Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 29]

29

—1 days—

Bom masuk ke rumahnya perlahan sambil memandang ke dalam.

Hayi yang sedang menonton tv menoleh ketika mendengar seseorang masuk, “Eonni..” soraknya girang sambil bangkit dan memeluk kakaknya.

Bom mengelus rambut adiknya, “Miane, Hayi-a..” ucapnya menyesal.

Hayi mendongam memandang kakaknya, “Eonni, kenapa tidak pulang semalam? Tadi malam ada perampok yang masuk..”

Bom tertegun, “Ne?!” ucapnya kaget, lalu memandang Chaerin yang kembali ke ruang tengah dengan cemilan.

“Oh.. eonni, sudah kembali?” ucap Chaerin sambil meletakkan piring di meja.

“Benarkah tadi malam ada perampok?” Tanya Bom tak percaya.

Chaerin tertegun, “Ne? ohh.. ne..” jawabnya pelan.

“Benarkan? Kenapa eonni pergi? Aku takuuuut..” rengek Hayi sebal.

Bom menatap Hayi sedih dan memegang kedua pipi adiknya, “Miane, kau tidak apa-apa kan?”

Hayi menggeleng, “Aniya, Chaeroo eonni memukul perampok itu dan memanggil polisi..” ceritanya.

Bom memandang Chaerin dan meminta penjelasan dengan isyarat matanya.

Chaerin menjawab dengan bahasa isyarat tanpa sepengtahuan Hayi, ‘Orang itu mengetahui tentangku..’

Mata Bom membesar.

‘Gwenchana, sudah kubereskan..’ Chaerin kembali memberi isyarat.

Hayi memandang Bom bingung, lalu memandang Chaerin yang langsung berpura-pura tidak melakukan apa pun. “Kenapa kalian jadi aneh begini?”

“Hm? Oh.. aniya, gwenchana..” jawab Bom sambil tersenyum, “Oh ya, eonni akan menginap di luar untuk semalam lagi. kau harus menuruti Chaeroo eonni. Arasso?”

Hayi cemberut, “Wae?”

“Hanya semalam lagi, setelah itu eonni akan berada dirumah bersamamu..” ucap Bom sambil mencubit pipi Hayi gemas.

“Hmm.. keure.. Hanya semalam!” ucap Hayi sebal.

Bom mengangguk, “Ne…”

 

=Rumah Sakit=

Bom melangkah masuk ke gedung rumah sakit sambil dengan tasnya, ia tertegun melihat Hyeyoung terlihat seperti orang linglung di lorong. Ia sempat ingin mencari jalan lain, namun ia menyadari itu bukan jalan terbaik menghadapi wanita itu. akhirnya ia melangkah maju dan menghampiri wanita itu, “Annyeonghaseo eommanim..” sapanya sambil membungkuk sopan.

Hyeyoung memandang Bom dan langsung memegang kedua lengan gadis itu dengan tatapan marahnya, “Dimana Seunghyun?!” serunya sambil menyentak tubuh Bom.

Bom memejamkan matanya kaget.

“Dimana dia?! Kenapa aku tidak bisa menemuinya?!!” seru Hyeyoung.

Bom menghela nafas dalam dan kembali membuka matanya menatap Hyeyoung, ia tidak akan lemah lagi kali ini.

Hyeyoung tertegun melihat tatapan Bom, “W-wae?! Ada apa dengan tatapanmu?!”

Bom melepaskan pegangan tangan Hyeyoung dari kedua lengannya dengan tatapan tegas pada wanita setengah baya itu, “Eommanim, mungkin dulu aku hanya akan diam jika kau menghinaku, melakukan sesukamu padaku karena kau ada ibu mertuaku.” Ucapnya, “Tapi aku sudah bercerai dengan putramu, itu berarti aku sudah tidak ada hubungannya lagi denganmu! Jangan berharap aku akan menuruti semua yang kau ucapkan lagi!” tegasnya, lalu melangkah pergi dengan perasaan kesal.

