Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 31]

31

—I’m an Agent—

Seunghyun melangkah gontai menuju devisi IT, perasaannya dan tubuhnya sangat kompak tidak terasa baik sejak Bom memutuskan untuk tidak mencoba hubungan mereka lagi. ia berhenti sejenak di depan pintu ruangannya, lalu menghela nafas dalam dan membuka pintu.

“Oh! Oppa, kau sudah baikan?” Tanya Jennie sambil menghampiri Seunghyun.

Seunghyun tersenyum tipis sambil melangkah menuju tempat duduknya.

“Hyung, akhirnya kau datang lagi..” Ucap Mino senang.

Seunghyun tertegun ketika melewati meja Bom, dahinya berkerut melihat tidak ada barang-barang gadis itu disana.

“Bom eonni mengundurkan diri kemarin, oppa..” ucap Jennie memberitau.

Seunghyun menatap Jennie kaget, “Ne?”

Pintu ruangan terbuka, masuk Teddy yang langsung tertegun melihat Seunghyun. “Choi Seunghyun, kau sudah kembali bekerja?”

Seunghyun berbalik dan membungkuk sopan, “Ne, sajangnim..”

Teddy tersenyum, “Syukurlah..” ucapnya, “Kembali bekerja..” ia melangkah masuk ke ruangannya.

Seunghyun kembali memandang ke meja Bom yang sudah kosong, ia hanya bisa menghela nafas dalam dan melangkah ke tempatnya.

 

=Rumah Bom=

“Apa Teddy oppa sudah menghubungimu?” Tanya Chaerin ketika dia dan Bom menyiapkan makanan di dapur.

“Belum..” jawab Bom sambil memotong sayuran, “Mmm.. aku sedikit curiga dia tidak mengatakan apa pun ketika aku memberikan surat pengunduran diriku..”

Chaerin berpikir sejenak, “Mmm.. begitu..”

Hayi melangkah masuk ke dapur, “Eonni.. ada paket..” ucapnya memberitau sambil memperlihatkan sebuah amplop besar berwarna coklat.

Bom memandang Hayi, “Paket?” tanyanya, lalu mengelap tangan dan mengambil paket tadi. “Dari siapa ya?” gumamnya sambil membaca pengirimnya.

“Kang Ilyool..” jawab Hayi.

Bom tertegun mendengar nama pengirimnya, “Kang Ilyool?”

Chaerin langsung menghampiri Bom, “Oh.. ini untukku, terima kasih Hayi..” ucapnya.

Hayi tersenyum, “Ne..” jawabnya dan berjalan pergi.

Bom memandang Chaerin bingung, “Dari siapa?”

Chaerin memastikan Hayi sudah benar-benar pergi, lalu mengambil paket tadi dari tangan Bom. “Kang Seungyool..” jawabnya.

Bom mengangguk mengerti.

Chaerin membuka paket tadi dan melihat isinya, dahinya berkerut sendiri.

“Wae? Apa isinya?” Tanya Bom.

Chaerin memandang Bom serius, “Eonni, kita harus berkumpul..”

 

=Markas Bigbang=

Seunghyun akhirnya kembali muncul di markas dengan wajah lesunya.

“Oh.. hyung.. akhirnya kau datang..” ucap Daesung senang sambil merangkul Seunghyun.

“Tidak usah berlebihan..” ucap Seunghyun lesu.

“Hyung, kau sudah sembuh?” Tanya Taeyang sembari melangkah ke ruang tengah.

“Ne..” jawab Seunghyun, lalu memandang sekitar bingung. “Dimana yang lain?”

Daesung dan Taeyang memandang Seunghyun bingung.

Seunghyun memandang kedua pria itu heran, “Wae? Kemana Jiyong dan Seungri?”

“Mmm.. Seungri ditugaskan turun menemukan dimana Detektif Lee bersembunyi, tapi hingga sekarang belum kembali..” jawab Daesung.

Seunghyun terkejut, “Mwo? Detektif Lee? Lee Chaerin?!”

Daesung mengangguk, “Ne, hyung.. Ternyata berita kematiannya dipalsukan..”

Mata Seunghyun membesar, “Di palsukan?! Lalu kemana Jiyong?!”

“Jiyong hyung turun langsung untuk menyelidikinya dan untuk menyelamatkan Seungri..” jawab Taeyang.

“Mworagu?! Apa dia gila?!!” Tanya Seunghyun terkejut.

