Chapter · Cube

I Choose To Love You [Chapter 1]

0-1

Open The Gate

Putra seorang pengusaha besar yang memiliki hotel mewah hampir di seluruh dunia akan berulang tahun ke 20 tahun ini. Keluarganya ingin putra semata wayang mereka segera menikah sebelum berusia 21 tahun karena akan segera mendapatkan warisan kekayaan keluarganya. Keluarganya berharap dengan adanya pendamping hidup, putra mereka tidak perlu memikirkan masalah lain selain pekerjaan setelah benar-benar mewarisi harta keluarganya. Sayangnya putra semata wayang itu tidak tertarik untuk bergaul dengan gadis karena terlalu sibuk mempelajari perusahaan keluarga sejak kecil dan menyerahkan semua keputusannya pada keluarga. Pria itu adalah Jang Hyunseung.

Akhirnya sebuah pengumuman yang langsung mengguncang Republik Korea Selatan keluar, bahwa keluarga Jang akan melakukan seleksi ketat untuk mencari menantu mereka dengan kategori:

–          Berasal dari keluarga kaya dan terpandang.

–          Berparas cantik, pintar dan menawan.

–          Tidak pernah terlibat dalam skandal apa pun sebelumnya.

–          Bisa melakukan kegiatan rumah tangga.

 

=Mansion Keluarga Jang=

Ran menghampiri putranya yang sedang membaca berkas di kamarnya, “Anakku, apa kau sibuk?”

Hyunseung memandang ibunya, “Waeyo eomma?”

Ran tersenyum manis sambil menyodorkan sebuah map pada Hyunseung, “Ini, daftar putri-putri dari kolega appa yang sudah memberikan CV mereka..” ucapnya riang.

Hyunseung mengambil map itu dan melihat isinya, ada 20 CV beserta photo gadis-gadis cantik disana.

“Sebenarnya ada sekitar 120 orang yang mendaftar, tapi eomma memilih 20 terbaik dan inilah mereka..” ucap Ran memberitau.

Hyunseung melihat halaman demi halaman, “Rata-rata berusia 20 tahun..” ucapnya.

“Keurom.. eomma tidak ingin kau menikah dengan wanita lebih tua.. Nanti ketika kau berusia 30 dia sudah nenek-nenek..” ucap Ran sebal.

Hyunseung memandang ibunya, “Lalu, untuk apa eomma memperlihatkan ini?”

Ran kembali tersenyum memandang putranya, “Pilihlah beberapa yang kau sukai, eomma akan memanggil mereka kemari dan mereka akan tinggal disini hingga hari ulang tahunmu agar bisa membangun kedekatan secara emosi denganmu. Lalu baru kau pilih lagi siapa yang akan menjadi istrimu..” jelasnya.

Hyunseung menghela nafas dalam, “Eomma ingin mencari menantu atau idol?” tanyanya tak mengerti.

Ran tertawa kecil, “Eomma kan ingin yang terbaik untukmu.. Meskipun kau menyerahkan semuanya pada eomma, kau juga harus menyukai gadis itu sebelum menjadi isrtimu..” ucapnya.

Hyunseung menutup map itu dan kembali memberikannya pada Ran, “Eomma pilih saja yang usianya dibawah usiaku, aku tidak suka jika kami seumuran..” ucapnya dan kembali larut dengan berkas-berkasnya.

Ran tersenyum jahil dan mencubit pipi Hyunseung gemas, “Aigoo.. jadi putra eomma suka gadis yang cute.. Kenapa tidak bilang?” tanyanya.

Hyunseung mengelus pipinya sambil menatap ibunya sebal, lalu kembali ke berkas-berkasnya. Tak bisa dipungkiri ibunya terus bertingkah seperti dia masih berusia 5 tahun.

Ran melangkah keluar dari ruangan putranya dan masuk ke kamar, lalu duduk disofa sambil memilih-milih CV gadis-gadis yang ada di map.

Pintu terbuka dan masuk seorang pria setengah baya yang langsung menatap Ran sebal, “Yobo.. kau sudah lupa kapan aku pulang bekerja?”

Ran memandang ke pintu dan langsung menghampiri pria itu, “Ahh.. yobo, miane.. aku terlalu sibuk memikirkan putra kita akhir-akhir ini..” ucapnya manja sambil membantu melepas jas suaminya.

Jang Sangwoo, ayah Hyunseung melepaskan kancing bajunya dengan wajah cemberut. “Memangnya dia saja yang perlu di perhatikan..” ucapnya sebal.

