Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 32]

32

—You’re an Agent—

Bom melangkah masuk ke kafe dengan jantung berdegup kencang, ia tau seharusnya tidak datang tapi ia tidak bisa berhenti memikirkanya. Ia melihat Hyeyoung di sebuah meja dan menghampirinya.

Hyeyoung memandang Bom, “Kau sudah datang?”

Bom membungkuk sopan, “Annyeonghaseo, eommanim..”

“Duduklah..” ucap Hyeyoung pelan.

Bom memandang Hyeyoung bingung, wanita itu tidak seperti biasanya. “Ne..” jawabnya ragu dan bergerak duduk.

Hyeyoung menghela nafas dalam dan memandang Bom, wajahnya terlihat sendu. “Park Bom, aku selalu membuatmu sulit kan?”

Bom tertegun mendengar Hyeyoung berbicara lembut padanya untuk pertama kali, “Ne? oh.. sedikit..” jawabnya pelan.

Hyeyoung menatap Bom dalam, lalu mengeluarkan sebuah photo dari tasnya dan menyodorkannya pada Bom. Photo keluarganya bersama suami dan Seunghyun yang masih berusia belasan tahun. “Kau tau ayah Seunghyun meninggal di meja operasikan?”

Bom mengangguk, “Ne, eommanim..”

Hyeyoung memandang photo itu sedih, “Photo ini diambil beberapa bulan sebelum dia menjalani operasi itu..” ucapnya memulai, “Kami sangat mencintai.. Kami juga berjuang sampai akhir untuk bisa bersama dulu. Keluargaku sangat kaya, kami mempunyai segalanya. Sedangkan ayah Seunghyun hanya mahasiswa biasa yang berasal dari kampong kecil. Saat itu tidak ada yang merestui kami, hingga kami memutuskan kabur dan menikah. Selama perlajanan itu kami mengalami rasa sakit yang mendalam. Kami benar-benar menderita, tapi kami tetap bertahan karena kami saling mencintai. Mungkin dewi keberuntungan sangat menyayangi kami, usaha yang dibangun ayah Seunghyun berkembang pesat dan kami berubah menjadi keluarga berada yang terpandang. Keluargaku baru mengakui kami setelah saat itu. Seunghyun tidak mengetahuinya karena dia masih sangat kecil..”

Bom mendengarkan cerita Hyeyoung dengan baik, namun ia tidak mengerti mengapa tiba-tiba mantan ibu mertuanya menceritakan itu.

Hyeyoung memandang Bom sedih, “Aku mencintai suamiku dengan tulus, karena aku menghargai perjuangan kami.” Ucapnya, “Tapi kau tau? setelah 14 tahun menikah, dia memiliki wanita idaman lain..”

Bom tertegun mendengar ucapan Hyeyoung, “N-ne?”

Hyeyoung memalingkan wajahnya menahan sedih, “Ne..” jawabnya, “Aku berusaha menutupinya dari Seunghyun, karena dia sangat mengagumi sosok ayahnya. Aku juga memohon pada suamiku untuk meninggalkan wanita itu dan tetap setia pada keluarga. Aku juga mengingatkannya semua perjuangan kami..” ucapnya, lalu kembali memandang Bom. “Dia berkata dengan angkuhnya, ‘Aku ingin membuktikan pada keluargamu, aku bisa berhasil dan melakukan apa pun yang kuinginkan..’”

Bom benar-benar tak percaya dengan apa yang ia dengar, tapi melihat bagaimana ekspresi Hyeyoung, ia tau itu bukan kebohongan.

“Lalu setahun kemudian dia mengalami gagal jantung dan harus segera mendapatkan donor. Aku berusaha setengah mati mencari donor untuknya, agar dia bisa tetap hidup. Karena dia adalah separuh jiwaku, aku tidak bisa membayangkan jika aku tidak bersamanya lagi..” ucap Hyeyoung dengan mata mulai memerah menahan air mata. “Tapi di hari dia akan operasi, dia berkata padaku.. bahwa dia akan pergi bersama gadis simpanannya itu jika operasinya berhasil, karena dia tidak sanggup lagi menjalani hidup bersamaku..”

Bom menatap Hyeyoung sedih, ia tak percaya wanita yang terlihat keras itu ternyata menyimpan rasa sakit yang mendalam.

