Chapter · Cube

I Choose To Love You [Chapter 3]

3

I Think, I Like Her

Ran masuk ke kamar putranya dan langsung menghampiri tempat tidur, “Hyunseung-a..”

Hyunseung yang duduk bersandar di tempat tidur sambil membaca buku memandang ibunya, “Waeyo eomma?”

“Hyunseung, sudah hampir seminggu kedua gadis itu di rumah kita, tapi kau sudah terlihat menyukai Gayoon. Benarkah?” Tanya Ran.

Hyunseung diam sejenak untuk berpikir, “Entahlah.. Sepertinya begitu..”

Ran menghela nafas dalam, “Hyunseung-a, masih ada waktu 2 bulan 3 minggu lagi. Jangan langsung memutuskan, dekatkan dirimu dan Hyuna juga..” Pintanya.

“Dia masih kecil eomma, Gayoon lebih dewasa dan berwawasan luas..” Ucap Hyunseung menjelaskan.

Ran diam sejenak, “Jadi, kau memilih Gayoon?” Tanyanya.

“Mungkin..” Ucap Hyunseung.

“Hyunseung, jika kau tidak akan memilih Hyuna, katakan pada eomma. Agar eomma bisa langsung mengumumkan keputusanmu, jika tidak Hyuna akan terluka mengetahui kau tidak akan memilihnya. Araso?” Tanya Ran.

Hyunseung diam sejenak, lalu mengangguk mengerti.

Ran bergerak bangkit dan berjalan keluar.

Hyunseung merenungkan ucapan Ran tadi. Sebenarnya apa yang ia lakukan bukan karena ia mulai menyukai Gayoon, tapi karena Hyuna ada disana.

 

=Depan Mansion Jang=

Hyuna keluar rumah dengan seragamnya dan langsung membungkuk sopan begitu melihat Sangwoo dan Ran, “Annyeonghaseo..” Sapanya.

Sangwoo tersenyum melihat Hyuna, “Hyuna-a.. Sudah siap?” Tanyanya.

“Ne, presdir Jang..” Jawab Hyuna.

Hyunseung keluar dari rumah bersama Gayoon.

“Hyunseung, pagi ini kau kan akan langsung ke Hotel. Jadi antarkan saja Hyuna sekalian..” Ucap Ran.

Hyuna tertegun dan memandang Hyunseung.

“Ne..” Jawab Hyunseung dan langsung melangkah ke mobilnya.

Hyuna memandang Jina bingung, lalu memandang Ran.

“Ayo Hyuna..” Ucap Ran.

Hyuna mengangguk kaku, “Ne..” Ucapnya pelan, “Annyeonghaseo..” Ucapnya, lalu menghampiri pintu mobil yang masih dibiarkan Hyunseung terbuka dan masuk.

Sementara Jina masuk ke pintu depan.

Selama perjalanan ke sekolah, Hyuna tidak tau harus mengatakan apa. Sesekali matanya melirik Hyunseung yang tampak tenang memandang keluar jendela.

Jina melirik kebelakang dan menyadari kecanggungan Hyuna. “Agassi..”

Hyuna memandang Jina, “Ne..”

“Saya baru ingat kalau anda tidak membawa alat lukis anda dari rumah..” Ucap Jina menyesal.

Hyuna tertegun, “Oh.. Eoteokhe? Hari ini ada kelas seni..”

“Jangan khawatir agassi, saya akan menjemputnya..” Ucap Jina.

Hyuna mengangguk mengerti, “Hmm.. keure..” ucapnya, ia kembali melirik Hyunseung yang tetap tidak mendengarkan pembicaraan mereka.

 

=Mansion Keluarga Jang=

Hyunseung masuk ke dapur dan tertegun melihat Gayoon sedang membuat sesuatu.

Gayoon tersenyum ketika melihat Hyunseung muncul, “Hyunseung-ssi, ada yang bisa kubantu?” tanyanya.

Hyunseung menghampiri meja dapur dan melihat Gayoon sedang memasak, “Kenapa kau memasak?”

“Aku hanya ingin menjamu keluargamu untuk makan malam, apa ada masakan yang ingin kau makan untuk malam ini?” Tanya Gayoon.

Hyunseung memandang Gayoon, “Mmm.. ani, lanjutkan saja..” ucapnya, lalu mengambil gelas dan mengambil jus jeruk di kulkas.

