Chapter · Cube

I Choose To Love You [Chapter 13] [End]

13

 

It’s Always You and Me

Junsu tak patah arang untuk meluluhkan hati Dayom lagi. Ia memutuskan menyewa sebuah kamar di kampung itu agar bisa membantu wanita itu terus di kebun.

Hyuna melirik ibunya yang berdiri di depan rumah dengan kedua tangan terlipat di dada menatap Junsu yang sedang memanen sayuran di kebuh mereka.

“Yobo, kau pasti lelah.. Istirahatlah, aku akan menyelesaikannya..” ucap Junsu sambil tersenyum.

Dayom berbalik dan masuk ke rumah.

Hyuna bingung harus melakukan apa.

Setelah Junsu memanen hampir setengah kebun, ia memutuskan beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Ia menyeka keringat di dahinya dan mengipas-kipas wajahnya yang terasa panas. Ia tertegun melihat seseorang meletakkan segelas air di sebelahnya dan menoleh. Bibirnya membentuk senyuman melihat Hyuna duduk canggung agak jauh darinya, “Gumawoyo Hyuna-a..” ucapnya sambil mengambil gelas dan meminum airnya.

“Hmm..” gumam Hyuna menjawab Junsu tanpa memandang pria itu. Keadaan jadi canggung beberapa saat.

Junsu memandang Hyuna, “Hyuna, bagaimana menurutmu jika kita membuat cafe vegetarian?” tanyanya.

Hyuna diam sejenak, lalu memandang Junsu. “Tuan Kim, kenapa anda melakukan ini pada ibuku?”

Senyuman Junsu hilang perlahan mendengar pertanyaan Hyuna, “Mmm.. appa hanya.. appa benar-benar menyesal, Hyuna..”

Hyuna memandang kebawah, memperhatikan kakinya yang memainkan batu di tanah. “Jika eomma memaafkanmu, anda akan pergi dari kehidupan kami?” tanyanya.

Junsu tertegun, “Ne?”

Hyuna memandang Junsu menunggu jawaban pria itu.

“Hyuna-a, apa kita tidak bisa menjadi satu keluarga lagi?” tanya Junsu pelan.

Hyuna menggeleng, “Anda dan aku tidak pernah menjadi keluarga, Tuan Kim..”

“Aniya Hyuna.. Tentu saja kita keluarga, kau putri appa..” mohon Junsu.

“Ani, aku anak selingkuhan eomma..” ucap Hyuna tanpa ekspresi.

Junsu berasa terluka menyadari ia telah melukai gadis yang seharusnya ia lindungi, “Hyuna, appa tau kesalahan appa. Appa sangat menyesal.. Appa akan membuatmu dan eomma bahagia lagi, percaya pada appa Hyuna..” mohonnya.

Hyuna menghela nafas dalam dan memndang kedepan, “Aniya..” jawabnya pelan, “Jika melihat anda, eomma akan terus merasa terluka karena telah melahirkanku..”

Junsu tertegun mendengar ucapan Hyuna, “Hyuna-a..”

Hyuna berusaha menahan air matanya yang hendak jatuh dengan mengerjap-kerjapkan matanya, “Jika anda ingin membuat eomma bahagia, berarti aku harus pergi..”

Junsu menatap Hyuna menyesal, “Hyuna-a.. Appa hanya ingin keluarga kita kembali seperti semula, appa akan menebus semua kesalahan appa padamu dan Dayom. Percayalah pada appa..”

Hyuna menghela nafas dalam dan kembali menunduk, “Seperti sebelum anda tau aku bukan putrimu?”

Junsu tidak tau harus mengatakan apa lagi mendengar ucapan Hyuna, “Apa kau tidak bisa memberikan appa satu kesempatan?”

Hyuna bergerak bangkit, “Aku akan ke rumah Kwangsoo ahjussi..” ucapnya dan melangkah pergi.

Junsu menatap Hyuna sedih, lalu menoleh ke arah pintu masuk. Dayom terlihat sedih melihat putri mereka pergi.

Dayom menyadari Junsu mendekat dan menoleh pada pria itu, “Kau lihat? Kau membuatnya terluka lagi..”

Junsu menunduk sedih, “Aku hanya ingin keluargaku kembali utuh.. Aku tidak ingin melukai kalian.. Mianata..”