“Detik itu aku menyadari, tidak ada cinta sejati di dunia ini.. Tidak ada cinta yang akan bertahan selamanya.. Selama dia mejalani operasi, aku tak berhenti menangis membayangkan dia akan pergi bersama gadis itu.. Lalu, aku mulai berdoa. Aku berdoa agar dia mati selama operasi, hingga putraku tidak akan pernah tau kebusukan ayahnya. Agar putraku tetap menghormati dan menghargai ayahnya..” sebulir air mengalir dari mata Hyeyoung.

“Eommanim..” ucap Bom pelan turut prihatin.

Hyeyoung menyeka air matanya sambil menghela nafas dalam, “Aku berusaha membesarkan putraku dengan baik, tapi aku terus merasa ketakutan putraku akan melakukan apa yang ayahnya lakukan. Ketika aku mengetahui dia berhubungan denganmu, aku benar-benar takut.. Aku takut akan ada Hyeyoung lainnya yang terluka.. Apalagi ketika aku tau latar belakangmu.” Ucapnya pelan.

Mata Bom ikut memerah menahan air mata.

“Kau gadis berhati murni, kau tidak memikirkan dirimu sendiri, juga mengerti bagaimana putraku. Tapi aku tetap takut putraku akan menyakitimu seperti apa yang ayahnya lakukan padaku..” ucap Hyeyoung jujur, “Melihat betapa gigihnya Seunghyun mempertahankan hubungan kalian, aku seperti melihat sosok ayahnya lagi. aku berusaha mengerti dan percaya semua itu tidak akan terulang, tapi aku tidak bisa. Mungkin tidak akan terjadi setelah beberapa tahun, lalu bagaimana jika nanti kau sudah bertambah tua dan melahirkan anak-anak yang membuat penampilanmu tidak terlihat cantik lagi? saat itu, jika kau mengetahui pengkhianatan suamimu, kau benar-benar akan memilih mati..”

Bulir air mata Bom mulai berjatuhan, “Eommanim..”

Hyeyoung menyeka air matanya dan menatap Bom tegas, “Tapi semua ini terserah padamu..” ucapnya.

Bom menatap Hyeyoung penuh haru, “Eommanim, aku selalu tau kau sebenarnya baik padaku..”

Hyeyoung menyimpan photo tadi dan mengeluarkan sebuah kertas, lalu memberikannya pada Bom. “Kau tau ini kan?”

Bom membaca kertas itu, matanya membesar dan menatap Hyeyoung kaget. “Eommanim?!”

Hyeyoung mengangguk, “Ne, aku sekarat..”

“T-Tapi… bukankah anda hanya demensia? Tapi….” Bom menatap hasil di kertas itu tak percaya, “Tumor otak?”

“Aku sudah tau tentang tumor ini sejak suamiku meninggal..” jawab Hyeyoung.

Bom menatap Hyeyoung kaget, “Ne?”

“Emosiku menjadi tidak terkendali karena demensia yang kualami, juga karena tumor yang terus menjepit saraf-sarafku hingga memperparah kondisiku..” jawab Hyeyoung.

“Eommanim..” ucap Bom tak percaya.

Hyeyoung mengambil kertas tadi dan menyimpannya lagi, “Mungkin aku tidak berhak meminta hal ini padamu, tapi bisakah kau tetap memperhatikan Seunghyun?”

Bom tertegun, “Ne?”

Hyeyoung menghela nafas dalam dan memandang ke bawah, “Usiaku sudah tua, tapi aku belum bisa melakukan sesuatu yang baik untuk putraku. Selama beberapa minggu aku berpikir, apa yang bisa kulakukan untuknya.” Ucapnya, lalu memandang Bom. “Lalu aku bertemu denganmu lagi dirumah sakit dan kau dengan berani meninggikan suaramu padaku..”

Bom langsung menunduk menyesal, “Ce-cesonghamida, eommanim..”

“Ani..” ucap Hyeyoung, “Kau tidak perlu meminta maaf..” lanjutnya, “Hal itu justru membuatku sadar, kau gadis yang lebih kuat dariku. Kau bisa bangkit dan menjalani hidupmu dengan baik meskipun putraku telah menyakitimu..”

Bom memandang Hyeyoung tak mengerti.

Hyeyoung mengulurkan tangannya memegang tangan Bom, “Seunghyun tidak akan mendapat gadis yang lebih baik darimu, Bom. Dia telah mengubah gadis berhati murni dan tulus itu menjadi gadis kuat yang ada di depanku sekarang. Kau bahkan lebih kuat dariku. Karena itu, jika aku masih penghalang diantara kalian, aku memberikan restuku padamu..”

Bom menatap Hyeyoung tak mengerti, bulir air matanya terus berjatuhan. “Eommanim..”

