Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 39]

39

—Power of Maknae—

=Ruang Penyekapan Hayi dan Seunghyun=

Seunghyun tetap berusaha keras menutup lubang diatas kepalanya agar tak menambah air yang masuk, meskipun sekarang sudah seperempat ruangan tergenang air. “Aisssh!!” Gumamnya.

Teddy duduk di sofa dengan wajah gusar. Sesekali ia memandang jam tangannya dan menoleh pintu masuk, “Kenapa mereka lama sekali?” Ucapnya pelan, lalu bangkit dan melangkah ke pintu. Tangannya terulur untuk membuka pintu, tapi ia membatalkan niatnya dan berbalik menghampiri Hayi yang masih terikat dan tak bisa berhenti menangis menyaksikan Seunghyun mulai terendam air. Ia menyamakan tingginya dengan Hayi dan tersenyum tipis, lalu melepaskan penutup mulut gadis muda itu. “Hayi-a, eonni akan segera kemari. Keutji?”

Hayi menatap Teddy takut, “Oppa.. Kenapa kau melakukan ini?” Tanyanya dengan suara bergetar.

Teddy mengelus rambut Hayi lembut, namun gadis itu memejamkan mata erat sambil menghindari tangannya. “Kau tau oppa selalu menyayangimu kan?”

Seunghyun menyadari Teddy kembali menghampiri Hayi, spontan ia melepaskan lubang air itu dan memukul permukaan kaca. “Ya!! Menjauh darinya!!” Teriaknya sambil terus memukul.

Bulir air mata Hayi terus mengalir dari sudut matanya.

“Oppa memperhatikanmu karena oppa mencintai Bom.. Dia adalah segala-galanya bagiku.. Tapi dia akan terus risau dan sedih memikirkanmu, kau tidak ingin dia merasa seperti itu kan?” Ucap Teddy sambil membelai rambut Hayi.

Terdengar pintu terbuka. Teddy tersenyum dan berdiri tegap sambil berbalik.

Muncul Mino yang langsung berjalan ke sisi lain ruangan. Tak lama, Jiyong, Chaerin dan Bom menyusul.

Mata ketiga orang itu membesar melihat Hayi terikat dan Seunghyun berada dalam akuarium besar yang terus berisi air.

“Hayi!!” Ucap Jiyong tak percaya bercampur lega.

Seunghyun terkejut melihat Bom disana.

Bom menatap Hayi dan Seunghyun bergantian, lalu menatap Teddy tak percaya. “Oppa! Apa yang kau lakukan?!”

Teddy tersenyum lebar melihat Bom, “Kau sudah disini Bom..”

“Oppa!! Hentikan ini!! Apa yang kau lakukan?!!” Teriak Bom panik.

“Eonni..” Panggil Hayi.

“Oppa, kenapa kau melakukan ini?!” Tanya Chaerin tak habis pikir.

Teddy tertawa kecil, lalu mengeluarkan sebuah pistol kecil berisi peluru bius. Namun isinya pasti bukan cairan bius.

Mata Hayi melotot melihat senjata itu.

Jiyong langsung melindungi kedua gadis tadi dengan tubuhnya, “Ya!!”

Teddy kembali memandang Bom, “Aku tidak bisa menghentikan ini karena kau yang memulainya, Park Bom..”

Dahi Bom berkerut, “Aku? Apa maksudmu aku?!”

“Kau tidak tau siapa aku?” Tanya Teddy.

Bom mengerutkan dahi, “Tentu saja aku tau! Kau yang membuatku menjadi agent, oppa!!”

Teddy tertawa kecil, lalu menatap Bom dingin. Perubahan ekspresi yang membuat siapa saja menjadi merinding, “Karena kau sudah memulai semua ini, kau juga yang harus mengakhirinya..”

“Aissh!! Oppa!! Seunghyun hampir tenggelam!! Jangan katakan omong kosong!!” Teriak Bom marah.

Mino bergerak pelan mendekati tiga orang tadi dan dengan gerakan cepat mengeluarkan senjata listrik ke tubuh Chaerin dan Jiyong.

