Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 28]

28

—2 days—

Seunghyun memperhatikan Bom yang mengupas buah di sebelahnya, “Bommi, kau tidak bekerja?”

“Hm? Ohh.. aku berpikir untuk mengundurkan diri..” jawab Bom.

Seunghyun tertegun, “Wae?”

Bom diam sejenak dan kembali memandang Seunghyun, “Agar aku bisa menjaga jarak dengan Teddy oppa..” jawabnya berbohong.

Seunghyun diam sejenak, ia kembali ingat pertengkaran mereka malam lalu. “Bommi, aku menyesal telah mencurigaimu..”

Bom tersenyum tipis dan memberikan potongan buah yang ada di piring, “Sudahlah, makan ini..”

Seunghyun menggenggam tangan Bom yang baru meletakkan pisau, membuat gadis itu memandangnya. “Mungkin kau benar.. aku tidak berubah dan masih egois, dan aku sangat menyesal..”

Bom menatap Seunghyun sedih, namun bibirnya membentuk senyuman. “Sudahlah.. aku tidak ingin kau membahasnya lagi..”

“Aku masih bisa menebus kesalahanku?” Tanya Seunghyun penuh harap.

“Seunghyun, jangan bahas itu lagi. aku tidak ingin kondisimu memburuk lagi..” pinta Bom.

Seunghyun tertegun melihat ekspresi Bom, namun ia senang gadis itu mengkhawatirkannya. “Aku berjanji akan menjadi pria yang lebih dewasa lagi..”

Bom tersenyum mendengar ucapan Seunghyun, “Ne.. ini, makanlah..” ucapnya.

Seunghyun tersenyum dan mulai memakan potongan buah itu, “Oh ya, apa kau memberitau ibuku?”

Bom menggeleng, “Aniya, aku khawatir ibumu akan datang kemari dan menarik rambutku lagi..” jawabnya menahan tawa.

Seunghyun tertawa kecil, “Syukurlah.. ibuku pasti akan berlebihan dan mengomel tiada henti..”

 

=Markas 2ne1=

Dengan bantuan Seungyool, Dara dan Minji membawa Seungri ke markas lama mereka. Sementara Chaerin tidak mungkin meninggalkan Hayi sendiri karena mungkin saja aka nada orang lain yang menyelinap. Sedangkan Bom masih di rumah sakit.

Dara, Minji dan Seungyool berdiri dengan kedua tangan terlipat di dada menatap Seungri yang terikat ke kursi dengan mata tertutup. Juga headphone yang menyumbat pendengaran pria itu.

“Kau kenal dia?” Tanya Dara pada Seungyool.

Seungyool menggeleng, “Ini pertama kalinya aku melihat pria ini..”

Minji mengambil i-padnya dan membuka website yang waktu itu ia gunakan untuk menemukan data Seungyool. Ia melangkah kebelakang tubuh Seungri dan dengan cepat menarik ibu jari pria itu dan menempelkannya ke kolom sidik jari.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” seru Seungri kaget sambil mengepalkan tangannya.

Minji tidak memperdulikan Seungri dan tetap pada apa yang ia lakukan.

Seungyool mendekatkan dirinya pada Dara, “Apa dia memang seperti itu?” bisiknya sambil memperhatikan Minji.

“Ne, dia memang maknae tapi wajahnya yang paling serius jika bekerja..” bisik Dara balik.

Seungyool mengangguk mengerti.

Minji kembali menghampiri Dara, “Eonni, namanya Lee Seungri. Dia asisten desainer dari salah satu pakaian mode di Seoul. Mmm.. tidak ada yang mencoolok disini..” ucapnya sambil membaca data Seungri.

“Siapa namanya?” Tanya Seungyool lagi.

Minji memandang Seungyool, “Lee Seungri..”

Dahi Seungyool berkerut dan berusaha mengingat sejenak, “Mmm.. sepertinya aku pernah membaca nama itu di salah satu berkas Teddy hyung..” ucapnya ragu.

“Ne? kenapa tertera disana?” Tanya Dara ingin tau.

“Mmm.. aku tidak tau, saat itu aku tidak sengaja membacanya..” jawab Seungyool.

Minji memandang Seungri, “Yang pasti, dia kita tidak bisa melepaskannya begitu saja. Dia sudah melihat Chaerin eonni, aku yakin dia memang mencaritau itu…”

“Jadi, kita akan bermain jadi penjahat lagi?” Tanya Dara dengan senyum evilnya.

