Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 34]

34

—Love or War?—

Dalam waktu beberapa jam, keadaan apartemen Seunghyun sudah berubah menjadi menjadi medan perang, tidak ada benda yang masih berbentuk. Bahkan busa sofa yang berasal dari bulu angsa asli berterbangan dimana-mana hingga terlihat seperti ada salju disana. Keadaan Bom dan Seunghyun tidak terlihat baik sama sekali. Mereka benar-benar bertarung tanpa memikirkan keselamatan mereka.

Wajah Seunghyun terdapat goresan yang mengeluarkan darah, juga bajunya terlihat berlumuran darah dari luka di lengan dan perutnya akibat serangan Bom.

Wajah cantik Bom tidak kalah parah. Sudut mata kirinya memerah akibat pukulan Seunghyun. Pipi tembamnya tampak tegores da nada darah mongering disana. Luka di lengannya akibat peluru Seunghyun tadi membasahi kemeja yang ia kenakan. Juga kemeja itu robek di beberapa sisi, namun ia tak peduli.

Saat ini, setelah pertarungan yang mengerikan diruang tengah. Bom dan Seunghyun berdiri berhadapan dengan senjata tertodong tepat di depan hidung mereka masing-masing. Tatapan mata mereka tidak terputus dan mungkin mereka bisa melubangi lawannya dengan itu. untuk beberapa menit mereka hanya berdiam diri dalam posisi seperti itu, tidak ada satu pun yang benar-benar menarik pelatuk untuk membunuh lawannya.

“Sebelum aku membunuhmu..” ucap Seunghyun memecahkan keheningan, “..katakan kenapa kau menjadi agen?”

Bom tersenyum sinis, “Apa aku harus memberitau orang yang akan mati?”

Seunghyun diam menatap Bom. Sedetik kemudian ia menghela nafas sambil memejamkan mata dan memandang kebawah, lalu menarik pistolnya turun. “Keure, bunuhlah aku..”

Bom menatap Seunghyun tanpa ragu, jari telunjuknya bergerak menekan pelatuk pistol. Tapi sebelum benar-benar menekannya, ia berhenti. Tangannya yang menodongkan pistol bergerak turun sambil menghela nafas dalam, “Agar aku bisa membela diriku..” ucapnya menjawab pertanyaan Seunghyun tadi.

Seunghyun memandang Bom, “Tapi kenapa Teddy Park?”

“Seharusnya aku yang bertanya padamu..” ucap Bom dengan nada datar.

Seunghyun diam sejenak menatap Bom, “Sekarang pilihanmu, angkat senjatamu dan bunuh aku. Atau aku yang melakukannya..”

Bom diam menatap kedalam mata Seunghyun, perlahan tangannya bergerak kembali mengarahkan pistol tadi ke wajah pria itu tanpa memutuskan kontak mata mereka.

Seunghyun sama sekali tidak terlihat takut, ia juga tidak memutuskan kontak matanya dengan Bom. Ia bisa melihat keraguan dimata gadis itu untuk membunuhnya. Tangannya terangkat mendorong pistol itu menyingkir dari wajahnya pelan, lalu menarik gadis itu ketubuhnya. Satu tangannya memeluk tubuh gadis itu, satunya lagi yang memegang pistol menahan belakang kepala gadis itu dan mencium gadis itu dalam dengan mata terpejam.

Bom spontan memejamkan matanya dan memeluk leher Seunghyun erat tanpa mempedulikan pistol ditangannya.

Mereka tidak mengerti apa yang telah mereka lakukan beberapa saat sebelumnya dan hanya menyampaikan perasaan mereka satu sama lain.Hingga akhirnya mereka membutuhkan udara untuk bernafas, mereka menarik wajahnya dan saling menatap beberapa saat dengan jarak beberapa inci.

“Apa aku bisa mempercayaimu?” Tanya Seunghyun pelan.

Bom menatap Seunghyun dalam, “Kau meragukanku?”

