Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 26]

26

—I Love You, Remember That!—

=Sebuah Restauran Mewah=

Bom memandang daging steak yang sudah di pesan Teddy sebagai makanan spesial malam ini. Lalu melirik segelas wine di sisi kanan mejanya.Ia selalu curiga dengan makanan dan minuman dari pria itu.

Teddy memotong daging di piringnya dan memandang Bom bingung, “Wae?”

Bom tertegun dan memandang Teddy, “Ne? Ohh.. Ani..” Jawabnya sambil mengambil pisau dan garpu.

Teddy tersenyum manis, “Kau gugup?”

Bom memandang Teddy kaget, “Ne? Mmm.. Sepertinya..” Jawabnya berpura-pura malu.

Teddy tertawa kecil, “Gwenchana, ini bukan pertama kalinya kita makan malam bersama kan..” Ucapnya lucu.

Bom tertawa malu, “Ne.. Tapi ini aku tetap merasa gugup oppa..”

Teddy terlihat senang mendengar ucapan Bom.

Selesai makan, pelayan mengambil piring kosong dan meninggalkan Bom dan Seunghyun dengan gelas wine mereka.

Teddy memandang Bom tanpa ragu, “Bom, tentang lamaranku waktu itu. Bagaimana menurutmu?”

Bom tertegun, namun berusaha tetap terlihat tenang. “Mmm.. Oppa, kurasa aku masih belum bisa menjawabnya. Aku masih harus membicarakannya dengan Hayi dulu..”

Teddy tertawa kecil, “Oh.. Ne, aku lupa. Mian..” Ucapnya lucu, “Hmm.. Aku lebih merasa Hayi itu putrimu dari pada adikmu..”

Bom tersenyum lucu, “Ne, itu karena aku yang merawatnya sejak bayi. Mungkin tanpa sadar aku merasa dia putriku..”

Teddy menatap Bom dalam, lalu mengulurkan satu tangannya untuk menggenggam tangan gadis itu. “Mungkin seharusnya aku mengatakan ini saat kita masih di Amerika, apa kesempatanku tidak ada?”

Bom kembali tertegun, “Tentu saja ada oppa, tapi keputusanku menikah bukan hanya aku yang memutuskannya..”

Teddy tersenyum tulus, “ne, aku akan menunggunya..”

Bom tersenyum sambil menarik tangannya dan berpura-pura mengambil gelas wine-nya.

Teddy juga mengambil gelas wine-nya, “Oh ya, boleh aku menanyakan satu hal?”

“Hmm.. tentu saja..” jawab Bom.

“Mmm..” Teddy mengguncang wine di gelasnya perlahan sambil memandang Bom, “Kudengar dari Hayi, kau dan Seunghyun 10 tahun lalu pernah menikah..”

Bom langsung canggung mendengarnya, “Ohh.. ne..” jawabnya pelan.

“Mungkin ini bukan urusanku, tapi..” Teddy diam sejenak sambil mengelus belakang kepalanya, “..apa hubunganmu dengannya sekarang?”

Bom memandang gelas wine di tangannya sambil menggigit bibir bawahnya ragu, “Mmm.. kami.. hanya.. mmm..” ia bingung harus menjawab apa, tapi ini kesempatan emas yang tidak akan datang lagi. ia menghela nafas dam dan mengangkat wajahnya memandang Teddy tanpa ragu, “Kami hanya berteman sekarang..” jawabnya sambil tersenyum.

Teddy tersenyum lega, “Mmm.. syukurlah..”

Bom tersenyum dan kembali memandang gelas wine ditangannya.

 

=Gedung Apartemen Seunghyun=

Teddy menghentikan mobilnya di depan gedung apartemen mewah dan menatap Bom tak percaya, “Wuaa.. kau tinggal disini sekarang?”

Bom tersenyum malu sambil melepaskan safety beltnya, “Aniya, aku hanya menginap di rumah temanku. Jaraknya tidak jauh dari rumah sakit, jadi tidak perlu jauh jika sesuatu terjadi pada Hayi..” jawabnya.

