Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 30]

30

—I Give Up—

Bom membuka matanya perlahan, perasaannya terasa sangat berat pagi ini. Ini adalah hari penentuan Seunghyun sembuh dari bakteri itu atau tidak. Ia menghela nafas dalam dan mendongak memandang pria itu yang masih terlelap memeluknya. Perlahan ia mengangkat tangan pria itu yang memeluknya dan bangkit.

“Hmm.. gumam Seunghyun yang tiba-tiba terbangun merasa Bom bergerak, spontan tangannya langsung menahan tangan gadis itu.

Bom terkejut dan memandang Seunghyun, “Seunghyun-a?”

Seunghyun membuka matanya dan memandang Bom, “Odiso?”

Bom tersenyum tipis sambil melepaskan tangan Seunghyun, “Aku ingin ke kamar mandi..” jawabnya, lalu turun dari tempat idur dan melangkah ke toilet.

Seunghyun menghela nafas dalam dan bergerak duduk, kondisinya memang cepat membaik selama tiga hari ini. Ia memandang kedadanya, lukanya sudah kembali kering seperti sebelum pendarahan itu terjadi. ‘Kenapa kondisiku bisa membaik secepat ini?’ batinnya bingung.

Tak lama Bom keluar setelah mencuci muka dengan handuk kecil di lehernya.

“Bommi, Dongwook hyung berkata aku sudah bisa pulang kan hari ini?” Tanya Seunghyun memastikan.

Bom tersenyum tipis, “Ne..” jawabnya.

Bom menemui Dongwook yang sudah mendapatkan hasil pemeriksaan darah Seunghyun untuk hari ini. Jantungnya berdegup kencang ketika melangkah menuju ruangan pria itu.

Tok! Tok! Tok! Tangannya mengetuk pintu perlahan.

“Ne..” jawab Dongwook.

Bom membuka pintu dan melangkah masuk, “Annyeonghaseyo, dokter Choi..”

Dongwook tersenyum melihat Bom dan langsung bangkit, “Park Bom-ssi! Kau melakukannya dengan baik!” ucapnya senang.

Bom tertegun, “Ne?”

Dongwook mengambil hasil pemeriksaan Seunghyun dan memperlihatkannya pada Bom, “Kau lihat, Seunghyun bersih dari bakteri itu!!” ucapnya senang.

Bom menatap kertas itu tak percaya, lalu tersenyum lebar dan memandang Dongwook. “Ohh.. syukurlah..” ucapnya, “Aku akan menemui Seunghyun..” ia berbalik dan melangkah cepat keluar dari ruang Dongwook.

Seunghyun yang saat itu sudah bersiap pulang menoleh mendengar pintu terbuka, bibirnya spontan membentuk senyuman melihat Bom masuk.

Bom sangat senang mengetahui Seunghyun sudah tidak terjangkit bakteri mematikan itu lagi, “Seunghyun-a..” ucapnya dan langsung memeluk pria itu.

Seunghyun tertegun merasakan pelukan Bom, ia menahan tawa dan memeluk gadis itu. “Waekeure? Apa kau terlalu senang aku akan pulang?”

Bom memejamkan matanya dan memeluk Seunghyun erat.

Seunghyun mengelus rambut Bom lembut, “Bommi, kita bisa melanjutkannya di rumah. Lebih baik kau melepaskan aku..” ucapnya menahan tawa.

Bom melepaskan pelukannya sambil tertawa kecil, “Keure, ayo pulang..” ucapnya.

 

=Apartemen Seunghyun=

Bom menyiapkan makanan dengan perasaan ringan, bibirnya juga tidak bisa berhenti membentuk senyuman. Tapi begitu ia mengingat tujuan awalnya, senyuman itu luntur perlahan. Ia menghela nafas dalam dan memandang kearah Seunghyun yang sedang mengatur meja makan.

Seunghyun senang melakukan ini lagi, dulu ia sering menatap meja saat Bom memasak. Bibirnya membentuk senyuman mengingat itu. ia memandang Bom yang berdiri membelakanginya, perlahan ia melangkah menghampiri gadis itu dan memeluk pinggangnya dari belakang.

Bom tertegun dan memandang Seunghyun, “Seunghyun, kau membuatku terkejut!”

Seunghyun tersenyum lebar, “Mian..” ucapnya lucu, lalu meletakkan dagunya di bahu Bom. “Aku ingat dulu kita pernah melakukan ini..”

Bom tertegun mendengar ucapan Seunghyun.

“Kau memasak makan malam, aku mengatur meja. Mmmhh.. aku senang mengulangnya lagi bersamamu..” ucap Seunghyun tulus.

Bom merasa bersalah mendengar Seunghyun mengatakan itu, perlahan ia melepaskan pelukan pria itu dari pinggangnya. “Seunghyun, duduklah.. aku akan menyelesaikan ini..” ucapnya pelan.