Chaerin dan Jiyong tersentak sesaat dan jatuh pingsan.

“Chaerin!!!” Teriak Bom, namun ia tak bisa menghampiri temannya itu karena Mino mengarahkan senjata listrik di tangan kanan ke arahnya.

“Ahjussi!! Chaeroo eonni!!” Teriak Hayi kaget.

Bom menatap Mino kaget, lalu menatap Teddy. “Oppa..” Ucapnya mulai takut.

Teddy tersenyum, “Bom, kau pasti tau apa isi pistol ini.” Ucapnya sambil memperlihatkannya pada Bom.

Bom terpaku melihat senjata itu.

“Aku akan menembakkannya pada Hayi..” Ucap Teddy pelan.

“Andwae!! Jangan oppa!!” Teriak Bom. Tapi Teddy tetap mengarahkan pistol pada Hayi. “OPPAA!!!”

Mata Hayi melotot melihat pistol itu di depan wajahnya.

“Oppa!! Jebal!! Jangan lakukan itu!!” Pinta Bom, bulir air matanya mulai berjatuhan.

Seunghyun memandang Bom sedih karena ia tak bisa melakukan apa pun saat ini.

Teddy memandang Bom dan tersenyum, “Tidak ada yang mati, berarti tidak ada kebersamaan kita, Bom..”

“Jebal! Oppa.. Aku akan melakukan apa yang kau mau. Jebal..” Mohon Bom sambil menangis.

Teddy tampak senang mendengarnya, “Aku tidak ingin kau terpaksa melakukannya Bom, aku ingin kau merasa tidak ada orang yang ada disisimu dan datang padaku..”

“Oppa…” Ucap Bom memohon, melihat dua orang yang ia sayangi hampir mati membuatnya tak berdaya. “Wae.. Kenapa kau melakukan ini? Bukankah kau orang yang baik?”

Teddy menatap Bom dalam, “Karena aku mencintaimu Bom..”

Bom menatap Teddy tak mengerti, “Ini caramu mencintaiku? Dengan menyakiri semua orang yang kusayangi?”

“Ani..” Jawab Teddy, “Aku tidak pernah ingin melakukannya sejauh ini..” Ucapnya.

“Lalu kenapa oppa?!!” Tanya Bom tak mengerti.

Teddy menurunkan pistol bius tadi dari wajah Hayi sambil tetap menatap Bom, “Kau benar-benar tidak mengenalku?”

Dahi Bom berkerut, “Oppa apa yang kau katakan sejak tadi? Tentu saja aku mengenalmu..”

Teddy menatap Bom tanpa ekspresi, “Aku melakukan segalanya untukmu. Aku mengikutimu dan membunuh untuk bisa bersamamu.. Aku menyingkirkan apa pun agar kau hanya memilikiku..”

Bom menatap Teddy tak mengerti.

“Ahhhkkk!!” Seru Mino dan terjatuh sambil memegang bahu belakangnya.

Bom dan Teddy terkejut sambil memandang ke belakang.

Minji muncul dengan sebuah senjata laras pendek beserta peredam suara sambil menodongkannya pada Teddy, “Letakkan senjatamu!! Park Hong Jun!!” Serunya.

Bom terkejut melihat Minji muncul, bahkan menggunakan senjata api seperti itu. “Minji-a?”

Minji menatap Teddy tajam, “Kebohonganmu sekarang sudah terungkap, Park Hong Jun! Menyerah atau kau akan kulumpuhkan dengan peluruku!”

Teddy tersenyum, “Hmmm.. Aku sempat curiga kenapa sering berpapasan denganmu, adik kecil..”

“Minji-a, kenapa kau masuk?” Tanya Bom tak mengerti.

“Eonni, dia bukan Teddy Park yang asli. Dia membunuhnya agar bisa mendapatkan nama dan status agen dari Teddy Park..” Ucap Minji memberitau.

Bom menatap Minji kaget, “Mwo?!” Serunya, lalu menatap Teddy tak percaya.