Hyeyoung tertegun sesaat di tempatnya, lalu berbalik memandang Bom yang terus berjalan pergi. “Aissh..” gumamnya kesal, lalu mengikuti gadis itu. “Ya! Park Bom! Cepat beritau aku dimana kamar perawatan Seunghyun!” ucapnya kesal, namun ia terkejut tiba-tiba gadis itu berhenti dan berbalik menatapnya kesal.

“Eommanim, jika kau ingin aku menjawab pertanyaanmu. Belajar untuk menghargaiku sebagai manusia!” ucap Bom kesal, “Aku memang anak yatim piatu yang tidak memiliki siapa pun yang akan membelaku. Tapi aku bisa membela diriku! Aku memiliki uang untuk hidupku! Aku tidak akan mengambil sepeser pun!! Kau dengar?! SEPESER PUN!!” serunya di wajah Hyeyoung, membuat wanita itu menatapnya tak percaya.

Hyeyoung menatap Bom ngeri, “Ne.. araso.. tidak perlu berseru.” Ucapnya sebal.

Bom mendengus kesal, lalu berbalik dan melangkah cepat meninggalkan Hyeyoung.

Hyeyoung tertegun Bom meninggalkannya disana, “Ya.. Bom.. tunggu aku..” ucapnya sebal.

Seunghyun yang sedang menonton tv dengan wajah bosan langsung tersenyum lebar melihat Bom masuk, “Kau kembali..” ucapnya lega, namun senyumannya luntur perlahan melihat ekspresi gadis. “Waeyo?”

Bom menatap Seunghyun menyesal, “Miane..” ucapnya.

Dahi Seunghyun berkerut, namun belum sempat ia bertanya apa yang dimaksud Bom langsung terjawab. Ia tertegun melihat ibunya masuk setelah Bom.

Hyeyoung menatap Seunghyun cemas dan langsung menghampiri putranya, “Seunghyun-a! gwenchana?! Apa yang terjadi padamu?!”

Seunghyun menghela nafas dalam dan memegang tangan ibunya, “Na gwenchana eomma.. Jangan khawatir..”

“Bagaimana eomma tidak khawatir?! Kau dibawa ke rumah sakit tapi bukan eomma orang pertama yang di beritau!” ucap Hyeyoung sebal, namun bulir-bulir air mulai berjatuhan dari matanya.

Seunghyun menatap ibunya menyesal, “Uljima, eomma.. Na gwenchana..” ucapnya sambil memeluk ibunya, “Eomma, aku baik-baik saja…”

Hyeyoung menghela nafas dalam sambil mengelus punggung putranya dengan bulir air mata berjatuhan, “Seunghyun-a, kenapa kau selalu membuat eomma khawatir?”

Seunghyun memejamkan matanya dan menumpukan dagunya ke bahu Hyeyoung, “Mianeyo eomma..”

Bom memperhatikan kedua ibu dan anak itu sedih. Ia tau mereka saling menyayangi satu sama lain meskipun sering bertengkar dan terkadang terlihat seperti anak-anak.

Hyeyoung melepaskan pelukan Seunghyun dan memperhatikan tubuh putranya, “Apa kau terluka lagi? kenapa kau dibawa ke rumah sakit?” tanyanya ingin tau.

“Aniya, eomma.. hanya terjadi pendarahan di bekas operasiku, tapi sekarang sudah membaik..” ucap Seunghyun memberitau.

Hyeyoung melirik Bom yang sekarang duduk di sofa, “Tapi, kenapa selalu dia orang pertama yang tau tentang kondisimu? Kenapa kau tidak menghubungi eomma langsung?” tanyanya sebal.

Bom memandang Seunghyun.

Seunghyun melirik Bom dan merasa tidak enak, “Eomma akan khawatir jika mendengarku di bawa kerumah sakit, jadi aku meminta Bom untuk tidak menghubungimu dulu..” jawabnya.

