Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 35]

35

—Bigbang X 2ne1—

Dara, Chaerin dan Minji duduk canggung di ruang tengah Bom duduk di sebelah mereka. Di depan para gadis, Seungri dan Seunghyun duduk dengan wajah shock. Terutama Seunghyun yang tidak menyangka para gadis itu bisa membuat anggota termuda grupnya babak belur seperti sekarang.

Seungri cemberut sambil mengompres bawah matanya.

“Kenapa kau tidak bilang sejak awal kau bukan anggota Teddy Park?” Tanya Dara dengan wajah tak berdosa, “Aku kan jadi lepas kendali..”

Seungri menatap Dara kesal, “Aku sudah mengatakannya berkali-kali..” jawabnya.

“Jinja? Kami tidak dengar..” jawab Dara, “Tidakkan?” tanyanya pada Minji dan Chaerin.

“Aniya.. tidak ada..” jawab Chaerin dan Minji dengan wajah tak berdosa juga.

“Aissh.. nappeun gijibe..” gumam Seungri kesal.

“Sudah! Yang penting sekarang kita tau jika 2ne1 dan Bigbang tidak memiliki hubungan apa pun dengan Teddy Park.” Ucap Seunghyun menengahi.

“Ne..” Ucap Bom membenarkan, “Dan sekarang Teddy oppa menculik Hayi, kita harus segera menemukannya!”

“Mmm.. tapi Bom, sejak tadi aku penasaran.. Kenapa wajahmu babak belur begini ya?” Tanya Dara ingin tau.

Bom tertegun dan saling melirik dengan Seunghyun, “Mmm.. kami berkelahi karena kesalah pahaman ini..” jawabnya pelan.

Ponsel Seunghyun berbunyi mengalihkan perhatian semuanya, ia segera mengangkatnya. “Yoboseyo?”

“Hyung! Ini aku, Jiyong! Emergency!!! Kumpulkan semua anggota kita!! Hayi di culil Teddy!” seru Jiyong diseberang.

Seunghyun mengerutkan dahi, “Ji, bagaimana kau tau Hayi di culik Teddy?”

Semuanya tertegun mendengar ucapan Seunghyun dan menatap pria itu serius.

Mata Seunghyun membesar, “Kau apa?!” tanyanya tak percaya. “MWO?!! Ne, aku akan mengumpulkan yang lainnya!!” ucapnya dan memutuskan telepon. “Semuanya, ikut aku ke markas bigbang!” ucapnya sambil bangkit.

“Tunggu!! Markas bigbang?!” Tanya Chaerin tak percaya.

“Kau ingin menjebak kami disana?” Tanya Dara kesal.

“Ani, aku akan menjelaskannya di perjalanan. Kita tidak bisa menyerang Teddy sendiri. jika kita bekerja sama, bukankah itu akan menjadi lebih kuat?!” Tanya Seunghyun menjelaskan.

Para gadis itu memandang leader mereka menunggu jawaban.

“Aissh.. baiklah!” ucap Chaerin dan bangkit, “Aku benci sekali Kwon Jiyong!” gumamnya sebal.

 

=Markas Bigbang=

Taeyang dan Daesung tertegun melihat Seunghyun membawa 2ne1 ke markas mereka, “Hyung! Apa yang kau lakukan?!”

“Nanti penjelasan, dimana Jiyong?” Tanya Seunghyun.

“Hyung!!! Aku kembali~~~” ucap Seungri penuh suka cita dan berlari kecil menghampiri Daesung dan Taeyang.

“Oh!! seungri-a!!” ucap Daesung riang dan berpelukan riang bersama maknae grup mereka.

“Aisshhh.. kalian ini..” ucap Seunghyun sebal, “Mana Jiyong?”

“Hyung!! Teddy dan 2ne1….” Ucapan Jiyong yang muncul dari dalam terputus ketika melihat 4 gadis bersama Seunghyun, “Ow.. sepertinya kau sudah tau..”

“Ne, aku membawa mereka karena ini bukan sekedar masalah kecil. Mereka tau siapa Teddy lebih dari yang kita ketahui, jadi itu akan memudahkan kita menghentikannya..” ucap Seunghyun.

“Jiyong-ssi, bagaimana kau tau adikku ada bersama Teddy Park?” Tanya Bom langsung.

“Ne? ohh.. itu.. mmm..” Jiyong mengelus belakang kepalanya dan menceritakan apa yang terjadi sebelumnya.

Mata keempat gadis, ditambah 4 pria lain membesar mendengar cerita Jiyong.

“Jadi dia sudah berencana menculik Hayi?” Tanya Bom tak percaya.