Dayom menghela nafas dalam dan diam sejenak untuk berpikir, “Kupikir kami belum bisa melupakan semuanya sekarang. Lebih baik kau pergi dan melanjutkan hidupmu, oppa..” ucapnya pelan.

“Tapi… bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpa kalian?” Tanya Junsu putus asa.

Dayom menatap Junsu, “Suatu saat nanti, kau akan menemukan jawabannya..”

Junsu hanya bisa menunduk penuh sesal.

 

=Beberapa Bulan Kemudian=

Waktu terus bergulir, begitu juga dengan perasaan manusia. Kebencian dan Cinta menjadi satu di dalam hati dan melebur menjadi perasaan tenang yang membuat manusia bisa melanjutkan hidupnya lagi.

“Ada kiriman untuk Kim Hyuna-ssi..” ucap seorang pak pos di depan rumah.

Hyuna berlari kecil keluar rumah, “Ne, itu aku..” ucapnya dan menandatangi tanda terima.

“Ini untukmu..” Ucap petugas pos sambil memberikan sebuah kotak berukuran sedang.

Hyuna tersenyum lebar, “Gamshamida..” Ucapnya sambil membungkuk sopan, lalu kembali masuk ke rumah. Ia duduk di ruang tengah dan membuka bungkusan kotak itu. Dahinya berkerut melihat sebuah kotak yang lebih kecil dan surat. Ia mengeluarkan dua benda itu dan membuka surat yang di tulis tangan itu terlebih dulu. Matanya bergerak membaca tulisan disana, perlahan bibirnya membentuk senyuman dan berubah menjadi tertawa kecil.

Aku tau, saat kau membaca tulisan ini. Kau akan tersenyum ketika mengetahui aku yang menulisnya. Gwenchana, aku bisa membayangkannya dari jauh. Hehehe..

Ketika kau mendapatkan ini, kau adalah milikku selamanya. Selama-lama-lama-lama-lama-lamanya!!

 

Love,

Jang Hyun Seung

 

Hyuna memegang pipinya yang terasa panas, lalu mengambil sebuah kotak kecil tadi. Tangannya membuka tutup kotak sambil mengintip isinya, ia terkejut melihat isinya cincin berlian indah. Lalu melihat surat tadi dan kembali memandang cincin tadi. Bibirnya membentuk senyuman lebar dan menutup kotak cincin tadi lagi.

“Hyuna-a..” Panggil Dayom sambil membawa keranjang berisi sayuran ke depan rumah.

Hyuna menoleh ke pintu,”Ne..” Jawabnya dan segera keluar.

Dayom tersenyum, “Eomma sudah memetik sayuran, kau mau sup wortel kan?”

Hyuna tersenyum lebar, “Ne!!!” Ucapnya riang dan mengambil keranjang tadi, namun ia berhenti karena melihat Junsu melangkah menghampiri rumah mereka.

Dayom memandang Hyuna bingung dan berbalik.

Junsu tersenyum canggung, “Aku tau mungkin ini bukan saat yang tepat, tapi aku tak bisa menahan diriku untuk tidak kemari..”

Hyuna memandang Dayom dan menunduk sedih, “Aku akan mencuci sayur..” Ucapnya pelan.

“Hyuna-a..” Panggil Junsu sebelum Hyuna pergi.

Hyuna berhenti bergerak dan memandang Junsu.

“Oppa, ada apa lagi kau kemari?” Tanya Dayom tak mengerti.

Junsu mengeluarkan sebuah map dari balik blazernya dan memberikannya pada Dayom, “Kumohon lihatlah dulu..”

Dayom memandang map itu, lalu mengambilnya dan melihat apa isinya. Dahinya berkerut melihat itu adalah akta kelahiran Hyuna dan kembali menutupnya sambil mendengus kesal, lalu menatap Junsu kesal. “Terima kasih sudah membawakannya, kau bisa pergi..” ucapnya, lalu merangkul Hyuna masuk.

“Ani!! Tunggu dulu.. Bukan itu maksudku..” panggil Junsu menahan kedua orang tadi.

Dayom dan Hyuna berhenti dan kembali memandang Junsu.

Junsu melangkah maju dan mengambil map tadi dari tangan Dayom, lalu membukanya dan memperlihatkan akta kelahiran Hyuna disana. “Kau lihat ini?” tanyanya sambil menunjuk bagian nama ayah dan ibu yang tertera.