Seunghyun tersenyum tipis dan memeluk Bom erat, “Tentu saja tidak..”

Bom tersenyum mendengar ucapan Seunghyun sambil mengelus rambut pria itu. saat itu ia menyadari darah di lengan kirinya masih mengalir, “Errrr.. Seunghyun…”

“Hm?” jawab Seunghyun.

“Sepertinya aku butuh bantuan..” ucap Bom sambil memandang lengannya yang terluka.

Seunghyun melepaskan pelukannya dan memandang Bom bingung, “Wae?”

Bom memandang Seunghyun dan memandang lengannya.

Mata Seunghyun membesar melihat lengan Bom terluka, “Oh!!” serunya kaget.

 

=Rumah Bom=

Chaerin, Dara dan Minji melangkah cepat memasuki rumah Bom.

“Hayi.. Hayi-a..” panggil Chaerin sambil mencari gadis itu ke seluruh rumah.

Dara tertegun melihat pizza yang sudah setengah di makan, “Ya.. lihat ini..”

Minji dan Chaerin menghampiri Dara, “Waeyo eonni?”

Dara menunjuk pizza itu, “Itu, bisakah kita memesan pizza juga? Aku lapar..”

“Aissh!! Eonni!!” seru Minji sebal.

Dara memandang Minji bingung, “Wae?”

Chaerin memperhatikan pizza itu, terlihat ada dua potongan yang sudah di gigit tergeletak begitu saja. Dahinya berkerut dan memandang teman-temannya, “Ya, tadi ada seseorang yang bersama Hayi disini..”

“Ne? nugu?” Tanya Minji bingung.

Chaerin berpikir sejenak, “Siapa pun dia, Hayi diculik!” ucapnya menyimpulkan, “Ayo pergi! hubungi Bom eonni..” ucapnya sambil melangkah cepat ke pintu.

“Ne..” jawab Minji yang langsung mengikuti Chaerin sambil mengeluarkan ponselnya.

Dara memandang kedua temannya kecewa, “Ahh… aku lapar..” ucapnya sendiri, lalu mengikuti kedua orang tadi.

 

=Apartemen Seunghyun=

Bom memperhatikan Seunghyun memasang perban di lengannya.

“Terlalu ketat?” Tanya Seunghyun.

Bom menggeleng, “Ani..”

Seunghyun selesai membalut lengan Bom dan menunduk canggung.

Bom kembali menarik baju menutupi lengan dan bahunya, lalu memasang kancing kemeja. Ia juga menunduk canggung seperti Seunghyun.

Seunghyun diam sejenak, memastikan apa sebaiknya ia diam saja atau membahas Teddy. Tapi sekeras apa pun ia menahan diri, itu tidak berhasil. Akhirnya ia kembali memandang Bom, “Bom, aku…”

“Apa hubunganmu dan Teddy oppa?” Tanya Bom memotong ucapan Seunghyun.

Seunghyun tertegun mendengar pertanyaan Bom, “Seharusnya aku yang menanyakannya padamu..”

Bom menatap Seunghyun kesal, “Jika kau tidak ingin kamarmu jadi kapal pecah, jawab saja pertanyaanku..”

Seunghyun menghela nafas dalam dan menatap Bom sebal, “Kenapa aku harus memiliki hubungan dengannya?”

“Choi Seunghyun..” ucap Bom serius, “Aku tidak akan menyerangmu kali ini, aku hanya ingin tau alasanmu.. Kenapa kau bekerja untuk Teddy oppa?!!”

Seunghyun memegang dahinya kesal, lalu menatap Bom. “Ya, Park Bom!” ucapnya mulai terpancing emosi, “Jika aku bekerja untuk Teddy, kenapa aku memberikan paru-paruku untuk menyelamatkan Hayi disaat Teddy menggunakan bakteri mematikan untuk membunuh adimu?!!!” serunya.

Bom tertegun mendengar ucapan Seunghyun dan menatap pria itu tak percaya, “Kau juga tau?”