“Hyung, kau menyamar jadi tukang pizza? Keren..” ucap Seungri yang langsung mendapat tatapan mematikan dari yang lain.

“Intinya!! Kita harus menemukan Hayi!! Sekarang!!” tegas Jiyong, entah mengapa ia merasa bertanggung jawab karena tidak bisa menyelamatkan gadis itu.

“Keure, kita butuh rencana. Ayo duduk dan membicarakannya..” ucap Chaerin penuh karisma. Semua orang langsung bergerak duduk di sofa dan mulai membicarakan rencana mereka.

………………………………………………………………………………………………………………..

“Kupikir yang di inginkan Teddy Park ada hubungannya denganmu Park Bom-ssi, karena dia menculik adikmu. Dan kudengar ini bukan pertama kalinya..” ucap Jiyong menyimpulkan.

Bom mengerutkan dahi, “Apa yang dia inginkan?” tanyanya, sebenarnya itu pertanyaan untuk dirinya sendiri.

Chaerin menatap Jiyong, “Lalu, apa rencana kita sekarang? Terlambat semenit saja mungkin Hayi akan celaka..” ucapnya.

Jiyong membalas tatapan Chaerin, “Aku sedang memikirkannya, detektif Lee. Atau kau yang ingin mengambil alih otak pergerakan kita?” tanyanya dingin.

Anggota kedua leader itu mulai merasa ada sesuatu yang tidak benar diantara mereka.

Chaerin tersenyum sinis, “Menurutmu aku tidak bisa?”

Jiyong juga tersenyum sinis, “Memangnya apa yang bisa kau lakukan?”

“Sebutkan plat mobil yang membawa mereka..” ucap Chaerin.

Jiyong mengingat sebentar, lalu menyebutkan platnya.

Chaerin memandang Minji, “Minji, temukan mobil itu..”

Minji mengangguk dan mengeluarkan i-padnya. Lalu langsung serius dengan benda itu untuk beberapa saat.

Daesung dan Taeyang menatap Minji penasaran. “Memangnya anak seumuran dia bisa apa?” tanyanya bingung.

Chaerin, Dara dan Bom menatap Daesung tajam.

“Hyung, jangan remehkan dia..” bisik Seungri yang ngeri dengan tatapan ketiga gadis tertua itu.

“Aku menemukannya…” ucap Minji, lalu menyebutkan sebuah alamat.

“Keure, ayo kesana..” ucap Chaerin sambil bangkit, begitu juga dengan Bom dan Dara.

Anggota Bigbang memandang 2ne1 bingung tanpa bergerak sedikit pun.

“Bagaimana kalian yakin dia disana?” Tanya Taeyang tak yakin.

Chaerin menatap Taeyang dan merangkul Minji, “Kami percaya 1000% dengan kepandaian maknae kami di bandingkan dengan polisi..” ucapnya, “Ayo..” ucapnya dan memimpin teman-temannya berjalan duluan.

Bom berdiam diri sejenak dan memandang Seunghyun, “Kalian tidak ikut?”

“Eerrr.. Bommi, kami selalu gagal ketika mendengarkan perkataan maknae kami ini..” jawab Seunghyun sambil menunjuk Seungri, “Apalagi gadis itu masih belasan tahun.. Kita sudah 30 tahunan dan mendengarkan dia begitu saja?”

Bom menatap Seunghyun kesal sambil melipat kedua tangannya didada, “Ya! Aku sudah mengenalnya bahkan sejak SMP! Ia selalu benar menunjukkan alamat dan caranya mencari data juga masuk akal. Jika maknae grup-mu memang tidak bisa melakukan apa pun, jangan samakan dengan maknae grupku!” tegasnya, lalu melangkah keluar.

Anggota Bigbang saling berpandangan bingung, “Apa kita bisa mempercayai mereka?” Tanya Daesung.

“Mmm.. gadis itu memang masih muda, tapi mungkin saja kan memang sangat hebat..” ucap Taeyang mengungkapkan pemikirannya.

“Mmm.. sejujurnya aku percaya pada Bom..” ucap Seunghyun pada Jiyong.

Jiyong memutar bola matanya kesal, “Aissh! Aku juga, tapi kenapa gadis itu yang memimpinnya?!” ucapnya sambil bangkit, “Ayo..” ia memimpin teman-temannya keluar.

Anggota Bigbang yang lain bergerak bangkit dengan dahi berkerut dan saling berpandangan, lalu melangkah pergi.