Gayoon memperhatikan Hyunseung melangkah keluar dapur sambil tersenyum tipis dan kembali melanjutkan kegiatannnya.

Hyunseung melangkah kembali ke tangga sambil meneguk jus jeruk di gelasnya, langkahnya terhenti melihat Hyuna duduk di kursi taman belakang seorang diri. Tapi setelah ia perhatikan lagi, ternyata gadis itu tertidur. Dahinya berkerut sambil memperhatikan sekitar, tidak terlihat pengawal Choi yang selalu bersama Hyuna. Ia ingin kembali melangkah, namun cuaca diluar tidak terlalu baik. Langit terlihat mendung dan bisa turun hujan kapan saja. Ia menghela nafas dalam dan menghampiri gadis itu.

Hyuna tertidur ketika membaca buku. Buku yang ia baca masih terbuka di pangkuannya, sementara gadis itu terlelap dengan kepala berat ke satu sisi bahunya.

Hyunseung memandang Hyuna sesaat, ia tidak pernah melakukan ini sebelumnya, jadi ia tidak tau harus melakukan apa. “Hyuna-ssi..” panggilnya pelan. Tidak ada jawaban dari gadis itu. ia membungkuk sedikit untuk mengguncang bahu gadis itu.

“Hmm…” gumam Hyuna dalam tidurnya, tangannya bergerak mendorong buku yang ada di pangkuannya dan terjatuh ke rumput.

Hyunseung sempat terkejut karena Hyuna tiba-tiba bergerak, namun gadis itu tetap tak terbangun. Ia menghela nafas dalam dan membungkuk untuk mengambil buku yang di jatuhkan gadis itu. Dahinya berkerut melihat itu adalah buku untuk bercocok tanam.

“Hmm.. pengawal Choi kenapa dingin sekali..” gumam Hyuna dalam tidurnya.

Hyunseung memandang Hyuna aneh, lalu meletakkan gelas jus dan buku tadi ke meja di sebelah Hyuna. Lalu menarik satu tangan gadis itu ke bahunya, dengan satu gerakan cepat ia menarik tubuh Hyuna ke punggungnya dan membawa gadis itu ke lantai atas.

“Hmmm.. pengawal Choi..” gumam Hyuna.

Hyunseung melirik wajah Hyuna di bahunya sambil terus menaiki tangga.

Disisi lain ruangan, Ran tersenyum melihat Hyunseung menggendong Hyuna ke lantai atas. “Hmm.. kau memang menyukai gadis cute, Hyunseung..” ucapnya pelan.

Kamar Hyuna.

“Agassi.. bangun, anda harus bersiap untuk makan malam..” ucap Jina sambil mengguncang tubuh Hyuna yang masih berkutat di bawah selimut.

“Hmm…” gumam Hyuna dan perlahan membuka mata. Ia berkedip-kedip beberapa saat dan memandang Jina, “Pengawal Choi, pukul berapa sekarang?”

Jina memandang jam tangannya, “Pukul 6.23, agassi..”

Mata Hyuna langsung melotot dan bangkit duduk, “Ne?! omo! Makan malam pukul 7!” ucapnya panic sambil menyibak selimut dan berlari kecil ke kamar mandi.

Setelah meyegarkan diri, Hyuna mengenakan dress cantik untuk makan malam. Juga mengenakan bando untuk mempercantik rambutnya.

“Agassi, nanti ketika duduk anda harus merapikan bagian belakang rok anda dulu.” Ucap Jina memberitau.

Hyuna menganggu, “Ne..” ucapnya, lalu melangkah keluar dari kamarnya.

Semua orang sudah duduk di meja makan ketika Hyuna masuk, “Annyeonghaseo, maaf aku terlambat..” ucapnya sambil membungkuk sopan. Ia tertegun melihat Gayoon berdandan sederhana dan terlihat dewasa.

“Waaah.. kedua gadis malam ini terlihat sangat cantik..” puji Jungmo.

Hyuna melangkah pelan ke tempat duduknya. Tidak lupa ia merapikan bagian belakang roknya dulu sebelum duduk. Ia kembali melirik diri Gayoon yang duduk disebelahnya, lalu memperhatikan dirinya. Dari penampilan saja sudah terlihat siapa yang lebih baik.

“Hyuna-a, semua ini dimasak oleh Gayoon. Cobalah..” ucap Ran.