Dayom mengerutkan dahi dan menatap Junsu kesal, “Aku sudah tau apa isinya sejak akta ini dibuat, oppa.. Terima kasih..” tangannya terulur untuk mengambil akta itu, tapi Junsu menahan tangannya.

“Dengar dulu Dayom..” ucap Junsu mulai kesal. “Beberapa minggu lalu aku menemukan ini di laci milikmu. Ketika aku mmbaca isinya, aku sangat menyesal tidak mempercayai data itu sejak awal..” ucapnya memulai. “Disana tertera aku adalah ayah dari Kim Hyuna..”

“Aku tau oppa! Itu hanya data! Jangan membuatku lepas kendali!!” seru Dayom yang mulai merasakan luka lama itu di hatinya lagi.

“Eomma..” ucap Hyuna menenangkan ibunya.

Junsu menghela nafas dalam dan mengambil sebuah amplop dari balik blazernya, “Aku tidak tau apa yang membuatku melakukannya, aku melakukan tes DNA dengan rambut Hyuna yang tertinggal di sisir di kamarnya. Dan kau bisa melihat hasilnya..” ucapnya sambil mengeluarkan kertas dari amplop tadi pada Dayom.

Dayom membuka lipatan kertas tadi dan melihat isinya, Hyuna ikut membaca bersamanya. Matanya membesar membaca hasil tes itu.

Mata Hyuna juga membesar melihat hasilnya DNA dirinya dan Junsu cocok yang menandakan ia adalah anak biologis pria itu.

Junsu tersenyum penuh haru, “Seharusnya aku tidak hanya melakukan tes itu sekali..”

Dayom memandang Junsu dan menatap Hyuna tak percaya.

Keranjang sayur tadi terjatuh dari tangan Hyuna karena terlalu shock.

Dayom menatap Junsu shock, “Oppa, kau tidak memanipulasi isi kertas ini kan?”

Junsu menggeleng, “Ani.. Aku mendapatkannya tadi pagi dan langsung kemari begitu mengetahui hasilnya..”

Hyuna benar-benar tak percaya dengan hasil itu dan memandang Junsu.

Junsu tersenyum menatap Hyuna dan langsung maju memeluk gadis muda itu, “Appa miane, Hyuna-a.. Appa terlalu egois hingga tak memikirkan perasaanmu.. Jeongmall mianata..”

Dayom menatap kertas itu lagi, “Tapi.. bagaimana mungkin?” ucapnya tak percaya, lalu memanadng Junsu yang masih memeluk Hyuna. “Oppa, bagaimana mungkin?”

Junsu melepaskan pelukannya dan memandang Dayom, “Pihak rumah sakit menyatakan ada kesalahan yang terjadi beberapa tahun lalu tentang pemeriksaan itu, tapi aku terlalu di kuasai kemarahanku hingga tak mencari tau apa yang salah. Ternyata hasil pemeriksaan itu yang salah.. Maafkan aku..” ucapnya menyesal.

Bulir air mata Dayom berjatuhan menatap Junsu, “Bagaimana mungkin kau menyakiti putrimu, oppa?!!” serunya emosi dan mulai memukuli pria itu.

“Dayom! Dayom! Aku tau aku salah! Hentikan!!” ucap Junsu sambil menahan kedua tangan Dayom.

Hyuna yang masih shock di tempatnya langsung berlari pergi begitu saja tanpa mempedulikan kedua orangtuanya bertengkar.

Dayom terkejut melihat Hyuna berlari pergi, “Hyuna-a!! Hyuna-a!!!” panggilnya.

“Hyuna-a..” panggil Junsu dan mengejar Hyuna, namun gadis itu sudah keburu menghilang di antara perumahan padat itu. Ia memandang ke kanan dan kiri panik. “Hyuna!!!”

Sorenya..

Hyunseung mengendarai mobilnya menuju perkampungan tempat Hyuna tinggal, kali ini ia bertekad harus berhasil membawa gadis itu kembali bersamanya. Apa pun yang terjadi. Sekitar 100 meter sebelum tiba di kampung, ia mengerutkan dahi melihat ada seorang gadis yang berjalan dengan ara berlawanan dengan dirinya di pinggir jalan. Semakin dekat ia bisa mengenali siapa gadis itu. “Hyuna?” gumamnya tak percaya dan langsung menepikan mobilnya dan melepaskan sabuk pengaman, lalu membuka mobil dan keluar. “Kim Hyuna..” panggilnya sambil menghampiri gadis itu.