“Paling tidak, sebelum aku meninggal. Aku ingin melihatmu dan Seunghyun menikah dengan bahagia dan tanpa beban. Aku akan menyaksikannya dengan perasaan tenang..” ucap Hyeyoung, “Tapi aku mengerti jika kau tidak ingin lagi bersama putraku..” ucapnya sambil menarik tangannya dari tangan Bom.

Bom menunduk, tidak tau apa yang harus ia katakan saat itu.

“Mungkin Seunghyun dulu adalah pria yang melakukan mengulang kesalahan ayahnya, tapi sekarang dia sudah menjadi pria dewasa yang sudah memperbaiki dirinya..” ucap Hyeyoung.

Seunghyun berlari masuk ke kafe dan langsung mengedarkan pandangannya, ia tertegun melihat ibunya bersama Bom yang terlihat menunduk dengan air mata berjatuhan. “Aissh..” gumamnya kesal dan langsung menghampiri mereka, “Eomma!”

Hyeyoung memandang Seunghyun, begitu juga dengan Bom.

Seunghyun menatap ibunya kesal, “Eomma, kenapa masih menghubungi Bom?! Dia bukan menantumu lagi!! berhenti menyakitinya!!” ucapnya.

Bom terkejut Seunghyun malah marah pada ibunya, “Seung-Seunghyun-a..” ucapnya sambil memegang tangan pria itu.

Hyeyoung menyandang tasnya dan bangkit sambil memandang Bom, “Kuharap kau mengerti..” ucapnya, lalu melangkah pergi.

“Eomma!” seru Seunghyun sambil mengikuti ibunya, tapi Bom menahan tangannya.

Bom menggeleng pada Seunghyun yang memandangnya, “Gwenchana, ibumu tidak menyakitiku..” ucapnya.

Seunghyun menatap Bom menyesal, lalu memegang kedua pipi gadis itu dan menyeka air mata gadis itu dengan ibu jarinya. “Miane..”

Bom memalingkan wajahnya sejenak, lalu kembali menatap Seunghyun. “Kurasa aku harus berbicara denganmu..”

 

=Apartemen Seunghyun=

Seunghyun meletakkan dua minuman dingin di meja dan duduk disebelah Bom, ia sangat gugup menunggu gadis itu berbicara. “Mmm.. jadi, apa yang ingin kau katakan?”

Bom menghela nafas dalam dan memandang Seunghyun, “Seunghyun, jika kita kembali bersama.. Tapi ibumu masih tetap tidak menyetujui kita, apa yang akan kau lakukan?”

Seunghyun tertegun mendengar pertanyaan Bom, “Ne? mmm.. tentu saja tetap bersamamu apa pun yang terjadi..”

Bom diam menatap Seunghyun sesaat.

“Mmm.. memangnya apa yang dikatakan ibuku tadi?” Tanya Seunghyun canggung.

“Dia berkata agar kita tetap bersama..” jawab Bom.

Seunghyun tertegun lagi, “Ne?” tanyanya tak mengerti, dahinya mulai berkerut tak percaya, “Apa eomma benar-benar mengatakan itu?”

Bom menarik satu tangan Seunghyun ke pinggangnya dan menggantung tangannya leher pria itu.

Seunghyun tertegun dengan sikap Bom, apalagi sekarang wajah mereka berjarak sangar dekat.

“Apa kau meragukanku?” Tanya Bom.

Seunghyun mengedipkan matanya beberapa kali tak mengerti, namun ia tetap menganggukkan kepalanya. “Aku tidak pernah meragukanmu..”

Bom memejamkan matanya dan mencium Seunghyun dalam.

 

=Rumah Bom=

Tok! Tok! Tok!

Hayi yang masih makan pizza bersama Jiyong tertegun, “Hm? Eonniku sudah pulang..” ucapnya senang dan langsung setengah berlari ke pintu.

Jiyong panic, ‘Ahh.. eoteokhe?!’ batinnya sambil bangkit dan mencari jalan untuk kabur.

“KYA!!!!” teriak Hayi dari depan.

Spontan Jiyong menoleh dan langsung berlari ke depan, saat itu sebuah kantung berwarna hitam langsung membungkus kepalanya. “YA!!” ia berusaha menyerang orang yang menutup kepalanya, tapi ia kalah cepat.

DUAKK!!

Pukulan keras ke belakang kepala Jiyong membuatnya melemah dan tak sadarkan diri.

