Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 37]

NHP-ANA000419A

—This is War—

Bom membuka matanya perlahan dan memandang sekitar bingung, “Hmm.. dimana ini?” gumamnya, lalu bergerak bangkit sambil tetap memandangi sekitar. Ia berada di sebuah ruangan kerja dan berbaring di sebuah sofa. Ia berusaha mengingat apa yang terjadi tadi dan langsung teringat Seunghyun. “Oh.. dimana Seunghyun?” gumamnya sambil bangkit dan mencari-cari ke sekitar. Setelah memastikan hanya ia yang ada disana, ia memegang telinganya dan menemukan earphonenya sudah tidak ada. Itu berarti ia tidak bisa berkomunikasi dengan siapa pun dari anggotanya. Ia menunduk memandang bajunya, peniti yang di berikan Minji masih ada. Bibirnya tersenyum, ‘Mereka pasti berpikir ini hanya pin..’ batinnya senang. Perlahan ia melangkah ke pintu dan membukanya, kepalanya masuk ke celah pintu sambil memandang ke kanan dan kiri untuk melihat ada siapa disana. Tapi tidak ada siapa pun juga. Dahinya berkerut dan melangkah keluar, “Hm? Tidak ada siapa pun..” ucapnya bingung. Kakinya melangkah ke tengah ruangan yang terlihat seperti kantor pada umumnya itu, tapi tidak ada siapa pun disana. “Kantor apa ini ya?” ucapnya sambil menghampiri sebuah meja dan membuka map diatasnya, namun isinya hanya kertas putih kosong. Matanya berkedip-kedip bingung, lalu menutupnya lagi. ia beranjak ke sebuah lemari file dan menarik cabinet paling atas. Terdapat banyak file disana, ia membukanya sedikit dan kembali menemukan kertas putih kosong. Ia merasa aneh sendiri, “Okey, ini membuatku takut..” gumamnya sambil menutup lemari cabinet tadi. Karena tidak ada siapa pun, ia langsung melangkah ke pintu, tapi pintu itu terkunci. “Hm? Waekeure?” ia berusaha membukanya, tapi tidak bisa. Ia menghampiri jendela menyibak tirainya, diluar terlihat sepi. Jendela kaca transparan itu sama sekali tidak memiliki pintu. Ia memandang kursi di sebuah meja, tanpa berpikir lagi ia mengambil kursi itu dan melemparkannya ke jendela.

BRUKK!!!

Mata Bom melotot melihat kaca itu tidak pecah. ‘Oh tidak, aku dalam masalah besar..’ batinnya.

Sementara itu.

Seunghyun membuka mata perlahan dan memandang sekitar, setelah beberapa detik ia baru menyadari dirinya ada di sebuah tempat aneh. Disisi kanan, kiri, depan dan belakangnya di kelilingi kaca transparan.Dahinya berkerut dan bangkit perlahan sambil meraba-raba kaca itu. Ia terpaku ketika melihat keluar dari tempanya, Hayi yang terikat di kursi dengan mulut tertutup lakban dan seperti berteriak memanggilnya. “Hayi! HAYI!!!” serunya sambil memukul permukaan kaca itu, namun kaca itu bahkan tidak bergeser. “Aissh!! Dimana ini?!!” serunya sendiri sambil mencari celah untuk keluar.

Diluar Gedung.

Minji kembali menyelidiki Blue-print gedung itu di i-padnya. Sementara Seungri dan Daesung menikmati minuman mereka sambil mengobrol dan tertawa kecil. Dahinya berkerut menemukan sesuatu yang aneh.

“Minji-a, di lantai ini tidak ada yang aneh..” terdengar suara Chaerin di telinga Minji.

“Changkaeman eonni..” ucap Minji dan menekan gambar di layar i-padnya. Ia tertegun sesaat dengan wajah kaget, “Eonni, gedung ini milik Teddy Park..” ucapnya pelan.

“Mwo?! Ya! Kau serius?!” Tanya Chaerin kaget.