Taeyang dan Daesung mengangkat bahu tanda tak tau.

“Bagaimana bisa berita kematian Detektif Lee di palsukan? Apa tujuan dari semua ini?” Tanya Seunghyun tak mengerti.

“Detektif Lee adalah agent rahasia hyung..” jawab Daesung.

Seunghyun kembali terkejut, “Ne?!”

“Ne..” jawab Daesung, “Dan dugaan terkuat, dia dibawah perintah Teddy Park..”

Mulut Seunghyun terbuka mendengarnya, “Teddy Park?!” tanyanya geram, “Sial!! Kita harus bergerak lebih cepat untuk meringkus Teddy Park!”

 

=Rumah Bom=

Ting! Tong!

Hayi melangkah ke pintu dan membukanya, tampak seorang pria dengan pakaian pengantar pizza.

Jiyong tersenyum manis, “Annyeonghaseo, aku mengantarkan pizza yang anda pesan..”

Dahi Hayi berkerut, “Ne? aku tidak memesan pizza..”

Jiyong tertegun, “Ne? benarkah?” tanyanya sambil memandang kertas catatan di tangannya, lalu kembali memandang Hayi. “Tapi disini memang tercatat alamat rumah ini..” ucapnya sambil memperlihatkan kertas itu.

Hayi memandang kertas itu dan mengangguk, “Benar sih, tapi tidak ada yang memesannya ahjussi..”

“Apa tidak ada orang lain di rumahmu? Mungkin saja mereka yang memesan..” ucap Jiyong.

“Sekarang aku hanya sendirian, eonniku sedang pergi..” jawab Hayi.

Jiyong menatap Hayi penasaran, “Eonni? Memangnya kemana dia?”

Hayi menatap Jiyong curiga, “Waeyo?”

“Hm? Ohh.. a-ani.. aku hanya ingin tau, mungkin saja dia yang memesannya untukmu..” jawab Jiyong cepat.

Hayi merasa ucapan Jiyong ada benarnya juga, “Eonni? Hmm.. benar juga.. Tadi eonni-ku pergi terburu-buru..”

Jiyong kembali tersenyum manis, “Benarkan..”

Hayi menatap Jiyong menyesal, “Tapi ahjussi, aku tidak punya uang untuk membayarnya..”

Senyuman Jiyong bergerak semakin lebar, “Gwenchana, eonni-mu sudah membayarnya melalui rekening..” ucapnya sambil menyodorkan sebuah pizza berukuran besar.

Hayi tersenyum lebar menerima pizza itu, namun tak lama ia terlihat murung dan mengembalikannya pada Jiyong. “Aniya, untukmu saja ahjussi..”

Jiyong menatap Hayi bingung, “Wae? Gwenchana, ambillah..”

Hayi menggeleng, “Ani, ini terlalu banyak untukku. Lagi pula, eonni-ku bilang aku tidak boleh makan junk food terlalu banyak karena masih dalam masa pemulihan.” Jelasnya.

Jiyong mendapat sebuah ide dan tersenyum lebar, “Bagaimana jika makan denganku?”

Hayi memandang Jiyong bingung.

Ruang tengah.

Mata Hayi membesar melihat pizza dengan extra paprika di dalam kotak itu, “Wuaaaa.. extra paprika!!” ucapnya girang.

Jiyong yang duduk disebelah Hayi memandang gadis itu tak percaya, “Kau juga suka?”

Hayi mengangguk cepat, “Ne.. eonniku berkata aku sudah suka paprika sejak makan pizza pertamaku.. hahaha..”

Jiyong tersenyum lebar, “Aku juga! Wuahh.. jarang ada yang sepertiku.” Ucapnya senang, “Ayo kita mulai makan..” ia mulai mengambil potongan pizza pertamanya.

Hayi mengambil potongan untuknya dan menggigit bagian ujung yang lancip, “Hmm…” gumamnya senang.

Jiyong mengunyak pizza dimulutnya sambil tersenyum lucu melihat ekspresi Hayi, “Oh ya, tadi kau bilang kau masih dalam masa pemulihan. Pemulihan dari apa?”

“Sebulan lalu aku melakukan operasi cangkok paru-paru..” jawab Hayi sambil memegang dadanya sekilas.

Jiyong tertegun, “Paru-paru?” tanyanya, ia langsung teringat Seunghyun yang juga melakukan operasi itu sebulan lalu. “Mmm.. Aku belum tau namamu, apa kau bisa menyebutkannya?”