 

=Sebuah Daerah Padat Di Kota Seoul=

Dara, Bom, Chaerin dan Minji memandang keluar jendela dengan wajah tanpa ekspresi, karena yang ada di depan mereka sekarang ini adalah gedung mewah yang terkenal sebagai gedung perkantoran termahal di Seoul.

“Minji, apa kau tidak salah?” Tanya Chaerin tanpa memalingkan perhatiannya dari gedung besar itu.

Minji memandang layar i-padnya, lalu kembali memandang gedung itu. “Ne, eonni..” jawabnya pelan.

“Teddy oppa membawa tawanan ke tempat sebagus ini?” Tanya Dara tak percaya.

“Tapi kan bisa saja penampilan seperti ini hanya untuk menyembunyikan kebusukan didalamnya..” ucap Bom mengingatkan teman-temannya.

“Benar juga sih..” ucap Dara membenarkan.

Tiba-tiba Chaerin tersentak sendiri, “OH!!” serunya, membuat anggotanya yang lain terkejut dan menatapnya kaget.

“Ya.. waekeure?” Tanya Dara aneh.

Chaerin memandang Bom, “Eonni, kau ingat Minji memberiku alat pelacak saat bersembunyi di rumahmu? Agar jika aku diculik atau di celakai, kalian bisa mengetahui dimana aku?”

Bomn mengangguk, “ne, wakeure?”

“Aku memberikannya pada Hayi..” jawab Chaerin.

“Ne? oh! Apa dia masih menyimpannya?” Tanya Minji.

“Entahlah.. tapi aku menempelkan alat pelacak itu pada pita yang biasa ia kenakan. Menurutmu, ia akan mengenakannya sekarang?” Tanya Chaerin pada Bom.

“Hayi selalu mengenakan pita itu..” jawab Bom ragu, lalu memandang Minji. “Minji, bisakah kau coba melacaknya?”

“Aku akan coba eonni..” ucap Minji sambil membuka i-padnya dan kembali berkonsentrasi pada layar.

Dimobil lain.

“Aissh.. apa kubilang? Gadis itu masi terlalu kecil untuk mendapatkan tugas seperti ini. Apa yang mereka pikirkan? Benar-benar..” ucap Jiyong kesal.

Anggota Bigbang yang lain menunduk lesu, “Sudahlah, kembali ke markas dan kita susun rencana lagi..” ucap Taeyang yang mengendarai mobil.

“Ne.. khaja..” ajak Daesung.

Sementara itu.

“Eonni! Aku menemukan sinyal alat pelacak itu!” ucap Minji bersemangat.

“Jinja?! Dimana?!!” seru ketiga gadis lainnya sambil memandang layar ipad Minji.

Minji mencari lokasi pelacak itu dengan menggunakan pelacak yang ia kenakan sendiri. setelah beberapa detik terlihat bulatan lain dilayar. “Oh!! tidak jauh dari sini!!”

“Ne? berarti memang di gedung ini?” Tanya Dara.

“Lihat eonni, yang merah ini pelacak di Hayi. Yang biru ini pelacak yang kukenakan..” ucap Minji sambil menunjuk kedua bulatan tadi bergantian.

“Keure! Gunakan earphone kalian..” ucap Chaerin.

Minji mengeluarkan earphone kecil yang tidak terlihat dari luar pada teman-temannya dan mengenakannya sendiri.

“Gunakan cara lama..” ucap Chaerin. “Seperti biasa.. Minji, temukan pojok yang pas dan duduk untuk mengawasi. Berikan pelacak pada kami semua.” Ucapnya lagi.

Minji selalu siap sedia di dalam tasnya. Ia memberikan sebuah peniti kecil dengan bentuk kepala lucu di atasnya pada teman-temannya. “Sematkan di baju kalian, aku memodifikasinya sendiri..” ucapnya bangga.

“Aigoo.. keyowa..” ucap Dara gemas dan menyematkan peniti itu.

“Kerja bagus Minji..” ucap Chaerin sambil menyematkan peniti di bajunya.

“Kau memang jenius, maknae..” ucap Bom sambil menyematkan peniti ke bajunya.

“Oke, Dara eonni.. Seperti biasa, kau memeriksa situasi di jalur yang akan kita lewati..” ucap Chaerin pada Dara.

“Aku mengerti..” jawab Dara mengerti.

Chaerin memandang Bom, “Eonni, seperti biasa juga. Tugasmu maju ke depan. Araso?”

Bom mengangguk, “Ne..”

“Keure, sekarang kita berpencar.” Ucap Chaerin sambil memandang teman-temannya bergantian, lalu memandang Minji. “Minji, masuk terlebih dulu. Gunakan waktu sesingkat mungkin untuk menerobos masuk ke system di gedung ini. Jika bisa temukan blue-print gedung ini agar kita tau dimana saja kita bisa pergi..”