“Dia adalah Park HongJun…” Ucap Minji, “Beberapa tahun sebelum eonni berangkat ke Amerika, dia terkena luka bakar dan harus dirawat dirumah sakit. Saat itulah dia bertemu denganmu pertama kalinya..”

Mata Bom membesar, “Saat aku jadi relawan di rumah sakit?”

“Ne, eonni..” Jawab Minji.

Teddy, atau Park Hongjun tertawa kecil. “Wuaaah.. Kau sangat hebat..” Ucapnya, lalu memandang Bom. “Ne, seharusnya kau mengingatku..” Ucapnya, “Saat itu aku terkena luka bakar di seluruh tubuhku. Keluargaku, kekasihku, bahkan teman-temanku enggan datang. Tapi kau yang berbaik hati setiap hari menemaniku. Karena itu, kau harus bersamaku..” Ucapnya dan menodongkan pistol tadi pada Minji.

Minji mendorong Bom dan meoncat ke sisi lainnya sambil menembak Teddy.

“Ahhhkk!!” Teddy tersentak setelah peluru dari pistol Minji menembus dadanya dan bersarang di jantungnya.

Hayi melotot melihat itu dan berteriak histeris, “KYAAAAAAA!!! Eonni!!! Eonni!!!” Teriaknya panik.

Bom langsung berlari menghampiri Hayi sambil memeluk kepala adiknya agar tenang. “Ssshhh.. Eonni disini..”

Darah mengalir deras dari dada kiri Teddy, pria itu memandang Bom sesaat dan jatuh ke lantai.

“Ooh!! Seunghyun-ssi!!” Seru Minji sambil melangkah hati-hati agar tidak menginjak tubuh Chaerin dan Jiyong dilantai menuju akuarium besar dimana Seunghyun sudah tenggelam setengah.

Taeyang yang akhirnya menemukan dimana teman-temannya masuk ke ruangan itu. “Oh!! Jiyong!! Ya!! Jiyong!!” Serunya sambil mengguncang tubuh leadernya.

Bom membuka tali ikatan Hayi secepat yang ia bisa dan memeluk adiknya erat.

Jiyong mengerutkan dahinya dan bergerak sedikit, “Ahhh.. Tubuhku kaku..” Ucapnya pelan.

“Eonni!! Taeyang-ssi!! Bantu aku!!” Seru Minji sambil berusaha menghancurkan kaca akuarium.

“Oh! Seunghyun!!” Seru Bom yang baru teringat lagi pada pria itu.

“Hyung..” Ucap Taeyang sambil menghampiri akuarium.

Bom memandang Hayi, “Hayi-a, bantu Jiyong-ssi dan Chaerin, maksudku.. Chaeroo..” Ucapnya.

“Ne, eonni..” Ucap Hayi dan langsung menghampiri Jiyong.

Bom menghampiri Taeyang dan Minji, “Bagaimana ini? Ini pasti terbuat dari kaca anti peluru..”

“Pasti ada celah!!” Ucap Taeyang sambil memeriksa setiap permukaan kaca itu.

Minji berusaha memutar otak menemukan cara menghentikan air yang terus mengalir.

Bom menatap Seunghyun yang sudah tenggelam hingga sebatas leher sedih.

Seunghyun merasa tidak ada cara lain untuk keluar dan mungkin ini adalah akhir dari petualangannya. Air yang terus meninggi itu sudah tak mengerikan lagi sekarang ketika menatap Bom diluar sana. Bibirnya membentuk senyuman dan menempelkan telapak tangannya ke permukaan kaca.

Bom menggeleng, “Aniya!! Kau akan keluar dari sana..” Ucapnya, lalu ikut mencari cara bersama Taeyang.

Tak sampai satu menit air sudah menyisakan beberapa senti ruang untuk bernafas, Seunghyun benar-benar tak berharap lagi. Ia menahan nafas dan memandang ke arah Hayi yang menatapnya tak percaya. Bulir air matanya mengalir mengingat kematiannya akan terjadi di depan semua orang ini. Hingga air benar-benar memenuhi semua akuarium.