Seunghyun menghela nafas kesal, “Keurom, Dongwook hyung memberitauku..”

Dahi Bom berkerut, “Kau tau Teddy oppa yang melakukannya?”

“Menurutmu aku akan membiarkan adikku diracuni orang lain?” Tanya Seunghyun kesal.

Bom terhenyak mendengar Seunghyun menyebut Hayi ‘adikku’. Ia bisa mendengar ketulusan dalam suara pria yang sudah menjadi mantan suaminya itu. “Keurom, kau tidak bekerja untuk Teddy oppa?”

Tak lama Seunghyun mengerutkan dahinya dan menatap Bom tak percaya, “Oh.. jadi kau menyerangku karena kau berpikir aku bekerja untuk Teddy?”

“Jadi, aku akan menyerangmu tanpa alasan? Pabo ya?” ucap Bom kesal.

Seunghyun menatap Bom serius, “Jadi, kau tidak bekerja untuk Teddy Park?”

“Ya! Jika perlu aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!” jawab Bom kesal.

Dahi Seunghyun semakin berkerut, “Keuronika, siapa yang memberitau tentang kau dan grupmu yang bekerja untuk Teddy Park. Atau juga sebaliknya..” ucapnya tak mengerti.

Bom ikut berpikir sejenak. Namun ia dan Seunghyun langsung tertegun dan saling bertatapan tak percaya. “Teddy!!” seru mereka hampir bersamaan.

“Kita harus pergi..” ucap Seunghyun sambil bangkit dan berjalan cepat ke lemarinya.

Bom ikut bangkit dan mencari bajunya, “Ahh..” erangnya ketika hendak melepaskan kemeja Seunghyun.

“Ya.. hati-hati..” ucap Seunghyun sambil menghampiri Bom dan membantu gadis itu membuka kemeja yang dipenuhi noda darah itu. ia tertegun melihat pakaian yang akan di kenakan gadis itu cukup ketat, “Ya.. kau tidak bisa mengenakan ini..” ucapnya sambil mengambil baju itu.

“Lalu apa yang harus kukenakan?” Tanya Bom bingung.

Seunghyun membuka lemari besarnya, lalu mengambil baju kaus dan jaket. “Ini..”

Bom segera mengganti pakaiannya dengan baju Seunghyun, setelah itu mereka langsung keluar dari apartemen. Tidak peduli orang-orang memandang mereka aneh karena babak belur.

Ponsel Bom berbunyi ketika ia dan Seunghyun tiba di parkiran mobil, “Yoboseyo..”

“Bommi!! Hayi diculik!!” ucap Dara diseberang.

Bom menghentikan langkahnya kaget, “Mwo?!”

Seunghyun berhenti dan memandang Bom yang tertinggal di belakangnya.

“Minji dan Chaerin sedang menginterogasi pria yang kami tahan untuk membuka mulut, tapi dia terus mengelak..” ucap Dara frustasi.

Bom baru mengingat tentang pria yang di tawan teman-temannya, “Ya! Lepaskan pria itu, dia sama sekali tidak ada hubungan dengan Teddy oppa. Kita semua di jebak! Teddy oppa membuat 2ne1 dan Bigbang saling salah paham.. Kalian mengerti kan?”

“Ne? jadi pria itu bukan anggota Teddy oppa?” Tanya Dara tidak percaya.

“Ne! lepaskan dia!! Temukan dimana Teddy oppa berada..” ucap Bom.

“Aissh!! Kau seharusnya memberitau sejak tadi!” ucap Dara panic, “YA!! Chaerin!! Jangan bunuh dia dulu!!” teriak Dara sambil berlari pergi.

Bom terkejut, “Mwo?!! YA!!! Apa yang kalian lakukan?!!” serunya, tapi telepon terputus.

Seunghyun kembali menghampiri Bom, “Waeyo? Apa yang terjadi?”