Hyuna berhenti dan berbalik ke belakang, “Oppa..” ucapnya.

Hyunseung terkejut melihat Hyuna menangis dan langsung memeluk gadis itu erat, “Kenapa kau menangis? Sedang apa kau disini?” tanyanya sambil mengelus rambut gadis itu.

Hyuna mencengkeram baju Hyunseung dan terus menangis di dada pria itu, “Oppa..na eoteokhe?”

“Ssssh… gwenchana..” ucap Hyunseung sambil memegang kedua pipi Hyuna dan menatap mata gadis itu dalam memberitau jika ia ada disana untuk membantunya.

Hyuna merasa tenang dengan tatapan Hyunseung dan memeluk pria itu untuk menenangkan hatinya sebentar lagi.

…………………………………………………………………………………………

“Mwo?!!” ucap Hyunseung kaget setelah mendengar cerita Hyuna di dalam mobilnya.

Hyuna mengangguk pelan, “Ne, oppa..”

“Jadi, sebenarnya kau anak Sekretaris Kim?” tanya Hyunseung tak percaya.

“Ne..” jawab Hyuna sedih.

Hyunseung mengerutkan dahi sambil berusaha mencerna kenyataan itu.

Hyuna menunduk sedih, “Selama belasan tahun aku hidup sebagai anak haram dan baru saja aku tau kalau aku bukan anak haram..” ucapnya, lalu memandang Hyunseung. “Kau tau apa rasanya oppa?”

Hyunseung terdiam mendengar pertanyaan Hyuna.

Hyuna memandang kebawah bingung, “Apa yang harus kulakukan? Aku menyakiti orang-orang di sekitarku karena aku anak haram, dan ternyata semua itu hanya kesalahan.. Kenapa saat itu ayahku tidak memeriksanya lagi dan baru memeriksanya sekarang?! Wae??” ucapnya sendiri dan mulai menangis tersedu-sedu memikirkan semuanya.

Hyunseung seperti bisa merasakan apa yang di alami Hyuna. Dengan lembut ia menarik gadis itu ke pelukannya dan membiarkan gadis itu melepaskan semuanya.

Setelah beberapa saat Hyuna mulai tenang di pelukan Hyunseung, ia lega pria itu ada disaat yang sangat tepat.

Hyunseung mengulurkan satu tangannya dan menggenggam tangan Hyuna sambil memandang gadis itu yang juga memandangnya, bibirnya membentuk senyuman hangat. “Sudah merasa lebih baik?”

Hyuna mengangguk pelan, “Ne, oppa..”

Hyunseung menyeka sisa air mata Hyuna sambil tetap tersenyum, “Hyuna, aku tau kau pasti kecewa dengan semua ini.. Gwenchana, kau manusia. Kau bisa merasakan apa pun yang kau mau..” ucapnya pelan, “Tapi, terkadang ada sesuatu yang dinamakan penyesalan.. Hal yang membuat manusia menyadari semua kesalahannya. Karena itu ada istilah kesempatan kedua.. Kau mengerti?”

Hyuna berpikir sejenak, lalu memandang Hyunseung sedih. “Tapi aku tidak memaafkannya kali ini oppa.. Aku benar-benar marah padanya..”

Hyunseung mengelus pipi Hyuna dengan punggung jarinya, “Kau salah Hyuna..” ucapnya pelan, “Memberi kesempatan kedua bukan berarti kau memaafkannya..”

Dahi Hyuna berkerut, “Ne?”

“Kesempatan kedua adalah kebaikan hatimu untuk membuatnya menebus apa yang telah ia lakukan. Kau tidak perlu memaafkannya untuk itu, tapi terima kalau dia sudah mendapat balasan yang setimpal dengan apa yang telah dia lakukan untukmu..” jelas Hyunseung.

Hyuna terpaku menatap Hyunseung, antara terkagum-kagum dengan kebijaksanaan pria itu dan tidak percaya kalimat itu keluar dari mulut pria dingin itu.

“Kau mengerti kan?” tanya Hyunseung.

Hyuna merasa lebih baik sekarang, perlahan bibirnya membentuk senyuman dan mengangguk mengerti.