“Hmm.. begitu..” ucap Teddy.

“Keurom, oppa.. sampai jumpa.” Ucap Bom dan membuka pintu. Sebelum melangkah masuk, ia sempat melambai dulu pada Teddy.

Teddy tersenyum dari dalam mobil dan melambai, lalu menginjak gas pergi.

Bom menghela nafas dalam dan melangkah masuk. Mengingat ia sudah semakin jauh mendekati Teddy membuatnya merasa bersalah pada Seunghyun dan Hayi.

Seunghyun duduk di sofa dengan kedua tangan terlipat di dada. Ia tak bisa tenang karena Bom belum kembali. Ia memandang jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11:45 am. “Telepon atau tidak?” gumamnya ragu. Begitu ia mengeluarkan ponsel, terdengar pintu terbuka. Dengan cepat ia bangkit dan melangkah pintu.

Bom melepaskan sepatu dan melangkah masuk, ia tertegun melihat Seunghyun. “Kau belum tidur?”

“ne, aku tidak bisa berhenti mengkhawatirkanmu..” jawab Seunghyun khawatir.

Bom tersenyum, “Kau berlebihan..”

Seunghyun tersenyum, namun ia tertegun mencium aroma wine dari tubuh Bom.

Bom memandang Seunghyun bingung, “Wae? Tidurlah..” ucapnya, lalu melangkah ke kamar tamu.

Seunghyun menahan tangan Bom dan menatap gadis itu serius, “Kemana kau pergi tadi?” tanyanya serius.

Bom tertegun, “Mmm.. pergi bersama temanku..” Jawabnya gugup.

Seunghyun menyipitkan matanya, “Teman yang mana?”

“Kau tidak kenal Seunghyun, dia temanku saat kuliah dulu..” Jawab Bom berbohong.

“Teddy Park?” Tanya Seunghyun tanpa ragu.

Bom tampak kaget, “A-ani, Teddy oppa bukan teman kuliahku..”

“Lalu siapa? Sebutkan namanya..” Ucap Seunghyun.

Bom berusaha menemukan nama seseorang yang terlintas di kepalanya, “Mmm.. Kim…. Kim Seung…..”

“Hentikan!” Tegas Seunghyun karena mencium kebohongan Bom.

Bom memandang kebawah bingung.

“Kau pergi bersama Teddy Park kan?” Tanya Seunghyun.

“Aniya..” Jawab Bom.

“Bommi…” Ucap Seunghyun serius dengan tatapan mematikan ke wajah Bom. Tapi gadis itu tak berani menatapnya, satu tangannya memegang lengan gadis itu. “Bom!”

Bom memejamkan mata mengumpulkan keberaniannya, “Ne..”

Seunghyun tertegun dengan tatapan tidak percaya pada Bom, “Kau pergi bersama Teddy Park?”

Bom menghela nafas dalam dan mengangguk pelan.

Seunghyun merasa sesuatu yang keras menjepit hatinya, “Bukankah kau bilang kau tidak ada hubungan apa pun dengannya?” tanyanya dengan nada terluka.

Bom memandang Seunghyun menyesal, “Ne, aku memang tidak ada hubungan apa pun dengannya Seunghyun. Aku ingin tau mengapa dia membuat Hayi sakit, juga kenapa dia tetap bersikap manis meskipun hampir membunuhku. Juga kau..” jelasnya.

Seunghyun sudah terlalu merasa terluka hingga tak bisa menerima penjelasan Bom, “Bommi, apa kau melakukan ini untuk membalas apa yang sudah kulakukan padamu?”

Bom tertegun, “Aniya..” jawabnya sambil menggeleng cepat, “Kenapa kau berpikir aku selicik itu, Seunghyun?!”

Seunghyun menghela nafas dalam dan menunduk, “Entahlah, aku merasa sangat mengerti dirimu..” ucapnya berat, lalu kembali memandang Bom. “Tapi kurasa memang benar sakit hati bisa mengubah seseorang..” ucapnya sedih, lalu melangkah ke kamarnya.