Minji memandang Dara dan tersenyum evil juga, “Aku selalu ingin mencobanya eonni..”

Seungyool memandang kedua gadis itu aneh, “Ya.. berpikirlah seperti seorang gadis..” ucapnya sebal.

Minji tertawa kecil, “Kau juga ingin ikut, Seungyool-ssi?”

Seungyool diam sejenak memandang Seungri, lalu tersenyum memandang kedua gadis tadi. “Asalkan tidak ada tarantula..” ucapnya.

 

=Rumah Bom=

“Eonni, kenapa Bom eonni belum pulang juga?” Tanya Hayi.

Chaerin tersenyum, “Bom eonni harus mengurus sesuatu dulu, setelah itu dia akan kembali. Jangan khawatir..”

Hayi cemberut, “Bom eonni selalu saja pergi seperti ini..” ucapnya sebal.

Chaerin menghela nafas dalam dan mengelus kepala Hayi, “Gwenchana, kau sudah besar. Lagi pula ada aku disini..”

Hayi menghela nafas dalam dan menunduk lesu, tak lama ia kembali tersenyum dan memandang Chaerin. “Eonni, kau mau melihat mantan suami Bom eonni? Orangnya sangat tampan dan juga baik..” ucapnya.

Chaerin tertegun, “Ne? memangnya kau masih menyimpan photonya?”

“Ani, bukan aku. Album photo pernikahan mereka masih disimpan Bom eonni..” ucap Hayi sambil melangkah masuk ke kamar Bom untuk mengambil album photo yang ia maksud.

Chaerin menunggu Hayi hingga keluar dan kembali duduk disebelahnya.

“Ini, kupikir Bom eonni terkadang masih melihatnya ketika merindukan hyeong-bu..” ucap Hayi sambil membuka album.

Chaerin tersenyum karena akan melihat photo pernikahan yang terjadi 11 tahun lalu itu.

“Lihat.. cantikkan?” Tanya Hayi sambil menunjuk photo Bom dan Seunghyun.

“Omo.. Bom eonni cantik sekali..” puji Chaerin, namun dahinya berkerut karena seperti merasa pernah melihat wajah Seunghyun.

Hayi membalik halaman album, “Mereka terlihat sangat bahagia, tapi akhirnya tetap berpisah..” ucapnya sedih.

Chaerin memandang Hayi iba, lalu memegang tangan gadis itu. “Hayi-a, terkadang orang dewasa harus melakukan apa yang membuat terluka. Karena dengan begitu, penderitaan mereka akan berakhir..”

Hayi memandang Chaerin sedih, “Maksudmu, Bom eonni menderita selama menikah dengan hyeong-bu?”

“Mmm.. tidak sih, tapi jika mereka sampai memutuskan berpisah. Itu berarti mereka berdua merasa terluka satu sama lain, karena itu mereka tidak ingin mempertahankannya..” jelas Chaerin.

Hayi memandang kebawah sedih, “Hmm.. begitu..”

Chaerin tersenyum dan kembali memandang album photo, “Mmm.. siapa namanya?”

“Choi Seunghyun..” jawab Hayi.

“Hmm.. Choi Seunghyun..” gumam Chaerin dan membalik photo.

 

=Kamar Perawatan Seunghyun=

Dongwook mengerutkan dahi memandang Seunghyun, “Kau benar-benar, baru dua hari dirawat lukamu sudah sembuh seperti itu..” ucapnya sebal.

Seunghyun tersenyum lebar, “Keurom, sebenarnya obatku hanya ini..” ucapnya sambil menggenggam tangan Bom yang berdiri disebelah tempat tidurnya.

Bom menatap Seunghyun canggung, lalu memandang Dongwook.

Dongwook tersenyum, “Dasar.. Apa pria berusia 31 tahun masih melakukan itu?”

Seunghyun tertawa kecil, “Biarkan saja.. Yang terpenting aku mendapatkannya lagi.” ucapnya tak mau kalah dan memandang Bom sambil tersenyum.

Bom tersenyum tipis pada Seunghyun, lalu kembali memandang Dongwook canggung.

Dongwook menatap Bom seperti mengatakan, ‘Tetap seperti itu!’, pada Bom.

“Keurom, aku sudah bisa pulang?” Tanya Seunghyun ingin tau.

“Aissh… tunggu hingga seminggu dulu..” jawab Dongwook kesal.

