Chapter · YG Family

Mr and Mrs Choi [Chapter 25]

25

—Crush—

Seunghyun terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari yang masuk ke bawah pelupuk matanya. “Mmmhhh..” gumamnya sambil melindungi matanya dari cahaya. Ia bergerak perlahan bangkit dan duduk sambil memandang sekitar kamarnya. Tirai di jendela sudah terbuka. Setelah beberapa saat kemudian ia menyadari dirinya tidak mengenakan baju, perban bekas operasinya terlihat menghias dada berototnya. Matanya kembali memandang sekitar untuk mencari seseorang, tapi tidak ada siapa pun. Ada sebuah pesan di meja. Tangannya terulur mengambil kertas itu dan membacanya.

Choi Seunghyun! Kau masih tukang tidur!! Aku harus pergi pagi untuk bersiap ke kantor, istirahat saja dirumah hingga kondisimu lebih baik. Aku sudah membuatkan sarapan.

Aku akan kembali untuk menyiapkan makan malam.. ❤

Park Bom

Bibir Seunghyun membentuk senyuman. Lalu kembali berbaring dengan perasaan senang. Ia tak tau dirinya akan merasa seperti pertama kali dirinya bisa bersama Bom 10 tahun lalu, namun kali ini jauh lebih membahagiakan.

 

=Rumah Bom=

Dara menandatangani kertas tanda terima dari tukang pos, lalu kembali masuk dengan sebuah surat ditangannya.

Chaerin yang menunggu di ruang tengah langsung memandang Dara penasaran, “Dari siapa eonni?”

Dara membanting dirinya ke sebelah Chaerin, “Kurasa dari Seungyool, dia menggunakan nama Kang InYool sebagai kode..” jawabnya sambil memberikan amplop tadi pada leadernya.

Chaerin langsung membuka surat itu dan membuka lipatan kertas disana. Ia dan Dara langsung membaca isi surat itu serius. Tiba-tiba mereka terperanjat melihat beberapa kertas di belakang surat tadi.

Mata Dara membesar melihat itu adalah bukti bahwa Teddy melakukan kegiatan illegal jual beli bakteri mematikan untuk perang dan berlian milik negara. Lalu bertatapan dengan Chaerin. “Kita benar-benar berurusan dengan orang yang mengerikan..”

Chaerin mengangguk, “Kita harus benar-benar serius kali ini..” ucapnya, “Hubungi Bom eonni dan Minji. Kita harus rapat.”

 

=Markas Bigbang=

“Hyung! Aku menemukan sesuatu tentang Teddy Park!” ucap Daesung memberitau.

Jiyong langsung menghampiri Daesung, “Siapa dia?!”

“Awalnya cukup sulit mencari siapa dia selain mantan anggota militer dan sekarang bekerja di perusahaan tempat Seunghyun hyung bekerja. Tapi akhirnya aku berhasil!” ucap Daesung sambil memperlihatkan layar laptopnya pada Jiyong. “Teddy Park agent rahasia!”

Jiyong menatap Daesung kaget, “Mwo?! Untuk siapa?”

“Untuk pemerintah, tapi dia adalah agent ganda yang juga mengkhianati Negara. Dia menjual bakteri mematikan untuk perang secara illegal!” jawab Daesung.

Jiyong mengangguk mengerti, “Ternyata dia sangat tangguh..”

“Dan…” lanjut Daesung, membuat Jiyong memandangnya, “dia juga menyelundupkan berlian milik Negara keluar negeri dan menjadikannya perhiasan mewah..”

Jiyong tertegun, “Maksudmu, kalung yang kita cari itu miliknya?”

Daesung mengangguk, “Ne, hyung..”

“Ahh!! Sial! Jadi kita hanya di permainkan?!” seru Jiyong kesal.

“Dan juga..” tambah Daesung lagi, Jiyong menatapnya serius. “Menurut pencarianku, detektif Lee Chaerin juga seorang agent dan kaki tangan Teddy Park..”

Mata Jiyong membesar, “Mwo?! Maksudmu, dia membunuh Detektif Lee untuk menutupi kejahatannya?”

Daesung menggeleng dan membuka sebuah halaman internet.

Jiyong kembali membesarkan matanya ketika membaca judul disana.

Kematian Detektif Lee Chaerin dipalsukan.

“Detektif Lee Chaerin masih hidup..” jawab Daesung.

 

=Rumah Bom=

“Ahhh.. Teddy oppa benar-benar membuatku gila. Pasti dia yang membuat berita baru itu..” ucap Chaerin kesal.