Bom tak percaya Seunghyun mengatakan itu padanya, ia meletakkan tasnya di sofa dan mengikuti pria itu ke kamar. “Choi Seunghyun!”

Seunghyun berhenti di sebelah tempat tidurnya, lalu berbalik memandang Bom.

“Apa menurutmu aku seperti itu? Apa menurutmu aku akan melakukannya padamu?!” Tanya Bom tak percaya.

Seunghyun menatap Bom kecewa, “Kenapa tidak?”

“Kenapa aku harus membalasmu?!” Tanya Bom tak mengerti.

“Karena aku meninggalkanmu, kau juga akan melakukannya padaku! Mungkin rasa cintamu yang tulus itu sudah berubah menjadi kebencian mendalam hingga kau hanya ingin aku juga merasakannya..” ucap Seunghyun marah, “Selamat, kau sudah berhasil. Park Bom..”

Bom terdiam sesaat menatap Seunghyun, “Choi Seunghyun..” ucapnya pelan, rongga matanya mulai di penuhi air. “Kau benar, aku memang sudah berubah..” ucapnya, “Kau tidak pernah berubah.. Kau masih sama seperti dulu.. Kau tidak pernah memikirkan apa yang kurasakan.. Kau hanya melihat dari apa yang kau pikirkan dan kau rasakan. Kau tidak pernah dewasa dan selalu menghindari masalah yang ada. Ne, kau benar Seunghyun.. Rasa sakit bisa mengubah seseorang. Dari kenyataan itu aku tau kalau hanya aku yang terluka, sedangkan kau tidak..” ucapnya dengan bulir air berjatuhan.

Seunghyun tertegun mendengar ucapan Bom.

Bom memalingkan wajahnya sambil menyeka air mata di pipinya, “Selama ini aku selalu bertanya-tanya. Apakah kau juga terluka dengan perpisahan kita? Apa kau juga menangis setiap malam mengingat aku tidak disisimu lagi? atau apakah kau pernah menyesali pernikahan kita?” ucapnya, bulir air kembali berjatuhan. “Tapi hari ini aku tau, ternyata hanya aku yang benar-benar terluka. Seharusnya aku mendengarkan peringatan eommanim untuk meninggalkanmu..” ia berbalik dan berjalan ke pintu.

“Park Bom!” panggil Seunghyun.

Bom berhenti di ambang pintu, namun tidak berbalik memandang Seunghyun.

“Selama beberapa hari ini, apa semua yang kau lakukan hanya karena aku menyelamatkan Hayi?” Tanya Seunghyun kecewa.

Bom menghela nafas dalam dan berbalik memandang Seunghyun, “Menurutmu, untuk apa aku ada disini jika bukan karena hatiku?” tanyanya, lalu langsung keluar dan menutup pintu.

Seunghyun tidak tau harus melakukan apa sekarang, hatinya terluka melihat Bom menangis. Tapi ia sendiri tidak bisa menyembunyikan perasaannya.

Bom menghampiri sofa untuk menetralkan emosinya sesaat, lalu menyeka air matanya sambil mengambil tas dan berjalan ke kamar tamu. Begitu masuk ke kamar, ia berdiri beberapa saat memandang adiknya yang sudah terlelap. ia berdiri disana beberapa saat sambil berpikir, lalu meletakkan tasnya di meja dan menghampiri lemari untuk memasukkan baju-bajunya dan Hayi yang sudah tertata rapi disana kembali ke dalam koper.

Keesokan paginya.

Seunghyun tidak bisa tidur nyenyak setelah pembicaraannya bersama Bom semalam. Dengan berat hati ia keluar dari kamarnya dan melangkah keluar, namun diluar tidak terlihat siapa pun. Juga tidak terdengar seseorang menggunakan dapur seperti biasa. Dahinya berkerut dan melangkah ke dapur, bahkan tidak terlihat seseorang sudah menggunakanya. Dahinya berkerut sambil memandang ke pintu kamar tamu, ‘Apa dia masih marah hingga tidak melakukan apa pun?’ batinya, lalu melangkah ke sana.