Bom menatap Seunghyun panic, “Seunghyun! Hayi di culik!! Ayo! Aku harus segera ke markas!” ucapnya sambil menarik Seunghyun.

 

=Mobil Teddy=

Di kursi belakang terasa ketegangan yang membuat orang-orang canggung, apalagi ada Teddy, Hayi dan Jiyong yang duduk di bangku belakang.

Teddy melirik tangan Jiyong yang masih menggenggam tangan Hayi, gadis muda itu terlihat tidak keberatan. Namun ia merasa pria itu berlebihan, “Ibayo, apa kau perlu menggenggam tangannya seperti itu?”

Jiyong memandang Teddy dengan wajah cueknya, “Waeyo?”

Hayi memandang Teddy bingung, “Gwenchanayo, oppa.. Ahjussi ini sudah menyelamatkanku tadi..”

Teddy memandang Hayi kesal, “Hayi, bagaimanapun di seorang pria asing..” ucapnya, lalu memandang Jiyong. “Lepaskan..” ucapnya dan melepaskan tangan Jiyong yang memegang tangan Hayi.

Jiyong menatap Teddy tajam, jika bukan dalam penyamaran mungkin dia sudah menyerang pria itu. tapi itu sama saja dengan bunuh diri.

Hayi memandang kedua pria tadi bergantian, ia tidak mengerti apa yang terjadi diantara mereka.

“Dimana aku perlu menurunkanmu?” Tanya Teddy pada Jiyong.

“Turunkan saja aku dimana kau menurunkan Hayi..” jawab Jiyong.

“Aku akan membawa Hayi, aku tidak mungkin meninggalkannya sendiri. apalagi bersamamu..” ucap Teddy dingin.

“Kalau begitu, aku akan ikut..” ucap Jiyong tenang.

Teddy menatap Jiyong tajam, namun bibirnya membentuk senyuman sinis. “Kau memaksaku..” ucapnya.

Hayi terkejut tiba-tiba Teddy menarik tubuh ke tubuh pria itu. matanya membesar ketika pria itu menendang Jiyong. Dan pintu di sisi JIyong terbuka, hingga pria itu langsung berguling keluar dari mobil. “AHJUSSI!!” teriaknya.

Teddy langsung menjangkau pintu di seberangnya dan menutupnya lagi, lalu memandang supirnya yang terlihat tidak peduli dengan apa yang baru saja di lakukan bosnya. “Cepat pergi!!”

Hayi menatap Teddy tak percaya, “Oppa?!” ucapnya, lalu memandang kebelakang. Terlihat Jiyong berguling-guling di jalanan sepi itu.

“Diam Hayi, turuti apa yang oppa katakan..” ucap Teddy tegas.

“Tapi kenapa oppa mendorong Jiyong ahjussi? Dia bisa terluka, oppa!” ucap Hayi tak percaya, matanya mulai memerah menahan air mata.

Teddy menatap Hayi tegas, lalu tersenyum sinis. “Gwenchana, seharusnya dia mati. bukan terluka..” ucapnya, lalu memandang kedepan.

Hayi terkejut mendengar ucapan Teddy, “O-oppa?”

Sementara itu.

Jiyong terus berguling-guling hingga membentur pembatas trotoar, “Ahhh…” rintihnya. Tubuhnya terasa remuk sesaat, namun ia segera melawan rasa sakitnya untuk bergerak bangkit dan melihat mobil yang terus berjalan pergi itu. “Sial!!!” serunya.

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

5 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 34]

  1. wuaa . . . gw kira Bom & Seunghyun akan bertarung hingga mati .. . ternyata tidak
    kasian Jiyong di tendang oleh si muka 2 *Teddy
    —>Next AUTHOR

  2. Huftt.. Lega deh setidaknya bom ama seunghyun udah tau kalo Teddy yg ngadu domba mereka…
    Aishh! Teddy jahat banget sih! Moga2 hayi gak kenapa-napa deh ama teddy.. Btw, semangat untuk tes nya yaa Author~ 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s