegun, “Ne? oh.. ne..” ucapnya gugup dan bangkit bersama kertas jawabannya.

Guru Kim tersenyum melihat Soyou, “Hmm.. kali ini menjadi yang terakhir, Kang Soyou?”

Soyou membungkuk sopan dan kembali duduk. Ia jadi sangat gugup karena kertas jawaban itu bukan ia yang membuatnya.

Taman Belakang.

Soyou melihat Yoseop di taman belakang dan langsung menghampiri pria itu. “Yang Yoseop..”

Yoseop memandang Soyou dan tersenyum, “Hei.. kemari..”

Soyou berhenti di depan Yoseop dan menatapnya kesal, “Kenapa kau mengganti lembar jawabanku?”

Senyuman Yoseop memudar perlahan, “Mmm.. kemarin kan aku yang mengajakmu pergi, jadi aku harus bertanggung jawab kan..”

“Bertanggung jawab apa? Aku bahkan tadi hanya mengisi beberapa soal, kenapa kau menukarnya?” Tanya Soyou.

Yoseop bergerak bangkit sambil memandang Soyou, “Gwenchana, lain kali aku tidak akan mengajakmu pergi hingga malam. Miane..”

Soyou menatap Yoseop kesal, “Apa menurutmu aku akan berterima kasih padamu karena ini?! Aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya! Bahkan aku tidak pernah mencontek!!”

“Ini bukan mencontek, Soyou. Anggap saja ini hari sialmu dan aku membantumu..” ucap Yoseop.

“Kenapa kau melakukan ini?!” Tanya Soyou.

Yoseop memandang kebawah canggung, “Aku hanya tidak ingin kau marah lagi karena nilaiku yang lebih tinggi..”

Soyou tertegun mendengar jawaban Yoseop, “Mwo?”

Yoseop memandang Soyou menyesal, “Mian, aku tau mungkin kau tidak akan senang. Tapi aku tidak bisa membiarkanmu diam dan tidak berbicara padaku.”

Soyou memandang Yoseop tak mengerti, “Kenapa kau berpikir seperti itu?”

Yoseop diam sejenak dan memegang dada kirinya, “Hatiku terasa sakit saat kau tidak mau berbicara padaku..” ucapnya, lalu tersenyum.

Soyou memalingkan wajahnya karena Yoseop terlihat sangat imut, bahkan membuatnya terharu. “Mwoya?”

Yoseop memandang Soyou dengan senyuman manisnya, “Kau memaafkanku kali ini?”

Soyou berusaha keras menahan senyumannya, namun tidak bisa. Jadi ia berbalik untuk menyembunyikan wajahnya. “Keure..”

Yoseop tersenyum dan memeluk Soyou dari belakang, “Gumawo..”

“Ya…” ucap Soyou malu sambil melepaskan pelukan Yoseop, “Ini sekolah.. jangan lakukan itu disini..” ucapnya dengan wajah memerah dan berjalan pergi.

Yoseop tertawa kecil dan mengikuti langkah Soyou, “Kang Soyou, bagaimana jika kita ke kafetaria..”

Soyou tersenyum malu dan memandang Yoseop sambil mengangguk.

 

=Rumah Keluarga Yang=

Naeun membuka kamar Yoseop dan melihat kakaknya sedang duduk di tempat tidur sambil sibuk dengan ponsel, “Oppa..”

Yoseop memandang Naeun, “Oh.. wae?”

Naeun melangkah masuk dan duduk di sebelah Yoseop, “Oppa, tadi aku melihatmu dengan Soyou sanbae di kafetaria. Apa kalian punya hubungan khusus?”

Yoseop tersenyum, “Ne..”

Naeun menatap Yoseop tak percaya dengan senyuman lebar, “Jinja?!”

Yoseop mengangguk, “Ne..” jawabnya, “Bagaimana menurutmu?”

“Wuaaaa.. keren oppa.. Aku sangat menyukai Soyou sanbae..” ucap Naeun bersemangat.

Yoseop tersenyum lebar mendengar ucapan Naeun, “Keure, kau beruntung menjadi adikku..” ucapnya dan tertawa kecil.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “One Fun Day [Chapter 7]

  1. Ciee Yoseob.. kencan pertama nya berhasil!! 😀 xD
    Yoseob baik banget deh ama Soyou, jadi cemburu nih *eh hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s