Ran tertawa lucu, “Yobo-a.. aku kan selalu memperhatikanmu setiap hari..” ucapnya.

Sangwoo tersenyum melihat ekspresi istrinya, “Keure..” ucapnya dan bergerak duduk di sofa.

Ran duduk di sebelah Sangwoo, “Kau mau kubuatkan teh manis?”

“Nanti saja..” ucap Sangwoo sambil memperhatikan kumpulan CV di meja, “Hyunseung sudah memilih diantara mereka?”

“Belum.. Hyunseung memintaku memilih gadis-gadis yang berusia dibawahnya untuk di seleksi lebih lanjut..” cerita Ran senang, “Mmm.. aku tidak tidak tau putra kita menyukai gadis cute..”

Sangwoo melirik istrinya sambil tersenyum, “Keurom.. Hyunseung itu memiliki selera sepertiku..”

Ran tertawa malu sambil memegang pipinya yang terasa panas, lalu membenturkan bahunya pada Sangwoo manja. “Yobo-a..”

Sangwoo tersenyum lebar dan kembali memperhatikan CV tadi, “Lalu, kau sudah menemukanya?”

“Ne..” ucap Ran sambil mengambil dua lembar CV dan menjajarkannya di meja, “Hanya mereka berdua yang berumur di bawah Hyunseung. Putri sekretaris Kim dan putri perdana menteri Heo..” ucapnya.

Sangwoo memperhatikan kedua CV itu bergantian, “Hmm.. Kim Hyuna dan Heo Gayoon..” ucapnya, “Kedua gadis ini sangat cantik, juga berasal dari keluarga yang baik.”

“Ne.. Heo Gayoon sudah berusia 19 tahun dan sudah berkuliah di Universitas yang sama dengan Hyunseung, hanya saja jurusan mereka berbeda. Hyunseung manajemen bisnis, Gayoon di hubungan internasional..” jelas Ran sambil menunjuk CV Gayoon.

Sangwoo memandang Ran tak percaya, “Wuaa.. Hubungan Internasional? Dia bisa terjun ke dunia politik nanti..” ucapnya dan memandang CV Hyuna, “Gadis ini?”

“Kim Hyuna berusia 18 tahun. Masih bersekolah di Cube High School, tapi dia sangat pintar yobo.. Sejak SMP dia tidak pernah membayar uang sekolah lagi karena selalu mendapat beasiswa, juga pandai dalam seni dan sudah mendapat penghargaan sebagai pelaku seni termuda di Seoul of festival..” cerita Ran tak kalah hebat.

Mulut Sangwoo membentuk o dengan tatapan tak percaya, “Aku setuju jika mereka yang akan menjadi calon Hyunseung! Hubungi keluarganya dan langsung siapkan kamar untuk mereka di rumah kita!” ucapnya bersemangat.

“Keurom, aku akan segera menghubungi keluarga mereka..” ucap Ran sambil mengangguk.

 

=Rumah Keluarga Kim=

“Ne?! Eomma memasukkanku sebagai calon istri Jang Hyunseung?!” tanya Hyuna tak percaya ketika para pelayan mulai memasukkan baju-bajunya ke koper.

Ibu Hyuna, Kim Dayom, tersenyum sambil memegang bahu putrinya. “Ne.. Eomma pikir awalnya hanya untuk formalitas saja karena appa bekerja untuk Presdir Jang. Tapi ternyata kau terpilih..”

Hyuna menatap ibunya tak percaya, “Eomma, aku masih 18 tahun.. Juga, apa eomma akan membiarkanku tinggal disana seorang diri..” ucapnya cemberut.

Dayom tertawa kecil sambil merapikan rambut putrinya, “Aniya.. Tentu saja kau tidak akan sendirian, nona Choi akan menemani dan mengurusmu selama disana..” ucapnya.

Hyuna memandang pelayan yang sudah menjaganya sejak kecil, Choi Jina, atau lebih tepat seperti pengawalnya.

Jina mengangguk, “Ne, agassi.. anda tidak perlu khawatir..”

Hyuna mengangguk pelan, “Keure..” ucapnya lesu.

 

=Rumah Keluarga Heo=

“Gayoon-a, kau terpilih menjadi calon istri dari putra Presdir Jang dan akan tinggal di rumah mereka hingga Jang Hyunseung berulang tahun ke 20. Araso?” ucap Perdana Menteri Heo pada putrinya.

Gayoon mengangguk, “Ne, appa..” jawabnya.