“Ne.. eonni, dia punya satu lantai khusus miliknya sendiri. ada di lantai 7..” ucap Minji memberi instruksi.

Seungri dan Daesung memperhatikan Minji tak percaya, gadis itu jauh lebih muda, tapi sangat berbakat.

“Aku menuju lift sekarang..” ucap Chaerin, terdengar suaranya sedang melangkah cepat.“Oke, aku didalam lift sekarang..” ucapnya, lalu diam sejenak. “Minji, tidak ada lantai 7 di tombol lift..” ucapnya bingung.

“tidak ada? Oh.. kurasa kau harus menaiki tangga ke lantai paling atas eonni..” ucap Minji memberitau.

“Aku mengerti..” ucap Chaerin.

Minji bisa mendengar nafas Chaerin menderu cepat ketika menaiki tangga, bahkan leadernya itu mengeluh kesal.

Zzzzzzzzsssshhhhhhhhhrrrrkkkk….

Minji tertegun mendengar suara aneh itu, “Eonni.. eonni..” panggilnya, tapi tidak terdengar lagi. dahinya berkerut dan memegang earphone di telinganya, “Eonni..” panggilnya, tapi tetap tidak terdengar lagi.

“Waeyo?” Tanya Daesung.

“Mmm.. kupikir di lantai paling atas ada perusak sinyal.. Aku alat komunikasi kami mati..” ucap Minji bingung.

“Ne? ohh.. eoteokhe?” ucap Seungri bingung.

“Bagaimana dengan pelacak? Apakah tidak bisa juga?” Tanya Daesung.

“Benar, pelacak.” Ucap Minji sambil memeriksa pelacak teman-temannya, “Oh.. masih menyala..” ucapnya.

Sementara itu.

Langkah Chaerin terhenti ketika sinyal earphonenya menghilang, “Minji.. Minji-a..” panggilnya, tapi tidak terdengar apa pun lagi.

“Waeyo?” Tanya Jiyong tak mengerti.

Chaerin melepaskan earphone di telinganya, “Aissh.. sinyalnya hilang..” ucapnya, lalu memasukkanya ke saku celana. “Ayo.. mereka pasti diatas..” ucapnya sambil melangkah naik.

Jiyong menahan tangan Chaerin, membuat gadis itu berhenti dan memandangnya. “Kau yakin mereka diatas?”

“Ne, aku yakin mereka diatas..” ucap Chaerin.

Jiyong menatap Chaerin kesal, “Miss bossy, gunakan akal sehatmu bukan feelingmu..”

Chaerin memutar bola matanya kesal, “Sudahlah.. aku pergi sendiri saja..” ucapnya sambil menarik tangannya dari tangan Jiyong.

“Ani!” ucap Jiyong sambil menahan tangan Chaerin dan menatap gadis itu serius, “Maksudku, apa rencanamu? Kita tidak bisa begitu saja masuk tanpa rencana. Teddy bukanorang yang bisa kira remehkan. Menemui dia tanpa persiapan sama saja bunuh diri..”

Chaerin diam sejenak untuk berpikir, lalu kembali memandang Jiyong. “Apa rencanamu?”

“Mmm.. well, aku tidak pernah bergerak hanya berdua sebelumnya. Apalagi dengan wanita, tapi kurasa aku mempunyai satu ide..” ucap Jiyong.

 

=Tempat Penyekapan Seunghyun=

Hayi berusaha melepaskan ikatan tangan dan kakinya, tapi tidak bisa. Apalagi melihat Seunghyun di dalam tempat seperti akuarium besar itu membuatnya semakin panic. Ia berhenti berontak ketika layar plasma di depannya menyala. Terlihat enam kotak dari layar cctv yang ada di lantai itu. salah satunya di sebuah ruangan terlihat Bom memncoba menghancurkan sebuah kaca jendela. ‘Eonni..’ batinnya.