Bom diam sejenak sambil berpikir, “Ya.. dihari adikku di operasi, Teddy oppa melamarku..”

Ketiga teman Bom menatapnya kaget, “Ne?!”

“Lalu, apa yang kau jawab?” Tanya Dara.

“Aku belum menjawabnya..” jawab Bom.

Chaerin mengerutkan dahi, “Tunggu, aku masih tidak mengerti.” Ucapnya bingung, “Teddy oppa ingin membunuh adikmu juga kau, tapi kenapa dia bertingkah seperti dia menyukaimu?”

Semuanya berpikir mencari jawaban untuk itu.

“Apa aku harus mengikuti permainannya?” Tanya Bom pada yang lain.

 

Semuanya kembali menatap Bom kaget.

“Eonni, kau yakin?” Tanya Minji ragu.

“Aku tidak begitu yakin, tapi paling tidak ini lebih baik dari pada kita tidak mencaritaunya..” jawab Bom.

Chaerin menghela nafas dalam, “Ini memang resiko pekerjaan kita..” ucapnya, lalu menarik pistol laras pendek dari balik bajunya. “Gunakan pembawa senjata di pahamu, ini dia bisa saja melakukan sesuatu..” ucapnya.

Bom mengambil pistol itu, “Keure, aku mengerti.” Ucapnya. “Oh ya, besok adikku akan pulang dari rumah sakit. Tapi karena kau masih harus bersembunyi, aku akan membawa adikku ke apartemen seorang kenalanku. Jadi tenang saja..”

Chaerin tersenyum, “Gumawoyo eonni..” ucapnya.

 

=Apartemen Seunghyun=

Seunghyun tersenyum melihat Bom di layar cctv, lalu membuka pintu. Namun senyumnya menghilang melihat beberapa sebuah besar dan tabung oksigen berukuran kecil di sebelahnya.

Bom tersenyum, “Annyeong..”

Seunghyun memandang Bom bingung, “Ige mwoya?”

“Mmmm.. aku khawatir jika Hayi kembali ke rumahku. Jadi kupikir mungkin dia bisa tinggal sementara waktu disini. Apakah boleh?” Tanya Bom hati-hati.

Seunghyun mengerutkan dahi, “Ne?”

Bom mengelus belakang telinganya, “ohh.. apa yang kupikirkan.. Miane, aku akan menyewa hotel saja..” ucapnya sambil menarik koper besar tadi dan tabung oksigen kembali ke lift.

“Ya.. Ya Park Bom!” panggil Seunghyun.

Bom berhenti dan memandang Seunghyun, “Wae?”

“Aissh.. aku belum menjawab.. Bawa masuk itu..” ucap Seunghyun sambil menghampiri Bom dan menarik koper tadi masuk ke apartemennya.

Bom tersenyum dan menarik tabung oksigen masuk. “Apa ada kamar extra?” tanyanya.

“Ada kamar tamu, tapi aku belum membersihkannya..” ucap Seunghyun.

“Dimana? Aku akan membersihkanya..” ucap Bom.

Seunghyun berhenti di ruang tengah dan memandang Bom heran, “Kau serius tentang ini?”

“Wae? Kau tidak suka Hayi disini?” Tanya Bom bingung.

“Bu-bukan seperti itu, tentu saja aku suka.. Tapi kenapa tiba-tiba?” Tanya Seunghyun tak mengerti.

“Aku tidak mau Teddy oppa menemuinya saat aku tidak ada. Juga kontrak kerjaku bersama perawat Jung hanya hingga Hayi selesai operasi. Jadi itu akan berakhir hari ini..” jawab Bom.

Seunghyun mengangguk mengerti, “Oh.. begitu.. Ya sudah, ayo masukkan barang-barangnya..” ucapnya sambil menarik koper menuju kamar tamu.

Bom ikut masuk dan tersenyum melihat kamar tamu itu cukup nyaman, “Mmm.. ini bagus..”

“Hanya Hayi yang akan tinggal disini? Kau bagaimana?” Tanya Seunghyun dengan senyuman jahil di wajahnya.

Bom menahan senyuman malu melihat ekspresi Seunghyun, “Menurutmu aku akan tinggal di tempat berbeda dengan Hayi?”

Seunghyun tersenyum lebar dan melangkah menghampiri Bom.

“Wae?” Tanya Bom dengan wajah merona.

Seunghyun melepaskan tangan Bom dari tabung oksigen, lalu menatap gadis itu dalam sambil mengelus rambut panjang gadis itu. membuat kedua pipi sang gadis merona merah.“Sebenarnya, kamar ini tidak terlalu kotor. Kau mau mencoba tempat tidurnya?”