Hyuna tertegun dan memandang Gayoon.

Gayoon tersenyum, “Semoga kau suka, Hyuna-ssi..”

Hyuna tersenyum tipis dan mengambil sumpit untuk mencoba masakan Gayoon, ia terkejut merasakan makanan itu seperti dibuat oleh chef handal. “Hmm.. ini enak sekali Gayoon-ssi..”

“Gamshamida..” ucap Gayoon.

“Mmm.. malam ini kita memakan masakan Gayoon, bagaimana jika besok kita makan malam dengan masakan Hyuna?” Tanya Jungmo.

Hyuna tertegun mendengar ucapan Jungmo, “Ne?’

“Omo.. itu ide bagus yobo..” ucap Ran bersemangat, lalu memandang Hyuna sambil tersenyum. “Bagaimana Hyuna? Kau bisa?”

Hyuna memandang kebawah canggung, “Ceseonghamida, aku tidak bisa memasak..” jawabnya pelan.

Ran terlihat terkejut, “Oh.. mmm.. gwenchana, kau bisa mempelajarinya dulu..” ucapnya membesarkan hati Hyuna.

Hyuna tersenyum canggung.

“Nah.. ayo kita langsung makan saja..” ucap Jungmo mengubah mood disana.

Hyunseung yang sejak tadi hanya diam memandang piringnya mulai makan, matanya bergerak memandang Hyuna yang tampak lesu. Lalu kembali memandang makanannya.

Gayoon menyadari tatapan Hyunseung tadi pada Hyuna, ia melirik gadis di sebelahnya yang terlihat tidak menyadari hal itu.

Setelah makan malam.

Hyuna kembali ke kamarnya dengan wajah lesu.

“Bagaimana makan malam anda Agassi?” Tanya Jina.

Hyuna menghela nafas dalam dan membanting tubuhnya ke sofa, “Berjalan begitu saja..” jawabnya.

Jina mengerutkan dahi, “Waekeure, Agassi?”

Hyuna memandang Jina, “Pengawal Choi, apa aku bisa mengundurkan diri?”

Jina tertegun, “Agassi, apa yang kau bicarakan?”

“Aku tidak bisa mengalahkan Gayoon, dia benar-benar sempurna..” ucap Hyuna lesu.

Jina mulai mengerti ucapan Hyuna, “Agassi, anda masih memiliki banyak waktu. Jangan menyerah sekarang..”

Hyuna mengangguk berat. Lalu memandang sekitar, “Pengawal Choi, apa kau melihat buku yang kubaca di taman belakang tadi?”

Jina memandang Hyuna bingung, “Buku apa Agassi?”

“Itu, buku tentang bercocok tanam. Aku meminjamnya pada Nyonya Jang agar aku bisa menumbuhkan tanamanku dengan baik.. Tadi aku membacanya di taman belakang..” jelas Hyuna.

Jina terlihat semakin bingung, “Agassi, ketika saya kembali anda sedang tidur di tempat tidur..”

Hyuna mengerutkan dahi, lalu kembali mengingat. Ia ingat tadi seseorang membawanya ke kamar, berarti bukan Jina.

“Waeyo Agassi?” Tanya Jina bingung.

Hyuna bergerak bangkit, “Aku akan mencari bukunya di taman belakang..” ucapnya.

“Ne? tapi ini sudah malam, juga turun hujan Agassi..” ucap Jina memberitau.

Hyuna terkejut, “Hujan?! Oh tidak!!” ucap Hyuna sambil berlari keluar kamar.

“Agassi!” panggil Jina sambil mengejar Hyuna.

Sementara itu di kamar Hyunseung.

Hyunseung duduk bersandar di tempat tidurnya sambil membaca buku bercocok tanam yang tadi di baca Hyuna, sebenarnya ia tidak begitu tertarik dengan buku itu. tapi melihat Hyuna sampai tertidur membacanya, berarti gadis itu memang bertekad kuat untuk menguasai caranya bercocok tanam. ‘Apa karena tanamannya kemarin?’ batinnya bingung. Ia memandang gelas jusnya tadi, ia lupa membawanya ke ke dapur ketika makam malam. Tangannya mengambil gelas kosong itu sambil meletakkan buku ditempat tidur, kemudian bangkit dan melangkah keluar kamar.

“Agassi…” Panggil Jina.