Hayi tersenyum, “Namaku Park Hayi, ahjussi?”

Jiyong tersenyum, “Namaku Kwon Jiyong..” jawabnya.

“Ahjussi sudah berapa lama menjadi pengantar pizza?” Tanya Hayi.

Jiyong tertawa kecil, “Baru beberapa minggu ini..” jawabnya bohong.

“Apa tidak apa-apa jika tidak langsung kembali?” Tanya Hayi khawatir.

“Gwenchana, aku juga tidak ada pekerjaan lagi..” jawab Jiyong santai. “Oh ya, apa kau sudah lama tinggal disini?”

“Aku? Mmm.. kira-kira beberapa bulan ini..” jawab Hayi.

“Ohh.. pantas saja.. temanku tinggal disekitar sini, aku pernah ke daerah ini beberapa kali tapi tidak pernah melihatmu. Juga rumah ini selalu terlihat kosong..” ucap Jiyong asal dengan wajah meyakinkan.

“Hmm.. begitu..” ucap Hayi sambil mengangguk mengerti.

“Temanku bernama Lee Chaerin, apa kau kenal?” Tanya Jiyong memulai misinya.

Hayi berpikir sebentar, “Lee Chaerin? Aku belum pernah dengar..” jawabnya.

“Ne, mungkin karena sekarang dia sibuk bekerja jadi jarang kembali ke rumah..” ucap Jiyong menahan tawa.

Hayi mengangguk, “Sepertinya begitu..”

Jiyong menggigit potongan pizzanya lagi sambil berpikir untuk menarik informasi dari Hayi, “Mmm.. kau hanya tinggal berdua bersama eonni-mu?”

“Ne..” jawab Hayi, “Sebelumnya juga ada Perawat Jung yang merawatku selama aku sakit, tapi dia sudah berhenti karena kontrak kerjanya habis. Lalu sekarang ada Chaeroo eonni..”

Jiyong berpikir sejenak, ‘Jadi bukan disini? Lalu kemana Seungri?’ batinnya.

“Waeyo ahjussi?” Tanya Hayi bingung.

“Ne? ohh.. ani.. Jika boleh tau, siapa nama eonnimu?” Tanya Jiyong.

“Park Bom..” jawab Hayi.

Jiyong tertegun, “Park…Bom?”

“Ne..” jawab Hayi.

Jiyong kembali teringat Daesung berkata gadis bernama Park Bom itu mantan istri Seunghyun, “Mmm.. apa eonnimu sudah menikah?”

“Pernah dulu, tapi setahun kenudian mereka berpisah..” jawab Hayi sedih, “Meskipun sudah berpisah, hyeong-bu tetap perhatian pada eonni dan aku. Dia juga memberikan donor paru-paru untukku..” lanjutnya dengan wajah senang.

Jiyong semakin terkejut, “Oh.. begitu.. hmm.. dia pasti pria yang baik..”

“Ne, Seunghyun hyeong-bu benar-benar orang yang baik. Tapi eonni berkata tidak mau bersamanya lagi..” jawab Hayi bingung.

Sekarang Jiyong terpaku mendengar Hayi menyebutkan nama Seunghyun, “Choi Seunghyun?” Tanyanya memastikan.

Hayi memandang Jiyong bingung, “ne, bagaimana kau tau nama keluarganya ahjussi?”

“Ne? ohh.. hehehe.. aku hanya menebak..” jawab Jiyong cengengesan.

 

=Markas 2ne1=

Bom dan Chaerin yang mengenakan jubah panjang, topi dan masker untuk menyamarkan dirinya. Sebelum mereka masuk ke markas, ponsel Bom berbunyi.

Chaerin berhenti dan memandang Bom yang berhenti sambil mengeluarkan ponselnya, “Nugu eonni?”

“Hm? Masuklah, aku mengangkat panggilan ini dulu..” ucap Bom.

Chaerin mengangguk dan melangkah masuk.

Bom menggeser tombol berwarna hijau di layar ponselnya dan menempelkan ponsel ke telinga, “Yoboseyo..”

“Park Bom..” ucap orang di seberang.

“ne, nuguseyo?” Tanya Bom.

“Aku ibu Seunghyun, temui aku di kafe depan apartemen Seunghyun sekarang juga..” ucap Hyeyoung dingin dan langsung mematikan telepon.