“Tapi tetap saja! Kau harus menghubungi keluargamu dulu, kenapa memanggil orang asing?” ucap Hyeyoung kesal.

“Eomma!” ucap Seunghyun kesal.

Bom bergerak bangkit, “Aku akan mengambilkan minuman..” ucapnya dan melangkah keluar.

Seunghyun merasa bersalah karena situasi itu, “Eomma, kemanhera.. Kenapa eomma selalu memperlakukannya seperti ini?”

Hyeyoung menatap Seunghyun sebal, “Sampai kapan pun eomma tidak akan menyetujui hubungan kalian..”

Seunghyun menatap ibunya kesal, “Tapi aku mencintainya eomma..”

“cinta? Sekarang kau berkata kau mencintainya?! 10 tahun lalu kau meninggalkannya begitu saja, itu yang kau sebut cinta?!” Tanya Hyeyoung kesal.

Seunghyun mengerutkan dahinya, “Kenapa eomma membahas itu? aku melakukannya juga karena eomma tidak berhenti mengganggu kehidupan kami..”

Hyeyoung menatap Seunghyun kesal, “Aniya! Eomma melakukannya agar kau tau menjalin hubungan dengan gadis yang berbeda kasta itu tidak mudah, Seunghyun..”

“Aku tau eomma! Karena itu aku mempertahankannya!” ucap Seunghyun.

“Jika kau yakin pada cintamu padanya dan akan terus memperjuangkan semuanya, kau tidak akan meninggalkannya. Sedetik pun!” ucap Hyeyoung, lalu berbalik dan berjalan keluar.

Seunghyun menatap ibunya tak mengerti.

Bom yang kembali dengan minuman hangat tertegun melihat Hyeyoung berjalan keluar, “Eommanim, aku membawakanmu minuman..”

Hyeyoung menatap minuman itu, lalu menatap Bom kesal. “Apa kau masih punya harga diri?! Seharusnya kau meninggalkan putraku setelah dia mencampakkanmu, bukan kembali dengan wajah malaikatmu!” ucapnya, lalu memalingkan wajah dan melangkah pergi.

Bom tertegun mendengar ucapan Hyeyoung dan memandang wanita itu yang terus melangkah pergi. ia benar-benar tidak mengerti dengan wanita itu, terkadang ia merasa wanita itu memperhatikannya, namun juga ingin menghancurkannya. Ia memandang minuman di tangannya, lalu melangkah masuk ke ruangan Seunghyun sambil meminum minuman itu.

Seunghyun menoleh ketika mendengar pintu terbuka.

“Apa yang dikatakan eommanim tadi?” Tanya Bom sambil meletakkan minuman hangatnya di meja.

Seunghyun menghela nafas dalam dan tersenyum tipis, “Gwenchana, kau seperti tidak tau eomma saja..”

Bom tersenyum, “Kurasa eommanim sudah lebih baik sekarang..”

Seunghyun menatap Bom menyesal dan menggenggam tangan gadis itu, “Aku berjanji akan melindungimu dari ibuku..”

Bom tertegun mendengar ketulusan Seunghyun, tak lama bibirnya membentuk senyuman. “Sudahlah, ibumu bukan sesuatu yang perlu ditakuti..”

 

=Markas 2ne1=

“Arrrggh!!! Aku tidak akan membuka mulut!! Aarrrghhh!!!” teriak Seungri yang masih berkeras pada pendiriannya.

Minji kembali menyiramkan air berisi es batu ke tubuh Seungri yang tidak mengenakan pakaian di bagian atas.

“AAAARRGGHHH!!!” teriak Seungri sambil berusaha melepaskan dirinya.

“Aissh! Cepat saja katakan!!” ucap Dara kesal.

“Andwae! Aku lebih memilih mati!!” seru Seungri.

Seungyool yang sejak tadi bersabar, mulai kesal dengan sikap Seungri. “Keure! Cukup dengan es itu!”