Perdana Menteri Heo tersenyum, “Lakukan yang terbaik, menjadi menantu keluarga Jang adalah hal yang membanggakan Gayoon.”

“Ne, aku mengerti appa. Aku akan melakukan yang terbaik dan membanggakanmu..” ucap Gayoon.

“Kalau begitu, segera siapkan perlengkapanmu..” ucap Perdana Menteri Heo.

Gayoon membungkuk sopan dan berbalik.

 

=Malamnya=

Mansion Keluarga Jang.

Hyunseung melihat ibunya tersenyum lebar dari tangga, hal itu cukup aneh sekarang.

“Oh.. Hyunseung-a..” ucap Ran sambil menghampiri Hyunseung, “Eomma sudah mempersiapkan kamar untuk dua gadis yang akan memulai misi untuk menarik perhatianmu. Besok mereka akan datang kemari..” ucapnya memberitau.

“Hmm.. ne..” jawab Hyunseung, lalu bergerak naik ke atas.

Ran sudah sangat senang membayangkan akan ada dua orang gadis yang tinggal disana. Karena ia yang sangat ingin punya anak perempuan akan segera mendapatkan menantu.

Rumah Keluarga Heo.

Gayoon memandang pelayan memasukkan bajunya ke koper dan memasukkan buku-bukunya ke koper lain, ia tak ingin seorang pun menyentuh barang-barangnya. Jadi ia melakukan semuanya sendiri untuk peralatan belajarnya.

Ibu Gayoon, Minah, menghampiri putrinya sambil tersenyum. “Sudah siap untuk menjadi menantu keluarga Jang?”

Gayoon tersenyum, “Aku belum tentu terpilih eomma..” ucapnya.

Minah mengelus rambut putrinya, “Gayoon-a, jangan terlalu memikirkan ucapan appa. Jika kau tidak menyukai pria itu, kau bisa mengatakannya.. Kau mengerti?”

Gayoon mengangguk, “Ne, eomma..”

Rumah Keluarga Kim.

Dayom memeriksa barang-barang Hyuna yang sudah dimasukkan ke kardus-kardus yang di susun rapi di dekat pintu agar mudah membawanya besok, ia langsung tersenyum melihat suaminya pulang. “Yobo, selamat datang..”

Ayah Hyuna, Kim Junsu, menatap istrinya marah. “Kau memasukkan Hyuna ke seleksi menantu keluarga Jang tanpa sepengetahuanku?!”

Senyum Dayom langsung menghilang, “Maafkan aku, tapi jika aku tidak memasukkannya. Apa yang akan dikatakan keluarga Jang tentangmu?”

“Apa pun yang akan mereka katakan! Kau tidak seharusnya memasukkan Hyuna ke seleksi itu!” tegas Junsu.

“Yobo, Hyuna sudah 18 tahun. Dia sudah cukup dewasa untuk menikah..” ucap Dayom berusaha menjelaskan.

Hyuna mendengar keributan di dari pintu depan dan melangkah kesana.

“Agassi, sebaiknya anda tetap dikamar..” ucap Jina pelan.

“Aku hanya ingin melihat..” ucap Hyuna sambil terus melangkah.

“Kim Dayom! Aku tidak peduli berapa usianya! Aku tidak ingin keluarga Jang mengetahui tentang Hyuna!” seru Junsu.

Dayom tertegun, “Yobo..”

Junsu mendengus kesal, “Jika keluarga Jang tau tentang Hyuna, apa yang akan di katakan orang tentang keluarga kita?!”

Dayom menatap suaminya tak percaya, “Yobo-a, justru karena aku tidak ingin orang tau tentang itu. Aku memasukkan Hyuna dalam seleksi itu. Jika dia menjadi menantu keluarga Jang, tidak akan ada yang mengetahui siapa dia. Karena dia sudah menjadi wanita terpandang..” ucapnya menahan tangis.

Junsu memalingkan wajahnya dan melangkah pergi, namun ia berhenti melihat Hyuna yang memandangnya sedih.

“Oh.. Hyuna-a..” ucap Dayom kaget.

Hyuna membungkuk sopan, “Annyeonghaseo, appa..” sapanya pelan.

Junsu menghela nafas dalam dan kembali melangkah masuk.

Dayom menghampiri Hyuna, “Hyuna-a, kau mendengar pembicaraan kami? Miane, kau seharusnya tidak mendengar itu..” ucapnya menyesal.

Hyuna mengangguk pelan, “Ne, eomma.. Gwenchana..”

Dayom menatap Hyuna sedih dan mengelus kepalanya, “Hyuna, kau harus terpilih menjadi menantu keluarga Jang. Agar appa tidak berpikir seperti itu lagi, arasso?”

