YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 36]

36

—Real War Begin—

Dara melangkah masuk ke dalam sebuah lift, saat itu sudah ada seorang pria yang berdiri disana.

Pria yang tak lain adalah Mino itu tertegun melihat Dara, namun ketika gadis itu memandangnya ia hanya tersenyum.

Dara tersipu melihat pria muda tersenyum padanya dan berdiri lurus.

“Mmm.. kau ingin ke lantai berapa?” Tanya Mino sopan sambil menunjuk tombol lift.

“Aku akan ke lantai 2..” jawab Dara.

Mino tersenyum, “Aku juga..” ucapnya dan menekan angka 2.

Dara tersenyum, “Kau bekerja disini?” Tanyanya.

“Ne.. Kau?” Tanya Mino.

“Aniya, aku hanya kebetulan mampir. Kudengar kantor periklanan yang terkenal itu ada di gedung ini..” jawab Dara.

“Ohh.. ne, kentornya tepat di sebelah kantorku..” jawab Mino.

Dara sempat tertegun, namun tetap terlihat seperti biasa. Padahal ia tadi hanya asal bicara saja, “Jinja? Mmm.. kebetulan sekali..” ucapnya, ‘Ahh.. eoteokhe?’ batinnya.

Eonni, selanjutnya..” ucap Minji di telinga Dara, ia mengerti itu bermaksud orang selanjutnya harus masuk. Yaitu Chaerin.

Aku masuk..” ucap Chaerin.

Pintu lift terbuka, Dara melangkah duluan keluar sambil memandang sekitar. Minji terlihat duduk di sebuah kursi sambil melakukan sesuatu dengan i-padnya.

“Nona, kearah sini..” ucap Mino menunjukkan jalan.

“Ne? ohh.. ne..” ucap Dara, lalu mengikuti Mino kearah berlawanan dengan Minji.

Minji melirik Dara bingung, ‘Ahh.. kenapa ada orang lain?’ batinnya sebal, “Eonni, katakan kau ingin ke toilet..” bisiknya.

Dara berhenti melangkah dan tersenyum pada Mino, “Maaf, dimana toiletnya?”

“Toilet? Disana..” ucap Mino sambil menunjuk sebuah lorong.

“Mmm.. kau duluan saja, aku ingin ke toilet dulu..” ucap Dara.

“Keure, sampai jumpa..” ucap Mino dan melangkah pergi.

Dara melangkah kea rah lorong tadi sambil menghela nafas dalam.

Sementara itu, Chaerin merapatkan topinya ketika melangkah masuk ke gedung itu. ia berhenti begitu melangkah karena melihat 4 anggota Bigbang terlihat aneh duduk di ruang tengah sambil bersikap seperti mereka adalah detektif. Ia hanya geleng-geleng kepala dan melangkah menuju lift, ‘Mereka itu agent?’ batinnya sebal.

Daesung melihat Chaerin masuk, “Hyung.. itu detektif Lee..” ucapnya.

Jiyong memandang Chaerin, “Hm? Dia juga masuk? Apa rencana mereka sebenarnya?”

Kembali pada Dara.

“Minji, kemana ujung lorong ini?” Bisik Dara ketika melangkah di lorong tadi.

Minji membuka blue-print di i-padnya dan melihat titik pelacak yang di kenakan Dara mengarah ke jalan buntu. “Tidak ada..”

“Hm? Bukankah disini ada toilet?” Tanya Dara sambil memandang kanan dan kiri.

Dahi Minji berkerut, “Ani, toilet ada di arah berlawanan eonni..” ucapnya bingung.

Dara berbalik, “Aku akan kembali..” ucapnya, namun tiba-tiba pintu tangga darurat disisinya terbuka dan seseorang membekapnya dari belakang. “HMMPPP!!!” jeritnya tertahan dengan mata melotot, tapi aroma menyengat dari kain di hidungnya membuatnya lemah dan perlahan tak sadarkan diri.

Minji, Chaerin dan Bom tersentak mendengar suara Dara seperti itu. mereka tau terjadi penyerangan pada teman mereka.

Chaerin terpaku di depan lift.

“Eo.. eonni..” ucap Minji gemetaran.

“Minji! Tetap di tempatmu!” ucap Bom.

“Minji, tetap disana! Aku naik sekarang..” ucap Chaerin sambil menekan tombol lift.

Toko Buku.

Seunghyun terkejut Bom tiba-tiba berseru, “Ya! Ada apa denganmu?” tanyanya bingung, apalagi orang-orang sekitar memandang mereka bingung.

Bom memandang Seunghyun panic, “Seorang anggotaku di serang. Sepertinya mereka tau kita akan datang..” ucapnya, “Aku masuk..” ucapnya sambil melangkah cepat keluar dari sana.

“Tunggu Bommi..” panggil Seunghyun cepat.