Seunghyun masih berusaha menghancurkan kaca itu, tapi sekeras apa pun ia mencoba ia tak pernah berhasil. “Sial.. ini pasti kaca anti peluru.” Ucapnya sendiri. ia memperhatikan Hayi yang terlihat mengerutkan dahi melihat layar plasma di depan gadis itu. “Hayi-a..” panggilnya sambil memukul permukaan kaca itu.

Hayi memandang Seunghyun dan berusaha menunjuk layar itu dengan kepalanya.

Dahi Seunghyun berkerut karena ia tidak bisa melihat apa yang ada di layar itu. Matanya membesar melihat pintu di belakang Hayi terbuka, muncul Teddy dengan gaya tenangnya seperti biasa. “Andwae!! Hayi!!” teriaknya sambil menendangi kaca itu agar pecah, walaupun sebenarnya itu tidak berguna.

Teddy berjalan ke belakang Hayi sambil memperhatikan layar plasma itu, bibirnya membentuk senyuman dan merangkul gadis itu dari belakang.

Hayi tertegun dan memandang Teddy dengan mata membesar.

Teddy memandang Hayi sambil tetap tersenyum, “Eonnimu ada disini..” ucapnya pelan.

“Ya!! Menjauh darinya!” teriak Seunghyun sambil tetap berusaha menghancurkan dinding kaca itu.

Teddy melirik Seunghyun dengan senyuman sinisnya.

Hayi memberontak berusaha melepaskan dirinya, namun hal itu sia-sia. Bulir air matanya mengalir menyadari keadaan sangat mengerikan. Ia berhenti berontak ketika melihat seorang gadis berjalan di kamera cctv di jalan masuk. Dahinya berkerut memandang layar, ‘Chaeroo eonni?’ batinnya tak percaya.

Teddy tertegun memandang layar dan mengerutkan dahi, “Lee Chaerin?” gumamnya, lalu mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang. “Mino, jalan masuk.. bereskan gadis itu..”

Mata Hayi melotot dan menatap Teddy tak percaya.

 

=Kafe Depan Gedung=

Minji melepaskan earphone di telinganya dan menghela nafas dalam, saat ini ia hanya bisa menunggu hingga yang lainya keluar.

“Waeyo? Kenapa kau melepaskannya?” tanya Seungri bingung.

Minji memandang Seungri, “Disana ada alat perusak sinyal..” ucapnya.

Seungri dan Daesung menghela nafas kecewa, “Aisssh…”

“Lalu, apa kita harus menunggu seperti ini??” tanya Daesung tak percaya.

Seungri diam sejenak untuk berpikir, “Aissh.. dimana Taeyang hyung di saat seperti ini?”

Daesung tertegun, “Benar.. bukankah Taeyang hyung kembali kedalam?”

“Ne, pasti dia sudah bertemu Jiyong hyung..” ucap Seungri.

Minji berusaha memutar otak untuk membantu teman-temannya. sementara kedua pria tadi berusaha memikirkan cara, ia berkonsentrasi dengan i-padnya. Ia berusaha menemukan informasi mengenai Teddy Park lagi. Setelah beberapa saat, ia mendapatkan data beberapa orang dengan nama Teddy Park dengan berbagai profesi dan usia. Meskipun sudah membacanya, ia tetap tak merasa cukup. ‘Apa aku bisa masuk ke data agent?’ batinnya. Ia tau ini tidak di perbolehkan, bahkan untuk agent sendiri. Namun ini bukan saatnya mempertimbangkan sesuatu disaat anggota-anggotanya dalam bahaya. Tanpa ragu ia mulai rencana penyerangannya ke sistem pemerintahan.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 37]

  1. Akhirnya dilanjutin .. Gimana ya Teayang? Moga moga Chaerin gak kenapa napa. Bom gimana?? Lanjut ya thor. Hwaiting!!

  2. yeahh..! akhirnya dilanjutin!! itu Bom ada dimana?? Terus Dara gimana kabarnya?? Taeyang juga… Ihh gila! Teddy jahat banget..!! ayo minzy! bantu eonnie2 mu!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s