Chapter · Cube

I Choose To Love You [Chapter 4]

4

Just Three Of Us

Hyuna menatap Gayoon kaget mendengar rencananya tentang apa yang akan mereka lakukan besok. “Hanya bertiga?”

Gayoon tersenyum pada Hyuna, “Ne, bukankah itu adil untuk kita semua?”

Hyuna bingung harus mengatakan apa. Matanya melirik Hyunseung yang terlihat tenang menikmati makanan di depannya.

Ran dan Sangwoo tersenyum lebar dan bertepuk tangan setuju, “Benar! Sangat benar! Ahhh… Gayoon sangat dewasa..” ucapnya kagum.

Gayoon tersipu malu, “Aniya, eommanim..”

Ran memandang suaminya dengan senyuman lebar, “Bagaimana yobo, ini rencana yang baik kan?”

Sangwoo mengangguk setuju, “Tentu saja, ini akan menjadi cara terbaik bagi mereka saling mengenal kan?”

“Tapi…” potong Hyuna ragu, membuat semua orang disana memandangnya.

“Waeyo Hyuna?” Tanya Ran ingin tau.

Hyuna menunduk canggung, “Mmm.. aku tidak pernah pergi tanpa pengawal Choi..” ucapnya pelan.

Ran tertawa kecil, “Aigoo.. Tenang saja Hyuna, Hyunseung akan menjagamu.” Ucapnya, lalu memandang Hyunseung sambil memandang tangan pria itu. “Benarkan, Seungie?”

Hyunseung memandang ibunya sebal karena memanggilnya dengan nama itu, lalu memandang Hyuna dan kembali memandang makanannya. “Jika harus begitu..” jawabnya.

Ran memandang Hyuna ceria, “Naah.. kau lihatkan Hyuna..” ucapnya.

Saat itu, Hyuna berpikir jika Hyunseung terlihat tidak senang karena permintaan ibunya. ia memandang Hyunseung sedih dan memandang kebawah, “Ne..” jawabnya pelan.

Gayoon memandang Hyuna, lalu memandang Hyunseung yang terlihat kembali tenggelam bersama dunianya. Ia menghela nafas dalam dan melanjutkan makannya.

Kamar Hyuna.

Jina sibuk memilih baju mana yang akan di kenakan Hyuna besok, ia senang akhirnya nona mudanya akan menghabiskan waktu bersama Hyunseung. “Agassi, bagaimana dengan dress ini?” tanyanya sambil berbalik memperlihatkan dress yang ia maksud. Namun senyumnya memudar melihat nona mudanya duduk di pinggir tempat tidur dengan wajah lesu, ia langsung melangkah menghampiri sang nona muda dan duduk di sebelah gadis itu. “Waeyo Agassi?”

Hyuna menghela nafas dalam dan memandang Jina, “Pengawal Choi, aku tidak mau pergi..”

Jina memandang Hyuna tak mengerti, “Waekeure? Ini pasti menyenangkan..”

Hyuna menghela nafas dalam lagi dan menunduk lesu, “Karena kau tidak ikut.. Jika kau tidak ikut, mereka akan sibuk berdua saja..” ucapnya.

Jina tersenyum dan memegang bahu Hyuna, membuat gadis itu memandangnya. “Aniya Agassi, anda tidak perlu memikirkan itu. seharusnya anda memikirkan cara untuk memikat Jang Hyunseung..”

Hyuna berpikir sejenak, “Mmm.. sekeras apa pun aku mencoba, Gayoon-ssi sudah jauh berada diatasku..”

“Aniya, Jang Hyunseung belum mengumumkan apa pun. Berarti kesempatan anda masih banyak..” ucap Jina sambil tersenyum.

Hyuna memandang Jina ragu, “Menurutmu begitu?”

Jina menangguk, “Keurom.. Anda kan gadis pintar yang bisa melakukan apa pun..”

Hyuna tersenyum dan mengangguk setuju, “Gumopta pengawal Choi..”

 

=Minggu Siang=

Hyuna memperhatikan Gayoon yang terlihat anggun dengan dress motif garis selutut dipadupadankan dengan blazer berwarna pastel meminta pelayan memasukkan keranjang makanan yang ia siapkan tadi ke mobil. “Gayoon-ssi, kita akan pergi kemana?”

Gayoon memandang Hyuna sambil tersenyum, “Ke Resort keluargaku, disana susananya sangat tenang dan privasi. Pasti akan nyaman jika kesana..”

“Hmm.. begitu..” ucap Hyuna sambil mengangguk mengerti.

Ran melangkah keluar bersama Sangwoo dan Hyunseung yang menggunakan gaya kasual santai dengan sweater berwarna coklat di padupadankan dengan celana jeans selutut. Juga topi yang ia kenakan terbalik dan tas ransel. Hal ini belum pernah terlihat oleh para gadis sebelumnya.