Bom menunduk malu mendengar ucapan Seunghyun, “Ya.. ini bukan waktu yang tepat..” ucapnya sambil memukul bahu pria itu malu.

“Wae? Kita tidak bisa mencobanya jika Hayi sudah ada disini..” ucap Seunghyun dengan senyuman evilnya.

Bom mengangkat wajahnya memandang Seunghyun, “Keure..” ucapnya dan langsung mendorong pria itu ketempat tidur.

…………………………………………………………………………………………………………….

Seunghyun memandang Bom yang tidur dilengan kananya, lalu memutar tubuhnya agar berhadapan dengan gadis itu. ia heran melihat ekspresi Bom sejak tadi, “Waeyo? Kau memikirkan sesuatu?”

Bom menghela nafas dalam sambil menelurusi perban penutup bekas operasi di dada Seunghyun.

“Hei.. ada apa denganmu?” Tanya Seunghyun sambil mengangkat dagu Bom agar memandangnya.

Bom memandang Seunghyun risau, “Seunghyun, jika kita kembali bersama. Bagaimana dengan eommanim?”

Seunghyun diam sejenak, lalu tersenyum. “Setelah kita menikah lagi, aku akan memutuskan telepon rumah. Mengganti nomor ponselku, juga memblokir akses ibuku masuk kesini..” jawabnya dengan nada bercanda.

Bom menahan tawa, “Ini tidak lucu, Seunghyun..” ucapnya.

Seunghyun mengelus pipi Bom sambil menatap kedua mata gadis itu dalam, “Dengar, aku sudah memutuskannya. Aku akan memperjuangkan semuanya lagi. aku akan memulainya dari awal lagi, aku tidak peduli apa yang akan di lakukan ibuku. Yang pasti, aku harus mendapatkanmu lagi..”

Bom tersenyum haru mendengar keseriusan di dalam ucapan Seunghyun.

“Jeongmal mianata..” ucap Seunghyun menyesal.

Bom memeluk Seunghyun dan memejamkan matanya.

Seunghyun tersenyum sambil mengelus rambut Bom, “Selamat malam Bommi..”

 

=Keesokan harinya=

Hayi keluar dari lift bersama Bom dan melangkah menuju apartemen Seunghyun, “Eonni, kita akan kemana?” Tanyanya.

Bom tersenyum sembari berhenti di depan apartemen Seunghyun, “Lihat saja..” Ucapnya sambi menekan bel.

Hayi memandang pintu, menunggu siapa yang akan membukanya. Begitu pintu terbuka, ia langsung mengintip kedalam. Matanya membesar melihat Seunghyun, “Oh.. Hyeong-bu?” Ucapnya senang.

Seunghyun tersenyum lebar, “Annyeong.. Ayo masuk..” Ucapnya sambil membuka pintu lebar.

Hayi langsung melangkah masuk, “Ini rumahmu, Hyeong-bu?”

Seunghyun mengangguk, “Ne.. Bagaimana menurutmu?”

Hayi memandang Seunghyun sambil tersenyum, “Keren..”

Bom tertawa kecil dan meletakkan tasnya di sofa, “Duduklah dulu, eonni akan menyiapkan makan siang..” Ucapnya, lalu melangkah ke dapur.

Hayi bergerak duduk sambil memandang Bom bingung, lalu memandang Seunghyun yang duduk disebelahnya. “Hyeong-bu, eonni sudah sering kemari ya?”

Seunghyun tersenyum dan mendekatkan dirinya pada Hayi, “Kami sudah kembali bersama sekarang..” Bisiknya bangga.

Mata Hayi membesar, “Jeongmalyeo?” Bisiknya.

Seunghyun mengangguk.

“Hei.. Kalian membicarakan aku?” Tanya Bom yang menatap kedua orang itu dari dapur.

Seunghyun dan Hayi tertawa kecil.

Hayi sudah bersiap dengan baju tidurnya, begitu juga dengan Bom.

“Bekas operasimu terasa sakit?” Tanya Bom sambil menyelimuti Hayi yang berbaring disebelahnya.

Hayi menggeleng, “Aniya.. Na gwenchana..”

Bom tersenyum dan memeluk adiknya dari samping, “Tidurlah..”

Hayi memandang Bom bingung, “Eonni tidur bersamaku?”

Bom memandang Hayi bingung juga, “Tentu saja, waeyo?”

“Eonni tidak tidur bersama hyeong-bu?” Tanya Hayi.