Chaerin masuk ke lift dan langsung menekan tombol menutup, tapi seseorang menahan pintunya.

Jiyong melangkah masuk bersama Taeyang, “Ya.. kenapa kau tergesa-gesa?”

“Aissh! Sudah cepat saja masuk!” ucap Chaerin dan kembali menekan tombol tutup.

“Waeyo? Tadi kau terlihat tenang-tenang saja..” ucap Taeyang heran.

Chaerin menghela nafas dalam, “Mereka tau kedatangan kita, anggotaku diserang..”

Jiyong dan Taeyang terkejut, “Ne?!”

“Jadi kalian mengenakan earphone? Aissh.. kenapa aku tidak terpikirkan hal itu?” ucap Jiyong kesal.

Chaerin diam sejenak, lalu menghadap Jiyong. “Ya.. mereka tidak tau Minji adalah anggota grupku. Yang mereka tau kami hanya bertiga.. Apa pun yang terjadi, jangan bicara dengannya dan berlaku kau tidak mengenalnya. Araso?!”

Jiyong tertegun mendengar keseriusan dalam nada bicara Chaerin, “Ohh.. ne..”

Chaerin menghela nafas dalam dan kembali berdiri lurus. Paling tidak dengan begitu anggota termuda mereka bisa keluar tanpa di sadari Teddy.

Minji berusaha menutupi rasa cemasnya, saat itu ia melihat Mino berjalan menuju lift. Ia langsung berpura-pura mencari sesuatu di i-padnya karena Dara keluar bersama pria itu tadi.

Mino menekan tombol lift dan menunggu, kepalanya menoleh kearah Minji yang duduk seorang diri. Dahinya berkerut karena gadis itu terlihat bukan pegawai dan tentu saja terlalu muda untuk mengurus pekerjaan disana. Tapi sebelum ia melangkah kearah gadis itu, pintu lift sudah terbuka. Ia membatalkan niatnya dan melangkah masuk.

Pintu lift yang satu terbuka, Chaerin, Jiyong dan Taeyang langsung keluar.

Chaerin memandang sekitar dan melihat Minji, lalu memandang Jiyong.

“Eonni, pria muda yang mengenakan kemeja biru dan blazer hitam turun menggunakan lift. Pria tadi menunjukkan arah yang salah pada Dara eonni, kurasa dia komplotannya..” ucap Minji pelan.

Chaerin tertegun, “Baru saja?” bisiknya sambil melangkah kea rah berlawanan dengan Minji.

Jiyong mengikuti Chaerin, begitu juga Taeyang.

“Ne..” jawab Minji.

Bom yang baru tiba di pintu depan membuka pintu dan melangkah masuk, “Aku di pintu depan..” ucapnya, “Katakan ciri-cirinya..”

Seunghyun tertegun melihat Seungri dan Daesung di lobi.

“Dia tinggi, tampan.. kurasa potongan rambutnya rapi.” Jawab Minji.

Bom berhenti di depan lift dan melihat lift mana yang akan segera tiba.

“Bommi, kemana kita akan pergi?” Tanya Seunghyun.

Ting… sebuah lift tiba di lantai dasar.

Bom menatap lift itu serius. Pintu terbuka perlahan, matanya membesar melihat Mino.

Seunghyun tertegun melihat Mino.

Mino melangkah keluar, namun tertegun melihat dua orang itu disana. “Oh.. hyung, Bom-ssi? Kenapa kalian disini?” tanyanya.

Bom menatap Mino tak percaya, “Mino, apa yang kau lakukan disini?”

“Hm? Hyungku memiliki kantor disini.. Kalian?” Tanya Mino.

“Mmm.. kami hanya.. err.. hanya ada urusan..” jawab Seunghyun.

“Ohh.. Kalau begitu aku harus kembali ke kantor.. Bye..” ucap Mino sambil melangkah pergi.

Bom menahan tangan Mino.

Mino memandang Bom, “Bom-ssi, waeyo?”

“Seunghyun, ayo masuk..” ucap Bom sambil menarik Mino masuk ke dalam lift.

Seunghyun memandang Bom bingung, namun tetap mengikutinya.

Mino memandang Bom bingung, “Wae?”

Bom diam sejenak dan menatap Mino, “Sejak kapan kau bekerja untuk Teddy?” tanyanya dingin.

Dahi Mino berkerut, “Ne?”

Seunghyun memandang Bom bingung, “Bommi, dia bekerja di kantorku dua tahun lalu..” ucapnya memberitau.

Bom tetap menatap Mino serius, lalu tersenyum sinis. “Berapa tahun yang kau habiskan untuk menguasai senjata, Mino-ssi?”

Seunghyun tertegun mendengar pertanyaan Bom, “Bommi?”