Gayoon dan Hyuna tertegun melihat penampilan Hyunseung yang terlihat berbeda, mereka terpaku beberapa saat tanpa berkedip.

“Omona.. lihat mereka sangat cantik..” puji Ran yang bersandar manja pada Sangwoo.

Sangwoo tertawa kecil, “Keurom, mereka kan pilihan Hyunseung..”

“Ayo berangkat..” ucap Hyunseung langsung dan masuk ke kursi kemudi mobil.

Gayoon dan Hyuna langsung tersadar, lalu berpamitan dan masuk ke mobil.

Ran memperhatikan Gayoon yang naik ke kursi di sebelah Hyunseung sedangkan Hyuna duduk di kursi belakang.

Sangwoo memperhatikan mobil mereka pergi sambil tersenyum, namun senyumnya luntur melihat wajah Ran terlihat kecewa. “Yobo, ada apa dengan ekspresimu?”

Ran memandang Sangwoo sedih, “Sepertinya Hyunseung lebih memilih Gayoon..” ucapnya pelan.

Sangwoo memandang Ran bingung, “Dia sudah memilih? Cepat sekali.. kan masih ada dua bulan lagi..”

Ran menghela nafas lesu, “Karena itu..” ucapnya pelan, “Hyuna masih muda.. Dia belum berpengalaman apa pun tentang hubungan seperti ini..” ucapnya, lalu memandang suaminya sedih. “Kurasa ini salahku karena memilihnya..” ucapnya menyesal.

Sangwoo memegang bahu istrinya, “Aniya, yobo.. Kita serahkan saja semuanya pada Hyunseung, dia yang akan memutuskannya..” Ucapnya.

Ran mengangguk berat.

 

=Resort Keluarga Gayoon=

Perjalanan memakan waktu 20 menit. Selama itu, Gayoon dan Hyunseung sesekali membicarakan tentang bisnis dan keadaan kampus. Sedangkan Hyuna yang duduk di belakang hanya mendengarkan.

Setibanya di resort, semuanya bergerak turun.

“Aku sudah memberitau penjaganya kalau kita akan datang..” Ucap Gayoon.

“Hmm.. Tempat yang bagus..” Komentar Hyunseung sambil memandang sekitar.

“Wuaaaaah.. Itu cantik sekali! Boleh aku melihatnya?” Tanya Hyuna pada Gayoon sambil menunjuk sebuah patung dewi cinta yang ada di pinggir jalan setapak.

Gayoon tersenyum, “Tentu..”

Hyuna langsung berlari riang menghampiri patung itu.

Gayoon tertawa kecil dan memandang Hyunseung yang sekarang memperhatikan Hyuna, “Dia masih seperti anak-anak..” Ucapnya, lalu melangkah ke pintu belakang. “Kau bisa membantuku, Hyunseung-ssi?”

Hyunseung menghampiri Gayoon dan membantu gadis itu membawa keranjang makanan.

“Kita langsung ke taman belakang saja..” ucap Gayoon dan membawa sisa barang di butuhkan ke taman belakang.

Hyunseung mengikuti Gayoon tanpa berbicara, namun langkahnya terhenti karena menyadari Hyuna masih bermain bersama patung tadi. Ia memandang kearah gadis itu dan tertegun melihat apa yang sedang gadis itu lakukan seorang diri.

Hyuna memegang tangan patung yang seperti sedang mengulurkan tangannya kepada seorang pria sambil menahan tawa, “Annyeong..” sapanya. Ia memperhatikan bagaimana sempurnanya bentuk patung itu. lalu mengeluarkan ponselnya dan memotret patung itu dari beberapa sisi, kemudian memotret dirinya bersama patung itu. ia tertawa melihat hasilnya dan memandang patung itu. “Ahh.. pengawal Choi pasti menyukaimu.” Ucapnya lucu, lalu memegang bagian pinggang patung itu.

Gayoon menyadari ia melangkah sendiri dan memandang kebelakang. Hyunseung terlihat memandang kearah Hyuna dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasa, namun tatapan pria itu terlihat tidak bisa mengalihkan pandangan dari gadis yang lebih muda darinya itu. “Hyunseung-ssi..”

Hyunseung tertegun dan memandang Gayoon.

Gayoon tersenyum, “Letakkan saja keranjangnya disini, bisakah kau memanggil Hyuna?”

Hyunseung diam sejenak mendengar ucapan Gayoon. Kakinya melangkah pelan menghampiri gadis itu dan meletakkan keranjang, “Aku akan memanggilnya..” ucapnya, lalu berbalik dan melangkah kearah Hyuna tadi.