“Keure..” ucap Seunghyun dan melangkah ke meja makan.

Setelah makan malam.

Bom duduk di sofa bersama Seunghyun sambil menonton tv, tangan pria itu merangkul bahunya. Ia merasa sudah saatnya mengakhiri semuanya, ia harus segera melakukan itu sebelum ia runtuh dengan perasaannya sendiri. ia duduk tegap dan memandang Seunghyun.

Seunghyun memandang Bom, “Wae? Kau sudah mengantuk?”

Bom menggeleng pelan, “Aku harus pulang..”

Seunghyun tertegun, “Ne? kau tidak menginap disini?”

“Ani, aku sudah berjanji pada Hayi untuk pulang setelah malam kemarin..” jawab Bom.

“Hmm.. begitu..” gumam Seunghyun kecewa.

Bom memandang kebawah sejenak, lalu kembali memandang Seunghyun. “Dan… kurasa aku tidak bisa kembali lagi kemari..”

Seunghyun menatap Bom tak mengerti, “Wae?”

Bom menatap Seunghyun dalam, “Seunghyun, 11 tahun lalu, pertama kalinya aku jatuh cinta padamu. Tapi kau menghancurkan semuanya setahun kemudian.” Ucapnya pelan.

Seunghyun mengerutkan dahinya, jantungnya berdegup kencang mendengar ucapan Bom. “Bommi, apa kau masih ragu padaku sekarang?” tanyanya, lalu memegang kedua pipi gadis itu dan menatapnya dalam. “Aku sangat menyesal, aku benar-benar menyesal. Aku akan memperbaiki semuanya.. jebal..”

Bom menatap Seunghyun sedih, lalu menarik kedua tangan pria itu dari wajahnya. “Miane, Seunghyun..” ucapnya menyesal. Matanya mulai memerah menahan air mata, “Kupikir aku bisa memulainya lagi denganmu, kupikir semuanya akan baik-baik saja setelah 10 tahun berlalu. Tapi setelah menjalaninya lagi, kau tidak pernah belajar dari kesalahanmu Seunghyun..”

Seunghyun menatap Bom menyesal, matanya ikut memerah menahan air mata. “Jebal! Berikan aku kesempatan lagi.. Aku akan memberbaiki diriku.. Kumohon Bommi..”

Bulir air mata Bom mulai berjatuhan ketika ia menunduk, “Aku menyerah Seunghyun.” Ucapnya pelan.

Seunghyun menatap Bom tak percaya, bulir air matanya mulai berjatuhan merasakan sesuatu menusuk dadanya. “Bommi…”

Bom kembali mengangkat wajahnya memandang Seunghyun, “Mungkin seharusnya kita melanjutkan hidup kita masing-masing, Seunghyun.. Aku memiliki Hayi sebagai tanggunganku, aku tidak ingin menghabiskan waktuku untuk menangisimu..”

Seunghyun menggeleng dan menggenggam kedua tangan Bom, “Jebal..” mohonnya sepenuh hati.

Bom menatap Seunghyun sedih, lalu mengelus rambutnya lembut. “Seunghyun, aku tidak bisa menjalaninya lagi.. Aku sudah mencoba, tapi aku tidak sanggup.. Aku memilih untuk melupakan masa lalu kita..”

Seunghyun benar-benar menyesal dengan semua yang telah ia lakukan, “Bommi, aku benar-benar mencintaimu…” mohonnya.

Bulir air mata Bom semakin deras berjatuhan, “Aku juga, Seunghyun.. Tapi aku terus terluka karena aku mencintaimu..”

Seunghyun merasakan luka di tatapan Bom, ia merasakan luka itu berkali lipat di hatinya.

Bom memegang kedua pipi Seunghyun dan memajukan wajahnya, ia memejamkan mata dan mencium pria itu sepenuh hati dengan bulir air mata berjatuhan.

Seunghyun memegang belakang kepala Bom dan memperdalam ciuman mereka. Ia menyadari kesalahannya. Ini adalah ciuman perpisahan dari gadis yang sangat ia cintai tapi dengan mudah ia sakiti.

Bom menarik wajahnya dan kembali memandang wajah Seunghyun.

Seunghyun menatap Bom dalam sambil membelai rambut gadis itu.

“Terima kasih karena telah menyelamatkan adikku Choi Seunghyun..” ucap Bom tulus, “Selamat tinggal..” lanjutnya berat. Lalu bergerak bangkit perlahan.

Seunghyun hanya bisa terdiam di tempatnya dengan rasa sesalnya. Matanya bergerak memperhatikan Bom yang berjalan kepintu perlahan, ia ingin berteriak agar gadis itu kembali, atau mengikatnya disana agar tidak pergi kemana pun. Tapi ia tak melakukan apa pun, ia hanya duduk disana dengan penyesalannya. Setelah gadis itu pergi, hatinya terasa tercabik-cabik hingga ia tak sanggup menahannya. Bulir air matanya kembali berjatuhan, “Ini yang kau rasakan hari itu, Bommi?” gumamnya.