Bom tertegun, “Ne? eommanim? Eommanim.. eommanim.. yoboseyo!” panggilnya tak mengerti, lalu memandang layar ponselnya dengan dahi berkerut.

 

=Markas Bigbang=

“Ada kiriman..” ucap Taeyang sambil melangkah masuk ke markas.

“Dari siapa?” Tanya Seunghyun.

Taeyang membolak-balok amplop besat itu, “Tidak ada nama pengirimnya..”

Ponsel Seunghyun berbunyi, ia segera mengeluarkan ponselnya dan mengerutkan dahi melihat nama ibunya muncul. “Urus kiriman itu, hati-hati.. jangan lupa kita pernah mendapat kiriman bom..” ucapnya sambil melangkah keluar. “Ne, eomma..”

“Seunghyun, eomma akan berbicara dengan Bom di kafe depan apartemenmu..” ucap Hyeyoung langsung dan memutuskan telepon.

Seunghyun terkejut, “Ne?! eomma!! Eomma!” panggilnya panic dan memandang layar ponselnya tak percaya, “Aissh!! Apa yang akan dilakukan eomma kali ini?!” tanyanya penasaran, lalu langsung melangkah pergi.

 

=Sebuah Ruangan=

Teddy menoleh kearah pintu yang terbuka, masuk seorang anggotanya dengan sebuah berkas.

“Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan, hyungnim..” ucap pria itu.

Teddy tersenyum melihat berkas itu, kemudian memandang pria tadi. “Kau sekarang anak baikku, Mino..”

Mino tersenyum dan membungkuk sopan, “Gamshamida, hyungnim.”

“Kau bisa pergi..” ucap Teddy.

Mino membungkuk sopan lagi dan berbalik pegi.

Teddy tersenyum sinis memperhatikan Mino pergi, lalu membuka berkas itu. ada dua buah file. Satunya terlampir photo Bom di depannya, satu lagi photo Seunghyun. “Agen Park Bom dan agen Choi Seunghyun.. Ini akan jadi sangat seru..” ucapnya, lalu menerawang jauh mengingat kejadian lalu.

=Flashback=

Tak lama Teddy keluar dari ruangannya setelah Seunghyun pergi, “Aku akan bertemu kepala Devisi pemasaran sebentar..” ucapnya, matanya menatap Mino, memberi isyarat kalau pria itu bisa bergerak sekarang. Lalu melangkah pergi.

“Ne, sajangnim..” jawab Jennie.

Mino mengulurkan tangannya mengambil gelasnya di meja, namun tiba-tiba gelas itu terlepas dan membasahi celana dan bajunya, “Aissh!! Ahhh..” ucapnya kesal sambil bergerak bangkit.

Jennie menatap Mino kaget, “Waeyo oppa?”

Mino mengibas-kibaskan air dari bajunya, “Aku menumpahkan air di gelasku lagi, aku akan ke toilet sebentar..” ucapnya sambil melangkah pergi dan mengambil tisu untuk mengelap pakaiannya. Begitu menutup pintu di belakangnya, ia langsung melangkah kearah balkon dan dengan gerakan cepat mengambil pistol panjang yang biasa digunakan dalam peperangan. Dengan telaten ia memanjat pagar pembatas dan meloncat ke balkon di seberang. Ia sama sekali tidak merasa ngeri walaupun mereka berada di lantai 3. Seperti dugaannya, Seunghyun ada di depan lift. Ia langsung membidik pria itu dengan pengunci sasaran laser merah, namun angin yang bertiup membuatnya terkejut hingga laser sempat meleset beberapa saat. Tepat disaat ia menembakkan peluru bertubi-tubi, Seunghyun melompat kesisi kanan. Ia menghentikan tembakan dan kembali memanjat dinding pembatas.

=Flashback end=

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 31]

  1. duhh . . . apa yg akan dilakukan Teddy . . .? apa dYa akan mengadu Domba agent Bigbang & agent 2NE1. . .
    dan Mino itu anak buahnya Teddy ya . . . dasar sama” bermuka dua
    —>Next (Penasaran Akut) 😀

  2. Aishh.. Jadi yg nembak seunghyun itu si mino… -_- diam2 berkhianat juga dia….
    Itu hayi polos banget nerima tamu kagak di undang (jiyong) wkwkwk xD
    wahh itu eommanya seunghyun mau ngomongin apa lg ama bom??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s