Hyunseung tersenyum sambil memegang kedua pipi Hyuna, “Itu baru Hyunaku..” ucapnya dan memberi kecupan manis di bibir sang gadis.

Hyuna tertegun dan tersenyum malu, “Oppa..” ucapnya malu sambil memukul bahu pria itu pelan.

Hyunseung kembali mengecup bibir Hyuna sambil menahan tawa.

“Oppa!!” seru Hyuna malu dan mendorong Hyunseung menjauh.

Hyunseung tertawa kecil, “Kita pulang sekarang?”

Wajah Hyuna kembali terlihat sedih, “Mmm.. sekarang?”

“Jadi kau ingin membiarkan ibumu khawatir dan kembali setelah dirimu merasa tenang?” tanya Hyunseung.

“Ne? Ani! Ayo kembali..” ucap Hyuna langsung.

Hyunseung menahan tawa dan kembali mengecup bibir Hyuna, “Khaja.” Ucapnya sambil pindah ke kursi kemudi sebelum Hyuna mengamuk.

“Oppa!!” seru Hyuna sebal.

 

=Rumah Dayom+Hyuna=

Dayom menangis di ruang tengah karena Hyuna tak kunjung kembali.

Junsu memegang bahu Dayom dan menatapnya khawatir, “Dayom, tenangkan dirimu. Hyuna baik-baik saja, dia hanya perlu menenangkan diri beberapa saat..” ucapnya menenangkan.

Dayom menatap Junsu kesal dan mendorong pria itu menjauh, “Mwo?!! Kau bisa mengatakan itu dengan tenang?!! Ohh.. tentu saja, dia kan bukan putrimu!”

Junsu menghela nafas dalam, “Aku mengenal Hyuna, Dayom.. Dia bukan anak yang akan melakukan hal ceroboh hanya karena masalah seperti ini. Jadi tenangkan dirimu..” ucapnya menenangkan.

Dayom menatap Junsu penuh emosi dan melemparkan apa yang bisa di jangkau oleh tangannya kearah pria itu.

“Ya!! Dayom! Hentikan!!” seru Junsu sambil berusaha melindungi dirinya sendiri.

Dayom berhenti karena emosi yang semakin memuncak, “Kau bilang kau mengenal Hyuna?! Apa yang kau tau tentang dia?!!” tanyanya.

“Dayom.. memangnya Hyuna pernah melakukan hal aneh? Dia itu gadis penurut yang tidak ingin siapa pun khawatir..” ucap Junsu menjelaskan.

Bulir air mata Dayom kembali mengalir mendengar ucapan Junsu, “Mworagu? Hanya itu yang kau ketahui tentang Hyuna?” tanyanya tak percaya, “Kau ingat saat kaki Hyuna patah terjatuh dari balkon kamarnya? Kau memarahinya habis-habisan karena tidak hati-hati tanpa mendengar alasannya!”

“Aku sudah mendengar alasannya! Dia duduk di pagar pembatas dan terjatuh! Dia sudah mengatakannya!!” balas Junsu kesal.

“ANIYA!! Dia bunuh diri oppa!!” teriak Dayom dan menangis mengingat hari itu.

Hyuna dan Hyunseung yang sudah berada di depan pintu berhenti mendengar teriakan Dayom.

Hyunseung tertegun dan melirik Hyuna.

Junsu terdiam dan menatap Dayom tak percaya, “Mwo?”

“Apa yang kau mengerti darinya? Kau pikir dia bisa berdiam diri saat pria yang ia anggap ayahnya menyakiti ibunya? Apalagi saat semua permasalahan itu disebabkan karena dirinya..” ucap Dayom sedih.

Junsu tertegun mendengar ucapan Dayom.

“Tidak hanya sekali oppa.. Dia melakukannya berkali-kali agar kau berhenti menyakitiku.. Kau tau?” Tangis Dayom.

Junsu menunduk menyesal, “Aku tidak tau..” Ucapnya pelan.

Dayom memalingkan wajahnya sambil menyeka air matanya, saat itu ia menyadari Hyuna berdiri di depan pintu memandangnya sedih. “Hyuna-a..”

Junsu mengangkat wajah dan memandang ke pintu tak percaya, “Hyuna..” Ucapnya sambil bangkit dan menghampiri gadis muda itu. “Neo gwenchana? Kenapa kau berlari seperti tadi? Appa sangat khawatir Hyuna..” Ucapnya sambil memegang kedua bahu gadis itu.