Tok! Tok! Tok!

“Bommi, kau sudah bangun?” tanyanya. Tidak ada jawaban.

Tok! Tok! Tok!

“Hayi..” panggilnya lagi, tetap taka da jawaban. Tangannya membuka pintu dan memandang ke dalam, tapi disana juga tidak terlihat siapa pun. Tempat tidur sudah rapi. Ia berbalik dan melangkah ke ruang tengah, “Hayi!! Bommi!!” panggilnya. Matanya melihat selembar kertas di meja. Dengan cepat ia menghampiri meja dan mengambil kertas itu.

Terima kasih Choi Seunghyun..

                                    Park Bom

Seunghyun tertegun membaca pesan itu. dengan cepat ia masuk ke kamar tamu dan membuka pintu lemari, sudah tidak ada pakaian disana. Matanya membesar tak percaya. Kakinya melangkah gontai kebelakang hingga ia terduduk di kaki tempat tidur. Ia sangat menyesal, seharusnya ia tidak mencurigai Bom. Seharusnya ia memberitau gadis itu ia juga terluka karena perceraian mereka. Ia juga menangis ketika mengingat Bom tidak lagi berada disisinya. Dengan cepat ia bangkit dan melangkah ke kamarnya untuk bersiap ke kantor.

 

=Taxi=

Hayi memandang Bom yang duduk disebelahnya sambil memandang keluar jendela, “Eonni, kita akan kembali kerumah?”

Bom memandang Hayi dan mengangguk, “Ne..”

“Mmm.. waeyo?” Tanya Hayi.

Bom diam sejenak, tak lama bibirnya membentuk senyuman. “Kita tidak bisa terlalu lama tinggal di apartemen Seunghyun. Sekarang kita harus kembali ke rumah kita..”

“Tapi kenapa kita tidak menunggu hyeong-bu bangun?” Tanya Hayi bingung.

Bom menghela nafas dalam dan menatap adiknya dalam, “Hayi-a, eonni tau kau ingin kita kembali bersama Seunghyun. Tapi eonni tidak bisa..”

Hayi tertegun, “Waeyo?”

Bom mengelus rambut adiknya, “Karena kami sudah bercerai.. Kami tidak bisa memperbaiki hubungan kami lagi, jadi lupakan saja dia.. kita bisa melanjutkan hidup kita berdua. Keutji?”

Hayi terlihat kecewa mendengar ucapan Bom, namun ia juga tidak ingin kakaknya terluka. “Ne, eonni..” jawabnya berat.

Bom tersenyum, “Oh ya, apa kau mau masuk sekolah?”

Hayi tertegun dan menatap Bom tak percaya, tak lama bibirnya membentuk senyuman. “Benar, sekarang aku kan sudah sembuh. Jadi bisa masuk sekolah seperti biasa kan?”

Bom mengangguk, “Ne..”

“Ne!! aku mau eonni! Kapan aku bisa masuk sekolah?” Tanya Hayi bersemangat.

Bom memegang dada adiknya, dimana bekas operasi masih ada. “Tunggu setelah luka disini lebih baik..”

Hayi mengangguk cepat, “Ne!!”

 

 

<<Back           Next>>

Advertisements

3 thoughts on “Mr and Mrs Choi [Chapter 26]

  1. Yahh… Seunghyun kenapa curiga… 😥 authornya jago memainkan perasaan para pembacanya nih.. (y) daebak! sumpah bingung banget ama sikap teddy… Next deh thor~ 😀

  2. wahh . . . kNapa Bom meninggalkan Seunghyun . . ?jadi ikut sedih gw bacanya . . .
    next AUTHOR . . . 😀
    tema Chapter ini hampir sama dengan lagu Trouble Maker – Now

    1. Hahaha.. Kayaknya ia..
      Kmu udah baca ff buatan aku yg judulnya Now, there’s is no tomorrow?
      Itu bener2 aku buat berdasarkan MV nya.. Hehehehe
      #promosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s