Hyuna tidak tau harus mengatakan apa.

 

=Mansion Keluarga Jang=

Gayoon adalah orang yang pertama kali datang, jadi dia langsung menempati kamar pertama disisi kanan rumah besar itu.

Ran masuk ke kamar dengan senyuman cerianya, “Kau suka kamarmu?”

Gayoon membungkuk sopan, “Annyeonghaseo Nyonya Kim..”

Ran cemberut, “Aniya, jangan panggil aku nyonya Kim..” ucapnya, lalu kembali tersenyum dan memegang bahu Gayoon. “Panggil saja eomma..”

Gayoon tersenyum simpul, “Ne, eommanim..”

“Aigoo.. kau anggun sekali..” ucap Ran senang, “Silahkan beristirahat dulu, nanti akan ada pelayan yang memberitau saatnya makan siang..”

Gayoon mengangguk, “Ne, eommanim..”

Ran melangkah keluar dari kamar Gayoon untuk melihat apakah tamunya yang lain sudah datang atau belum.

“Nyonya besar, Kim Hyuna sudah tiba..” ucap pelayan memberitau.

Ran tersenyum lebar, “Jinja? Dimana dia sekarang?”

“Sudah berada di kamar tamu yang kedua..” jawab sang pelayan.

“Keure, aku akan kesana..” ucap Ran yang langsung melangkah menuju kamar tamu.

Hyuna duduk di pinggir tempat tidur sambil memperhatikan kamar barunya. Para pelayan sedang merapikan baju-bajunya ke lemari dan juga merapikan buku-buku pelajarannya ke meja belajar.

“Agassi, nyonya Kim datang..” ucap Jina memberitau.

Hyuna memandang kearah pintu yang terbuka dan langsung berdiri begitu melihat Ran masuk, “Annyeonghaseo..” sapanya sambil membungkuk sopan.

Ran menghampiri Hyuna dengan senyuman lebarnya, “Aigoo.. kau manis sekali sayang..”

Hyuna tersipu malu, “Gamshamida, nyonya Kim..”

Ran tertawa kecil, “Ani, jangan formal begitu. Panggil saja eomma..” ucapnya.

“Ne, eomma..” ucap Hyuna.

Ran memandang Jina, “Nuguseyo?”

“Ini Pengawal Choi, dia sudah menjagaku sejak aku kecil..” jawab Hyuna.

“Annyeonghaseo..” sapa Jina.

Ran tersenyum, “Ne, selamat datang pengawal Choi..” ucapnya, lalu memegang bahu Hyuna, “Istirahatlah dulu, nanti pelayan akan memanggilmu untuk makan malam..”

Hyuna mengangguk, “Ne, eomma..”

Ran berbalik dan melangkah keluar.

Saatnya makan siang.

Hyuna keluar dari kamarnya yang berada disisi kiri mansion, begitu juga Gayoon yang menempati kamar disisi kanan mansion. Mereka bertemu ketika hendak menuruni tangga.

Gayoon mengangguk sopan, “Annyeonghaseo, Heo Gayoon imnida..”

Hyuna tersenyum lebar, “Annyeonghaseo, Kim Hyuna imnida..”

Gayoon tersenyum tipis, “Kuharap kita menjalani seleksi ini tanpa dendam, Hyuna-ssi..”

“Ne, Gayoon-ssi..” ucap Hyuna canggung.

Gayoon melangkah turun duluan.

Hyuna memandang Gayoon kagum dan memandang Jina yang berdiri di belakangnya, “Wuaah.. dia sangat berkarisma..”

“Ayo, agassi.. Nyonya Kim sudah menunggu..” ucap Jina.

Hyuna melangkah turun dan mengikuti Gayoon ke ruang makan.

Ran yang sudah menunggu langsung tersenyum lebar melihat kedua gadis itu muncul, “Gayoon-a, Hyuna-a.. Kalian bisa duduk disini..” ucapnya sambil menarik kedua gadis itu duduk di sisi kanan meja makan besar itu. “Hyunseung akan duduk di sebalah sana, jadi dia bisa memandang kalian dengan jelas..” ucapnya menjelaskan.

Hyuna tersenyum canggung, “Ne..”

“Ne, eomma..” ucap Gayoon tegang.

“Nyonya besar, tuan muda sudah tiba..” ucap seorang pelayan memberitau.

Ran terlihat senang, “Ne? Omo.. ayo hidangkan makanannya.”