Namun Hyuna tetap memandangi ibunya dengan bulir air mata berjatuhan.

“Hyuna?” Panggil Junsu.

Dayom bangkit dan menghampiri putrinya, “Hyuna-a.. Kenapa kau pergi begitu saja? Kau membuat eomma khawatir..” Ucapnya sambil mendorong Junsu ke samping agar bisa berhadapan dengan putrinya.

Hyuna menatap ibunya menyesal dengan bulir air mata terus berjatuhan. “Mianeyo eomma..” Ucapnya pelan.

“Aniya.. Gwenchana..” Ucap Dayom sambil memeluk Hyuna dan mengelus rambut putrinya, “Eomma gwenchana..”

Hyunseung memandangi Hyuna dan ibunya penuh haru, lalu memandang Junsu yang terlihat sangat menyesal.

“Mianeyo eomma..” Tangis Hyuna di pelukan ibunya.

“Aniya.. Kau tidak salah sayang..” Ucap Dayom sambil ikut menangis dan mengelus rambut Hyuna lembut.

Junsu menunduk sedih menyadari kesalahannya selama ini.

 

-Hyuna’s POV-

Waktu terus bergulir. Tidak peduli aku bahagia atau pun sedih, waktu terus berjalan. Meskipun aku merasa tidak bisa menjalaninya, waktu terus memaksaku untuk tetap menghadapi dunia. Namun waktu tidak bermaksud jahat padaku, dia hanya ingin memberitauku. Bahwa seiring berjalannya waktu, semuanya akan baik-baik saja. Sekarang aku mengerti apa arti semua itu.

Meskipun awalnya berat bagiku dan eomma pada awalnya, kami tetap kembali ke Seoul dan membuka sebuah Kafe vegetarian hasil kebun kami. Tentu saja kami tidak sendiri, Junsu appa juga selalu membantu kami.

Melihat bagaimana tulusnya ia sekarang, aku mulai menerima jika ia telah mendapat balasan karena telah menyakitiku dan eomma dulu. Bibirku membentuk senyuman jika melihat ayah dan ibuku mulai kembali akrab dan terlihat seperti remaja jatuh cinta (lagi).

Tentang Minah eommanim, jangan khawatir. Aku selalu membantunya melewati hari-hari berat karena ia selalu merindukan putrinya.

“Eommanim, kenapa tidak menghabiskan semuanya? Nanti eommanim sakit..” Ucapku manja pada Minah yang duduk lesu di tempat tidur dengan nampan berisi makanan di depannya.

Minah tersenyum padaku dan mengelus rambutku, “Ne, arasso..” Ucapnya dan melanjutkan makannya.

Aku tersenyum lebar melihatnya sangat ceria meskipun ia belum mengingat aku bukan Gayoon-ssi.

Ayah Gayoon-ssi berdiri di pintu dengan bibir membentuk senyuman memperhatikanku dan istrinya. Ia sangat menyesal karena membawaku ke polisi dan berkata ia akan melakukan apa pun untuk menebusnya. Well, itu adalah tiket menjadi kaya, benarkan? Hahaha.. Tapi aku tidak seperti itu, aku hanya ingin ia lebih memperhatikan eommanim, apalagi disaat aku tidak ada.

Hubungan ayah dan ibuku juga semakin baik meskipun eomma masih sering memarahi appa. XD

“Yobo, bagaimana jika kita melakukan sedikit dekorasi disini?” Tanya appa pada eomma saat mereka sedang memperhatikan para pelayan membuat makanan.

Eomma memandang appa dengan dahi berkerut, “Dekorasi apa lagi? Ini sudah cocok..”

“Maksudku, kita memajang photo keluarga kita juga disini. Agar lebih manis..” Jawab appa sambil tersenyum.

Eomma diam sejenak, lalu menatap appa kesal. “Keluarga siapa?!” Tanyanya jutek, lalu melangkah pergi. Namun bibirnya diam-diam membentuk senyuman karena ide appa tadi.

“Yobo-a..” Panggil appa dan mengikuti eomma.

Pengawal Choi sudah menjelaskan semuanya padaku, meskipun aku sempat marah padanya. Aku berusaha mengerti juga kalau ia akan merasa bersalah seumur hidupnya walaupun aku sudah memaafkannya. Jadi, kurasa itu sudah cukup.