“Aissh!!” Minji menyiramkan air dengan es batu sekali lagi ke tubuh Seungri.

“Arrrrgghh!!!” teriak Seungri.

Dara memandang Seungyool, “Kau ada ide?”

Seungyool tersenyum evil, “Rendam dia didalam air dingin itu..”

Seungri tertegun mendengar ucapan Seungyool.

Dara dan Minji tersenyum lebar, “Yuhuu!! Ayo!!” ucpanya sambil melangkah cepat ke tempat penyimpanan untuk mencari sesuatu.

Satu jam kemudian.

Seungyool mengerutkan dahi melihat kolam renang karet yang sedang di tiup Dara, “Ya.. tidak ada yang lebih baik?”

“Sudah.. ambil selangnya sana..” ucap Dara sambil kembali meniup kolam renang itu. ia pernah menggunakannya bersama yang lain untuk bermain musim panas tahun lalu.

Minji datang sambil menyeret dua kantung besar es batu, “Eonni, hanya segini yang bisa kudapatkan..”

Dara tersenyum melihat es batu itu, “Ini sudah cukup..” ucapnya dan memperbaiki posisi kolam renang karet itu.

Seungyool kembali bersama ujung di tangannya, “Ini..”

“Bawa dia kemari..” ucap Dara.

Seungyool melangkah keruang sebelah dan menyeret Seungri yang sekarang kedua tangan dan kakinya terikat tapi tidak di kursi lagi. masih dengan penutu matanya.

“YA!! Lepaskan!! Kalian akan menyesalinya!!” ucap Seungri kesal.

“Diam!!” seru Seungyool sambil memaksa Seungri berbaring di dalam kolang renang karet.

“Ya!!” seru Seungri sambil berusaha berontak.

“Pastikan kepalanya keluar..” ucap Dara sambil memasukkan ujung selang ke kolam renang karet tadi.

Seungyool membuat tubuh Seungri di dalam kolam renang karet yang cukup besar itu dan memastikan kepala pria itu tidak akan tenggelam.

“Hidupkan airnya..” ucap Dara.

Minji bangkit dan memutar keran, tak lama air mengalir dari selang mengisi kolam renang karet itu.

“Ya!!” Seru Seungri.

Setelah air merendam hingga dada Seungri, Minji mematikan air dan kembali menghampiri dua orang tadi.

“Ayo masukkan!” ucap Dara bersemangat sambil menuang sebungkuk es batu.

Seungyool dan Minji melakukan hal yang sama.

Seungri terkejut merasakan air itu mendadak menjadi dingin, “YA!! Aissh!! YA!!!”

 

=Markas Bigbang=

“Seungri belum kembali? Tidak ada kabar darinya?” Tanya Jiyong pada Taeyang dan Daesung.

Taeyang dan Daesung menggeleng dan menunduk bingung.

“Aissh.. gadis itu pasti memiliki niat buruk! Tidak berbeda dari Teddy!!” ucap Jiyong frsutasi.

“Jadi, bagaimana sekarang hyung?” Tanya Daesung.

Jiyong tersenyum sinis, “Aku yang akan langsung menanganinya..”

Daesung tertegun mendengar ucapan JIyong, “Hyung, kau serius?”

“Keurom, aku akan mengerahkan semua kemampuanku..” ucap Jiyong bertekad.

Taeyang dan Daesung saling berpandangan bingung.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

2 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 29]

  1. Huftt… Kenapa sih eomma nya seunghyun masih gk bisa nerima bom…
    Ya ampun.. Ternyata seungyool sadis juga -_-” 11-12 lah ama minzy & dara xD waduhh.. Jiyong.. Hati2 yaa…. Semoga nasib mu lebih baik xD

  2. apa yg akan dilakukan Jiyong . . . ?
    sebenarnya apa sih perbedaan 2ne1 & Bigbang?
    jadi bingung gw . . .
    next —>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s