Hyuna sangat tegang duduk disana, apalagi Hyunseung sudah tiba. Ia melihat Gayoon berdiri dan juga ikut berdiri.

Hyunseung melangkah masuk ke ruang makan dan berhenti sejenak karena melihat dua wajah asing disana.

Saat itu, semua yang ada disekeliling Hyuna terasa berhenti. Seperti hanya ada Hyunseung yang berdiri disana. Pria itu tampak bersinar disana. Ia memang pernah melihat pria itu di berita, namun tak menyangka benar-benar tampan dan luar biasa seperti ini.

Ran berlari kecil ke sisi Hyunseung dan menarik pria itu menghampiri dua gadis tadi, “Hyunseung, mereka calon-calon istrimu..”

Hyunseung memandang kedua gadis itu bergantian, “Perkenalkan, namaku Jang Hyunseung..” ucapnya pelan.

“Namaku Heo Gayoon, senang bertemu denganmu Jang Hyunseung-ssi..” ucap Gayoon sopan.

Hyunseung mengangguk sopan dan memandang Hyuna yang hanya menatapnya.

Ran memandang Hyuna bingung, “Mm.. Hyuna?”

Hyuna tersadar dari lamunannya, “Oh..ne.. mm.. Aku.. namaku… mm.. maksudku.. Ki.. Kim Hyuna..” jawabnya gugup, lalu menunduk malu.

Hyunseung mengangguk mengerti, “Ne..” jawabnya.

“Ayo anak-anak kita duduk dan mulai makan..” ucap Ran.

Semuanya mengambil tempat masing-masing dan mulai makan.

Gayoon memandang Hyunseung yang sejak tadi hanya fokus pada makanannya, “Hyunseung-ssi, kudengar kau memegang hotel keluargamu yang di Seoul. Apakah sulit?”

Hyunseung mengangkat wajahnya memandang Gayoon, “Aniya, aku hanya membantu beberapa hal saja..”

Gayoon tersenyum, “Apa kau tau aku juniormu di kampus?” tanyanya.

Hyunseung diam sejenak memandang Gayoon, “Mmm.. cesonghamida, aku tidak tau..”

Ran tertawa kecil, “Gayoon-a, Hyunseung ini sangat dingin. Dia bahkan tidak mengingat satu pun nama temannya di kampus..” ucapnya lucu.

“Ne, eomma.. aku juga sering melihatnya berlalu di aula tanpa memperhatikan sekitar..” ucap Gayoon.

Hyuna mengunyah makanannya sangat pelan sambil memperhatikan Gayoon yang terus mengajak Hyunseung dan Ran berbicara, selera makannya langsung hilang mengetahui Gayoon sangat mengerti dunia bisnis.

Ran menyadari Hyuna merasa terasing seorang diri, “Hyuna-a, tidak ada yang ingin kau tanyakan pada Hyunseung?”

Hyuna tertegun, “Ne? Ow… mmm.. sepertinya belum ada..” ucapnya menyesal.

“Gwenchana, kau akan terbiasa setelah beberapa saat bersama Hyunseung..” ucap Ran memberi semangat.

Hyuna tersenyum canggung, “Ne, eommanim..” ucapnya dan kembali memandang makanannya. Matanya diam-diam melirik kearah Hyunseung yang juga kembali fokus pada makanannya.

 

 

 

<<Back                Next>>

Advertisements

8 thoughts on “I Choose To Love You [Chapter 1]

  1. Wahhhh ternyata hyunseung dicarikan istri….
    berarti nanti akan ada persaingannnnn
    lucu ya umur mereka hyuna 18 gayoon 19 hyunseung bentar lagi 20…..
    ditunggu ya next chapternya ^^
    Fighting!!!

  2. awww si hyuna udah gugup main mata juga.. wah apa sih yg dmaksud sama keluarga hyuna? tidak akan mengetahui apa? trus pelayan choi sllu ikut kmana2 jgn blg hyuna skit aduhhhhhhhh >< otak udah g bisa mikir lagi deh.. fighting ^^

  3. wahh.. itu appa hyuna kenapa marah2??! >< emg nya hyuna knp??!
    Kira2 siapa yaaa yg bakal dipilih Seungie??
    next~~

  4. Wah kl emak gw nhikutin gw audisi pasti langsung terpilih jd mantu keluarg jang , hahaahaaha

    ahh ff dengan cerita ug fresh , suka bgt >.<

    ayoo siapa yg pertama kli yg bssa bikin seung jatuh cinta *nunjukdirisendiri , kkkkk lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s