“Annyeonghaseo..” Sapa pengawal Choi sambil melangkah masuk bersama teman-teman kantornya, ia memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan.

“Ne, silahkan nona..” Ucap seorang pelayan mempersilahkan pengawal Choi.

Pengawal Choi melihat eomma dan membungkuk sopan, “Annyeonghaseo..”

Eomma tersenyum dan mengangguk kecil, “Ne, annyeonghaseo..”

Beginilah hidup kami sekarang. Demi kebahagiaan, kami berusaha melupakan dendam dan melanjutkan hidup dengan bahagia. Ini akan menjadi akhir bahagia yang di inginkan oleh semua orang. 🙂

Oh.. Tunggu, sepertinya aku belum menjelaskan apa yang kulakukan dengan hidupku.

“Hmmphh.. Oppa..” Ucapku sambil mendorong Hyunseung oppa agar melepaskan dekapannya dan ciumannya.

Hyunseung oppa memandangku bingung, “Wae? Tidak ada siapa pun disini..” Ucapnya.

Memang benar, karena kami ada di dalam ruang penyimpanan. “Nanti eomma mencariku, oppa. Aku harus keluar..” Ucapku sambil menahan tawa dan membuka pintu.

Hyunseung oppa memeluk pinggangku dan mengecup leherku, “Wae? Eommanim pasti sudah mengerti tentang ini..” Bisiknya di telingaku.

“Oppa..” Ucapku malu.

Hyunseung oppa tertawa dan membalik tubuhku sambil menutup pintu lagi.

Mmm.. Kurasa aku akan disini beberapa saat lagi. Hihihihi..

 

===THE END===

<<Back

Advertisements

19 thoughts on “I Choose To Love You [Chapter 13] [End]

  1. aihhh udah end lg padahal nunggu romantis2an kopel 2hyunnya xD. ffnya selalu aku tunggu aku cek mulu wpnya malah kkk~ eh thor req dong pingin baca ff junah xD 2 hyun lg jg ga apa ding. ditungu slalu ff lainnya

  2. what.. why kok cepet banget udah the end kyaaaa i wang more.. please buat FF 2hyun lagi yah :’D wah itu hyuna hyunseung ngapain hahahaha xD

  3. what.. why kok cepet banget udah the end kyaaaa i want more.. please buat FF 2hyun lagi yah :’D wah itu hyuna hyunseung ngapain hahahaha xD

  4. Keren,suka suka suka, bikin lagi thor ff hyuna hyunseung, hehehe,suka bgt sama ff di blog ini, tiap hari aku visit kesini, nunggu postingan baruu,

    1000 jempol buat authornya 🙂 😀

  5. waaaah authornya daebaakkk, keren bangetzzzz, tapi menurutku masih nggantung karena Hyun-Hyun belum sampe nikah..

    author bikin ff Hyun_Hyun yang lebih banyak dong….. 🙂

  6. kurang panjang ceritanyaaaa. tapi selalu suka ff disini terutama 2hyun. buat lagi yaah ff 2hyunnya. fighting!

  7. Yah udh end yah 😦 tpi gpp ttp kasih 100 jempol bwt hanna eonni krena ff nya super duper daebakk hehee 😀 eumm itu hyuna ama hyunseung mau ngapain yah hahahaa XD 😀 #mikir keras

  8. Bnarkah ini udda ending 😦

    gg rela kl baca ff 2hyun yg ending tp seneng jga seh , hehee

    ahh hanna hanna hanna ff mu slalu keren dan biikn deg deg ser >.<

    pokok nya daebak (y)

  9. Yaaa udh end-,- , tapi gk apalah endingnya kerenn^^
    Tapi ngapain mereka di ruang penyimpanan hehehehhe XD
    ditunggu ya next ff nya yg pasti 2hyun couple^^
    Fighting !!and Jjang Jjang buat thorr^^

  10. Yeaayyy!! untung semuanya happy end!! seneng deh! 😀
    Daebakk buat authornya!!! 🙂 ditunggu karya2 selanjutnya!!
    F I G H T I N G !!! 😀

  11. kren bgt ff nya….
    apalagi klo cast nya couple hyuna jang hynun seung..

    daebakk..aku suka bgt

    buat authornya,,, buat ff 2hyun lagi dong…
    sampe 30 chapter juga gpp
    gomawo.. 🙂 fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s