Gayoon memperhatikan Hyunseung beberapa saat, lalu mulai mengeluarkan kain alas dan membentangkannya ke rerumputan.

Hyuna kembali mengarahkan ponsel kewajahnya dan tersenyum manis, setelah photo itu tersimpan ia baru menyadari Hyunseung yang muncul tak jauh dari belakangnya ikut terphoto. Ia berbalik dan memandang pria itu bingung.

“Gayoon-ssi memintamu ke halaman belakang..” ucap Hyunseung.

Hyuna mengangguk kaku, “Ne..” jawabnya.

Hyunseung berbalik dan melangkah lagi.

Hyuna ikut melangkah mengikuti Hyunseung. Kepalanya menoleh pada ponsel di tangannya karena berbunyi, lalu memandang layarnya. Ternyata panggilan dari rumah, ia segera menjawabnya. “Yoboseo..” jawabnya sambil tetap melangkah, namun tubuhnya mematung dengan wajah kaget mendengar ucapan pelayan di rumahnya. “Ne?”

Hyunseung berhenti melangkah dan memandang Hyuna, dahinya berkerut melihat ekspresi gadis itu.

“Ne! aku pulang sekarang!” ucap Hyuna dan memutuskan telepon.

Hyunseung sedikit terkejut mendengar ucapan Hyuna, “Waekeure Hyuna-ssi?”

Hyuna menatap Hyunseung serius, “Cesonghamida, oppa.. Aku harus kembali ke rumahku..”

“Wae? Apa yang terjadi?” Tanya Hyunseung ingin tau.

“Ibuku…” ucapan Hyuna terhenti sejenak karena terlalu shock.

Hyunseung menatap Hyuna khawatir, “Wae? Waekeure?” tanyanya, tangannya tanpa sadar bergerak memegang bahu gadis itu.

“Ibuku overdosis obat penenang..” jawab Hyuna dengan suara bergetar.

Mata Hyunseung membesar, “Ne?”

Hyuna mendorong tangan Hyunseung dari bahunya pelan, “Cesonghamida oppa, aku harus kembali ke rumahku.” Ucapnya sambil membungkuk sopan dan langsung berlari pergi.

Hyunseung menatap tanganya tak percaya, Hyuna baru saja mendorong tangannya dari bahu gadis itu. itu cukup mengejutkan juga ia merasa seperti sebuah penghinaan untuk orang sekelas dirinya.

Gayoon yang mulai menyiapkan makanan tertegun melihat Hyuna berlari pergi, ia segera bangkit dan menghampiri Hyunseung. “Hyunseung-ssi, kenapa Hyuna-ssi pergi seperti itu?”

Hyunseung mengepalkan tangannya dan memalingkan wajah, “Biarkan saja.. Lebih baik tidak ada pengganggu..” ucapnya datar dan melangkah menuju halaman.

Gayoon memandang Hyunseung tak mengerti, lalu memandang Hyuna yang sekarang sudah tidak terlihat. Dahinya berkerut dan mengikuti Hyunseung. “Hyunseung-ssi, apa yang terjadi?”

Hyunseung bergerak duduk di alas yang sudah di letakkan Gayoon dan mengambil sebuah apel, “Dia berkata terjadi sesuatu di rumahnya..” ucapnya dan menggigit apel itu.

Gayoon tertegun dan bergerak duduk di sebelah Hyunseung, “Ne? lalu kenapa dia pergi begitu saja? Seharusnya kan kita mengantarkan dia pulang..” ucapnya.

Hyunseung menghela nafas dalam sambil mengunyah apel dan memandang Gayoon, “JIka dia pergi sendiri, berarti dia tidak membutuhkan bantuan kita..” ucapnya.

Gayoon diam sejenak mendengar ucapan Hyunseung, terdengar jelas pria itu tidak senang membahas mengapa Hyuna pergi. “Mmm.. begitu.. baiklah..” ucapnya, lalu kembali tersenyum. “Aku sudah menyiapkan makanan, kau mau?”

Hyunseung memperhatikan apa yang dibawa Gayoon.

“Ayo kita makan dan melihat-lihat tempat ini..” ucap Gayoon.

Setelah makan siang.

Hyunseung melangkah tenang di sebelah Gayoon sambil memperhatikan sekitar, namun sebenarnya pikirannya masih terpaku pada apa yang Hyuna lakukan padanya tadi.

Gayoon tersenyum memandang Hyunseung, “Hyunseung-ssi, apa kau sudah mulai memikirkan siapa yang akan kau pilih?”

Hyunseung memandang Gayoon, lalu kembali memandang sekitar, “Mmm.. belum..”