 

=Apartemen Seunghyun=

Bom berbaring di tempat tidur dengan kemeja besar Seunghyun yang menutupi tubuhnya, tangannya memegang bahu pria yang sedang menciumnya dalam itu.

Seunghyun tidak mengenakan pakaian di bagian tas tubuhnya, namun ia tidak merasa dingin sama sekali. Ia menarik wajahnya dan memandang Bom sambil tersenyum, “Setelah ini aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi..”

Bom tersenyum malu.

“Kau mau sesuatu untuk makan malam?” Tanya Seunghyun.

“Ne, aku akan memasaknya..” jawab Bom sambil bergerak bangkit.

“Aniya..” ucap Seunghyun sambil menahan Bom kembali berbaring, “Aku yang akan memasak, jadi tunggu saja disini hingga selesai.. Araso?”

Bom tersenyum lebar, “Ne..”

Seunghyun mencium dahi Bom dan bergerak turun dari tempat tidur, tidak lupa ia mengambil baju kausnya untuk menutupi tubuh six-pack-nya. Lalu melangkah keluar.

Bom memandangi Seunghyun pergi dengan senyuman diwajahnya, ia merasa benar-benar nyaman seperti ini. Setelah pria itu menutup pintu, ia bangkit perlahan dan mengambil ponsel di tasnya, ia pergi tanpa memberitau yang lain, jadi ia harus mengabari mereka.

“Oh! Bom!! Dimana kau sekarang?! Kenapa ponselmu mati?!” Tanya Dara diseberang.

“Miane, tiba-tiba ada yang harus kulakukan..” jawab Bom menyesal.

“Eonni, berikan padaku..” terdengar suara Chaerin sambil mengambil ponsel Dara, “Eonni, dimana kau sekarang?”

“Chaerin-a, aku masih ada di tempat seseorang. Bisakah kau kembali pulang dan menemani Hayi sebentar?” Tanya Bom.

“Di tempat Choi Seunghyun?!” tebak Chaerin langsung.

Bom tertegun, “Ne, bagaimana kau tau?”

“Eonni! Kang Seungyool memberikan kita datang tentang agent rahasia lain bernama Bigbang. Salah satunya pria yang menjadi tawanan kita. Ada 4 orang lain lagi dan salah satunya Choi Seunghyun!” jelas Chaerin.

Bom tertegun lagi, “Ne?!”

“Dan mereka bekerja untuk Teddy oppa..” lanjut Chaerin.

Mata Bom membesar dan langsung berdiri, “Mwo?!”

“Eonni, dia sengaja mendekatimu lagi untuk menjadi umpan! Kau mengerti? Cari alasan dan pergi dari sana sekarang..” ucap Chaerin tegang.

“Dia… dia apa?” Tanya Bom tak percaya, lalu memandang ke pintu kamar.

Sementara itu.

Di dapur, Seunghyun mulai memasak sambil menghubungi teman-temannya. “Ya.. Jiyong sudah kembali?”

“Hyung, ada berita yang sangat penting!” ucap Daesung.

“Mwo? Katakan saja..” ucap Seunghyun sambil mengaduk masakannya.

“Hyung, Park Bom mantan istrimu bergabung di dalam agent rahasia Lee Chaerin..” ucap Daesung pelan.

Seunghyun terpaku, “Ne?”

“Ne, hyung! Dugaan besar sekarang, Jiyong hyung dan Seungri sudah tertangkap oleh Teddy Park..” ucap Daeseung.

“Maksudmu, Bom juga anggota Teddy Park?” Tanya Seunghyun.

“Ne, hyung.. Dia menjadikanmu untuk didekati..” jawab Daesung.

Seunghyun benar-benar tak percaya mendengar ucapan Daesung, namun ia ingat kedekatan Bom dan Teddy memang mencurigakan. Kepalanya menoleh kearah kamar.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

6 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 32]

  1. wahh . . . AUTHORnya pintar mainin perasaan . . .
    kNapa Agent Bigbang & Agent 2ne1 salah paham . . . ?
    —> Next

  2. Aisshhh…. Teddy pake ngadu domba 2ne1 ama bigbang lagi!! -_- licik bener! Jadi gak sabar ama lanjutannya! Buruan di next yaa eon! ><

  3. Waah makin seru crita…teddy kelaut aj sana!jahat ßǝηбƺ† …
    ℓâģϊ enk2 romantis ad aj masalah…sbr bom am seunghyun…
    Next jgn lama2

  4. Author , nanti malem update kan??? Penasaran banget nih … Kkkkkkk ~ Lanjut ya …. Hwaiting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s