Mino awalnya tetap terlihat bingung, namun akhirnya ia tersenyum sinis. “Kau memang hebat, Bom-ssi..”

Seunghyun menatap Mino kaget, “Mino?!”

Mino memandang Seunghyun sambil tersenyum, “Cesongeo hyung..” ucapnya.

Seunghyun menatap Mino tak percaya, “Mino, kau kaki tangan Teddy Park?”

“Aku selalu menghormatimu hyung, seharusnya kau tidak ikut campur..” ucap Mino.

Bom dan Seunghyun tertegun lift berhenti di lantai yang sama sekali belum mereka tentukan, ketika pintu terbuka, mereka disambut beberapa pria berbaju rapi dengan setelan jas.

Chaerin terus melangkah pelan sambil mendengarkan suara Bom, namun kakinya kembali terhenti kaget ketika mendengar anggota tertua 2ne1 berseru.

“Ya! Lepaskan!! Aissh!!!” seru Bom di seberang.

Jiyong yang berjalan dibelakang Chaerin berhenti dan memandang Taeyang.

Taeyang menyadari tangan Chaerin gemetaran, lalu memandang Jiyong sambil memberitau tentang itu.

Jiyong memandang tangan Chaerin yang gemetaran, lalu saling terkepal. “Detektif Lee?”

Chaerin melepaskan kacamata, masker dan topinya.

“Ya.. apa-apaan kau?” Tanya Taeyang sambil menahan tangan Chaerin dan memutar gadis itu menghadapnya.

Chaerin menghela nafas dalam, “Mereka sudah tau aku akan datang..” ucapnya, lalu memberikan topi, kacamata dan maskernya pada Taeyang.

“Apa yang terjadi?” Tanya Jiyong.

Chaerin mengangkat tangannya agar Jiyong tidak berbicara, “Minji, kau masih menemukan alat pelacak dari yang lain?” tanyanya.

“Ne? se-sebentar eonni..” ucap Minji gagu, terdengar jelas gadis itu takut. “Ne eonni..”

Chaerin menghela nafas dalam dan memandang kedua pria di depannya bergantian, “Aku menugaskanmu keluar dari gedung ini dan melacak kami dari jauh, kau mengerti?”

“Eo-eonni?” ucap Minji tak mengerti.

Chaerin menarik earphone di telinganya dan memandang Jiyong, “Kwon Jiyong-ssi, bisakah anggotamu memastikan anggotaku keluar dengan aman dan tetap menahanya untuk tidak masuk ke gedung ini selama kita beroperasi?”

Jiyong menatap Chaerin tak percaya, gadis itu sangat dewasa dan berjiwa leader yang hebat. Ia sendiri belum tentu bisa seperti ini. Akhirnya ia mengangguk, “Ne..” ucapnya pelan. Lalu memandang Taeyang, “Bawa gadis itu keluar.. Perintahkan Seungri dan Daesung menjaganya di mobil.”

Taeyang mengangguk dan berbalik.

Chaerin kembali mengenakan earphonenya, “Minji, ikuti anggota Bigbang dan tetap bersama mereka hingga kami selesai..” ucapnya memerintah.

“Tapi eonni…”

“Ini perintah!” tegas Chaerin.

“Mmm.. ne..” jawab Minji berat.

Di sisi lain.

Minji melihat Taeyang menghampiri lift dan berdiri disana, pria itu juga memberinya isyarat untuk pergi. perlahan ia bangkit dan melangkah ke lift.

“Jadi, kemana kita?” Tanya Jiyong pada Chaerin.

“Minji, kau sudah di lift?” Tanya Chaerin.

“Ne, eonni..” jawab Minji pelan.

“Beritau aku dimana pelacak Hayi..” ucap Chaerin pelan.

Jiyong memperhatikan Chaerin berbicara sendiri, meskipun aneh ia tetap merasa kagum pada gadis itu.

“Keure, aku mengerti..” ucap Chaerin dan berbalik lagi.

Jiyong mengikuti Chaerin, “Keman kita? Kenapa mencari Hayi? Anggotamu yang lain bagaimana?”

“Gwenchana, mereka tidak akan semudah itu mati..” ucap Chaerin sambil terus melangkah.

Jiyong mengikuti Chaerin hingga mereka tiba di sebuah pintu, jika di pintu lainnya tertera nama kantor dan pemiliknya, disini tidak tertulis apa pun. “Tempat apa ini?”

“Minji, kau sudah keluar?” Tanya Chaerin setengah berbisik.

“Ne, eonni.. aku berada di kafe tak jauh dari gedung bersama dua anggota Bigbang..” jawab Hayi.

“Bagus, pandu aku menemukan tempat Hayi..” ucap Chaerin.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

8 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 36]

  1. Arkh … Kenapa anggota Teddy cepet banget tau 2ne1 dateng? Kenapa Mino jahat banget?? Lanjut Author …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s