“Hyunseung-ssi, mungkin ini bukan urusanku. Tapi jangan terlalu dingin pada Hyuna-ssi, dia bisa terluka..” ucap Gayoon pelan.

Hyunseung memandang Gayoon, tidak mengerti mengapa tiba-tiba gadis itu mengatakan hal tentang rivalnya. “Kenapa kau mengatakan itu?”

Gayoon tersenyum manis, “Hanya saja, aku sudah sering merasakannya..” jawabnya, lalu tertawa kecil. “Maaf, aku jadi mengatakan hal aneh..” ucapnya, lalu melangkah terlebih dulu.

Hyunseung memandang Gayoon tak mengerti.

Gayoon memandang Hyunseung lagi, “Hyunseung-ssi, kau beruntung memiliki ayah seperti Tuan Jang.. Kau pasti akan menjadi hebat sepertinya..”

Hyunseung mengangguk pelan, “Kudengar ayahmu juga sangat hebat, kau beruntung menuruni sikap adilnya sebagai menteri..”

Gayoon diam sejenak dan tersenyum sedih, “Sebenarnya… ayahku hanya bersikap seperti aku putrinya saat aku berhasil melakukan apa yang ia inginkan..”

Hyunseung tertegun dan menatap Gayoon tanpa berkedip.

Gayoon tertawa kecil melihat ekspresi Hyunseung, “Hyunseung-ssi, kenapa kau memandangku seperti itu?” tanyanya, lalu berbalik dan melangkah lagi.

Hyunseung sendiri bingung mengapa dirinya begitu. Ia menghela nafas dalam dan mengikuti Gayoon.

 

=Rumah Keluarga Kim=

Hyuna masuk ke rumah dan langsung melangkah cepat menuju kamar ibunya, disana pelayannya berdiri dengan gelisah.

“Agassi, anda kembali..” ucap pelayan itu.

“Bagaimana ibuku?” Tanya Hyuna panic.

“Nyonya besar sudah sadar setelah dokter datang memeriksanya, tapi sekarang sepertinya nyonya masih dalam pengaruh obat penenang.” Jelas pelayan itu.

Hyuna langsung melangkah masuk dan melihat ibunya berbaring di tempat tidur sambil menangis, “Eomma..” panggilnya sambil duduk di pinggir tempat tidur.

Dayom membuka matanya dan memandang Hyuna, “Hyuna-a..” ucapnya lemah sambil mengulurkan tangan.

Hyuna menggenggam tangan ibunya, “Ne, eomma.. aku disini..”

Dayom kembali terisak, “Hyuna-a.. eomma eoteokhe?”

Hyuna menatap Dayom khawatir, “Eomma, aku kan sudah melarangmu menggunakan pil penenang itu.. Seharusnya eomma berhenti..” ucapnya dengan bulir air mata mengalir.

Dayom memegang punggung tangan Hyuna dan mengelusnya lembut, “Hyuna-a.. Appa tidak mencintai kita lagi..” tangisnya.

Hyuna tertegun mendengar ucapan ibunya, “Eomma, apa maksudmu?”

Dayom bangkit duduk dan memegang kedua pipi Hyuna sambil menatapnya dalam, “Eomma miane Hyuna, semua ini salah eomma..”

Hyuna menatap kedua mata ibunya tak mengerti, “Eomma?”

“Eomma selalu berusaha untuk tidak percaya dengan rumor yang beredar, tapi kenyataan tetaplah kenyataan.. Ayahmu..” Dayom terlihat berat untuk menyampaikan maksudnya, membuat Hyuna menatapnya penasaran. “Ayahmu memiliki wanita lain Hyuna..”

Hyuna terpaku mendengar ucapan ibunya, “Ne?”

Dayom menunduk dan mulai menangis lagi, “Eomma miane, semua ini salah eomma Hyuna..”

Bulir air mata Hyuna semakin deras berjatuhan, ia bergerak maju dan memeluk ibunya. “Aniya eomma.. jangan katakan itu.. Ini bukan salahmu..” ucapnya sambil mengelus punggung Dayom.

 

<<Back                Next>>

Advertisements

9 thoughts on “I Choose To Love You [Chapter 4]

  1. Aishhhhhhhhh ternyata papanya hyuna punya selingkuhan makanya dia melarang hyuna untuk mengikuti pemilihan…….
    kasihan hyuna……
    hyuna harus berjuang mendapatkan hati hyunseung.. hehehehehheheheh
    next chapter

  2. hyunseung… kamu dingin sekali…. -_-
    ohh! jadi appa nya hyuna punya selingkuhan ya…… jahat banget sih!
    mudah2an hyuna bisa memikat hyunseung dengan cara nya sendiri deh 😀
    lanjut~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s