“Ne, eonni..” jawab Minji.

Chaerin mengenakan masker, kacamata dan topinya. “Ayo beraksi..” ucapnya, lalu membuka pintu mobil.

Bom, Dara dan Minji membuka pintu disisi mereka dan keluar.

Anggota Bigbang tertegun melihat anggota 2ne1 keluar dari mobil seperti orang asing dan berjalan ke tempat berbeda. Dahi mereka berkerut, “Apa yang mereka lakukan?” Tanya Daesung tak mengerti.

“Lihat, hanya anak itu yang masuk ke gedung. Apa-apaan sih mereka? Menjadikan anak itu umpannya?” Tanya Jiyong tak percaya. “Aissh! Ayo kita masuk dan menemukannya dengan cara kita..” ucapnya sambil turun.

Semua anggota Bigbang mengikuti Jiyong keluar dari mobil, namun disaat empat orang lain melangkah menuju gedung, Seunghyun melangkah mengikuti Bom.

Bom masuk ke sebuah toko buku, ketika melewati dinding kaca, ia sempat tertegun melihat wajahnya. Ia tidak mengenakan make up dan ada beberapa memar di wajahnya. Beruntung matanya sudah mulai kembali menjadi normal sekarang. Ia menyadari beberapa orang memandangnya aneh karena kondisi wajahnya, tapi ia memutuskan untuk bertingkah cuek dan melangkah ke sebuah rak yang menyediakan buku masakan.

Seunghyun masuk ke toko buku dan melihat Bom di sebauh rak, orang-orang juga memandanginya bingung karena wajahnya terlihat babak belur juga. Tapi ia tidak datang untuk menjadi perhatian mereka, ia ingin menjadi perhatian Bom. Jadi ia langsung menghampiri gadis itu.

Bom merasakan seseorang berdiri di sebelahnya dan memandang ke sisinya, ia sempat heran melihat Seunghyun. “Kupikir kalian tidak akan ikut..” ucapnya, lalu kembali memandang buku di tangannya.

Seunghyun menghela nafas dalam dan mengambil sebuah buku, “Apa yang kalian rencanakan? Kenapa gadis itu masuk seorang diri kesana?”

“Ini rencana kami.. Kalian tidak setuju sejak awal, jadi jangan ikut campur..” ucap Bom tanpa mengalihkan pandangannya.

Seunghyun memutar bola matanya kesal, “Bom, kupikir kita sudah sepakat untuk menyelesaikan ini..” ucapnya.

Bom menatap Seunghyun, “Semua ini tidak ada hubungannya dengan urusan pribadi kita, jadi tetap diposisimu hingga kami selesai..”

“Tapi ini menyangkut Hayi, apa aku bisa berdiam diri?” Tanya Seunghyun.

Bom diam menatap Seunghyun, “Lalu kenapa kau tidak setuju sejak awal? Ahh.. sudahlah Seunghyun, kita bahas ini nanti. Kau lakukan saja cara kelompokmu..” ucapnya dan meletakkan buku dan berjalan ke rak lain.

Seunghyun mengerutkan dahinya sambil mengembalikan buku tadi dan mengikuti Bom, “Bommi, kenapa kau berbicara seperti kita adalah musuh sekarang?”

Eonni, aku sudah mendapat blue-print gedung ini..” ucap Minji di telinga Bom dan yang lain.

Bom berhenti di sebuah rak dan mengambil satu buku tanpa mendengarkan Seunghyun yang terus mengomel di sebelahnya.

Aku masuk sekarang.” bisik Dara di seberang.

Bom memandang kearah gedung yang melalui dinding transparan di toko buku itu dan melihat Dara melangkah masuk melalui pintu depan.

Seunghyun ikut memandang kearag Bom memandang dan mengerutkan dahi, “Itu temanmu kan?”

Bom tetap memperhatikan Dara hingga menghilang di balik pintu masuk gedung.

Seunghyun memandang Bom, “Bommi..”

“Sssh!” ucap Bom sambil menunjuk Seunghyun dengan tujuan menyuruhnya diam.

Seunghyun memandang Bom bingung, lalu kembali memperhatikan gedung itu.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 35]

  1. aduhh maknae nya 2ne1 pinter yaa… gak kayak maknae bigbang!! xD lol~
    kita lihat deh.. siapa yg bisa nemuin hayi duluan.. bigbang or 2ne1?? atau malah sama2 nemuin nya?? 😀 lanjutt author!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s