“Andwae!! Seunghyun!!!” Teriak Bom.

“Ayo dorong!!” Seru Taeyang sambil mendorong akuarium di satu sisi.

“Cepat!!” Bom ikut mendorong, begitu juga dengan Minji.

“Aissh.. Sial.. Tubuhku..” Ucap Jiyong sambil bangkit dan melangkah kaku mendekati akuarium, lalu ikut mendorong meskipun tubuhnya masih kaku akibat sengatan listrik tadi.

“Hyeong-bu!!” Seru Hayi dan berlari menghampiri akuarium untuk membantu.

Chaerin yang baru tersadar hanya bisa menatap yang lainnya karena tubuhnya mati rasa, “Ahh.. Tubuhku..”

Zreeekk…

Semuanya tertegun menyadari akuarium itu mulai bergesar, “Oh!! Berhasil!! Ayo!! Dorong lagi!!!” Seru Taeyang.

Yang lainnya mengerahkan semua tenaga mereka hingga akuarium besar itu berguling jatuh dan menumpahkan airnya ke ruangan itu.

“Seunghyun!! Seunghyun!!” Seru Bom sambil menghampiri pria itu, “Seunghyun!! Gwenchana?!” Tanyanya sambil memegang kedua pipi pria yang sedang terbatuk-batuk memuntahkan air.

Seunghyun memandang Bom dan tersenyum, lalu memeluk gadis itu erat.

Anggota 2ne1 dan Bigbang langsung tersenyum lebar dan menghela nafas lega karena perjuangan mereka tidak sia-sia.

 

=Depan Gedung=

Tidak ada cedera parah yang dialami anggota Bigbang, 2ne1 dan Hayi. Para polisi langsung mengamankan tempat itu sementara mereka mendapat pemeriksaan untuk memastikan mereka baik-baik saja dari anggota medis yang datang.

Chaerin yang menyelimuti dirinya dengan handuk seperti yang lain menghampiri Minji yang terlihat shock, “Hei, kau baik-baik saja?”

Minji memandang Chaerin, lalu mengangguk. “Ne, eonni..”

Chaerin tersenyum dan merangkul Minji, “Aku berhutang nyawa padamu. Maksudku, kamu semua berhutang nyawa padamu..”

Minji tersenyum malu, “aniya, eonni.. Aku hanya melakukan tugasku..”

Chaerin mengacak-acak rambut Minji gemas, “Bagaimana kau bisa menggunakan pistol sebaik itu? Meskipun tak melihatnya, aku tau kau melakukannya dengan baik..”

Minji tertawa malu, “Sebenarnya, saat itu aku sangat ketakutan. Tanganku terus gemetaran, tapi aku harus menyelamatkan kalian. Jadi aku hanya melakukannya begitu saja..”

Chaerin menepuk bahu Minji bangga.

Dara datang menghampiri kedua anggotanya sambil cemberut, “Ya.. Lihat, diwajahku ada luka.. Apa ini akan meninggalkan bekas?”

“Hm? Aniya eonni, para medis bilang tidak akan meninggalkan bekas..” Jawab Chaerin.

“Aissh.. Ani! Mereka mengatakan itu karena aku panik! Dan aku memang panik! Ahhh.. Eotoekhe?! Aku harus melakukan operasi pelastik untuk menghilangkannya!”

Minji dan Chaerin tertawa, “Eonni, itu tidak akan meninggalkan bekas!”

“Minji-a..” Panggil Bom sambil menghampiri Minji dan memeluk gadis muda itu. “Gumawoyo Minji-a.. Kau menyelamatkan kami semua, kau benar-benar hebat..”

Minji tersipu malu, “Ne, eonni..”

Bom melepaskan pelukannya dan memandang sang maknae bangga.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 39]

  1. ya ampun… ternyata dia bukan teddy park yang asli…. jahat banget si park hongjun!! masa buat dapetin Bom dia mau ngebunuh semua org yg disayangi Bom! aahhh!! Minzy!! kamu emg maknae yang hebat + pinter ya!!! cinta deh ama kamu!! xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s