 

=Markas 2ne1=

Dara, Minji dan Seungyool kehabisan ide untuk membuat Seungri berbicara, pria itu ternyata jauh lebih tangguh dari perkiraan mereka.

“Biarkan saja dia duduk disana, aku akan mencari tau tentang pria itu. setelah itu aku akan mengirimkannya padamu..” ucap Seungyool pada Dara yang berbaring lesu di sofa.

“Ne..” jawab Dara tanpa bergerak.

Minji duduk bersandar di dekat kepala Dara, “Kau akan pergi?”

“Ne, jalan satu-satunya aku harus menemukan sesuatu tentang pria itu. jika mengulur waktu lagi, teman-temannya akan bergerak terlebih dulu..” ucap Seungyool, “Keure, aku pergi..” lanjutnya dan melangkah pergi.

 

=Rumah Bom=

Chaerin membukakan pintu untuk Bom dan tertegun melihat wajah Bom terlihat sembab.

Bom memandang Chaerin, “Hayi sudah tidur?”

Chaerin mengangguk, “Ne.. masuklah eonni..” ucapnya sambil menggeser tubuhnya.

Bom melangkah gontai masuk dan langsung menuju kamarnya.

Chaerin mengikuti Bom, “Eonni, waekeure?”

Bom meletakkan tasnya di kursi, lalu duduk di pinggir tempat tidur. “Aku sudah mengakhirinya..” ucapnya pelan.

Chaerin bergerak duduk disebelah Bom, “Apa eonni?”

Bom memandang Chaerin sedih, tak lama tatapannya kembali tegas. “Aku akan serius pada pekerjaanku lagi, besok ayo kita menyelidiki Teddy oppa.” Ucapnya yakin.

Chaerin mengangguk, “Ne..”

 

=Di Sebuah Ruangan=

Teddy melangkah masuk keruangan itu dan duduk di meja kerjanya. Ia membuka laci penyimpanannya dan menyadari file-file disana tidak seperti sebelumnya. Sebagai orang yang terlatih, ia selalu tau bagaimana letak terakhir barang-barangnya. Ia mengambil sebuah file paling atas dan melihat apa itu. sebuah berkas tentang agent swasta Bigbang. Matanya melirik ke pintu masuk yang tertutup, lalu kembali memasukkan file tadi dan menutup laci. Kemudian bangkit dan berjalan menuju pintu.

Di depan, Seungyool berdiri menunggu Teddy seperti biasa, ia langsung membungkuk sopan begitu melihat pria itu keluar.

Teddy tersenyum tipis, “Apa kau sudah melakukan apa yang kuminta kemarin?”

Seungyool mengangguk, “Ne, hyung.. Ini..” jawabnya sambil memberikan sebuah berkas.

Teddy mengambil berkas itu dan melihat isinya, hanya tentang apa yang sudah ia lakukan sebelumnya. “Keure, pekerjaanmu sangat bagus.. Kau bisa pergi..” ucapnya.

Seungyool membungkuk sopan dan berbalik untuk melangkah pergi.

Teddy memperhatikan Seungyool pergi dengan tatapan dinginnya, satu tangannya mengambil pistol laras pendek di pinggangnya dan mengarahkan senjata api itu ke arah Seungyool yang melangkah pergi.

DOR!!

Tubuh Seungyool tersentak merasakan sebuah peluru menembus punggung kirinya. Darah langsung mengalir keluar dari mulutnya dan jatuh berlutut.

Teddy tertawa sinis sambil melangkah menghampiri Seungyool, “Kau sudah tidak lagi anak baikku, Seungyool..” ucapnya.

Seungyool mendongak memandang Teddy ditengah rasa sakitnya. Ia hanya bisa memejamkan mata ketika pistol ditangan pria itu berada di depan dahinya.

DOR!!

Darah Seungyool bermuncratan ke tubuh dan wajah Teddy, ia tersenyum melihat pria yang ia perbudak itu tergeletak di depannya. ia menurunkan pistol dan mengeluarkan ponselnya, “Datang keruanganku, bereskan mayat ini..” ucapnya, lalu melangkah masuk ke ruangannya membiarkan jasad Seungyool tergeletak di lantai.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

5 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 30]

  1. Huahh.. Sedih banget… Kenapa bom harus pergi…. Kenapa…. 😥 tapi aku nunggu part dimana 2ne1 bisa ketemu ama bigbang….. Kapan yaa… Tapi mesti segera ya.. lol xD
    Teddy kamu kejam bener ya… -_- Bom harus hati2 tuh..

  2. Bom balikan am seunghyun…..sedih baca part ini tp kisah cinta bom am Seunghyun paling ak tunggu….teddy kejam ßǝηбƺ†?next cpt ya hehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s