“Ahh.. aku bosan, lagi pula kondisiku sudah tidak apa-apa..” jawab Seunghyun kesal.

“Seunghyun-a, jangan seperti itu.. Kau harus menuruti doktermu..” ucap Bom membujuk.

Seunghyun cemberut dan memalingkan wajahnya.

Dongwook menghela nafas dalam, “Lusa kau boleh pulang, jadi istirahatlah disini hingga lusa..” ucapnya.

“ne..” jawab Seunghyun malas.

“Keure, aku pergi.. Sampai nanti Bom-ssi..” ucap Dongwook sambil melangkah ke pintu.

“Dia cerewet sekali kan??” Tanya Seunghyun pada Bom sebal.

Bom tersenyum, “Sudah, jangan seperti anak kecil. Kalian sama-sama sudah besar..” ucapnya aneh, lalu duduk dikursi.

Seunghyun tertawa kecil, “Ohya, jika kau disini. Bagaimana dengan Hayi?”

Bom memandang Seunghyun bingung, “Wae? Kau tidak ingin aku disini?”

“A-ani.. Maksudku, siapa yang menemaninya? Aku hanya khawatir..” Ucap Seunghyun.

“Tenang saja, aku sudah menemukan pengganti perawat Jung..” Jawab Bom.

Seunghyun mengangguk mengerti.

“Seunghyun-a, aku akan pulang sebentar. Tetap tenang disini, arasso?” Ucap Bom.

Seunghyun tersenyum, “Ne..”

Bom tersenyum dan melangkah ke pintu. Ia tidak langsung pergi, melainkan menghampiri ruangan Dongwook dulu.

“Oh.. Park Bom-ssi, masuklah..” Ucap Dongwook begitu melihat Bom.

Bom melangkah masuk dan duduk di hadapan Dongwook, “Dokter, bagaimana keadaan Seunghyun?”

Dongwook tersenyum, “Berkat kau, dalam waktu dua hari bakteri itu sudah berkurang drastis. Menurut pemeriksaan darahnya siang ini, jumlah bakteri itu tinggal 30%. Aku mohon bantuanmu untuk satu hari lagi, Park Bom-ssi..”

Bom tersenyum lega, “Ne, aku akan melakukannya demi Seunghyun..”

 

=Markas 2ne1=

“Ya! Jangan gunakan senjata tajam, kalau dia meninggal bagaimana?” Tanya Seungyool sebal.

Minji dan Dara memandang Seungyool bingung, lalu memandang obeng, gergaji, gunting dan pisau dapur yang mereka pegang. Mereka langsung cemberut dan kembali ke ruang penyimpanan.

Seungyool menghela nafas dalam sambil mengelus dahinya, ia tak habis pikir ternyata grup gadis-gadis seperti mereka bisa sekejam itu.

5 menit kemudian Dara dan Minji kembali bersama ember dan panci, lalu meletakkannya di depan Seungri. Kemudian pergi lagi ke dapur.

Dahi Seungyool berkerut memperhatikan kedua gadis itu.

“Ya.. sedang apa kau disana? Kemari!” panggil Dara yang kembali muncul di pintu.

Seunghyun melangkah ke dapur dengan dahi berkerut, ia tertegun melihat Minji dan Dara menyeret kantung plastic besar berisi es batu. “Ya.. untuk apa itu?”

“Seungyool-ssi! Cepat bantu kami!” ucap Minji sebal.

Meskipun bingung, Seungyool segera membantuk kedua gadis itu. dengan mudah ia menyeret kantung berisi es batu tadi ke depan Seungri. “Untuk apa ini?”

Dara dan Minji tersenyum evil, “Ayo gunting bajunya…” ucap Dara.

Minji langsung mengambil gunting.

Seungyool melotot melihat kedua gadis itu benar-benar evil disaat seperti ini.

“Ya!! Lepaskan aku!! Aissh!! YA!!” seru Seungri panic.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

2 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 28]

  1. Fiuhh.. Untung bakteri di tubuh seunghyun tinggal 30%… Moga2 cepet sembuh.. Tuhkan.. Dara ama minzy sadis lagi… -_- sabar yaa seungri… Wkwkwk xD

  2. yahh . . .apa Bom akan meninggalkan Seunghyun setelah Seunghyun sembuh . . . ?
    wkwkwk :v :v rencana apa yg akan d Lakukan Dara & Minzy . . .? 😀
    next —>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s