Hyunseung yang masih di lantai atas melihat kebawah dan melihat Jina ada membawa payung keluar dari pintu samping. Dahinya berkerut, kakinya melangkah turun dan menghampiri pintu samping.

Hyuna di tengah hujan lebat itu berlari mencari dimana buku Ran. “Ahh.. Eoteokhe?” Gumamnya panik.

“Agassi! Anda basah kuyup!!” Seru Jina sambil menarik Hyuna ke bawah payung yang ia pegang.

“Pengawal Choi, aku meminjam buku itu.. Jika rusak bagaimana?” Tanya Hyuna khawatir.

“Jika rusak anda bisa menggantinya, jangan seperti ini. Hujan sangat deras, ayo masuk..” Ucap Jina sambil menarik tangan Hyuna kembali ke rumah.

“Aniya, pengawal Choi.. Aku kan meminjamnya, nyonya Jang bisa berpikir aku tidak bertanggung jawab dengan merusak bukunya..” Ucap Hyuna sambil menarik tangannya dengan keras, namun malah membuat Jina ikut tertarik hingga payung yang di pegang wanita itu terbang tertiup angin.

Hyuna terkejut melihat payung itu terbang, lalu memandang Jina yang sekarang mulai basah kuyup.

Jina menatap Hyuna tegas di tengah guyuran hujan itu, “Agassi! Yang memilihmu bukan Nyonya Jang! Tapi Jang Hyunseung!!” Serunya.

Hyuna terpaku mendengar Jina berseru padanya di tengah deruan hujan dan langit yang bergemuruh. “Pengawal Choi…”

Ran masuk ke ruang tengah dan melihat Hyunseung memandang ke taman belakang, ia menghampiri putranya dan melihat apa yang terjadi. “Ada apa Hyunseung?”

Hyunseung tersentak mendengar suara ibunya, “ne? Oh.. Itu.. Mereka bertengkar..” Ucapnya sambil menunjuk Hyuna dan Jina.

Ran mengerutkan dahi melihat Hyuna dan Jina hujan-hujannan, “Hei!! Kenapa kalian berdiri disana?!! Cepat masuk!!” Teriaknya memanggil.

Jina menghela nafas dalam dan menarik tangan Hyuna melangkah ke dalam rumah.

“Omona.. Kalian basah kuyup..” Ucap Ran sambil menyelimuti Hyuna dengan handuk yang dibawakan pelayan.

Hyuna menunduk menyesal.

Jina menerima handuk dari pelayan dan membalut tubuhnya.

“Hyuna-a, kenapa kau hujan-hujanan seperti ini?” Tanya Ran khawatir.

“A-ani.. Aku.. Aku meninggalkan buku yang kupinjam tadi siang di halaman belakang eommanim..” Jawab Hyuna pelan tetap sambil menunduk.

Hyunseung tertegun mendengar ucapan Hyuna dan menatap gadis itu tak percaya.

Ran tertegun mendengar ucapan Hyuna, “Aigoo.. Itu hanya buku Hyuna.. Kenapa kau tidak tunggu besok pagi?” Tanyanya, lalu memandang Jina. “Pengawal Choi, pergilah keringkan kalian dulu.” Ucapnya.

“Ne, nyonya..” Ucap Jina dan merangkul Hyuna, “Khaja agassi..”

Ran memandang pelayannya, “Siapkan coklat hangat untuk mereka..”

“Ne, nyonya besar..” Ucap pelayan sambil membungkuk sopan dan melangkah pergi.

Ran menghela nafas dalam memperhatikan Hyuna dan Jina menaiki tangga, lalu memandang Hyunseung yang berdiri memandang lantai. “Hyunseung-a? Waeyo?”

Hyunseung memandang ibunya, “Ne? Oh.. Aniya.. Aku akan ke dapur..” Ucapnya sambil melangkah menuju dapur.

 

=Sisa Waktu, 2 Bulan=

Gayoon duduk di pinggir tempat tidur sambil mendengarkan ayahnya berbicara di telepon, wajahnya terlihat kaku. “Ne, aku mengerti appa..” Jawabnya, “Ne, aku tidak akan mengecewakanmu..” Ucapnya dan tersenyum. Lalu telepon terputus. Ia menghela nafas dalam sambil berpikir. Ia bergerak bangkit dan melangkah keluar dari kamar. Langkahnya terhenti ketika melihat Ran dan Hyunseung duduk di sofa ruang tengah.