Wajah Bom merona mendengar pertanyaan Hayi, “Mwo? Ani, waeyo?”

Hayi tersenyum, “Eonni akan bersama hyeong-bu lagi?”

Bom mengelus rambut Hayi, “Bagaimana menurutmu?”

“Aku sangat setuju..” Jawab Hayi bersemangat.

Bom tertawa kecil, “Mmm.. Eonni akan memikirkannya lagi..”

Wajah Hayi berubah cemberut, “Eonni..”

“Sudah.. Tidurlah..” Ucap Bom sambil mengelus rambut Hayi dan mencium dahi adiknya.

 

=Devisi IT=

Bom memandang mesin printer yang sedang mencetak hasil pekerjaannya, begitu selesai ia mengambil kumpulan kertas itu dan menjepit satu ujungnya. Kemudian bangkit dan melangkah ke arah pintu ruangan Teddy.

Tok! Tok! Tok!

Teddy memandang ke pintu, “Ne..” Jawabnya.

Bom membuka pintu dan masuk, lalu membungkuk sopan. “Sajangnim, ini proposal yang anda inginkan..” Ucapnya sambil memberikan kertas tadi.

Teddy mengambil proposal tadi dan tersenyum pada Bom, “Kau bisa diandalkan..”

Bom tersenyum dan membungkuk sopan, lalu berbalik.

“Bom..” Panggil Teddy.

Bom berhenti dan memandang Teddy, “Ne, sajangnim?”

Teddy tersenyum, “Apa kau ada waktu malam ini?”

Bom tertegun mendengar pertanyaan Teddy, namun ini adalah kesempatan emas. “Mmm.. Jika aku bisa kembali sebelum pukul 12..” Jawabnya sambil tersenyum.

Teddy mengedipkan satu matanya, “Keurom..”

Bom membuka pintu dan keluar dengan senyuman evilnya, namun begitu keluar ia langsung tertegun mengingat Seunghyun.

Sorenya.

Bom meminta Teddy menunggunya di mobil, sementara ia berkutat di kamar mandi untuk menghubungi Seunghyun.

“Ne Bommi..” Sapa Seunghyun diseberang.

“Seunghyun, ada Hayi disana?” Tanya Bom.

“Hayi? Ne, dia sedang menonton tv..” Jawab Seunghyun.

“Aku ingin berbicara dengannya..” Ucap Bom.

“Hayi-a.. Bom eonni ingin berbicara..” Ucap Seunghyun.

Bom menunggu sambil membuka tas dengan tangannya yang lain dan mengeluarkan tas make-upnya.

“Ne, eonni..” Sapa Hayi di seberang.

Bom mengambil lipstik dan membukanya, “Hayi-a, eonni akan pulang terlambat. Jangan lupa makan obat malammu..” Ucapnya dan menambah lipstik berwarna merah itu ke bibirnya sambil memandang pantulan dirinya di cermin.

“Ne? Waeyo eonni?” Tanya Hayi.

Bom kembali memasukkan lipstik dan mengeluarkan blash on, “Eonni harus melakukan sesuatu, kau tenang saja..” Ucapnya sambil memoles kedua pipinya dengan serbuk pink itu.

“Hmm.. Eonni tidak pulang?” Tanya Hayi.

“Tentu saja eonni pulang, kau tenang saja. Arasso?” Tanya Bom.

“Hmm..” Gumam Hayi lesu.

Bom menghela nafas dalam mendengar Hayi sedih.

“Bommi..” Terdengar suara Seunghyun lagi.

“Ne..” Jawab Bom.

“Apa yang kau katakan? Hayi terlihat sedih..” Ucap Seunghyun khawatir.

“Seunghyun, aku akan pulang telat. Jangan khawatir..” Ucap Bom.

“Ne? Wae? Kau lembur?” Tanya Seunghyun.

“Ani.. Aku akan menjelaskannya nanti. Aku harus pergi..” Jawab Bom dan langsung memutuskan telepon. Ia menghela nafas dalam dan memandang pantulan wajahnya di cermin. Lalu memasukkan tas make-upnya lagi ke dalam tas. Ia juga sempat memeriksa kantung rahasia di tasnya untuk memastikan pistolnya masih disana atau tidak. Setelah itu baru keluar untuk menemui Teddy.

 

<<Back           Next>>

Advertisements

One thought on “Mr and Mrs Choi [Chapter 25]

  1. Jadi teddy itu agent negara yg berkhianat??!! Muka dua sekali teddy… -_- makin romantis!! Aku suka!! 😀 Teddy kalo ngapa2in bom awas ya! -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s