“Jadi kau suka Gayoon?” Tanya Ran pada Hyunseung.

Gayoon tertegun mendengar namanya di sebut dan memutuskan untun mendengarkan lebih lanjut.

Hyunseung yang sedang membaca menghela nafas dalam, “Eomma, masih ada dua bulan lagi.. Kenapa sudah menyimpulkan?” Tanyanya sambil tetap membaca.

“Habis, kau terlihat lebih mempedulikan Gayoon saat dirumah.” Ucap Ran tak habis pikir.

Hyunseung memandang ibunya tak mengerti, “Eomma, bukankah gadis seperti Gayoon yang abeutji harapkan menjadi pendampingku?”

“Mmm.. Benar sih, tapi kan yang akan menikah kau. Jadi bagaimana perasaanmu saja, jangan pikirkan ayahmu..” Ucap Ran berusaha mengubah pemikiran Hyunseung.

“Masih banyak waktu eomma, aku akan menjawabnya dengan sikapku..” Ucap Hyunseung, lalu kembali membaca bukunya.

Ran tersenyum lebar, “Ne~~” jawabnya senang.

Gayoon tersenyum tipis mendengar pembicaraan mereka, lalu berbalik dan kembali melangkah ke atas.

Kama Hyunseung.

Hyunseung meletakkan bukunya ke meja dan melangkah ke tempat tidur. Ia merasa lelah dan memutuskan untuk tidur beberapa saat. Begitu berbaring, ia merasakan sesuatu yang keras menyembul dari bawah bantal dan membuat punggungnya terasa sakit. “Apa ini?” Gumamnya sambil mengambil benda itu. Ia tertegun itu adalah buku yang ditinggal Hyuna di taman belakang. Ia diam sejenak memandangi buku itu, ia ingat bagaimana malam itu Hyuna mencari benda di tangannya di taman belakang. Perlahan ia bangkit dan melangkah menuju pintu kamar bersama buku tadi. Begitu membuka pintu, ia terkejut melihat Gayoon yang juga terkejut karena pintu terbuka.

“Oh.. Ce-cesongeo, aku… Aku baru akan mengetuk..” Ucap Gayoon menyesal dengan kepala tertunduk malu.

Hyunseung diam menatap wajah merona merah Gayoon.

“Aku akan kembali ke kamarku..” Ucap Gayoon, lalu berbalik.

“Gayoon-ssi..” Panggil Hyunseung.

Gayoon berhenti dan memandang Hyunseung ragu, “Ne?”

Hyunseung tidak tau mengapa ia merasa canggung, namun yang ia tau ia harus mengatakan sesuatu. “Maaf, apa aku mengejutkanmu?”

Gayoon memandang kebawah dan menggeleng pelan, “Aniya, aku hanya… Mmm..”

“Waekeure?” Tanya Hyunseung merubah pembicaraan.

“Mmm.. Besok hari Minggu, aku berpikir.. Mungkin kau, aku dan Hyuna bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan.” Ucap Gayoon pelan.

“Ne?” Ucap Hyunseung bingung.

“Maksudku.. Kau belum mengenalku dan Hyuna lebih dekat, jadi… Mmmm.. Mungkin, kita bisa saling mengenal lagi. Jadi semua ini jadi lebih adil kan?” Ucap Gayoon menjelaskan, namun melihat Hyunseung hanya menatapnya tanpa ekspresi, ia segera melanjutkan. “Tapi, aku tau jika kau sibuk. Maaf..” Ucapnya sambil membungkuk sopan dan berjalan pergi.

Hyunseung langsung tersadar dan spontan menarik tangan Gayoon.

Gayoon tertegun dan menatap tangan Hyunseung tak percaya, lalu memandang pria itu.

Hyunseung segera tersadar dan menarik tangan, “Cesonghamida..” Ucapnya menyesal.

Gayoon tersenyum tipis, “Gwenchana..”

“Mmm.. Kurasa idemu tdiak buruk..” Ucap Hyunseung pelan.

Gayoon senang mendengarnya.

 

<<Back                Next>>

Advertisements

5 thoughts on “I Choose To Love You [Chapter 3]

  1. yahaaaaayyy hyunseung udah mulai main lirik2 yah >< ahhh hari ini hyunseung nulis di albumnya buat hyuna ahhh lovey dovey couple ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s